cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Prestasi Olahraga
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 408 Documents
PEMAHAMAN PELATIH SEKOLAH SEPAKBOLA SE KOTA MADIUN TENTANG PHYSIOLOGICAL ROCOVERY DIAS ABDILLAH, GHUFRON; ASHADI, KUNJUNG
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Mahasiswa PKO
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Recovery adalah waktu yang digunakan untuk mengembalikan kondisi tubuh untuk siap melakukan aktivitas berikutnya. Recovery dibagi menjadi dua, yaitu physiological recovery dan psychological recovery. Physiological recovery adalah kembalinya kondisi tubuh untuk siap melanjutkan aktivitas berikutnya melalui aspek fisik, sedangkan psychological recovery adalah kembalinya kondisi tubuh untuk siap melanjutkan aktivitas berikutnya melalui aspek mental. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai rata-rata pengetahuan pelatih sekolah sepakbola seluruh Kota Madiun tentang physiological recovery. Metode dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif menggunakan 10 soal pilihan ganda yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar nilai rata-rata pengetahuan pelatih sekolah sepakbola seluruh Kota Madiun tentang physiological recovery dan wawancara lisan terstruktur berjumlah 8 pertanyaan yang digunakan untuk membantu memperjelas data yang diperoleh dari sampel dalam menerapkan strategi physiological recovery. Sasaran penelitian ini menggunakan 7 pelatih. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa nilai rata-rata pengetahuan pelatih sekolah sepakbola seluruh Kota Madiun tentang physiological recovery adalah sebesar 75,71. Dari hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa rata-rata pelatih sekolah sepakbola seluruh Kota Madiun tentang physiological recovery adalah baik. KATA KUNCI : Recovery, Sepakbola, Pelatih Abstrack Recovery is the time used to restore the condition of the body to be ready to do the next activity. Recovery is divided into two, namely physiological recovery and psychological recovery. Physiological recovery is the return of body condition to be ready to continue the next activity through the physical aspect, while psychological recovery is the return of body condition to be ready to continue the next activity through mental aspects. The purpose of this study was to find out the average value of the knowledge of football coaches throughout Madiun City about physiological recovery. The method in this study is quantitative descriptive using 10 multiple choice questions used to find out how much the average value of knowledge of coaches of football schools throughout Madiun City about physiological recovery and structured oral interviews amounted to 8 questions used to help clarify the data obtained from the sample in implement physiological recovery strategy. The target of this research is 7 coaches. Based on the results of this study it is known that the average value of the knowledge of football coaches throughout Madiun City about physiological recovery is 75.71. From the results of this study can be concluded that the average coach football school throughout Madiun about physiological recovery is good. KEY WORD : Recovery, Football, Coach
PENYELENGGARAAN KEPELATIHAN SEPAKBOLA DI PPLP PROVINSI JAWA TENGAH ISNAN ALKAYYIS, MUHAMMAD
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Mahasiswa PKO
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terdapat teori yang menerangkan bahwa atlet usia 15 tahun ? 18 tahun merupakan atlet tahap usia pemantapan atau tahap usia pematangan. Dan untuk mengantarkan para atlet guna mencapai puncak performa maka harus dilakukan proses pembinaan yang terstruktur dan berkesinambungan. Salah satu contoh tempat pembinaan usia remaja di Indonesia adalah PPLP (Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar). Maka dari itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penyelengaraan kepelatihan sepakbola yang ada di PPLP Provinsi Jawa Tengah, terutama pada bidang perekrutan atlet dan pelatih dan juga bidang manajemen latihan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian campuran (mixed methods) dimana memadukan antara pendekatan kuantitatif dengan pendekatan kualitatif dengan strategi sequential transformative design dimana antara pendekatan kualitatif dengan pendekatan kuantitatif memiliki kedudukan yang sama. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan pemberian edaran tertulis juga dokumentasi termasuk dokumen data evaluasi fisik yang ada. Analisis data yang digunakan untuk data kualitatif adalah analisis interaktif yang berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian data kemudian penarikan kesimpulan, dan untuk analisis data kuantitatifnya digunakan rerata, untuk mengetahui tingkat rerata fisik atlet di PPLP Sepakbola Jawa Tengah. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukan bahwa, penyelenggaraan kepelatihan di PPLP Provinsi Jawa Tengah ini, diserahkan pada pihak Balai Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar dan dibawah naungan Disporapar Provinsi Jawa Tengah. Proses perekrutan atlet dan pealtih dilakukan apabila ada kekosongan kuota, untuk atlet ada 23 sedangkan pelatih ada 1 headcoach dan 3 asisten pelatih. Kekosongan ini bisa karena atlet telah lulus sekolah atau terkena degradasi, unutk pelatih bisa terkena degradasi atau mengundurkan diri. Tingkat rerata VO2Max atlet PPLP Sepakbola Jawa Tengah berapa pada kategori sangat baik yaitu dengan VO2Max sebesar 54,88 ml/kg/min. Tempat latihan berada di Stadion Jatidiri dan lapangan PDAM Sampangan dan dilaksanakan seminggu 11%2. Jadi, dari keseluruhan data yang diperoleh penyelengaraan kepelatihan di PPLP Sepakbola Jawa Tengah menjadi tanggung jawa Balai PPLOP Provinsi Jawa Tengah termasuk untuk aspek perekrutan maupun latihan dan sarana prasarana. Kata kunci: Pembinaan, Perekrutan, Manajemen
PROSENTASE PUKULAN DAN POLA PERMAINAN BULUTANGKIS GANDA PUTRA USIA 14-15 TAHUN RAMADHAN FIRMANSYAH, MUHAMMAD; WIRIAWAN, OCE
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penguasaan teknik dalam permainan bulutangkis sangat diperlukan oleh pemain. Teknik dasar yang harus dikuasai oleh setiap pemain yaitu cara memegang raket, pukulan forehand dan backhand, gerakan kaki (footwork), dan pemusatan pikiran serta konsentrasi. Terdapat juga teknik pukulan yang harus dikuasai meliputi pukulan service, netting, drive, dropshot, lob, dan smash. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui banyaknya pukulan yang dilakukan pada saat ertandingan dan pola permainan bulutangkis ganda putra usia 14-15 tahun pada Kejuaraan Sirkuit Nasional Milo Badminton Competation Jatim Open 2017. Jenis penelitian ini mengunakan statistik deskripsi. Teknik pengambilan data dilakukan dengan metode pengamatan dan pencatatan jenis pukulan serta pola permainan pemain saat bertanding dari babak perempat final sampai final. Hasil penelitian ini meliputi persentase pukulan selama bertanding pukulan drive sebesar 39,9%, persentase lob sebesar 24,0%, smash dengan presentase 14,8%, dropshot 11,7%, netting 9,7%, serta persentase pukulan service dengan mengunakan service pendek sebesar 98,3%, dan service panjang 1,7%. Pola permainan mengunakan pukulan lurus (baik saat netting, drive, dropshot, lob, dan smash) dengan persentase sebesar 65,0%, dan pukulan silang sebesar35,0%. Kata kunci : Pukulan, Teknik, Pola, Permainan, Bulutangkis. ABSTRAK Technical satisfaction in badminton games in needed by players. Basic techniques that must be mastered by echh player is how to hold the racket, forehand and backhand punches, foot movements footwork, and concentration of mind and concentration. There are also punch techiques that must be mastered include service blows, netting, drives, dropshot, lob, and smash. The purpose of this study is to know the number of stroke made during the game and the pattem of badminton games men?s age of beginner 14-15 yers at the National Circuit championship is Milo Badminton Jatim Open 2017. This type of research uses descriptive statistics. Technique of data retrieval is done by observation method and recording type of punch as well as game pattern of player when compete from round quater final to final. The results of this study include the percentage of stroke during the game blow drive of 39,9%, lob percentage of 24,0%, smash with a percentage of 14,8%, dropshot 11,7%, netting 9,7%, as well as the percentage of service blows by using a short service of 98,3% and long service 1,7%. The pattem of the game using a straight punch (both when netting, drive, dropshot, lob, and smash) with a percentage of 65,0%, and cross punch of 35,0%. Keywords: Punch, Technique, Pattem, Game, Badminton.
PROFIL HIDRASI ATLET PENCAK SILAT PUSLATCAB KABUPATEN BANGKALAN PADA SESI LATIHAN RADITIYA MAHAYUNI, APRILIA; ASHADI, KUNJUNG
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Hidrasi adalah kecukupan cairan dalam tubuh manusia untuk menunjang berjalannya metabolisme. Hidrasi komponen penting bagi seorang atlet, yang dimana atlet lebih banyak melakukan aktifitas fisik daripada yang bukan atlet.Dampaknya hidrasi bisa menyebabkak atlet cepat kelelahan pada saat latihan, kehilangan konsentrasi bahkan bisa menyebabkan cidera. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui rata-rata nilai hidrasi atlet sebelum latihan, mengetahui rata-rata nilai hidrasi sesudah latihan dan mengetahui perbedaan rata-rata nilai hidrasi atlet sebelum dan sesudah latihan. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif.Sasaran penelitian ini menggunakan 14 atlet kategori remaja.Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian soal piihan ganda sebagai penunjang kebenaran data dan mengetahui rata-rata pengetahuan atlet, kemudian cek urine untuk mengetahui hasil hidrasi atlet. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan atlet Pencak Silat tentang hidrasi adalah 65,00 yang termasuk dalam kategori baik, dengan rincian kategori baik sebesar 57% atau 8 atlet, kategori cukup sebesar 36% atau 5 atlet dan kategori kurang sebesar 7% atau 1 atlet. Hasil cek urine sebelum latihan rata-rata nilainya sebesar 3,43 yang termasuk dalam kategori terhidrasi sedangkan sesudah latihan rata-rata nilainya sebesar 3,93 yang termasuk dalam kategori dehidrasi. Hasil nilai uji mann whitney Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,063 hidrasi sebelum dan sesudah latihan, karena nilai tersebut lebih dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan nilai hidrasi sebelum dan sesudah latihan. Kata kunci : Hidrasi, Pencak Silat, Atlet ABSTRACT Hydration is the adequacy of the fluids in the human body in order to support the operation of metabolism. Hydration important components for an athlete, that is where athletes are doing more physical activity than not athletes. Its effects can be menyebabkak hydration athletes quickly exhausted at the time of exercise, the loss of concentration can even cause injuries. The purpose of this research is to know the average athlete hydration before exercise, knowing the average value of hydration after exercise and knowing the difference of the average value of the hydration of athletes before and after exercise. In this study using a descriptive quantitative research methods. Objectives this study using 14 athletes category teens. Data collection was done by charging problem piihan double as supporting the truth of the data and to know the average athletes knowledge, then check the urine to find out the results of the hydration of athletes. Based on the results of the study showed that the average knowledge about Pencak Silat athletes hydration is 65.00 which is included in both categories, with details of both categories of 57% or 8 athletes, a category simply amounted to 36% or 5 athletes and categories less of 7% or 1 athlete. Results of urine checks before practice average value of 3.43 is included in the category of hydrated after exercise while the average value of 3.93 is included in category dehydration. The results of the mann whitney test Asymp value. SIG (2-tailed) of 0.063 hydration before and after exercise, because such values over 0.05 then it can be concluded that there is no significant difference value of hydration before and after exercise. Key words: hydration, Pencak Silat, Athlete
ANALISIS BACKSWING DAN RELEASE SHOOTING CARREAU JARAK 7 METER OLAHRAGA PETANQUE PADA ATLET JAWA TIMUR , NURKHOLIS; EKO CAHYONO, RENDI
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKShooting dalam olahraga petanque adalah upaya dalam menjauhkan bola target dengan tujuan mengurangi poin lawan dan menambah poin pada tim. Analisis gerakan shooting dilakukan untuk menggambarkan karakteristik teknik dasar dalam melakukan shooting. Analisis biomekanik digunakan untuk menggambarkan secara terukur dan terhitung untuk memperoleh pemahaman efektivitas teknik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui diskripsi rangkaian gerak shooting dari analisis biomekanik. Untuk memperoleh efektifitas dan efisiensi dalam melakukan shooting jarak 7 meter perlu diketahui sudut backswing, kecepatan swing, release bola, dan ketinggian maksimal bola. Penelitian ini adalah penelitian Kuantitatif dengan pendekatan diskriptif, yaitu mendiskripsikan hasil rekaman video shooting carreau jarak 7 meter yang telah dianalisis menggunakan sofware analisis biomekanik yaitu kiniovea. Kiniovea adalah salah satu software yang dapat digunakan untuk menganalisi gerak, dengan menggunakan kiniovea kita dapat memutar video yang telah diambil, dan dapat membuat video lebih lambat dari pada video aslinya sehingga kita dapat lebih mudah untuk menganalisis gerakannya. Penelitian ini dilakukan berdasarkan data yang diperoleh dari 3 subjek (N..3) atlet Petanque Jawa Timur. Dari data penelitian yang diperoleh disimpulkan bahwa gerakan shooting pada jarak 7 meter dihasilkan shooting yang efektif yaitu dengan sudut backswing 78 o - 80 o, rata-rata kecepatan swing 3,66 m/s, sudut release 80 o - 82 o, dan tinggi maksimal bola 1,45 - 1,64 meter, yang menghasilkan shooting carreau pada jarak 7 mater dengan bola berhenti tidak jauh dari titik sasaran berada. Kata Kunci : Shooting Carreau, Petanque, Biomekanik, Analisis Gerak. AbstractShooting in a petanque sport is an effort to keep the target ball away with the goal of reducing the opponents points and adding points to the team. Shooting motion analysis is performed to describe the basic technique characteristics in shooting. Biomechanical analysis is used to describe measurably and calculated to gain an understanding of the effectiveness of the technique. This study aims to find out the description of motion shooting sequence from biomechanical analysis. To obtain the effectiveness and efficiency in shooting 7 meters distance need to know the angle of backswing, swing speed, release ball, and maximal height of the ball.This research is Quantitative research with descriptive approach, that is to describe the result of video recording of 7 meters distance carreau video which have been analyzed by using biomechanical analysis software that is nowovaa. Kiniovea is one software that can be used to analyze motion, by using now we can play videos that have been taken, and can make the video slower than the original video so we can more easily analyze the movement. This research was conducted based on data obtained from 3 subjects (N .. 3) Petanque athletes East Java.From the research data, it can be concluded that the shooting movement at 7 meters distance resulted in effective shooting with the backswing angle of 78 o - 80 o, the average swing speed of 3.66 m / s, the release angle of 80 o - 82 o, and the maximum height ball 1.45 - 1.64 meters, resulting in shooting a carreau at a distance of 7 mater with the ball stopping not far from the target point locatedKeywords: Carreau Shooting, Petanque, Biomechanics, Motion Analysis.
ANALISIS KONDISI FISIK DAN ANTROPOMETRI TIM BOLAVOLI PUTRA MAGETAN YUNIOR VIDYA PUTRI, YUNIAR; JATMIKO, TUTUR
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatar belakangi belum adanya data yang diambil mengenai kondisi fisik dan antropometri Tim bolavoli putra Magetan Yunior. Tim Bola voli Putra Magetan Yunior merupakan Klub bola voli di Magetan, dalam naungan Dinas Pemuda dan olahraga. Tim bola voli Magetan Yunior memiliki atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing dalam kejuaraan ditingkat daerah. Dalam perkembangannya bola voli memiliki teknik dan taktik yang semakin berkembang. Club Magetan Yunior memiliki atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing dalam kejuaraan ditingkat daerah. Kondisi fisik dan antropometri yang bagus akan membantu atlet utuk mencapai prestasi yang maksimal, dalam penguasaan teknik dan taktik . komponen kondisi fisik yang dimiliki atlet adalah Kecepatan reaksi, Kelentukan, Kelincahan, Kekuatan otot peras tangan, Kekuatan otot punggung, Kekuatan daya ledak otot tungkai, dan komponen antropometri yang dimiliki atlet adalah Tinggi Badan, Berat Badan, Panjang Lengan dan Panjang Tungkai. Metode dalam analisa ini menggunakan kuantitatif dengan analisis pendekatan deskriptif. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan bukti data ilmiah tentang keadaan atlet terutama pada kondisi fisik olahraga bola voli, sehingga pelatih dan atlet memperoleh acuan untuk pembuatan progam latihan serta dapat mengembangkan prestasi atlet baik pada saat latihan maupun saat bertanding. Metode penelitian ini adalah atlet tim bolavoli putra Magetan Yunior yang sejumlah 12 orang. Kesimpulan: 1.) Kondisi fisik kelentukan tim bolavoli Putra Magetan Yunior tergolong sedang. 2.) Kondisi fisik kekuatan otot peras tangan kanan dan kiri tim bola voli Putra Magetan Yunior tergolong sedang. 3.) Kondisi fisik kekuatan otot punggung tim bola voli Putra Magetan Yunior tergolong sedang. 4.) Kondisi fisikdaya ledak otot tungkai tim bola voli Putra Magetan Yunior tergolong sedang. 5.) Kondisi fisik kelentukan tim bola voli Putra Magetan Yunior tergolong baik. 6.) Kondisi antropometri berat badan dan tinggi badan tim bolavoli Putra Magetan Yunior mempunyai rata-rata 62.42 Kg dan 171.42 cm. 8.) Kondisi antropometri panjang lengan tim bola voli Putra Magetan Yunior tergolong Kurang. 9). Kondisi antropometri panjang tungkai tim bola voli Putra Magetan Yunior tergolong baik.Kata kunci: Analisis, Kondisi Fisik, Antropometri, BolavoliAbstrack Volleyball Team Son Magetan Yunior is a Volleyball Club in Magetan, under the auspices of Youth and Sports Department. The Magetan Junior volleyball team has outstanding athletes capable of competing in regional championships. In its development the volleyball has a growing technique and tactics. Club Magetan Yunior has outstanding athletes capable of competing in regional championships. Good physical and anthropometric conditions will help the athlete to achieve maximum performance, in mastery of technique and tactics. the components of the physical condition of the athlete are the speed of the reaction, the elasticity, the agility, the muscle strength of hand squeeze, the strength of the back muscles, the force of explosive muscles of the limbs, and the anthropometric components of the athlete are height, weight, arm length and limb length. Methods in this analysis use quantitative analysis with descriptive approach. The purpose of this study is to provide evidence of scientific data about the athletes condition, especially on the physical condition of volleyball, so that trainers and athletes get a reference for the preparation of training programs and can develop athletes achievements both during training and during matches. This research method is athlete of team of Bolet Junior Mens bolavoli that number 12 people. Conclusion: 1.) The physical condition of bolavoli team of youngster Son of Magetan Yunior is moderate. 2.) Physical strength of muscle strength squeezed right hand and left of volleyball team Son of Magetan Yunior classified moderate. 3.) The physical condition of the back muscle power of the Junior Youth Son volleyball team is moderate. 4.) The physical condition of muscular power of muscle limbs of the Junior Youth Son Volleyball team is moderate. 5.) The physical condition of the youth football team volleyball of the Junior Youth Magetan is quite good. 6.) The anthropometric condition of body weight and height of the Junior Youth Magistrates bolavoli team has an average of 62.42 kg and 171.42 cm. 8.) The anthropometric condition of the length of the arms of the Junior Youth Son Volleyball team is less. 9). The long anthropometric condition of the foot of the Junior Youth Son volleyball team is quite good.Keywords: Analysis, Physical Condition, Anthropometry, Volleyball
ANALISIS MANAJEMENT SEKOLAH BOLABASKET CAHAYA LESTARI SURABAYA ENDI ARFIANTO, RIO; SIANTORO, GIGIH
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan fungsi manajemen yang terdiri dari Perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing),kepemimpinan (leading), pengawasan (controlling), perekrutan tenaga kerja (staffing), pendanaan (budgeting) di Sekolah Bolabasket Cahaya Lestari Surabaya. Fokus dalam penelitian ini adalah memaparkan penerapan fungsi manajemen Sekolah Bolabasket Cahaya Lestari Surabaya. Penelitian ini melibatkan 4 orang subjek yang terdiri dari pengurus Sekolah Bolabasket Cahaya Lestari Surabaya. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan (non eksperimen) kualitatif. Hasil penelitian analisis manajemen Sekolah Bolabasket Cahaya Lestari Surabaya diketahui bahwa dari enam aspek fungsi manajemen telah diterapkan dengan baik oleh Sekolah Bolabasket Cahaya Lestari Surabaya. Hanya terdapat beberapa kekurangan yaitu tidak ada struktur organisasi yang baku, tidak ada kurikulum tetap, serta adanya inkonsitensi dalam pembukuan keuangan. Kata Kunci: Analisis Manajemen, Fungsi Manajemen, Sekolah Bolabasket ABSTRACT This study aimed to describe management functions consisting of planning, organizing, leadership (leading), controlling, staffing, and budgeting at School Basketball Cahaya Lestari Surabaya. The focus in this research is to describe the implementation of School Basketball Cahaya Lestari Surabaya management function. The study involved 4 people consisting of School Basketball Cahaya Lestari Surabaya administrators. This research uses a qualitative (non experimental) approach. The result of School Basketball management analysis is known that from six aspects of management function has been applied well by School Basketball Cahaya Lestari Surabaya. There are only a few flaws: no standard organizational structure, no fixed curriculum, and inconsistencies in financial accounting. Keywords: Management Analysis, Management Function, School Basketball
TINGKAT KECEMASAN PEMAIN FUTSAL SMK TARUN JAYA PRAWIRA TUBAN SEBELUM PERTANDINGAN BUPATI CUP SUMARTONO, HERRY; YETI WULANDARI, FIFIT
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survey, yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat kecemasan pemain futsal SMK Taruna Jaya Prawira Tuban Sebelum Pertandingan Bupati Cup. Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan kuesioner, teknik pengambilan sampel adalah dengan cara purposive sampling. Yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah pemain futsal putra SMK Taruna Jaya Prawira Tuban yang akan bertanding pada pertandingan Bupati Cup yang berjumlah 15 pemain. Untuk melakukan pengumpulan data peneliti dengan cara membagikan lembar angket kepada peserta, teknik penelitian data dilakukan mempergunakan teknik statistik deskriptif yang berupa presentase. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bahwa tingkat kecemasan pemain futsal putra SMK Taruna Jaya Prawira Tuban sebelum menghadapi pertandingan Bupati Cup termasuk dalam kategori sedang dengan presentase sebesar 46,7 % (7 pemain). Sedangkan sisanya pada kategori sangat tinggi sebesar 13,3 % (2 pemain), kategori tinggi sebesar 6,7% (1 pemain), kategori rendah sebesar 26,7% (4 pemain), dan kategori sangat rendah sebesar 6,7 % (1 pemain). Kata Kunci: Tingkat Kecemasan, Pemain Futsal, Bupati Cup Abstract This research is a quantitative research with survey method, which aims to find out how big anxiety level futsal players SMK Taruna Jaya Prawira Tuban Before Cup Regent Match. The level of anxiety that is meant in this research is the psychological condition of futsal players in the form of feelings of worry, hesitation, decreased concentration, depressed feelings from the voices of audience shouts, feelings of mistrust yourself. Data collection in this study by using questionnaires, sampling technique is by way of purposive sampling. The sample in this study is the players futsal son of SMK Taruna Jaya Prawira Tuban who will compete in the match Regent Cup which amounted to 15 players. Data collection was done by circulating questionnairesito respondents, data analysis techniques were conducted using descriptive statistical techniques with percentage. The results showed that the anxiety level of players futsal son of SMK Taruna Jaya Prawira Tuban before facing the Bupati Cup match is included in medium category with a precentage of 46.7% (7 players). While the remaining category is very high at 13.3% (2 players), high category of 6.7% (1 player), low category of 26.7% (4 players), and very low category of 6.7% 1 player). Keywords: Anxiety Level, Futsal Player, Regent Cup
PROFIL PERKEMBANGAN EKSTRAKURIKULER BALAP SEPEDA DI SMP NEGERI 20 SURABAYA AZIZAH SUYUT, TYAS; JANUARUMI MARHAENDRA, FRANSISCA
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mencari jawaban dari rumusan masalah yang telah ditentukan, yaitu Ekstrakurikuler merupakan salah satu tempat bagi peserta didik untuk mengembangkan minat dan bakat mereka sehingga mampu menjadi peserta didik yang kreatif, inovatif, trampil dan berprestasi. Ekstrakurikuler sendiri juga meenjadi salah stu cara untuk pembentukan karakter suatu peserta didik. SMP Negeri 20 Surabaya adalah satu-satunya sekolah yang memiliki ekstrakurikuler balap sepeda khususnya di daerah Surabaya. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui perkembangan ekstrakurikuler dari tahun 2010-2018 serta menganalisa faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan ekstrakurikuler balap sepeda tersebut. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah kualitatif. Menggunakan teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara serta dokumentasi dan menganalisis penelitian menggunakan model Miles dan Huberman. Berdasar hasil penelitian perkembangan ekstrakurikuler balap sepeda di SMPN 20 Surabaya mengalami penurunan dilihat dari tidak adanya prestasi yang semakin baik, sarana prasarana yang tidak bertambah serta efektifits peserta didik berlatih. Penurunan hal diatas dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti perubahan regulasi jam sekolah, kondisi siswa dan peran serta orang tua. Maka dapat dikatakan bahwa perkembangan ekstrakurikuler balap sepeda di SMPN 20 Surabaya cenderung menurun nmun tidak tergolong jelek. Kata Kunci : Profil, Ekstrakurikuler, Balap Sepeda Abstrack Extracurricular is one place for the student to develop their interests and talents, so that studen can become creative, innovative, skilled and achievers. Extracurricular is also one way to educate the character of learners. SMP Negeri 20 Surabaya is the only one school that has an bicycle racing Extracurricular in Surabaya area. The purpose of this study is to determiine the development of the year 2010 ? 2018 and analyze what factors affect the development of the bike race. The types used in this study are qualitative. Using data collection techniques such as, observation, interview and documentation and data analysis using Miles and Huberman model. Based on the results of research, the development of bicycle racing extracurricular at SMPN 20 Surabaya has decreased seen from the absence of better achievement, not improving facilities and the effectiveness of the practicing learners. The decrease factors above are influenced by several factors such as changes in school hours regulation, the condition of the students and the participation of parents. So it can be said that the development of bicycle racing extracurricular in SMPN 20 Surabaya tends to decline but not classified as bad. Key Words : Profil, Extracurricular, Bicycle racing.
ANALISIS TINGKAT PEMAHAMAN PEMAIN PUTRA SERTA WASIT BOLA TANGAN JAWA TIMUR TERHADAP PERATURAN PERMAINAN BOLA TANGAN HARRYANTO, MUHAMAD; SIANTORO, GIGIH
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Bola tangan adalah permainan yang dimainkan 2 regu/tim terdiri dari 7 orang pemain mereka melempar, menembak. Sasaran pertandingan adalah melemparkan bola kearah gawang tim lawan. Bola tangan olahraga berkelompok yang terdiri atas dua tim beranggotakan masing-masing tujuh orang yang saling bertanding mencetak goal dengan memasukkan bola kedalam gawang lawan. Permainan yang dilaksanakan secara beregu (tim), dimana tiap tim terdiri dari 7 orang, putra menggunakan bola ukuran 3 dan putri menggunakan bola ukuran 2 yang bertujuan memasukan bola kedalam gawang lawan sebanyak-banyaknya, dan mencegah bola masuk kegawang permainan sendiri. Olahraga bola tangan memiliki aturan dalam pertandingannya, untuk aturan Internasional diatur olehIHF(International Handball Federation) sedang di Indonesia menggunakan ABTI (Asosiasi Bola Tangan Indonesia) terjemahan dari IHF. Untuk peraturan Internasional adalah"IHFHandball Rules 2010", sedang di Indonesia adalah "Peraturan Resmi Bola Tangan 2016". jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah pemain putra Bolatangan Jawa Timur yang berjumlah 14 orang. Diklasifikasikan sesuai dengan kategorinya maka didapatkan yaitu pemain dan wasit memahami peraturan permainan dengan kategori baik sebanyak 39 angket atau sebesar 48,75% sedangkan pemain dan wasit yang memahami peraturan permainandengan kategori cukup sebanyak 25 angket atau sebesar 32,25%. Sedangkan pemain dan wasit yang memahami peraturan permainandengan kategori kurang baik sebanyak 13 item angket atau sebesar 16,25% sedangkan pemain dan wasit yang memahami peraturan permainan dengan kategori tidak baik sebanyak 3 item angket atau sebesar 3,75%.Responden yang memiliki tingkat pemahaman baik 14 orang dengan persentase 63,64%. Responden yang memiliki kategori cukup adalah 8 responden dengan persentase 36,36% sedangkan responden yang memiliki katerori kurang baik tidak ada dan responden yang memiliki kategori tidak baik juga tidak ada. Kata Kunci: Tingkat Pemahaman ,Pemain Putra Serta Wasit, Handball Jawa Timur, Peraturan Permainan Bolatangan.