cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 563 Documents
ANALISIS SISTEM KONTROL SOLAR CELL DENGAN ACUAN PERGERAKAN MATAHARI BERBASIS SENSOR LDR (LIGHT DEPENDENT RESISTOR) Panca Irawan, Irfan
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebutuhan energi masyarakat Indonesia terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk. Hal ini berbanding terbalik dengan pola konsumsi energi dan energi fosil terus berkurang. Energi fosil merupakan energi yang menjadi bahan utama dari pembangkit listrik. Sisa penggunaan bahan bakar fosil menghasilkan global warming dan polusi. Selain dari faktor alam, krisis energi juga dipengaruhi dari faktor ekonomi. Salah satu cara untuk mengatasi dan mengantisipasi krisis energi yaitu dengan menggunakan energi alternatif. Energi elternatif merupakan energi yang dapat diperbarui dan tidak dapat habis. Disini energi alternatif yang diguanakan yaitu solar cell. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental dimana solar cell akan dikontrol menjadi sistem solar cell yang mampu mengitkuti pergerakan matahari. Solar cell akan dilengkapi sensor light dependent resisto (LDR) agar dapat membaca intensitas cahaya yang paling tinggi. Teknik analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif yaitu menggambarkan hasil penelitian dalam bentuk tabel dan grafik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi solar cell yang menggunakan sistem kontrol berbasis sensor light dependent resistor (LDR) dengan acuan pergerkan matahari.Penelitian tentang sistem kontrol solar cell berbasis sensor LDR (light dependent resistor) yang dilakukan diharapkan, dapat memperoleh nilai efisiensi solar cell yang tinggi. Penelitian sistem kontrol solar cell berbasis sensor LDR (light dependent resistor) ini memiliki variabel jumlah sensor yang di gunakan berjumlah 3,5,dan 6 sensor LDR (light dependent resistor). Berdasarkan data pengujian penggunaan jumlah sensor LDR terbaik terdapat pada penggunaan 6 sensor LDR (light dependent resistor), dikarenakan memiliki nilai persentase efisiensi tertinggi yaitu sebesar 6,73% dan memiliki rata-rata selisih kemiringan sudut terkecil yaitu sebesar 7,29?. Berdasarkan data pengujian semakin banyaknya jumlah sensor LDR (light dependent resistor) yang digunakan berpengaruh terhadap nilai rata-rata selisih kemiringan sudut solar cell dan berdampak pada hasil efisiensi yang di hasilkan solar cell .Terlihat penggunaan sensor 6 LDR (light dependent resistor) memiliki nilai efisiensi yang lebih stabil di bandingkan varibel yang menggunakan jumlah sensor LDR 3,4 dan 5. Kata kunci : Solar Cell, Light Dependent Resistor, Pergeraka matahari, Efisiensi Solar Cell 
PENGARUH VARIASI ELEKTROLIT TERHADAP KINERJA DYE SENSITIZED SOLAR CELL (DSSC) MENGGUNAKAN EKSTRAK DAUN MENGKUDU (MORINDA CITRIFOLIA) SEBAGAI DYE SENSITIZER FIRDAUS, ROSA
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian yang telah dilakukan merupakan penelitian eksperimen tentang Pengaruh Variasi Elektrolit Terhadap Kinerja Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) Menggunakan Ekstrak Daun Mengkudu (Morinda Citrifolia) Sebagai Dye Sensitilizer. Variasi elektrolit yang digunakan berupa komposisi PEG yang digunakan yaitu Elektrolit A menggunakan PEG 4000, Elektrolit B menggunakan PEG 6000 dan Elektrolit C menggunakan PEG 8000. Pada penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan prototipe DSSC dengan menggunakan ekstrak daun mengkudu (Morinda Citrifolia) yang mengandung klorofil yang dapat mengkonversi energi cahaya menjadi energi listrik, mengetahui kemampuan fotosensitizer dan karateristik I-V dari ekstrak daun mengkudu sehingga dapat dijadikan sebagai dye dan mengetahui efisiensi tertinggi dari DSSC dengan menggunakan ekstrak daun mengkudu yang mengandung klorofil sebagai dye sensitizer dengan pemberian elektrolit yang berbeda. Untuk menganalisa data pada penelitian menggunakan metode statistika deskriptif, yaitu dengan cara menelaah data yang diperoleh dari eksperimen, dimana hasilnya berupa data kuantitatif dalam bentuk tabel dan ditampilkan dalam bentuk grafik. Penelitian ini mengukur absorbansi dye menggunakan UV-VIS spektrofotometer dan untuk mengetahui kinerja DSSC sendiri diukur menggunakan multimeter yang dilakukan pada siang hari pada pukul 11.00-12.30 WIB dengan sumber cahaya dari sinar matahari dan lampu halogen 220 volt 50 watt dengan intensitas 1226 W/m2 dengan jarak 8 cm. Hasil efisiensi sumber cahaya sinar matahari tertinggi yaitu Elektrolit B sebesar 0,826%, sedangkan Elektrolit A sebesar 0,0249 % dan Elektrolit C sebesar 0,1187%. Hasil Efisiensi sumber sinar  lampu halogen tertinggi yaitu Elektrolit B sebesar 0,133%, sedangkan Elektrolit A sebesar 0,00665% dan Elektrolit C sebesar 0,0326%. Kata Kunci : Dye Sensitized Solar Cell (DSSC), Efisiensi DSSC, Dye , Elektrolit
PENGARUH VARIASI PERENDAMAN ELEKTRODA KERJA TERHADAP KINERJA DYE SENSITIZED SOLAR CELL (DSSC) MENGGUNAKAN EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (PSIDIUM GUAJAVA L.) SEBAGAI DYE SENSITILIZER Muhammad Baisuni, Nur
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dibuat fabrikasi Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) Menggunakan Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium Guajava L.). Sel surya ini terdiri dari sepasang subtrat kaca berlapis bahan ITO (Indinium Thin Oxide) yang saling berhadapan membentuk struktur sandwich. Kaca tersebut berperan sebagai elektroda kerja dan elektroda karbon yang mengapit elektrolit polimer PEG (polyethylene glycol) yang mengandung kopel redoks I?/I?3 yang kemudian dimodifikasi dengan cara prototype DSSC dilapisi Eva Film. Dua sel yang difabrikasi memiliki luas 22 cm2. Pada elektroda kerja dideposisikan lapisan TiO2 dengan metode doctor blade serta direndam pada dye daun jambu biji dengan memvariasi waktu perendaman, masing-masing direndam selama 24 jam, 36 jam dan 48 jam  pada dye untuk mendapatkan waktu perendaman yang optimum. Sedangkan pada elektroda karbon dilapisi lapisan karbon dari pensil 8B dan jelaga lilin. Sel-sel diukur menggunakan multimeter dengan penyinaran menggunakan sumber cahaya sinar matahari pada pukul 11.30-13.00 dengan rentang 5 menit dan penyinaran dengan sumber cahaya lampu halogen 220 Volt 500 Watt dengan intensitas 1226 W/m2 pada jarak 5 cm selama 20 menit dengan rentang 2 menit dan keduanya dilakukan selama 5 hari. Hasil penelitian menunjukan bahwa efisiensi yang dihasilkan DSSC dengan menggunakan sumber cahaya matahari, untuk waktu perendaman selama 36 jam menghasilkan efisiensi yang paling besar 0,14 % dibandingkan waktu perendaman 48 jam dengan efisisiensi 0,028 % dan 24 jam dengan efisiensi 0,012 %.  Sedangkan efisiensi dengan menggunakan sumber cahaya lampu halogen menunjukkan perendaman selama 36 jam juga menghasilkan efisiensi paling besar 0,016 % dibandingkan waktu perendaman 24 jam dengan efisiensi 0,015 % dan 48 jam dengan efisiensi 0,005 %. Kata Kunci: DSSC, Daun Jambu Biji (Psidium Guajava L.), Perendaman, Efisiensi.
MODIFIKASI VOLUME SILINDER DENGAN PENERAPAN SISTEM EFI TERHADAP EMISI GAS BUANG HONDA SUPRA X TAHUN 2002 ARDIANA, DEDI
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan Undang-Undang Lalulintas Jalan Raya No 22 tahun 2009 tentang Uji Emisi, yang mengharuskan seluruh kendaraan di Indonesia menggunakan standar Euro 3. Demi memenuhi hal tersebut sebagian besar pabrikan berfokus pada penggantian proses pengabutan bahan bakar dari karburator menjadi injeksi. Selain itu hal yang bisa dilakukan untuk mengubah performa mesin, efisiensi bahan bakar, dan emisi gas buang adalah dengan memodifikasi komponen mesin. Modifikasi yang dilakukan adalah dengan memodifikasi volume silinder. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh modifikasi volume silinder serta penerapan sistem EFI terhadap emisi gas buang Honda Supra X Tahun 2002. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Hasil pengujian menunjukkan bahwa emisi gas buang terendah terjadi pada eksperimen 3 yang mengalami  modifikasi volume silinder menjadi 110 cc dan sistem EFI. Hasilnya yakni emisi CO sebesar 0,08 %vol pada putaran 2500 rpm, CO2 1,8% vol pada putaran idle 1500 rpm, dan HC sebesar 110 ppm Vol pada 9000 rpm. Jadi eksperimen ketiga menunjukkan reduksi emisi CO sebesar 84,98%, emisi CO2 sebesar 20,90%, dan emisi HC sebesar 40,31%.   Kata Kunci: Sistem Fuel Injection (EFI), Volume silinder, Emisi gas buang
UJI EKSPERIMENTAL PENGARUH VARIASI BANYAK SEKAT PADA SUDU TERHADAP DAYA DAN EFISIENSI TURBIN REAKSI COSSFLOW POROS VERTIKAL DENGAN SUDU SETENGAH SILINDER DWI NUGROHO BP, AGUNG
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebutuhan listrik kian meningkat seiring dengan kemajuan jaman serta perkembangan teknologi. Dengan banyaknya alat-alat elektronik yang membutuhkan tenaga listrik, maka konsumsi akan listrik menjadi kian besar. Masih banyak daerah-daerah yang belum terjangkau listrik PLN karena letak daerahnya yang terpencil, atau belum memiliki akses sehingga sulit untuk dilakukan pembangunan fasilitas agar listrik dari PLN dapat sampai ke daerah tersebut. Kebanyakan listrik saat ini diperoleh dari pembangkit-pembangkit listrik yang menggunakan sumber daya alam dalam skala besar yang sulit didapat pada daerah - daerah tertentu. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan menggunakan sumber daya yang ada di sekitar seperti mikrohidro. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh variasi banyak sekat di sudu turbin reaksi crossflow poros vertikal pada daya turbin dan efisiensinya. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang dilakukan di Laboraturium Mekanika Fluida Universitas Negeri Surabaya. Pengujian dilakukan dengan menguji variabel pengaruh banyaknya sekat yaitu tanpa sekat, satu sekat dan dua sekat pada sudu turbin reaksi crossflow dalam keadaan pembebanan 0,5 Kg, 1 Kg, 1,5 Kg dan 2 Kg serta pada kapasitas air 5,812 L/s, 6,6202 L/s, 7,048 L/s dan 7,492 L/s yang dilakukan pada setiap turbin hingga memperoleh efisiensi dan daya terbaik pada turbin. Hasil penelitian ini yaitu turbin dengan sudu satu sekat menghasilkan daya dan efisiensi tertinggi pada kapasitas air 7,4923 L/s dan pembebanan sebesar 2 Kg. peningkatan pembebanan serta kapasitas air berpengaruh pada daya dan efisiensi turbin yang semakin tinggi. Turbin dengan sudu satu sekat membuat aliran air memusat ke bagian ujung dalam sudu mendorong sudu lebih kuat sehingga turbin berputar lebih cepat.. Kata Kunci : Turbin Reaksi, Bentuk Sudu, Turbin Crossflow Poros Vertikal
OPTIMASI LETAK DAN SUSUNAN RANGKAIAN  SOLAR CELL PADA SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA ari fahnudi, Hendrawan
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan energi, khususnya energi listrik terus meningkat dengan pesat, bahkan di luar estimasi yang diperkirakan. Salah satu cara untuk mengatasi krisis energi adalah  mengoptimalkan pemanfaatan energi alternatif, seperti dengan solar cell yang memanfaatkan energi matahari sebagai pembangkitan listrik atau yang sering disebut PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya). Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui letak (sudut) dan rangkaian pada solar cell yang paling optimal untuk pembangkit listrik tenaga surya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian eksperimental (experimental research). Objek pada penelitian ini menggunakan solar cell tipe monocrystalline dengan variasi sudutnya yakni sudut 20º, 30º, dan 40º. Sedangkan pada rangkaiannya dilakukan variasi seri dan paralel. Teknik analisis data menggunakan statistika deskriptif yaitu menggambarkan dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil penelitian diperoleh daya keluaran tertinggi di rangkaian paralel terjadi pada sudut 20? yaitu sebesar 18.85 Watt dengan efisiensi sebesar 5.75%. Sedangkan daya keluaran tertinggi di rangkaian seri terjadi pada sudut 40? yaitu sebesar  9.42 Watt dengan efisiensi sebesar 2.83%. Perbandingan antara solar cell rangkaian paralel dengan solar cell rangkaian seri yaitu lebih baik solar cell  pada rangkaian paralel yang mampu menghasilkan daya keluaran 15 - 19 Watt, sedangkan solar cell rangkaian seri hanya mampu menghasilkan daya keluaran 9 – 10 Watt. Letak dari solar cell semakin tegak lurus dengan datangnya sinar matahari maka konversi daya yang terjadi akan semakin besar. Kata Kunci: Solar cell, Sudut, Rangkaian, Daya keluaran, Efisiensi
PENGARUH VARIASI WAKTU CELUP DAN KUAT ARUS TERHADAP KETEBALAN PERMUKAAN DAN STRUKTUR MIKRO BAJA ST41 PADA PROSES PELAPISAN NIKEL HENDRA ANANTA, RIYAN
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pelapisan logam dilakukan menggunakan dua variasi, yaitu variasi waktu diantaranya 15 menit, 20 menit, dan 25 menit. Variasi yang kedua adalah variasi kuat arus diantaranya 40A, 60A, dan 80A. Pelapisan logam yang dilakukan melalui variasi-variasi tersebut akan menghasilkan ketebalan yang berbeda pada setiap material, sehingga peneliti melakukan pengukuran ketebalan pada setiap material setelah mendapatkan perlakuan pelapisan logam. Pada penelitian ini, baja ST 41 melalui proses pengujian struktur mikro yang dilakukan setelah proses pelapisan nikel serta menganalisa waktu celup dan kuat arus. Pengujian struktur mikro dilakukan untuk mengetahui lapisan nikel yang telah dilapisi menempel atau tidaknya pada baja ST 41. Ketebalan lapisan nikel pada baja ST 41 ini memiliki variasi yang paling tipis tingkat ketebalannya yaitu pada variasi 25 menit dan 40A dengan ketebalan lapisan rata-rata yaitu 54.3mm dan memiliki hasil dengan ketebalan lapisan paling tinggi yaitu pada variasi 15 menit dan 80A dengan nilai ketebalan lapisan nikel 59.7mm. Pengaruh terhadap struktur mikro itu sendiri sangat berbeda dengan nilai tertinggi atau terendahnya suatu ketebalan lapisan, dengan arti nilai kerapatan antara lapisan nikel dengan baja ST 41 pada variasi 15, 20, dan 25 menit diperoleh nilai kerapatan yang terkecil atau yang paling rapat yaitu pada variasi kuat arus 40A. Kata Kunci: Baja ST 41, Elektroplating, variasi waktu, Variasi Kuat arus, Struktur mikro. 
PENGARUH PENAMBAHAN ZAT ADITIF OCTANE BOOSTER PADA BAHAN BAKAR PREMIUM TERHADAP PERFORMA MESIN PADA SEPEDA MOTOR MEGA PRO 150 CC TAHUN 2011 RIZAL, MELI
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai dengan spsesifikasi kendaraan akan berdampak negatif pada kendaraan, antara lain performa mesin berkurang, emisi gas buang yang lebih banyak serta untuk jangka panjang mesin akan mengalami kerusakan. Octane booster adalah zat aditif yang digunakan pada bahan bakar yang bertujuan untuk meningkatkan nilai oktan bahan bakar, sehingga memungkinkan terjadinya pembakaran yang lebih sempurna dalam ruang bakar. Objek dalam penelitian ini adalah kendaraan Honda Mega Pro 150 cc tahun 2011. Standart pengujian performa mesin berdasarkan SAE J1349 dan standart pengujian emisi berdasarkan SNI 19-7118.3-2005. Analisa data menggunakan metode deskriptif. Peralatan dan instrument yang digunakan adalah inertia chassis dynamometer, fuel flow meter, exhaust gas analyzer, stopwatch dan blower. Berdasarkan pengujian, hasil terbaik diperoleh pada campuran A1 di mana nilai oktan pada campuran A1 sebesar 89,2. Torsi kendaraan sebesar 1,33 kgf.m, daya efektif kendaraan meningkat sebesar 1,21%, tekanan efektif rata-rata turun sebesar 0,28 %, konsumsi bahan bakar turun sebesar 12,48 %. Pada emisi gas buang kendaraan, hasil menunjukkan konsentrasi O2 turun sebesar 2,43 %vol, konsentrasi CO turun sebesar 1,71 %vol, konsentrasi CO2 naik 12,80 %vol dan konsentrasi HC turun sebesar 111 ppm. Kata Kunci: Zat aditife, octane booster, performa mesin
PEMANFAATAN UMBI WALUR (AMORPHOPALLUS VARIABILLIS) SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIOETANOL DARMOKO,
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya jumlah kebutuhan manusia, menyebabkan kebutuhan bahan bakar semakin meningkat. Penggunaan bahan bakar oleh masyarakat Indonesia sangat mengkhawatirkan, karena presentase produksi dan konsumsi bahan bakar tidak lagi berbanding lurus. Untuk menyikapi hal tersebut perlu dicari bahan bakar alternatif yaitu bioetanol.  Salah satu bahan yang dapat digunakan adalah umbi walur. Tujuan penelitian ini adalah memanfaatkan umbi walur menjadi bioetanol, yang digunakan sebagai pengganti atau pencampur premium. Dalam  penelitian ini peneliti (1) mencari lama fermentasi 2, 3, 4, dan 5 hari yang terbaik (2) mencari berat ragi 5, 7, 9, dan 11 gram yang terbaik. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kadar bioetanol yang terbaik. Metode penelitian adalah eksperimen untuk mencari parameter perbandingan yang terbaik, terdiri dari tiga tahapan. Langkah pertama persiapan, 250 gram umbi walur dikupas, diiris tipis, rendam menggunakan air hangat dan larutan HCl, selanjutnya dikukus dan ditumbuk dengan penambahan 500 ml air. Langkah kedua fermentasi, langkah terakhir distilasi, pemisahan bioetanol dan air pada suhu 78ºC. Untuk mendapatkan kadar bioetanol ≥ 90% dilakukan distilasi bertingkat, dengan penambahan garam dan silika gel.  Dari hasil eksperimen dan uji lab didapatkan perbandingan parameter yang terbaik  yaitu  250 gram umbi walur, 500 ml air, 7 gram ragi, lama fermentasi 4 hari dihasilkan kadar bioetanol 24%. Perbandingan parameter terbaik tersebut dijadikan acuan peneliti memproduksi bioetanol skala besar untuk diuji karakteristiknya. Perbandingan 2000 gram umbi walur, 4000 ml air, 56  gram ragi difermentasi selama 4 hari menghasilkan 390 ml bioetanol kadar 95%. Hasil pengujian karakteristik bioetanol umbi walur adalah kadar bioetanol 95%, kadar metanol 0,48736 mg/L, kadar air 0,002016%-v, kadar tembaga (Cu) 0,072 mg/kg, keasaman sebagai asetat 2,41 mg/L, tampakan jernih, terang dan tidak kotor, kadar ion klorida (Cl) 18,73 mg/L, kandungan belerang (S) 0 mg/L, kadar getah (gum) 4 mg/L Kata kunci : Bioetanol, karakteristik, bahan bakar, umbi walur
ANALISIS KONVERSI ENERGI POTENSIAL PEGAS MENJADI ENERGI LISTRIK DENGAN METODE ELECTROMAGNETIC IRAWAN, FERY
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas rancang bangun simulator vibration energy harvesting (VEH) dengan metode electromagnetic, dimana sumber energi berasal dari gerak osilasi dari pegas. Pada simulator VEH tersebut, magnet sebagai beban pada pegas bergerak naik turun secara periodik didalam kumparan solenoida yang terbuat dari lilitan kawat tembaga. Pergerakan massa magnetik didalam kumparan solenoida tersebut dibantu oleh motor DC dengan kecepatan yang bervariasi. Berdasar pada massa magnetik yang bergerak osilatif dengan frekuensi tertentu, energi yang dapat di-harvest kemudian diukur dan dianalisa. Pada penelitian ini, diameter dan material kawat, jumlah lilitan, panjang kumparan, jenis dan ukuran magnet dibuat konstan, sedangkan kecepatan motor penggerak divariasikan yaitu: 300rpm, 350rpm dan 400rpm dan jumlah magnet divariaskan juga yaitu: 2 magnet, 4 magnet dan 6 magnet. Hasil dari penelitian yang dilakukan, tegangan dan kuat arus yang dihasilkan oleh simulator VEH untuk variasi 2 magnet berturut-turut sesuai kecepatan putaran motor adalah: 6,62v, 1,27mA; 7,36v, 1,67mA; dan 8,58v, 2,18mA. Sedangkan tegangan dan kuat arus yang dihasilkan oleh simulator VEH untuk variasi 4 magnet berturut-turut sesuai kecepatan putaran motor adalah: 9,16v, 1,91mA; 10,84v, 2,42mA dan 12,82v, 2,83mA. Dan yang terakhir tegangan dan kuat arus yang dihasilkan oleh simulator VEH untuk variasi 6 magnet berturut-turut sesuai kecepatan putaran motor adalah: 13,50v, 3,13mA; 14,66v, 3,87mA dan 16,62v, 4,77mA. Kata kunci : pemanen energi getaran,, metode ekektromagnetik, gerak osilasi pegas