cover
Contact Name
M. RIYAN HIDAYAT
Contact Email
m.riyanhidayat@uqi.ac.id
Phone
+6282245839804
Journal Mail Official
m.riyanhidayat@uqi.ac.id
Editorial Address
Jln. Lintas Timur Km. 36 Indaralaya Ogan Ilir, Sumatera Selatan
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
At Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
ISSN : -     EISSN : 27747425     DOI : https://doi.org/10.53649/at-tahfidz
Core Subject :
The Journal At Tahfidz concentrates on publishing scientific papers with the theme of Quranic studies with the following coverage Study of Quran Science Quran Translation Study of Quranic Tafsir Research on the Quran Living Quran
Arjuna Subject : -
Articles 106 Documents
Epistemologi Penafsiran Nasaruddin Umar (Studi Buku Argumen Kesetaraan Gender Perspektif Al-Qur???an) Rani
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 3 No. 01 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v3i01.362

Abstract

Artikel ini mendiskusikan tentang struktur epistemlogi dalam tafsir yang terdapat dalam Buku Argumen Kesetaraan Jender Perspektif Al-Qur???an karya Nasarudin Umar. Kajian ini akan berfokus pada struktur fundamental pemikirannya yang membentuk epistemlogi dalam proses penafsiran Al-Qur???an. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kajian pustaka atau library research, dengan menggali dan meneliti karya-karya yang berkaitan dengan topik pembahasan. Penelitian ini berfokus untuk memahamii tiga hal, yakni: a) bagaimana latar belakang pemikiran Nasaruddin Umar? (b) bagaimana kondisi sosio-historis yang melingkupi Nasaruddin Umar? (c) bagaimana struktur epistemologi Nasaruddin Umar dalam menafsirkan Al-Qur???an? Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemikiran Nasaruddin Umar berawal dari realitas ketimpangan gender yang ada dalam tafsir Al-Qur???an, yang menuntut pembacaan ulang dengan menggunakan nalar kritis serta perlunya memosisikan Al-Qur???an, realitas dan penafsir sebagai suatu kesatuan yang saling berkaitan. Hasil kajian ini juga menyoroti pentingnya memahami pergeseran sosial yang terjadi seiring waktu, dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi interpretasi terhadap ajaran Al-Qur???an. Nasaruddin Umar menggunakan metode maudhu???i dalam proses pembacaan ulang terhadap ayat-ayat yang berkaitan dengan gender, dengan memanfaatkan beragam pendekatan seperti hermeneutika, semantik dan juga sosiologi. Temuan ini menggambarkan bahwa karya Nasaruddin Umar memberikan kontribusi signifikan dalam mengembangkanperspektif baru terhadap studi tafsir Al-Qur???an, dengan menekankan urgensi kesetaraan gender dalam teks suci Islam.
Bullying Dalam Al-Qur???an (Analisis Semiotika Roland Barthes Terhadap Qs. Al-Hujurat (49): 11) Ekatul Hilwatis Sakinah
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 5 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v5i1.367

Abstract

Abstrak Fenomena bullying telah meresahkan seluruh umat muslim dan seluruh manusia pada umumnya. Pada dasarnya fenomena ini telah terjadi sejak masa kenabian hingga pada zaman sekarang ini. Padahal Allah telah menyinggung terkait bullying dalam ayat al-Qur???an seperti dalam QS. al-Hujurat (4): 11, untuk itu diperlukan pemahaman terhadap struktur kata yang terdapat dalam ayat tersebut agar fenomena bullying dapat dicegah. Penelitian ini berfokus pada aplikasi semiotika Roland Barthes terhadap ayat tentang bullying dalam QS. al-Hujurat (49): 11. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur teks yang terdapat dalam QS. al-Hujurat (49): 11, makna di zaman sekarang, dan mengetahui pesan serta informasi yang terkandung dalam ayat tersebut dengan menggunakan semiotika Roland Barthes. Metode yang digunakan dalam peneltian ini adalah deskriptif analitik dengan jenis kepustakan (library research). Hasil menunjukkan bahwa dalam QS. al-Hujurat (49): 11 menurut sistem linguistiknya adalah perbuatan bullying nonfisik. Sedangkan sistem mitologinya adalah bahwa agama Islam telah melarang perbuatan bullying nonfisik dalam bentuk apapun baik berupa bullying verbal, bullying relasional, maupun cyberbullying karena tidak sesuai dengan prinsip etika, moral, dan akhlak umat Islam. Kata Kunci: Bullying, Qs. al-Hujurat (49): 11, Semiotika, Roland Barthes. Abstract The phenomenon of bullying has worried all Muslims and all humans in general. Basically this phenomenon has occurred since prophetic times to the present day. Even though Allah has alluded to bullying in the verses of the Qur'an as in QS. al-Hujurat (4): 11, for this it is necessary to understand the structure of the words contained in the verse so that the phenomenon of bullying can be prevented. This research focuses on the application of Roland Barthes's semiotics to the verse about bullying in QS. al-Hujurat (49): 11. The purpose of this research is to find out the structure of the text contained in QS. al-Hujurat (49): 11, the current meaning, and find out the message and information contained in the verse by using Roland Barthes's semiotics. The method used in this research is descriptive analytic with the type of library. The results show that in QS. al-Hujurat (49): 11 according to the linguistic system is an act of non-physical bullying. While the mythological system is that Islam has prohibited acts of non-physical bullying in any form, whether in the form of verbal bullying, relational bullying, or cyberbullying because it is not in accordance with the ethical, moral and ethical principles of Muslims. Keywords: Bullying, Qs. al-Hujurat (49): 11, Semiotics, Roland Barthes.
Reevaluasi Kajian Metode Tafsir Tematik (Mustafa Muslim dalam Karyanya ???Mabahits Fii Tafsir Maudhu???i???) Ayu Novita Sari ayu novita sari
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 3 No. 02 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v3i02.371

Abstract

Perkembangan dunia penafsiran mengalami perkembangan drastis di era modern ini. Banyak sekali penelitian dan pengkajian terkait tafsir, dimana memfokuskan pada isu-isu yang menjadi pembahasan utama di era modern yang dikaitkan dengan tema-tema yang ada sesuai permasalahan yang sedang diteliti. Metode yang tepat dalam kajian ini adalah metode tafsir maudhu???i (tematik). Tokoh yang populer dalam merumuskan metode ini adalah Al-Farmawi. Namun banyak tokoh lain yang merumuskan metode tafsir maudhu???i ini, salah satunya adalah Mustafa Muslim, ia merupakan salah satu ulama??? di Suria terkemuka di bidang tafsir al-Qur???an. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Mustafa Muslim merumuskan metode ini, kemudian melihat bagaimana sejarah ia merumuskan dan apa saja yang menjadi fokus utama dalam metode yang dirumuskan oleh Mustafa Muslim. Dari penelusuran yang dilkukan penulis, didaparkan hasil bahwaTafsir Maudhu???i (Tematik) yang dirumuskan oleh Mustafa Muslim ada fokus kajian pada tiga pembahasan terkait tafsir maudhu???i (tematik) yaitu pertama kajian tematik yang terfokus pada kata. Kedua kajian tematik yang terfokus pada surah, dan terakhir yang terfokus pada al-Qur???an. Lalu tahap-tahapan yang harus dilalui dalam penggunaan tafsir maudhu???i (tematik) hampir sama yang dirumuskan oleh tokoh lain al-Farmawi, yaitu memilih tema yang akan dibahas, mengumpulkan ayatnya, melihat asbabun nuzulnya, munasabah ayat dan surat yang setema, lalu menjelaskan ayat-ayat yang digunakan dalam penelitian dan tertib serta memperhatikan prosedur-prosedurnya.
Studi Kodikologi Dan Tekstologi Manuskrip Mushaf Madura Khozinul Alim
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 5 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v5i1.381

Abstract

Kajian ini dilatarbelakangi akan kayanya peninggalan manuskrip mushaf al-Qur???an yang beredar dan di tanah nusantara, khususnya Indonesia. Tulisan ini merupakan salah satu upaya memperkaya kajian berkenaan manuskrip mushaf al-Qur???an. penulis berusaha mengungkap aspek kodikologi dan tekstologi manuskrip mushaf kuno Madura. Setelah dilakukan penelitian dapat diketahui. Mushaf berumur sekitar 80 tahun. Iluminasi ditemukan pada bagian awal, tengah, dan akhir motif floral sederhana dengan warna hijau mendominasi. Khat yang digunakan dominan menggunakan khat naskhi. Rasm pada manuskrip ini menggunakan rasm campuran yaitu rasm utsm??n?? dan rasm imlai/istilahi dengan qiraat ????????im riwayat ???af???. Tanda baca serta tanda waqaf yang digunakan cenderung sama dengan mushaf standar Indonesia yang beredar saat ini. tipologi kesalahan di dalam manuskrip ini meliputi kesalahan dalam ???ab??? syak, huruf, kata, kalimat, bahkan ketidakjelasan huruf. Kata kunci: Manuskrip, scholia, ???ab???, kuras.
Analisis Tematik pada Ayat-ayat Musyawarah dalam Tafsir An-Nur Karya Teuku Hasbi as Siddiqiey Aty Munshihah; Nurun Nisaa Baihaqi
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 5 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v5i1.389

Abstract

Salah satu mufassir lokal yakni Teuku Hasbi Ash-Shiddieqiey dikenal dengan corak fikihnya. Hal ini menunjukkan ketegasan Hasbi dalam memutuskan hukum pada tema pembahasan ayat yang dibahas. Kendati demikian, karakteristik kenusantaraanya menjadi indikator untuk melenturnya hukum yang ada, sebab menyesuaikan pada kondisi dan situasi masyarakatnya. Oleh karena itu, menarik untuk kembali digali dengan tema sosial yang diambil penulis. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan model penafsiran tematik yang secara keseluruhan akan menganalisa ayat-ayat bertemakan musyawarah (QS. Al-Baqarah [2]: 233, QS. Ali Imran [3]: 159, QS. Asy-Syura [42]: 38). Penelitian ini menghasilkan bahwa (1) titik tumpu dalam musyawarah bukanlah mengenai hasil akhir melainkan proses saat hal itu terjadi; (2) peleburan sikap dan ego merupakan tujuan yang lebih penting dari hasil yang di hasilkan dalam musyawarah; (3) pemikiran Hasbi dalam musyawarah cenderung diwarnai oleh kondisi dan situasi masyarakat Indonesia.
Kontekstualisasi Modern Slavery (Analisis Hermeneutika Double Movement Fazlur Rahman) Huzaifah
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 3 No. 02 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v3i02.393

Abstract

Modern Slavery (Perbudakan Modern) tersembunyi di depan mata dan sangat terkait dengan kehidupan di setiap sudut dunia. Setiap hari, orang ditipu, dipaksa untuk masuk ke dalam situasi eksploitatif yang tidak dapat mereka tolak atau tinggalkan. Modern slavery memiliki banyak bentuk dan dikenal dengan berbagai nama. Dalam segala bentuknya, praktik tersebut secara sistematis menghilangkan kebebasan seseorang untuk keuntungan personal dan komersial. Praktik modern slavery ini sangat bertentangan dengan nilai Qur???ani. Al-Qur???an mengedepankan kebebasan manusia, dan menghendaki perubahan sosial secara universal dengan memuat ayat-ayat tentang perbudakan. Adapun penelitian ini merupakan penelitian kualitatif (library research) dengan metode deskriptif-analitis, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kontekstualisasi modern slavery kini merupakan lebih berbahaya terhadap humanisme, yakni perbudakan pemikiran, perbudakan ekonomi, kekuasaan, bahkan kemerdekaan suatu negara. Ideal Moral (Pesan moral ) dalam teori double movement Fazlur Rahman dalam memerdekakan budak yaitu memberikan kesetaraan kepada orang lain, membebaskan dari penindasan, dan tidak mengganggu hak asasi manusia dalam bentuk apa pun itu.
Maqashid Syari 'Ah Prespektif Mutazilah: Tela'ah Penafsiran Al Qadi Abdul Jabbar Dalam Tanzih Al-Quran 'An Al-Mataha'in Idil Hamzah; Muhtarul Alif
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 2 No. 01 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v2i01.394

Abstract

Tulisan ini membahas Maqashid Syariah Prespektif Mu???tazilah dengan mengkaji pemikiran salah satu tokohnya, yaitu Al-Qadhi Abdul Jabbar dalam kitabnya Tanzi??h al-Qur???an ???an al-Mat??ha???in. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang sumber datanya diperoleh dari kepustakaan (Library research). Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa, Pada dasarnya, prinsip maqashid Al-Qadhi Abdul Jabbar sejalan dengan prinsip keadilan Tuhan yang merupakan salah satu asas dasar pandangan Mu???tazilah, yakni wujub al-aslah bagi Allah. salah satu maqasid ???ammah yang dapat dengan mudah ditemukan dalam penafsirannya adalah bahwa Allah menghendaki perkara paling maslahat, tidak membebani mukallaf di luar kapasitas, serta memberikan kebebasan bagi mukallaf untuk memilih. Sedangkan salah satu maqasid khassah yang dapat dilihat dari penafsirannya, khususnya dalam permasalan pernikahan, adalah bahwa Allah menghendaki manusia untuk menjaga hubungan kekeluargaan serta bersabar terhadap ketidaksukaan tabiat yang terkadang muncul dalam relasi suami istri. Qadhi Abdul Jabbar dalam menentukan maqasid, umumnya mendasarkan kepada akal, kecuali dalam permasalahan ibadah yang dapat diketahui melalui pendengaran atau riwayat.
Al-Qur???an Masa Formasi: Pandangan Alternatif dari Orientalis Matsna Afwi Nadia
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 3 No. 02 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v3i02.398

Abstract

Artikel ini menunjukkan salah satu kecenderungan studi al-Qur???an dalam tradisi orientalis berupa pandangan alternatif tentang historiografi al-Qur???an masa formasi. Pemetaan didasarkan pada kajian pustaka terhadap karya-karya mereka. Tiga persoalan yang hendak diulas: Pertama, bagaimana respon orientalis terhadap historiografi al-Qur???an masa formasi versi sarjana muslim klasik. Kedua, bagaimana metode yang digunakan mereka. Ketiga, tipologi pandangan alternatif. Hasil dari artikel ini menunjukkan bahwa orientalis cenderung bersikap skeptis terhadap pandangan ulama klasik. Mereka mendekati topik ini dengan metode historiografi dan sudut pandang sejarah, dengan fokus pada kritik terhadap sumber-sumber sejarah yang digunakan oleh ulama klasik. Selain itu, mereka juga menulusuri sumber sejarah yang sezaman. Berbagai pandangan alternatif yang diusulkan melibatkan isu kanonisasi Al-Qur???an, pra history Al-Qur???an, dan variasi teks Al-Qur???an.
Harmoni Beragama: Studi Penafsiran atas Qs. Al-Maidah (5):82 Perspektif Ma???na??-Cum-Maghza?? Muhammad Ebin Rajab Sihombing Ebin; Roma Wijaya
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 5 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v5i2.400

Abstract

Penafsiran terhadap QS. al-Maidah (5):82 tergolong masih stagnan dengan pemahaman tekstual. Kandungan ayat yang secara umum menjelaskan tentang hubungan empat keyakinan, cenderung masih dipahami sebagai sebuah kenyataan yang tidak bisa diganggu gugat lagi. Akibatnya, hal ini tak jarang menimbulkan paranoid dengan sesama pemeluk agama lain. Oleh karena itu, penulis ingin melihat lebih jauh bagaimana al-Qur???an memberikan tanggapannya dengan menggunakan pendekatan ma???na??-cum-maghza??. Pemilihan ini muncul akibat pendekatan ma???na??-cum-maghza?? dianggap penerapannya lebih luas dan dapat menampung aliran dari teks dan penafsir, sehingga arah kajian menjadi seimbang. Untuk mendukung pendekatan ini, penulis menggunakan metode kualitatif jenis kajian pustaka. Dengan begitu, setidaknya ada tiga pertanyaan yang diajukan. Pertama, bagaimana al-ma???na?? al-tarikhi?? dari surah al-Maidah (5):82 ?. Kedua, bagaimana al-maghza?? al- tarikhi?? dari surah al-Maidah (5):82 ?. Ketiga, bagaimana al-maghza?? al- mutaharrik dari surah al-Maidah (5):82 ?. Penelitian ini menemukan, QS. al-Maidah (5):82 memiliki makna historis permusuhan, persahabatan diantara empat keyakinan dilatarbelakangi oleh karakter dan kepribadian. Al-maghza?? al- tarikhi?? ayat ini menunjukkan bahwa hubungan keaagamaan bukanlah sesuatu yang final, tetapi sesuatu yang bisa berubah kapan dan dimana saja. Adapun al-maghza?? al-mutaharrik QS. al-Maidah (5):82 secara implisit didalamnya tertuang semangat moderasi beragama yang cocok diaplikasikan di Indonesia sebagai Negara yang multi agama.
Analisis Kajian Tafsir Ahkam tentang Kedudukan Akad Muamalah pada Lembaga Keuangan Syariah di Indonesia Fadli Daud Abdullah; Ah. Fathonih; Mohamad Athoillah
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 3 No. 01 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v3i01.402

Abstract

Penelitian ini menganalisis kajian tafsir ahkam tentang kedudukan akad muamalah pada lembaga keuangan syariah di Indonesia. Sebagaimana Industri keuangan syariah menjadi semakin penting dalam perekonomian global, termasuk di Indonesia, di mana lembaga keuangan syariah memainkan peran utama. Akad muamalah, sebagai dasar hukum transaksi ekonomi syariah, memiliki kedudukan yang penting dalam operasional lembaga keuangan syariah. Penulis menggunakan metode kualitatif dengan anaisis data sekunder dan pendekatan metode analisis maudhu'i dengan mencoba mencari jawaban al-Qur'an dengan mengumpulkan tafsir ayat-ayat al-Qur'an untuk menemukan kedudukan akad tersebut. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa pentingnya menyediakan komitmen dan perjanjian dalam transaksi ekonomi, kecuali jika melanggar hukum syariah. Prinsip ini menciptakan landasan etika dan moral bagi bisnis dan transaksi ekonomi, yang mencerminkan integritas dan keadilan. Berdasarkan beberapa ayat Al-Qur'an, akad juga memegang peran penting dalam mengikat individu dalam menjalankan perjanjian dan komitmen mereka, dengan tanggung jawab moral dan spiritual yang kuat. sebagaimana telah dijelaskan dalam tafsir ahkan Quran surat Al-Maidah ayat 1 dan surat Al-Isra ayat 34 dan di pertegas lagi dalam Qur???an surat An-Nissa ayat 29 agar setiap perencanaan transaksi dan pelaksanaannya didasarkan atas niat baik, sehingga segala bentuk penipuan, kecurangan, dan penyelewengan dapat dihindari. Artikel ini memberikan kontribusi bagi praktisi, sejarawan, dan regulator di bidang perbankan syariah di Indonesia, yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan dan perkembangan berkelanjutan lembaga keuangan syariah di negara ini. Kata Kunci: Akad Muamalah, Lembaga Keuangan Syariah, dan Tafsir Ahkam

Page 4 of 11 | Total Record : 106