cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2018)" : 23 Documents clear
SIMULASI PERFORMANSI HEAT EXCHANGER TIPE SHELL AND TUBE DENGAN HELICAL BAFFLE DAN DISK AND DOUGHNUT BAFFLE AFANDI, NURLAN; MADE ARSANA, I
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan baffle pada heat exchanger tipe shell and tube bertujuan untuk meningkatkan laju perpindahan panas yang terjadi antara fluida kerja dengan cara menimbulkan olakan aliran pada sisi shell. Helical baffle memiliki heat transfer rate dan pressure drop yang moderate. Disc doughnut baffle memiliki transfer panas keseluruhan yang lebih baik dibandingkan dengan segmental baffle. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas dan pressure drop heat exchanger tipe shell and tube dengan menggunakan jenis baffle disc doughnut baffle dan helical baffle. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pendekatan numerik dengan program ANSYS 16.0 untuk penggambaran geometri dan untuk mensimulasikan aliran yang terjadi di dalam shell and tube heat exchanger. Pada fluent digunakan permodelan 3D double precision steady flow dengan memilih model turbulensi realizable, k-epsilon, scalable wall functions serta mengaktifkan persamaan energi. Variasi yang digunakan adalah tipe shell and tube dengan helical baffle dan disk and doughnut baffle. Hasil analisis simulasi menunjukkan bahwa penggunaan helical baffle dapat meningkatkan efektifitas penukar kalor dikarenakan ketika fluida mengalir dalam lintasan yang berbentuk spiral, gaya sentrifugal menyebabkan terjadinya aliran sekunder yang dapat meningkatkan perpindahan kalor, hal ini yang menyebabkan nilai efektivitas dari helical baffle menjadi tinggi yaitu sebesar 34,89%, sedangkan disk and doughnut baffle sebesar 20,16%. Untuk penggunaan disk and doughnut baffle terdapat aliran sekunder yang terjadi di dekat dinding baffle pada disk and doughnut baffle. Aliran sekunder tersebut akan membentuk pusaran turbulensi yang mengakibatkan terjadinya pressure drop pada alat penukar kalor tipe shell and tube tersebut, hal ini yang menyebabkan pressure drop pada disk and doughnut baffle menjadi tinggi yaitu sebesar 12960,20 Pa sedangkan helical baffle sebesar 7356,70 Pa.
ANALISIS KARAKTERISTIK FRAKSI VOLUME SERAT KOMPOSIT HYBRID PELEPAH PISANG DAN EGLAS WOVEN TERHADAP KEKUATAN BENDING DENGAN RESIN POLYESTER SIWI CATUR PAMUNGKAS, RAKA; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komposit adalah suatu bahan baru hasil rekayasa yang terdiri dari dua tiga bahan yang di kombinasikan dimana masing-masing bahan berbeda baik sifat kimia maupun fisik dan tetap terpisah dalam hasil akhir bahan tersebut (bahan komposit). Bahan komposit mulai banyak digunakan setelah terbukti memiliki banyak keunggulan, diantaranya kekuatan lebih tinggi, berat lebih ringan, mudah dibentuk dan lebih murah dibanding material bahan lain misal material bahan logam. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Teknik analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif yaitu menggambarkan hasil penelitian secara grafis dalam table, histogram, dan grafik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik komposit hibryd polyester bepenguat serat pelepah pisang dan eglas woven dengan fraksi volume pembanding : 20%, 30%, 40%, 50%, dan 60%, dengan menggunakan uji bending untuk mengetahui kekuatan material akibat pembebanan dan kekuatan mekanik dari komposit tersebut
PENGARUH ANNEALING TERHADAP SIFAT MEKANIS DAERAH HAZ PENGELASAN GMAW BAJA SM490 NORMALIZING DAN TANPA NORMALIZING PADA BOGIE KERETA API DI PT.INKA MADIUN PRABAWANTO, BENI; HAFIZH AINUR RASYID, AKHMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bogie merupakan salah satu komponen penting dalam kereta api, material yang dipakai dalam proses manufaktur pada bogie di PT.INKA Madiun adalah baja SM490. Masalah yang sering terjadi dalam proses manufaktur bogie adalah adanya tengangan sisa pada daerah HAZ yang menyebabkan sifat mekanis tidak sesuai dengan aplikasi bogie, Proses perlakuan panas Normalizing dan Annealing diharapkan mampu memperbaiki sifat mekanis pada daerah HAZ, Metode penelitian yang digunakan adalah perlakuan panas Normalizing annealing dan Non normalizing annealing dengan memvariasikan temperature pemanasan 6000C, 7000C dan 8000C pada daerah HAZ. Hasil dari penelitian ini adalah diperoleh prosentase ferrite dan pearlite yang berbeda pada masing-masing temperature, serta bantuk struktur ferrite dan pearlite yang berbeda pada masing-masing temperature. Hasil dari pengujian kekerasan rockwell pada daerah HAZ nilai kekerasan tertinggi didapat pada Non normalizing annealing pada temperature 6000C dengan nilai kekerasan 30,5 HRC dan nilai kekerasan terendah didapat pada Normalizing annealing pada temperature 8000C dengan nilai 27,9 HRC. Hasil pengujian impact pada daerah HAZ nilai impact tertinggi didapat pada temperature 7000C Normalizing annealing dengan nilai impact 33,96 J/mm2 sedangkan nilai impact terendah pada temperature 6000C Non normalizing annealing dengan nilai impact 22,73 J/mm2.
ANALISA VARIASI JARAK ANODA-KATODA DAN WAKTU PELAPISAN LOGAM NIKEL-KHROM TERHADAP PROSES PENGUJIAN TEKAN MATERIAL RUJI (SPOKE) YOGA ARGE PUTRA, TRI; MAHENDRA SAKTI, ARYA
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruji sepeda motor dalam penggunaannya mendapatkan pembebanan terus menerus dengan besaran yang tidak sama yang mengakibatkan kegagalan-kegagalan mekanis ataupun mengalami kerusakan, ditambah material ruji menggunakan baja karbon rendah yang memiliki keuletan tinggi namun kekerasan rendah dan tidak tahan aus. Maka dari itu perlu dilakukan suatu penanganan maupun pencegahan agar material ruji bertahan lama dalam pemakaiannya. Penelitian yang sudah ada bahwa pelapisan dapat memperbaiki sifat mekanik yaitu kuat tarik dan tekan suatu material. Penelitian yang akan dilakukan merupakan penelitian eksperimen kuantitatif deskriptif. Dalam penelitian ini menggunakan variabel bebas dengan variasi waktu pelapisan 15 menit, 20 menit, 25 menit, dan variasi jarak anoda-katoda 15 cm, 25 cm, sedangkan variabel terikatnya adalah pengujian tekan. Penelitian yang akan dilakukan menggunakan standar pengujian tekan ASTM E-9. Hasil penelitian ini diperoleh nilai uji tekan tertinggi adalah dengan variasi jarak anoda-katoda 15 cm, dengan waktu lama pencelupan pelapisan 25 menit sebesar 748,53 Mpa, pada hasil foto mikro di variasi ini logam pelapis nikel-khrom paling tebal melapisi material dengan tebal lapisan sebesar 20.05 mikrometer, dan ion-ion pelapis lebih masuk kedalam pori-pori dan mengisi celah-celah pada permukaan material. Adapun spesimen yang mengalami kenaikan paling sedikit adalah pada variasi jarak anoda-katoda 25 cm dengan waktu lama pencelupan pelapisan 15 menit sebesar 702,91 Mpa dengan hasil ketebalan lapisan yang tipis pada hasil foto mikronya yaitu 1.98 mikrometer. Pada hasil foto mikro di variasi ini ion-ion pelapis kurang masuk kedalam pori-pori permukaan material dan kurang mengisi celah-celah yang ada pada permukaan material. Pada hasil uji tekan dan foto mikro menunjukan bahwa semakin lama proses pencelupan maka semakin banyak ion-ion logam pelapis yang melapisi material yang dapat meningkatkan ketebalan lapisan logam pelapis, dan semakin dekat jarak anoda-katoda maka pergerakan ion-ion semakin cepat dan logam pelapis lebih masuk untuk mengisi celah-celah pada permukaan material, yang mengakibatkan kenaikan kuat tekan pada suatu material Kata kunci :ruji sepedah motor (spoke), baja karbon rendah,waktu pelapisan, jarak anoda-katoda, pengujian tekan, pelapisan logam
PENGARUH VARIASI KUAT ARUS DAN TEGANGAN PADA PROSES ELEKTROPLATING NIKEL TERHADAP KETEBALAN PERMUKAAN DAN MAMPU BENDING KNALPOT SEPEDA MOTOR DERI SUBAYU, RHOMDAN; MAHENDRA SAKTI, ARYA
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Elektroplating atau proses pelapisan listrik atau penyepuhan merupakan salah satu proses pelapisan bahan padat dengan lapisan logam menggunakan bantuan arus listrik melalui suatu elektrolit. Proses pelapisan secara electroplating ini dilakukan dengan cara mencelupkan komponen yang akan dilapisi kedalam larutan yang mengandung ion-ion logam. Adapun tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh kuat arus dan tegangan terhadap ketebalan permukaan dan mampu bending knalpot sepeda motor.Pada penelitian eksperimen ini, akan menggunakan metode analisis data kuantitatif deskriptif, yaitu mendeskripsikan data hasil pengujian secara sistematis dalam bentuk tabel dan grafik. Dalam penelitian ini menggunakan variabel bebas dengan variasi kuat arus 3 Ampere, 4 Ampere, 5 Ampere dan variasi tegangan 2 Volt dan 3 Volt. Material spesimen uji yang digunakan ialah pelat baja karbon rendah AISI 1010, dimensi spesimen uji pada penelitian ini dibuat sesuai dengan standar ASTM B489 (Standard Practice for Bend Test for Ductility of Electrodeposited and Autocatalytically Deposited Metal Coatings on Metals). Dari hasil penelitian diperoleh nilai ketebalan permukaan tertinggi terjadi pada kuat arus 5 Ampere dengan tegangan 3 Volt sebesar 23,0 µm dan spesimen yang mengalami kenaikan ketebalan permukaan paling sedikit terjadi pada kuat arus 3 Ampere dengan tegangan 2 Volt sebesar 17,5 µm. Serta, pada hasil pengujian mampu bending nilai tertinggi terdapat pada kuat arus 5 Ampere dengan tegangan 3 Volt sebesar 0,22 kN dan spesimen yang mengalami kenaikan mampu bending paling rendah terjadi pada kuat arus 3 Ampere dengan tegangan 2 Volt sebesar 0,11 kN. Kata kunci: Proses Elektroplating, knalpot sepeda motor, pelat baja AISI 1010, ketebalan permukaan, mampu bending
UJI EKSPERIMENTAL KINERJA TURBIN REAKSI ALIRAN VORTEX TIPE SUDU BERPENAMPANG LURUS DENGAN VARIASI TINGGI SUDU FARID RAHMAN HAKIM, MUHAMMAD; HERU ADIWIBOWO, PRIYO
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat karena hampir seluruh aktivitas manusia selalu membutuhkan energi. Sebagian besar energi yang digunakan di Indonesia khususnya masih berasal dari energi fosil yang berbentuk minyak bumi dan gas bumi. Di Indonesia sendiri pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) ini masih sangat sedikit. Dengan potensi tenaga air di Indonesia yang melimpah, penggunaan turbin vortex sangat berguna untuk memaksimalkan potensi tersebut. Namun, berdasarkan penelitian yang telah dilakukan terhadap turbin vortex, masih belum ditemukannya ukuran tinggi sudu yang paling optimal dari turbin vortex. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen, yaitu dengan membuat turbin vortex dengan tipe sudu berpenampang lurus yang memiliki tinggi sudu 15 cm, 18 cm, 21 cm dan 24 cm dengan kapasitas air 7,998 L/s, 9,309 L/s, 11,042 L/s dan 13,443 L/s. Variasi pembebanan yang digunakan kenaikan 5000 gram dan 1000 gram hingga putaran turbin berhenti. Pengujian akan dilakukan berdasarkan variabel di atas terhadap daya dan efisiensi turbin vortex. Hasil penelitian didapatkan bahwa penambahan tinggi sudu pada turbin tipe sudu berpenampang lurus sangat mempengaruhi daya dan efisiensi yang dihasilkan. Turbin dengan tinggi sudu 21 cm memiliki daya dan efisiensi paling optimal daripada turbin dengan tinggi sudu 15 cm, 18 cm dan 24 cm. Daya tertinggi dimiliki oleh turbin dengan tinggi sudu 21 cm yang terjadi pada kapasitas 13,443 L/s dengan pembebanan 30000 gram, memiliki daya sebesar 42,97 watt. Efisiensi tertinggi dimiliki oleh turbin dengan tinggi sudu 21 cm terjadi pada kapasitas 11,042 L/s dengan pembebanan 30000 gram, memiliki efisiensi sebesar 51,37 %. Hal ini dikarenakan dengan menambah tinggi sudu pada turbin, luasan sudu yang terkena hantaman fluida menjadi lebih banyak, walaupun saat diberi pembebanan kondisi turbin tidak terendam sempurna. Semakin banyak luasan sudu yang terendam oleh fluida lebih memiliki pengaruh yang signifikan terhadap daya dan efisiensi yang dihasilkan daripada turbin yang tahan terhadap pembebanan walaupun kondisi turbin tersebut terendam sempurna.Kata Kunci: Turbin Vortex, Sudu Berpenampang Lurus, Tinggi Sudu Turbin
UJI EKSPERIMENTAL KINERJA TURBIN REAKSI ALIRAN VORTEX TIPE SUDU MELENGKUNG DENGAN VARIASI SUDUT KEMIRINGAN KHOLBIKA FITROH, HANNAS; HERU ADIWIBOWO, PRIYO
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi menjadi sebuah kebutuhan yang sangat penting untuk kelangsungan hidup masyarakat di Indonesia. Energi fosil merupakan sumber energi yang sebagian besar digunakan di Indonesia. Mikrohidro di Indonesia dapat berkembang dan bermanfaat dengan baik dikarenakan untuk saat ini 10% dari seluruh 75.000 MW potensi kelistrikan tenaga air atau 7.500 MW bisa digunakan untuk pembangkit listrik tenaga mikrohidro. Hal ini menjadi sebuah dasar untuk melakukan penelitian pemanfaatan air sebagai sumber energi terbarukan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui desain turbin yang dapat menghasilkan kinerja optimal. Kemudian dapat digunakan sebagai referensi jenis turbin untuk mikrohidro, khususnya untuk aliran vortex. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan sudu melengkung dengan variasi sudut kemiringan: 0°, 7,5°, 15°, dan 22,5°. Kapasitas yang digunakan: 7,99867 L/s, 9,30921 L/s, 11,04293 L/s, dan 13,44350 L/s. Kemudian beban yang dipakai: 5kg, 10kg, 15kg, 20kg, 25kg, 30kg, 35kg, 40kg, 45kg, 50kg, 55kg, dan 1kg hingga turbin berhenti. Turbin dipasang, kemudian diuji pada rangkaian turbin vortex untuk mendapatkan daya dan efisiensi. Hasil dari penelitian ini adalah variasi sudut kemiringan sudu sangat berpengaruh terhadap daya dan efisiensi yang dihasilkan oleh turbin vortex. Sudu sudut 22,5° memiliki daya dan efisiensi paling optimal daripada sudut 0°, 7,5° dan 15°. Pada turbin sudut 22,5° memiliki daya tertinggi yang terjadi pada kapasitas 13,44350 L/s dengan pembebanan 40.000 g (44,11 W), dan efisiensi tertinggi terjadi pada kapasitas 7,99867 L/s dengan pembebanan 25.000 g (58,78 %). Hal ini dikarenakan pada turbin sudu lengkung dengan sudut kemiringan 22,50 ini, arah air yang masuk ke sudu turbin terfokus ke tengah sudu turbin dan mendekati tegak lurus, maka dorongan yang akan didapat pun bertambah dan putaran lebih kuat sehingga berpengaruh pada daya dan efisiensi turbin. Kata Kunci: Turbin reaksi. Aliran vortex, Sudut Kemiringan Sudu Lengkung, Kinerja
EKSPERIMENTAL PENGARUH KEMIRINGAN SUDUT SUDU BERPENAMPANG PLAT DATAR TERHADAP KINERJA TURBIN ALIRAN VORTEX ARIPRASETYA, SENA; HERU ADIWIBOWO, PRIYO
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi merupakan salah satu tantangan yang kita hadapi pada abad 21 ini. Kebutuhan terhadap energi fosil seperti minyak bumi dan gas tercatat sebesar 55% dan batu bara sebesar 25% dari total persediaan energi yang ada. Sementara pemanfaatan energi terbarukan seperti geothermal, angin, energi matahari, dan biomass hanya 3% (Yam, 2010). Dengan keadaan seperti ini maka terjadi pergeseran dari penggunaan sumber energi tak terbaharui menuju sumber energi yang terbarui. Salah satu pemanfaatan sumber energi yang yang diperbaharui adalah pemanfaatan aliran air sebagai pembangkit listrik mikrohidro. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kemiringan sudut sudu terhadap daya dan efisiensi yang dihasilkan Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen. Dengan cara membuat turbin vortex berpenampang plat datar yang memvariasikan kemiringan sudut sudu, yakni 0°; 7,5°; 15° dan 22,5°. Pengujian akan dilaksanakan bedasarkan kapasitas aliran 7,9987 L/s; 9,3092 L/s; 11,0429 L/s; 13,4434 L/s terhadap efisiensi dan daya turbin. Hasil dari penelitian ini kemiringan sudut sudu turbin yang optimal adalah kemiringan sudut sudu 22,5° dengan kapasitas 13,4434 L/s dengan daya yang didapatkan 51,03 Watt pada pembebanan 50000 g. Sedangkan efisiensi tertinggi dengan kemiringan sudut sudu 22,5° yang terdapat pada kapasitas 7,9987 L/s dengan efisiensi yang didapatkan 64,58% pada pembebanan 25000 gram. Variasi kemiringan sudut sudu memiliki pengaruh terhadap kenaikan daya pada turbin reaksi vortex, hal ini disebabkan karena arah jatuh aliran yang mengenai sudut sudu mendekati sudut tegak lurus. sehingga membuat putaran turbin lebih cepat dan tahan terhadap pembebanan yang lebih tinggi dibandingkan dengan tanpa menggunakan variasi sudut sudu turbin. Kata Kunci : Turbin Vortex, berpenampang plat datar, kemiringan sudut sudu
EKSPERIMENTAL KINERJA TURBIN REAKSI ALIRAN VORTEX TIPE SUDU BERPENAMPANG L DENGAN VARIASI PANJANG SISI LURUS PADA UJUNG SUDU ILHAM PRABOWO, BOY; HERU ADIWIBOWO, PRIYO
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan energi di dunia, khususnya di Indonesia terus meningkat karena pertambahan penduduk, pertumbuhan ekonomi dan pola pemakaian energi itu sendiri yang senantiasa meningkat. Hal ini berbanding terbalik dengan pemakaian energi dan energi terus yang berkurang. Untuk mengatasi dan mengantisipasi masalah krisis energi bisa dengan memanfaatkan sumber daya alam yang tidak bisa habis dan bisa diperbaruhi atau biasa disebut Energi Baru Terbarukan (EBT). Sedangkan Tenaga air merupakan jenis energi terbarukan yang memiliki potensi terbesar dibandingkan dengan sumber-sumber energi terbarukan lainnya. Potensi tenaga air di Indonesia mencapai 75.861 MW yang juga termasuk didalamnya adalah pembangkit listrik tenaga mikrohidro. Tetapi potensi tenaga air ini di Indonesia belum dapat dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen, tentang pengaruh variasi panjang ujung sudu turbin berpenampang L pada kinerja turbin reaksi aliran vortex dengan variasi sebesar 2 cm, 3 cm, 5 cm, dan 7 cm, yang akan diuji pada kapasitas aliran dan pembebanan yang divariasikan juga. Kinerja turbin reaksi aliran vortex terdiri dari daya dan efisiensi yang dihasilkan. Hasil penelitian didapatkan bahwa pertambahan panjang ujung sudu pada turbin reaksi aliran vortex tipe sudu berpenampang L sangat mempengaruhi daya dan efisiensi yang dihasilkan. Daya tertinggi yang dihasilkan turbin reaksi terdapat pada turbin dengan panjang ujung sudu 5 cm pada kapasitas 13,4434 L/s yaitu 35,65 Watt pada pembebanan 35000 g. Sedangkan efisiensi tertinggi yang dihasilkan terdapat pada turbin yang sama, yaitu dengan panjang ujung sudu 5 cm pada kapasitas 9,3092 L/s yaitu 48,47% pada pembebanan 25000 g. Samakin panjang ujung sudu maka daya dan efisiensi yang dihasilkan juga meningkat, sampai dimana panjang ujung sudu paling optimal adalah 5 cm dan setelah itu daya dan efisiensi mengalami penurunan. Kata Kunci: Turbin Vortex, Sudu Berpenampang L, Panjang Ujung Sudu
UJI EKSPERIMENTAL KINERJA TURBIN REAKSI ALIRAN VORTEX TIPE SUDU BERPENAMPANG SETENGAH SILINDER DENGAN VARIASI SUDUT SEKAT HAKIM DAERONI, LUQMANUL; HERU ADIWIBOWO, PRIYO
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini energi merupakan masalah utama bagi negara-negara di dunia. Masalah ini tidak dapat dianggap remeh karena semua sektor membutuhkan energi untuk terus berjalan. Ketersediaan bahan bakar fosil sangat terbatas dikarenakan perlu waktu yang lama untuk memperbarui energi ini. Penggunaan energi fosil di Indonesia makin lama semakin meningkat tajam bersamaan dengan pertumbuhan ekonomi dan pertambahan penduduk. Perlu pemanfaatan energi alternatif agar tidak tergantung pada bahan bakar fosil. Upaya untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dapat menggunakan sumber daya alam yang tidak terbatas dan dapat diperbarui. Penelitian ini bertujuan untuk mencari desain sudu turbin vortex yang memiliki daya dan efisiensi optimal. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan membuat variasi sudut sekat sudu turbin vortex berpenampang setengah silinder. Variasi sudut sekat sudu sebesar 45°, 60°, 75° dan 90° dengan kapasitas air 7,9986 L/s, 9,3092 L/s, 11,0429 L/s dan 13,4434 L/s pada pembebanan yang bervariasi terhadap daya dan efisiensi. Hasil penelitian didapatkan bahwa besar sudut sekat sudu berpengaruh terhadap daya dan efisiensi yang dihasilkan. Daya tertinggi turbin reaksi aliran vortex yaitu pada kapasitas 13,4434 L/s yang dihasilkan turbin sudut sekat 75° sebesar 43,2171 Watt pada pembebanan 45.000 gram. Sedangkan efisiensi tertinggi dihasilkan turbin sudut sekat 60° pada kapasitas 7,9986 L/s sebesar 49,0706% pada pembebanan 20.000 gram. Kata Kunci: Turbin vortex, sudut sekat sudu, daya, efisiensi

Page 2 of 3 | Total Record : 23