cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Prestasi Olahraga
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 408 Documents
PENGARUH VARIASI LATIHAN LADDER DRILL LEG HOP DAN LATIHAN TEST SITUATION TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN NUR HIDAYAT, RAKHMAT; SYAFII, IMAM
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Mahasiswa PKO
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelincahan merupakan komponen kondisi fisik penting dalam sepakbola. Setiap pemain sepakbola yang memiliki kelincahan, dapat menjadi penentu dalam sebuah pertandingan. Karena pemain yang lincah mampu menghindari kawalan pemain lawan bahkan melewati goalkeeper (penjaga gawang). Kelincahan dapat ditingkatkan dengan adanya latihan yang disiplin, terstruktur dan terprogram. Latihan adalah proses berlatih secara berulang-ulang untuk kondisi tubuh yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mencari jawaban dari rumusan masalah yang telah diajukan, yaitu (1) Apakah ada pengaruh variasi latihan ladder drill leg hop terhadap peningkatan kelincahan?, (2) Apakah ada pengaruh latihan test situation terhadap peningkatan kelincahan?, (3) Apakah ada perbedaan pengaruh antara latihan variasi ladder drill leg hop dan latihan test situation terhadap peningkatan kelincahan? Metode penelitian ini adalah kuantitatif eksperimen dengan pendekatan deskriptif. Sasaran penelitiannya adalah 20 siswa SSB PGMS Situbondo U12-U14 yang dibagi menjadi 2 kelompok dengan menggunkan teknik ordinal pairing dalam pengelompokannya. Teknik pengumpulan data menggunakan ilinois agility run/ilinois test untuk mengetahui kelincahan pada setiap anggota kelompok. Hasil penelitian menggunakan perhitungan statistik uji t paired sample t test, diketahui bahwa kelompok latihan variasi ladder drill leg hop terdapat pengaruh terhadap kelincahan karena nilai Sig. (2-tailed) 0,000<0,05 dan kelompok latihan test situation juga terdapat pengaruh terhadap kelincahan karena nilai Sig. (2-tailed) 0,000<0,05. Dapat disimpulkan bahwa kedua latihan tersebut memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kelincahan. Hasil perhitungan statistik uji t menggunakan independent sample t test, dipaparkan bahwa nilai Sig. (2-tailed) lebih besar dari 0,05 yaitu (0,56>0,05) dan dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan diantara kedua latihan tersebut. Data peningkatan kemampuan kelincahan, kelompok latihan test situation memiliki persentase kenaikan yang lebih besar dari kelompok latihan variasi ladder drill leg hop, yaitu 11,22% persentase milik kelompok latihan test situation berbanding 10,73% persentase milik kelompok variasi latihan ladder drill leg hop. Berikut merupakan data hasil dari penelitian sehingga bisa dijadikan kajian dan masukan kepada para pelatih sekolah sepakbola Kabupaten Situbondo, tetapi pelatih perlu memperhatikan, mengkaji, dan menganalisa kebutuhan yang sesuai untuk atlet dalam meningkatkan kualitas serta prestasi kedepannya. Kata kunci: pengaruh, latihan ladder drill leg hop, latihan test situation, kelincahan, sepakbola.
KONTRIBUSI KEKUATAN OTOT PERAS TANGAN, KEKUATAN OTOT TUNGKAI DAN POWER OTOT LENGAN TERHADAP KETEPATAN FLYING SHOOT ATLET BOLA TANGAN KABUPATEN GRESIK NUR ARDIAN, ILHAM; SIFAQ, AGHUS
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Mahasiswa PKO
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permainan bola tangan adalah permainan yang sederhana tetapi juga atraktif yang membutuhkan unsur kondisi fisik dan dukungan antropometri yang baik sehingga mampu melakukan semua pergerakan di dalam olahraga bola tangan dengan baik. Pergerakan olahraga terdiri dari berlari, melompat, melempar, menangkap, memblokir, dan mendorong antar pemain. Salah satu teknik di bola tangan untuk mencetak gol adalah shooting. Di dalam bola tangan shooting yang sangat mudah adalah flying shoot. Flying shoot adalah tembakan melayang yang dilakukan dalam permainan bola tangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar kontribusi otot peras tangan, kekutan otot tungkai dan power otot lengan terhadap ketepatan flying shoot. Sasaran penelitian ini adalah atlet bola tangan putra kabupaten gresik yang berjumlah 14 orang. Metode dalam analisa ini menggunakan metode statistik deskriptif kuantitatif, sedangkan proses pengambilan data dilakukan dengan melakukan tes kekuatan otot peras tangan, kekuatan otot tungkai dan power otot lengan. Dari hasil penelitian di atas dapat di jelaskan : hasil anova menyatakan nilai Fhitung = 11.637 > Ftabel = 3,71. antara Hal ini dapat dikatakan bahwa terdapat kontribusi yang signifikan variable kekuatan otot peras tangan (X1), kekuatan otot tungkai (X2) dan variabel power otot lengan (X3) terhadap ketepatan flying shoot (Y). Dari hasil penelitian diperoleh secara individual variabel kekuatan otot peras tangan memberikan kontribusi terbesar terhadap variabel ketepatan flying shoot bola tangan. Kesimpulan: 1.Variabel kekuatan otot peras tangan (X1) memberikan kontribusi sebesar 63,04 %. 2.Variabel kekuatan otot tungkai (X2) memberikan kontribusi sebesar 0,20 %. 3.Variabel power otot lengan (X3) memberikan kontribusi sebesar 29,48 %. Secara individual masing-masing variabel hanya kekuatan otot peras tangan yang memiliki kontribusi yang signifikan dan secara bersama-sama seluruh variabel bebas memberikan kontribusi sebesar 77,79 % terhadap akurasi hasil flying shoot bola tangan (Y) sehingga secara keseluruhan dapat digeneralisasikan ke dalam populasi. Kata Kunci:Kekuatan Otot peras tangan, Kekuatan Otot tungkai, power otot lengan, flying shoot, Bola tangan
TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG OVERTRAINING PADA ATLET DAN PELATIH KLUB ATLETIK PETROGRES KABUPATEN GRESIK PRATIWI, NANDA; ASHADI, KUNJUNG
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Mahasiswa PKO
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Overtraining adalah proses latihan yang terlalu berlebihan sehingga atlet mengalami kelelahan yang ditandai dengan beberapa gejala-gejala psikologi dan fisiologi, sehingga menurunnya kemampuan tubuh ditengah-tengah program latihan akibat beban yang terlalu berat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan overtraining kepada atlet dan pelatih klub atletik Petrogres Kabupaten Gresik tentang pengertian, mekanisme, tanda-tanda, dampak, penyebab, dan cara mengatasi overtraining. Metode dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan menggunakan soal pilihan ganda sebanyak 20 dan beberapa pertanyaan wawancara untuk penunjang kebenaran dari hasil data tersebut. Sasaran penelitian menggunakan atlet dan pelatih dengan total 26 orang, dari 18 atlet dan 8 pelatih. Dari hasil yang diperoleh maka kesimpulan dari rata-rata nilai pengetahuan atlet sebesar 54,6 dengan presentase 72% termasuk dalam kategori ?cukup?. Sedangkan untuk pelatih adalah 71,3 dengan presentase 50% termasuk dalam kategori ?baik?. Dilihat dari skor jawaban atlet menurut komponen soal yang benar adalah 58% dan yang salah 42%, untuk pelatih dengan jawaban benar yaitu 63% dan 37% dengan jawaban salah. Dari hasil tingkat pengetahuan atlet dan pelatih sebagian besar telah memahami overtraining dengan baik dilihat dari kategori ?baik? untuk pelatih dan ?cukup? untuk atlet. Kata Kunci: Pengetahuan, overtraining, atlet, pelatih, atletik.
PENGARUH LATIHAN BOX JUMP DAN SIDE HOP TERHADAP KEMAMPUAN LOMPAT TEGAK PEMAIN SEKOLAH SEPAKBOLA CERME PUTRA U-17 DIYAS ANJASMARA, DWIKY; JATMIKO, TUTUR
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Mahasiswa PKO
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mencari jawaban dari rumusan masalah yang telah ditentukan, yaitu (1)Apakah ada pengaruh box jump terhadap kemampuan lompat tegak?, (2) Apakah ada pengaruh latihan side hop terhadap kemampuan lompat tegak?, (3) Apakah ada perbedaan latiahn box jump dan side hop terhadap kemampuan lompat tegak?Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif eksperimen. Sasaran penelitian yaitu atelt yang aktif latihan di sekolah sepakbola cerme putra u-17 yang berjumlah 20 orang dan dibagi menjadi dua kelompokdengan mengunakan sampel random. Teknik pengumpulan data menggunakan test vertical jump.Hasil penelitian menggunakan perhitungan statistik Uji t paired sampel t-test diketahui bahwa kelompok latihan Box Jump memiliki pengaruh Terhadap kemampuan lompat tegak dikarenakan hasil Sig. (2-tailed) 0,000<0,05 dan kelompok latihan Side Hop memiliki pengaruh terhadap kemampuan lompat tegak dikarenakan hasil Sig. (2-tailed) 0,000<0,05. Dapat disimpulkan bahwa latihan Box Jump dan Side Hop memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan lompat tegak. Hasil perhitungan statistik uji t menggunakan independent sample t,dapat dipaparkan bahwa hasil nilai Sig (2-tailed) lebih besar dari 0,05 yaitu (0,139>0,05) dan dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil latihan Box Jump dan Side Hop, data peningkatan lompat tegak, kelompok latihan Side Hopmemiliki persentase kenaikan lebih besar dibandingkan dengan kelompok latihan Box Jump, yaitu 10,93% untuk latihan Side Hop berbanding 8,37% untuk kelompok latihan Box Jump. Kata kunci: Pengaruh, Box Jump, Side Hop, Lompat Tegak
PERBANDINGAN HASIL KONDISI FISIK DAN ANTROPOMETRI ATLET GULAT GAYA GREGO ROMAN PENGCAB KABUPATEN TUBAN DENGAN PENGCAB KABUPATEN MALANG DWI YULIANTO, PRANANDA; JATMIKO, TUTUR
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Mahasiswa PKO
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi belum adanya data yang jelas mengenai perbandingan kondisi fisik dan antropometri atlet gulat gaya grego roman Kabupaten Tuban dengan Kabupaten Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kondisi fisik dan antropometri atlet gulat gaya grego roman pengcab Kabupaten Tuban dengan pengcab Kabupaten Malang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode deskriptif adalah suatu metode penelitian yang dilakukan untuk menggambarkan gejala, fenomena atau peristiwa tertentu. Dengan teknik pengumpulan data menggunakan tes dan pengukuran. Subjek penelitian adalah atlet gulat gaya grego roman pengcab Kabupaten Tuban sebanyak 4 atlet dengan pengcab Kabupaten Malang sebanyak 4 atlet yang berada di kelas yang sama. Sehingga total subjek penelitian ini adalah 8 atlet. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini terdiri dari tes kondisi fisik dan pengukuran antropometri. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dalam bentuk persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kekuatan otot lengan atlet gulat Tuban sebanyak 42 kali masuk dalam katagori sedang. Sedangkan atlet gulat Malang sebanyak 47 kali masuk kategori sedang. Kekuatan otot perut atlet gulat Tuban sebanyak 31 kali masuk dalam kategori kurang, Sedangkan atlet gulat Malang sebanyak 33 kali masuk kategori kurang. Tes kelentukan atlet gulat Tuban 55 cm dan Malang 53,75 cm keduanya masuk ke dalam kategori baik. Tes kecepatan atlet gulat Tuban adalah 04,80 detik masuk dalam kategori kurang, Sedangkan atlet gulat Malang 04,54 detik kali masuk kategori sedang. Tes kelincahan Tuban 11,80 detik dan atlet gulat Malang 11,6 detik. Tes keseimbangan atlet gulat Tuban adalah 30.40 detik dan hasil atlet gulat Malang masuk dalam kategori baik dengan rata-rata 39.68 detik. Tes daya tahan atlet gulat Tuban adalah 38,8 ml/kg/mnt masuk dalam katagori sedang. Sedangkan rata-rata yang diperoleh atlet gulat Malang adalah 40,15 ml/kg/mnt masuk kategori sedang. Tes indeks massa tubuh (IMT) atlet gulat Tuban adalah 22,5 /kg/m² dan hasil tes imt atlet gulat Malang masuk dalam kategori baik dengan rata-rata 22,275 kg/m². Hasil pengukuran lingkar lengan atas atlet gulat Tuban adalah 31,25 cm. Sedangkan atlet gulat Malang masuk dalam kategori baik dengan rata-rata 30,5 cm. Hasil pengukuran lingkar pinggang atlet gulat Tuban adalah 72,75 cm dan atlet gulat Malang masuk dalam kategori baik dengan rata-rata 74 cm. Hasil pengukuran lingkar paha atlet gulat Tuban adalah 54 cm dan atlet gulat Malang masuk dalam kategori sedang dengan rata-rata 54,75 cm. Hasil pengukuran panjang tungkai atlet gulat Tuban adalah 94,25 cm dan atlet gulat Malang masuk dalam kategori baik dengan rata-rata 92,75 cm. Hasil pengukuran skinfold trisep atlet gulat Tuban adalah 7,25 mm masuk dalam kategori baik dan atlet gulat Malang 8,5 mm masuk kategori kurang. Hasil pengukuran skinfold subscapula atlet gulat Tuban adalah 8 mm masuk dalam kategori baik. Sedangkan skinfold subscapula yang diperoleh atlet gulat Malang 8,75 mm masuk kategori sedang. Hasil pengukuran skinfold suprailliaca atlet gulat Tuban adalah 6 mm masuk dalam kategori baik dan atlet gulat Malang 7 mm masuk kategori sedang. Kata kunci : Gulat, Kondisi Fisik, Antropometri
PENGARUH LATIHAN ALTERNATE LEG BOUND DAN KANGAROO JUMP TERHADAP DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI ATLET SSB PORASS TRENGGALEK KU 16-17 TAHUN WAHYU ROMADHONI, BIMA; JATMIKO, TUTUR
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Mahasiswa PKO
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mencari jawaban dari rumusan masalah, yaitu pengaruh latihan alternate leg bound terhadap daya ledak otot tungkai , pengaruh latihan kangaroo jump terhadap daya ledak otot tungkai dan, perbedaan pengaruh antara latihan alternate leg bound dan kangaroo jump terhadap daya ledak otot tungkai. Metode Penelitian ini adalah kuantitatif eksperimen dengan sasaran penelitian sebanyak 20 atlet SSB Porass Trenggalek KU 16-17 tahun yang dibagi menjadi 2 kelompok dengan menggunakan teknik ordinal pairing dalam pembagian kelompoknya. Teknik pengumpulan data menggunakan standing broad jump untuk mengetahui daya ledak otot tungkai dari setiap atletnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok latihan alternate leg bound terdapat pengauh yang signifikan terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai dikarenakan hasil pehitungan statistik menggunakan paired sample t test nilai dari Sig. (2-tailed) 0,000<0,05 dan kangaroo jump juga terdapat pengaruh terhadap daya ledak otot tungkai dikarenakan hasil perhitungan statistik menggunakan paired sample t test nilai dari Sig. (2-tailed) 0,000<0,05, artinya dapat disimpulkan bahwa kedua latihan tersebut dapat dijadikan variasi latihan dalam meningkatkan daya ledak otot tungkai. Untuk uji t hasil diantara kedua latihan tersebut menggunakan independent sample t test bahwa tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara kedua latihan karena nilai dari Sig. (2-tailed) 0,536>0,05 dan dapat disimpulkan bahwa kedua latihan tersebut tidak terdapat perbedaan pengaruh dikarenakan sama-sama terdapat peningkatan. Berdasarkan data peningkatan kemampuan daya ledak, kelompok latihan alternate leg bound memiliki persentase kenaikan yang lebih besar dari kelompok latihan kangaroo jump yaitu 6,64% persentase milik kelompok latihan alternate leg bound berbanding 6,11% persentase milik kelompok latihan kangaroo jump .Berikut merupakan hasil dari penelitian ini sehingga bisa dijadikan kajian dan masukan kepada para pelatih cabang olahraga sepakbola Kabupaten Trenggalek, tetapi setiap pelatih ataupun praktisi olahraga perlu memperhatikan, mengkaji, dan menganalisa kebutuhan yang sesuai dengan atlet dalam meningkatkan kualitas serta prestasi di masa mendatang. Kata kunci : pengaruh, latihan alternate leg bound, latihan kangaroo jump, daya ledak otot, sepakbola
ANALISIS EFEKTIVITAS JUMP SHOOT DAN SET SHOOT TERHADAP TEMBAKAN KE RING PADA EKSTRAKURIKULER BOLABASKET PUTRA SMA NEGERI 1 PACIRAN KABUPATEN LAMONGAN FAIZAL ARIF, MUHAMMAD; IVANO AVANDI, RAYMOND
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Mahasiswa PKO
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Shooting adalah kemampuan oleh seorang pemain bolabasket dalam melakukan tembakan yang mengarah ke keranjang lawan, untuk mendapatkan poin sebanyak-banyaknya. Ada beberapa jenis tembakan dalam permainan bolabasket, yaitu dilakukan dengan jump shoot atau set shoot. Jump shoot adalah teknik shooting yang dilakukan dengan diawali lompatan, sedangkan set shoot adalah teknik menembak hanya diam di tempat atau tanpa lompatan. Dalam permainan bolabasket kita harus memperhatikan efektivitas dalam melakukan tembakan. Dengan mengetahui efektivitas tembakan tersebut, seorang pemain dapat mengambil posisi tembakan yang dapat langsung mengarah dan memasukan bola ke ring.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas jump shoot dan set shoot terhadap tembakan ke ring. Instrumen yang digunakan adalah tes jump shoot dan set shoot yang diadopsi dari tes Barry L Johnson yaitu dari 5 sudut posisi tembakan. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah peserta ekstrakulikuler bolabasket putra SMA Negeri 1 Paciran Kabupaten Lamongan dengan jumlah 15 siswa.Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian data jump shoot permainan bolabasket di SMA Negeri 1 Paciran Kabupaten Lamongan, diperoleh range : 13 ; jumlah kelas : 5 ; panjang interval : 3 ; rerata : 13,27 ; standar deviasi : 3,712 dengan kategori sangatlbaik sebanyak 2 siswa (13,33%); kategori baiksebanyak 5 siswa (33,33%); kategori cukupisebanyak 4 siswa (26,67%); kategori kurang sebanyak 2 siswa (13,33%); dan kategori sangat kurang sebanyak 2 siswa (13,33%). Kemudian datalset shoot diperoleh range : 13 ; jumlah kelas : 5 ; panjang interval : 3 ; rerata : 9,93 ; standarxdeviasi : 3,411 dengan kategori sangat baik sebanyak 1 siswal(6,67%); kategori baik sebanyak 3 siswa (20,00 %); kategorilcukup sebanyak 5 siswal(33,33%); kategori kurang sebanyak 4 siswa (26,67%); dan kategori sangat kuranglsebanyak 2 siswa (13,33%). Kata Kunci: Ekstrakurikuler Bolabasket, Jump Shoot, Set Shoot.
ANALISIS KEMAMPUAN TEKNIK BERMAIN KU14 BOLA BASKET JAWA TIMUR DALAM KEJUARAAN NASIONAL 2017 DI JAKARTA BERDASARKAN DATA STATISTIK FAJAR RAMADHANI, RIZKY; HARIYANTO, AGUS
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Mahasiswa PKO
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Cabang olahraga bola basket merupakan cabang olahraga yang mendewakan statistik terbukti disetiap pertandingan basket selalu terdapat hasil statistik pertandingan dan pada laman web basket terdapat data statistik tiap tim bahkan tiap masing-masing individu. Statistik pertandingan sangat berperan penting sebagai acuan dan bahan evaluasi sehingga pelatih dapat menentukan taktik permainan yang lebih efisien kedepannya. Untuk meraih kemenangan diperlukannya bermain secara effisien dengan penguasaan teknik bola basket yang bagus, komponen yang perlu diperhatikan yaitu field goal, free throw, turnover, assist, steal, blocked shoot, personal fouls, dan foul drawn. Penelitian ini bertujuan untuk mencari hasil rumusan masalah yang dicari peneliti, yaitu bagaimana kemampuan teknik bermain tim Jawa Timur Kriteria Umur 14 dalam Kejuaraan Nasional 2017 di Jakarta berdasarkan data statistik. proses pengambilan data dengan cara mengambil data sekunder, berupa data statistik pertandingan bola basket. Dari data yang telah diuraikan pada total 6 kali pertandingan pada ajang Kejuaraan Nasional 2017 diperoleh hasil tim Jawa Timur bermain dengan field goal tertinggi digame ke-22 dengan 24,81% dan terendah digame ke-13 dan 17 dengan 12,40% dari total keseluruhan yang berhasil, free throw tertinggi digame ke-7 dengan 31,91% dan terendah digame ke-22 dan 32 dengan 8,51%, offensive rebound terbaik digame ke-32 dengan 26,03% dan terendah digame ke-22 dengan 10,96%, deffensive rebound tertinggi digame ke-7 dengan 19,75% dan terendah digame ke-22 dengan 12,96%, assist tertinggi digame ke-26,39% dan terendah digame ke-8,33%, turnover tertinggi digame ke-17 dengan 24,09% dan terendah digame ke-22 dengan 7,30%, steal terbanyak digame ke-29 dengan 23,91% dan terendah digame ke-13 dengan 9,78%, blocked shoot tertinggi digame ke-29 dengan 22,22% dan terendah digame ke-7 dan 17 dengan 11,11%, personal fouls terendah digame ke-22 dengan 7,21% dan tertinggi digame ke-7 dengan 23,42%, foul drawn tertinggi digame ke-7 dengan 28,57% dan terendah digame ke-22 dengan 5,49%, dan dari keseluruhan game tim Jawa Timur bemain paling effiesien pada game ke-22 dengan 36,19% dan terendah digame ke-13 dengan 6,34%. Kata kunci: Analisis, teknik Bola Basket, Statistik,Kejuaraan Nasional, Tim Jawa Timur ? ABSTRACT Basketball is a sport that mends the proven statistics in every basketball game there are always match statistics and on basketball web pages there are statistical data of each team even each individual. Game statistics play an important role as reference and evaluation materials so the coach can determine the game tactics more efficiently going forward. To achieve the victory needed to play efficiently with the mastery of a good basketball technique, the components that need to be considered are field goals, free throw, turnover, assist, steal, blocked shoot, personal fouls, and foul drawn. This study aims to find out the formulation of the problem sought by the researcher, that is how the ability of East Java teams Criterion Age 14 techniques in the 2017 National Championships in Jakarta based on statistical data. the process of taking data by taking secondary data, in the form of statistical data basketball game. From the data that has been described in a total of 6 matches at the 2017 National Championship event, East Java team results obtained by playing with the highest field goal of 22nd digested with 24.81% and the lowest being 13th and 17th with 12.40% of the total which succeeded, the highest throw 7th free throw with 31.91% and the 22nd and 32nd lowest with 8.51%, the best offensive rebound to 32nd with 26.03% and the 22nd lowest digom with 10, 96%, deffensive highest rebound was 7th with 19.75% and lowest was 22th with 12.96%, highest asset was 26.39% and lowest was 8.33%, highest turnover digame to -17 with 24.09% and the lowest was 22th with 7.30%, the 29th highest stained with 23.91% and the 13th lowest by 9.78%, the 29th highest blocked shoot in the 29th 22.22% and the lowest was 7th and 17th with 11.11%, the lowest personal fouls were 22nd with 7.21% and 7th highest by 23.42%, foul drawn tertin ggi was 7 games with 28.57% and the lowest was 22nd with 5.49%, and from the overall East Java team game played the most effiesien in the 22nd game with 36.19% and the lowest was 13th with 6 , 34%. Keywords: Analysis, Basketball techniques, Statistics, National Championships, East Java Team
KONTRIBUSI PANJANG LENGAN, KOORDINASI MATA TANGAN, DAN KONSENTRASI TERHADAP KETEPATAN SHOOTING PADA OLAHRAGA PETANQUE WIDODO, WAHYU; HAFIDZ, ABDUL
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Mahasiswa PKO
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Petanque merupakan salah satu cabang olahraga prestasi di Indonesia khususnya di Jawa Timur. Olahraga petanque menuntut kemampuan pemain baik dari segi fisik, teknik, taktik, dan mental. Salah satu teknik dasar yang harus dikuasai oleh seorang pemain petanque adalah teknik shooting / tembakan. Seperti yang telah kita ketahui bahwa teknik shooting adalah salah satu bentuk upaya menjauhkan bola besi lawan dari boka target sejauh mungkin untuk menghasilkan skor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi: berapa besar kontribusi panjang lengan, koordinasi mata tangan, dan konsentrasi terhadap ketepatan shooting, baik secara individual maupun secara bersama-sama. Sasaran penelitian ini adalah atlet petanque Jawa Timur yang berjumlah 10 orang (N : 10). Metode dalam penelitian ini menggunakan metode statistik deskriptif, sedangkan tes pengambilan data dilakukan dengan melakukan tes panjang lengan, koordinasi mata tangan, konsentrasi, dan shooting. Dari hasil penelitian dapat dijelaskan: Hasil anova menyatakan nilai Fhitung = 1,554 < Ftabel = 4,76. Hal ini dapat dikatakan bahwa tidak terdapat kontribusi yang signifikan antara variabel panjang lengan (X1), koordinasi mata tangan (X2), konsentrasi (X3) secara bersama-sama terhadap ketepatan shooting petanque (Y). Dari hasil penelitian di peroleh secara individual variabel konsentrasi memberikan kontribusi terbesar dari variabel panjang lengan dan koordinasi mata tangan terhadap ketepatan shooting petanque. Untuk variabel bebas panjang lengan, koordinasi mata tangan, dan konsentrasi perlu diberikan perhatian yang khusus tentang peningkatan latihan agar bisa di dapatkan hasil ketepatan shooting petanque yang baik. Kesimpulan: 1). Variabel panjang lengan (X1) memberikan kontribusi sebesar 0,13%. 2). Variabel koordinasi mata tangan (X2) memberikan kontribusi sebesar 3,92%. 3). Variabel konsentrasi (X3) memberikan kontribusi sebesar 23,91%. 4). Secara individual dan bersama-sama seluruh variabel bebas memberikan kontribusi sebesar 43,69% terhadap akurasi hasil shooting petanque (Y) sehinga secara keseluruhan belum dapat di generalisasikan ke dalam populasi. Kata Kunci: Panjang Lengan, Koordinasi Mata Tangan, Konsentrasi, Shooting, Petanque Abstract Petanque is one of the achievement sport in Indonesia especially in East Java. Petanque sport demands the players ability in terms of physical, technical, tactic and mental. One of the basic techniques that must be controlled by a petanque player is a shooting technique. As we know, shooting technique is one effort to keep away the opponent?s iron ball from the target wood ball as far as possible to produce a score. The purpose of this research is to get an information: how much the contribution of long arms, eyes-hand coordination and concentration on shooting precision both individually and collectively. The target of this research are 10 petanque athletes in East Java (N : 10). The methods used descriptive statistical method, while the test data retrieval done by performing a long arms test, coordination of eyes-hand, concentration and shooting. From the result of the research can be explained: anova result stated the value of Fcount = 1,5554 < Ftable = 4,76. It can be said there is no significant contribution between arm length variables (X1), eye-hand coordination (X2), and concentration (X3) to the accuracy of petanque shooting (Y) simultaneously. The result show that in individually, concentration variable give a more contribution from long arms and hand-eyes coordination to the shooting accuracy in petanque. For free variable of hand eye coordination, and concentration should be given special attention to exercise in order to produce a good shooting accuracy in petanque. Conclusion: 1). Long arms variable (X1) give contribute about 0,13 %. 2). Hand-eyes contribution variable (X2) contribute 3,92%. 3). The concentration variable (X3) contribute 23,91%. 4). Individually and collectively, all of free contribute give contribution about 43,69% to the accuracy of petanque shoting (Y) so as a whole cannot be generalized into the population. Keywords: long arms, eye-hand coordination, concentration, shooting, petanque
PERBANDINGAN INTERVAL TRAINING DAN CIRCUIT TRAINING UNTUK MENINGKATKAN DAYA TAHAN TUBUH, KEKUATAN, REAKSI DAN KECEPATAN PADA ATLET PUTRA UKM BOLA TANGAN UNESA TRI ATMOJO, SUGENG; JAYADI, IKA
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Mahasiswa PKO
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Olahraga merupakan aktivitas kerja fisik yang bertujuan untuk menjaga dan meningkatkan kualitas kesehatan atau kebugaran jasmani seseorang. Olahraga bisa juga digunakan untuk membentuk badan yang lebih bagus dan ideal. Kondisi fisik adalah salah satu kesatuhan utuh dari komponen-komponen yang tidak dapat dipisahkan untuk meningkatkannya. Kondisi fisik merupakan unsur yang penting dalam semua cabang olahraga untuk menentukan prestasi atlet seperti halnya dalam cabang olahraga bola tangan. Dalam kondisi fisik terdapat komponen yang meliputi bagian-bagian antara lain kekuatan, daya tahan, daya ledak, kecepatan, kelentukan, keseimbangan, kordinasi, kelincahan, ketepatan dan reaksi. Tujuan dari penelitian ini ingin mengetahui seberapa besar pengaruh latihan interval training dan seberapa besar pengaruh latihan circuit training. Kemudian dibandingkan lebih tepat mana latihan interval training dengan circuit training untuk atlet putra Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) bola tangan Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Dalam analisa ini menggunakan metode statistik kuantitatif, sedangkan proses pengambilan data menggunakan tes vo2max, kekuatan, reaksi dan kecepatan. Kesimpulan: Dari analisis dan kajian data berdasarkan perhitungan presentase kenaikan, kelompok latihan circuit training memiliki presentase yang lebih besar dari kelompok interval training, yaitu vo2max 4,15%, kekuatan otot lengan 16,14% kekuatan otot tungkai 3,65% reaksi audio 18,18% reaksi visual 17,94% kecepatan 9,88%. Sedangkan hasil dari kelompok interval training dapat diperoleh vo2max 2,46% kekuatan otot lengan 10,28% kekuatan otot tungkai 2,62% reaksi audio 13,53% reaksi visual 13,76% dan kecepatan 6,77%. Kata Kunci: Interval training, Circuit Training, Daya Tahan, Kekuatan, Reaksi dan Kecpatan. ABSTRACT Exercise is a physical work activity that aims to maintain and improve the quality of ones physical health or fitness. Exercise can also be used to form a better and ideal body. Physical state is a unified whole of the components that can not be separated to improve it. Physical condition is an important element in all sports to determine the achievement of athletes as well as in the sport of handball. In physical condition there are components that include parts such as strength, endurance, explosive power, speed, flexibility, balance, coordination, agility, determination and reaction. The purpose of this research is to know how much influence of training interval training and how much influence of circuit training exercise. Then compared more precisely where the training interval training with circuit training for athletes man of Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) handball University of Surabaya (UNESA). in this analysis using quantitative statistical methods, while the data retrieval process is done by doing vo2max test, strength, reaction and speed. Conclusion: From analysis and study data based on percentage increase calculation, group training circuit training has greater percentage of group interval training, that is vo2max 4.15% arm muscle strength 16.14% leg muscle strength 3.65% audio reaction 18, 18% visual reaction 17.94% speed 9.88%. While the results of the interval training group can be obtained vo2max 2.46% arm muscle strength 10.28% leg muscle strength 2.62% audio reaction 13.53% 13.76% visual reaction and 6.77% speed. Keywords: interval training, circuit training, body resistance, strength, reaction and speed.