cover
Contact Name
Wulandari Dianningtyas
Contact Email
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Phone
+6282121181003
Journal Mail Official
jurna.lemigas@esdm.go.id
Editorial Address
BBPMGB LEMIGAS Jl. Ciledug Raya Kav. 109. Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12230
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
LEMBARAN PUBLIKASI MINYAK DAN GAS BUMI (LPMGB)
Published by LEMIGAS
Core Subject :
LPMGB aims the dissemination of information on research activities, technology engineering development and laboratory testing in the oil and gas field. Manuscripts in English are accepted from all in any institutions, college and industry oil and gas throughout the country and overseas.
Arjuna Subject : -
Articles 584 Documents
Pencitraan Bawah Permukaan Cekungan Majalengka: Analisis Data Gravity Untuk Eksplorasi Hidrokarbon Dengan Tutupan Vulkanik Hidayat Hidayat; Shofi I Hawan; Marjiyono Marjiyono
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 58 No 1 (2024)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.58.1.1611

Abstract

Sub Cekungan Majalengka dikatogorikan sebagai cekungan sedimen dengan penemuan hidrokarbon. Penemuan rembesan migas di area ini merupakan bukti akan keberadaan batuan induk yang matang di Sub-Cekungan Majalengka. Kurangnya kualitas pencitraan bawah permukaan dari seismik refleksi akibat keberadaan endapan vulkanik menjadikan kawasan ini masih belum dieksplorasi lebih jauh. Survei non-seismik seperti metode gayaberat merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk mengetahui kondisi geologi bawah permukaan pada kawasan ini. Survei gayaberat terdiri dari 398 titik pengukuran yang mencakup area studi seluas 55 x 60 km persegi dan dilengkapi dengan pengambilan data posisi dan ketinggian menggunakan Differential Global Positioning System (DGPS) untuk reduksi data. Berdasarkan anomali gayaberat, keberadaan dari Bogor Trough yang dipisahkan oleh suatu tinggian berarah relatif barat laut – tenggara berhasil dicitrakan. Beberapa informasi sumur produksi yang diikatkan dengan data gayaberat menunjukkan bahwa keberadaan anomali tinggi di bagian utara berkorelasi dengan sumur-sumur produksi di kawasan ini, sehingga keberadaan anomali tinggi yang memisahkan anomali rendah pada Bogor Trough menjadi kawasan yang menarik untuk dilakukan studi lanjutan. Pemodelan berupa sayatan vertikal dari data gayaberat dilakukan dengan pendekatan pemodelan inversi dan menunjukkan korelasi yang sangat baik dengan penampang seismik refleksi 3D yang ada di ujung bagian utara area survei. Analisis derivative dilakukan untuk penafsiran penampang vertikal dan mengindikasikan keberadaan unexplored area yang memiliki properti fisis yang identik dengan area yang telah terbukti memproduksi minyak.
Studi Geokimia Organik Batuan Sedimen Berumur Trias Di Cekungan Maliana, Timor-Leste: Tinjauan Awal Kemungkinan Sebagai Batuan Induk Joanico Pires; Eddy Ariyono Subroto; Asep H.P. Kesumajana
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 58 No 1 (2024)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.58.1.1614

Abstract

Kondisi lingkungan purba yang bervariasi sangat berpengaruh terhadap karakteristik batuan induk di suatu daerah. Daerah penelitian terletak di daerah Bobonaro, Cekungan Maliana, di area daratan (onshore) Timor-Leste. Kajian yang dilakukan di dalam penelitian ini meliputi tatanan geologi, struktur geologi, dan kondisi geologi lainnya, serta dilakukan pengambilan sampel batuan sedimen yang khusus diambil dari formasi yang berumur Trias Tengah-Akhir (Formasi Babulu) dan Trias Akhir (Formasi Aitutu). Sampel batuan sedimen yang diambil berjumlah 136 sampel. Terhadap sampel tersebut dilakukan analisis dasar geokimia, yaitu kekayaan (TOC dan S2). Data nilai TOC dipergunakan untuk seleksi awal dengan batas bawah kandungan TOC 0,5% berat. Untuk seleksi kedua yang seharusnya didasarkan atas nilai kandungan S2 (hasil analisis Rock-Eval) tidak dilakukan, karena hasil analisis kematangan berdasarkan Tmax dan kemudian dikonfirmasi dengan data reflektansi vitrinit (Ro), sampel batuan sedimen tersebut pada umumnya menunjukkan tingkat kematangan yang tinggi, di atas 440oC untuk Tmax dan 0,8% Ro. Setelah seleksi awal dilakukan, ternyata jumlah sampel yang terpilih tersisa delapan sampel, enam sampel dari Formasi Aitutu dan dua sampel Formasi Babulu. Kedelapan sampel ini kemudian dianalisis dan diinterpretasi. Berdasarkan analisis data TOC, Formasi Babulu memiliki kekayaan sedang sampai dengan baik dengan nilai TOC antara 0,52 % dan 5,54%, sedangkan Formasi Aitutu memiliki nilai TOC antara 0,54% dan 12,25%. Analisis kematangan yang dilakukan terhadap anggota klastik dan serpih Formasi Babulu dan anggota karbonat Formasi Aitutu, menunjukkan bahwa sampel tersebut sudah memasuki kematangan jendela minyak, dengan Tmax 428-5540 C dan Ro antara 0,68 dan 1,47%.Tipe kerogen yang dikandung sampel Formasi Babulu dan Formasi Aitutu adalah campuran tipe II-III, tetapi terdapat juga kerogen tipe 1 di dalam sebuah sampel Formasi Aitutu. Hasil analisis menyeluruh menunjukkan bahwa kedua formasi tersebut (Babulu dan Aitutu) dapat dikategorikan sebagai batuan induk efektif, batuan induk yang sudah mampu menghasilkan hidrokarbon.
Evaluasi Penggantian Artificial Lift Sucker Rod Pump (SRP) Menjadi Electrical Submersible Pump (ESP) Untuk Meningkatkan Produksi Minyak Sumur S Lapangan Kawengan Sitti Nurul Septyani Rasako; Erdila Indriani; Erwin B Pattikayhatu
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 58 No 1 (2024)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.58.1.1615

Abstract

Sumur S Lapangan Kawengan PT. Pertamina EP Asset 4 Cepu Field merupakan sumur artificial lift berupa Sucker Rod Pump (SRP).  Produksi minyak sumur S seiring berjalannya waktu menurun lebih dari 90% dari produksi awal, selain karena meningkatnya kadar air hampir 90% juga karena terhentinya kegiatan produksi dengan adanya pekerjaan well service untuk meningkatan performance pompa SRP terpasang. Produksi gross sumur S turun menjadi 80 BFPD dengan produksi net 5 BOPD, sedangkan jika dilihat pada April 2018 produksi gross dari sumur S mencapai 597 BFPD dengan produksi net 43  BOPD. Untuk meningkatkan laju produksi seperti April 2018 maka dilakukan penggantian Artificial lift berupa Electrical Submersible Pump (ESP) dengan tipe pompa IND1300, 165 stage, 45 Hz. Konversi Artificial Lift SRP menjadi ESP dapat meningkatkan produksi minyak pada sumur S dengan mempertimbangkan cadangan minyak tersisa menggunakan metode decline curve analysis serta mengevaluasi kinerja ESP terpasang sehingga akan dilihat besar laju produksi maksimal dan hasil efisiensi pompa. Berdasarkan hasil perhitungan dan kajian mendalam pada sumur S diperoleh data cadangan pada sumur S sebesar 7536 MSTB dengan proyeksi dapat diproduksikan hingga April 2039. Simulasi menghasilkan data laju produksi maximum dari sumur S yaitu sebesar 887 STB/day sedangkan laju optimumnya sebesar 709 STB/day. Hasil evaluasi pada pompa ESP terpasang didapatkan nilai efisiensi sebesar 58 % dan nilai efisiensi volumetris sebesar 90% atau dapat dikategorikan bekerja dengan baik maka dapat dinyatakan pompa ESP yang terpasang terbukti efektif dan bekerja dengan baik dan produksi minyak pada sumur S meningkatktif dan bekerja dengan baik”
Analisis Procurement Life Cyle pada Moderate to High Offshore Material Untuk Mencapai Value for Money di PT. XYZ Dwi Nurma Heitasari; Diah Ayu Sekar Agung
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 58 No 1 (2024)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.58.1.1616

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis siklus pengadaan (procurement life cycle) pada material offshore dengan tingkat moderate to high untuk mencapai value for money di PT. XYZ. Pengadaan floating hose sangat penting untuk mencapai keberhasilan proyek di sektor minyak dan gas, terutama ketika melibatkan lokasi offshore yang kompleks. Penelitian ini menggunakan analisis terperinci terhadap siklus pengadaan termasuk identifikasi kebutuhan, persetujuan permintaan pengadaan perusahaan, pemilihan metode pengadaan vendor, seleksi pemilihan vendor, pengumuman vendor terpilih, persetujuan kontrak kerja, pelaksanaan pengadaan, dan evaluasi kinerja vendor. Data dan informasi yang diperoleh dari PT. XYZ digunakan untuk mendukung analisis pengadaan barang terhadap value for money. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang proses pengadaan material offshore yang efektif dan efisien pada kategori moderate to high untuk mencapai value for money.
Profil Perubahan Nilai Resistivitas Reservoar Pada Batu Pasir Karena Pengaruh Mineral Glaukonit Sarju Winardi; Sugeng Sapto Surjono; Donatus Hendra Amijaya; Wiwit Suryanto
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 58 No 2 (2024)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.58.2.1628

Abstract

Keberadaan minyak dan gas bumi secara umum dicirikan oleh nilai resistivitas reservoar (Rt) yang tinggi. Fakta yang dipublikasikan beberapa peneliti menunjukkan adanya zona hidrokarbon yang nilai resistivitas reservoarnya rendah atau biasa disebut Low Res Low Contrast (LRLC). Penelitian mengenai profil perubahan Rt pada reservoar batupasir karena pengaruh mineral glaukonit masih terbatas. Mineral glaukonit dilaporkan dijumpai pada beberapa reservoar batupasir di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kehadiran mineral glaukonit terhadap perubahan nilai resistivitas reservoar (Rt). Penelitian dilakukan dengan membuat pseudo core batupasir yang dikondisikan mengandung mineral glaukonit dari 2-30% dan dihitung nilai Rt-nya pada kondisi saturasi air (Sw) yang berbeda. Sampel pseudo core diukur pada kondisi permukaan dengan tingkat porositas 40% dan diinjeksi air formasi bersalinitas 20.000 ppm. Hubungan antara volume mineral konduktif dan nilai Rt diplot pada suatu kurva untuk tiap tingkat saturasi air (Sw). Hasil pengukuran tegangan sampel yang mengandung glaukonit berkisar antara 5,9 volt sampai dengan 18,8 volt. Nilai resistivitasnya berkisar antara 6,05 ohm.m sampai dengan 19,28 ohm.m. Glaukonit terbukti menurunkan nilai Rt dan profil perubahan nilai Rt vs volume glaukonit adalah eksponensial. Pada sampel dengan kandungan glaukonit sebesar 10%, resistivitas reservoar terkoreksi diestimasi sebesar satu setengah kali Rt awal
Studi Kasus Konsumsi Bahan Bakar Armada Mobil Operasional Pada Proyek Oil dan Gas Di Remote Area: Suatu Kajian Ilmiah Berdasarkan Bukti Empiris Hanif Abdul Aziz; Dike Fitriansyah Putra
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 58 No 2 (2024)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.58.2.1629

Abstract

Bobot pengeluaran Bahan Bakar Minyak (BBM) pada proyek diskrepansi, mencakup 67% dari total keseluruhan. Dari 67% pengeluaran tersebut, sebesar Rp. 59.914.064,00, atau sekitar 65% adalah untuk kebutuhan BBM mobil operasional. Secara finansial perspektif, pengeluaran BBM mencapai 65% adalah sesuatu hal yang kurang efisien. Hipotesis awal, pengeluaran tersebut terjadi karena ada penyimpangan rute dari jadwal yang telah ditetapkan. Ada 8-unit kendaraan operasional, dengan rute terjadwal menuju 9 gathering station (GS), dan Pekanbaru. Secara aktual, 8-unit mobil operasional tersebut, telah menempuh jarak sejauh 70.405 Km selama kurang lebih 70 hari (waktu proyek berjalan). Sementara, dari rute yang telah dijadwalkan, rute tempuh akumulatif dari 8-unit mobil operasional adalah 56.716,4 km. Terjadi selisih rute sebesar 13.688,6 Km, yang mengakibatkan terjadinya budged overrun sebesar Rp. 9.021.045,28. Setelah dilakukan analisis dari data keuangan, didapatkan bahwa telah terjadi penggunaan mobil operasional diluar jam kerja, yang disebut dengan off-hour activity (OHA). Penggunaan mobil pada OHA tersebut, mencakup pencucian mobil, service, pembelian air, gas dan BBM untuk genset, keperluan keluarga, penggantian sparepart dan pengantaran orang sakit. Penggunaan mobil operasional pada OHA, jika dilihat secara rute tempuh, tidak sejauh rute yang telah dijadwalkan. Namun karena frekuensi yang tinggi, maka hal tersebut juga berperan dalam penggunaan BBM secara akumulatif. Total rute yang terakumulasi pada OHA adalah sebesar 3.649,6 Km. Dengan adanya identifikasi OHA, maka penggunaan mobil operasional memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan
Efek Penambahan Katalis Dalam Penerunan Viskositas Pada Proses Penyaluran Produk Biosolar Riza Merlina; Muhammad Ayyasi Resionda; Fauzan Galank Sangadji; Oksil Venriza
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 58 No 2 (2024)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.58.2.1630

Abstract

Direktur jendral migas merupakan badan yang mengatur standar dan mutu atau spesifikasi bahan bakar minyak. Bahan bakar yang akan didistribusikan harus memenuhi standart spesifikasi untuk menjaga kualitas dan optimalitas bahan bakar. Salah satu spesifikasi yang harus di penuhi pada produk migas biosolar yaitu nilai viskositasnya. Viskositas merupakan tingkat kekentalan suatu fluida. Pada suhu rendah viskositas produk migas akan lebih tinggi, yang dapat menyebabkan minyak sulit untuk mengalir. Kondisi ini berdampak pada proses distribusi melalui moda transportasi pipa.  Penambahan katalis kalium hidroksida (KOH) merupakan salah satu teknik yang digunakan untuk memurnikan dan menurunkan viskositas biosolar. Proses pemurnian dan penurunan viskositas dilakukan dengan proses pretreatment, blanding, dan pengujian viskositas. Pengaruh konsentrasi KOH yang digunakan didapatkan viskositas biosolar yang turun. Proses blanding dilakukan dengan penambahan KOH dengan perbandingan 1:800 dengan penambahan pelarut 21%. Selanjutnya proses blanding dilakukan dengan menggunakan suhu 80°C dengan waktu 1 jam. Proses pemurnian menghasilkan kurang lebih 90% produk dari contoh yang dibuat. Pengujian viskositas menggunakan produk biosolar murni didapat viskositas 4,1622 mm2/s dan untuk contoh yang dibuat viskositas yang di dapat 3,2698 mm2/s hasil pemurnian biosolar dengan penambahan KOH dan pelarut metanol memiliki potensi baik dalam menurunkan viskositas produk biosolar yang nantinya dapat dilakukan optimalisasi dalam pendistribusian.
PERANCANGAN ALAT DESORPSI GAS PADA SAMPEL BATUAN SERPIH GUNA PENGUKURAN VOLUME GAS PADA SKALA LABORATORIUM Dimas Ragil; Muhammad Abdul Muthofa; Wahyudi Wahyudi; Muh. Arif Mutakim; Eka Oktiviannysa; Nandang Tri Aji; Yogi Haryo Prakoso
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 58 No 2 (2024)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.58.2.1647

Abstract

Perancangan alat desorpsi gas pada sampel batuan serpih bertujuan untuk mengukur volume gas dalam skala laboratorium dan mengatasi keterbatasan alat pemanas sebelumnya yang berukuran besar dan hanya memungkinkan pengukuran dilakukan di laboratorium sehingga berisiko terjadinya kebocoran gas selama pengangkutan sampel. Perangkat pemanas sebelumnya menunjukkan deviasi keseragaman suhu maksimum sebesar 6,6°c dan variasi suhu keseluruhan hingga 8,9°c, yang tidak memadai untuk pengukuran yang akurat. Peralatan desorpsi gas baru dirancang agar lebih portabel, memungkinkan pengukuran lapangan langsung dengan sistem pemanas yang lebih stabil, pengukur tekanan dan volume gas, serta perangkat kontrol suhu yang lebih akurat. Simulasi menunjukkan kinerja pemanasan yang lebih baik dengan suhu yang seragam dan stabil, dengan variasi suhu maksimum hanya 0,437°c. Peningkatan ini memungkinkan peralatan desorpsi gas baru untuk mengukur volume gas dengan akurasi tinggi dan stabilitas suhu yang lebih baik dibandingkan oven sebelumnya. Pengembangan peralatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap penelitian dan eksplorasi gas bumi, khususnya dalam pemanfaatan sumber daya gas non-konvensional seperti shale gas, memberikan data yang lebih akurat dan andal untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik di industri minyak dan gas.
INOVASI PERTALITE DAN BIOETANOL DARI BORASSUS FLABELLIFER LINNAEUS Muhammad Arjuna Putra Sasongko; Agus Setiyono
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 58 No 3 (2024)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.58.3.1695

Abstract

Seiring dengan meningkatnya penggunaan bahan bakar minyak, energi fosil terbilang semakin terbatas, sehingga diperlukan solusi bahan bakar alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Limbah kulit siwalan merupakan salah satu limbah yang jarang dimanfaatkan di Indonesia dan memiliki kandungan selulosa yang tinggi, yaitu sekitar 45 – 53%, sehingga kandungan selulosa yang tinggi tersebut menjadikannya berpotensi untuk dimanfaatkan menjadi bioetanol. Meninjau potensi tersebut, penelitian ini ditujukan untuk mengetahui potensi kulit siwalan menjadi gasoline melalui metode blending bioetanol yang dihasilkan dengan bahan bakar Pertalite. Adapun prosedur penelitian ini meliputi proses delignifikasi, hidrolisis, fermentasi, distilasi, dan blending. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kadar kemurnian bioetanol mencapai 87,39% setelah dilakukan distilasi azeotrop. Kemudian, dilakukan blending antara bioetanol dengan Pertalite untuk dicapainya target RON Pertamax, yaitu 92. Dari hasil blending, didapatkan spesifikasi gasoline dengan densitas 735 kg/m3, nilai octane number 93,3, dan Reid Vapor Pressure (RVP) 50 kPa. Spesifikasi tersebut telah memenuhi standar spesifikasi Pertamax. Berdasarkan perolehan octane number gasoline hasil blending yang mencapai 93,3, maka diketahui bahwa bahan bakar alternatif ini kompatibel untuk digunakan pada mesin dengan rasio kompresi 10 : 1. Sehingga, produksi bioetanol ini memiliki prospek yang menjanjikan untuk dikembangkan sebagai bentuk pemanfaatan limbah organik untuk pemenuhan bahan bakar alternatif pengganti BBM fosil.
ANALISIS BUAH KELUBI SEBAGAI DEMULSIFIER UNTUK MENGURANGI KADAR AIR DALAM CRUDE OIL Novia Rita; Neneng Purnamawati; Ira Herawati; Hanna Soraya; Ridho Okta Ardiansa
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 58 No 3 (2024)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.58.3.1696

Abstract

Secara umum produksi minyak bumi mengandung emulsi. Emulsi merupakan masalah yang sering terjadi pada kegiatan produksi minyak dan gas, emulsi pada crude oil merupakan dua cairan yang tidak saling bercampur dan bergabung menjadi satu fasa. Dalam pemisahan emulsi terdapat beberapa metode seperti proses mekanik, termal dan kimia. Pada penelitian ini akan dibuat suatu demulsifier dari bahan organik, salah satunya adalah buah Kelubi. Pengujian ini dilakukan di laboratorium dengan metode bottle test. Buah Kelubi memiliki potensi untuk mengatasi masalah emulsi, karena buah Kelubi mengandung asam sitrat sebesar 3,6 – 5,8 meq asam/100g. Nantinya akan diketahui pengaruh buah Kelubi sebagai demulsifier lokal. Salah satu potensi pemanfaatan buah Kelubi adalah sebagai demulsifier untuk menurunkan viskositas crude oil dan memisahkan emulsi minyak dan air. Demulsifier yang berasal dari buah Kelubi diharapkan mampu memisahkan emulsi minyak lebih baik daripada demulsifier komersial. Pengujian demulsifier ini dilakukan selama 180 menit dengan setiap 60 menit akan terlihat hasil demulsifikasi pada temperatur yang berbeda setiap 60 menit yaitu 70⁰C dan 80⁰C dengan konsentrasi 1 mL, 3 mL dan 5 mL

Filter by Year

1980 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 60 No 2 (2026) Vol 60 No 1 (2026) Vol 59 No 3 (2025) Vol 59 No 2 (2025) Vol 59 No 1 (2025) Vol 58 No 3 (2024) Vol 58 No 2 (2024) Vol 58 No 1 (2024) Vol 57 No 3 (2023) Vol 57 No 2 (2023) Vol 57 No 1 (2023) Vol 56 No 3 (2022) Vol 56 No 2 (2022) Vol 56 No 1 (2022) Vol 55 No 3 (2021) Vol 55 No 2 (2021) Vol 55 No 1 (2021) Vol 54 No 3 (2020) Vol 54 No 2 (2020) Vol 54 No 1 (2020) Vol 53 No 3 (2019) Vol 53 No 2 (2019) Vol 53 No 1 (2019) Vol 52 No 3 (2018) Vol 52 No 2 (2018) Vol 52 No 1 (2018) Vol 51 No 3 (2017) Vol 51 No 2 (2017) Vol 51 No 1 (2017) Vol 50 No 3 (2016) Vol 50 No 2 (2016) Vol 50 No 1 (2016) Vol 49 No 3 (2015) Vol 49 No 2 (2015) Vol 49 No 1 (2015) Vol 48 No 3 (2014) Vol 48 No 2 (2014) Vol 48 No 1 (2014) Vol 47 No 3 (2013) Vol 47 No 2 (2013) Vol 47 No 1 (2013) Vol 45 No 3 (2011) Vol 45 No 2 (2011) Vol 45 No 1 (2011) Vol 44 No 3 (2010) Vol 44 No 2 (2010) Vol 44 No 1 (2010) Vol 43 No 3 (2009) Vol 43 No 2 (2009) Vol 43 No 1 (2009) Vol 42 No 3 (2008) Vol 42 No 2 (2008) Vol 42 No 1 (2008) Vol 41 No 3 (2007) Vol 41 No 2 (2007) Vol 41 No 1 (2007) Vol 40 No 3 (2006) Vol 40 No 2 (2006) Vol 40 No 1 (2006) Vol 39 No 3 (2005) Vol 39 No 2 (2005) Vol 39 No 1 (2005) Vol 38 No 3 (2004) Vol 38 No 2 (2004) Vol 38 No 1 (2004) Vol 37 No 1 (2003) Vol 36 No 3 (2002) Vol 36 No 2 (2002) Vol 36 No 1 (2002) Vol 24 No 2 (1990) Vol 24 No 1 (1990) Vol 23 No 3 (1989) Vol 23 No 1 (1989) Vol 21 No 3 (1987) Vol 21 No 2 (1987) Vol 21 No 1 (1987) Vol 20 No 3 (1986) Vol 20 No 2 (1986) Vol 20 No 1 (1986) Vol 19 No 3 (1985) Vol 19 No 2 (1985) Vol 19 No 1 (1985) Vol 18 No 3 (1984) Vol 18 No 2 (1984) Vol 18 No 1 (1984) Vol 17 No 2 (1983) Vol 15 No 1 (1981) Vol 14 No 3 (1980) Vol 14 No 2 (1980) Vol 14 No 1 (1980) More Issue