cover
Contact Name
Wulandari Dianningtyas
Contact Email
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Phone
+6282121181003
Journal Mail Official
jurna.lemigas@esdm.go.id
Editorial Address
BBPMGB LEMIGAS Jl. Ciledug Raya Kav. 109. Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12230
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
LEMBARAN PUBLIKASI MINYAK DAN GAS BUMI (LPMGB)
Published by LEMIGAS
Core Subject :
LPMGB aims the dissemination of information on research activities, technology engineering development and laboratory testing in the oil and gas field. Manuscripts in English are accepted from all in any institutions, college and industry oil and gas throughout the country and overseas.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "vol 40 no 3 (2006)" : 6 Documents clear
Etil Ester sebagai Biodiesel Masa Datang E Suhardono
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 40 No 3 (2006)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.40.3.185

Abstract

Minyak bumi telah beberapa dasa warsa menjadisumber energi prima di Indonesia. Namun kebutuhanakan bahan bakar minyak yang selalu meningkat ini,tidak diimbangi dengan naiknya produksi minyakdomestik, bahkan pada beberapa tahun terakhircenderung turun dengan drastis[1]. Pada tahun 2002produksi minyak mentah maupun kondensat Indonesiamasih berkisar 1,32 juta barel sampai 1,22 jutabarel per hari [2]. Pada tahun 2004 menurun menjadisekitar 1,13 juta barel per hari dan sampai September2005, Indonesia hanya memproduksi sekitar 1,04juta barel hingga 1,07 juta barel perhari.Kecenderungan penurunan produksi ini terjadi antaralain karena sumur-sumur minyak di Indonesia 85%sudah cukup tua[3]. Selain itu juga cadangan minyakbumi di Indonesia sudah semakin terbatas. Olehkarena itu ketergantungan akan bahan bakar fosil padajangka panjang tidak dapat dipertahankan lagi,sehingga perlu ditingkatkan pemanfaatan energi barudan terbarukan. Dalam Kebijakan Energi Nasional2003-2020, pemerintah menargetkan penggunaanenergi baru dan energi terbarukan sampai sebesar5% dari total pemakaian energi. Biofuel sendirimendapat porsi lebih dari 1,3% . Bahkan diperkirakanpada tahun 2009 mendatang, 2% dari konsumsi bahanbakar nasional akan dipenuhi oleh biofuel
Korelasi Antarlaboratorium Fisika Kimia Pabrik Pelumas di Indonesia Subiyanto Subiyanto
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 40 No 3 (2006)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.40.3.186

Abstract

Pabrik pelumas atau Lube Oil Blending Plan(LOBP) dan pabrik pengolahan pelumas bekas tentu harus dilengkapi dengan alat kontrol kualitas bahanbaku maupun produknya yaitu laboratorium fisika kimia. Agar laboratorium dapat menjalankan kontrolkualitas dengan baik maka diperlukan akreditasi laboratorium. Berdasarkan pada Persyaratan UmumKompetensi Laboratorium Pengujian SNI 19-17025- 2000 (ISO-17025), laboratorium yang telah terakreditasi harus melakukan jaminan mutu hasil pengujian melalui beberapa cara, diantaranya uji banding antarlaboratorium atau disebut uji korelasi, yang harus dilakukan minimal setiap tahun atau dua tahun sekali. Atas dasar usulan yang disampaikan oleh PPPTMGB ”LEMIGAS“ telah disepakati oleh tidak kurang dari 17 laboratorium pelumas untuk mengadakan program korelasi antarlaboratorium pelumas yang akan dilaksanakan setiap tahun dan ditindaklanjuti dengan Temu Karya dan PPPTMGB ”LEMIGAS“ ditunjuk sebagai koordinator. Kesepakatan ini telah direalisasikan mulai tahun 2003 dan dilanjutkan tahun 2004. Pada tahun 2004 ini dilaksanakan Program Korelasi Antarlaboratorium Pelumas Tahap II, yang diikuti oleh 17 Laboratorium peserta. Selain berdasarkan kompetensi tersebut di atas program korelasi ini dimaksudkan untuk memacu setiap laboratorium peserta untuk selalu meningkatkan ketelitian dalam pengujian, sehingga dapat dicapai repeatability dan reproducibility yang baik. Dengan peralatan dan operator yang teliti dan andal, membantu pemerintah dalam melindungi konsumen dan membentu pabrik pelumas tersebut dalam pengawasan mutu pelumas atau kontrol kualitas produk sebelum dan sesudah pelumas tersebut beredar di pasar. 
Perkembangan Spesifikasi Bensin Indonesia dan Spesifikasi WWFC serta Pengaruhnya Bagi Industri Migas Djainuddin Semar
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 40 No 3 (2006)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.40.3.187

Abstract

Energi bahan bakar fosil terutama minyak bumiuntuk kebutuhan sektor transportasi dan bahanpetrokimia belum mampu tergantikan oleh sumberenergi lainnya, sehingga diperlukan usaha konservasi.Spesifikasi bahan bakar minyak jenis bensin yangdipasarkan dalam negeri menurut surat KeputusanDirektur Jenderal Minyak dan Gas Bumi No. 3674K/24/DJM/2006 tanggal 17 Maret 2006 adalah salahsatu bahan bakar minyak konservasi energi denganpenambahan ether atau etanol ke dalam bahan bakarbensin.Spesifikasi bensin Indonesia harus dikaji ulangsecara berkala untuk disesuaikan denganperkembangan teknologi mesin, lingkungan hidup,konservasi energi dan beberapa karakteristik danmetode uji harus disesuaikan pula dengan spesifikasibensin internasional EURO dan dari organisasipembuat bensin dan mesin otomotif yang dikenaldengan World Wide Fuel Charter (WWFC). WWFCmemberikan arah global harmonisasi bensin di seluruhdunia.
Identifikasi dan Karakterisasi Katalis TA-4 Bekas secara Kimia-Fisika dan Biologi Beserta Pemanfaatannya sebagai Limbah Non B3 Edi Gunawan; M. Udiharto M. Udiharto
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 40 No 3 (2006)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.40.3.188

Abstract

Kinerja suatu katalis mempunyai keterbatasan.Selama pemanfaatan berlangsung, secara bertahapakan terjadi penurunan kemampuan kerja katalis.Katalis akan diganti dengan yang baru bila kinerjakatalis tidak efektif lagi. Katalis bekas tidak dapatdiaktifkan kembali, selanjutnya bahan tersebutberubah fungsi menjadi limbah. Limbah yang berasaldari katalis TA-4 bekas berupa butiran-butiran kecilyang keras dan berwarna hitam. Selama kegiatankilang berlangsung, secara periodik limbah katalisakan selalu dihasilkan. Dari kegiatan suatu kilang diPertamina, produksi limbah yang berasal dari katalisTA-4 dapat mencapai 12 ton per tahun.Sebagai limbah hasil kegiatan suatu industri migas,katalis TA-4 bekas tidak boleh langsung dibuang ataudimanfaatkan. Penanganan limbah tersebut, harusmengikuti ketentuan seperti yang tertuang dalamPeraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 85Tahun 1999 (PPRI 85/1999). Penanganan diawalidengan identifikasi limbah, yaitu untuk mengetahuiapakah limbah eks katalis TA-4 terdaftar dalamkategori limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)atau tidak. Kemudian kajian dilanjutkan ke arahkarakteristik limbah. Dalam hal ini pengujian limbahsecara kimia-fisika diikuti dengan uji biologi. Apabilahasil analisis tidak memenuhi kriteria sebagai limbahB3, maka terhadap limbah katalis tersebut dapatdilakukan penanganan lebih lanjut. Limbah dapatdibuang di suatu lokasi yang terkontrol atau dapat puladimanfaatkan menjadi produk lain.Dalam kegiatan ini, limbah katalis yang telahmemenuhi kriteria untuk dibuang diusahakan untuktidak langsung dibuang tetapi dikaji pemanfaatannya.Selama masih dapat dimanfaatkan, limbah tersebutperlu dimanfaatkan menjadi produk yang berdayaguna. Sehubungan dengan pendayagunaan limbahbekas katalis TA-4, dicoba mengkaji pemanfaatanlimbah tersebut sebagai bahan campuran pembuatanpaving block.
Spesifikasi dan Standar Spesifikasi Minyak Lumas Motor Bensin untuk Kendaraan Subiyanto Subiyanto
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 40 No 3 (2006)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.40.3.196

Abstract

E
Proses Polimerisasi Olefin dan Peranannya dalam Pembuatan Bensin Ramah Lingkungan A.S Nasution; Morina Morina; Oberlin Sidjabat
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 40 No 3 (2006)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.40.3.198

Abstract

F

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2006 2006


Filter By Issues
All Issue Vol 60 No 2 (2026) Vol 60 No 1 (2026) Vol 59 No 3 (2025) Vol 59 No 2 (2025) Vol 59 No 1 (2025) Vol 58 No 3 (2024) Vol 58 No 2 (2024) Vol 58 No 1 (2024) Vol 57 No 3 (2023) Vol 57 No 2 (2023) Vol 57 No 1 (2023) Vol 56 No 3 (2022) Vol 56 No 2 (2022) Vol 56 No 1 (2022) Vol 55 No 3 (2021) Vol 55 No 2 (2021) Vol 55 No 1 (2021) Vol 54 No 3 (2020) Vol 54 No 2 (2020) Vol 54 No 1 (2020) Vol 53 No 3 (2019) Vol 53 No 2 (2019) Vol 53 No 1 (2019) Vol 52 No 3 (2018) Vol 52 No 2 (2018) Vol 52 No 1 (2018) Vol 51 No 3 (2017) Vol 51 No 2 (2017) Vol 51 No 1 (2017) Vol 50 No 3 (2016) Vol 50 No 2 (2016) Vol 50 No 1 (2016) Vol 49 No 3 (2015) Vol 49 No 2 (2015) Vol 49 No 1 (2015) Vol 48 No 3 (2014) Vol 48 No 2 (2014) Vol 48 No 1 (2014) Vol 47 No 3 (2013) Vol 47 No 2 (2013) Vol 47 No 1 (2013) Vol 45 No 3 (2011) Vol 45 No 2 (2011) Vol 45 No 1 (2011) Vol 44 No 3 (2010) Vol 44 No 2 (2010) Vol 44 No 1 (2010) Vol 43 No 3 (2009) Vol 43 No 2 (2009) Vol 43 No 1 (2009) Vol 42 No 3 (2008) Vol 42 No 2 (2008) Vol 42 No 1 (2008) Vol 41 No 3 (2007) Vol 41 No 2 (2007) Vol 41 No 1 (2007) Vol 40 No 3 (2006) Vol 40 No 2 (2006) Vol 40 No 1 (2006) Vol 39 No 3 (2005) Vol 39 No 2 (2005) Vol 39 No 1 (2005) Vol 38 No 3 (2004) Vol 38 No 2 (2004) Vol 38 No 1 (2004) Vol 37 No 1 (2003) Vol 36 No 3 (2002) Vol 36 No 2 (2002) Vol 36 No 1 (2002) Vol 24 No 2 (1990) Vol 24 No 1 (1990) Vol 23 No 3 (1989) Vol 23 No 1 (1989) Vol 21 No 3 (1987) Vol 21 No 2 (1987) Vol 21 No 1 (1987) Vol 20 No 3 (1986) Vol 20 No 2 (1986) Vol 20 No 1 (1986) Vol 19 No 3 (1985) Vol 19 No 2 (1985) Vol 19 No 1 (1985) Vol 18 No 3 (1984) Vol 18 No 2 (1984) Vol 18 No 1 (1984) Vol 17 No 2 (1983) Vol 15 No 1 (1981) Vol 14 No 3 (1980) Vol 14 No 2 (1980) Vol 14 No 1 (1980) More Issue