cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,082 Documents
HUBUNGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI DENGAN HASIL BELAJAR AKADEMIK LEMBAR RHAMADHANIE, JUNJUNG
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebugaran jasmani adalah kemampuan seseorang untuk melaksanakan tugas gerak, pekerjaan atau rutinitas sehari-hari dengan fisik yang prima, tidak mengalami kelelahan yang berat setelah melaksanakan aktivitas tersebut serta memiliki kemampuan fisik yang baik untuk melakukan pekerjaan lainnya. Dari hasil pengamatan penulis selama melaksanakan mata kuliah Program Pengelolaan Pembelajaran selama tujuh minggu di SMP Negeri 1 Jombang, kebanyakan siswa kurang aktif dalam melakukan tugas gerak selama proses kegiatan belajar mengajar mata pelajaran PJOK. Dasar peneliti mengambil SMP kelas VIII karena banyak siswa yang belum begitu memahami tentang tes MFT. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan hubungan tingkat kebugaran jasmani dengan hasil belajar akademik yang diambil dari siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Jombang, yaitu kelas VIII B, VIII D dan VIII E. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasi dengan pendekatan kuantitatif, dimana penelitian ini adalah penelitian yang menghubungkan satu atau lebih variabel bebas dengan satu variabel terikat tanpa ada upaya untuk mempengaruhi variabel tersebut. Bentuk sederhana dari penelitian korelasi adalah hubungan antara dua variabel. Berdasarkan hasil penelitian ini mempunyai tujuan yaitu untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani dengan hasil belajar akademik siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Jombang. Hasil dari penelitian hubungan Tingkat Kebugaran Jasmani dengan Hasil Belajar Akademik siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Jombang, menghasilkan signifikansi sebesar 0,000. Hasil ini menunjukkan bahwa nilai Significance < level of significance (a=5% atau 0,05). Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Tingkat Kebugaran Jasmani dengan Hasil Belajar Akademik. Nilai koefisien bernilai positif, yaitu 0,436. Koefisien yang bernilai positif menunjukkan hubungan yang searah, artinya bahwa apabila Tingkat Kebugaran Jasmani semakin tinggi maka Hasil Belajar Akademik siswa juga akan meningkat. Kata Kunci: kebugaran jasmani, hasil belajar akademik Abstract Physical fitness is an ability to execute workout or daily routine with physical excellence, without severe fatigue after doing the activity and also having well physical ability to execute other job. The observation result during conducting Learning Management Program for 7 weeks in Junior High School 1 Jombang indicates that most of the student doesn?t too much active for doing workout during the program. The basis to took the VIII grade junior high school student because at the time the researchers conducted Physical Education, many students had not yet thought about the MFT test. The aim of this research is to find out the development of relation between physical fitness level and academic learning outcomes collected from students of VIII grade Junior High School 1 Jombang classes VIII B, VIII D and VIII E. The type of this research is correlational with a quantitative approach, which is connecting one or more independent variable without any action to influences those variables. The simplest from of correlational research is the relation between two variables. Based on the result, the aim is to find out the level of physical fitness and learning outcome collected from student grade VIII Junior High School 1 Jombang. This research results the significance 0,000. The result indicates that the value of significance < level of significance (a=5% or 0,05). Therefore, it could be started that there is a significance relation between the level of physical fitness and academic learning outcome. Coefficient value is positive, 0,436. The positive value indicates a direct relation, means that if the level of physical fitness higher, the academic learning outcome will increase. Keywords: physical fitness, academic learning outcomes
PENGARUH SENAM CERIA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA TUNAGRAHITA DI SDLB SISWA BUDHI SURABAYA FARY SETYANINGSIH, AIN
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Anak tunagrahita ringan memerlukan kegiatan yang berkaitan dengan latihan yang dapat meningkatkan keterampilan gerak. Salah satunya menggunakan gerakan senam karena pada gerakan senam terdapat gerak dasar yang sangat penting dalam kegiatan aktivitas sehari-hari secara mandiri. Peneliti melihat masih kurangnya motivasi belajar bagi anak tunagrahita di SDLB Siswa Budhi Surabaya, dilihat dari pada saat melakukan tugas gerak pada saat pembelajaran PJOK. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh senam ceria terhadap motivasi belajar PJOK pada anak tunagrahita dan mengetahui besaran pengaruh senam ceria terhadap motivasi belajar PJOK pada anak tunagrahita di SDLB Siswa Budhi Surabaya. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif deskriptif dengan menggunakan model one group pretest-posttest design. Pada penelitian ini menggunakan sampel siswa kelas 5 dan 6 berjumlah 10 siswa tunagrahita. Pada saat pengambilan data peneliti menggunakan instrumen berupa angket motivasi belajar PJOK pada siswa tunagrahita. Berdasarkan dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan motivasi belajar sebesar 13,20%. Dapat dibuktikan dengan nilai T hitung 6,230 ? T tabel 1,833 dengan sig= 0,001 ? ? 0,05 yang menunjukkan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak. Kata Kunci: senam ceria, motivasi belajar pjok, siswa tunagrahita Abstract Mild mental retardation children need an activity that relates to exercise, which can improve motion skills. One of the activities can be implemented is gymnastic movements because there are fundamental movements that are vital for mentally disabled children in their daily lives. The researcher has observed that the students with mental retardation in ?Siswa Budhi? Public Special Education School in Surabaya were lack of motivation to learn, it can be seen from the effect of cheerful gymnastics on the learning motivation of the students with mental retardation during the P.E course in ?Siswa Budhi? Public Special Education School. This research was designed as a descriptive quantitative, which applied one group prestest-posttest design model. This research sample involved ten students with mental retardation from fifth-grade and sixth-grade. When collecting the data, the researcher used an instrument in the from of a learning-motivation questionnaire for students with mental retardation. Based on the research result, it can be concluded that there was an improvement in learning motivation for 13,20%. In addition, it can be proven by the T value of 6,230 ? T tabel 1,833 with sig = 0,001 ? ? 0,05, which indicates that Ha is accepted and H0 is rejected. Keywords: cheerful gymnastic, p.e class motivation, students with mental retardation
PERBANDINGAN KESEHATAN PRIBADI DAN STATUS GIZI ANTARA SISWA SEKOLAH FULL DAY DAN SEKOLAH REGULER YONI CAHAYA, RESTU
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sekolah merupakan tempat seseorang menuntut ilmu dan belajar akan segala sesuatu. Salah satunya mengerti tentang ilmu kesehatan pribadi dan belajar untuk menerapkannya di lingkungan sekolah. Kesehatan pribadi siswa dapat menjadi salah satu acuan keberhasilan pendidikan pada suatu sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan kesehatan pribadi dan status gizi siswa antara sekolah full day dan sekolah reguler. Penelitian ini merupakan penelitian komparatif yang membandingkan 2 kelompok sampel. Pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling, sampel dalam penelitian ini yaitu siswa kelas V di sekolah full day (SDIT Utsman Bin Affan) dan sekolah reguler (SDN Lakarsantri II). Instrumen penelitian menggunakan angket kesehatan pribadi dan status gizi menggunakan IMT/U dan TB/U. Teknik analisis data menggunakan uji t dan chi square. Dari hasil penghitungan uji t kesehatan pribadi diperoleh hasil nilai sig. (2-tailed) 0,029 < 0,05 maka H? diterima. Sedangkan hasil pengujian chi square status gizi diperoleh hasil p-value sebesar 2,231 dan sig 0,526. Hal ini menunjukkan bahwa sig (0,526) alpha 0,05 yang berarti H? ditolak dan Ho diterima. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: Ada perbedaan yang bermakna antara kesehatan pribadi siswa sekolah full day (SDIT Utsman Bin Affan) dan siswa sekolah reguler (SDN Lakarsantri II) dan tidak ada perbedaan yang bermakna antara status gizi siswa sekolah full day (SDIT Utsman Bin Affan) dan siswa sekolah reguler (SDN Lakarsantri II). Jadi kesehatan pribadi sekolah full day lebih baik daripada sekolah reguler. Kata Kunci: kesehatan pribadi, status gizi, full day, reguler Abstract School is a place for someone to study and learn about everything, including to understand about personal health science and learn to apply it in the school environment. Student?s personal health can be one reference to the success of education in a school. The aim of this study is to find out are there differences in personal health and nutritional status between full day schools students and regular schools students. This study is a comparative study, which is comparing 2 groups of samples. The sample selection use purposive sampling technique, the sample in this study is students in grade V in a full day schools (Integrated Islamic Elementary School Utsman Bin Affan) and a regular schools (Lakarsantri State Elementary School 2). The study instrument use personal health questionnaire and nutritional status based on BMI/ Age and Height/ Age calculation. Data analysis in this study use T-test and chi square techniques. The result of the personal health study by T-test obtained result value sig. (2-tailed) 0.029 <0.05 then H? is accepted. While the chi square test results of nutritional status obtained p-value of 2.231 and sig 0.526. This shows that sig (0.526) alpha 0.05, which means that H? is not accepted and Ho is accepted. From the research results it can be conclude that: There is a significant difference between the personal health of full day school students (Integrated Islamic Elementary School Utsman Bin Affan) and regular school students (Lakarsantri State Elementary School 2) and there is no significant difference between the nutritional status of full day school students (Integrated Islamic Elementary School Utsman Bin Affan) and regular school students (Lakarsantri State Elementary School 2). So, personal health of a full day school students is better than a regular school students. Keywords: personal health, nutritional status, full day, regular
SURVEI LITERASI KESEHATAN PADA MAHASISWA S1 PRODI PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA BAYU TRIANGGORO, TIWA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Literasi kesehatan adalah kemampuan seseorang dalam mengakses, memahami, dan menggunakan informasi kesehatan dalam menjaga kesehatan dikehidupan sehari-hari. Literasi kesehatan juga mempunyai peran sangat penting dalam bidang kesehatan sehingga pencapaian literasi kesehatan juga tanggung jawab sesama individu maupun sosial. Maka dari itu literasi kesehatan sangatlah penting bagi masyarakat dikehidupan sehari-hari untuk meningkatkan kualitas hidup, kemampuan dalam bertindak dan mengontrol kesehatannya sebagai individu, keluarga, dan masyarakat.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pemahaman tentang literasi kesehatan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya. Penelitian ini juga merupakan penelitian survei, yang menggunakan teknik cluster random sampling. Dalam penelitian ini sampel yang digunakan adalah mahasiswa angkatan 2017, dikarenakan sudah lebih setahun menjadi mahasiswa, sudah dapat merubah pola pikirnya, dapat beradaptasi dengan situasi dan kondisi dikuliahnya, serta dianggap matang karena mereka sudah merantau hampir 3 tahun dibandingkan dengan angkatan dibawahnya yang masih beradaptasi dengan lingkungan baru mereka. Pada penelitian ini teknik yang digunakan yaitu mean, standart deviasi, serta persentase. Berdasarkan hasil nilai total dari penelitian ini dapat digambarkan bahwa rata-rata literasi kesehatan mahasiswa program studi Pendidikan Universitas Negeri Surabaya yaitu 77,87%. Sedangkan berdasarkan kategori tinggi dengan jumlah 210 mahasiswa sebesar 80,2%, kategori sedang dengan jumlah 50 mahasiswa sebesar 19,1%, dan kategori rendah dengan jumlah 2 mahasiswa sebesar 0,8%. Kata Kunci: literasi kesehatan, kualitas hidup Abstract Health literacy is a persons ability to access, understand and use health information in maintaining health in their daily lives. Health literacy also has a very important role in the health sector so that the achievement of health literacy is also the responsibility of fellow individuals and socially. Then of the literacy health is very important for people in life everyday to improve the quality of life, ability to act and control of her health as individuals, families, and public. The aim of the research is that to know the understanding of literacy health of students the University of Surabaya. Research is also a research survey, which uses techniques cluster random sampling. In the study s sample that is used is the students Forces in 2017. Due to the already over a year became a student, has been able to change patterns of thought, can adapt to the situation and condition his lecture, and considered to be mature because they ve migrated almost 3 years compared with the Force beneath which they adapt to the environment of new them. In this study the techniques used are mean, standard deviation, and percentage. Based on the results of the total value of this study it can be illustrated that the average health literacy of students at the Surabaya State University Education Study Program is 77.87%. While based on the high category with the number of 210 students at 80.2%, the medium category with the number of 50 students at 19.1%, and the low category with the number of 2 students at 0.8%. Keywords: health literacy, quality of life
PERBANDINGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA YANG MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER BOLA BASKET PUTRI DI SMP NEGERI 1 JATIROGO DAN SMP NEGERI 4 TUBAN ANJAR PURBANINGRUM, RINDANG
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebugaran jasmani merupakan kemampuan daya fisik tahan seseorang untuk melakukan aktivitas sehari-hari seperti berjalan, berlari, dll secara optimal dan tidak merasakan kelelahan yang berarti serta masih memiliki cadangan energi untuk melakukan kegiatan yang lainnya. Di SMP Negeri 1 Jatirogo dan SMP Negeri 4 Tuban sama-sama memiliki ekstrakurikuler bola basket putri. Namun, dari kedua sekolah dan pelatih basket tersebut sampai saat ini belum pernah mengetahui tingkat kebugaran jasmani siswanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan dan jika ada, seberapa besar perbedaan tingkat kebugaran jasmani siswa yang mengikuti ekstrakurikuler bola basket putri di SMP Negeri 1 Jatirogo dan SMP Negeri 4 Tuban. Jenis dari penelitian ini adalah non eksperimen dengan desain penelitian yaitu desain komparatif yang bertujuan membandingkan satu kelompok sampel dengan kelompok sampel lainnya. Dalam penelitian ini pengambilan data menggunakan Purposive sampling dengan instrumen yang digunakan adalah Multistage Fitness Test (MFT). Berdasarkan perhitungan menggunakan SPSS, maka diperoleh nilai signifikansi 0.00<0.05 yang artinya terdapat perbedaan tingkat kebugaran jasmani siswa yang mengikuti ekstrakurikuler bola basket putri di SMP Negeri 1 Jatirogo dan SMP Negeri 4 Tuban. Sedangkan hasil rata-rata dari SMP Negeri 1 Jatirogo sebesar 28,52 dan SMP Negeri 4 Tuban sebesar 25,40. Hal ini berarti, tingkat kebugaran jasmani siswa yang mengikuti ekstrakurikuler bola basket putri di SMP Negeri 1 Jatirogo lebih tinggi daripada SMP Negeri 4 Tuban, dengan selisih nilai 3,11. Kata kunci: kebugaran jasmani, ekstrakurikuler, bola basket Abstract Physical fitness is the ability of ones physical endurance to carry out daily activities such as walking, running, etc optimally and do not feel significant fatigue and still have energy reserves to do other activities. In State Junior High School 1 Jatirogo and State Junior High School 4 Tuban both have womens basketball extracurriculars. Basketball sport really need good physical fitness to support good performance as well. However, from the two schools and the basketball coaches, have never known the physical fitness level of their students. This study aims to determine whether there are differences and if there are, how big is the difference in the physical fitness level of students who follow womens basketball extracurricular in State Junior High School 1 Jatirogo and State Junior High School 4 Tuban. This type of research used non-experimental and the comparative design as a research design that aims to compare one sample group with another sample group. In this research, the data collection used purposive sampling with the instrument used Multistage Fitness Test (MFT). Based on calculations using SPSS showed a significance value of 0.00 <0.05, which means there are differences in the level of physical fitness of students who take extracurricular basketball in State Junior High School 1 Jatirogo and State Junior High School 4 Tuban. While the average results of State Junior High School 1 Jatirogo was 28.52 and State Junior High School 4 Tuban was 25.40, the physical fitness level of students who took extracurricular womens basketball at State Junior High School 1 Jatirogo was higher than State Junior High School 4 Tuban with a difference value of 3.11.Keywords: physical fitness, extracurricular, basketball
PERBANDINGAN LITERASI KESEHATAN ANTARA SISWA JURUSAN IPA DAN IPS SMA NEGERI DI KOTA SURABAYA CIPTA SAYEKTI, ARMANDA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Literasi kesehatan merupakan sebuah kemampuan seseorang untuk memperoleh, mengolah dan menerapkan informasi seputar kesehatan. Kemampuan ini sangat diperlukan guna menunjang kualitas hidup yang lebih baik. Terlebih pada usia remaja dimana usia tersebut masih dalam kondisi labil dan proses menilai baik dan buruk, maka dari itu literasi kesehatan sangat penting dimiliki agar paham tentang kesehatan dan dapat menentukan keputusan terhadap masalah kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan literasi kesehatan antara siswa jurusan IPA dan IPS SMA Negeri di Kota Surabaya. Jenis penelitian ini merupakan penelitian komparatif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah siswa jurusan IPA dan IPS SMA Negeri di Kota Surabaya. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling dengan jumlah 5 sekolah. Instrumen penelitian menggunakan angket HLS EU Q16 (Health Literacy Survey Europe Union Question 16) dan NVS (Newest Vital Sign). Teknik analisis data yang digunakan adalah chi square dan persentase. Berdasarkan hasil analisis statistik menunjukkan tingkat literasi kesehatan persepsional siswa jurusan IPA kategori rendah 1,6%, sedang 19,8%, tinggi 78,6% dan tingkat literasi kesehatan fungsional kategori kemungkinan besar literasi terbatas 16,1%, kemungkinan literasi terbatas 38%, kemungkinan literasi cukup 45,8%. Tingkat literasi kesehatan persepsional siswa jurusan IPS kategori rendah 1,4%, sedang 25%, tinggi 73,6% dan tingkat literasi kesehatan fungsional kategori kemungkinan besar literasi terbatas 22,9%, kemungkinan literasi terbatas 39,3%, kemungkinan literasi cukup 37,9%. Perhitungan menggunakan chi square diperoleh hasil 0,608 untuk mencari literasi kesehatan, 0,296 untuk memahami literasi kesehatan, 0,782 untuk menilai literasi kesehatan, 0,259 untuk menerapkan literasi kesehatan dan 0,271 untuk literasi kesehatan persepsional, sedangkan 0,205 untuk literasi kesehatan fungsional. Jadi tidak ada perbedaan yang signifikan literasi kesehatan antara siswa jurusan IPA dan IPS SMA Negeri di Kota Surabaya. Kata kunci: literasi kesehatan, sma negeri, jurusan IPA, jurusan IPS Abstract Health literacy is a persons ability to obtain, process and apply information about health. This ability is needed to support a better quality of life. Especially at the age of adolescence where at that age are still in an unstable condition and the process of assessing good and bad, therefore health literacy is very important possessed so that they understand health and determine the decision on health problems. This study aims to determine the comparison of health literacy between students majoring in Sciences and Social Sciences at State High Schools in the City of Surabaya. This research is a type of comparative research with a quantitative approach. The population of this study were students majoring in Sciences and Social Sciences at State High School in the city of Surabaya. Sampling using cluster random sampling techniques with a sample of 5 schools. The research instrument used the HLS EU Q16 (Health Literacy Survey Europe Union Question 16) questionnaire and NVS (Newest Vital Sign). Data analysis techniques used Chi Square and percentages. Based on the results of statistical analysis shows that the perceptional health literacy level of students majoring in Sciences is low category 1.6%, moderate 19.8%, high 78.6% and functional health literacy level is likely that literacy is limited to 16.1%, the possibility of limited literacy 38 %, the probability of literacy is quite 45.8%. The level of perceptional health literacy in social studies majors in the low category is 1.4%, moderate 25%, high 73.6% and the functional health literacy level is most likely limited literacy 22.9%, the possibility of limited literacy is 39.3%, the likelihood of adequate literacy 37 9%. Calculations using chi square obtained results of 0.608 to look for health literacy, 0.296 to understand health literacy, 0.782 to assess health literacy, 0.259 to apply health literacy and 0.271 for perceptional health literacy, while 0.205 for functional health literacy. So, that there were no significant differences health literacy between students majoring in Sciences and Social Sciences at State High Schools in Surabaya. Keywords: health literacy, state high school, department of science, department of social science
IDENTIFIKASI KEBUGARAN JASMANI SISWA EKSTRAKURIKULER PENCAK SILAT PERGURUAN TAPAK SUCI KATEGORI TANDING DAN SENI DI SMP MUHAMMADIYAH 2 SURABAYA SUBHAN, AGIL
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Ekstrakurikuler pencak silat merupakan salah satu ekstrakurikuler yang melibatkan siswa pada banyak aktivitas gerak yang tentunya dapat memengaruhi keterampilan, kekuatan, kecepatan, dan kebugaran jasmani. Hal ini berarti pencak silat memerlukan kondisi fisik prima dan siswa harus mempunyai VO2Max yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani pada siswa ekstrakurikuler pencak silat perguruan tapak suci di SMP Muhammadiyah 2 Surabaya kategori tanding yang berjumlah 34 siswa dan kategori seni yang berjumlah 30 siswa. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Kebugaran jasmani diukur berdasarkan tingkat VO2Max siswa menggunakan lari multitahap (MFT= multistage fitness test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kebugaran jasmani siswa dalam kategori tanding sebesar 30,9 masuk dalam kategori kurang. Terdiri atas tingkat kebugaran jasmani baik sebanyak 2 siswa (5,8%), sedang sebanyak 4 siswa (11,76%), kurang sebanyak 12 siswa (35,29%), sangat kurang sebanyak 16 siswa (47,06%). Sedangkan nilai rata-rata kebugaran jasmani siswa dalam kategori seni sebesar 32.57 masuk dalam kategori kurang. Terdiri atas tingkat kebugaran jasmani baik sebanyak 1 siswa (3,33%), sedang sebanyak 4 siswa (13,33%), kurang sebanyak 11 siswa (36,67%), sangat kurang sebanyak 14 siswa (46,67%). Kata Kunci: kebugaran jasmani, pencak silat, tapak suci, kategori tanding, kategori seni Abstract Pencak silat extracurricular activities have various movements and tend to affect movement skills, strength, speed and even physical fitness. It is already clear that pencak silat requires excellent physical condition components and this proves students should have VO2Max was good. This research aims to determine the level of physical fitness on pencak silat tapak suci extracurricular students in Muhammadiyah 2 Surabaya junior high school between fight category with total of 32 students and art category with total of 28 students. This research use quantitative research with a descriptive approach. Engineering tests carried out to measure the ability of VO2Max with multistage running (multistage fitness test=mft). Engineering tests and measurements carried out with multistage running (multistage fitness test/mft) to measure the ability of VO2Max. The results showed that the average physical fitness students of pencak silat extracurricular fight category is 30.9 and entered in the less category. Consists of good level of 2 students (5,8%), moderate level of 4 students (11.76%), less level of 12 students (35.29%), very less level of 16 students (47,06%). While the average physical fitness students of pencak silat extracurricular art category is 32.57 and entered in the less category. Consists of good level of 1 student (3,33%), moderate level of 4 students (13.33%), less level of 11 students (36.67%), very less level of 7 students (25%). Keywords: physical fitness, pencak silat, tapak suci, fight category, art category
IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN PART AND WHOLE METHOD TERHADAP HASIL BELAJAR MATERI BOLAVOLI FAUZIA, KHUSNUL
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada pembelajaran Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan guru harus memiliki kreativitas dalam mengajar seperti menggunakan metode yang bervariasi. Contoh memberikan metode part and whole yang merupakan metode gabungan dari metode bagian dan metode keseluruhan, ada variasi dan penekanan yang berbeda sehingga siswa akan lebih aktif dan tertarik mengikuti pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menguji implementasi serta menganalisis seberapa besar metode part and whole terhadap hasil belajar materi bolavoli. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan one group pretest-posttest design yang dilakukan di SMAN 1 Sooko Mojokerto pada kelas X yang berjumlah 12 kelas dengan populasi 384 siswa, dan jumlah sampel penelitian 32 siswa. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan aplikasi SPSS, dapat diperoleh nilai signifikan 0,00 < 0,05 dengan peningkatan ranah pengetahuan diperoleh persentase 61%, dan pada ranah keterampilan passing bawah sebesar 30%, passing atas sebesar 36%, servis atas sebesar 35%, dan smash sebesar 39%. Dari hasil analisis data tersebut dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh implementasi yang signifikan dari metode part and whole terhadap hasil belajar materi bolavoli Kata Kunci: metode part and whole, bolavoli Abstract Physical Education learning, a teacher should be creative in teaching by using various methods. For example part and whole method, which is a composite of part method and whole method. There is a different variation and emphasizing on that method, so that students will be more active and interesting to follow the learning process. This research aims to know and try the implementation of part and whole method, and also to analyze how big the influence of this method for students? outcomes in learning volleyball. This research is an experimental research, which takes a quantitative approach. The sampling of this research used one group pretest-posttest design. It was done on 12 classes of X grade in Senior High School 1 Sooko Mojokerto, with a population of 384 students, and the sample of research is 32 students. Based on the result of data analysis using SPSS, the significant value gained is 0.00 < 0.05 can be obtained with a increase in the realm of knowledge obtained by a percentage of 61%. The percentage of difference value on underhand pass, overhead pass, overhead serve, and smash skill posttest and pretest in a row are 30%, 36%, 35% and 39%. And the results of the analysis of these data can be concluded that there I a significant effect of implementation part and whole methods on learning outcome of volleyball. Keyword: part and whole method, volleyball
PERBANDINGAN PERILAKU KESEHATAN ANTARA SISWA JURUSAN IPA DAN IPS SMA NEGERI DI KOTA SURABAYA DANANG SURYO BAHARUDDIN, MUHAMMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan kesehatan adalah upaya pemberian suatu konsep pengetahuan dan informasi di dalam bidang kesehatan, sehingga manusia mampu menangkap pesan dari informasi yang telah disampaikan dan merubah perilakunya. Perilaku kesehatan dalam Global School-based Student Health Survey Indonesia 2015 (GSHS) dibagi menjadi 10 dimensi yaitu; penggunaan alkohol, perilaku diet, penggunaan obat-obatan, kebersihan, kesehatan mental, aktivitas fisik, faktor pelindung, perilaku seksual, penggunaan tembakau, dan kekerasan dan cedera yang tidak disengaja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan perilaku kesehatan antara siswa jurusan IPA dan IPS pada 5 SMA Negeri di Kota Surabaya. Penelitian menggunakan jenis penelitian non-eksperimen, dengan desain komparatif yang membandingkan kelompok sampel dengan kelompok lainnya. Teknik pengumpulan data menggunakan angket atau kuesioner 2015 Indonesia global school-based student health survey dari WHO. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri Jurusan IPA dan IPS di Kota Surabaya. Pengambilan sampel menggunakan multistage random sampling dari 5 wilayah di Kota Surabaya, masing-masing sekolah diambil 1 kelas dari jurusan IPA dan IPS secara acak dengan jumlah responden 332 siswa. Analisis data menggunakan chi-square dan persentase. Berdasarkan hasil penelitian dari perilaku kesehatan pada 5 sekolah jurusan IPA dan IPS dari 10 dimensi, 8 diantaranya tidak ada perbedaan yang signifikan. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil persentase 8 domain siswa IPA dan IPS masuk dalam kategori baik dan nilai rata-ratanya tidak berbeda terlalu tinggi dari kedua jurusan. Sedangkan untuk 2 dimensi sisanya terdapat perbedaan yang signifikan dari kedua jurusan, dilihat dari persentasenya jurusan IPS lebih baik daripada IPA dengan perolehan hasil untuk dimensi aktivitas fisik dari jurusan IPS pada kategori buruk (68,6%), kategori sedang (29,3%), dan kategori baik (2,1%). Untuk jurusan IPA kategori buruk (76,6%), kategori sedang (18,8%), dan kategori baik (4,7%). Kemudian dari dimensi kekerasan dan cedera yang tidak disengaja jurusan IPS semua masuk kategori baik (100%). Untuk jurusan IPA kategori sedang (3,1%) dan kategori baik (96,9%). Kata Kunci: siswa, pendidikan kesehatan, perilaku kesehatan Abstract Health education is an effort providing a concept of knowledge and information health so that humans afford to gain messages of the information which is given and change their behavior. Health attitudes in Global School-based Student Health Survey Indonesia 2015 (GSHS) are divided into ten dimensions; those are alcohol use, dietary behavior, drug use, hygiene, mental health, physical activity, protective factors, sexual behavior, tobacco use, and accidental violence and injury. The purpose of the research is to know the comparison of health behavior between students majoring in Science and Social Science at five state high schools in Surabaya. This research uses non-experimental research methods with a comparative design which differentiate sample groups from others. A method used was a survey by collecting data using question 2015 Indonesia global school-based student health survey from WHO. The population of this research was all eleventh-grade students majoring in Science and Social Science in Surabaya. The process of taking the sample groups was by multistage random sampling from five areas in Surabaya, each school was taken on class majoring in Science and Social Science randomly with 332 total respondents. The data analyses used chi-square and percentage. Based on the results provided the news of health behavior in each dimension at five schools majoring Science and Social Science of the ten, eight of them were no significant differences. Those were able to be seen from the percentage of eight domain students majoring in Science and Social science that was categorized well and the average was no highly different the two majors. Meanwhile, the two of the dimensions were significant from difference, from the percentage majoring Social science was better than Science with the result of physical activity from majoring Social science the poor category was (68,6%), the middle category was (29,3%), and in the good category was (2,1%). For majoring Science, in the poor category was (76,6%), the middle category was (18,8%), and the good category was (4,7%). Further information on accidental violence and injury dimensions, majoring in Social science the good category (100%). From majoring in Science, the middle category (3,1%) and the good category (96,9%). Keywords: students, health education, health behavior
PENGARUH MEDIA ALAT BANTU TERHADAP KETERAMPILAN TEKNIK DASAR LAY UP ZERO STEP KURNIA HERNAWAN, YOSSI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Peraturan permainan bola basket mengalami perubahan yang cukup pesat satu diantaranya adalah lay up. Yang awalnya hanya 2 step berubah menjadi 3 step atau zero step untuk memudahkan siswa ekstrakurikuler memahami zero step dibutuhkan media alat bantu. Media alat bantu merupakan salah satu komponen paling penting dalam proses pelatihan yang dilakukan di kegiatan ekstrakurikuler untuk melatih lay up zero step dalam permainan bola basket. Lay up zero step merupakan peraturan baru yang dikembangkan dari lay up permainan bola basket. Di dalam peraturan yang lama lay up boleh dilakukan oleh pemain hanya dalam 2 langkah, sedangkan zero step menggunakan 3 langkah, artinya ketika pemain mematikan bola dalam posisi melangkah, langkah pertama di abaikan (zero) kemudian dilanjutkan dengan 2 langkah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media alat bantu terhadap keterampilan lay up zero step bola basket. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan menggunakan one group pretest-posttest design. Penentuan sampel menggunakan purposive sampling, dengan sampel 13 siswa putra yang mengikuti ekstrakurikuler bola basket. Berdasarkan uji hipotesis pada lay up zero step bola basket pengaruh media alat bantu memiliki nilai sig 0.00<0.05, maka dapat dinyatakan bahwa terdapat pengaruh metode bagian pada hasil lay up bola basket. Di buktikan dengan perhitungan persentase pengaruh media alat bantu untuk nilai lay up pre-test dan lay up post-test dengan peningkatan 5,23%, untuk nilai zero step pre-test dan zero step post-test dengan persentase peningkatan 6%. Kata kunci: media alat bantu, lay up zero step, bola basket Abstract The rules of the basketball game have changed quite rapidly, one of which is lay up. Initially only 2 steps turned into 3 step zero step to make it easier for extracurricular students to understand zero step. Aids media is one of the most important components in the training process carried out in extracurricular activities to train lay up zero step in basketball games. Lay up zero step is a new rules developed from basketball game lay up. In the old game lay up can be done by the player in only 2 steps, while zero step uses 3 steps, meaning that when the player turns the ball in a stride position, the first step is ignored (zero) then continued with 2 steps. This study aims to determine the effect of media aids on basketball layup zero step skills. This type of research is quasi-experimental using one group pretest-posttest design. Determination of the sample using purposive sampling, with a sample of 13 male students who took basketball extracurricular activities. Based on the hypothesis test on the layup zero step of basketball the influence of media aids has a sig value of 0.00<0.05, it can be stated that there is an influence of the method section on the results of the basketball lay-up. Proven by calculating the percentage of media influence of tools for the value of lay-up pre-test and lay-up post-test with an increase of 5.23%, and for the value of zero step pre-test and zero step post-test with a percentage increase of 6% Keywords: aids media, lay up zero step, basketball