cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Prestasi Olahraga
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 408 Documents
MANAJEMEN DAN SISTEM PEMBINAAN PADA SEKOLAH SEPAKBOLA HIZBUL WATHAN BABAT-LAMONGAN MIFTAH ZAMZAMI, MOHAMMAD; FARUK, MOHAMMAD
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen kepengurusan, sistem pembinaan, serta pencapaian prestasi yang telah didapatnya. Penelitian ini mempunyai fokus penelitian tentang bagaimana manajemen kepengurusan, bagaimana sistem pembinaanya, dan bagaimana pencapaian prestasi yang telah didapatkan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yaitu dengan cara pengamatan serta wawancara langsung di lapangan. Sumber data penelitian adalah Sekolah Sepakbola Hizbul Wathan (HW) Babat-Lamongan, dengan narasumber pengurus, pelatih, wali murid dan atlet pihak tersebut. Berdasarkan hasil analisis penelitian ini membuktikan bahwa di dalam sebuah sekolah sepakbola dibutuhkan beberapa aspek untuk menjalankan dan melaksanakan fungsi dari SSB semestinya. Salah satu fungsi utama SSB adalah menjadi tempat pembinaan usia dini di bidang sepakbola, oleh karena itu di dalam sistem pembinaan tersebut harus dilakukan dan diterapkan dengan benar, baik dan sesuai dengan kebutuhan para atlet sesuai kelompok umur. Sekolah sepakbola Hizbul Wathan sendiri manajemen kepengurusan sudah berjalan dan terstruktur dengan baik dapat dilihat dari adanya pembaharuan petinggi-petinggi setiap lima tahun sekali. Sistem pembinaanya juga sudah diterapkan dan dijalankan menyesuaikan dengan kebutuhan atlet, seperti sudah mempunyai kurikulum sepakbola meskipun kurikulum dari hasil diskusi antar pelatih. Kemudian untuk proses pelatih dalam melatih juga sudah dijalankan sesuai apa yang didapat di penataran pelatih yang diikutinya. Para pemain juga sudah tidak dibuat pusing seumpama ada pemain yang dianggap berpotensi akan disalurkan kepada klub yang lebih profesional untuk jenjang kedepan bagi atlet tersebut. Prestasi sangat dibutuhkan di setiap SSB atau sejenisnya, karena sebuah prestasi yang didapat bisa jadi sebagai tolak ukur untuk perkembangan atlet di bidang sepakbola. Prestasi juga dijadikan sebagai bukti bahwa SSB tersebut bagus dan berkualitas. Hizbul Wathan sendiri sudah meraih prestasi-prestasi yang didapat dari partisipasi di turnamen-turnamen yang diikutinya. Selain prestasi pencapaian trofi juara prestasi lain yang dimiliki adalah menyumbangkan beberapa pemain asli pembinaan Hizbul Wathan kepada klub-klub profesional di persepakbolaan Indonesia. Kata kunci: Manajemen, Sistem Pembinaan, Sekolah Sepakbola. Abstract This research aims to determine of structure management, development system, and performance to get achievements that have been obtained. This research has a focus about on how of structure management, how abaut the development system, and how to get performance of achievements that have been obtained. This research uses qualitative research type with descriptive approach, that is by observation and direct interview in the field, and the source of research data is Hizbul Wathan Football School, with the informant, coach, management and athlete of that. Based on the results of this research analysis proves that in a football school required several aspects to run and implement the functions of SSB should. One of the main functions of SSB is to be an early age coaching place in the field of football, therefore in the development system must be done and applied correctly, both and in accordance with the needs of athletes according to age group. Hizbul Wathan football school itself management stewardship has been running and well structured can be seen from the renewal of high-ranking officials every five years. The development system has also been implemented and adapted to suit the needs of athletes, such as already having a soccer curriculum despite the curriculum of the results of inter-trainer discussions. Then for the process of coach in the train has also been executed according to what is obtained in the upgrading trainers who followed. The players also have not made a headache as there are players who are considered potentially will be channeled to a more professional club for the future for the athlete. Achievements are needed in every football school or the like, because a achievement that can be obtained as a benchmark for the development of athletes in the field of football, achievement is also used as evidence that the football school is so good and quality. Hizbul Wathan himself has achieved the achievements gained from participation in the tournaments he attended. In addition to performance get of achievement trophy other achievements champion is to donate some original players Hizbul Wathan to professional clubs in Indonesian football. Keyword: Manageement, Development System, Football School
MANAJEMEN PENGEMBANGAN PRESTASI FUTSAL DI KLUB BINTANG TIMUR SURABAYA DWI NUGRAHA, AFIF; HAFIDZ, ABDUL
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pencapaian sebuah prestasi tinggi bukan sesuatu yang mudah, tetapi bukan berarti tidak bisa diraih. Dalam olahraga futsal pengembangannya sama dengan cabor yang lain, dasar dari latihan yang merupakan menjadi penentu prestasi atlet juga dipengaruhi oleh beberapa faktor. Selain itu ada sejumlah faktor yang mempengaruhi keberhasilan prestasi atlet yaitu faktor manajemen organisasi. Salah satu organisasi olahraga atau klub Olahraga yang ada di bidang pengembangan dan sudah diketahu orang banyak di Jawa timur yang paling besar adalah klub Futsal Bintang Timur Surabaya. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui manjemen perkembangan prestasi futsal di Klub Bintang Timur Surabaya. Sumber data penelitian ini adalah berjumlah 7 orang atau lebih, yaitu 5 Pemain, 1 pelatih dan 1 manager. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan menggunakan penelitian kualitatif, subjek penelitian perilaku, presepsi, motivasi, tindakan dan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, dokumentasi, pengamatan. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif analisis. Teknik deskriptif analisis dilakukan dengan mendeskripsikan data-data yang ada kemudian disusul dengan analisis data. Penelitian ini dilakukan melalui tiga tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap penyelesaian masing ? masing tahap. Hasil penelitian di Bintang Timur Surabaya dapat disimpulkan bahwa proses pengembangan prestasi di Bintang Timur Surabaya berjalan baik karena didukung dengan program latihan yang tersusun dengan rapi, Sarana dan prasarana yang mendukung sehingga pemain bisa berlatih dengan semangat, Pendanaan yang sehat, dan Managemen yang terstruktur. Saran yang dapat disampaikan kepada pengurus seperti kedisipilinan pemain yang harus di perketat lagi dan harus menyiapkan program latihan cadangan ketika kompetisi yang berlangsung mengalami perubahan. Kata kunci: Prestasi Futsal, Pengembangan, Manajemen Abstract To achieve high performance not light work, nothing can?t be achieved. The performance of futsal sport in its development is not different from other sports, the basic quality of the exercise which is the determinant of athlete achievement also by many factors. other factors that support the success of an athlete achievement that is the factor of organizing management. One of the sports organizations engaged in the development of futsal sports and has been known to many people in the eastern region of East Java is the most Futsal Team Bintang Timur Surabaya. This study aims to determine the management of development.This study aims to determine the development of futsal development in Club Bintang Timur Surabaya. The data source of this research is 7 people or more, that is 5 people Players, 1 person trainer and 1 manager.The type of research used in this study is qualitative research, using qualitative research, the subject of behavior research, perception, motivation, action and how the description in the form of words and language. Data completion technique using technique. Data analysis technique using descriptive analysis technique. Descriptive technique of analysis is done by descripting data data then followed by data analysis. The research procedure is done through three stages, namely the preparation stage, the implementation stage, and the completion stage of each stage.The result of the research in Bintang Timur Surabaya can be concluded that the development process in Bintang Timur Surabaya runs well because it is supported by a well-structured training program, the training process is not tense so the players are not bored, and the facilities and infrastructure that support the players can practice with passion. Suggestions that can be conveyed to the board such as discipline players who must be tightened again and must prepare an exercise program that is undergoing a change.Keywords: Futsal achievement, Development, Management
PERBANDINGAN IMT DAN VO2MAX PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 5 BANGKALAN YANG BERJALAN KAKI, BERSEPEDA, DAN BERKENDARA MOTOR RAIHANATA YUSA, NAILY; WIRIAWAN, OCE
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu syarat seseorang terlihat bugar yaitu dengan memiliki IMT yang ideal. Dalam mengukur kebugaran seseorang dapat diukur melalui tes kebugaran. Tes kebugaran dilakukan untuk memperoleh hasil pengukuran daya tahan seseorang untuk mencapai kebugaran. Pengukuran daya tahan dapat dilakukan melalui pengukuran VO2Max. Adanya perbedaan keberangkatan maupun pulang sekolah siswa SMP Negeri 5 Bangkalan, dengan berjalan kaki, bersepeda dan menggunakan kendaraan umum, maka tingkat kebugaran jasmani setiap siswa juga berbeda. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kondisi Indeks Massa Tubuh dan VO2Max pada siswa kelas VIII yang berjalan kaki, bersepeda, dan berkendara motor di SMP Negeri 5 Bangkalan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 5 Bangkalan. Subyek penelitian yaitu siswa laki-laki kelas VIII SMP Negeri 5 Bangkalan yang berjalan kaki, bersepeda, berkendara motor. Rancangan penelitian yang digunakan berupa tes pengukuran berat badan dibagi kuadrat tinggi badan untuk IMT dan tes lari bolak-balik (multistage fitness test) untuk VO2Max. Hasil Penelitian yang diperoleh Indeks Massa Tubuh (IMT) siswa SMP Negeri 5 Bangkalan untuk kelompok berjalan kaki, kelompok bersepeda, maupun kelompok berkendara motor tergolong kategori kurang. Vo2max keseluruhan pada siswa SMP Negeri 5 Bangkalan juga memiliki kategori kurang. Perbandingan IMT pada tiga kelompok siswa yaitu rata-rata IMT siswa bersepeda lebih besar dibandingkan rata-rata IMT berjalan kaki dan berkendara motor. Perbandingan Vo2max pada tiga kelompok siswa yaitu memiliki rata-rata VO2Max yang sama dengan kategori kurang. Kata Kunci: IMT, VO2Max Abstract One of the people condition for getting healthy is having a good IMT. Someone health condition can be measured by health test. The purpose of the test is for measuring the immune sistem in relation to stay health. The test could be measured by VO2Max. There are a significant differences of phicycal health between students of SMP Negeri 5 Bangkalan who get to school by foot, going by bycycle or going by motorcycle. The purpose of this research is knowing the condition of IMT and VO2Max to the eighth grade students of SMP Negeri 5 Bangkalan who is getting to school by foot, going by bycycle or going by motorcycle. This is a quantitative research through descriptive approach. Furthermore, the implementation of this research is on eighth grade students of SMP Negeri 5 Bangkalan who is getting to school by foot, going by bycycle and by motorcycle. The plan of this research used are the measurement test of students weight devide by quadrat of height for IMT, and also run test (MFT) for VO2Max. The result of this research to the eighth grade students of SMP Negeri 5 Bangkalan who is getting to school by bycycle and motorcycle is less than the students who is getting to school by foot. It?s also the same happen to the students VO2Max. the comparison of IMT between three types of students? show that the students who use bycycle is higher than the students? using motorcycle or going by foot. In other way, the comparison of VO2Max to the three types of students? has the mean less. Key words: IMT, VO2Max
KONTRIBUSI KEKUATAN OTOT LENGAN, KEKUATAN OTOT PERUT, DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI, DAN ANTROPOMETRI PADA PRESTASI LEMPAR CAKRAM ARDANARI, PALUPI; MINTARTO, EDY
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Lempar cakram merupakan salah satu nomor lapangan di cabang olahraga atleti. Nomor lempar cakram termasuk nomor lempar yang sulit dan sampai saat ini perkembangannya di Indonesia sulit mengalami peningkatan dalam waktu yang singkat. Oleh karena itu dilakukan penelitian mengenai kekuatan otot lengan, kekuatan otot perut, daya ledak otot tungkai dan antropometri pada prestasi lempar cakram supaya dapat dijadikan acuan dalam pembibitan dan program latihan untuk meningkatkan prestasi lempar cakram. Metode penelitian ini menggunakan statistik deskriptif kuantitatif. Sedangkan pengambilan data dilakukan dengan melakukan ters push up, sit up, vertical jump, pengukuran tinggi badan dan berat badan,serta lempar cakram. Hasil penelitian terhadap kontribusi kekuatan otot lengan terhadap prestasi lempar cakram sebesar 22,2%, kontribusi kekuatan otot perut terhadap prestasi lempar cakram sebesar 53,3%, kontribusi daya ledak otot tungkai terhadap prestasi lempar cakram 11%, kontribusi tinggi badan terhadap lempar cakram 77,8%, kontribusi berat bdan terhadap prestasi lempar cakram 26,4%.Simpulan penelitian adalah kekuatan otot lengan, kekuatan otot perut, daya ledak otot tungkai, memberikan kontribusi yang tidak sigifikan terhadap prestasi lempar cakram.variabel tinggi badan memberikan kontribusi yang paling besar terhadap prestasi lempar cakram, dan selanjutnya diikuti kekuatan otot perut, berat badan, kekuatan otot lengan, dan daya ledak otot tungkai. Kata Kunci: kekuatan otot lengan, kekeuatan otot perut, daya ledak otot tungkai, antropometri, tinggi badan, berat badan, lempar cakram, atletik. Abstract Discus throw is one of field number in athletics. Discus throw is one of hardest in throwing and until now in Indonesia, discus-throwing achievement was hard to escalate in a short time. Therefore, the research concerning arm muscle strength, abdominal strength, power of leg muscle, and anthropometry was conducted to be used as reference in regeneration and in training program in the near future in order to escalate the achievement of discus throwing. The method was using quantitative descriptive statistics. The data report was done using push up, sit up, vertical jump, body height measurement, body weight measurement, and discus throwing. The result show that in arm muscle strength contribution toward discus throwing achievement is 22,2%, abdominal muscle strength contribution toward discus throwing achievement is 53,3%, power of leg contribution toward discus throwing achievement as 11%, and body height contribution toward discus throwing achievement as 77,8%, and body weight contribution toward Ddiscus throwing achievement 26,4%. The conclusion of this research was arm muscle strength, abdominal muscle strength, power of leg muscle did not give any significant contribution towards discus throwing achievement. The most significant contribution toward discus throwing achievement was body height, followed by abdominal muscle strength, body weight, arm muscle strength, and power of leg muscle. Keywords: arm muscle strength, abdominal muscle strength, power of leg muscle, anthropometry, body height, body mass, discus throw, athletic
ANALISIS ANTROPOMETRI DAN KONDISI FISIK SISWA SSB RHEZA MAHASISWA KU-16 DITA YOGA PRADANA, PRIMA; Bulqini, Arif
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Soccer is a very popular game, because this game is often done and loved by everyone. The purpose of this research is to see the development of anthropometry and physical components of soccer athletes SSB Rheza Surabaya Students. The research method used by this researcher is using quantitative research method by using descriptive approach. The population in this experimental study is the Rheza Mahasiswa Student KU-16 players of 15 players. Procedures Implementation of height and weight tests using scales and stadiometers, anthropometric measurements with myotape, exposure power with MD jump and stopwatch, Speed with 30 meter run, agility with Arrowhead Agility, and endurance with MFT. Based on the results of SSB student Rheza Mahasiswa Students research U-16 Surabaya about anthropometry characteristics including ideal category and physical ability is still below the average soccer player. And coach should pay attention to the physical development and anthropometry of the child in order to achieve more. Keywords: Football, SSB Rheza Mahasiswa Student, Physical condition, anthropometri. Sepakbola adalah permainan yang sangat populer, karena permainan ini sering dilakukan dan digemari oleh kalangan anak-anak, orang dewasa maupun orang tua. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat perkembangan antropometri dan komponen fisik atlet sepakbola SSB Rheza Mahasiswa Surabaya. Metode penelitian yang digunakan peneliti ini adalah menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Populasi dalam penelitian eksperimen ini adalah pemain Rheza Mahasiswa KU-16 sebanyak satu tim yaitu, 15 pemain. Prosedur Pelaksanaan tes. tinggi badan dan berat badan menggunakan timbangan dan stadiometer, pengukuran antropometri dengan myotape, power tungkai dengan jump MD dan stopwatch, Kecepatan dengan lari 30 meter, kelincahan dengan Arrowhead Agility, dan daya tahan dengan MFT. Berdasarkan hasil penelitian siswa SSB Rheza Mahasiswa Surabaya U-16 tentang karakteristik antropometri termasuk kategori ideal dan kemampuan fisik masih dibawah rata-rata pemain sepakbola. Sebaiknya pelatih lebih memperhatikan tentang perkembangan fisik dan antropometri anak agar bisa berprestasi lebih.Kata Kunci: Sepakbola, SSB Rheza Mahasiswa, Kondisi fisik, Antropometri   
JEJAK MOCH. ICHSAN NUR ROMADHON DI PENCAK SILAT IRHAN WIJAYA, YOGA; HERDYANTO, YONNY
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A very proud achievement that the guidance of pencak silat in the regions so much that the rise of new junior athletes. But in building an organization is not as easy as turning the palm of the hand, in an organization the role of a coach is very important to create athletes achievement. Athlete is someone who has a special ability in one sport. But to be an athlete is not easy, must have good skills and abilities in the sports that they do. Various relevant abilities have a great influence in supporting the athletes ability, then the athlete must be tolalitas in practice. This is very necessary, because athletes are an integral part with a competition, competition, hard work, and pride of each region as well as the pride of the country in an international event. Moch. Ichsan Nur Romadhon is a remarkable athlete figure, his work bebagai altlet pencak silat no doubt. His love and seriousness in the world of martial arts is evidenced by continuing to practice to achieve achievement to the international level. Various achievements, especially pencak silat pencak has been achieved. Achievement is he got because of his great enthusiasm and persistence in practice. Moch. Ichsan Nur Romadhon has won the best Indonesian football competition in the adult KEJURNAS IPSI. The purpose of this research is to know the profile, the achievement journey as well as the view of the people around it about the achievement that Moch achieves. Ichsan Nur Romadhon. This type of research is qualitative by using descriptive method. The location of data collection is done conditionally by adjusting the situation and condition of research subject. With the subject of research is Moch. Ichsan Nur Romadhon. The results of data processing is done by using data analysis through interviews with research subjects, achievement as an Indonesian martial art athlete achieved by Moch. Ichsan Nur Romadhon, parents, coaches and friends in the arms of Moch. Ichsan Nur Romadhon. The conclusion in this research has got the result that to become Indonesian pencak silat athlete who always reach the champion and get best football predicate in Indonesia is must have high willingness, hard work, diligent, always learn, discipline and, believe in the prayer of both parents .Keywords: Profile, Achievement, Athlete, Coach, Pencak SilatSuatu prestasi yang sangat membanggakan bahwa pembinaan pencak silat di daerah-daerah begitu banyak sehingga memunculkan atlet-atlet junior baru. Namun dalam membangun suatu organisasi tidaklah mudah seperti membalikan telapak tangan, dalam suatu organisasi peranan seorang pelatih sangatlah penting untuk menciptakan atlet berprestasi.Atlet merupakan seseorang yang memiliki kemampuan khusus dalam salah satu cabang olahraga. Namun untuk menjadi seorang atlet tidaklah mudah, harus memiliki skill dan kemampuan yang bagus didalam cabang olahraga yang digelutinya.Berbagai kemampuan yang relevan memiliki pengaruh besar dalam menunjang kemampuan atlet, maka atlet harus tolalitas dalam berlatih. Hal ini sangat diperlukan, karena atlet merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan suatu kompetisi, persaingan, kerja keras, serta kebanggaan suatu daerah masing-masing maupun kebanggaan negara dalam suatu even internasional. Moch. Ichsan Nur Romadhon adalah sosok atlet yang luar biasa, kiprahnya bebagai altlet pencak silat tidak diragukan lagi. Kecintaan dan keseriusannya pada dunia pencak silat dibuktikan dengan terus berlatih untuk mencapai prestasi hingga level internasional. Berbagai prestasi gemilang khususnya pencak silat telah diraihnya. Prestasi tersebut dia dapatkan karena semangatnya yang besar serta kegigihannya dalam berlatih. Moch. Ichsan Nur Romadhon pernah meraih predikat pesilat terbaik se-Indonesia di KEJURNAS IPSI dewasa.Kata kunci :Profil, Prestasi, Atlet, Pelatih, Pencak Silat.
PROFIL KEMAMPUAN DRIBBLE, PASSING, SHOOTING DAN FREETHROW PADA TIM PUTRA KU-14 CAHAYA LESTARI SURABAYA HANDOKO, FREDY; SIANTORO, GIGIH
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abyliti speed dribble, passing accuration, shooting is an important element in the sport of basketball and the factor determiant in a game. By doing good dribble, right and quick passing and accuration shooting will bring his team to win the game. This study aims to describe the ability of the speed dribble, passing accuration, and shotting basketball team boy under 14 Cahaya Lestari Surabaya. The subject of this research is the core players from the man?s basketball. This research is descriptive quantitative approach, while the date collection tehniques with zig zag dribble test, wall bounce passing, shooting 45O and freethrow against the basketball tim boy under 14 Cahaya Lestari Surabaya. From the results of this research concluded : (1) an average of 6,93 secounds dribble man team. (2) the average passing the man team by 27,16 point. (3) the average shooting 45o the man team 22,41 point. (4) the average freethrow man team 7.16 whit the results of the man basketball team have good ability dribble, passing accuration and shooting. Keywods : Bribble, Passing, Shooting, Basketball Kemampuan kecepatan dribble, ketepatan passing, shooting merupakan unsur penting dalam olahraga bola basket dan faktor penentu dalam suatu pertandingan. Dengan melakukan dribble yang baik, passing yang tepat dan cepat serta shooting yang akurat maka akan mengantarkan tim untuk memenangkan pertandingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran mengenai kemampuan keepatan dribble, ketepatan passing dan shooting tim bola basket putra ku-14 Cahaya lestari Surabaya. Jenis penelitian ini adalah deskriftif dengan pendekatan kuantitatif, sedangkan tehnik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan tes dribble zig zag, passing wall bounce, shooting 450 dan free throw pada tim putra ku-14 Cahaya Lestari Surabaya. Dari hasil penelitian dapat di simpulkan : (1) rata-rata dribble tim putra 6,93 detik. (2) rata-rata passing tim putra sebesar 27,16 poin. (3) rata-rata shooting 450 tim putra 22,41. (4) rata-rata free throw tim putra sebesar 7,16. Dengan hasil tersebut tim bola basket putra mempunai kemampuan dribble, ketepatan passing dan shooting yang baik. Kata kunci : dribble, passing, shooting, bolabasket.
HUBUNGAN KEKUATAN OTOT LENGAN, KEKUATAN OTOT PERUT DAN EXPLOSIVE POWER TUNGKAI TERHADAP ACCURACY SERANGAN ANGGAR (STUDI PADA ATLET PUTRA SURABAYA FENCING CLUB) KARIMULLAH, ALDI; ISMALASARI, RINI
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Anggar adalah cabang olahraga beladiri menggunakan senjata, di Indonesia cabang olahraga anggar telah sering dipertandingkan pada suatu kejuaraan daerah maupun nasional. Teknik yang harus dikuasai adalah teknik serangan anggar karena teknik serangan adalah teknik dasar dari setiap gerakan serangan kombinasi lainnya. Sama dengan olahraga beladiri lain, serangan dalam anggar bertujuan untuk mendapatkan sebuah point demi sebuah keberhasilan kemenangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data maupun informasi besaran hubungan kekuatan otot lengan, kekuatan otot perut dan explosive power tungkai terhadap accuracy serangan anggar dengan hubungan individu dan secara bersama-sama. Metode analisa menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional dengan pengumpulan data melalui intrumen push up, sit up, standing board jump dan bower fencing test. Hasil dari penelitian dipaparkan: hasil dari ANOVA menjelaskan nilai Fhitung = 2,74 < Ftabel = 3,71. Hal tersebut dijelaskan melalui Fhitung = 2,74 < Ftabel = 3,71 bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara variabel kekuatan otot lengan (X1), kekuatan otot perut (X2) dan explosive power tungkai (X3) secara bersama-sama terhadap accuracy serangan anggar (Y). Kemudian hasil dari masing-masing individu menunjukkan variabel kekuatan otot lengan yang memberikan hubungan paling tinggi terhadap variabel accuracy serangan anggar, yang diikuti variabel explosive power tungkai. Untuk kekuatan otot perut (X2) masih perlu mendapatkan perhatian lebih dengan meningkatkan program latihan khusus pada kekuatan otot perut agar mendapatkan hasil yang lebih sempurna. Kesimpulan: Variable kekuatan otot lengan (X1) memberikan hubungan sebesar 30,25%, Variable kekuatan otot perut (X2) memberikan hubungan sebesar 14,13%, Variabel explosive power tungkai (X3) sebesar 28,62%, Variable kekuatan otot lengan dan explosive power tungkai dari masing-masing individu memiliki hubungan dan secara bersama variable bebas mempunyai hubungan 45,02% terhadap accuracy serangan anggar (Y). Kata Kunci: Kekuatan Otot Lengan, Kekuatan Otot Perut, Explosive Power Tungkai, Accuracy serangan anggar
SURVEI KONDISI FISIK PEMAIN SEPAKBOLA SSB NAGA EMAS KU 14 TULUNGAGUNG SAUQY F, MOKHAMMAD; KHAMIDI, AMROZI
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Football is one sport that needs physical condition. The purpose of physical condition training is to improve the quality of the immune system in accordance with the need to achieve optimal performance in football. This research will discuss Survey of Physical Condition of SSB Golden Dragon KU 14 Tulungagung. The purpose of this research is (1) To know how much power (power) owned by football player SSB Golden Dragon KU 14 Tulungagung, (2) To know how big speed (speed) owned by player SSB Golden Dragon KU 14 Tulungagung, 3) To find out how far the agility of soccer player SSB Golden Dragon KU 14 Tulungagung, (4) To find out how much endurance soccer player SSB Golden Dragon KU 14 Tulungagung. The results of this study were: (1) SBK Dragon Golden Dragon player 14 Tulungagung has an average leg muscle strength 426.55 power categorized as being. (2) SSB Dragon Dragon player KU 14 Tulungagung has an average speed of 3.71 seconds is categorized less. (3) SSB Dragon Dragon player KU 14 Tulungagung has right leg agility is 9.27 seconds left foot agility is 8.55 seconds is categorized as good. (4) SSB Golden Dragon KU 14 Tulungagung has a mean (VO2 Max) is 38.3 ml.kg / min categorized as sufficient, with the lowest value of 28.1 ml.kg / min and the highest value of 48.7 ml.kg / min. The conclusion in this study is the majority of SSB Naga EMas KU 14 Tulungagung majority in the category of being.Keywords: Football, Physical Condition, SSB Naga Mas Age 14 TulungagungSepak bola adalah salah satu olahraga yang membutuhkan kondisi fisik. Tujuan latihan kondisi fisik adalah untuk meningkatkan kualitas daya tahan tubuh sesuai dengan kebutuhan untuk mencapai prestasi yang optimal dalam sepakbola. Penelitian ini akan membahas Survei Kondisi Fisik SSB Naga Emas KU 14 Tulungagung.Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui seberapa besar daya (power) yang dimiliki oleh pemain sepakbola SSB Naga Emas KU 14 Tulungagung, (2) Untuk mengetahui seberapa besar kecepatan (kecepatan) yang dimiliki oleh pemain SSB Naga Emas KU 14 Tulungagung, (3) Untuk mengetahui seberapa jauh kelincahan yang dimiliki pemain sepak bola SSB Naga Emas KU 14 Tulungagung, (4) Untuk mengetahui seberapa besar daya tahan pemain sepak bola SSB Naga Emas KU 14 Tulungagung.Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Pemain SSB Naga Emas KU 14 Tulungagung memiliki kekuatan otot kaki rata-rata 3024.465 joule dikategorikan sebagai kurang. (2) Pemain SSB Naga Emas KU 14 Tulungagung memiliki kecepatan rata-rata 3,71 detik dikategori kurang. (3) Pemain SSB Naga Emas KU 14 Tulungagung memiliki kelincahan kaki kanan adalah 9,27 detik kelincahan kaki kiri adalah 8,55 detik dikategorikan sebagai baik. (4) SSB Naga Emas KU 14 Tulungagung memiliki rata-rata (VO2 Max) adalah 38,3 ml.kg / min dikategorikan sebagai cukup, dengan nilai terendah 28,1 ml.kg/min dan nilai tertinggi 48,7 ml.kg/min . Kesimpulan dalam penelitian ini adalah mayoritas SSB Naga EMas KU 14 Tulungagung mayoritas masuk dalam kategori sedang. Kata kunci: Sepakbola, Kondisi Fisik, SSB Naga Emas Usia 14 Tulungagung
HUBUNGAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI, KEKUATAN OTOT LENGAN, KEKUATAN OTOT PERUT DAN ANTISIPASI REAKSI TERHADAP KETEPATAN SHOOTING BOLA TANGAN ( STUDI PADA PEMAIN PUTRA UKM BOLA TANGAN UNESA) NUR HIDAYAT, MOHAMMAD; SIANTORO, GIGIH
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bola tangan baru masuk di indonesia ada Pengurus Besar-nya pada tahun 2013 dan di Jawa Timur ada Pengurus Provinsi-nya pada Tahun 2016. Cabang olahraga ini adalah oalahraga prestasi yang tentunya harus mempunyai fisik yang bagus, teknik yang mumpuni serta mental yang kuat dimana olahraga ini kontak badan penuh antar pemain. Dalam hal ini untuk mencetak gol dengan memasukkan bola ke gawang dengan lemparan yang terarah. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan data : seberapa besar hubungan kekuatan otot tungkai , kekuatan otot lengan, kekuatan otot perut dan antisipasi reaksi terhadap ketepatan shooting , baik secara individual maupun secara bersama-sama. Sampel dari penelitian ini adalah pemain putra UKM bola tangan Universitas Negeri Surabaya yang jumlah-nya 15 orang. Metode yang digunakan adalah metode statistik deskriptif, kuantitatif, serta proses pengambilan data dilakukan dengan melakukan tes vertical jump, push up, sit up, anticipation reaction test dan shooting. Hasil penelitian ini menjelaskan hasil anova yaitu nilai Fhitung = 2.871 < Ftabel=3.48. Dari hasil diatas bisa disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan anta variabel kekuatan otot tungkai (X1), kekuatan otot lengan(X2), kekuatan otot perut (X3) dan antisipasi reaksi(X4) secara bersamaan terhadap ketepatan shooting bola tangan (Y). Hasil penelitian secara individu bahwa kekuatan otot lengan (X2) mempunyai hubungan terbesar terhadap variabel ketepatan shooting bola tangan. Lalu diikuti variabel antisipasi reaksi (X4), kekuatan otot perut (X3), dan kekuatan otot tungkai (X1). Khusus untuk variabel kekuatan otot perut (X3), dan kekuatan otot tungkai (X1) ditingkatkan lagi latihan agar bisa lebih untuk meningkatkan ketepatan shooting. Kesimpuan dari hasil penelitian ini; 1) Variabel kekuatan otot tungkai (X1) memberikan hubungan sebesar 12,60%. 2) Variabel kekuatan otot lengan (X2) memberikan hubungan sebesar 41,47%. 3) Variabel kekuatan otot perut (X3) memberikan hubungan sebesar 14,44%. 4) Variabel antisipasi reaksi (X4) memberikan hubungan sebesar 23,61%. 5) Secara individu bahwa kekuatan otot lengan (X2) mempunyai hubungan terbesar terhadap variabel ketepatan shooting bola tangan (Y) sedangkan secara bersama-sama seluruh variabel mendapatkan hubungan sebesar 53,43% terhadap ketepatan shooting bola tangan (Y) sehingga secara keseluruhan dapat diterima di ke dalam populasi. Kata-kunci : kekuatan otot tungkai, kekuatan otot lengan, kekuatan otot perut, antisipasi reaksi, shooting , bola tangan.