cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2019)" : 21 Documents clear
STUDI EKSPERIMEN PENGARUH JARAK CELAH BLADE PENGGANGGU DENGAN BLADE UTAMA TERHADAP KINERJA SAVONIUS RAHMANTO, ARIS; HERLAMBA SIREGAR, INDRA
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebutuhan energi akan terus meningkat seiring dengan laju pertumbuhan jumlah penduduk, pertumbuhan ekonomi dan pola konsumsi energi itu sendiri. Sampai saat ini peran sumber daya energi fosil seperti minyak bumi dan batubara yang merupakan sumber energi yang tidak dapat diperbaharui masih sangat dominan. Perlu adanya pemanfaatan sumber daya energi lain yang baru dan terbarukan.Angin merupakan salah satu sumber daya energi terbarukan yang secara cepat dapat diproduksi kembali oleh alam. Turbin angin merupakan alat yang dapat mengkonversi energi angin menjadi energi gerak dan menghasilkan listrik. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen, pembuatan model turbin angin sumbu vertikal jenis savonius tipe-S satu tingkat dengan menambahkan variasi jarak celah blade pengganggu. Variasi jarak celah blade pengganggu yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pada variasi jarak celah 0cm, 2cm, 4cm, dan 6cm. Pengujian ini dilakukan pada terowongan angin yang telah dikondisikan. Uji eksperimen ini untuk mengetahui besarnya daya dan efisiensi setelah dilakukan variasi penambahan blade pengganggu terhadap prestasi kerja turbin angin savonius tipe-S satu tingkat. Hasil penelitian ini diketahui bahwa model turbin angin savonius satu tingkat dengan penambahan variasi jarak celah blade pengganggu sebesar 6cm menghasilkan daya dan efisiensi tertinggi dibandingkan jarak celah pengganggu 0cm, 2cm, 4cm dengan beban 4000 gram mampu menghasilkan daya sebesar 3,03 Watt dan nilai efisiensi sebesar 20,4% pada kecepatan angin 6 m/s. Kata kunci : Savonius,vertical,blade pengganggu
PENGARUH RASIO LUAS BLADE UTAMA DENGAN BLADE PENGGANGGU TERHADAP KINERJA TURBIN ANGIN SAVONIUS ANGGON PRIBADI, MUTI; HERLAMBA SIREGAR, INDRA
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebutuhan energi akan terus meningkat seiring dengan laju pertumbuhan jumlah penduduk, pertumbuhan ekonomi dan pola konsumsi energi itu sendiri. Sampai saat ini peran sumber daya energi fosil seperti minyak bumi dan batubara yang merupakan sumber energi yang tidak dapat diperbaharui. Perlu adanya pemanfaatan sumber daya energi lain yang baru dan terbarukan. Angin merupakan salah satu sumber daya energi terbarukan yang secara cepat dapat di produksi kembali oleh alam. Turbin angin merupakan alat yang dapat mengkonversi energi angin menjadi energi gerak dan menghasilkan listrik.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Teknik analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif yaitu menggambarkan hasil penelitian secara grafis dalam tabel, histogram, dan grafik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi rasio luas blade utama dengan blade pengganggu. Turbin angin yang digunakan dalam penelitian ini memiliki diameter 30 cm dan ketinggian 30 cm, Sedangkan variasi rasio luas blade utama dengan blade pengganggu adalah 1 : 6, 2 : 6, 3 : 6, 4 : 6.Hasil penelitian tentang variasi rasio luas antara blade utama dengan blade pengganggu pada turbin angin savonius menunjukkan daya maksimal yang diperoleh pada kecepatan 6 m/s dengan beban 4750 gram sebesar 2,88 watt dan efisiensi maksimal turbin angin sebesar 26,4 % dengan menggunakan variasi rasio luas blade pengganggu dengan blade utama 2 : 6 Kata kunci : Savonius,vertical,blade pengganggu
PEMANFAATAN AMPAS TEBU (BAGASSE) SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF BIOETANOL DENGAN METODE DISTILASI MENGGUNAKAN BATU KAPUR MESH 80 DENGAN VARIASI BERAT DAN SUHU PEMANASAN BATU KAPUR FARHAN, HALIM; WAYAN SUSILA, I
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses distilasi bioetanol dengan menggunakan silika gel sebagai adsorben umumnya hanya menghasilkan kadar etanol maksimal 96%. Agar dapat dicampur dengan premium sebagai bahan bakar alat transportasi darat (E-premium), maka kadar etanol minimal 99,5% jika menggunakan denatorium benzoat atau 94% jika menggunakan hidrokarbon sesuai dengan standar Dirjen EBTKE No.722K/10/DJE/2013. Ampas tebu merupakan salah satu bahan yang dapat dijadikan bioetanol. Penelitian ini merupakan perbaikan proses distilasi single state dengan menggunakan batu kapur (CaCO3) sebagai adsorben. Batu kapur dipanaskan terlebih dahulu sebelum digunakan pada suhu 130?C dan 140?C dalam jumlah 8, 9, dan 10 gram. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil distilasi terbaik diperoleh pada berat batu kapur 9 gram dengan suhu pemanasan 140?C. Bioetanol dari ampas tebu (bagasse) ini didapatkan kadar etanol sebesar 98,005% dengan denaturasi menggunakan hidrokarbon (CH4) sehingga siap dicampurkan dengan premium atau dipasarkan melalui SPBU.
PENGARUH PENGGUNAAN BEBAN TERHADAP PERFORMA PEMBANGKIT LISTRIK HYBRID BERBASIS SOLAR CELL DAN FUEL CELL. ADI ARIYANTO, AFRIZAL; ANSORI, ARIS
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan energi masyarakat Indonesia terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk. Hal ini berbanding terbalik dengan pola konsumsi energi dan energi fosil yang terus berkurang. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah energi tersebut adalah dengan menggunakan fuel cell dan solar cell. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui desain pembangkit listrik tenaga hybrid, mengetahui karakteristik daya fuel cell dan solar cell, dan mengetahui performa beban yang digunakan untuk kebutuhan rumah tangga dari pembangkit listrik tenaga hybrid. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental (experimental research) dimana fuel cell dan solar cell akan digabung menjadi sistem hybrid on-grid untuk mengatasi masing-masing kekurangan dari fuel cell dan solar cell dengan variasi beban 25 W, 50 W, 75 W, dan 100 W. Solar cell akan dipasang dengan light dependent resistor (LDR) agar bisa mendapatkan intensitas energi surya yang tinggi. Teknik Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif yaitu menggambarkan hasil penelitian dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil dari penelitian ini adalah performa pengaruh penggunaan beban terhadap pembangkit listrik hybrid solar cell dan fuell cell mengalami kenaikan dari beban 25, 50, 75, 100, 125, dan 150. Efesiensi tertinggi dihasilkan pada beban 150 W dengan nilai performa 55,28%, sedangkan terendah pada beban 25 W dengan nilai performa 42,34%. rata rata daya yang dihasilkan oleh sistem pembangkit listrik Hybrid Solar Cell 100 Wp dan Fuel Cell FCSU-012 sebesar 603,10 Watt sedangkan yang dibutuhkan untuk beban dalam skala rumah tangga sehari- hari sebesar 10.372 Watt. Maka sistem pembangkit listrik hybrid dalam sehari mampu mensuplai sebesar 5,81 %, untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga maka dibutuhkan solar cell sejumlah 17 solar cell dengan kapasitas 100 Wp agar mampu menyuplai kebutuhan beban dalam rumah tangga dalam sehari. Kata Kunci: Fuel cell, solar cell, hybrid, light dependent resistor
PENGARUH JARAK TABUNG UDARA DENGAN KATUP HANTAR TIPE HORIZONTAL TERHADAP KINERJA POMPA HIDRAM RAYNALDI, DICKY; HERLAMBA SIREGAR, INDRA
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air merupakan salah satu faktor sumber yang sangat penting dan dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari terutama manusia, hewan dan tumbuhan. Untuk memindahkan air dari sumber menuju tempat yang diinginkan dibutuhkan sebuah alat yaitu pompa air. Dalam pengoperasiannya pompa air membutuhkan energi listrik atau bahan bakar minyak. Kebutuhan bahan bakar minyak yang semakin meningkat mengakibatkan bahan bakar minyak semakin langka dan mahal, sehingga diperlukan solusi dari permasalahan ini. Salah satu solusinya adalah pompa hidram. Teknik analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisis data statistika deskriptif kuantitatif yaitu menggambarkan hasil penelitian secara grafis dalam tabel dan grafik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh jarak tabung udara dengan katup hantar terhadap kinerja pompa hidram. Pompa hidram yang digunakan dalam penelitian ini berdiameter 2 inch, dengan sudut kemiringan 45º panjang inlet 2 m dan diameter pipa discharge 0,5 inch, menggunakan volume tabung udara 0,0056 m3, variasi jarak tabung udara dengan katup hantar adalah 20 cm, 25 cm, 30 cm, 35 cm, dan 40 cm. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa pada perancangan pompa hidram didapatkan hasil yang paling optimal adalah pada jarak 35 cm dengan ketinggian inlet 1,75 m, volume tabung udara 0,0056 m3 dan ketinggian discharge 4 m. Dengan kapasitas discharge 7,31 liter/menit, efisiensi pompa hidram 33,08% sedangkan efisiensi terendah yaitu pada jarak 20 cm dengan nilai efisiensi sebesar 31,11% dan kapasitas discharge 3,17 liter/menit. .Kata Kunci: Pompa Hidram, Katup Hantar, Jarak Tabung, Efisiensi.
PENGARUH KECEPATAN PUTAR TERHADAP KEKUATAN BENDING PADA ALUMINIUM MENGGUNAKAN MESIN CENTRIFUGAL CASTING HAFIDZ AMINUDDIN, MUCHAMMAD; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kehidupan manusia sangatlah pesat diikuti oleh kebutuhan material terutama yang berasal dari logam. Proses pengecoran logam yang terdapat di pasaran masih menggunakan metode tradisional dengan cara menggunakan pengecoran tuang, cetakan pasir dan menggunakan proses pengelasan, untuk mengembangkan metode tradisional pengecoran centrifugal casting sangat cocok guna memproduksi pipa tanpa sambungan. Proses pengecoran yang digunakan yaitu menggunakan metode centrifugal casting dengan mengatur kecepatan putaran motor menggunakan variasi kecepatan 500 rpm, 750 rpm dan 1000 rpm karena memiliki keunggulan proses pembekuan yang merata, memiliki permukaan yang merata, menghasilkan produk pipa tanpa sambungan, dan kecepatan bisa diatur. Dengan menggunakan aluminium, aluminium dilebur menggunakan tungku dengan suhu 600?C hingga aluminium menjadi cair kemudian dimasukkan kedalam cetakan centrifugal casting. Sebagai pendukung dilakukan uji Bending dan uji Tarik. Hasil dari penelitian pengaruh variasi kecepatan putar 500 rpm, 750 rpm dan 1000 rpm dengan uji bending berturut-turut sebesar 916,65 MPa, 1008,32 MPa Berdasarkan simpulan dari penelitian ini bahwa kecepatan putar mempengaruhi dari uji bending. Kecepatan putar yang optimum terdapat pada 1000 rpm dengan 1216,65 MPa. Kata kunci : centrifugal casting,pengecoran Aluminium, variasi putaran.
PENGARUH KOMPOSISI BACKING GAS ARGON (99%) DAN GAS H2N2 (20%-80%) PADA PROSES PENGELASAN GTAW DENGAN MATERIAL STAINLESS STEEL SA 312 TP 304 TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN NILAI KEKERASAN WALUYO UTOMO, NUGROHO; HAFIZH AINUR RASYID, AKHMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PENGARUH KOMPOSISI BACKING GAS ARGON (99%) DAN BACKING GAS H2N2 (20%-80%) PADA PROSES PENGELASAN GTAW DENGAN MATERIAL STAINLESS STEEL SA 312 TP 304 TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN NILAI KEKERASAN Nama : Nugroho Waluyo Utomo NIM : 16050754091 Program Studi : S-1 Teknik Mesin Jurusan : Teknik Mesin Fakultas : Teknik Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Akhmad Hafizh Ainur R., S.T., M.T. Dapat kita ketahui tingkat kekerasan sambungan las GTAW dapat dipengaruhi beberapa faktor, antara lain adalah penggunaan backing gas dan penggunaan kawat pengisi (filler rod). Dalam pengambilan data penelitian ini menggunakan statistik deskriptif yaitu menggambarkan hasil penelitian dalam tabel, grafik, dan foto, kemudian diuji hipotesisnya dengan menggunakan uji-t. Jumlah spesimen yang digunakan sebanyak 4 spesimen, yang berbeda komposisi backing gas nya. Selanjutnya spesimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pipa stainless steel SA 312 TP 304 yang dilas GTAW dan diuji struktur mikro pada daerah logam induk dan logam las kemudian diuji kekerasan sebanyak tiga pada setiap daerah uji dan diambil nilai rata-ratanya. Hasil penelitian menunjukkan uji struktur mikro pada daerah logam induk (base metal) spesimen A1 A2 dan spesimen B1 B2 didominasi struktur kristal fasa austenite. Sedangkan pada daerah logam las (weld metal) spesimen A1 A2 dan spesimen B1 B2 terjadi perubahan pada fasa struktur kristalnya yaitu fasa ferrite dan bainit. Pada uji kekerasan daerah BM (Base Metal) nilai tertinggi diperoleh dengan nilai 53,9 Kg pada backing gas nitrogen (H2N2) (20%-80%), Pada uji kekerasan daerah HAZ (Heat Affected Zone) nilai tertinggi diperoleh dengan nilai 53,9 Kg pada backing gas argon (Ar) (99%), Pada uji kekerasan daerah WM (Weld Metal) nilai tertinggi diperoleh dengan nilai 56,2 Kg pada backing gas argon (Ar) (99%). Hal ini diperkuat berdasarkan hasil analisis parametrik normalitas dan homogenitas dengan hasil > 0,05 yang berarti data normal-homogen dan pada uji t, terlihat bahwa backing gas mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap nilai kekerasan karena nilai sig (2-tailed) < 0,05 dan t hitung > t tabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kata kunci: Backing Gas, Stainless Steel SA 312 TP 304, Struktur mikro, dan Nilai kekerasan
PENGARUH KOMPOSISI BACKING GAS ARGON (99%) DAN GAS H2N2 (20%-80%) PADA PROSES PENGELASAN GTAW DENGAN MATERIAL STAINLESS STEEL SA 312 TP 304 TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN NILAI KEKERASAN WALUYO UTOMO, NUGROHO; HAFIZH AINUR RASYID, AKHMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PENGARUH KOMPOSISI BACKING GAS ARGON (99%) DAN BACKING GAS H2N2 (20%-80%) PADA PROSES PENGELASAN GTAW DENGAN MATERIAL STAINLESS STEEL SA 312 TP 304 TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN NILAI KEKERASAN Nama : Nugroho Waluyo Utomo NIM : 16050754091 Program Studi : S-1 Teknik Mesin Jurusan : Teknik Mesin Fakultas : Teknik Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Akhmad Hafizh Ainur R., S.T., M.T. Dapat kita ketahui tingkat kekerasan sambungan las GTAW dapat dipengaruhi beberapa faktor, antara lain adalah penggunaan backing gas dan penggunaan kawat pengisi (filler rod). Dalam pengambilan data penelitian ini menggunakan statistik deskriptif yaitu menggambarkan hasil penelitian dalam tabel, grafik, dan foto, kemudian diuji hipotesisnya dengan menggunakan uji-t. Jumlah spesimen yang digunakan sebanyak 4 spesimen, yang berbeda komposisi backing gas nya. Selanjutnya spesimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pipa stainless steel SA 312 TP 304 yang dilas GTAW dan diuji struktur mikro pada daerah logam induk dan logam las kemudian diuji kekerasan sebanyak tiga pada setiap daerah uji dan diambil nilai rata-ratanya. Hasil penelitian menunjukkan uji struktur mikro pada daerah logam induk (base metal) spesimen A1 A2 dan spesimen B1 B2 didominasi struktur kristal fasa austenite. Sedangkan pada daerah logam las (weld metal) spesimen A1 A2 dan spesimen B1 B2 terjadi perubahan pada fasa struktur kristalnya yaitu fasa ferrite dan bainit. Pada uji kekerasan daerah BM (Base Metal) nilai tertinggi diperoleh dengan nilai 53,9 Kg pada backing gas nitrogen (H2N2) (20%-80%), Pada uji kekerasan daerah HAZ (Heat Affected Zone) nilai tertinggi diperoleh dengan nilai 53,9 Kg pada backing gas argon (Ar) (99%), Pada uji kekerasan daerah WM (Weld Metal) nilai tertinggi diperoleh dengan nilai 56,2 Kg pada backing gas argon (Ar) (99%). Hal ini diperkuat berdasarkan hasil analisis parametrik normalitas dan homogenitas dengan hasil > 0,05 yang berarti data normal-homogen dan pada uji t, terlihat bahwa backing gas mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap nilai kekerasan karena nilai sig (2-tailed) < 0,05 dan t hitung > t tabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kata kunci: Backing Gas, Stainless Steel SA 312 TP 304, Struktur mikro, dan Nilai kekerasan
PENGARUH ARAH ORIENTASI SERAT IJUK DAN SERAT E-GLASS TERHADAP KEKUATAN GESER KOMPOSIT HYBRRID DENGAN RESIN POLYESTER ANDREAWAN, AGUNG; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi otimotif bahan komposit sangat diperlukan dalam pembuatan bodi mobil khususnya bagian bumper depan ,disisi komposit mempunyai sifat mudah dibentuk, difabrikasikan dan memiliki bobot yang lebih ringan. Komposit ini menggunakan serat alam yaitu serat ijuk, dimana serat ijuk sendiri belum digunakan secara maksimal khususnya pada bidang otomotif. Pada tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh arah orintasi serat komposit hybrid serat ijuk acak dan serat E-glass anyam dengan resin polyester terhadap kekuatan geser. Dalam pembuatan komposit ini bahan yang digunakan adalah serat E-glass anyam, serat ijuk acak dengan ketebalan 1 mm ± 0,5 mm, resin unsaturated polyester 157 BTQN, dan katalis MEKPO. Susunan serat dimana serat ijuk dibagian atas dan serat E-glass dibagian bawah. Variasi arah orintasi serat 0°,30° , 45° , 60° dan 90°. Pembuatan komposit menggunakan metode hand lay-up dan press mold. Pengujian geser ini menggunakan standar ASTM D5379. Komposit diamati secara visual dengan foto makro untuk mengetahui bentuk penampang patahan akibat pengujian geser. Setelah dilakukan pengujian geser dapat disimpulkan hasil dari kekuatan geser diperoleh kekuatan geser rata-rata tertinggi pada arah orientasi serat sudut 30° yaitu sebesar 65 MPa, sedangkan untuk kekuatan geser rata-rata terendah pada arah orientasi serat sudut 90° yaitu sebesar 38.06 MPa. Kata kunci: Orientasi serat, Komposit hybrid, Serat ijuk, Serat E-glass, Resin polyester, Kekuatan geser.
PENGARUH TEMPERATUR DAN WAKTU PROSES ELEKTROPLATING TERHADAP STRUKTUR MIKRO, KETEBALAN DAN KEKERASAN LAPISAN NIKEL BAJA ST41 , ANDRIAWAN; ENDAH PALUPI, AISYAH
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pelapisan logam khususnya elektroplating, mendorong para peneliti untuk terus berinovasi. Dahulu pelapisan logam hanya digunakan untuk ketahanan terhadap korosi, sekarang dapat digunakan untuk menaikkan kekuatan dan keindahan dari produk yang dilapisi. Hal ini yang dibutuhkan oleh UKM di Sidoarjo yang bergerak di bidang usaha elektroplating yang salah satu produknya adalah peninggi shock belakang sepeda motor. Ditinjau dari fungsi dan guna dari produknya, kekerasan lapisan sangat penting diperhatikan. UKM ini belum menggunakan standar baku pada proses produksinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh temperatur elektrolit dan waktu pencelupan proses pelapisan elektroplating terhadap ketebalan, kekerasan dan struktur mikro lapisan nikel. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif dengan standart ASTM B689 Volume (02.05) dengan baja St41 sebagai spesimennya. Spesimen dicelupkan dalam larutan elektrolit dengan temperatur yang divariasikan yaitu 30, 40 dan 50? selama 10 menit, dengan cara yang sama dilakukan untuk waktu pencelupan 15 dan 20 menit. Pada penelitian ini dilakukan beberapa pengujian antara lain, pengujian ketebalan dengan Coating Thickness Gauge didapatkan nilai ketebalan paling tinggi pada waktu 20 menit serta temperatur 50°C dengan nilai 21.8 µm dan Pengujian kekerasan dengan Rockwell Hardness Tester didapatkan nilai kekerasan paling tinggi pada waktu 10 menit dan temperatur 30°C dengan nilai 32.1 HRC. Data yang diperoleh menujukkan semakin tinggi temperatur dan semakin lama waktu yang digunakan maka lapisan nikel semakin tebal, namun kekerasan menurun. Penelitian ini juga melakukan uji SEM-EDX dan didapatkan massa atom Ni pada waktu 10, 15 dan 20 menit dengan temperatur 30? adalah 84.80%, 89,85% dan 93.37% serta jumlah atom Ni 62.31%, 74.36% dan 79.88%. Data tersebut menunjukkan bahwa semakin lama waktu proses maka semakin banyak massa atom dan jumlah atom Ni yang tereduksi dan menempel sehingga lapisan Ni yang terbentuk dipermukaan baja St41 semkain tebal. Kata Kunci: baja St41, waktu pencelupan, temperatur elektrolit, ketebalan, kekerasan, struktur mikro

Page 2 of 3 | Total Record : 21