cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 563 Documents
UJI EKSPERIMENTAL PENGARUH PENAMBAHAN SEKAT SUDU TERHADAP KINERJA TURBIN REAKSI ALIRAN VORTEX DENGAN SUDU BERPENAMPANG SETENGAH SILINDER RAFI FUADHANI, FARIZ
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 02 (2017): JTM : Volume 05 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan PLTMH merupakan upaya positif untuk mengurangi laju perubahan iklim global yang sedang menjadi isu penting dewasa ini. Sebagian besar PLTMH saat ini memanfaatkan head air yang tinggi untuk menghasilkan energi listrik. Sedangkan untuk aliran sungai dengan head rendah belum dimanfaatkan secara optimal. Hal ini menjadi referensi untuk melakukan penelitian tentang aliran yang memiliki head rendah dengan mengubahnya menjadi aliran pusaran (vortex). Untuk penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian eksperimen dimana penelitian ini memvariasikan sudu setengah silinder dengan variasi tanpa sekat, satu sekat, dan dua sekat serta kapasitas 5,6472 L/s, 6,9442 L/s, 8,132 l/s, dan 8,8991 L/s yang diuji pada pembebanan yang bervariasi. Hasil penelitian ini yaitu penambahan sekat pada sudu berpengaruh terhadap daya dan efisiensi yang dihasilkan turbin reaksi aliran vortex. Daya turbin tertinggi terjadi pada sudu tanpa sekat apabila dibandingkan dengan sudu satu sekat, dan dua sekat pada kapasitas 8,8991 L/s sebesar 20,31 watt dengan beban 25000 gram, dan efisiensi juga terjadi pada sudu tanpa sekat namun pada kapasitas 5,6472 L/s sebesar 48,01% dengan beban 15000 gram.   Kata kunci : Turbin reaksi aliran vortex, penambahan sekat sudu, daya dan efisiensi.
UJI EKSPERIMENTAL PENGARUH SUDUT SUDU TURBIN REAKSI ALIRAN VORTEX DENGAN SUDU PROFIL NACA 0018 TERHADAP KINERJA TURBIN AGPRIANDA, RIZKY
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 02 (2017): JTM : Volume 05 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi air merupakan sumber energi yang besar, ini dikarenakan pada air sendiri tersimpan energi potensial (pada air jatuh) dan energi kinetik (pada air mengalir). Dengan memanfaatkan aliran sungai atau air terjun menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro maka aliran listrik di daerah tersebut dapat tersalurkan. Tujuan dari penelitian tugas akhir ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi sudut pada sudu profil NACA 0018 terhadap daya dan efisiensi yang dihasilkan setelah diberi variasi pembebanan. Untuk penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian eksperimen (experimental research) dimana penelitian ini memvariasikan sudut sudu berprofil NACA pada sudu turbin reaksi aliran vortex. Penelitian ini menggunakan turbin reaksi aliran vortex dengan sudu berjumlah 8 dengan memvariasikan sudut turbin 0?, 15?, 30?, 45?, 60?, 75?,dan 90? dengan goemetri sudu profil NACA 0018 serta pembebanan dan kapasitas yang bervariasi. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik daya dan efisiensi turbin vortex pada variasi sudut. Perubahan variasi sudut turbin mempengaruhi daya dan efisiensi, semakin besar sudut turbin maka daya dan efisiensi yang dihasilkan juga semakin besar. Pada sudut 0? hingga 30? daya dan efisiensi tertinggi terdapat pada kapasitas rendah yitu 5,647 L/s. Dimana sudut 0? menghasilkan daya 0,741 W dan efisiensi 2,84% , untuk 15? menghasilkan daya 0,576 W dan efisiensi 2,47% , dan 30? didapat daya 2,598 W dan efisiensi 9,57%. Pada sudut 45? hingga 90? daya tertinggi terjadi pada kapasitas besar 8,132 L/s sedangkan efisiensi tertinggi terjadi pada kapasitas kecil 5,647 L/s. Dimana pada sudut 45? dihasilkan daya 2,502 W dan efisiensi 9,821% , pada sudut 60? menghasilkan daya 7,034 W dan efisiensi 16,04% ,  pada sudut 75? daya yang dihasilkan sebesar 6,84 W dan efisiensi 18,71%. Sudut 90? menghasilkan daya dan efisiensi tertinggi dari variasi sudut yang lain yaitu menghasilkan daya 8,418 dan efisiensi 25,083%. Kata Kunci: Turbin reaksi, Aliran Vortex, NACA 0018   
UJI EKSPERIMENTAL PENGARUH SUDUT KELENGKUNGAN DENGAN SUDU TIPE U TERHADAP KINERJA TURBIN REAKSI ALIRAN VORTEX Triswanto, Hendro
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 02 (2017): JTM : Volume 05 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Populasi penduduk yang meningkat di Indonesia secara tidak langsung mempengaruhi meningkatnya kebutuhan energi listrik. Di Indonesia energi listrik masih ketergantungan terhadap energi fosil. Salah satu energi alternatif yang mempunyai potensi yang baik adalah energi air. Salah satu jenis Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) yang tepat digunakan pada head rendah adalah turbin reaksi aliran vorteks. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sudut kelengkungan dengan sudu tipe U pada turbin reaksi aliran vorteks terhadap daya dan efisiensi yang dihasilkan. Penelitian ini adalah jenis penelitian eksperimen tentang kinerja turbin reaksi dengan sudu berbentuk melengkung tipe U pada sudut kelengkungan 200, 250, dan 300. Kemudian diamati berapa putaran yang dihasilkan dan dianalisis lebih lanjut untuk didapatkan daya dan efisiensi dari turbin air. Pembebanan yang digunakan adalah kenaikan 5000 gram dan 1000 gram. Hasil penelitian didapatkan bahwa besar sudut kelengkungan pada turbin dengan sudu berbentuk melengkung tipe U sangat mempengaruhi daya dan efisiensi yang dihasilkan. Semakin besar sudut kelengkungan sudu turbin mengakibatkan peningkatan daya dan efisiensi. Dimana sudu dengan sudut kelengkungan 300 memiliki daya dan efisiensi paling optimal daripada sudut 200, dan 250. Pada besar sudut kelengkungan 300 daya tertinggi terjadi pada kapasitas 8,899 L/s dan pembebanan 25000 gram dengan daya sebesar 25,401 watt dan efisiensi tertinggi terjadi pada kapasitas 5,647 L/s dan pembebanan 15000 gram dengan efisiensi sebesar 58,565%. Kata kunci : Sudu melengkung, Turbin voteks, Kinerja
ANALISA PERBEDAAN KEKERASAN PADA PEN PELATUK DENGAN BAHAN BAJA ST 60 YANG DIDINGINKAN SECARA LANGSUNG DAN BERTINGKAT DENGAN MEDIA PENDINGIN AIR GARAM HANIF ABYANTO, MUHAMMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 02 (2017): JTM : Volume 05 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Dalam aplikasinya semua struktur logam akan terkena pengaruh gaya luar berupa tegangan-tegangan geser dan gaya gesek sehingga menimbulkan deformasi atau perubahan bentuk, salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki sifat baja tersebut dengan cara meningkatkan kekerasan menggunakan metode pengerasan quenching yang sudah cukup lama dikenal dalam teknologi material. Berkaitan dengan upaya tersebut maka perlu kiranya diadakan penelitian tentang perbedaan kekerasan pen pelatuk mesin Punch (baja St 60) yang didinginkan secara langsung dan bertingkat dengan media pendingin air garam dengan variasi kadar garam 25%  dan 50%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) nilai kekerasan pen pelatuk mesin Punch (baja St 60) yang diquenching secara langsung dengan media pendingin air garam dengan variasi kadar garam 25%  dan 50%. (2) nilai kekerasan pen pelatuk mesin Punch (baja St 60) yang diquenching secara bertingkat dengan media pendingin air garam dengan variasi kadar garam 25%  dan 50%. (3) perbedaan pendinginan secara langsung dan bertingkat terhadap kekerasan hasil quenching media pendingin air garam dengan variasi kadar garam 25%  dan 50% pada pen pelatuk mesin Punch (baja St 60).Desain penelitian ini adalah penelitian eksperimental yang dilakukan di laboratorium. Penelitian ini dimulai dari mempersiapkan spesimen pen pelatukan mesin Punch yang berupa baja St 60. Setelah itu diberikan perlakuan panas pada temperatur 830OC, selanjutnya dilakukan proses quenching secara langsung pada oli dengan suhu ruang, untuk proses quenching bertingkat menggunakan oli yang dipanaskan dengan suhu 200OC, 100OC dan suhu ruang kemudian dilakukan uji kekerasan dengan menggunakan Rockwell. Hasil pengujian spesimen  pada penelitian ini Nilai kekerasan rata-rata pen pelatukan raw material baja ST 60 tanpa perlakuan panas dan quenching adalah 34,2 HRC, pen pelatukan dengan menggunakan media pendingin air garam kadar 25 % diperoleh rata-rata nilai kekerasan dari perlakuan pendinginan secara langsung sebesar 68,36 secara bertingkat sebesar 63,5 HRC.Sedangkan spesimen pen pelatukan dengan menggunakan media pendingin air garam kadar 50 % diperoleh rata-rata nilai kekerasan dari perlakuan pendinginan secara langsung sebesar 68,76 HRC dan pendinginan secara bertingkat sebesar 63,4 HRC. Kata kunci : Kekerasan permukaan, media pendingin, air garam, pen pelatuk.
UJI EKSPERIMENTAL PENGARUH VARIASI PENGARAH BERBENTUK SPIRAL BASIN CONE TERHADAP TURBIN REAKSI ALIRAN VORTEX AKBAR, FAJARUDDIN
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 02 (2017): JTM : Volume 05 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan energi listrik semakin meningkat dengan berkembangnya penduduk dan kemajuan teknologi dalam masyarakat maupun dunia industri. Keadaan geografis di Indonesia mendukung pemanfaatan  sebuah pembangkit tenaga listrik berskala kecil yang biasa dikenal dengan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Bentuk turbin yang tepat untuk pembangkit listrik tenaga mikrohidro adalah turbin vortex. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh variasi pengarah berbentuk spiral basin cone terhadap kinerja turbin reaksi aliran vortex. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Dalam penelitian ini dibuat 4 variasi basin cone masing-masing memiliki pitch spiral 100 mm, 125 mm, 150 mm, dan tanpa spiral. Basin cone dipasang pada rangkaian turbin, dan diberikan variasi kapasitas dan pembebanan. Pemberian variasi kapasitas dan pembebanan dari proses pengujian didapatkan putaran turbin, kemudian dianalisis lebih lanjut untuk didapatkan daya dan efisiensi. Hasil penelitian ini yaitu spiral basin cone berpengaruh terhadap daya dan efisiensi yang dihasilkan turbin reksi vortex. Daya dan efisiensi turbin tertinggi terjadi pada basin tanpa spiral apabila dibandingkan dengan pitch spiral 100 mm, 125 mm, dan 150 mm. Pada turbin tanpa spiral memiliki daya dan efisiensi turbin tertinggi pada kapasitas 8,8991 L/s dengan pembebanan 45000 gram yaitu daya turbin sebesar 35,072 watt dan efisiensi sebesar 55,796 %. Pitch spiral basin cone 150 mm mendapatkan daya dan efisiensi tertinggi dibandingkan dengan variasi 100 mm dan 125 mm, yaitu sebesar 22,033 watt dan efisiensi sebesar 35,039 %. Hal ini dikarenakan pada basin cone tanpa spiral menghasilkan tinggi vortex yang lebih tinggi daripada spiral basin cone. Sehingga kekuatan vortex yang didapatkan lebih optimal.   Kata kunci: Turbin Vortex, Basin Cone, Spiral.
ANALISA GETARAN PAHAT TERHADAP KERATAAN MATERIAL BAJA MILD STEEL ST42 PADA PROSES BUBUT KONVENSIONAL YOGGY ANDREAN, MOCHAMMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 02 (2017): JTM : Volume 05 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembubutan adalah salah satu proses permesinan  yang paling banyak  dijumpai,  dari  bengkel  kecil  sampai  industri manufaktur. Dan  juga banyak  dilakukan  dalam  proses  penelitian-penelitian  untuk  mengetahui pengaruh-pengaruh  yang  ada  dalam  proses  permesian,  salah satunya  adalah geometri   sudut  potong pahat dan tipe pemotongan yang digunakan. Tujuan  dari  penelitian  ini  yaitu  untuk  mengetahui nilai tingkat kerataan dan getaran pahat yang terjadi pada proses pemotongan Orthogonal akibat variasi sudut potong pahat. Penelitian yang dilakukan ini adalah penelitian eksperimen (experiment research) yang bersifat kuantitatif, dimana pada penelitian ini memvariasikan  sudut  potong pahat dengan  variasi sudut  sebesar  30º,  60º  dan  90º dengan tipe pemotongan orthogonal. Material  yang  digunakan  yaitu  baja  ST  42  dengan  diameter  25  mm dan  panjang  100  mm dan dibubut sepanjang 70 mm. Proses pemesinan dilakukan menggunakan mesin bubut konvensional semua spesimen dibubut dengan kedalaman 0,5 mm, feeding 0,07 mm, panjang 70 mm, dan kecepatan spindel 540 rpm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variasi sudut potong pahat dengan proses pemotongan orthogonal berpengaruh terhadap tingkat kerataan permukaan dan getaran pahat. Pada pengujian sudut potong 30º, 60º, dan 90º menunjukkan bahwa tingkat kerataan permukaan yang paling baik terdapat pada sudut  potong 30º dengan pahat HSS enzo, masing-masing dengan nilai kerataan  1,47 mm dan 0, 86 mm. Untuk nilai kerataan tertinggi terdapat pada sudut potong 90º dengan pahat HSS bohler, masing-masing dengan nilai kerataan 4,38 mm. Sedangkan untuk nilai getaran yang paling baik terdapat pada sudut potong 60º dengan pahat HSS jessica masing-masing dengan nilai getaran 0,98 mm/s dan 1,18 mm/s, untuk nilai getaran yang paling tinggi terdapat pada sudut potong 90º dengan pahat HSS bohler masing-masing dengan nilai getaran 1,26 mm/s dan 1,95 mm/s. Jadi pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sudut potong yang paling baik yang menghasilkan nilai kerataan dan getaran paling baik (rendah) adalah sudut potong 60° baik pahat HSS enzo maupun pahat HSS jessica, serta untuk proses pemotongan yang paling baik terdapat pada proses pemotongan orthogonal. Kata Kunci: pemotongan orthogonal, tingkat kerataan, getaran pahat, sudut potong.
PENENTUAN INTERVAL WAKTU OPTIMAL PENGGANTIAN KOMPONEN WIRE SCREEN PADA MESIN WIRE PART DENGAN METODE AGE REPLACEMENT DI PT. MOUNT DREAM INDONESIA GAVIN TAMA, SEGA
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 02 (2017): JTM : Volume 05 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Wire part merupakan salah satu mesin kritis yang terdapat di PT. Mount Dreams Indonesia, apabila terjadi kerusakan pada mesin wire part mengakibatkan proses produksi akan terhenti. Hal ini dapat akan mengganggu proses produksi dan merugikan perusahaan karena tidak dapat melakukan produksi untuk memenuhi permintaan konsumen. Kerusakan mesin dapat diminimalisir dengan dilakukan perawatan secara teratur. Saat ini PT. Mount Dreams Indonesia belum memiliki perencanaan perawatan secara terjadwal jangka panjang sehingga berakibat kerusakan mesin saat proses produksi berjalan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jadwal penggantian komponen wire screen. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian diskriptif kuantitatif. Penentuan interval waktu optimal penggantian komponen dilakukan dengan metode age replacement. Data yang diambil dalam penelitian ini adalah waktu penggantian wire screen pada mesin wire part. Dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik wawancara, studi literatur dan hasil observasi. Variabel yang digunakan untuk menentukan waktu penggantian dan biaya perawatan pada wire screen adalah padat probabilitas, keandalan, laju kerusakan. Sedangkan distribusi yang digunakan dalam penelitian ini adalah distribusi weibull. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah berupa data biaya Cost Maintenance (CM) sebesar Rp. 353.150.733,-, Cost Failure (CF) sebesar Rp. 662.750.733,-. Interval waktu optimal penggantian wire screen pada mesin wire part sesudah dilakukan perawatan adalah 65 hari. Dengan tingkat keandalan komponen sebesar 0,513957758 (51,3%). Biaya yang dikeluarkan sebesar Rp. 14.928.447/bulan untuk perawatan komponen. Total penggantian komponen wire screen selama 47 bulan setelah dilakukan perawatan sebanyak 18 kali penggantian, lebih sedikit dibandingkan sebelum dilakukan perawatan yaitu sebanyak 21 kali. Penghematan biaya down time sebesar 8,89% dibandingkan sebelum melakukan perawatan dengan metode age replacement. Hasil dari penelitian ini diharapkan mampu menjadi bahan masukan maupun bahan pertimbangan bagi perusahaan untuk melakukan perawatan wire screen pada mesin wire part dengan penggantian setiap 65 hari. Kata Kunci: Age replacement, biaya perawatan, waktu optimal, wire screen
VARIASI WAKTU DAN SALINITAS AIR LAUT TERHADAP LAJU KOROSI PADA LOGAM PERUNGGU (BRONZE) SEBAGAI PROPELLER KAPAL kurniawan hartanto, frans
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 02 (2017): JTM : Volume 05 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses korosi yang terjadi tidak hanya disebabkan oleh reaksi kimia, tetapi juga diakibatkan oleh proses elektrokimia yang melibatkan perpindahan elektron-elektron entah dari reduksi ion logam maupun pengendapan logam dari lingkungan sekeliling (asam, udara, embun, air danau, air sungai, dan air laut). Korosi merupakan masalah yang banyak dihadapi oleh semua orang dan tidak dapat dihindari. Perunggu pada dasarnya merupakan paduan tembaga (Cu) dan timah (Sn). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, melalui metode ASTM G31-72 dengan variasi media air laut Lamongan, Gresik, dan Surabaya variasi kecepatan putar 1000, 1500, dan 2000 rpm (rotasi per menit) dan variasi lama waktu proses propeller didalam air laut selama 168, 336, dan 504 jam. Objek penelitian menggunakan perunggu LG2 dengan ukuran panjang = 105 mm, lebar = 18 mm, dan tebal = 2 mm. Dilakukan pengujian Optical Emission Spectroscopy (OES) untuk mengetahui komposisi sampel dan dilakukan foto mikro setelah dan sebelum perendaman untuk analisis sampel dengan perbesaran 1000×. Dari penelitian yang dilakukan menggunakan metode weight loss diharapkan dapat mengetahui laju korosi perunggu karena perbedaan salinitas pada media air laut, mengetahui pengaruh kecepatan putar terhadap laju korosi, dan lama waktu proses propeller dalam air laut. Hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa media air laut Gresik dengan salinitas 31‰, kecepatan putar 2000 rpm dan dengan lama perendaman 504 jam mengalami tingkat laju korosi paling tinggi yakni 1,8833 mm/y dan terendah pada kecepatan putar 1000 rpm dengan lama perendaman 168 jam mengalami tingkat laju korosi 0,6223 mm/y. Media air laut Surabaya dengan salinitas 28‰, kecepatan putar 2000 rpm dan lama perendaman 504 jam mengalamai laju korosi yang cukup tinggi yaitu 1,4556 mm/y dan terendah pada kecepatan putar 1000 rpm dengan lama perendaman 168 jam mengalami tingkat laju korosi sebesar 0,4721 mm/y. Sedangkan media air laut Lamongan mengalami tingkat laju korosi yang rendah dari pada media air laut Gresik dan Surabaya, dengan salinitas 26‰, variasi kecepatan putar 2000 rpm dan lama perendaman 504 jam sebesar 1,2525 mm/y serta kecepatan putar 1000 rpm dengan lama perendaman 168 jam yaitu 0,3761 mm/y. Kata kunci : Laju Korosi, Logam Perunggu (Bronze), Salinitas Air Laut, Baling-Baling (propeller) Kapal,   Kecepatan Putar (rpm).
ANALISIS LAJU KOROSI LOGAM KUNINGAN (BRASS) SEBAGAI APLIKASI BAHAN PROPELLER KAPAL RISTA ANDINI, MAY
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 02 (2017): JTM : Volume 05 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan yang sebagian wilayahnya adalah. Sebagai negara kepulauan transportasi laut sangatlah penting. Salah satu jenis transportasi laut adalah kapal. Alat penggerak mekanis untuk kapal adalah baling-baling. Material baling-baling yang biasanya di gunakan adalah kuningan (brass). Material baling-baling kapal yang terendam dan berputar di air laut terancam untuk mengalami korosi. Korosi tidak dapat di hentikan dan merugikan. Karena itu untuk mengetahui nilai laju korosi sangat penting untuk mengantisipasi terjadinya kerugian tersebut. Masalah tersebut yang mendorong peneliti untuk melakukan penelitian uji laju korosi material kuningan (brass) pada media air laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu, salinitas, dan kecepatan putar terhadap laju korosi logam kuningan (brass) pada masing-masing media air laut Surabaya, Gresik, dan Lamongan. Penelitian ini bertempat di Laboratorium Bahan Bakar dan Pelumas,  Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya dengan menggunakan metode eksperimen (experiment research) dimana material kuningan (brass) direndam dan diputar pada variasi media air laut di berbagai daerah (Surabaya, Gresik, Lamongan) yang memiliki nilai salinitas yang berbeda-beda dan variasi putaran 750 rpm, 1000 rpm, 1250 rpm dalam waktu 6 jam,12 jam, 24 jam, 168 jam sesuai dengan standard ASTM G31-72 untuk uji dengan metode weight loss. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif yaitu menggambarkan hasil penelitian dalam bentuk tabel dan grafik, dan deskriptif kualitatif dengan foto mikro. Hasil penelitian yang didapatkan laju korosi pada air laut Gresik dengan variasi kecepatan putar 1250 rpm dan waktu 168 jam mengalami tingkat korosi paling tinggi yaitu 1,6852 mmpy dan terendah pada kecepatan putar 750 rpm dan waktu 6 jam yaitu 0,2705 mmpy. Pada air laut Surabaya mengalami laju korosi yang cukup tinggi pada kecepatan putar 750 rpm waktu 6 jam yaitu 0,2705 mmpy dan pada kecepatan putar 1250 rpm waktu 168 jam yaitu 1,4629 mmpy. Sedangkan pada air laut Lamongan mengalami laju korosi yang paling rendah dari air laut Surabaya dan Gresik, dengan variasi waktu 6 jam kecepatan putar 750 rpm yaitu 0,2292 mmpy dan variasi waktu 168 jam kecepatan putar 1250 rpm 1,3027 mmpy. Kata Kunci: logam kuningan, kecepatan putar (rpm), salinitas air laut, waktu perendaman, laju korosi.
REDESIGN SISTEM PNEUMATIK SILINDER UNLOADING UNTUK PERGANTIAN ARAH FEEDING DENGAN INSTALLATION DIRECTION VERTICAL, HORIZONTAL, DAN INCLINED BAHAR, ALPIN
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 02 (2017): JTM : Volume 05 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pneumatik biasanya dipergunakan untuk keperluan antara lain untuk mencekam benda kerja, menggeser benda kerja, memposisikan benda kerja, mengarahkan aliran barang ke berbagai arah. aplikasi sistem pneumatik yang digunakan pada industri-industri bergerak ini masih belum banyak digunakan. Padahal, dengan otomasi manufaktur pekerjaan lebih aman. Salah satu contohnya adalah penggunaan sistem pneumatik pada silinder unloading yang belum menggunakan software Festo Fluid-SIM. Namun telah dilakukan penelitian tentang operasi simultan pada silinder unloading, dengan menggunakan pengolahan data eksperimen yang sama, penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh installation direction vertical, horizontal, dan inclined. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yang dilakukan berbasis komputasi dengan  Festo Fluid­­-SIM pneumatic. Validasi yang dilakukan didasarkan dengan menggunaka 3 buah silinder yang salah satu silindernya menggunakan installation direction inclined sebesar 450 dan material silinder yang disimulasikan adalah baja. Hasil simulasi akan ditampilkan dalam bentuk sirkit pneumatik dan grafik yang kemudian dianalisis ukuran silinder yang digunakan, kalkulasi energi kinetik pada setiap silinder, penentuan peralatan kontrol yang digunakan, pengecekkan masa operasi silinder, dan seleksi FRL unit (flow rate compressor). Hasil akhir dari penelitian ini diperoleh sistem pneumatik berupa sirkit pneumatik yang efektif dan optimal untuk mengetahui kinerja dari silinder unloading untuk pergantian arah feeding dengan installation direction vertical, horizontal, dan inclined. Dengan 3 buah silinder tersebut, kapasitas udara pada saat slinder maju adalah 66,4 liter dan pada saat silinder mundur adalah 59,3 liter, jadi total kapasitas udara untuk 1 kali kerja sistem pneumatik ini adalah 125,7 liter. Dengan kapasitas tersebut, kapasitas kinerja sistem pneumatik dapat menyelesaikan 8 buah benda/menit atau 720 kgf/menit dan energi kinetik di setiap silinder itu sama, yaitu 1,12 kgf.m. Jika dilihat dari grafik yang sudah ada didalam software FESTO Fluid-SIM Pneumatic, respond time silinder inclined dengan silinder vertical adalah 0,7 detik dan respond time silinder vertical dengan silinder horizontal adalah 0,4 detik. Kata Kunci: Sistem Pneumatik, Silinder Unloading, Festo Fluid-SIM