cover
Contact Name
M. RIYAN HIDAYAT
Contact Email
m.riyanhidayat@uqi.ac.id
Phone
+6282245839804
Journal Mail Official
m.riyanhidayat@uqi.ac.id
Editorial Address
Jln. Lintas Timur Km. 36 Indaralaya Ogan Ilir, Sumatera Selatan
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
At Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
ISSN : -     EISSN : 27747425     DOI : https://doi.org/10.53649/at-tahfidz
Core Subject :
The Journal At Tahfidz concentrates on publishing scientific papers with the theme of Quranic studies with the following coverage Study of Quran Science Quran Translation Study of Quranic Tafsir Research on the Quran Living Quran
Arjuna Subject : -
Articles 106 Documents
Komponen-Komponen Pendidikan Islam Menurut Al-Qur'an Zaenal Abidin
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 1 No. 01 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v1i01.430

Abstract

Komponen-komponen pendidikan Islam dalam al-Qur'an pada dasarnya mengarahkan manusia untuk mengenal jati dirinya dan menfungsikan dirinya sesuai dengan jati dirinya yang sebenarnya. Komponen pendidikan Islam ini dirumuskan dalam bentuk kurikulum integral yang bertujuan untuk mengembangkan seluruh potensi kecerdasan manusia, yaitu kecerdasan spiritual, kecerdasan emosional dan kecerdasan kognitif-rasional. Komponen tersebut menekankan pada lima persoalan penting dalam kehidupan manusia yaitu pendidikan tauhid, pendidikan ibadah, pendidikan etika atau akhlak, pendidikan mental dan pendidikan tentang manajemen kehidupan. Dengan demikian, diharapkan manusia dapat mengembangkan dirinya secara optimal dalam rangka  menggapai kebahagiaan hidupnya baik di dunia maupun akhirat.
Solusi Al-Qur'an dalam Pemberantasan Korupsi Almujahid
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 1 No. 02 (2020): Juni 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v1i02.431

Abstract

Korupsi merupakan salah satu isu yang paling rumit sepanjang sejarah kehidupan manusia. Dari berbagai aspeknya, terbukti bahwa korupsi adalah fenomena yang memberikan implikasi negatif terhadap kehidupan manusia, baik di negara telah maju maupun di negara sedang berkembang. Isu korupsi mendapatkan perhatian serius dari para ilmuwan sosial berbagai bidang, baik sosiolog, pakar politik, legislator, ekonom dan lain-lain. Semua masyarakat manusia dibelahan bumi manapun mencela korupsi. Agama-agama besar dunia pun mengutuk korupsi, tidak terkecuali agama Islam. Oleh karena itu, dalam kajian ini akan diuraikan tentang defenisi korupsi, jenis-jenis tindak pidana dalam Islam, faktor terjadinya korupsi, hukum pidana Islam terhadap korupsi serta solusi al-Qur'an dalam pemberantasan korupsi.
Peradaban Islam dan Renaissance Barat: Al-Qur'an dan Bahasa Kunci Terdepan Ilmu Pengetahuan Komaruddin Sassi
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 1 No. 02 (2020): Juni 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v1i02.432

Abstract

Renaissance Barat dapat terjadi tidak terlepas dari mengadopsi peradaban Islam. Meski demikian, harus diakui justru seiring dengan kemajuan peradaban Islam itu pula, menunjukkan kegelisahan Barat menuju kebangkitan dengan semangat menggali semua peradaban Islam melalui al-Qur'an dan Bahasa Arab sebagai bahasa terdepan (kunci) ilmu pengetahuan kala itu. Sejumlah kitab-kitab para ilmuwan Muslim yang berbahasa Arab diterjemahkan ke bahasa Latin. Hasil terjemahannya diajarkan pada perguruan tinggi Barat. Eropa bangkit dengan pesat hingga zaman milenial ini, sementara dunia Islam justru mengalami kemunduran dan keterbelakangan dalam berbagai bidang kehidupan. Sibuk dilanda persengitan antar mazhab, eksistensi al-Qur'an dan Bahasa Arab dieliminasikan, bahkan kurang dianggap kunci terdepan ilmu pengetahuan.
Pengaruh Qiraat Terhadap Penafsiran Al-Qur'an (Telaah Surat Al-Fatihah) Niswatul Malihah
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 1 No. 02 (2020): Juni 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v1i02.433

Abstract

Ilmu qiraat adalah ilmu yang mempelajari tata cara pengucapan redaksi al-quran dan perbedaannya dengan menyandarkan bacaan tersebut kepada perawi-perawinya. Perbedaan qiraat sudah ada sejak masa diturunkan al-Qur'an, perbedaan ini adakalanya mempengaruhi penafsiran dan adakalanya tidak. Dalam menyikapi perbedaan qiraat, para mufassir ada yang membedakan maknanya dan ada juga menggabungkan perbedaan tersebut sehingga menjadi satu makna yang utuh, karena perbedaan makna dalam perbedaan tersebut tidak bersifat kontradiktif.
IsraῙliyyat dalam Kitab Tafsir Al Alusi Relly Suryani
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 1 No. 02 (2020): Juni 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v1i02.434

Abstract

Al-Qur'an dan hadis merupakan pegangan umat Islam. Setelah Rasul saw wafat dan dengan berlalunya zaman, permasalahan yang dihadapi umat Islam semakin banyak. Sehingga para ulama harus berijtihad mencari solusi dari permasalahan yang muncul. Adanya ahli kitab yang masuk Islam menimbulkan diskusi atas peran mereka dalam menjelaskan al-Qur'an yang mereka ketahui sebelum masuk Islam dan mengundang kontra terutama hal-hal yang terkait dengan ayat-ayat yang mengandung unsur Israiliyyat. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana Israiliyyat menurut pandangan al Alusi, 2) Bagaimana sikap al Alusi terhadap Israiliyyat. Penelitian ini bertujuan 1) Mengetahui Israiliyyat menurut al Alusi, 2) Mengetahui sikap al Alusi terhadap Israiliyyat. Jenis penelitian yang digunakan adalah library research dengan metode kualitatif melalui pendekatan tafsir muqaran (perbandingan). Sumber data utama penelitian ini yaitu al-Qur'an al-Karim, kitab tafsir al-Alusi. Tehnik mengelolah data menggunakan metode deskriptif analisis. Adapun langkah-langkahnya adalah: 1) Menghimpun sejumlah ayat al-Qur'an yang dijadikan objek studi, 2) Melacak berbagai pendapat ulama tafsir dalam menafsirkan ayat-ayat tersebut, 3) Membandingkan pendapat-pendapat mereka untuk mendapatkan informasi berkenaan dengan identitas dan pola berfikir dari masing-masing mufassir. Sedangkan untuk menarik kesimpulan menggunakan metode deduksi. Penemuan penelitian ini secara garis besar yaitu: 1) Israiliyyat menurut al Alusi adalah berita-berita bohong dan palsu yang dimasukkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab ke dalam kitab tafsir dan dikutip oleh ahli tafsir serta diduga bahwa berita-berita tersebut adalah benar, 2) Al-Alusi dalam menafsirkan kisah Israiliyyat adalah; pertama, beliau bersikap selektif dalam periwayatan. Kedua, beliau meriwayatkan riwayat Israiliyyat dengan memberikan alasan dan ulasan secara tegas. Ketiga, Riwayat Israiliyyat yang dikemukakan al-Alusi sangat singkat. Hal ini dapat dilihat dari halaman dalam kitabnya yang membahas tentang kisah-kisah Israiliyyat.
Faktor-Faktor Kebinasaan Umat Terdahulu dalam Al-Qur'an Tapaul Habdin
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 1 No. 02 (2020): Juni 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v1i02.435

Abstract

Hukum kausalitas (sebab-akibat) berlaku di muka bumi ini, umat-umat terdahulu mendapatkan azab dari Allah Swt., karena perbuatan mereka sendiri. Merekalah yang mengundang azab-Nya. Di antara sebab pengundang azab yang telah mereka lakukan adalah mendustakan Rasul, melakukan kemaksiatan, kedurhakaan dan berbagai macam dosa. Mengetahui sebab-sebab tersebut sangat penting, karena dengan mengetahui sebab maka kita tidak akan melakukan perbuatan yang sama dan agar sejarah tidak terulang kembali.
Makna Tabayun dalam Prespektif Tafsir Al-Misbah (Kajian Surah Al-Hujarat Ayat 6) Zaimuddin
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 1 No. 02 (2020): Juni 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v1i02.436

Abstract

Sekarang, kata tabayyun semakin populer dan tidak asing lagi di telinga kita. Banyak orang, tidak hanya mereka yang terikat dengan tradisi Islam seperti santri, mulai orang biasa, politisi, aktivis dan bahkan seniman sering menggunakan dan mengucapkan kata ini. Tidak jarang kita mendengar politisi mengatakan tabayyun setiap kali menanggapi pernyataan atau kritik dari lawan politik, atau artis yang sedang dilanda gosip, serta aktivis. Ketika dikritik, mereka akan dengan mudah mengatakan, "etika itu bertabayyun sebelum berkencan atau mengkritik." Atau terkadang tabayyun juga diartikan sebagai perintah sowan atau datang ke pihak tertentu yang dibahas atau dilaporkan. Biasanya dibumbui dengan kalimat yang begitu akrab, "datang, bisakah kau bertanya dulu sambil minum bersama, jadi aku tidak salah?"Tafsir misbah dalam hal ini mengkaji ayat yang terkaiat dengan tabayun dan pentingnya mengkaji setiap kabar berita yang belum tentu benar kevaliditasannya. Dengan bahasa yang lugas dan tegas misbah mencoba menjelaskan ayat-ayat tersebut di kaiatkan dengan era saat ini.
Urgensi Asbab An-Nuzul Dalam Penafsiran Al-Qur'an (Kajian Ayat Tentang Ruh Qs. Al-Isra' Ayat 85) Zali Rahman
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 1 No. 02 (2020): Juni 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v1i02.437

Abstract

Tulisan ini berangkat dari adanya kekeliruan yang terjadi ketika orang hendak menafsirkan ayat al-Qur'an yang langsung membahas maksud dan tujuan tanpa melihat mengapa ayat itu diturunkan, bahkan ada di antara mereka mengatakan membahas Asbab alNuzul sebuah ayat merupakan hal yang tidak begitu penting. Padahal salah satu langkah penting yang harus ditempuh ketika berhadapan dengan satu ayat sebaiknya menyeidiki terlebih dahulu sejarah diturunkannya ayat itu. Seperti terlihat di atas, di setiap kesempatan orang dalam membela pendapatnya selalu menggunakan ayat al-Qur'an sebagai penguat ucapan yang disampaikannya sehingga kegiatan menafsirkan ayat selalu terjadi dan ini berarti diperlukan aturan dalam menafsirkan ayat al-Qur'an diantaranya adalah memahami sejarah turunnya ayat dalam hal ini para ahli al-Qur'an memperkenalkan istilah Asbab an-Nuzul. Berangkat dari adanya informasi yang tertulis dalam literatur dan pengalaman yang terjadi di masyarakat, penulis mencoba menjelaskan konsep penafsiran al-Qur'an dengan memfokuskan urgensi Asbab an-Nuzul, yaitu salah satu cabang Ulumul Qur'an yang membahas tentang sebab-sebab diturunkannya ayat al-Qur'an.
Konsep Poligami Perpektif Amina Wadud dan M. Quraish Shihab Qonita Azzahra; Nurhayati; Aulia Fitria Ramadhani
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 2 No. 01 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v2i01.498

Abstract

Polygamy is a pretty hot topic these days, especially because of the social media factor. Discussions about polygamy attracted much attention, caused debate and gave rise to a fairly lengthy debate, among them by contemporary Mufashirs, Amina Wadud and M. Quraish Shihab for example. This article uses the type of descriptive-analysis research to describe the data collected in this research and focus on library research. (library research). Amina Wadud who came from the West and M. Quraish Shihab from a learned Muslim family gave birth to different concepts of polygamy. Amina Wadud tends to reject polygamy with the argument that this practice is not in line with the concept of gender equality and does not support the formation of a loving family as the Quran expects. While M. Quraish Shihab gives arguments in favour of polygamy on fair terms.
Korelasi Sains Dan Agama Untuk Meningkatkan Literasi Prespektif Kitab Al Jawahir Fi Tafsir Risma Rizkiawati; Muhamad Husnul Maab; Ibtidaiyatul Musyarofah
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 2 No. 01 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v2i01.516

Abstract

Tulisan ini membahas tentang korelasi sains dan agama untuk meningkatkan literasi dalam kitab Al jawahir fi tafsir dimulai dari mengenal biografi Syeikh Tanthawi Al-Jawhari sampai Korelasi sains dan agama dalam kitab Al jawahir fi tafsir untuk meningkatkan literasi, kolaborasi sains dan agama untuk meningkatkan literasi dalam kitab Al jawahir fi tafsir yang mencakup kontemporer, literasi, dan kitab Al jawahir fi tafsir. Sehingga bisa membuka cakrawala untuk meningkatkan literasi dalam minat baca karena membaca adalah garda terdepan untuk dapat membuka wawasan pengetahuan terhadap pembaca. Syeikh Tanthawi Al-Jawhari sangat cinta dengan ilmu pengetahuan/sains, beliau begitu ulet dalam mumpuni ilmu pengetahuan, menulis artikel, menelaah berbagai macam buku, beliau juga sering membaca artikel di media masa. Sehingga semangat dan ambisinya dalam ilmu pengetahuan yang dimana beliau membuat sebuah karya populer yaitu kitab Al jawahir fi tafsir ini karena keajaiban-keajaiban di sekelilingnya, penafsiran nya menggunakan corak ilmi dengan pendekatan ilmu pengetahuan sains. Hal ini mendorong motivasi untuk para pembaca agar meningkatkan minat baca dan menghasilkan sebuah karya.

Page 6 of 11 | Total Record : 106