cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 563 Documents
KARAKTERISTIK POLA ALIRAN DENGAN SIMULASI NUMERIK DI DALAM INTAKE MANIFOLD RINI DYAH WULANDARI, SEPTI
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan performa mesin dan emisi gas buang yang ramah lingkungan merupakan hal penting untuk kendaraan saat ini, didukung dengan peraturan pemerintah penggunaan kendaraan sesuai dengan standar Euro 3. Salah satu penelitian eksperimen yang telah dilakukan untuk mendukung peraturan tersebut adalah memodifikasi sudut kelengkungan intake manifold kendaraan konvensional. Hasil terbaik dengan variasi kelengkungan 180? performa mesin meningkat dikarenakan timbulnya aliran turbulen pada lengkungan yang membuat pencampuran bahan bakar dan udara menjadi homogen. Hal ini belum mampu dijelaskan pada penelitian eksperimen bagaimana karakteristik aliran tersebut terjadi. Dalam Penelitian ini dilakukan pada model intake manifold Honda Supra X 2002 standar dan modifikasi sudut putaran 180o. Metode penelitian ini adalah simulasi numerik dengan menggunakan software CFD (Computational Fluid Dinamics) ANSYS FLUENT 14.5. Dalam simulasi ini digunakan model mesh hexahedron atau persegi. Digunakan model turbulen k-ε RNG dengan variasi Reynolds number 10195, 13100, dan 32032. Data yang dianalisa adalah velocity contour, pressure contour, velocity streamlines, velocity vector, secondary flow contour dan vector. Kesimpulan dari simulasi numerik bahwa dengan model intake manifold modifikasi sudut putar 180? lebih mampu menghasilkan pencampuran fluida yang homogen dibandingkan dengan model intake manifold standar. Kararteristik pola aliran yang terjadi di dalam pipa ialah pada inlet umumnya kecepatan aliran fluida seragam, selanjutnya kecepatan aliran berubah karena efek aliran viscous dan kelengkungan pipa. Kecepatan tinggi aliran terjadi pada lengkungan pipa dekat dinding dalam dan kecepatan rendah pada dinding luar, sedangkan tekanan aliran mengalami hal yang sebaliknya. Akselerasi dan separasi aliran terjadi saat melewati lengkungan menuju dinding dalam dengan kecepatan yang tinggi mengakibatkan aliran fluida menghantam dinding dalam dan mengalami arus balik yang bertubrukan dengan arus utama sehingga timbul pusaran dan turbulensi yang membelah aliran menjadi dua bagian (secondary flow). Munculnya secondary flow mampu mempengaruhi pencampuran fluida lebih homogen, sedangkan nilai bilangan Reynolds yang tinggi membuat aliran lebih turbulensi dan pencampuran fluida juga lebih homogen. Kata kunci : Intake Manifold, Karakteristik Pola Aliran, Simulasi Numerik, Secondary Flow
UJI EKSPERIMENTAL PENGARUH JUMLAH BLADE TURBIN ANGIN VERTICAL AXIS JENIS HELICAL TERHADAP KINERJA TURBIN ANGIN INDRA SURYA, ARIEF
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angin adalah salah satu sumber energi terbarukan yang dikembangkan saat ini. Energi angin termasuk energi terbarukan yang didefinisikan sebagai energi yang secara cepat dapat diproduksi kembali melalui proses alam, dan energi angin merupakan sumber daya alam yang dapat diperoleh secara cuma-cuma yang jumlahnya melimpah dan tersedia terus-menerus. Beberapa kelebihan dari energi terbarukan seperti angin, yaitu sumbernya relatif mudah didapat, dan tidak mempengaruhi suhu bumi secara global. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik daya dan efisiensi model turbin angin vertical axis jenis helical. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian eksperimental (experimental research). Objek dalam penelitian ini menggunakan turbin angin vertical axis jenis helical dengan variasi perbandingan jumlah blade turbin angin yaitu variasi 2 blade, 3 blade, dan 4 blade, dan variasi kecepatan angin 4 m/s (Re 1,11 x 105), 5 m/s (Re 1,39x 105), 6 m/s (Re 1,67 x 105), dan 7 m/s (Re 1.95 x 105), dengan variasi beban 500 gram sampai 3200 gram. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif yaitu menggambarkan hasil penelitian dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik daya dan efisiensi pada turbin angin variasi 2 blade diperoleh daya 3,01 watt, dan efisiensi 9,14 %. Turbin angin variasi 3 blade diperoleh daya 3,03 watt, dan efisiensi 9,22 %. Turbin angin variasi 4 blade diperoleh daya 1,95 watt, dan efisiensi 5,94 %. Jumlah blade turbin yang semakin bertambah dan kecepatan angin yang tetap diperoleh unjuk kerja turbin yang meningkat pada jumlah blade 3 dan menurun saat jumlah blade 4.
ANALISIS LAJU KOROSI PADA CASING POMPA (AIR TAMBAK, AIR PDAM, DAN AIR SUMUR) ARIF RAHMANTO, DANU
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korosi merupakan peristiwa yang diakibatkan oleh proses mekanik melalui pergerakan relatif antara aliran gas atau cairan korosif dengan logam.Korosi bisa jugadisebabkan karena impingment corrosion yaitu karena fluida yang sangat deras dan dapat mengikis pada baja yang mengakibatkan korosi.Objekdigunakan pada penelitian ini adalah baja ST 40. Baja ST 40 merupakan baja karbonsedang dengan kandungan unsur karbon 1,2%. Baja karbon sedang biasanya digunakan untuk pembuatan casing seperti casing pada pompa. Pada penelitian ini baja ST 40 yang didapatkan berukuran 3 m, kemudian dipotong dengan ukuran 20 mm sebanyak 27 biji dengan perincian dimensi panjang 20 mm, lebar 10 mm dantebal 4 mm lalu dicelupkan dalam wadah timba yang berisikan air PDAM, air tambakdan air sumur selama 1, 2, 3 minggu secara bergantian serta variasi suhu 40oC, 50oC, dan 60oC. Setelah melakukan perendaman selama 1, 2, 3 minggu benda kerja diangkat lalu dibersihkan dan ditimbang kembali. Kemudian hasil timbang dicatat sebagai hasil penelitian. Dan selanjutnya dilakukan hal yang sama. Data yang diperoleh dari eksperimen dimasukan kedalam tabel, dan ditampilkan dalam bentuk grafik yang kemudian akan dianalisis dan ditarik kesimpulan. Sehinggadapat diketahui persentase perubahan berat awal serta dapat diketahui tingkat korosi pada baja ST 40. Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa temperature dan waktu aging paling menyebabkan korosi adalah 3 minggu dengan suhu 60oC, pada air PDAM 246,79 mpy, air sumur 283,18 mpy dan air tambak 466,37 mpy. Dan pengaruh konsentrasi media air yang digunakan terhadap laju korosi paling tinggi adalah air tambak yaitu  466,37 mpy. Kata Kunci: Laju Korosi, Baja ST 40, Casing Pompa.
KARAKTERISTIK AERODINAMIK PADA KENDARAAN JENIS TRUK YANG DILENGKAPI ROOF SPOILER APRILYANTO, BAYU
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aerodinamika adalah cabang ilmu mekanika fluida yang mempelajari tentang akibat yang ditimbulkan oleh pergerakan udara di dalam maupun di sekitar objek. Banyak penelitian yang telah dilakukan, salah satunya adalah penambahan roof spoiler kendaraan truk. Tujuan  penelitian ini adalah untuk mendapatkan distribusi tekanan, koefisien gaya hambat, koefisien gaya angkat dan profil kecepatan di belakang kendaraan dengan memvariasikan kelengkungan roof spoiler. Penelitian ini dilakukan menggunakan Open Circuit Wind Tunnel Subsonic dengan dimensi test section (365 mm x 365 mm x 1250 mm). Model uji yang menyerupai kendaraan truk Toyota Dyna 110 ST yang dibuat dari PCB (printed circuit board) dengan skala 1:25 dari dimensi aslinya, dan akan diamati gaya aerodinamisnya dengan variasi kelengkungan roof spoiler (R40; datar; dan R54) pada roof spoiler kendaraan truk. Pengukuran profil kecepatan aliran dibelakang model uji kendaraan dilakukan pada rasio X/L 0,32; X/L 0,44; X/L 0,56 dari leading edge pelat datar.  Hasil penelitian menunjukkan dengan variasi kelengkungan roof spoiler cenderung menurunkan coefficient pressure ( ), pada bagian atap model. Penurunan nilai coefficient drag pressure (  terjadi pada variasi kelengkungan roof spoiler R54 dan Re=0,46x  yakni 0,3663 atau turun 15,73% dari model yang tidak menggunakan roof spoiler, sehingga bisa dikatakan pemasangan roof spoiler dengan dengan kelengkungan R54 memiliki dampak terbaik untuk  meningkatkan efisiensi bahan bakar kendaraan. Selain itu, dengan memvariasikan kelengkungan roof spoiler juga dapat meningkatkan coefficient lift pressure ( . Coefficient lift pressure (  terendah ada pada variasi roof spoiler tanpa kelengkungan (Datar) dan Re=0,54x  yakni 0,1343 atau naik 250,65% dari model yang tidak menggunakan roof spoiler. Pada pengukuran profil kecepatan ( ) di belakang model, semua variasi kelengkungan roof spoiler cenderung menurunkan defisit momentum aliran pada semua Re dan semua rasio X/L. Kata kunci:Roof Spoiler,kelengkungan roof spoiler,dan efisiensi bahan bakar.
PENGARUH PENGGANTIAN KOIL SEPEDA MOTOR DENGAN KOIL MOBIL TIPE KERING MERK DIAMOND DENGAN BUSI IRIDUM TERHADAP PERFORMA MESIN SEPEDA MOTOR YAMAHA MIO TAHUN 2011 HISYAM MAULANA, MUKHAMMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Motor bakar sendiri merupakan alat yang merubah energi kimia menjadi energi panas (kalor) dengan proses pembakaran. Secara umum motor bakar memiliki dua tipe penggerak yaitu penggerak manual dan penggerak otomatis (matic). Saat ini banyak peminat kendaraan matic, hal ini dikarenakan oleh kemudahan dalam penggunaanya, tetapi motor jenis ini dinilai kurang bertenaga sehingga perlu dilakukan modifikasi di beberapa komponen sistem pengapian, hal ini bertujuan untuk mengetahui performa mesin yang nantinya dapat digunakan sehari-hari oleh masyarakat dalam berkendara maupun dalam kompetisi balap.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh performa mesin (torsi, daya, dan konsumsi bahan bakar) dengan penggunaan koil mobil tipe kering merk Diamond dan busi iridium pada sepeda motor Yamaha Mio tahun 2011.Dalam penelitian ini divariasikan menjadi 3 kelompok untuk di bandingkan dengan standarnya yaitu : 1) Penggunaan koil standar dan busi iridium, 2) Penggunaan koil kering Diamond dengan busi standar, 3) Penggunaan koil kering Diamond dan busi iridium. Penelitian dalam skripsi ini dilakukan di Lab. Performa Mesin. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimen serta pengujian dilakukan pada rpm berubah dan beban penuh (full open throttle valve).Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa torsi, dan daya yang dihasilkan oleh variasi kelompok 3 penggunaan koil kering Diamond dan busi iridium pada putaran rpm rendah-menengah-tinggi lebih tinggi dibanding dengan kelompok variasi 1 (penggunaan koil standar dan busi iridium), dan kelompok variasi 2 (penggunaan koil kering Diamond dengan busi standar), serta standarnya. Konsumsi bahan bakar pada semua variasi rata-rata mengalami peningkatan, tetapi konsumsi bahan bakar mengalami penurunan hanya pada kelompok variasi 3 (Penggunaan koil kering Diamond dan busi iridium) pada putaran rpm 3000, 3500, 4000, dan pada kelompok variasi 2 (penggunaan koil kering Diamond dengan busi standar) konsumsi bahan bakar mengalami penurunan di rpm 3000 dan 3500. Kemudian untuk suhu panas gas buang kelompok variasi 1 dan kelompok variasi 3 mengalami penurunan dari standarnya dan dari kelompok variasi 2. Kata Kunci: Busi Iridium, Koil tipe kering merk Diamond, Performa mesin Yamaha Mio tahun 2011.
PENGARUH PENGGANTIAN KOIL SEPEDA MOTOR DENGAN KOIL MOBIL TIPE BASAH MERK DENSO DEGAN BUSI IRIDIUM TERHADAP PERFORMA MESIN SEPEDA MOTOR YAMAHA MIO TAHUN 2011 MARGO LAKSONO, TRIO
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, (1). Pengaruh penggunaan koil DENSO terhadap performa mesin sepeda motor Yamaha Mio tahun 2011. (2) Pengaruh penggunaan busi iridium terhadap performa mesin sepeda motor Yamaha Mio tahun 2011. (3) Perbedaan antara penggunaan koil DENSO tipe basah dan busi iridium, dengan penggunaan koil standar dan busi standar, terhadap performa mesin Yamaha Mio tahun 2011. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen. Data diperoleh dengan cara melakukan eksperimen melalui pengujian terhadap objek yang akan diteliti dan mencatat data-data yang diperlukan. Penelitian dan analisis yang dilakukan menunjukan :(1) Penggunaan koil DENSO dapat meningkatkan performa mesin Yamaha Mio tahun 2011.(2) Penggunaan busi iridium dapat meningkatkan performa mesin Yamaha Mio tahun 2011.(3) Terdapat perbedaan nilai performa penggunaan koil standar dan busi standar dengan penggunaan koil DENSO dan busi iridium pada sepeda motor Yamaha Mio tahun 2011.   Kata Kunci:Koil DENSO, performa, sistem pengapian, busi iridium.             
UJI EKSPERIMENTAL PENGARUH PERBEDAAN SUDUT KEMIRINGAN BILAH PADA TURBIN ANGIN SUMBU VERTIKAL JENIS HELIKAL TERHADAP KINERJA TURBIN ANGIN GHOZIAN Z, ABDULLOH
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini energi didunia sangat tergantung pada bahan bakar fosil seperti halnya minyak, batu bara serta gas alam yang tidak dapat diperbarui. Hal ini diperparah dengan hampir semua industri di dunia menggunakan mesin dan alat transportasi yang berbahan bakar minyak bumi sebagai sumber energi penggerak. Dikarenakan menyebabkan terbatasnya penyediaan bahan bakar fosil, maka diperlukan pengembangan sumber energi alternatif sebagai energi baru yang sifatnya terbabarukan seperti energi tenaga angin, mikrohidro, biomassa, serta energy surya, dimana energi angin merupakan sumber energi penting sejak waktu lama di beberapa negara. Dari uraian tersebut untuk mengembangkan model turbin angin vertical axis yang mampu mengoptimalkan potensi pembangkitan listrik pada kecepatan yang cukup tinggi, maka peneliti mencoba mengembangkan model turbin angin jenis helical dengan kemiringan derajat blade yang terbaik. Dengan menggunakan metode pernelitian eksperimental (experimental research). Adapun kegiatan yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi perancangan perbedaan derajat kemiringan bilah terhadap diameter turbin angin jenis Helical terhadap kinerja turbin angin tersebut. Data diambil dengan mengukur daya dan efisiensi turbin pada setiap varisai kemiringan bilah pada bagian beban dan kecepatan angin, dengan menggunakan variable kemiringan turbin yaitu 600, 450 dan 300. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa daya maksimal yang dapat dihasilkan oleh turbin jenis ini 3,007 Watt serta mendapatkan hasil efisiensi sebesar 9,15 % pada variasi sudut kemiringan bilah 600 kecepatan angin 7 m/s, sedangkan pada sudut kemiringan 300 menunjukkan hasil yang paling rendah, yaitu menghasilkan daya turbin sebesar 1,7168 Watt dan efisiensi sebesar 5,22%.. Kata Kunci: Turbin angin Helical, Turbin angin vertikal, NACA
PENGARUH JUMLAH IGNITION BOOSTER PADA KABEL BUSI TERHADAP UNJUK KERJA MESIN HONDA MEGAPRO 160 CC TAHUN 2009 SYAIFUDDIN,
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) terutama dalam bidang otomotif yang semakin pesat. Pengguna sepeda motor honda megapro sering mengabaikan besar kecilnya percikan bunga api pada busi. 9Power berfungsi untuk mempercepat dan menstabilkan arus pada kabel busi. Tujuan penelitian ini adalah: untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan Ignition Booster jenis 9Power terhadap Unjuk Kerja Mesin (torsi, daya dan kosumsi bahan bakar) pada sepeda motor honda megapro 160 cc tahun 2009. Jenis penelitian ini adalah jenis metode eksperimen. Obyek penelitian ini menggunakan sepeda motor honda megapro tahun 2009. Jenis Ignition Booster adalah 9Power dengan variasi jumlah 9Power sebanyak 5 buah 9Power. Dengan pemasangan Satu buah 9Power menempel pada cop busi. Dua buah 9Power berjarak 2.8 cm dari 9Power pertama. Tiga buah 9Power berjarak 2.8 cm  dari 9Power kedua. Empat buah 9Power berjarak 2.8 cm dari 9Power ketiga dan Lima buah 9Power berjarak 2.8 cm dari 9Power ke empat. Pengujian dilakukan Full Open Throttel Valve (katup udara terbuka penuh) dengan metode standar ISO 1585, SAE J1349, DIN 70020. Analisis data yang dilakukan dengan metode deskripsi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan torsi mengalami peningkatan yang paling optimal yaitu ketika menggunakan 1 buah 9Power dengan presentase peningkatan sebesar 9,61%. Daya yang paling optimal yaitu ketika menggunakan 5 buah 9Power dengan presentase peningkatan sebesar 9,02% dan untuk kosumsi bahan bakar yang paling optimal (irit) yaitu ketika menggunakan 1 buah 9Power dengan presentase penurunan kosumsi bahan bakar sebesar -10,85%. Kata Kunci: ignition booster, unjuk kerja mesin.
UJI EKSPERIMENTAL PENGARUH VARIASI JUMLAH SUDU TERHADAP DAYA DAN EFISIENSI TURBIN REAKSI CROSSFLOW POROS VERTIKAL DENGAN SUDU SETENGAH SILINDER RIDUAN, MUJIB
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak  Kebutuhan energi listrik semakin meningkat, dengan keadaan geografis di daerah-daerah di Indonesia dapat dimanfaatkan untuk sebuah pembangkit tenaga listrik berskala kecil yang biasa dikenal dengan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Bentuk turbin yang tepat untuk pembangkit listrik tenaga mikrohidro adalah turbin crossflow. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh variasi jumlah sudu pada turbin reaksi crossflow poros vertikal terhadap daya dan efisiensi yang dihasilkan. Penelitian ini adalah penelitian eksperien. Dalam penelitian ini dibuat beberapa buah runner masing-masing memiliki 6 buah, 8 buah, dan 12 buah mata sudu. Sudu dipasang pada rangkaian turbin, dan diberikan variasi kapasitas dan pembebanan. Pemberian variasi kapasitas dan pembebanan dari proses pengujian didapatkan putaran turbin, kemudian dianalisis lebih lanjut untuk didapatkan daya dan efisiensi dari turbin air. Hasil penelitian ini yaitu jumlah sudu sangat berpengaruh terhadap daya dan efisiensi yang dihasilkan turbin reksi crossflow. Daya dan efisiensi turbin tertinggi terjadi pada sudu 12 apabila dibandingkan dengan sudu 6 dan sudu 8 pada kapasitas 7,49228 L/s dan pembebanan 2000 gram. Kata kunci: Jumlah Sudu, Turbin Crossflow Poros Vertikal, Daya dan Efisiensi.
MENENTUKAN JADWAL PENGGANTIAN KOMPONEN DUMPING GRATE DENGAN MENGGUNAKAN METODE AGE REPLACEMENT UNTUK PENGOPTIMALAN BIAYA DOWN TIME DI PG WATOETOELIS, ( SIDOARJO ) CAHYADIN,
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Metodel dalam penelitian ini menggunakan observasi/pengambilan data biaya,perawatan dan penggantian komponen untuk mengetahui biaya down time pada mesin ketel uap/dumping grate. Pada metode age replacement, tindakan penggantian dilakukan pada saat pengoperasian sudah mencapai umur yang ditetapkan, yaitu sebesar tp. Jika pada selang waktu tp tidak terdapat kerusakan, maka akan tetap dilakukan penggantian sebagai tindakan pencegahan. Jika sistem mengalami kerusakan pada selang waktu (tp), maka dilakukan tindakan penggantian perbaikan dan penggantian berikutnya akan dilakukan berdasarkan perhitungan tp, terhitung mulai dari waktu penggantian perbaikan tersebut. Hasil penelitian Dari hasil Berdasarkan perhitungan yang dilakukan penjadwalan untuk penggantian komponen dumping grade dapat dilihat pada tabel Jadwal penggantian komponen sesuai minimasi downtime. Total biaya penggantian komponen dumping grate selama tahun 2015 diketahui dilakukan sebanyak 11 kali dengan total biaya penggantian adalah sebesar Rp 603.015.300,80. Sedangkan pada penggantian komponen dumping grate pada tahun selanjutnya dilakukan penjadwalan sesuai hasil perhitungan metode age replacement pada interval 480 jam dengan total 9 kali penggantian sepanjang musim giling selanjutnya dengan total biaya sebesar Rp  378.246.204,-.Selisih antara total biaya penggantian komponen dumping grate sebelum penadwalan dengan total biaya penggantian komponen dumping grate setelah penjadwalan adalah sebesar Rp 224.769.096,8 atau sama dengan Kata kunci ; Jadwal Penggantian ,Metode age replacement,down time