cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 563 Documents
PENGARUH JUMLAH BILAH CENTRIFUGAL IMPELLER TERHADAP NPSH POMPA sembada, satrya
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 01 (2017): JTM : Volume 05 Nomor 01 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kavitasi merupakan peristiwa terbentuknya gelembung-gelembung uap di dalam cairan yang sedang mengalir ataupun di bagian dalam pompa. kavitasi dipengaruhi oleh NPSH (Net Positive Suction Head), NPSH yang tersedia nilainya harus lebih besar daripada NPSH yang diperlukan untuk mengindari terjadinya kavitasi. Banyak penelitian mengenai pompa sentrifugal yang hanya fokus terhadap kinerja dan efisiensi kerja pompa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah bilah sentrifugal terhadap perubahan NPSH pompa, pengaruh kecepatan terhadap NPSH pompa, pengaruh suhu terhadap NPSH pompa. Dengan variable penelitian impeller 6, 7 dan 8 bilah, variasi suhu 30?C, 40?C, 50?C, 60?C dan variasi putaran motor 1200 rpm, 1500 rpm dan 1700 rpm. Fluida dipanaskan dengan variasi suhu tertentu kemudian menyesuaikan putaran motor yang diterapkan pada setiap bilah impeller, selanjutnya dilakukan pembacaan pada tekanan manometer dan di formulasikan pada rumus NPSH yang tersedia untuk mengetahui besar nilai NPSH pompa. Hasil pembahasan dari penelitian ini bahwa pada putaran poros pompa 1700 rpm, temperatur air 30°C dan posisi valve discharge pada bukaan penuh. Dengan menggunakan impeller 6 bilah NPSH tertinggi 10,19 m, pada impeller 7 bilah NPSH tertinggi 9,88 m, pada impeller 8 bilah NPSH tertinggi 9,57m. Peningkatan temperatur air berpengaruh secara signifikan pada besarnya NPSH pompa, dapat dilihat pada impeller 8 dengan kecepatan 1700 rpm saat bukaan penuh pada valve suction maupun discharge. Pada suhu 30?C nilai NPSH sebesar 9,57, pada suhu 40?C nilai NPSH sebesar 9,27 m, pada suhu 50?C nilai NPSH sebesar 8,79 m dan pada suhu 60?C nilai NPSH sebesar 8,08 m. Kata Kunci : Jumlah Bilah Centrifugal Impeller, NPSH, pompa, kavitasi, temperatur air
PENGARUH JUMLAH BILAH TORQUE FLOW IMPELLER TERHADAP NPSH POMPA CAHYONO, DWI
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 01 (2017): JTM : Volume 05 Nomor 01 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pompa sentrifugal digunakan sebagai peralatan untuk memindahkan fluida cair pada berbagai macam aplikasi industri dan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan mengetahui perubahan nilai tekanan pada sisi suction pompa dan tekanan pada sisi discharge pompa yang mempengaruhi nilai NPSH dan head total pompa. nilai NPSH berpengaruh terhadap terjadinya peristiwa kavitasi atau gelembung udara akibat penurutan tekanan uap sampai turun dibawah tekanan uap jenuhnya, sedangkan nilai head digunakan sebagai pengujian peristiwa kavitasi.Metode penelitian yang digunakan untuk menganalisis data pada penelitian kali ini adalah multivariate anova (MANOVA) untuk menentukan perbedaan NPSH pada tiap grup variabel penelitian dan deskriptif kualitatif pada sample tertentu untuk menentukan besar perubahan nilai-nilai NPSH pada variabel jumlah bilah, perubahan suhu, dan perubahan kecepatan putaran.Hasil penelitan ini menunjukkan ada perbedaan nilai NPSH pada variasi jumlah bilah, perubahan suhu dan perubahan kecepatan. Perbedaan tersebut dilihat dari hasil pengujian multivariate anova pada uji Box’s M dan uji Post Hoc Test yang menunjukkan nilai sig lebih dari 0,05. Pada pengujian NPSH, nilai head mengalami kenaikan pada penambahan jumlah bilah, peningkatan suhu, dan penambahan kecepatan putaran. Sedangkan nilai NPSHa mengalami penurunan pada penambahan jumlah bilah, peningkatan suhu dan penambahan kecepatan putaran. Nilai NPSHa tertinggi didapatkan pada titik bukaan valve suction 90 (terbuka penuh) bilah torque sudu 3 kecepatan putaran 1300 Rpm dengan suhu fluida 30°C dengan nilai 9,77m. Nilai NPSHa terendah didapatkan pada pengujian bilah torque flow 6 kecepatan putaran 2700 Rpm, suhu fluida 60°C dengan nilai 3,34m. Kata kunci : Pompa sentrifugal, NPSH, Bilah torque flow, Suhu fluida, Kecepatan putaran.
KEMIRINGAN SUDUT BALING – BALING TURBIN ANGIN SUMBU HORISONTAL DAN KECEPATAN ANGIN TERHADAP PERFORMA TURBIN ANGIN SUMBU HORISONTAL ANGGA WIJENDRA, SUTRA
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 01 (2017): JTM : Volume 05 Nomor 01 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisis energi yang terjadi berdampak pada kebutuhan energi di Indonesia khususnya dan di dunia pada umumnya terus meningkat karena pertambahan penduduk. Banyak sekali energi alternatif dari alam di Indonesia yang dimanfaatkan salah satunya sumber pembangkit listrik tenaga angin. Turbin angin adalah mesin konversi energi dengan cara memanfaatkan energi angin yang terwujud dalam energi listrik. Sudu merupakan wadah penampung suatu bentuk aliran udara yang dibuat untuk menghasilkan gaya angkat dan gaya untuk menggerakan generator. Tujuan dalam penyusunan Skripsi ini adalah untuk mengetahui kemiringan sudut baling – baling turbin angin terbaik dan pengaruh kecepatan angin terhadap performa turbin angin sumbu horisontal. Metode yang dilakukan yaitu studi literatur, dokumentasi dan pembuatan sudu serta pengujian. Turbin angin yang dibuat dengan sudu sudut 0°, 15° dan 30° dengan variasi kecepatan angin yang diujikan 2,9 m/s, 3,05 m/s, 3,1 m/s, 3,2 m/s, 3,3 m/s, 3,4 m/s, 3,6 m/s, 4 m/s, 4,5 m/s, 4,9 m/s, 5 m/s, 5,2 m/s dan 5,5 m/s. Dari ketiga variabel sudu berdasarkan pengujian beda kecepatan angin, sudu terbaik yang menghasilkan Pin, Pout, dan effisiensi tertinggi pada penelitian ini yaitu sudu sudut 15° dengan kecepatan angin yang paling tinggi 5,49 m/s menghasilkan Pin sebesar 122,03 watt, Pout sebesar 9,76 watt dan effisiensi sebesar 8%, kemudian sudu sudut 30° menghasilkan Pin sebesar 118,72 watt, Pout sebesar 8,62 watt, dan effisiensi sebesar 7,26%. Sedangkan turbin dengan sudut 0° hanya menghasilkan Pin sebesar 122,70 watt, Pout sebesar 7,62 dan effisiensi sebesar 6,21%.   Kata kunci : Turbin angin, kecepatan angin, sudu, daya turbin dan effisiensi 
ANALISA PENGENDALIAN KUALITAS PENGANTONGAN SEMEN DENGAN METODE STATISTICAL PROCESS CONTROL (SPC) DI PT. SEMEN INDONESIA TBK SETIA WICAKSANA, DANANG
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 01 (2017): JTM : Volume 05 Nomor 01 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pengendalian kualitas produksi pada perusahaan baik perusahaan jasa maupun perusahaan manufaktur sangat diperlukan. Dengan kualitas jasa ataupun barang yang dihasilkan tentunya perusahaan berharap dapat menarik konsumen dan dapat memenuhi kebutuhan serta keinginan konsumen. Banyak perusahaan yang menggunakan metode tertentu untuk menghasilkan suatu produksi dengan kualitas yang baik. Kebijakan pengendalian kualitas dan standarisasi terhadap proses pengantongan semen dilakukan juga  oleh PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. Hal ini dilakukan agar proses pengantongan semen lebih berkualitas dan tidak terjadi kerusakan berupa kebocoran, kantong yang jebol, desain kantong yang kurang bagus ataupun isi yang tidak  pas.  Penelitian ini berfokus pada produksi semen yang berkapasitas 13.000.000 ton/ tahun apabila terjadi defect pada produk akan menyebabkan kerugian dan menurunkan kualitas produksi. Untuk itu perlu diketahui jumlah defect yang terjadi serta langkah-langkah untuk mengurangi defect pada pengantongan semen. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif.  Sedangkan metode yang digunakan dalam analisis data adalah metode Statistical Process Control (SPC). Subjek penelitian ini adalah jumlah cacat pada proses pengantongan semen , yaitu yang mengalami kantong bocor, dan kantong pecah. Hasil dari analisa dengan tabel periksa (check sheet) menunjukkan data tabel produksi dan data tabel jumlah cacat perjenis. Pada tabel data produksi dapat diketahui jumlah produksi pada 8 – 21 Januari 2017 sebanyak 1.658.265 pcs dengan tingkat defect 19.678 pcs, dengan persentase defect yang terjadi adalah sebesar 1,19%. Sedangkan pada tabel jumlah cacat perjenis (kantong pecah dan kantong bocor) menunjukkan tingkat defect pada kantong pecah lebih sering terjadi dibandingkan dengan tingkat defect pada kantong bocor yaitu kantong pecah dengan jumlah 14.568 pcs dan kantong bocor dengan jumlah 5.110 pcs. Beberapa faktor penyebab defect pada proses pengantongan semen antara lain, material: mutu kertas dan lem jelek, lingkungan: tempat produksi berdebu dan kurang penerangan, metode: lem tidak rata, manusia: kurang teliti dan mesin: kurang perawatan. Langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mengurangi defect adalah sebagai berikut: meningkatkan pengawasan terhadap kualitas bahan baku kantong semen sebelum masuk ke dalam unit packer, penggalakkan peralatan keamanan (tutup telinga, masker) serta perawatan berkala pada penerangan di setiap spot, pengendalian persiapan sesuai standar dan pengawasan secara intensif, penambahan forklift, penggantian alas kantong semen yang sudah rusak dengan bahan baku plastik yang lebih tahan lama, melakukan pelatihan terhadap pegawai baru, dan meningkatkan pengawasan yang ketat terhadap kinerja pegawai serta meningkatkan perawatan dan pemeliharaan pada mesin produksi. Kata kunci : Pengendalian kualitas, Proses kontrol statistik.
ANALISIS KAPASITAS PRODUKSI PADA PT. MOUNT DREAMS INDONESIA DENGAN METODE ROUGHT CUT CAPACITY PLANNING (RCCP) Nugraha, Akbar
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 01 (2017): JTM : Volume 05 Nomor 01 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Persaingan yang sangat kompetitif antar perusahaan atau industri manufacturing mengharuskan pihak manajemen produksi perusahaan merencanakan kapasitas produksinya dengan tepat. agar dapat memenuhi permintaan konsumen dengan baik. PT. Mount Dreams Indonesia belum memiliki perencanaan jangka panjang kapasitas produksi secara matang yang berakibat pada proses produksi yang tidak terkendali dan keterlambatan untuk memenuhi permintaan konsumen. Penelitian ini bertujuan melakukan perencanaan kapasitas produksi untuk tahun 2017 untuk produk CMP (Corrugating Medium Paper). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Analisis kapasitas yang dilakukan menggunakan metode Rought Cut Capacity planning (RCCP). Hasil penelitian diperoleh Kapasitas diperlukan mesin total pada tahun 2017 pada work station 1: Unpacker 6587 jam, drumpulper 6066 jam, HDC 6615 jam, coarse screening 6139 jam, fine screening 6139 jam, disc thickener 6334 jam, virgin storage 1536 jam, broke storage 1646 jam, mixing chest 1646 jam, blending chest 1646 jam, machine chest 1646 jam, deculator 6427 jam, paper mill machine 6463 jam. Sedangkan Kapasitas diperlukan mesin total pada tahun 2017 pada work station 2: Unpacker 4616 jam, drumpulper 4217 jam, HDC 5047 jam, coarse screening 4801 jam, fine screening 4801 jam, disc thickener 4513 jam, virgin storage 1468 jam, broke storage 1566 jam, mixing chest 1468 jam, blending chest 1468 jam, machine chest 1305 jam, deculator 5014 jam, paper mill machine 5204 jam. Kapasitas tersedia mesin total pada tahun 2017 pada work station 1 adalah sebesar 6774 jam, dan kapasitas tersedia mesin total pada tahun 2017 pada work station 2 adalah sebesar 6415,2 jam. Dengan permintaan terbesar pada bulan Oktober dan kapasitas gudang hanya sebesar 6.950 Ton, Perusahaan harus menambah kapasitas gudang menjadi 15.000 Ton agar mampu menampung persediaan yang akan dipersiapkan untuk bulan berikutnya terutama permintaan terbesar pada bulan Oktober. Kata kunci: Analisis Kapasitas, Corrugating Medium Paper, Metode Rought Cut Capacity Planning (RCCP).
PEMBUATAN BIOBRIKET DARI CAMPURAN BATANG DAN DAUN PISANG KERING SERTA BAMBU MENGGUNAKAN PEREKAT TETES TEBU HARI WIBOWO, DWI
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 02 (2017): JTM : Volume 05 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahan bakar minyak bumi merupakan sumber energi yang tidak dapat diperbaharui sehingga akan mengakibatkan menipisnya cadangan minyak di dalam bumi. Berbagai solusi telah ditawarkan oleh para ilmuwan di dunia untuk mencari alternatif pengganti bahan bakar minyak bumi. Biobriket adalah salah satu bahan bakar alternatif yang bahan dasarnya berasal dari biomassa. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui karakteristik biobriket dari batang dan daun pisang kering serta bambu menggunakan perekat tetes tebu sebagai bahan bakar alternatif. (2) Mengetahui perbandingan ideal antara campuran batang dan daun pisang kering serta bambu menggunakan perekat tetes tebu sebagai bahan bakar alternatif. Dalam penelitian ini, terdapat lima sampel biobriket dengan perbandingan bahan dasar yang berbeda-beda dengan berat total dari briket sebesar 250 gr. Perbandingan bahan dasar batang dan daun pisang kering serta bambu dalam penelitian ini meliputi : (1) 0:100 (2) 5:95 (3) 10:90 (4) 15:85 (5) 20:80 dengan menggunakan perekat tetes tebu sebanyak 30 ml. Pengujian karakteristik biobriket dilakukan dengan pengujian kadar air, kadar abu, kerapatan, kuat tekan dan nilai kalor dari biobriket. Parameter yang dijadikan acuan sesuai dengan Standar Mutu Briket Jepang, Inggris, Amerika, dan Indonesia. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa briket dengan karakteristik terbaik adalah dengan komposisi 100% bambu ori yang memiliki kadar air terendah sebesar 7,50%, kadar abu terendah sebesar 7,94%, kerapatan tertinggi sebesar 0,738 gr/cm3, kuat tekan sebesar 60,813 kg/cm2 dan nilai kalor tertinggi sebesar 5279,387% kal/gr. Kata Kunci :Biobriket, batang dan daun pisang kering, bambu ori dan  tetes tebu.
ANALISA PELAPISAN POWDER COATING PADA BOX PANEL TERHADAP KEBOCORAN ARUS LISTRIK AGUSTA RISTANTO, FEBI
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 02 (2017): JTM : Volume 05 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berkembangnya dunia usaha dalam bidang produksi khususnya berbahan logam semakin meningkat. Untuk memperpanjang umur logam dan meningkatkan ketahanan logam terhadap kerusakan struktur, produk – produk peralatan yang terbuat dari logam biasanya dilapisi dengan logam lain pada tahap penyelesaian produk tersebut. pelapisan cat powder coating yang bertujuan untuk memperbaiki sifat logam agar tahan korosi dan dapat memperindah penampilan permukaan logam. Agar cat yang tadinya berupa powder atau serbuk bisa merekat dengan sempurna maka harus melalui oven dengan suhu 160 - 220 C°. Pelapisan powder coating  sepenuhnya adalah proses finishing kering. Yang terdiri dari partikel-partikel yang dihaluskan, seperti resin, pigmen dan bahan baku lainnya yang diberikan muatan elektrostatis, kemudian disemprotkan ke objek yang akan dilapisi atau di cat. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, yaitu peneliti yang dengan sengaja dan secara sistematis mengadakan perlakuan atau tindakan pengamatan suatu variabel. Dengan cara spesimen yang sudah dipotong, dan dibersihkan kemudian dilapisi dengan Powder Coating dengan variasi 2 layer, 3 layer, 4 layer, kemudian spesimen diukur ketebalannya menggunakan alat ukur Thickness Gauge dan untuk tes kebocoran arus listrik menggunakan alat ukur Tespen dan Avometer. Dari hasil pengujian ketebalan dan pengujian tes kebocoran arus listrik dengan dialiri arus listrik sebesar 1300 Watt, didapatkan lapisan powder coating yang terbaik guna diaplikasikan pada box panel adalah 3 layer dengan nilai ketebalan 0,15 mm dan dapat menjadi rekomendasi untuk digunakan sebagai isolator karena mampu menahan kebocoran arus listrik yang ditunjukan oleh tidak menyalanya indicator lampu pada tespen. Kata kunci: Powder Coating, , Kebocoran Arus Listrik.
SIMULASI NUMERIK PENGARUH PENGGUNAAN ROOF SPOILER TERHADAP GAYA AERODINAMIS PADA KENDARAAN TRUK MUZAKI, LUTFI
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 02 (2017): JTM : Volume 05 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penambahan accesoris roof spoiler pada atas kabin truk akan mengurangi atau mereduksi drag force (gaya drag). Dengan mereduksi drag force dari kendaraan, akan mengurangi hambatan yang di dapat pada saat kendaraan berjalan sehingga beban kendaraan berkurang dan dapat mengurangi konsumsi bahan bakar. Hal ini diperkuat dengan pernyataan Hucho dan Sovran (1993), bahwa drag force berkontribusi hingga 50% dari total konsumsi bahan bakar kendaraan pada kecepatan tinggi. Dalam penelitian ini, digunakan model kendaraan truk. Penambahan roof spoiler ini memvariasikan kelengkungan: segitiga, 40, dan 54. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kelengkungan roof spoiler terhadap efisiensi pemakaian bahan bakar dengan melihat penurunan nilai Coefficient drag (CD). Metode penelitian yang digunakan adalah simulasi numerik dengan menggunakan software CFD (Computational Fluid Dynamics) ANSYS FLUENT 14.5. Dalam simulasi ini, digunakan model elemen mesh Test/Hybrid Tgrid atau segitiga, namun pada bagian dekat bodi dan jalan diberi inflation layer. Digunakan model turbulen k-omega sst dengan variasi Reynolds Number 8,924 x 105, 13,370 x 105, 17,831 x 105, 26,755 x 105,dan  35,663 x 105. Data hasil yang dianalisa adalah Coefficient lift (CL), Coefficient drag (CD), velocity contour, velocity streamline, dan pressure contour. Dari hasil simulasi didapatkan pemasangan roof spoiler dengan variasi kelengkungan dapat mengalirkan aliran di atas kabin truk sehingga aliran tidak membentur pada boks kendaraan yang dapat menghambat truk saat berjalan, tetapi aliran akan langsung di alirkan pada atas boks. Dengan hal itu nilai Coefficient drag (CD) akan menurun sehingga pemakaian bahan bakar akan effisien. Dengan mempertimbangkan effisiensi pemakaian bahan bakar, pemasangan roof spoiler variasi kelengkungan 40 dipilih sebagai variasi terbaik, karena mampu menurunkan nilai Coefficient drag (CD) paling besar yakni (0,399) atau turun (-18,48%) dari model standar.  Kata kunci: Simulasi Numerik, roof spoiler, Coefficient drag, Reynolds Number.
PENGARUH JUMLAH RAGI DAN ENZIM TERHADAP KUALITAS BIOETHANOL DARI LIMBAH KULIT DURIAN (DURIO ZIBETHINUS) APRIAN SYAPUTRA, CAHYA
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 02 (2017): JTM : Volume 05 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring berkembangnya teknologi dan bertambahnya penduduk, kebutuhan energi  yang semakin meningkat. Untuk mengatasi terjadinya kelangkahan BMM telah dilakukan upaya seperti menciptakan energi alternatif yaitu bioethanol. Dalam penelitian ini, proses pembuatan bioethanol yang menggunakan bahan baku kulit durian dengan berat 250 gram, air 1000 ml, lama fermentasi 7 hari. Jumlah ragi bervariasi yaitu: 7,5 gram; 10 gram; 15 gram; 12,5 gram dan 17,5 gram serta enzim bervariasi yaitu: 10 ml; 15 ml; 20 ml dan 25 ml. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode eksperimen untuk mencari hasil kualitas bioethanol yang paling optimal, proses ini terdiri dari persiapan, fermentasi, distilasi (pemurnian), yaitu pemisahan bioethanol dan air dengan suhu 78ºC menggunakan column distilation untuk melihat hasil eksperimen dan menggunakan distilasi bertingkat untuk proses agar didapatkan hasil kadar bioethanol ≥ 90%. Dilakukan distilasi bertingkat, dengan penambahan garam dan silika gel. Selanjutnya, bioethanol akan diuji karakteristik sesuai keputusan DirJen EBTKE (Nomor: 722K/10/DJE/2013) pada tanggal 02 Mei 2013. Dari hasil eksperimen dan uji lab didapatkan perbandingan parameter yang terbaik  yaitu  250 gram limbah kulit durian, 1000 ml air aquadest, lama fermentasi 7 hari, 12,5 gram ragi, 25 ml enzim menghasilkan kadar bioethanol 12%. Perbandingan parameter terbaik tersebut dijadikan acuan peneliti memproduksi bioethanol skala besar untuk diuji karakteristiknya. Perbandingan 1000 gram limbah kulit durian, 4000 ml air aquadest, lama fermentasi 7 hari, 50  gram ragi, 100 ml enzim menghasilkan 210 ml bioethanol kadar 95%. Hasil pengujian karakteristik bioethanol limbah kulit durian adalah kadar bioethanol 95%, kadar methanol 0,464067 %-v, kadar air 0,008235%-v, kadar tembaga (Cu) 0,181 mg/kg, keasaman sebagai asetat 0,42 mg/L, tampakan jernih, terang dan tidak kotor, kadar ion klorida (Cl) 22 mg/L, kandungan belerang (S) 0 mg/L, kadar getah (gum) 1,4 mg/L.   Kata kunci : Kualitas Bioethanol kulit durian, enzim, ragi dan karakteristik
PENGARUH VARIASI LUBANG SUDU CYCLONE TERHADAP EMISI GAS BUANG SEPEDA MOTOR 4 TAK DONA KURNIAWAN, FERY
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 02 (2017): JTM : Volume 05 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi berpengaruh diberbagai bidang, salah satunya adalah bidang otomotif. Industri otomotif memproduksi kendaraan yang inovatif dan efisien. Akibatnya peredaran jumlah kendaraan semakin banyak sehingga konsumsi bahan bakar minyak semakin tinggi, polutan pencemar pun semakin tinggi. Salah satu upaya penanggulangan emisi gas buang kendaraan bermotor adalah dengan cara menambah alat tambahan yang ditempatkan pada saluran masuk/manifold. Alat tambahan tersebut dinamakan cyclone. Oleh sebab itu menimbulkan keinginan untuk melakukan penelitian yang berupa “Pengaruh Variasi Lubang Sudu Cyclone Terhadap Emisi Gas Buang Sepeda Motor 4 Tak”. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh emisi gas buang kendaraan yang menggunakan cyclone dengan variasi lubang sudu. Jenis penelitian ini adalah eksperimen, objek penelitian ini menggunakan sepeda motor Honda Scoopy FI tahun perakitan 2014. Jenis cyclone yang digunakan dalam penelitian ini adalah cyclone dengan variasi lubang sudu, sudu berjumlah 6 dan sudut aksialnya 450. Metode pengujian ini adalah dengan cara pengujian putaran yang berubah-ubah pada beban penuh (Full Open Throttel Valve) dan standar pengujian ini berdasarkan ISO 3930/OIML R-99. Penelitian ini dilakukan di  Laboratorium Performa Mesin Jurusan Teknik Mesin. Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa kendaraan dengan menggunakan cyclone dengan variasi lubang sudu yang berjumlah satu adalah yang terbaik dan dapat menurunkan emisi gas buang. Pada putaran idle kadar CO menurun sebesar 1,17%vol, kadar HC menurun sebesar 94,67ppm, kadar CO2 meningkat sebesar 14,83%Vol, dan kadar O2 menurun sebesar 4,19%Vol. Kata Kunci: cyclone berlubang, emisi gas buang, motor 4 tak.