cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 563 Documents
UJI KINERJA SEPEDA MOTOR HONDA SUPRA X 125 DENGAN CAMPURAN BIOETANOL DARI LIMBAH DURIAN DAN PREMIUM WAHYU RIZALDI, EKO
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 02 (2017): JTM : Volume 05 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bioetanol dikenal bahan bakar ramah lingkungan karena diproduksi dari bahan dasar nabati, serta dikenal juga sebagai bahan bakar bernilai oktan tinggi. Dengan menggunakan campuran bioetanol dan premium ini dapat mengurangi gas emisi yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor. Bioetanol yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari limbah durian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik campuran bioetanol dari limbah durian dengan premium dan pengaruhnya tehadap kinerja dan emisi gas buang mesin. Perbandingan campuran bioetanol dari limbah durian dan premium adalah dengan presentase 5% (E5), 10% (E10), 15% (E15), 20% (E20) dan 25%(E25). Objek dari penelitian ini adalah mesin honda supra x 125. Metode pengujian performa mesin menggunakan metode Full Open Throttle Valve  berdasarkan SAE J1349. Sedangkan dalam pengujian emisi gas buang menggunakan alat uji Exhaust Gas Analyzer dengan metode Free Running Acceleration berdasarkan standar ISO 11614:1999 yang tertera pada SNI 09-7118.2-2005. Hasil uji karakteristik menunjukkan yaitu nilai kalor pada E5 10312 Kcal/kg, E10 10077 Kcal/kg, E15 9858 Kcal/kg, E20 9629 Kcal/kg, E25 9399 Kcal/kg. Kandungan air E5 615 ppm, E10 1604 ppm, E15 1725 ppm, E20 1875 ppm,  E25 1987 ppm. Densitas E5 0,7316 g/cm3, E10  0,7339 g/cm3, E15 0,7354 g/cm3, E20 0,7368 g/cm3, E25 0,7382 g/cm3. Viskositas E5 0,3474 cst, E10 0,3986 cst, E15 0,3995 cst, E20  0,4011 cst, E25 0,4024 cst. Pengaruh penggunaan terhadap kinerja dan emisi gas buang mesin yang terbaik yaitu E15 dengan torsi meningkat 6,01% daya efektif meningkat 6,35%, konsumsi bahan bakar menurun 1,06%, tekanan efektif rata-rata naik 2,74kg/cm2, kadar CO menurun 1,28%vol, kadar HC menurun 49,67 ppm, kadar CO2 meningkat 12,40%vol. Kata Kunci: bioetanol, kinerja mesin, emisi mesin, limbah durian.
PENGARUH VARIASI TEGANGAN DAN ARUS PADA PROSES PELAPISAN NIKEL TERHADAP KEKUATAN BENDING BAJA ST-41 HADI, NUR
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 02 (2017): JTM : Volume 05 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelapisan logam merupakan cara yang dilakukan untuk memberikan sifat tertentu pada suatu permukaan benda kerja dengan tujuan memiliki penampilan yang indah, ketahanan terhadap korosi, memiliki penampilan yang indah, memiliki nilai ekonomis yang tinggi serta memperbaiki sifat mekanik material. Material yang dilapisi yakni baja ST-41 yang banyak digunakan sebagai peralatan otomotif, bahan kontruksi maupun bidang kerja yang lain. Nikel adalah Bahan yang digunakan untuk melapisi baja ST-41 pada penelitian ini yang merupakan logam yang keras, tahan aus, konduktor panas dan listrik ynag cukup baik. Penelitian yang akan dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh tegangan dan arus yang digunakan pada pelapisan logam terhadap hasil uji bending pada material baja ST-41 setelah dilakukan proses pelapisan nikel. Penelitian   yang   dilakukan   merupakan   penelitian   eksperimen dengan melakukan proses pelapisan nikel terhadap material baja ST-41 menggunakan variasi tegangan 1 volt, 2 volt, dan 3 volt. Variasi yang kedua adalah variasi arus, yakni 30 ampere, 40 ampere dan 50 ampere. Standart uji bending yang digunakan adalah ASTM B489 (Standard Practice for Bend Test for Ductility of Electrodeposited and Autocatalytically Deposited Metal Coatings on Metals). Pada penelitian eksperimen ini, penulis menggunakan metode analisis data kualitatif deskriptif, yaitu dengan mendeskripsikan data secara sistematis,  faktual dan akurat mengenai hasil uji bending yang diperoleh setelah baja ST-41 dilapisi nikel dalam bentuk analisis kualitatif deskriptif dalam bentuk grafik. Hasil penelitian diperoleh nilai uji bending tertinggi terjadi pada arus 30 ampere dengan tegangan 3 volt sebesar 376,61 kgf/mm2 dan spesimen yang mengalami kenaikan paling sedikit terjadi pada arus 50 ampere dengan tegangan 3 volt sebesar 350,01 kgf/mm2. Pada hasil uji bending dispesimen yang sudah dilapisi nikel menunjukkan bahwa arus dan tegangan yang semakin tinggi hasil uji bending semakin turun. Kata Kunci: Baja ST-41,pelapisan logam, tegangan listrik, arus listrik, uji bending
PENGARUH SUDUT INLET NOTCH PADA TURBIN REAKSI ALIRAN VORTEX TERHADAP DAYA DAN EFISIENSI Achmad K, Hudan
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 02 (2017): JTM : Volume 05 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi tenaga air di Indonesia mencapai 75.861 MW termasuk di dalamnya potensi sumber daya mini/mikrohidro. Energi Baru Terbarukan belum seluruhnya digunakan sebagai pembangkit listrik, hanya sekitar 6,8% dari total energi yang digunakan Indonesia. Turbin reaksi aliran vortex merupakan turbin yang memanfaatkan aliran vortex untuk memutar turbin dan generator. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi sudut sudu pengarah (Guide Vane) terhadap daya dan efisiensi pada turbin reaksi aliran vortex.  Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan variasi sudut sudu pengarah (Guide Vane) dengan peningkatan sudut ½ jari jari turbin, yaitu 17,82°, 13,32°, 7,26°, dan 0° (tanpa sudu pengarah). Sudu pengarah dipasang, kemudian diuji pada rangkaian turbin vortex untuk mendapatkan daya dan efisiensi. Hasil dari penelitian ini adalah variasi sudut sudu pengarah sangat berpengaruh terhadap daya dan efisiensi yang dihasilkan oleh turbin vortex. Sudu pengarah dengan sudut 17,82° memiliki daya dan efisiensi paling optimal daripada sudut 13,32°, 7,26° dan 0° (tanpa sudu pengarah) . Pada sudu pengarah 17,82° memiliki daya tertinggi yang terjadi pada kapasitas 8,1327077 L/s dengan pembebanan 20.000 g (23,96 W), dan efisiensi tertinggi terjadi pada kapasitas 5,6472274 L/s dengan pembebanan 15.000 g (57,26 %). Hal ini dikarenakan, tanpa menggunakan sudu pengarah banyak aliran air yang langsung menyentuh sudu turbin tanpa membentuk aliran vortex terlebih dahulu. Peningkatan sudut Guide Vane menyebabkan lintasan aliran air yang masuk basin menjadi lebih sempit, sehingga aliran air  dapat membentuk pusaran terlebih dahulu sebelum menyentuh sudu turbin.   Kata Kunci : turbin vortex, sudu pengarah, inlet notch. 
UJI EKSPERIMENTAL KINERJA TURBIN REAKSI ALIRAN VORTEX TIPE SUDU BERPENAMPANG LENGKUNG L DENGAN VARIASI SUDUT PADA UJUNG SUDU Andrian Ardiansyah, Mohamad
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 02 (2017): JTM : Volume 05 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan penduduk yang semakin pesat di Indonesia secara tidak langsung mempengaruhi permintaan akan kebutuhan energi listrik yang meningkat tiap tahunnya yang mengakibatkan konsumsi energi fosil yang digunakan untuk proses pembangkitan energi listrik juga meningkat. Perlu adanya energi alternatif lain selain energi fosil untuk proses pembangkitan energi listrik. Salah satu energi alternatif yang mempunyai potensi yang baik adalah energi air. Potensi energi air di Indonesia sendiri menurut Kementrian ESDM sebesar 75.000 MW, akan tetapi yang termanfaatkan hanya sebesar 10,1% dari potensi total yang ada di Indonesia. Selain energi air merupakan salah satu jenis energi yang ramah lingkungan energi air juga dapat diperbaharui.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh variasi besar sudut pada ujung sudu terhadap kinerja dari turbin reaksi. Penelitian yang akan dilakukan merupakan jenis penelitian eksperimen tentang kinerja turbin reaksi aliran vortex dengan melakukan variasi besar sudut pada ujung sudu turbin reaksi aliran vortex tipe lengkung L yakni sebesar 30o, 60o,  dan 90o yang diuji pada kapasitas air dan pembebanan yang juga di variasikan. Kinerja dari turbin reaksi terdiri dari daya dan efisiensi turbin reaksi. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa besar lengkungan sudut pada ujung sudu turbin reaksi tipe L sangat mempengaruhi daya dan efisiensi yang dihasilkan. Daya tertinggi dihasilkan oleh turbin reaksi dengan besar sudut 60o pada ujung sudu pada kapasitas 8,8992 L/s dengan pembebanan sebesar 25000g dengan nilai sebesar 28,31 Watt. Sedangkan efisiensi tertinggi terdapat pada turbin dengan besar sudut 90o pada ujung sudu pada kapasitas 5,6472 L/s dengan pembebanan 15000g dengan nilai efisiensi sebesar 57,521%. Semakin meningkatnya kapasitas air mengakibatkan peningkatan daya turbin reaksi serta peningkatan efisiensi pada beberapa turbin reaksi. Turbin dengan besar sudut 90o membuat aliran air yang masuk pada sudu turbin tidak mudah terlepas sehingga mampu mendorong turbin untuk berputar lebih cepat sesuai dengan kapasitas aliran yang mengalir. Kata Kunci : Vortex, sudu lengkung L, turbin reaksi, kinerja 
UJI EKSPERIMENTAL PENGARUH SUDUT BASIN CONE TERHADAP KINERJA TURBIN REAKSI ALIRAN VORTEX BAGUS BASKORO, MAHENDRA
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 02 (2017): JTM : Volume 05 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi memiliki peranan penting dalam menunjang kehidupan manusia. Maka perlu dilakukan pemanfaatan energi yang tersedia di alam secara optimal. Bentuk turbin yang tepat untuk pembangkit listrik tenaga mikrohidro adalah turbin vortex. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh sudut basin cone terhadap daya dan efisiensi pada turbin reaksi aliran vortex. Penelitian ini membuat tiga macam basin yaitu basin cone dengan sudut 65o, basin cone dengan sudut 67o, basin cone dengan sudut 90o. Hasil penelitian ini adalah variasi sudut basin cone dapat mempengaruhi daya dan efisiensi yang dihasilkan oleh turbin vortex. Daya dan efisiensi tertinggi diperoleh basin cone sudut 67o menghasilkan turbin yaitu 35,07 watt, dan efisiensi turbin 55,79 % dengan pembebanan 45.000 gram. Diikuti oleh basin cone sudut 65o dengan daya 27,22 Watt dan efisiensi turbin 51,12 % pada kapasitas 8,89 L/s dengan pembebanan 25.000 gram. Paling rendah berada pada basin cone sudut 90o diperoleh daya 21,15 Watt dan efisiensi turbin 37,28 % pada kapasitas 8,89 L/s dengan pembebanan 20.000 gram. Kata kunci: Turbin Vortex, Sudut Basin, Daya dan Efisiensi
STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH NILAI GETARAN MEKANIS TERHADAP MOTOR LISTRIK INDUKSI DENGAN VARIASI POROS TAMBAHAN MUKAFI ABDUL FATAH, MUHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 02 (2017): JTM : Volume 05 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pengukuran vibrasi saat ini semakin luas terutama di bidang industri dan teknologi, seperti halnya dalam penerapan di bidang industri dalam negeri untuk mengindikasikan tingkat gangguan yang terjadi pada mesin. Salah satu contohnya adalah penerapan pengukuran vibrasi dengan variasi material poros pada motor listrik sebagai penerus daya untuk proses permesinan dalam industri sehingga dapat meminimalisir kerusakn pada motor listrik. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh nilai getaran mekanis dalam hal ini adalah material poros terhadap motor listrik induksi sehingga didapatkan poros yang lebih baik dan mampu meningkatkan produktivitas industri terkait. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen. Variasi yang digunakan adalah material poros stainless steel, baja st 41, baja st 60, dan kuningan. Nilai getaran terbaik atau terkecil didapatkan pada material poros stainless steel diameter 6 mm, panjang 67 mm, massa 11,59 g, rpm 457,6 dengan hasil nilai accerelometer 2,05 (m/s2), displacement 0,0013 mm, dan Vrms 1,45 (mm/s) serta daya input motor listrik 100 watt.  Kata kunci : Getaran mekanis, Motor listrik induksi, Material poros, Vibration meter
PERBANDINGAN TINGKAT KEKASARAN DAN GETARAN PAHAT PADA PEMOTONGAN ORTHOGONAL DAN OBLIQUE AKIBAT SUDUT POTONG PAHAT DEDI SAPUTRA, ERWIN
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 02 (2017): JTM : Volume 05 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Proses bubut merupakan salah satu proses permesinan  yang paling banyak dijumpai dalam industri manufaktur. Dan  juga banyak  dilakukan  dalam  proses  penelitian-penelitian  untuk  mengetahui pengaruh-pengaruh  yang  ada  dalam  proses  permesinan,  salah satunya  adalah geometri   sudut  potong pahat dan tipe pemotongan yang digunakan. Tujuan  dari  penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui nilai tingkat kekasaran dan getaran pahat pada proses pemotongan Orthogonal dan Oblique akibat sudut potong pahat. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif yaitu menggambarkan hasil penelitian dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kekasaran permukaan yang paling baik terdapat pada sudut  potong 70º masing-masing dengan nilai kekasaran  1,47 µm dan 1, 91 µm. Untuk nilai kekasaran tertinggi terdapat pada sudut potong 90º masing-masing dengan nilai kekasaran 3,32 µm dan  3,76 µm. Sedangkan untuk nilai getaran yang paling baik terdapat pada sudut potong 70º masing-masing dengan nilai getaran 0,86 mm/s dan 0,98 mm/s, untuk nilai getaran yang paling tinggi terdapat pada sudut potong 90º masing-masing dengan nilai getaran 1,26 mm/s dan 1,31 mm/s. Jadi pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sudut potong yang paling baik yang menghasilkan nilai kekasaran dan getaran paling baik (rendah) adalah sudut potong 70° baik orthogonal maupun oblique. Kata Kunci: Pemotongan Orthogonal, Pemotongan Oblique, Tingkat Kekasaran , Getaran Pahat.               
PENGARUH PERUBAHAN SUDUT LENGKUNG BLADE TERHADAP KINERJA TURBIN ANGIN SAVONIUS TIPE S DUA TINGKAT PADA KONDISI ANGIN REAL HIDAYATULLOH, FERI
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 02 (2017): JTM : Volume 05 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angin merupakan udara yang bergerak disebabkan adanya perbedaan tekanan udara yang mengalir dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan lebih rendah. Angin di indonesia memiliki kecepatan rata rata 2-6 m/s. Melihat kebutuhan energi listrik terus meningkat, pemanfaatan energi angin berpotensi sebagai pembangkit listrik alternatif. Turbin angin berfungsi merubah energi kinetik angin menjadi energi mekanik berupa putaran poros yang digunakan memutar dinamo atau generator untuk menghasilkan listrik. Turbin angin savonius tipe-S adalah salah satu jenis turbin angin sumbu vertikal (VAWT) yang dapat digunakan pada angin dengan kecepatan rendah yang memiliki keuntungan konstruksi sederhana dan memiliki torsi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perubahan sudut lengkung blade terhadap daya dan efisiensi yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen. Dengan langkah awal membuat turbin angin 2 blade 2 tingkat diameter lingkaran 1 m dan tinggi 2 m  dan  variasi perubahan sudut lengkung blade 125°, 130°, 135°. cara pengambilan data dengan merubah posisi dudukan  lengkung blade dengan variasi sudut yang ditentukan selanjutnya diuji pada kondisi angin real dengan pengukuran kecepatan angin, putaran poros turbin, tegangan dan kuat arus listrik kemudian diformulasikan kedalam rumus dan dilakukan analisis. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa perubahan sudut lengkung blade terhadap kinerja turbin angin savonius tipe S dua tingkat pada kondisi angin real berpengaruh terhadap kinerja putaran poros dan  self starting, turbin savonius dengan sudut lengkung blade 125? lebih tinggi pada kecepatan angin 2,47 m/s dari  sudut lengkung 130? pada kecepatan angin 2,67 m/s dan sudut lengkung blade 135? pada kecepatan angin 2,78 m/s pada saat self startingnya hal ini dipengaruhi oleh perubahan profil lengkungan yang menyebabkan gaya dorong lebih tinggi pada sudut lengkung blade 125?.Daya tertinggi dihasilkan turbin angin savonius tipe S dua tingkat variasi sudut lengkung blade 125? sebesar (Pw) 373,41 watt dan daya elektrikal generator (Pg) 47,33 watt pada kecepatan angin 6,73 m/s dengan tip speed ratio (λ) 0,76. Efisiensi ( ? ) turbin angin savonius tipe S dua tingkat pada kondisi angin real tertinggi  dihasilkan oleh dengan variasi sudut lengkung blade 125? sebesar 24,92 % pada kecepatan angin 3,42 m/s   Kata Kunci :Energi angin,Turbin angin Savonius,Sudut Lengkung Blade, Daya dan Efisiensi
UJI EKSPERIMENTAL PENGARUH VARIASI JUMLAH SUDU TERHADAP KINERJA TURBIN REAKSI ALIRAN VORTEX DENGAN SUDU BERPENAMPANG PLAT DATAR RANDY AFRYZAL, NIKITA
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 02 (2017): JTM : Volume 05 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses produksi energi listrik saat ini sangat bergantung pada sumber energi fosil, karena sifatnya yang tidak dapat diperbarui dalam waktu singkat penggunaan energi fosil terus-menerus dapat mengakibatkan terjadinya krisis energi . Hal ini lah yang membuat banyak orang berusaha mencari sumber energi alternatif terbarukan dan ramah lingkungan. Salah satu bentuk energi alternatif yang ramah lingkungan adalah dengan memanfaatkan energi air dan merubahnya menjadi pembangkit listrik Microhydro. Microhydro yang dibuat biasanya memanfaatkan air terjun dengan head jatuh yang besar. Sedangkan pemanfaatan untuk aliran sungai dengan head jatuh yang kecil belum optimal. Hal ini menjadi referensi untuk melakukan penelitian tentang memanfaatkan aliran sungai yang memiliki nilai head yang rendah antara 0,7 m – 1,4 m dengan mengubahnya menjadi aliran pusaran (vortex). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Bahan penelitian adalah turbin reaksi aliran vortex dengan 6 sudu, 8 sudu dan 10 sudu dengan geometri sudu berpenampang plat datar. Untuk mendapatkan nilai daya turbin dan efisiensi turbin yang paling optimal pada saat pengujian dilakukan beberapa variasi kapasitas dan variasi pembebanan, yakni sebesar kelipatan 5000 gr hingga berhenti dan untuk kapasitas sebesar air 5,64 L/s, 6,94 L/s, 8,13 L/s, dan 8,89 L/s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 8 sudu memiliki daya tertinggi sebesar 21,84 watt pada kapasitas 8,89 L/s dengan beban 25000 dan efisiensi sebesar 44,3 % pada kapasitas 6,94 L/s dengan beban 2000 gr selanjutnya diikuti turbin air dengan variasi 10 sudu menghasilkan daya turbin sebesar 17,77 watt pada kapisatas 8,89 L/s dengan pembebanan 25000 gr dan menghasilkan efisiensi sebesar 31,99 % pada kapasitas 6,94 L/s dengan beban 20000 gr dan efisiensi turbin paling rendah saat menggunakan turbin air dengan variasi 12 sudu menghasilkan daya sebesar 16,80 watt pada kapasitas 8,89 pada beban 25000 gr watt dan menghasilkan efisiensi sebesar 37,09 % pada kapasitas 6,94 L/s dengan beban 20000 gr. Hal ini dikarenakan turbin dengan sudu 8 memiliki jarak antar sudu lebih renggang karena memiliki jumlah sudu yang lebih sedikit, hal ini mengakibatkan volume air yang masuk kedalam celah tiap turbinnya semakin banyak. Sehingga membuat dorongan air yang menerpa turbin menjadi lebih besar yang berakibat meningkatnya putaran turbin yang dihasilkan. Kata kunci : Turbin Vortex, Head Rendah, Jumlah Sudu, Efisiensi turbin.
EKSPERIMENTAL KINERJA TURBIN REAKSI ALIRAN VORTEX DENGAN VARIASI JARAK SUDU DENGAN SALURAN KELUAR BASIN Firdaus Sandeputra, Atha
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 02 (2017): JTM : Volume 05 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) merupakan alternatif sumber energi listrik bagi masyarakat. PLTMH memberikan banyak keuntungan terutama bagi masyarakat pedalaman di seluruh Indonesia. Telah banyak peralatan yang dikembangkan sebagai alat pengolahan PLTMH baik dalam skala besar maupun kecil. Untuk skala kecil, biasanya memanfaatkan aliran air kecil seperti sungai kecil atau bahkan saluran irigasi. Pengoprasian turbin ini dioperasikan pada daerah yang memiliki nilai head yang rendah antara 0,7 m – 1,4 m. Dari hasil penelitian ini jarak sudu dengan saluran keluar basin sangat berpengaruh terhadap daya dan efisiensi yang dihasilkan. Daya tertinggi terjadi pada jarak sudu dengan saluran keluar basin 3 cm dengan kapasitas air 8,899 L/s pada pembebanan 25000 gr diperoleh daya 25,4005 watt, diikuti pada jarak sudu 4 cm dengan kapasitas 8,899 L/s dan pembebanan 25000 gr diperoleh daya 25,0518 watt, dan daya paling rendah terjadi pada jarak sudu 5 cm dengan kapasitas 5,647 L/s pada pembebanan 30000 gr diperoleh daya 21,6002 watt. Efisiensi tertinggi terjadi pada jarak sudu dengan saluran keluar basin 3 cm dengan kapasitas air 5,647 L/s pada pembebanan 15000 gr yaitu 56,189 %, diikuti pada jarak 4 cm dengan kapasitas 5,647 L/s pada pembebanan 15000 gr yaitu 49,752 %, dan efisiensi paling rendah terdapat pada jarak sudu 5 cm dengan kapasitas 5,647 L/s pada pembebanan 15000 gr yaitu 45,658 %. Semakin meningkatnya kapasitas air mengakibatkan peningkatan daya dan efisiensi yang dihasilkan turbin reaksi. Turbin dengan jarak sudu 3 cm membuat aliran air tidak mudah keluar ke saluran buang sehingga turbin dapat mengoptimalkan kapasitas air yang mengalir. Kata Kunci : Vortex, jarak sudu, head rendah, turbin reaksi, kinerja