cover
Contact Name
Wulandari Dianningtyas
Contact Email
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Phone
+6282121181003
Journal Mail Official
jurna.lemigas@esdm.go.id
Editorial Address
BBPMGB LEMIGAS Jl. Ciledug Raya Kav. 109. Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12230
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
LEMBARAN PUBLIKASI MINYAK DAN GAS BUMI (LPMGB)
Published by LEMIGAS
Core Subject :
LPMGB aims the dissemination of information on research activities, technology engineering development and laboratory testing in the oil and gas field. Manuscripts in English are accepted from all in any institutions, college and industry oil and gas throughout the country and overseas.
Arjuna Subject : -
Articles 584 Documents
Karateristik Biomarker Batuan Induk Hidrokarbon pada Formasi Jatiluhur di Daerah Karawang, Jawa Barat Praptisih Praptisih
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 57 No 2 (2023)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.57.2.1576

Abstract

Studi biomarker dilakukan pada sampel batulempung dari Formasi Jatiluhur di daerah Karawang, Jawa Barat. Tujuan penelitian ini untuk menguji karakteristik biomarker batuan induk hidrokarbon dari sampel batulempung Formasi Jatiluhur. Metode yang dipakai adalah pengambilan conto permukaan dilapangan dan analisis GCMS di laboratorium. Hasil analisis GCMS menunjukkan Fragmentogram massa m/z 191 memperlihatkan fasies sumbernya berasal berasal dari tanaman darat. Tingkat kematangan berdasarkan hasil perhitungan Tm/Ts (17a(H), 21b (H), adalah 22, 29, 30, trisnorhopane/18a(H), 21b (H), 22, 29, 30, trisnorhopane) adalah 3,23-24,76 menunjukkan biomarker kurang matang. Lingkungan pengendapan asal material organik Formasi Jatiluhur di daerah Karawang berdasarkan plot diagram segitiga Huang dan Meinchen, 1979 menunjukkan pada open marine, estuarine dan terrestrial
Perbandingan Penggunaan Nano Silika dan Nano Abu Batubara pada Uji Kestabilan Busa untuk Injeksi CO2 Astra Agus Pramana DN; Ridho Akbar Szafdarian
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 57 No 2 (2023)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.57.2.1577

Abstract

Penggunaan busa CO2 untuk metode injeksi cenderung tidak stabil dalam pembentukan stabilitas dari busa. Karena hal itu, dibutuhkan penguat untuk menambahkan stabilitas busa yang terbentuk. Pada penelitian ini, menggunakan nano abu batubara dan nano silika serta polimer berupa xanthan gum sebagai penguat busa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dengan penambahan nano dan polimer pada stabilitas busa, perbandingan penggunaan nano abu batubara dan silika dalam uji stabilitas busa serta penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui penguat apa yang dapat meningkatkan stabilitas busa secara signifikan. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode uji laboratorium yang dimulai dari proses milling sampel, karakterisasi sampel, hingga pengujian stabilitas busa. Pengujian stabilitas busa menggunakan metode yang menghitung waktu halftime. Hasil dari pengujian stabilitas busa ini didapatkan bahwa penambahan nano silika dan nano abu batubara memiliki peningkatan waktu halftime sebesar 10.23% dan 2.96% dibandingkan tidak menggunakan nanopartikel. Campuran dari nanopartikel dan polymer berupa xanthan gum dapat meningkatkan waktu halftime 12.65% untuk nano silika dan 6.33% untuk nano abu batubara. Sedangkan campuran nanopartikel, polimer, dan minyak mengalami penurunan 10.9% untuk nano silika dan 16.29% untuk nano abu batubara. Berdasarkan hasil analisis data percobaan yang sudah dilakukan, penambahan nano silika memiliki nilai stabilitas busa yang lebih tinggi dibandingkan nano abu batubara serta penambahan nano silika dan polimer merupakan penguat yang paling baik dalam menjaga stabilitas dari busa yang dihasilkan
PENGARUH PENAMBAHAN KONSENTRASI REVERSE DEMULSIFIER TERHADAP NILAI OIL CONTENT DAN EMULSION BLOCK PADA AIR INJEKSI LAPANGAN JAMBI Dahrul Effendi; Fidya Varayesi
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 53 No 1 (2019)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.53.1.1580

Abstract

Air injeksi yang digunakan sebagai fl uida pendesak dalam water fl ooding sering ditemukan masalah pada kualitasnya, diantaranya adalah masalah oil content dan emulsion block. karena minyak bertindak sebagai perekat pada padatan yang menyebabkan penyumbatan pada pori- pori batuan. Hal tersebut berpotensi dalam penyebab terjadinya low oil recovery factor pada proses water fl ooding. Air injeksi (IW) dan air formasi (FW) sebelum di injeksikan kedalam reservoir perlu dianalisa dilaboratorium dengan tujuan air injeksi dapat digunakan sebagai fl uida pendesak pada proses water fl ooding. Berdasarkan hasil uji laboratorium, air injeksi (IW) menunjukkan konsentrasi oil content yang tinggi yaitu 50.55 mg/L, sehingga dapat membentuk emulsion block, hal ini dapat mengakibatkan plugging pada pori-pori batuan. Untuk itu, solusi yang dipilih untuk menyelesaikan masalah emulsion block dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan chemical treatment. Masalah oil content dan emulsion block dapat diatasi dengan menggunakan reverse demulsifi er, pada uji di laboratorium dengan menambahkan konsentrasi 50 mg/L reverse demulsifi er kedalam air injeksi dapat meningkatkan kualitas air injeksi dari poor water quality (oil content 50.55 mg/L) menjadi good water quality (oil content 15.89 mg/L).
Optimalisasi Penambahan Odorant pada Gas Mengunakan Metode Time Series di PT. XYZ Isna R Kanyoma; Oksil Venriza; Kushariyadi Kushariyadi
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 57 No 2 (2023)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.57.2.1584

Abstract

Gas alam merupakan sumber energi yang dihasilkan dari fosil tanaman, hewan dan mikroorganisme, bahan bakar tidak berwarna, tidak berodor dan tidak beracun. Odorant merupakan zat kimia yang di tambahkan ke gas alam untuk memberikan bau yang kuat dan khas, tetapi penambahannya masih belum teroptimalkan. Syarat odorant yang digunakan harus memiliki spesifikasi gas alam yang berodor. Dimana aturan pemakaian odorant yang benar pada PT. XYZ sebesar 3 mg/m3, tetapi odorant PT ini memakai odorant sebesar kira-kira 4 - 6 mg/m3 yang mana masih berdasarkan stroke atau waktu. Hasil penilitian ini dapat di optimasi efisiensi odorant pada gas dengan menggunakan metode time series. Dari perhitungan yang di dapatkan rata-rata pemakaian odorant selama 3 bulan sebesar 1,13 mg/m3 sedangkan untuk perhitungan yang di dapatkan dari rata-rata pemakaian odorant selama 3 bulan pada PT YZ sebesar 2,26206E-05 mg/m3 dari hasil kedua hasil perhitungan di atas di hitunglah nilai efisiensi odorant pada gas di dapatkan nilai efisiensi nya sebesar 0,14125 mg/m3 atau 1,41 cc yang mana berdasarkan peritungan efisiensi dari pemakaian ketetapan odoran tersebut untuk pemakaian nilai yang efesien ialah 1,41 cc per stroke yang setara dengan 4.7%. Adapun faktor efisiensi odorant meliputi odorant yang di gunakan, konsentrasi odorant ,suhu, tekanan dan faktor lingkungan lainnya.
Kinerja Progressive Cavity Pump Di Sumur Kwg-P 16, Lapangan Kawengan PT. Pertamina Asset 4 Cepu Verona Cycilia Rymoza; Rezta Indayani; Olvie Joebelin Oraplawal; Alif Riza Fauzzan; Rizky Marta; Bambang Yudho Suranta
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 57 No 3 (2023)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.57.3.1595

Abstract

Metode untuk menciptakan tekanan hisap sehingga reservoir dapat merespons dan menghasilkan laju produksi fluida yang diinginkan disebut artificial lift. Sumur KWG P-16 merupakan sumur di bawah operasional PT PERTAMINA EP ASSET 4 CEPU KAWENGAN FIELD yang diproduksikan menggunakan Artificial Lift PCP. Sumur Artificial Lift ini mengalami beberapa masalah produksi. Dalam mengatasi masalah tersebut dilakukan analisa kinerja Progressive Cavity Pump (PCP) di sumur KWG P-16 menggunakan beberapa parameter yang meliputi Productivity Index (PI), Inflow Performance Relationship (IPR), Laju Alir Kritis Air (Qc), Laju Alir Kritis Pasir (Qz), Mechanical Properties Log (MPL), Pump Displacement, Optimum Pump Setting Depth, dan Total Dynamic Head (TDH). Laju alir kritis air (Qc) sebesar 137.37 bpd dan laju kritis pasir (Qz) sebesar 27.2 bpd. Laju produksi maksimum (Qmaks) diperoleh dari hasil analisis kurva IPR Vogel sebesar 454.09 bopd. Laju optimum (Qopt) dan laju produksi ditentukan sebesar 80% dan 364.27 bopd. Hal ini juga sejalan dengan penempatan pompa yang optimum di kedalaman 1075.42 ft serta nilai total dynamic head sebesar 551.94 ft.
Pengaruh Perubahan Diameter Pipa dan Jenis Insulasi Terhadap Pressure Drop dan Heat Loss di Lapangan Panas Bumi Dimas Masela; Henk Subekti; Arya Dwi Candra
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 57 No 3 (2023)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.57.3.1597

Abstract

Lapangan Patuha adalah salah satu lapangan panas bumi yang ada di Indonesia. Patuha Unit 1 memiliki kapasitas terpasang 60 MW, dan kapasitas Unit 2 yang sedang dikembangkan adalah 55 MW. Pada jalur steam line di Patuha Unit 1 terbagi 2 yaitu jalur barat dan jalur timur. Pada jalur wellpad D ke wellpad B didapati memiliki nilai pressure drop yaitu 0,53 bar dan heat loss sebesar 54.373,8 kJ/h. Sedangkan untuk nilai heat loss yang paling besar ada pada jalur wellpad A ke wellpad E yaitu sebesar 235.445,2 kJ/h. Dapat dilakukan optimasi pada jalur tersebut agar mengurangi nilai pressure drop dan heat loss yang ada. Optimasi disimulasikan terlebih dahulu menggunakan software ASPEN HYSYS, untuk simulasi pertama dilakukan variasi diameter pipa, yang kedua variasi diameter pipa dengan mengganti bahan insulasi ke cotton woll, dan yang ketiga variasi diameter pipa dan mengganti bahan insulasi ke poliisosianurat. Setelah dilakukan pembesaran diameter pipa menjadi 14 inch pada jalur tersebut, pressure drop berkurang menjadi 0,3 bar dan untuk heat loss bertambah menjadi 55.892,3 kJ/h. Setelah dicoba untuk mengganti jenis insulasi menjadi cotton wool pada diameter yang sama, nilai heat loss  berkurang menjadi 50.652,4 kJ/h. Berdasarkan analisis ekonomi juga menunjukan bahwa optimasi yang dilakukan ini profit untuk dilakukan.
Analisis Masalah Backpressure di Lapangan Ledok Sumur LDK-X PT Pertamina EP Asset 4 Cepu Safira Maura Aldira Ratasya; Elsabrina Prakasa Putri; Satria Nugeraha Ariyanto; Chentika Anugra Cenia Bunga; Mohamad Imam Ghozali; Teguh Widodo; Pradini Rahalintar
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 57 No 3 (2023)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.57.3.1599

Abstract

Dalam industri minyak dan gas, ada beberapa masalah yang dapat terjadi selama proses produksi. Backpressure adalah salah satu masalah dalam sumur produksi. Backpressure dapat disebabkan karena aliran dari sumur bertekanan rendah terhalang oleh aliran dari sumur bertekanan tinggi. Lapangan Pertamina Asset 4 Cepu Lapangan Ledok, khususnya sumur LDK-X, merupakan contoh signifikan dari tekanan balik yang ditandai dengan beberapa fenomena, seperti katup periksa rusak dan penurunan produksi. Untuk mengatasi masalah ini, diterapkan sistem pressure and flow cluster yang akan masuk ke separator. Sumur dengan tekanan tinggi akan mengalir ke pemisah kelompok sedangkan sumur dengan tekanan rendah seperti sumur LDK-X akan mengalir ke uji separator. Melalui metode ini, diperoleh hasil yang cukup memuaskan dan efektif untuk mengatasi masalah backpressure, terbukti dengan adanya peningkatan volume produksi dari 89,5 bopd menjadi 110,8 BOPD.
Analisis Supply Loss Produk Pertalite Melalui Kapal OB Patra 2304 di PT. Pertamina Fuel Terminal XYZ Aileni Suhartini; Rendy Bagus Pratama
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 57 No 3 (2023)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.57.3.1600

Abstract

Perusahaan oil and gas diwajibkan mendistribusikan bahan bakar minyak (BBM) ke tujuan tertentu dengan kualitas dan kuantitas (Zero Loss) sesuai dengan permintaan pelanggan. Namun dalam proses serah terima BBM melalui kapal kerap terjadi adanya losses. Adanya penelitian ini bertujuan untuk menganalisis supply loss produk pertalite melalui kapal OB PATRA 2304 di PT Pertamina Fuel Terminal XYZ. Berdasarkan data losses tahun 2022 yang diolah dengan menggunakan metode perbandingan dan interpretasi uji Wilcoxon untuk membuktikan data ini dengan software SPSS versi 25. Key Performance Indicator (KPI) losses yang ditetapkan oleh PT Pertamina Fuel Terminal XYZ sebesar -0,13% loading loss, -0,07% transport loss, -0,13% discharge loss, dan -0,125% supply loss. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis perbandingan jumlah produk pertalite selama proses penerimaan diperoleh supply loss sebesar -0,080% dengan perbandingan uji Wilcoxon dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat nilai hasil cargo yang signifikan antara hasil cargo B/L dengan A/R dengan pembuktian 95% valid dan interpretasi H0 diterima
Pra Studi Kelayakan Unit Distilasi Vakum Pada Mini Refinery Plant dengan Kapasitas 18.000 Barrel Per Stream Day di Bojonegoro Ahmad Murtafi'in; Annasit Mualim; Agus Setiyono
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 57 No 3 (2023)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.57.3.1601

Abstract

Sebagai negara dengan jumlah total penduduk terbesar ke-4 di dunia, Indonesia memiliki tantangan dalam defisit BBM. Untuk itu perlu dilakukan impor bahan bakar, dikarenakan kilang existing belum mampu memenuhi permintaan tersebut. Selain adanya proyek Refinery Development Master Plan dan Grass Root Refinery, salah satu solusi untuk mengatasi persoalan pasokan bahan bakar adalah dengan membangun dan mengembangkan kilang mini, diantaranya pertimbangan yang menjadi keunggulan kilnag mini adalah dekat dengan sumber bahan baku dan juga dekat dengan konsumen sehingga dapat membuang delivery cost. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan kilang minyak mini dari segi teknis dan ekonomis. Feed yang digunakan untuk plant ini adalah crude oil dengan API gravity 32,1 dari Banyu Urip dan kondensat dengan API gravity 44,62 dari Jambaran Tiung Biru. Pabrik ini dirancang untuk menghasilkan produk intermediet. Proses produksi di pabrik ini menggunakan proses yang sederhana untuk menekan biaya modal, yang terdiri dari Pre-Fractionation Unit, Atmospheric Distillation Unit, dan Vacuum Distillation Unit. Dari hasil analisis ekonomi diperoleh biaya modal sebesar Rp 400.971.243.175,91/per tahun dan biaya produksinya sebesar Rp 8.185.168.144.016,17/per tahun. Sedangkan payback period-nya adalah 8,25 tahun, IRR 11,35% dan BEP 56,08%. Dengan mempertimbangkan aspek ekonomi dan teknis, Mini Refinery Plant ini layak untuk dibangun
Redesain Electric Submersible Pump (Esp) pada Sumur yang Mengandung Gas “W- 30” Lapangan “A” Dinar Hananto Kurniawan
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 58 No 1 (2024)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.58.1.1610

Abstract

Sumur “W-30” terpasang pompa dengan tipe P4/60Hz. Pompa ini mempunyai rentang produksi antara 300 blpd–600 blpd, sementara laju produksi aktual adalah 614 blpd. Dari sini sudah terlihat bahwa laju alir berada di atas rentang produksi pompa. Selain itu, berdasarkan grafik Coltharp, persentase upthrust yang terjadi mencapai 63%, yang mana melebihi batas 50%, sehingga perlu adanya redesain. Redesain dimulai dengan pembuatan IPR metode Wiggins karena metode ini cocok untuk sumur dua fasa dan WC yang tinggi. Kemudian, dilakukan sensitivitas frekuensi dan analisis gas bebas pada pompa terpasang untuk memastikan bahwa pompa terpasang sudah teroptimasi. Hasil sensitivitas frekuensi tidak menghasilkan laju alir yang diinginkan, sehingga langkah yang dipilih adalah penggantian pompa melalui sensitivitas frekuensi pada PSD konstan untuk menentukan frekuensi pompa yang akan dipasang, dilanjutkan dengan sensitivitas PSD pada frekuensi konstan untuk menentukan PSD pompa yang akan dipasang. Hasilnya adalah penggantian pompa menjadi tipe P6/60 Hz yang memiliki rentang produksi antara 400 blpd–900 blpd. Persentase downthrust menjadi hanya 12%

Filter by Year

1980 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 60 No 2 (2026) Vol 60 No 1 (2026) Vol 59 No 3 (2025) Vol 59 No 2 (2025) Vol 59 No 1 (2025) Vol 58 No 3 (2024) Vol 58 No 2 (2024) Vol 58 No 1 (2024) Vol 57 No 3 (2023) Vol 57 No 2 (2023) Vol 57 No 1 (2023) Vol 56 No 3 (2022) Vol 56 No 2 (2022) Vol 56 No 1 (2022) Vol 55 No 3 (2021) Vol 55 No 2 (2021) Vol 55 No 1 (2021) Vol 54 No 3 (2020) Vol 54 No 2 (2020) Vol 54 No 1 (2020) Vol 53 No 3 (2019) Vol 53 No 2 (2019) Vol 53 No 1 (2019) Vol 52 No 3 (2018) Vol 52 No 2 (2018) Vol 52 No 1 (2018) Vol 51 No 3 (2017) Vol 51 No 2 (2017) Vol 51 No 1 (2017) Vol 50 No 3 (2016) Vol 50 No 2 (2016) Vol 50 No 1 (2016) Vol 49 No 3 (2015) Vol 49 No 2 (2015) Vol 49 No 1 (2015) Vol 48 No 3 (2014) Vol 48 No 2 (2014) Vol 48 No 1 (2014) Vol 47 No 3 (2013) Vol 47 No 2 (2013) Vol 47 No 1 (2013) Vol 45 No 3 (2011) Vol 45 No 2 (2011) Vol 45 No 1 (2011) Vol 44 No 3 (2010) Vol 44 No 2 (2010) Vol 44 No 1 (2010) Vol 43 No 3 (2009) Vol 43 No 2 (2009) Vol 43 No 1 (2009) Vol 42 No 3 (2008) Vol 42 No 2 (2008) Vol 42 No 1 (2008) Vol 41 No 3 (2007) Vol 41 No 2 (2007) Vol 41 No 1 (2007) Vol 40 No 3 (2006) Vol 40 No 2 (2006) Vol 40 No 1 (2006) Vol 39 No 3 (2005) Vol 39 No 2 (2005) Vol 39 No 1 (2005) Vol 38 No 3 (2004) Vol 38 No 2 (2004) Vol 38 No 1 (2004) Vol 37 No 1 (2003) Vol 36 No 3 (2002) Vol 36 No 2 (2002) Vol 36 No 1 (2002) Vol 24 No 2 (1990) Vol 24 No 1 (1990) Vol 23 No 3 (1989) Vol 23 No 1 (1989) Vol 21 No 3 (1987) Vol 21 No 2 (1987) Vol 21 No 1 (1987) Vol 20 No 3 (1986) Vol 20 No 2 (1986) Vol 20 No 1 (1986) Vol 19 No 3 (1985) Vol 19 No 2 (1985) Vol 19 No 1 (1985) Vol 18 No 3 (1984) Vol 18 No 2 (1984) Vol 18 No 1 (1984) Vol 17 No 2 (1983) Vol 15 No 1 (1981) Vol 14 No 3 (1980) Vol 14 No 2 (1980) Vol 14 No 1 (1980) More Issue