cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 108 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 3 (2019)" : 108 Documents clear
SURVEI KINERJA GURU PJOK DI SMP NEGERI SE-KOTA MOJOKERTO NGADENAN, PLACYNTIA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kinerja guru PJOK di SMP Negeri se-Kota Mojokerto. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan desain penelitian deskriptif, metode pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Jumlah populasi 15 guru PJOK, 15 Kepala Sekolah dan perwakilan siswa. Teknik analisis data menggunakan deskriptif analisis. Berdasarkan hasil penelitian survei kinerja guru PJOK se-Kota Mojokerto, kinerja guru dilihat dari guru menerapkan kompetensi yang wajib dilaksanakan terdiri kompetensi pedagogik hasil menunjukkan bahwa guru dalam menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik, pengembangan kurikulum, dan kegiatan pembelajaran yang mendidik dinyatakan cukup baik. Kompetensi kepribadian hasil menunjukkan bahwa guru dilihat dari etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru dinyatakan cukup baik. Kompetensi sosial menunjukkan bahwa guru keseluruhan dinyatakan baik. Serta kompetensi profesional hasil menunjukkan bahwa penguasaan materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu, serta guru dalam mengembangkan keprofesionalan melalui tindakkan reflektif dinyatakan cukup baik. Hasil penilaian kinerja guru berupa dokumen dan dipadukan dengan hasil wawancara bersama Ketua MGMP, Kepala Sekolah dan siswa kemudian dianalisa sehingga menghasilkan kinerja guru PJOK di SMP Negeri se-Kota Mojokerto dinyatakan cukup baik. Kata kunci : Kinerja, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan ABSTRACT This research aims to know the performance of physical education teachers at state junior high schools in Mojokerto. The researcher used qualitative methods, with descriptive research design. The data were collected by observation, interview and documentation. The research subjects were 15 physical education teachers, 15 headmasters, and students. The data were analysed by descriptive analysis technique. Based on the research result, teacher performance was assessed from how they apply the obligator competence, the pedagogic competency results showed that mastery of learning theory and the principles of educational learning, curriculum development, and educational learning activities carried out by the teacher are good. Then, competence of personality showed that their work ethic, responsibility and proud being a teacher are good. Social competence showed that all of them are very good. Besides, professional competency showed that control of materials, structure, concept, scientific mindset which support the lessons learned and developing professionality with reflective actions by the teacher are good. Overall, the performance of physical education teacher in state junior high schools mojokerto is good. Keywords: Performance, Physical Education
PERBANDINGAN EFEKTIFITAS WAKTU PEMBELAJARAN PJOK DENGAN POLA 1-2 DAN 2-1 KELAS XI SMAN 1 KOTA MOJOKERTO SATYA SUGIANTO, WIRA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendidikan merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap warga negara. Selain itu pendidikan juga bagian penting untuk kehidupan manusia karena pendidikan merupakan suatu proses untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dimasa yang akan datang. Efektifitas waktu pembelajaran merupakan hal yang penting, karena guru dituntut untuk bisa memberikan materi pembelajaran kepada siswa secara maksimal dan materi tersebut dapat diterima siswa secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efektifitas waktu pembelajaran PJOK dengan pola 1-2 dan 2-1 kelas XI Mipa 1, XI Mipa 2, XI Mipa 3, dan XI Mipa 4 SMAN 1 Kota Mojokerto. Dalam proses belajar mengajar penentuan pola waktu pembelajaran mempunyai arti cukup penting. Karena dalam kegiatan pembelajaran dapat mempengaruhi model dan strategi yang akan dirancang oleh guru sesuai dengan tingkat pemahaman siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah comparative research dengan pendekatan kuantitatif, termasuk dalam kategori penelitian Non-Eksperimen. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelas XI SMAN 1 Kota Mojokerto terdiri dari siswa kelas XI Mipa 1 sebanyak 33 siswa, XI Mipa 2 sebanyak 35 siswa, XI Mipa 3 sebanyak 30 siswa, dan XI Mipa 4 sebanyak 30 siswa. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan instrumen lembar kuesioner FCE (Formative Class Evaluation), merupakan kuesioner yang diberikan kepada siswa untuk mengetahui seberapa efektif pembelajaran PJOK. Hasil penelitian ini diperoleh tidak adanya perbedaan yang signifikan dengan hasil uji t menunjukkan bahwa nilai dengan melihat hasil sebesar (0,662 > 0,05), dengan perbedaan rata rata kedua metode belajar sebesar 0,28669. Sementara untuk hasil uji normalitas didapatkan nilai pola 1-2 normal dengan nilai XI Mipa 4 (0.101 > 0.05), dan nilai XI Mipa 1 (0.349 > 0.05), sedangkan nilai pola 2-1 normal dengan nilai XI Mipa 3 (0.060 > 0.05), dan nilai XI Mipa 2 (0.073 > 0.05). hasil angket Formative Class Evaluation (FCE) didapatkan hasil pembelajaran pola 1-2 dengan nilai 2,69 masuk kategori baik, sedangkan pola 2-1 dengan nilai 2,78 masuk kategori baik sekali yang artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara efektifitas waktu pembelajaran pola 1-2 dan efektifitas waktu pembelajaran pola 2-1 dengan perbedaan rata rata kedua metode belajar sebesar 0,28669. Kata kunci : Efektifitas, Pembelajaran, FCE (Formative Class Evaluation). ABSTRACT Education is an obligation that must be carried out by everyone. In addition, education is an important part of human life, because it is a process to improve the quality human resources in the future. The effectiveness of learning time is important, because teachers are required to be able to provide learning material to students optimally. The purpose of this research was to determine the effect of the effectiveness of learning time on physical education using 1-2 and 2-1 patterns to 11th grade students in IX MIPA 1, IX MIPA 2, XI MIPA 3, and XI MIPA 4 classes of State Senior High School 1 Mojokerto. In the teaching and learning process, determining the patterns of learning time has quite important meaning. It is important, because learning activities can affect the model and strategy that will be designed by the teacher according to the level of student understanding. The researcher used comparative research with a quantitative approach, included in the category of non-experimental research. The sample used in this research were 11th grade students of State Senior High School 1 Mojokerto. It consists of 33 students of XI MIPA 1, 35 students of XI MIPA 2, and 30 students each XI MIPA 3 and 4 classes. To collect data, the researcher used the FCE (Formative Class Evaluation) questionnaire sheets that was given to students to find out the effectiveness physical education learning. The result of this research showed no significant differences with the result of test. It showed that value of the result is 0,662(>0,05) and the average difference of the two learning methods is 0,28669. Meanwhile, the results of the normality test obtained a normal 1-2 pattern value as follows : XI MIPA 4 is 0,101(>0,05) and XI MIPA 1 is 0,349(>0,05), while a normal 2-1 pattern value as follows: XI MIPA 3 is 0,060(>0,05) and XIM MIPA 2 is 0,073(>0,05). The FCE (Formative Class Evaluation) questionnaire sheet showed the result of 1-2 pattern learning with a value of 2,69 included in the good category, while 2-1 pattern learning with a value of 2,78 included in the excellent category which means there is no significant differences between effectiveness of 1-2 and 2-1 pattern learning time with the average difference of 0,28669.Keywords: Effectiveness, Learning, FCE (Formative Class Evaluation).
DUKUNGAN SOSIAL, AKTIVITAS FISIK SISWA, DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA IRDYANDIWA, DYGRA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Dukungan sosial apakah itu dari orang tua, guru, teman, dan masyarakat. Seharusnya dari beberapa aspek dukungan menjadi bagian penting dari upaya menggerakkan siswa melakukan aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh dukungan sosial terhadap aktivitas fisik siswa. Faktor-faktor yang dominan mempengaruhi dukungan sosial dan aktivitas fisik juga diungkap dalam penelitian ini. Penelitian menggunakan metode noneksperimen dengan angket sebagai instrumen utama. Sampel penelitian adalah siswa SMA Negeri VII Surabaya sebanyak 194 orang. Data diolah dengan menggunakan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial tidak berpengaruh secara signifikan terhadap aktivitas fisik siswa. Faktor-faktor yang mempengaruhi dukungan sosial secara berturut-turut adalah dukungan guru, dukungan orang tua, dan dukungan teman sebaya. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas fisik siswa secara berturut-turut adalah frekuensi, intensitas, dan waktu. Kata kunci: Dukungan Sosial, Aktivitas Fisik ABSTRACT Social support should be an important part to motivate students to do physical activities. It could be from parents, teachers, friends, and society. This study aims to examine the effect of social support on students physical activity. The dominant factors affecting social support and physical activity were also revealed in this study. This study uses a non-experimental method with questionnaires as the main instrument. The research samples were 194 students of Senior High School VII Surabaya. The data were processed by using regression analysis. The results showed that social support did not significantly influence students physical activity. However, the factors that influence social support are teacher support, parental support, and peer support. Furthermore, the factors that influence students physical activity are frequency, intensity, and time. Keyword: Social Support, Physical Activity
PENGARUH MODIFIKASI MEDIA KARDUS TERHADAP HASIL BELAJAR KETERAMPILAN TENDANGAN T PENCAK SILAT KHALIL, MUHAMMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Persentase hasil Pengaruh Modifikasi Media Kardus Terhadap Hasil Belajar Keterampilan Tendangan T Pencak Silat pada Siswa Kelas XI di SMK Muhammadiyah 2 Surabaya masih rendah, khususnya dalam tendangan T pencak silat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Modifikasi Media Kardus Terhadap Hasil Belajar Keterampilan Tendangan T Pencak Silat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan menggunakan prinsip One group pre test post test design. Sampel penelitian ini adalah kelas XI MM 1 yang berjumlah 34 siswa terdiri dari 32 siswa putra dan 2 putri. Instrumen yang digunakan adalah instrumen penilaian tendangan T pencak silat. Teknik pengumpulan data adalah dengan pre-test dan pos-test kemampuan tendangan T pencak silat. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji beda mean pre-test dan uji beda mean post-test kemampuan tendangan T pencak silat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada Pengaruh Modifikasi Media Kardus Terhadap Hasil Belajar Keterampilan Tendangan T Pencak Silat pada siswa kelas XI di SMK Muhammadiyah 2 Surabaya. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji-t, taraf signifikan 0,05 dengan nilai t test 7,201 > t-tabel 1.697, yang menunjukkan hipotesis alternative diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan ada Pengaruh Modifikasi Media Kardus Terhadap Hasil Belajar Keterampilan Tendangan T Pencak Silat pada Siswa Kelas XI di SMK Muhammadiyah 2 Surabaya. Nilai rata-rata post-test sebesar 67,41 > 59,26 nilai rata-rata pre-test. Terbukti dengan adanya perhitungan persentase peningkatan sebesar 14 % Kata kunci : Modifikasi media kardus, hasil belajar, tendangan T pencak silat ABSTRACT The cardboard media modification utilization percentage on the T kick skill of Pencak Silat in XI graders of Vocational High School Muhammadiyah 2 Surabaya was low. This study aims to find the effect of cardboard media modification on T kick skill. The research methodology was quasi experiment by using one group pre-post test design. The subjects were 34 students from XI MM 1 class which consist of 32 male students and 2 female students. The research instrument was T kick instrument of assessment of Pencak Silat. The researcher collected the data by using pre-test and post-test of T kick skill in Pencak Silat. In analyzing the data, the researcher compared the result of mean pre-test and mean post-test of T kick skill in Pencak Silat. The result of the study shows there is an effect of cardboard media modification on T kick skill of Pencak Silat in XI graders of Vocational High School Muhammadiyah 2 Surabaya. It can be shown on the result of T-test is significant (<0,05). The result of T-test was 7,201 > T-table 1.697, it means the alternative hypothesis was accepted. The average score of post-test was higher than pre-test (67,41 > 59,26). Those post-test score increased become 14%. Thus, using cardboard media modification on T kick skill has an effect on XI graders of Vocational High School Muhammadiyah 2 Surabaya. Keyword : Modification of Cardboard Media, Learning Outcomes, T kick of Pencak Silat
PENGARUH SENAM AEROBIK TERHADAP TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA PESERTA EKSTRAKURIKULER BOLA BASKET DI SMA NEGERI 1 SUKODADI NUR INTANNI, BELLA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Senam aerobik merupakan suatu rangkaian gerak dan musik yang sengaja diciptakan sehingga muncul keselarasan antara gerakan dan musik untuk mencapai tujuan tertentu. Mengingat pentingnya peranan kebugaran jasmani bagi siswa, maka dibutuhkan aktivitas olahraga secara teratur dan efektif untuk meningkatkan kebugaran jasmani. Aktivitas olahraga yang bisa meningkatkan tingkat kebugaran jasmani adalah olahraga yang bisa memberikan beban kepada jantung dan paru aktivitas olahraga tersebut yaitu senam aerobik. Kebugaran jasmani adalah suatu aktivitas olahraga yang dilakukan dalam kurun waktu yang lama tanpa mengalami suatu kelelahan yang berarti dan masih bisa melakukan aktivitas lainya di waktu yang senggang. Penelitian ini dilakukan karena memiliki tujuan untuk mengetahui ada tidaknya suatu pengaruh dari pemberian senam aerobik terhadap tingkat kebugaran jasmani siswa. Terlihat dari hasil tes MFT (Multistage Fitness Test) yang memiliki nilai Z variabel MFT (Multistage Fitnes Test) sebesar ? 4,937 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000, yang menjelaskan bahwa dalam perhitungan uji beda sampel berpasangan (Wilcoxon) ada beda atau terdapat pengaruh dalam pemberian senam aerobik terhadap tingkat kebugaran jasmani siswa. Kata kunci: Senam aerobik, kebugaran jasmani. Abstract Aerobic exercise is a systematic combination of motion and music which is intentionally made so the harmony between movement and music appears to achieve the goal. Physical fitness is important for students. It needs to be maintained and improved by regular exercise. Aerobic exercise is the best sport activity which can improve physical fitness. As a result, good physical fitness benefits us to do more activity without experienching fatigue easily. This study aims to detemine whethere there is an influence of giving aerobic exercise to the student physical fitness level. The result, the MFT test (Multistage Fitness Test) value is ? 4,937, Furthermore, the paired samples (Wilcoxon) test was peformed to analyze the difference and influence of aerobic exercise tot student physical fitness level. The significance value is 0,000. It explains that there is a difference between pretest and postest score. Keywords: Aerobic exercise, physical fitness
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENTS (TGT) TERHADAP HASIL BELAJAR DROPSHOT BULUTANGKIS FEBBYASTRI ISWARDHANI, AYU
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mencari jawaban dari rumusan masalah, yaitu seberapa besar persentase pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournaments (TGT) terhadap hasil belajar dropshot bulutangkis yang diterapkan pada kelas x ipa-3 (kelas eksperimen) dibandingkan kelas x ipa-4 (kelas kontrol), manakah yang lebih baik antara dua kelas tersebut. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen semu. Penelitian ini menggunakan pendekatan dalam penelitian none equivalent (pretest snd posttest). Penelitian ini mengikutsertakan 72 siswa X SMA Negeri 16 Surabaya dan dibagi menjadi 2 kelompok dengan penggunaan teknik cluster random sampling untuk menentukan kelompoknya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelas eksperimen (x ipa-3) terdapat adanya peningkatan yang dapat dilihat pada persentase peningkatan 49,5% dan untuk kelas kontrol (x ipa-4) juga memiliki peningkatan 36,0%. Dari uji mann-whitney didapatkan nilai yang signifkansi ,005 yang artinya terdapat perbedaan pada kelas yang diberi treatment pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournaments (TGT) dan kelas yang tidak diberi treatment (kontrol). Dari hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa kelas yang diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournaments (TGT) lebih baik dibanding kelas yang tidak diberi perlakuan (kontrol) Kata kunci : Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournaments (TGT), hasil belajar dropshot bulutangkis. ABSTRACT This research aimed to find out the answer of the research question which is how is the effect of coopeatif learning Team Games Touraments (TGT) as learning model on students? badminton dropshot learning outcome. This learning model was implemented on X Science 3 class as experimental group and X Science 4 class ascontrol group). The research design was quantitative research by using quasi experimental method. The approach in this research was non-equivalent (pretest and post-test). There were 72 students of Senior High School 16 Surabaya involved in this study. Those students were divided into two groups by using cluster random sampling technique. The results of this research showed that the learning outcome of experimental group (X Science 3) increased 49.5% and control group (X Science 4) increased 36.0%. Mann-Whitney test indicated that there was significant difference at the p .005. This showed that there was significant difference on the learning outcome between the class that received a treatment, namely the implementation of Team Games Tournament as learning model, and the class that did not get any treatment (control group). Based on the result, it can be concluded that the class in which cooperatif learning Team Games Tournament was implemented has better learning outcome than the class which did not get any treatment (control group). Keywords : effect of cooperatif learning Team Games Tournaments (TGT), badminton dropshot learning outcom.
IDENTIFIKASI PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI MATERI BELADIRI PENCAK SILAT (PADA GURU PJOK SMA SWASTA SE-SURABAYA) ARI PRAYOGO, PANJI; , HAMDANI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Di dalam kurikulum pembelajaran pendidikan jasmani baik di sekolah menengah pertama maupun menengah ke atas, materi beladiri pencak silat masuk di antara rentetan beberapa cabang olahraga yang diajarkan kepada peserta didik, dan dinilai mudah untuk dipelajari serta diajarkan dari segi teoritis maupun praktisnya di lapangan. Pencak silat merupakan seni beladiri asli nusantara yang dipengaruhi oleh nilai-nilai spiritual dan budaya bangsa, adapun guru memiliki peranan penting untuk mentransfer kepada generasi penerus bangsa guna membangun kepribadian dan moral yang baik. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran mata pelajaran pendidikan jasmani materi olahraga beladiri pencak silat di SMA Swasta Surabaya dan juga untuk mengetahui kendala bagi guru PJOK SMA swasta se-Surabaya dalam melaksanakan pembelajaran pendidikan jasmani materi beladiri pencak silat. Penelitian ini termasuk jenis deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode simplerandom sampling. Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilakukan, Keterlaksanaan pembelajaran mata pelajaran pendidikan jasmani materi beladiri pencak silat di SMA Swasta se Surabaya, dapat diketahui bahwa 80 % guru PJOK secara umum belum menjalankan materi pencak silat kedalam pembelajaran penjas. 73% kendala bagi guru PJOK SMA Swasta se Surabaya dalam melaksanakan pembelajaran pendidikan jasmani materi beladiri pencak silat terletak dari kurangnya ketersediaan bahan ajar materi pencak silat dasar. Kata Kunci: Pencak Silat, Identifikasi Pembelajaran, Pendidikan Jasmani Abstract Pencak silat is a martial art from Indonesia which is influenced by spiritual values and local culture of Indonesia. Furthermore, it is a topic in the physical education curriculum on both junior high school and senior high school. It has both theoretical and practical to be taught. Moreover, it could be easily learned by student. Physical education teacher has an important role to transfer pencak silat to the next generation in order to build good personality and morals. The aims of this study are to find out the implementation in physical education with pencak silat?s martial art topic in the private senior high schools in Surabaya and to find out the difficulties of physical education teachers in private senior high school in Surabaya when implementing pencak silat martial art. In addition, this study belongs to descriptive-qualitative research by using simple random sampling method. Based on the result of this study, the implementation in physical education with pencak silat?s martial art topic in all private senior high school in Surabaya, it is found that generally 80% physical education teachers had not taught the subject of pencak silat in the physical lesson. Moreover, 73% difficulties of the physical education teachers in all private senior high school in Surabaya when implementing the physical education learning with the subjects of Pencak Silat?s martial art were the lack of teaching material to teach basic Pencak Silat. Keywords: Pencak Silat, Identification of Learning, Physical Education
PROFIL KESEHATAN PRIBADI SISWA SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN KRIAN KABUPATEN SIDOARJO NASHRUDDIIN, ANDYCHAH; NURHAYATI, FARIDHA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kesehatan pribadi adalah hal yang tidak bisa lepas dari kehidupan manusia. Pentingnya kesehatan pribadi untuk menunjang perkembangan dan pertumbuhan anak usia sekolah dasar. Di beberapa wilayah di Indonesia kesehatan pribadi siswa masih kurang akan kesadaran setiap individu. Keberhasilan pendidikan juga dipengaruhi oleh tingkat kesehatan anak. Sehingga, untuk penanaman pola hidup sehat sangat ideal diberikan kepada mereka. Dengan adanya peran guru sebagai pendidik di lingkungan sekolah dan orang tua di lingkungan keluarga, akan menjadi faktor penting untuk penanaman pola hidup sehat untuk diri pribadi maupun lingkungan sekitar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil kesehatan pribadi siswa di Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SDN Kraton, MI Miftahul Ulum, SD Cinta Hati yang berjumlah 141 siswa. Instrumen penelitian ini adalah angket kesehatan pribadi. Teknik analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah prosentase dan mean. Berdasarkan hasil penelitian, kategori kesehatan pribadi siswa SD di Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo adalah sebagai berikut: kategori sangat baik sejumlah 35 siswa (25%), kategori baik sejumlah 90 siswa (64%) dan kategori cukup sejumlah 16 siswa (11%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semua kondisi kesehatan pribadi siswa sekolah dasar di kecamatan Krian, kabupaten Sidoarjo dalam kondisi baik. Kata Kunci : Kesehatan Pribadi, Sekolah Dasar Abstract Personal health is an important thing which cannot be separated from human life. The importance of personal health is supporting the development and growth of elementary school student. In several district in Indonesia, students personal health is poor and lack of awareness from each individual. Furthemore, educational success is also influenced by childrens health. So, healthy lifestyles is important for them. The role of teachers as educators in the school environment and parents in the family environment will be an important factor for planting healthy lifestyles for personal as well as the surrounding environment. The purpose of this study was to determine the profile of students personal health in Krian, Sidoarjo District. This research was a descriptive research. The population in this study were 141 fourth grade student of Kraton Elementary School, MI Miftahul Ulum and SD Cinta Hati. The instrument of this study was a personal health questionnaire. The analysis technique used in this study are the percentage and mean. Based on the results of the study, the personal health categories of elementary students in Krian, Sidoarjo District are as follows: very good categories of 35 students (25%), good categories of 90 students (64%) and sufficient categories of 16 students (11%). Thus, it can be concluded that all the personal health conditions of elementary school students in Krian, Sidoarjo District are in good condition. Keywords: Personal Health, Primary School
SURVEI KETERLAKSANAAN MATERI AJAR PENCAK SILAT DI SMA NEGERI 15 SURABAYA EGA IVANTO, AANG; RACHMAN SYAM TUASIKAL, ABDUL
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Di dalam kurikulum pembelajaran pendidikan jasmani baik di sekolah menengah pertama maupun menengah ke atas, materi beladiri pencak silat masuk di antara rentetan beberapa cabang olahraga yang wajib diajarkan kepada peserta didik, dan dinilai mudah untuk dipelajari serta diajarkan dari segi teoritis maupun praktisnya di lapangan.Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran mata pelajaran pendidikan jasmani materi olahraga beladiri pencak silat di SMA Negeri 15 Surabaya.Penelitian ini termasuk jenis deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode observasi dan wawancara.Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilakukan, keterlaksanaan pembelajaran mata pelajaran pendidikan jasmani materi beladiri pencak silat di SMA 15 Surabaya, dapat diketahui bahwa guru PJOK belum menjalankan materi pencak silat kedalam pembelajaran penjas. Kendala bagi guru PJOK SMA Negeri 15 Surabaya dalam melaksanakan pembelajaran pendidikan jasmani materi beladiri pencak silat terletak dari banyaknya kelas yang diajarkan pada saat pelajaran olahraga sehingga waktu untuk praktek materi pencak silat kurang. Kata Kunci: Pencak Silat, Survei, Pendidikan Jasmani Abstract In the physical education curriculum of both junior and senior high schools, the material of pencak silat is included in a series of sports that must be taught to students.it is considered easy to be implemented both theoretical and practical. The purpose of this study was to find out the implementation of pencak silat in physical education at Surabaya State High School 15. This study is a qualitative descriptive type using observation and interview methods. Based on the result of this study, the implementation pencak silat in physical education at Surabaya State High School 15 is not running well. PE teachers do not use pencak silat material into PE learning because the limited time duration and unproporsional class. Keywords: Pencak Silat, Survey, Physical Education
PERBANDINGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA PUTRI KELAS XI IPA ANTARA MAN 8 JOMBANG DAN MAN 4 JOMBANG BERBASIS PONDOK PESANTREN MAMBAUL MA’ARIF FAHMY ADAM, ALFIAN; , HAMDANI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Olahraga sangat penting bagi manusia untuk mencapai kehidupan yang sehat dan bugar. Dalam lingkungan sekolah, kesehatan dan kebugaran siswa dicapai melalui kegiatan olahraga yang diaplikasikan ke dalam mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (Penjasorkes). Penelitian ini berupaya mengetahui (1) perbedaan kebugaran jasmani siswa putri sekolah berbasis Pesantren dan non Pesantren, (2) tingkat kebugaran jasmani siswa mana yang lebih baik antara siswa putri sekolah berbasis Pesantren dan non Pesantren. Adapun jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian non-eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Pengujian hipotesis dianalisis secara statistik untuk menguji hipotesis menggunakan uji-t (beda antar kelompok). Dari hasil perhitungan uji-t menunjukkan hasil signifikan (0,058) > ? (0,05). Maka Ha ditolak dan Ho diterima, yang berarti bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara tingkat kebugaran jasmani siswa putri sekolah berbasis Pesantren dan non Pesantren. Penyebab utama adalah kurangnya aktivitas fisik dan latihan olahraga dengan bukti : sekarang sudah banyak siswa yang naik sepeda motor dan diantar oleh orang tua. Demikian juga siswa putri yang bersekolah berbasis Pesantren di MAN 4 dan MAN 8 non Pesantren tidak ada yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga yang ada di sekolah. Sehingga tingkat kebugaran jasmani dari kedua sekolah tersebut masuk dalam kategori sangat kurang. Kata Kunci: Kebugaran Jasmani, Berbasis Pesantren, dan Non Pesantren AbstractSport is very important for people to achieve a healthy and fit life. In the school environment, students? health and fitness are achieved through physical activities which are applied in physical education. This study aimed to determine (1) the female students physical difference between Islamic Boarding School and Non-Islamic Boarding School, and (2) the better physical fitness level between female students Islamic Boarding School and Non-Islamic Boarding School. This research type is non-experimental research with quantitative approach. The hypotheses were analyzed statistically to test the difference between groups by using t-test. From the calculation of the t-test, it showed the significant is 0,058 >? (0,05). It means that there is no significant difference between Islamic Boarding School and Non-Islamic Boarding School female students? physical fitness level. The main reason is lack of physical activity and exercise with the evidence many students who ride motorcycles and driver by parents. Likewise, there were no female students of MAN 4 Jombang islamic boarding school and MAN 8 Jombang non-islamic boarding school who took part in sports extracurricular activities at the school. So that the level of physical fitness of the two schools are very poor.Keywords: Physical Fitness, Islamic boarding school, Non-Islamic boarding school

Page 2 of 11 | Total Record : 108