cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 563 Documents
PENGARUH PANJANG LINK KONTROL AKTIF TERHADAP KINERJA TURBIN ANGIN DARRIEUS TIPE-H NACA 0018 BUNGA NADIA, POPPY
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi merupakan komponen penting yang tidak dapat dilepaskan dalam kehidupan manusia. Hampir semua kehidupan manusia bergantung pada energi yang tidak terbaharukan, salah satunya pemanfaatan energi fosil untuk memenuhi kebutuhan energi manusia dalam sekala besar. Indonesia merupakan salah satu negara yang memliki potensi energi terbarukan yang sangat melimpah. Menurut PP No. 79 tahun 2014 angin adalah salah satu sumber energi terbarukan yang dikembangkan saat ini. Turbin angin merupakan salah satu sumber energi alternatif yang berbasis pada konversi energi kinetik menjadi energi listrik. Hal tersebut mendorong peneliti untuk melakukan penelitian menganalisa pengaruh panjang link kontrol aktif terhadap kinerja turbin angin Darrieus tipe-H. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh panjang link kontrol aktif terhadap kinerja turbin angin Darrieus tipe-H terhadap daya yang dihasilkan dan efisisiensi turbin. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Objek dalam penelitian ini adalah turbin angin Darrieus tipe-H dengan kontrol aktif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah memvariasikan panjang link (150, 140, dan 130 mm). Hasil pada penelitian menunjukkan pada panjang link 150 mm menghasilkan daya sebesar 0,456 watt dan efisiensi sebesar 5,27% dengan kecepatan angin 6,5 m/s. Pada panjang link 140 mm dengan kecepatan angin 6,5 m/s daya yang dihasilkan sebesar 0,3161 watt dan efisiensi sebesar 4,26%, sedangkan untuk panjang link 130 mm dengan kecepatan 6,5 m/s menghasilkan daya sebesar 0,2084 watt dan efisiensi sebesar 3,37%. Panjang link 150 mm menghasilkan daya dan efisiensi yang paling tinggi dibandingkan dengan panjang link 140mm dan 130 mm.   Kata Kunci: Turbin Angin, panjang link, Darrieus tipe-H, kontrol aktif.
PENGARUH PANJANG LINK KONTROL AKTIF TERHADAP KINERJA TURBIN ANGIN DARRIEUS TIPE-H NACA 0018 BUNGA NADIA, POPPY
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi merupakan komponen penting yang tidak dapat dilepaskan dalam kehidupan manusia. Hampir semua kehidupan manusia bergantung pada energi yang tidak terbaharukan, salah satunya pemanfaatan energi fosil untuk memenuhi kebutuhan energi manusia dalam sekala besar. Indonesia merupakan salah satu negara yang memliki potensi energi terbarukan yang sangat melimpah. Menurut PP No. 79 tahun 2014 angin adalah salah satu sumber energi terbarukan yang dikembangkan saat ini. Turbin angin merupakan salah satu sumber energi alternatif yang berbasis pada konversi energi kinetik menjadi energi listrik. Hal tersebut mendorong peneliti untuk melakukan penelitian menganalisa pengaruh panjang link kontrol aktif terhadap kinerja turbin angin Darrieus tipe-H. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh panjang link kontrol aktif terhadap kinerja turbin angin Darrieus tipe-H terhadap daya yang dihasilkan dan efisisiensi turbin. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Objek dalam penelitian ini adalah turbin angin Darrieus tipe-H dengan kontrol aktif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah memvariasikan panjang link (150, 140, dan 130 mm). Hasil pada penelitian menunjukkan pada panjang link 150 mm menghasilkan daya sebesar 0,456 watt dan efisiensi sebesar 5,27% dengan kecepatan angin 6,5 m/s. Pada panjang link 140 mm dengan kecepatan angin 6,5 m/s daya yang dihasilkan sebesar 0,3161 watt dan efisiensi sebesar 4,26%, sedangkan untuk panjang link 130 mm dengan kecepatan 6,5 m/s menghasilkan daya sebesar 0,2084 watt dan efisiensi sebesar 3,37%. Panjang link 150 mm menghasilkan daya dan efisiensi yang paling tinggi dibandingkan dengan panjang link 140mm dan 130 mm.   Kata Kunci: Turbin Angin, panjang link, Darrieus tipe-H, kontrol aktif.
PENGARUH JARAK BAFFLE TERHADAP EFEKTIVITAS HEAT EXCHANGER TIPE SHELL AND TUBE DENGAN DOUBLE SEGMENTAL BAFFLE PAMUJI, LULUS
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan heat exchanger jenis shell and tube untuk saat ini semakin luas utamanya dibidang industri dan teknologi. Perancangan heat exchanger yang baik sangat mutlak diperlukan agar mampu memberikan efektivitas perpindahan panas yang maksimal, salah satunya dengan susunan jarak baffle. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah mengetahui pengaruh susunan jarak baffle terhadap efektivitas pada heat exchanger tipe shell and tube dengan menggunakan jenis baffle double segmental. Objek penelitian eksperimen ini adalah heat exchanger tipe shell and tube dengan variasi jarak baffle, dimana peletakan baffle dilakukan dengan variasi jarak antara lain 4 cm, 10 cm dan 16 cm serta jenis baffle yang digunakan yaitu double segmental baffle. Pengambilan data didapatkan dengan mengukur temperatur fluida masuk dan keluar menggunakan thermocouple yang dipasang diberbagai titik saluran masuk dan keluar fluida pada heat exchanger tipe shell and tube. Data yang diperoleh kemudian dianalisa secara deskriptif yaitu pengambilan data dari alat ukur, hasil dari pengukuran dimasukan dalam tabel, dihitung secara teoritis dan ditampilkan dalam bentuk grafik. Hasil penelitian diperoleh efektivitas tertinggi pada jarak baffle 4 cm yaitu sebesar 37,4 % dengan laju perpindahan panas yang terjadi  sebesar 5105,30 watt. Sedangkan untuk jarak baffle 10 cm didapatkan nilai efektivitas sebesar 29,4 % dengan laju perpindahan panas yang terjadi sebesar 4011,10 watt dan untuk jarak baffle 16 cm didapatkan nilai efektivitas terendah sebesar 24 % dengan laju perpindahan panas yang terjadi hanya  sebesar 3272,17 watt. Dengan demikian dapat disimpulkan semakin dekat jarak baffle maka akan meningkatkan efektivitas heat exchanger. Kata Kunci: shell and tube heat exchanger, jarak baffle, double  segmental  baffle, efektivitas
PEMANFAATAN LIMBAH BUAH TOMAT (SOLANUM LYCOPERSICUM) SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF (BIOETHANOL) hanif, Ahmat
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak bumi merupakan bahan bakar yang paling banyak digunakan oleh masyarakat. Penggunaan bahan bakar yang berbasis dari minyak bumi sebagian besar dipakai di bidang industri dan transportasi. Minyak bumi merupakan bahan bakar yang tidak dapat diperbaharui. Untuk mengatasi hal tersebut maka perlu dicari bahan bakar alternatif baru yang dapat diperbaharui (renewable) yang salah satunya berasal dari biomassa nabati  yang diberi nama bioethanol. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk memanfaatkan limbah buah tomat menjadi bioethanol sebagai pengganti atau pencampur “Biopremium”. Dalam penelitian ini penelitini menggunakan metode eksperimen untuk mencari perbandingan yang paling optimal, dengan bahan limbah buah tomat 250 gr, variasi ragi 6 gr, 8 gr, 10 gr, 12 gr, 14 gr, variasi air 750 ml, 1000 ml, 1250 ml, 1500 ml, 1750 ml dengan lama fermentasi 3 hari, 4 hari, 5 hari, 6 hari. Tahap dari penelitian awal ini di hasilkan bioethanol berkadar 13%(kondisi paling optimum) pada jumlah air 1000 ml, berat ragi 8 gr, dan lama fermentasi 5 hari. Dilakukan distilasi bertingkat untuk proses selanjutnya agar didapatkan hasil kadar bioethanol >90%, distilasi menggunakan silica gel dan garam. Hasil dari penelitian ini, didapatkan perbandingan lama fermentasi 5 hari, banyak ragi 8 gr dan banyak volume air 1000 ml. Hasil pengujian karateristik dari bioethanol  berbahan baku limbah buah tomat ini adalah kadar bioethanol 95%, nilai kalori 5696 Kcal/kg, Densitas pada 15?C 0,825 g/cm³, kadar metanol 0,000116  mg/l, kadar air 0,6841 %-v, kadar tembaga <0,01 mg/kg, keasaman sebagai CH3COOH 0,70 mg/l, tampakan jernih, terang dan tidak kotor, kadar ion klorida (Cl¯) 41,35 mg/l, kandungan belerang (S) 0 mg/l, dan kadar getah 6,8 mg/l. Kata kunci : Bioethanol, karakteristik, bahan bakar, limbah tomat.
ANALISIS KAPASITAS PRODUKSI PEMECAH BATU STONE CRUSHER DENGAN METODE CAPACITY REQUIREMENT PLANNING (CRP) DI PT. VARIA USAHA BETON PANDAAN Zadit Taqwa, Ahmad
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berkembangnya dunia usaha khususnya dalam bidang produksi batu pecah untuk bangunan semakin meningkat. PT. Varia Usaha Beton Pandaan adalah perusahan yang bergerak dalam bidang pemecahan batu sebagai bahan utama pembuatan beton siap pakai dan jasa pengecoran. Mendukung proses produksi beton maka di perlukan bahan batu pecah, pemakaian batu pecah  mengalami peningkatan setiap bulannya. Proses memproduksi batu pecah sendiri menggunakan mesin Stone Crusher  berkapasitas 100 ton yang bertempat di PT. Varia Usaha Beton Pandaan. Penelitian ini bertujuan untuk meramalkan permintaan batu pecah 10-20 mm pada periode tahun 2017 dan menganailis kebutuhan kapasitas produksi dengan menggunakan metode Capacity Requirement Planning (CRP) di PT Varia Usaha Beton Pandaan, dengan mesin Stone Crusher yang terdiri 1 mesin Primary Crusher dan empat mesin Secondary Crusher dari dua stasiun kerja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini dengan bantuan metode Capacity Requirement Planning (CRP). Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, dapat diambil simpulan bahwa peramalan permintaan batu pecah ukuran 10-20 mm di PT. Varia Usaha Beton Pandaan pada tahun 2017 menggunakan teknik Moving Average yaitu pada bulan Januari sebesar 6.496 Ton, bulan Februari sebesar 6.142 Ton, bulan Maret sebesar 6.919 Ton, bulan April sebesar 8.750 Ton, bulan Mei sebesar 8.594 Ton, bulan Juni sebesar 7.854 Ton, bulan Juli sebesar 8.312 Ton, bulan Agustus sebesar 8.481 Ton, bulan September sebesar 8.954 Ton, bulan Oktober sebesar 8.599 Ton, bulan November sebesar 9.610 Ton, dan pada bulan Desember sebesar 9.569 Ton. Kapasitas yang diperlukan pada work station pertama untuk bulan Januari - Desember tahun 2017 yaitu: 64,96 jam, 61,42 jam, 69,19 jam, 87,5 jam, 85,94 jam, 78,54 jam, 83,12 jam 84,81 jam, 89,53 jam, 85,98 jam, 96,1jam, dan 95,69 jam. Sedangkan pada work station kedua yaitu: 259,83 jam, 245,69 jam, 276,75 jam, 350 jam, 343,77 jam, 314,17 jam, 332,49 jam, 339,25 jam, 358,16 jam, 343,95 jam, 384,40 jam, dan 382,75 jam. Langkah-langkah yang dilakukan agar bisa mencukupi kekurangan kapasitas work station 2 (mesin Secondary Crusher) di bulan Juli – Desember tahun 2017 tersebut dengan cara menambah jam kerja/lembur (over time), sedangkan untuk work station 1 (mesin Primary Crusher) dengan menggunakan 1 mesin masih mencukupi. Kata Kunci: Capacity Requirement Planning (CRP), kapasitas tersedia, kapasitas yang diperlukan 
ANALISA KEKUATAN TARIK KOMPOSIT BERPENGUAT SERAT POHON AREN (IJUK) ACAK-ANYAM-ACAK DENGAN RESIN POLYESTER WAHYU FIRDAUSA, ANDIYANTO
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Komposit adalah material yang terbentuk dari serat sebagai penguat, resin sebagai matriks, dan katalis. Penelitian ini menggunakan serat ijuk dari pohon aren, resin polyester BQTN 157, dan katalis methyl ethyl keton peroxide (MEKPO). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan tarik pada komposit serat ijuk acak-anyam-acak, mekanisme kegagalan, dan bentuk penampang patahan setelah dilakukan pengujian tarik. Pada penelitian ini serat disusun secara lamina yaitu acak-anyam-acak, kemudian menggunakan variasi fraksi volume serat 35%, 45%, 50%, 55% dan 60%. Metode pembuatan komposit polyester ini menggunakan hand lay-up dan press mold, untuk spesimen pengujian menggunakan standart pengujian tarik ASTM D-638. Dari hasil pengujian tarik didapatkan kekuatan tarik tertinggi pada fraksi volume 45% sebesar dengan rata-rata kekuatan tarik sebesar 243.33 MPa, sedangkan kekuatan tarik terendah pada fraksi volume 35% dengan rata-rata kekuatan tarik sebesar 120.44 MPa. Setelah dilakukan pengujian tarik pada bahan komposit, terdapat dua jenis bentuk penampang yaitu fiber pull-out dan delamination.  Kata kunci : fraksi volume serat, komposit, kekuatan tarik, polyester, serat ijuk
PEMBUATAN BIODIESEL BIJI NYAMPLUNG (CALLOPHYLUM INOPHYLLUM) MELALUI PROSES DE-GUMMING MENGGUNAKAN ASAM SITRAT METODE NON-KATALIS lazuardi, vigor
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak bumi merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui karna dalam pembentukannya memerlukan proses berjuta-juta tahun lamanya. Penggunaan minyak bumi di Indonesia mengalami peningkatan yang sangat drastis seiring dengan bertambahnya jumlah kendaraan bermotor yang semakin meningkat pula. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh asam sitrat dalam proses de-gumming minyak biji nyamplung dalam pembuatan biodiesel minyak biji nyamplung metode non-katalis sehingga dapat mengetahui apakah karakteristik biodiesel sesuai dengan SK Dirjen EBTKE 2013 dan mengetahui pada temperatur berapa dihasilkan biodiesel paling optimal. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian eksperimental (experimental research). Objek dalam penelitian ini menggunakan minyak biji nyamplung dengan variasi de-gumming asam sitrat 0,2%, 0,4%, dan 0,6%. Dan variasi suhu reaktor BCR 125?C, 130?C, 135?C, 140?C, 145?C, dan 150?C. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif yaitu menggambarkan hasil penelitian dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan kadar fosfor setelah proses de-gumming dengan prosentase asam sitrat sebagai adsorbant sebanyak 0,6% menurunkan kadar fosfor menjadi 0,011%/vol dari kadar fosfor awal 0,025%/vol di dalam minyak biji nyamplung atau memiliki nisbah penurunan kadar fosfor sebesar 56%. Hasil uji karakteristik biodiesel dari minyak biji nyamplung metode non-katalis dengan proses degumming pada temperatur  135?C  dan rasio molar 80 yang sudah memenuhi standart  Dirjen EBTKE tahun 2013 adalah sebagai berikut: flash point 105?C, water content 0,002215 %/Vol, cetane number 52,76, dan residu karbon mikro 0,0256%/massa. Hasil produksi biodiesel  yang optimal adalah pada temperatur reaksi 135 ?C,  karena pada temperatur  135 ?C mulai dapat dihasilkan biodiesel yang konstan dan menghasilkan  metil ester dan gliserol terbanyak yaitu Me:80 ml dan Gl:70 ml.
RANCANG BANGUN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA HYBRID FUEL CELL DAN SOLAR CELL DENGAN ACUAN PERGERAKAN MATAHARI WAYAN BAYU ANDANA, I
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 01 (2017): JTM : Volume 05 Nomor 01 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan energi masyarakat Indonesia terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk. Hal ini berbanding terbalik dengan pola konsumsi energi dan energi fosil yang terus berkurang. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah energi tersebut adalah dengan menggunakan fuel cell dan solar cell. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui desain pembangkit listrik tenaga hybrid, mengetahui karakteristik daya fuel cell dan solar cell, dan mengetahui performa dari pembangkit listrik tenaga hybrid. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental (experimental research) dimana fuel cell dan solar cell akan digabung menjadi sistem hybrid  untuk mengatasi masing-masing kekurangan dari fuel cell dan solar cell dengan variasi beban 25 W, 50 W, 75 W, dan 100 W. Solar cell akan dipasang dengan light dependent resistor (LDR) agar bisa mendapatkan intensitas energi surya yang tinggi. Teknik Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif yaitu menggambarkan hasil penelitian dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil dari penelitian ini adalah daya dari solar cell stabil saat mengalami peningkatan dan penurunan karena menggunakan sensor light dependent resistor. Daya tertinggi terdapat pada beban 75 W dengan daya sebesar 65,63 W. Sedangkan daya terendah terdapat pada beban 50 W dengan daya sebesar 18,52 W. Daya dari fuel cell mengalami fluktuasi, hal ini dikarenakan oleh konsumsi gas hidrogen yang tidak sesuai dengan kemampuan fuel cell. Daya tertinggi terdapat pada beban 50 W dengan daya sebesar 0,16 W. Sedangkan untuk daya terkecil terdapat pada beban 100 W dengan daya sebesar 0,04 W. Performa pembangkit listrik tenaga hybrid mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya daya beban rencana. Performa tertinggi terdapat pada beban 100 W sebesar 64,72%. Sedangkan performa terendah terdapat pada beban 25 W dengan efisiensi sebesar 63,68%.
PEGARUH BERAT KATUP BUANG TERHADAP KINERJA DAN VISUALISASI ALIRAN PADA POMPA HIDRAM MODEL T PRASETIYO BUDI, DONI
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 01 (2017): JTM : Volume 05 Nomor 01 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pompa hidram adalah dari kata Hydraulic Ram yaitu pompa yang bekerja mengandalkan hentakan dari sistem hidrolika. Pompa hidram bekerja dengan cara memanfaatkan energi potensial pada air dalam pipa lurus kemudian menjadi tekanan dinamis yang berakibat tercipta hantaman air sehingga terjadi tekanan tinggi dalam pompa sehingga bisa mengalirkan air dari bawah menuju ke tempat yang lebih tinggi.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Teknik analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif yaitu menggambarkan hasil penelitian secara grafis dalam table, histogram, dan grafik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi berat katup buang. Pompa hidram yang digunakan pada penelitian ini memiliki diameter pipa inlet 2 inch, panjang 4m, diameter pipa discharge 0,5 inch, panjang discharge 4 m, 6 m ,8 m ,dan berat katup penghantar 135 gram, dengan menggunakan volume diafragma 0,0036 m3, sedangkan variasi sedangkan variasi berat katup buang ( katup limbah ) adalah 350 gr, 400 gr, 450 gr, 500 gr, 550 gr. Untuk mengetahui proses kerjanya di lakukan proses visualisi aliran pada saat pompa bekerja dengan menggunakan cairan pewarna.Hasil penelitian menujukkan kapasitas terbaik pada berat katup kejut 350 gram dengan discharge meter 10,5 L/min. Effisiensi pompa terbaik pada berat 350 gram dengan discharge 4 meter 36,03%. Dan aliran fliuda dalam rumah pompa adalah aliran turbulent. Kata kunci : Pompa Hidram, berat Shock valve,  visualisasi aliran kerja.
PENGARUH BERAT KATUP DIAFRAGMA TERHADAP KINERJA DAN VISUALISASI PROSES ALIRAN PADA POMPA HIDRAM MODEL T ANJAR RASHETA, DANANG
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 01 (2017): JTM : Volume 05 Nomor 01 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air merupakan salah satu faktor yang sangat penting dan dibutuhkan dalam kehidupan makhluk hidup. Munculnya permasalahan yang menyangkut air disebabkan oleh peningkatan beragam kebutuhan dan kepentingan kehidupan makhluk hidup. Pompa adalah peralatan mekanis untuk mengubah energi mekanik dari mesin penggerak menjadi energi tekan fluida yang dapat membantu memindahkan fluida ke tempat yang lebih tinggi elevasinya.  Pompa hidram (Hydraulic Ram) adalah sebuah pompa yang tidak memerlukan energi luar sebagai sumber tenaga penggerak utama.  Pompa hidram adalah dari kata Hydraulic Ram yaitu pompa yang bekerja menggunakan hentakan dari sistem hidrolik air.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Desain pompa hidram dalam penelitian ini menggunakan diameter pipa inlet 2 inch dengan panjang 4 m, badan pompa 4 inch, volume tabung diafragma 0,0036 m3, dan diameter discharge 0,5 inch dengan tinggi 8 m. Sedangkan untuk variasi berat katup diafragma yang digunakan 135 gram, 175 gram, 215 gram, 255 gram, 295 gram. Dan untuk mengetahui visualisai aliran yang terjadi pada saat pompa bekerja dengan menggunakan suntikan cairan pewarna. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa efisiensi pompa di pengaruhi oleh kapasitas discharge dan kapasitas limbah. Sedangkan kapasitas discharge di pengaruhi oleh berat katup diafragma. Semakin berat katub diafragma semakin sedikit kapasitas discharge yang dihasilkan. Semakin tinggi discharge maka semakin berkurang kapasitas discharge, yang mana pada ketinggian discharge tertentu mempengaruhi besarnya pressure dan juga ketinggian air dalam tabung diafragma. Efisiensi pompa terbaik pada per ketinggian discharge 4 m, 6 m, dan 8 m menggunakan berat katup diafragma 135 gram dengan hasil efisiensi per ketinggian discharge 4 m efisiensi pompa 39,24%, ketinggian 6 m efisiensi pompa 31,96%, dan ketinggian 8 m efisiensi pompa 20,56%. Dan hasil visualisasi proses aliran terjadi turbulensi aliran disemua bagian pompa. Kata Kunci: Pompa Hidram, berat katup diafragma, visualisasi aliran kerja.