cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Prestasi Olahraga
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 408 Documents
KONTRIBUSI TINGGI LONCATAN DAN KEKUATAN OTOT LENGAN TERHADAP KETEPATAN PUKULAN JUMP SMASH CABANG OALHRAGA BULUTANGKIS ZAENAL ABIDIN, MOCHAMAD; WIRIAWAN, OCE
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pukulan jump smash merupakan salah satu langkah penyerangan yang bertujuan untuk mendapatkan poin. Untuk dapat melakukan pukulan jump smash dengan baik dan tepat diperlukan dukungan dukungan syarat-syarat fisik yang prima yang ditunjang oleh unsur yaitu: tinggi loncatan dan kekuatan otot lengan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui: kontribusi tinggi loncatan dan kekuatan otot lengan terhadap ketepatan pukulan jump smash. Sasaran penelitian ini adalah atlet putra PB. Remaja Jombang yang berusia 16-18 tahun dengan jumlah 10 atlet. Proses pengambilan data dilakukan dengan melakukan tes tinggi loncatan (menggunakan jump md), tes kekuatan otot lengan (menggunakan push up 30 detik), dan skor ketepatan pukulan jump smash. Kesimpulan: (1) Dapat dikatakan bahwa tidak terdapat kontribusi yang signifikan antara variable tinggi loncatan dan kekuatan otot lengan terhadap ketepatan jump smash atlet putra bulutangkis secara individu. Jadi kontribusi tinggi loncatan dan kekuatan otot lengan terhadap ketepatan pukulan jump smash pada atlet putra bulutangkis adalah tidak signifikan secara individu. (2) Dapat dikatakan bahwa terdapat kontribusi yang signifikan antara variabel tinggi loncatan dan kekuatan otot lengan terhadap ketepatan pukulan jump smash pada atlet putra bulutangkis. Jadi kontribusi tinggi loncatan terhadap ketapatan pukulan jump smash pada atlet putra bulutangkis adalah signifikan secara serentak. Kata Kunci: Bulutangkis, tinggi loncatan, otot lengan, jump smash.
PENGARUH KEBUGARAN JASMANI (VO2MAX) TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MA NURUL ULUM MUNJUNGAN TRENGGALEK AINUN NAJIB, YUSKI; JANUARUMI MARHAENDRA, FRANSISCA
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kebugaran jasmani. Terutama belum diketahuinya hubungan kebugaran jasmani terhadap hasil belajar peserta didik kelas X MA Nurul Ulum Munjungan Trenggalek. Penelitian ini merupakan jenis penelitian non eksperimen dengan teknik analisis korelasi product of moment. Intrumen penelitian menggunakan tes MFT serta untuk mengetahui hasil belajar dilihat dari rapor semester genap. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini ialah peserta didik kelas X MA Nurul Ulum Munjungan Trenggalek yang berjumlah 153 anak. Hasil penelitian menunjukan untuk peserta didik laki ? laki nilai r hit (0,5) > dari r tab (0,213) untuk peserta didik perempuan r hit (0,41) > r tab (0,235). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kebugaran jasmani dengan hasil belajar peserta didi kelas X MA Nurul Ulum Munjungan Trenggalek. Hasil koefisien determinan (R) untuk peserta didik laki ? laki diperoleh sebesar 28,09% untuk perempuan 16,81%. Artinya untuk peserta didik laki ? laki sebanyak 28,09% kebugaran jasmani memberikan pengaruh terhadap hasil belajar dan sebanyak 71,91% ialah merupakan faktor lain. Untuk peserta didik perempuan sebanyak 16,81% kebugaran jasmani memberikan pengaruh terhadap hasil belajar dan sebanyak 83,19% ialah merupakan faktor lain.
ANALISIS KEMAMPUAN TEKNIK DASAR PADA ATLET BOLA BASKET CLS KU – 16 TAHUN AULYA SETYAJI, RAHARDIAN; HARIYANTO, AGUS
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Olahraga merupakan kegiatan yang di lakukan secara sengaja dan sistematis, yang di dalamnya terdapat pembinaan menurut cabang olahraga dan bertujuan untuk mendapatkan prestasi tertentu. Bolabasket merupakan salah satu permainan bola besar yang dimainkan oleh 2 tim yang masing-masing terdiri dari 5 pemain dalam setiap tim. Tujuan dari permainan bolabasket adalah untuk mencetak poin (skor) dengan cara memasukkan bola ke dalam keranjang lawan. Teknik dasar merupakan hal yangharus diperkenalkan terlebih dahulu kepada pemula dan harus dikuasai dengan baik. Dengan penguasaan teknik dasar yang baik akan mempermudah untuk menguasai teknik-teknik yang lainnya. Ada beberapa teknik dasar yang harus di kuasai oleh pemain.Teknik dribble, passing dan shooting merupakan suatu teknik yang umum di jumpai dalam sebuah permaian bolabasket. Ketiga unsur ini merupakan komponen yang penting sehingga harus di kuasai dengan baik oleh setiap pemain agar kebutuhan tim dapat terpenuhi. Bola basket merupakan permainan yang di lakukan secara berkelompok, selain teknik dasar yang dimiliki oleh setiap individu, kerjasama antar pemain dalam tim sangat di butuhkan. Kemampuan dalam bermain bola basket yang dimiliki akan mempengaruhi tingkat prsetasi yang dicapai. Dilihat dari tingkat pencapaian prestasi yang telah diperoleh,atlet CLS KU- 16 tahun memiliki prestasi yang baik. Dengan banyaknya prestasi yang telah dimiliki, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan teknik dasar yang telah dikuasai oleh atlet. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan teknik dasae dribble, passing, dan shooting pada atlet CLS KU ? 16 tahun. Jenis penelitian yang diambil adalah penelitian kuantitatif, dengan metode deskriptif.Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik tes dan pengukuran. Tes yang dilakukan meliputi tes dribble, passing, shooting. Pelaksanaan penelitian dilaksanakan di CLS dengan populasi seluruh atltet CLS KU ? 16 tahu yang berjumlah 12 orang. Hasil penelitian yang telah dilakasanakan menunjukan rata - rata kempuan dribble yang dimiliki adalah 11,10 detik dengan waktu tercepat 9,32 detik dan terendah 13,50 detik. Rata-rata kemampuan passing yang dimiliki adalah 20 poin dengan skor tertinggi 24 poin dan terendah 18 poin. Rata-rata kemampuan shooting yang dimiliki adalah 3 poin, dengan skor tertinggi 6 poin dan terendah 1 poin. Kata kunci :Bolabasket, Dribble, Passing, Shooting. Exercise is a deliberate and systematic activity, in which there is coaching according to the sport and aims to gain certain achievements. Basketball is one big ball game played by 2 teams each consisting of 5 players in each team. The purpose of the basketball game is to score points (scores) by inserting the ball into the opponents basket. Basic techniques are things that should be introduced first to beginners and should be mastered properly. With the mastery of good basic techniques will make it easier to master other techniques. There are some basic techniques that must be mastered by players. Dribble, passing and shooting techniques are common techniques encountered in a basketball game. These three elements are important components that must be well controlled by every player so that the needs of the team can be fulfilled. Basketball is a game that is done in groups, in addition to the basic techniques that are owned by each individual, cooperation between players in the team is in need. The ability to play basketball owned will affect the level of achievement achieved. Judging from the level of achievement that has been obtained, athletes CLS KU-16 years have a good achievement. With the many achievements that have been owned, then this study aims to determine the basic engineering capabilities that have been mastered by athletes. The purpose of this research is to know the ability dasae dribble, passing, and shooting technique at athletes CLS KU - 16 years. The type of research taken is quantitative research, with descriptive methods. Data analysis techniques used are test and measurement techniques. The tests include dribble test, passing, shooting. The implementation of the study was carried out in the CLS with a population of all athletes CLS KU - 16 years old which amounted to 12 people. The results of research that has been performed shows that the average dribble is owned by 11.10 seconds with the fastest time of 9.32 seconds and the lowest 13.50 seconds. The average passing ability is 20 points with the highest score of 24 points and the lowest 18 points. The average shooting ability is 3 points, with the highest score of 6 points and the lowest one point. Keywords: Bolabasket, Dribble, Passing, Shooting.
ANALISIS KONDISI FISIK PENJAGA GAWANG DI SSB RHEZA MAHASISWA, SSB SAKTI FC, SSB SFC, SSB REEDO, SSB SURYANAGA SETIOKO, ARDI; PURNOMO, MOCHAMAD
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penjaga gawang adalah satu-satunya pemain dilapangan yang diperbolehkan memegang bola, tetapi hanya didalam daerah pinaltinya sendiri. Dikebanyakan waktu dalam pertandingan, penjaga gawang dapat menjaga gawangnya aman dengan waspada dan mengarahkan para pemain bertahan. Penjaga gawang merupakan unsur terpenting dalam system pertahanan tim pemain ini harus menguasai semua jenis ketrampilan pemain lain yang diperlukan untuk menjaga gawangnya. Penjaga gawang adalah panglima pertahanan, dan dia harus mampu mengarahkan pemain belakang dan pemain-pemain lainya untuk membentuk tim yang kuat dan sigap. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kondisi fisik penjaga gawang 5 SSB di Surabaya, meliputi daya ledak otot tungkai, kelincahan, kekuatan otot lengan, koordinasi mata dan tangan, kesimbangan. Subyek penelitian ini adalah 1 penjaga gawang di tiap SSB. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan dengan tes yaitu tes kondisi fisik daya ledak otot tungkai, kelincahan, kekuatan otot lengan, koordinasi mata dan tangan, serta keseimbangan. Hasil penelitian yang sudah diperoleh adalah daya ledak otot tungkai mayoritas sebanyak 80% masuk dalam kategori baik, kelincahan kanan mayoritas sebanyak 80% masuk dalam kategori sedang, kelincahan kiri mayoritas sebanyak 60% masuk dalam kategori sedang, kekuatan otot lengan mayoritas sebanyak 80% masuk dalam kategori sangat kurang, koordinasi mata dan tangan mayoritas sebanyak 80% masuk dalam kategori baik, serta keseimbangan yang mempunyai prosentase 100% masuk dalam kategori sedang . Jadi kesimpulan dalam penelitian ini adalah kondisi fisik penjaga gawang 5 SSB di Surabaya mayoritas masuk dalam kategori baik. Kata Kunci : analisis, kondisi fisik, penjaga gawang The goalkeeper is the only player in the field to be allowed to hold the ball, but only within his own penalty area. Most of the time in the game, the goalkeeper can keep his goalkeeper safe and guard the defenders. Goalkeeper is the most important element in the teams defense system This player must master all kinds of other players skills needed to keep his goal. The goalkeeper is the defense commander, and he should be able to direct the defenders and other players to form a strong and swift team. The purpose of this research is to know the level of physical condition of goalkeeper 5 SSB in Surabaya, covering muscle limb power, agility, arm muscle strength, eye and hand coordination, balance. The subject of this research is 1 goalkeeper in each SSB. This research method is quantitative research with descriptive approach method. The data collected by the test is the physical condition of explosive power of leg muscle, agility, arm muscle strength, eye and hand coordination, and balance. The result of research that has been obtained is the majority of limb muscle explosion as much as 80% enter in good category, majority right agility as much as 80% enter in category medium, majority majority agility as many as 60% enter in category medium, arm muscle strength majority as much 80% category is very lacking, eye and hand eye coordination majority as much as 80% enter in good category, and balance which have 100% percentage included in medium category. So the conclusion in this research is the physical condition of goalkeeper 5 SSB in Surabaya majority enter into good category. Keywords: analysis, physical condition, goalkeeper
KUALITAS KONDISI FISIK (KEKUATAN, KECEPATAN, KELINCAHAN, DAYA TAHAN) TIM FUTSAL TIGA PUTERA FC U19 PUTRI S.A, ELYSA; HERDYANTO, YONNY
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Futsal merupakan olahraga yang digemari mayarakat di indonesia. Olahraga yang dinaungi oleh PSSI tersebut mempunyai trend dikalangan anak-anak maupun dewasa. Olahraga ini biasa dimainkan oleh masyarakat tidak hanya untuk mencari keringat saja tetapi juga untuk dipertandingkan. Dewasa ini pertandingan futsal sangat banyak diselengarakan di berbagai daerah. Dimulai dari pertandingan futsal anak-anak, remaja, hingga dewasa. Kondisi fisik memang sangat berperan penting untuk mencapai prestasi tinggi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana kondisi fisik kekuatan otot tungkai, kecepatan, kelincahan dan daya tahan pemain futsal Tiga Putera FC U19. Penelitian ini mengunakan kuantitatif dengan pendekatan deskrptif. Subjek dalam penelitian ini yaitu atlit futsal Tiga putra FC U19 sebanyak 11 atlit. Hasil dari penelitian ini bahwa kondisi fisik kekuatan otot tungkai pemain futsal Tiga putra FC U19, menunjukan bahwa rata-rata kekuatan otot tungkai pre-test adalah sebesar 70,04 Kg dengan kriteria ?Baik sekali?. Sedangkan post-test sebesar 73,82 Kg dengan kategori ?Baik sekali?. Jadi hasil peningkatan kekuatan otot tungkai sebesar 5%. Untuk kondisi fisik kecepatan pemain futsal Tiga Putera FC U19, menunjukan bahwa rata-rata kecepatan pre-test adalah sebesar 3,22 detik dengan kriteria ?Baik sekali?. Sedangkan post-test 3,31 detik dengan kategori ?Baik sekali?. Jadi hasil peningkatan kecepatan menurun sebesar 3%. Untuk kondisi fisik kelincahan pemain futsal Tiga Putera FC U19, menunjukan rata-rata kelincahan pre-test sebesar 11,1 detik dengan kriteria ?Baik sekali?. Sedangkan post-test sebesar 10,95 dengan kriteria ?Baik sekali?. Jadi hasil peningkatan kelincahan menaik sebesar 1%. Untuk kondisi fisik daya tahan pemain futsal Tiga Putera FC U19, menunjukan rata-rata daya tahan pre-test adalah sebesar 38,18 ml/kg/min dengan kriteria ?Dibawah rata-rata?. Sedangkan post-test sebesar 38,88 ml/kg/min dengan kriteria ?Dibawah rata-rata?. Jadi hasil peningkatan daya tahan menaik sebesar 2%. Kata Kunci : Kualitas Kondisi Fisik, Futsal Abstract Futsal is a popular sport on Indonesian society. This under protected sport from PSSI has trend both from children or adult. This sport usually played by community not only to looking sweat but also to matched. Recently, futsal championship has many held on various region. From children level, adolescent until adult levels. Physical condition certainly has important role to reached high achievement. The objective of this research was to determine how is the leg muscle physical strength, speed, agility and endurance of Tiga Putera FC U19 Futsal Team player. This research was a quantitative research with descriptive approach. Subject in this research was the athletes of Tiga Putera FC U19 as many 11 athletes. Research result showed that the leg muscle physical condition of Tiga Putera FC U19 Futsal Team showed leg muscle strength mean on pretest was 70.04 kg with ?very good? criterion. While on posttest as big as 73.28 kg with ?very good? category. So the improvement result of le muscle strength was 5%. For the Tiga Putera FC U19 Futsal Team speed condition showed pretest mean as big as 3.32 sec with ?very good? criterion. While on posttest as big as 3.31 sec with ?very good category?. So the speed improvement decrease as big as 3%. For Tiga Putera FC U19 Futsal Team agility showed pretest mean as big as 11.1 sec with ?very good? criterion. While on posttest as big as 10.59 sec with ?very good category?. So the speed improvement improved as big as 1%. For Tiga Putera FC U19 Futsal Team physical endurance showed pretest mean as big as 38.18 ml/kg/min with ?under average? criterion. While on posttest as big as 38.88 ml/kg/min with ?under average?. So the speed improvement improved as big as 2%. Keywords: Futsal, The quality physical condition futsal
KEBUTUHAN FISIOLOGI DAN FISIK PEMAIN SEPAK BOLA PADA POSISI GELANDANG (STUDI PERSEBAYA DAN MADURA UNITED) ORLANDO, PETER
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK KEBUTUHAN FISIOLOGI DAN FISIK PEMAIN SEPAKBOLA PADA POSISI GELANDANG? (Studi Persebaya dan Madura United). Nama : Peter Orlando NIM : 11060474206 Prodi : S-1 Jurusan : Pendidikan Kepelatihan Olahraga Fakultas : Ilmu Olahraga Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Mochamad Purnomo, S.Pd., M.Kes Sepakbola adalah olahraga yang paling popular di belahan dunia ini yang mempunyai karakter dengan intensitas tinggi, reaksi jangka pendek dan ketahanan yang lama. Untuk sukses dalam sepakbola pemain butuh kombinasi yang optimal dari Teknik, taktik, dan karaktristik fisik, seta mental bertanding. Kondisi fisik adalah ?satu kesatuan utuh dari komponen-komponen yang tidak dapat dipisahkan begitu saja, baik peningkatan maupun pemeliharaan?. Artinya bahwa di dalam usaha peningkatan kondisi fisik maka seluruh komponen tersebut harus berkembang. Pemain tengah (midfielder) atau sering disebut pemain gelandang bertugas sebagai penghubung antara pemain belakang dan pemain depan. Dengan tugas seperti itu, pemain yang menepati posisi gelandang ini sangat vital dan berpengaruh terhadap irama permainan di lapangan. Pemain gelandang dituntut selalu bisa bermain dengan baik guna mendukung pertahanan ketika timnya sedang diserang, serta membantu penyerangan ketika timnya sedang melakukan serangan terhadap tim lawan. Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian ex post facto dengan menggunakan pendekatan analisis data sekunder.Analisis data sekunder merupakan Teknik pengumpulan data dan menganalisis isi data tersebut yang diperoleh dari instansi atau lembaga milik pemerintah maupun swasta. Metode penelitian pada Analisis data sekunder adalah tidak menggunakan manusia sebagai objek penelitian. Dimana dalam metode Analisis data sekunder adalah memanfaatkan data sekunder sebagai sumber data. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada pemain gelandang mengenai kebutuhan fisiologi dan fisik gelandang Persebaya dan Madura united , maka dapat ditarik kesimpulan yaitu: Daya ledak otot tungkai pemain gelandang dikategorikan baik, dengan rata-rata 130,22. Kekuatan otot bahu pemain gelandang dikategorikan cukup, dengan rata-rata 30,11. Kelincahan pemain gelandang dikategorikan sangat cukup, dengan rata-rata 27,89. Kecepatan reaksi audio pemain gelandang dikategorikan baik sekali, dengan rata rata 0,290. Kecepatan reaksi visual pemain gelandang dikategorikan baik sekali dengan rata-rata 0,274. Denyut nadi istirahat pemain gelandang dikategorikan baik sekali dengan rata rata 56,44. Vo2max pemain gelandang dikategorikan kurang dengan rata rata 46,6. Kata Kunci : analisis, fisiologi, kondisi fisik, gelandang ABSTRACT PHYSIOLOGICAL AND PHYSICAL NEEDS OF PLAYERS ON THE POSITION OF MIDFIELDER (Study Persebaya and Madura United) Name : Peter Orlando NIM : 11060474206 Prodi : S-1 Department : Sport Coaching Education Faculty : Sport Science Institution : Universitas Negeri Surabaya Counselor : Mochamad Purnomo, S.Pd., M.Kes Football is the most popular sport in this part of the world that has characters with high intensity, short-term reactions and long endurance. To be successful in football players need an optimal combination of techniques, tactics, and physical traits, mental setups. Physical condition is "a whole unity of components that can not be separated just like that, either upgrading or maintenance". This means that in an effort to improve the physical condition of all components must grow. Midfielder (midfielder) or often called the midfielder served as a liaison between the defender and the front players. With such a task, players who keep this midfield position is vital and influential to the rhythm of the game on the field. The midfielder is required to always be able to play well to support the defense when his team is being attacked, as well as to assist the attack when his team is attacking the opposing team. In this research using ex post facto research type using secondary data analysis approach. Secondary data analysis is a technique of data collection and analyze the contents of the data obtained from government or private institution or institution. The method of research on secondary data analysis is not using human as object of research. Where in method of Analysis of secondary data is utilize secondary data as data source. Based on the results of research that has been done on midfield players about the physiological and physical needs of midfielders Persebaya and Madura united, it can be drawn conclusions are: The muscle limb muscles of the midfielder players are categorized well, with an average of 130.22. The shoulder muscle strength of the midfielder player is categorized enough, with an average of 30.11. The agility of the midfielder players is categorized highly enough, with an average of 27.89. The midfielders audio reaction speed is categorized very well, with an average of 0.290. The speed of the midfielders visual reaction is categorized very well with an average of 0.274. The midfielders resting pulse rate is categorized well with an average of 56.44. Vo2max midfielder players are categorized less by 46.6 average. Keywords: analysis, physiology, physical condition, midfielder
PROFIL KONDISI FISIK PENJAGA GAWANG SEPAKBOLA INDONESIA (STUDI PERSEBAYA, MADURA UNITED, PERSIPURA, PUSLATDA SEPAKBOLA JAWA TIMUR, DAN PETRO KIMIA JUNIOR) HAMSAH, NURDY; SETIJONO, HARI
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pembinanan prestasi penjaga gawang sepakbola harus dimulai sejak usia dini yang sesuai dengan kebutuhan fisik penjaga gawang. Pelatihan penjaga gawang dipusatkan lebih spesifik agar dapat meningkatkan kapasitas kondisi fisik, teknik, taktik, dan mentalnya. Aspek kondisi fisik merupakan hal mendasar yang berkaitan dengan atlet khusunya penjaga gawang dalam menghadapi pertandingan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif mengguakan metode ex post facto (sesudah fakta), hasil tes dan pengukuran fisik didapatkan melalui data sekunder. Subjek penelitian ini adalah penjaga gawang dari tim Persebaya, Madura United, Persipura, Puslatda Sepakbola Jawatimur, dan Petro Kimia Junior. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi yang relavan tentang kebutuhan kondisi fisik penjaga gawang dan digunakan secara efektif sebagai dasar penyusunan program latihan penjaga gawang. Hasil dari penelitian ini dikelompokkan dalam 6 kategori: (1)vertical jump dan keseimbangan masuk dalam kategori sempurna; (2)whole body reaction, fleksibilitas, sit-up 30 detik, dan power kaki biker race masuk dalam kategori baik sekali; (3)kelincahan (side steps), back strength, sit-up 60 detik, dan power kaki force plate masuk dalam kategori baik; (4)grip strength kanan, expanding stength, push-up 30 detik, dan push-up 60 detik masuk dalam kategori cukup; (5) leg strength dan grip strength kiri masuk dalam kategori kurang; dan (6) speed 30 meter dan Vo2Max masuk dalam kategori kurang sekali. Kata Kunci : kondisi fisik, penjaga gawang sepakbola, tes, dan pengukuranAbstractDestruction of football goalkeeper?s achievement must begin at grassroots level in accordance with the physical needs of the goalkeeper. Goalkeeper training is focused more specifically in order to increase the capacity of his physical, technical, tactical and mental conditions. Aspects of physical condition are fundamental things related to athletes especially goalkeepers in the face of matches. This research is a quantitative research using ex post facto method, test result and physical measurement is obtained through secondary data. The subject of this research is the goalkeeper of Persebaya, Madura United, Persipura, East Java Football Puslatda, and Petro Kimia Junior. The purpose of this research is to get relavan information about the physical condition of the goalkeeper and be used effectively as the basis for the preparation of the goalkeeper training program.The results of this study are grouped into 6 categories: (1)vertical jump and balance into the perfect?s category; (2) whole body reaction, flexibility, 30 seconds sit-up, and power foot biker race into the exxcelent?s category; (3)Agility (side steps), back, sit-up 60 seconds, and foot power force plate fall into the good?s category; (4) right grip strength, expanding stength, 30-seconds push-up, and 60-second push-ups into the average?s categories; (5) leg strength and left grip strength into the fair?s category; and (6) speeed 30 meters and Vo2Max fall into the poor?s category. Keywords: physical condition, soccer goalkeeper, test, and measurement
PROFIL KEMAMPUAN KOORDINASI MATA TANGAN DAN WALLBOUNCE PADA KLUB SAHABAT SURABAYA KU 10-15 MONICHA, NURLELA; HAFIDZ, ABDUL
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PROFIL KEMAMPUAN KOORDINASI MATA TANGAN DAN WALLBOUNCE PADA KLUB TENIS MEJA SAHABAT SURABAYA KU 10-15 Nama : Nurlela Monicha NIM : 14060474139 Program Studi : S-1 Jurusan : Pendidikan Kepelatihan Olahraga Fakultas : Fakultas Ilmu Olahraga Nama Lembaga :Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Abdul Hafidz S.Pd M.Pd Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar persentase koordinasi mata tangan dan seberapa besar persentase wallbounce pada klub Sahabat Surabaya KU 10-15. Hasil dari penelitian ini dapat dijadikan referensi bagi khalayak luas dalam bidang olahraga tenis meja. Dan memudahkan pelatih untuk menggunakan kemampuan koordinasi mata tangan dan wallbounce yaitu seperti latihan modifikasi jejak angka8, lempar tangkap bola dan backboard selain latihan tenis meja bola banyak. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Pendekatan deskiptif sendiri memiliki tujuan yaitu gambaran secara sistematis mengenai fakta seberapa besar kemampuan koordinasi mata tangan dan wallbounce pada klub Sahabat Surabaya KU 10-15. Hasil dari penelitian menunjukkan besaran presentase tes jejak angka8, tes lempar tangkap bola, dan tes backboard. Dengan hasil tes jejak angka8 atlet yang masuk dalam kategori sangat baik memiliki jumlah persentase 27,27 %, kategori baik 36,36%, kategori cukup 9,091%, dan kategori kurang 27,27%. Hasil dari tes lempar tangkap bola yang masuk dalam kategori sangat baik memiliki jumlah persentase 18,18%, kategori baik 27,27%, kategori cukup 27,27%, dan kategori kurang 27,27%. Hasil dari tes backboard memiliki jumlah persentase kategori sangat baik 36,36 %, kategori baik 27,27%, kategori, cukup 18,18%, kategori kurang, 18,18%. Dengan demikian dapat disimpulkan dari ketiga tes jejak angka8, lempar tangkap bola dan backboard dikatakan kemampuan koordinasi mata tangan dan wallbounce pada klub Sahabat Surabaya KU 10-15 berpengaruh terhadap kelangsungan permainan tenis meja dengan mempelajari tes tersebut dengan baik dan benar. Kata kunci :Tes, Mata Tangan, Wallbounce, Tenis Meja Sahabat Surabaya. ABSTRACT ABILITY PROFILE OF HANDS-EYES COORDINATION AND WALLBOUNCE IN SAHABAT SURABAYA TENNIS TABLE CLUN GROUP AGE 10-15 Name : Nurlela Monicha Reg. Number : 14060474139 Study Program : S-1 Department : Sport Science Education Faculty : Faculty of Sport Science University : State University of Surabaya Advisor : Abdul Hafidz S.Pd M.Pd The purposes of this study are to find out the percentage of hands-eyes coordination and the percentage of wallbounce in Sahabat Surabaya club group age 10-15. The results of this study can be used as reference for those who are in study of table tennis and to help the coach in using abilities of hands-eyes coordination and wallbounce such as; number8 track?s modification training, throwing and catching balls, and backboard beside using table tennis training with many balls. This is a quantitative study with descriptive approach. The purpose of descriptive approach is to give systematic delineation about the fact of the percentage of hands-eyes coordination ability and wallbounce in Sahabat Surabaya table tennis club group age 10-15. The result of this study shows the percentage of number8 track test, throwing and catching the ball, and backboard test. The number of athletes who are in category very good for number8 track test is 27,27%, category good 36,36%, category enough is 9,091%, and category low 27,27%. For throwing and catching the ball the percentages are: 18,18% for very good, 27,27% for good, 27,27% for enough, and 27,27% for low. Backboard test: 36,36% very good, 27,27% good, 18,18% enough, and 18,18% low. Thus, it can be concluded that number8 track test, throwing and catching the ball, and backboard affect hands-eyes coordination ability and wallbounce of the tennis table player in Sahabat Surabaya club group age 10-15. Keywords: Test, hands-eyes, wallbounce, Sahabat Surabaya table tennis.
TINGKAT PEMAHAMAN ATLET TERHADAP PERATURAN PERTANDINGAN PENCAK SILAT KATEGORI TANDING HASIL MUNAS IPSI TAHUN 2012 ( STUDI PADA ATLET UNIT KEGIATAN MAHASISWA PENCAK SILAT UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA ). ISWANTO, TOTOK; RIZANUL WAHYUDI, ACHMAD
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mencari jawaban dari rumusan masalah yang telah ditentukan, yaitu Pemahaman adalah suatu proses, cara memahami dan mempelajari dengan baik, menangkap makna dan arti supaya paham untuk menambah pengetahuan. Dalam rangka meningatkan prestasi Atlet selain program latihan yang efektif seorang Atlet haruslah memahami peraturan pertandingan agar Atlet dapat mencapai prestasi terbaik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pemahaman peraturan pertandingan pencak silat kategori tanding. Sasaran penelitian ini adalah Atlet unit kegiatan mahasiswa pencak silat Universitas Negeri Surabaya yang berjumlah 28 Atlet. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian pemahaman seluruh Atlet Universitas Negeri Surabaya terhadap peraturan pertandingan pencak silat kategori tanding sebesar 57,28%. Hasil persentase seluruh atlet sebesar 57,28% termasuk dalam kriteria cukup. Kata Kunci : Pemahaman, Peraturan Pencak Silat, Kategori Tanding. Abstract Understanding is a process, a way of understanding and studying well, capturing meaning and meaning to understand to increase knowledge. In order to remind Athlete achievements other than an effective training program an Athlete must understand the rules of the game for Athletes to achieve the best performance.This study aims to know and describe the understanding of the match martial arts match category. The target of this research is the athletes of student activity unit of Pencak Silat University of Surabaya, which amounts to 28 Athletes. Methods of data collection in this study using questionnaires.Based on the results of research, all athletes at the State University of Surabaya to the martial arts competition match category of 57.28%. The percentage of all athletes of 57.28% is included in sufficient criteria. Key Words : Understanding, Pencak Silat Rules, Competition Category.
ANALISIS KONDISI FISIK ATLET PEROKOK DAN TIDAK PEROKOK (STUDI ATLET BOLA VOLI PUTRA NANGGALA SURABAYA USIA 15-16 TAHUN 2018) GHORA PRADHANA, A.SANDI; ROCHMANIA, AZIZATI
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Merokok adalah kegiatan menghisap gulungan kertas putih yang di dalamnya terdapat tembakau olahan kemudian di bakar, baik menggunakan pipa maupun langsung. Merokok berbahaya bagi kesehatan terutamanya penyakit jantung dan paru-paru serta masih banyak penyakit lainnya yang di timbulkan dari aktifitas merokok. Bagi seorang atlet, merokok dapat mempengaruhi kondisi fisik tubuhnya, hal ini terjadi karena racun yang terkandung dalam rokok merusak dan mengganggu kinerja sistem tubuh pada manusia. Apabila sistem tubuh terganggu maka kondisi fisik akan menurun, penurunan kondisi fisik ini dapat berdampak buruk pada performa atlet. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui seberapa besar perbedaan yang signifikan antara atlet perokok dan tidak perokok dalam tes kekuatan, kecepatan, kelincahan dan daya tahan pada atlet putra Club Bola Voli Nanggala Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah non-eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh atlet putra Club Bola Voli Nanggala Surabaya usia 15-16 tahun. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh jumlah populasi atlet putra Club Bola Voli Nanggala Surabaya usia 15-16 tahun yang berjumlah 15 orang. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan angket dan tes kecepatan berupa sprint, tes kelincahan berupa zig-zag, tes kekuatan berupa jump MD serta tes daya tahan berupa VO2max. Adapun hasil penelitian ini yaitu pada uji T dari keempat tes yaitu kecepatan, kelincahan, kekuatan dan daya tahan masing-masing memiliki nilai yang sama yaitu sig (2-tailed) 0.000 < ?value (sig) 0.05, maka Ho ditolak dan Ha diterima dan dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan antara atlet perokok dan atlet tidak perokok. Jadi terdapat perbedaan yang signifikan antara kecepatan, kelincahan, kekuatan dan daya tahan antara atlet perokok dan atlet tidak perokok. Dengan perolehan nilai rata-rata atlet tidak perokok lebih baik daripada atlet perokok. Kata kunci: Kecepatan, Kelincahan, Kekuatan, Daya Tahan, Tidak Perokok, Perokok. Abstract Smoking is the activity of sucking a roll of white paper in which there is tobacco processed and then burned, either by pipeline or directly. Smoking is harmful to health especially heart and lung disease as well as many other diseases that are caused by smoking activities. For an athlete, smoking can affect the physical condition of his body, this happens because the toxins contained in cigarettes damage and disrupt the performance of the human body system. If the body system is disturbed then the physical condition will decrease, the decline in physical condition can have a negative impact on the performance of athletes. The objective of the study was to find out how much significant difference between smokers athletes and nonsmokers in tests of strength, speed, agility and endurance at the athletes of Men Volleyball Club Nanggala Surabaya. The type of research used is son Volleyball Club Nanggala Surabaya age 15-16 year. The sample in this study is the total population of male athletes Volleyball Club Nanggala Surabaya age 15-16 years, amounting to 15 people. Data retrieval in this study us Data retrieval in this study using questionnaires and speed tests in the form of sprints, agility tests in the form of zig-zag, strength test in the form of jump MD and endurance test in the form of VO2max. The results of this study are the T test of the four tests of speed, agility, strength and endurance each have the same value of sig (2-tailed) 0.000 <?value (sig) 0.05, then Ho is rejected and Ha accepted and can it was concluded that there was a significant difference between athletes of smokers and nonsmokers athletes. So there is a significant difference between speed, agility, strength and endurance among athletes of smokers and non-smoker athletes. With the acquisition of the average value of non smoker athletes is better than athletes smokers. Keywords: Speed, Agility, Strength, Endurance, No Smokers, Smokers.