cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Prestasi Olahraga
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 408 Documents
PENGARUH LATIHAN AGILITY LADDER ICKY SHUFFLE DAN 2 IN 2 OUT FORWARD TERHADAP KELINCAHAN, STUDI PADA ANGGOTA EKSTRAKULIKULER KARATE SMAN 1 SUMENEP. JANNAH, FARIDATUL; ISMALASARI, RINI
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Cabang olahraga karate adalah salah satu ilmu beladiri yang tidak sama sekali di ajarkan penggunaan senjata selain anggota tubuh sendiri untuk dapat jadi seorang karateka yang handal di butuhkan kondisi fisik yang prima. Olahraga ini bergantung pada tingkat kondisi fisik maksimum kekuatan, kecepatan, daya ledak, dan kelincahan. (Mitkle, 2014: dalam davaran, Elmieh, & Arazi, 2014). Dalam olahraga karate kelincahan dapat mendukung performance atlet saat bertanding di atas matras. Kelincahan yang baik memungkinkan karateka dapat dengan mudah mengubah posisi tubuhnya untuk menyerang ataupun untuk menghindari serangan lawan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari jawaban dari rumusan masalah yang telah di rumuskan, yaitu (1). Apakah ada pengaruh latihan icky shuffle terhadap kelinchan anggota ekstrakulikuler karate SMAN 1 Sumenep?, (2). Apakah ada pengaruh latihan 2 in 2out forward terhadap kelincahan anggota ekstrakulikuler karate SMAN 1Sumenep?, (3). Manakah dari latihan icky shuffle dan 2 in 2 out forward yang lebih berpengaruh terhadap kelincahan SMAN 1 Sumenep? Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimen dengan design ?two group pretest posttest design?. Sampel dalam penelitian ini adalah anggota ekstrakulikuler karate yang berjenis kelamin perempuan yang berjumlah 12 orang. Instrumen yang di gunakan dalam penelitian ini adalah T-test untuk mengetahui kelincahan anggota esktarkulikuler karate SMAN 1Sumenp. Analisis data mengguakan uji t. Kesimpulan : (1). Ada pengaruh latihan agility ladder icky shuffle terhadap kelincahan anggota esktrakulikuler karate SMAN 1Sumenep (2). Ada pengaruh latihan agility ladder 2 in 2 out forward terhadap kelincahan anggota esktrakulikuler karate SMAN 1 Sumenep, (3). Latihan agility ladder 2 in 2 out forward lebih berpengaruh terhadap kelincahan anggota ekstrakulikuler karate SMAN 1 Sumenep. AbstractKarate sports is one of the martial art that is not taught at all by using weapons other than the body myself to be able to becoe a relible karateka who needs excellent physical condition. This sport depends on the level physical condition maximum strength, speed, explosive power, and agility. (Mitkle, 2014: in davaran, Elmieh, & Arazi, 2014). In karateka sports agility ca support the athele?s performance when competing on a mattress. Good agility allows the karateka to easily change his body position to attack or to avoid an opponent?s attack. This study aims to find answers to the formulation of the problems that have been formulated, namely 1. Is there an effect of the icky shuffle training on the karate extracurricular members of SMAN 1 Sumenep?, 2. Is there any effect of exercise 2 in 2 out forward on the agility of karate extracurricular members of SMAN 1 Sumenep? , 3. Which of the exercise for the icky shuffle and 2 in 2 out forward has more influence on the agility of SMAN 1Sumenep?Thsi study uses a quantitative experimental method wuth the design of?two group pretest posttest design?. The sample in this study were karateka extracuricular members who were female, amounting to people. The instrument used in this study is a T-test to determine the agility of members of karateka esktracurricular SMAN 1Sumenep. Data analysis uses t test. Conclusion: 1. There is an effect of training on agility ladder icky shuffle on the agility of members of karate extracurricular SMAN 1 Sumenep, 2. There is an effect training in agility ladder 2 in 2 out forward on the agility of members of karate extracurricular at SMAN 1Sumenep, 3. Agility ladder training 2 in 2 out forward has more influence on the agility of karate extracurricular member of SMAN 1 Sumenep
PROFIL KONDISI FISIK GELANDANG SEPAKBOLA INDONESIA (STUDI PADA KLUB PERSEBAYA, PERSIPURA, MADURA UNITED, PUSLATDA SEPAKBOLA JAWA TIMUR, DAN PETRO KIMIA JUNIOR) PRASTYANTO, DENNY; SETIJONO, HARI
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This study aims to find out how the physical condition profile of Indonesian soccer midfielder study at club Persebaya, Madura United, Puslatda East Java, Persipura, and Petro Kimia Junior who do physical tests at ACHILLES Sport Laboratory (SSFC) Sport Science and Fitness Center UNESA. Based on the results of research obtained then the data were analyzed using descriptive statistics. Physical condition is an important aspect in sports achievements, especially in sports. A midfielder must have a good physical condition because a midfielder has the duty of an attacker to help the attack and retreat backwards to help the defense. They are more often run around compared to other players. This type of research uses secondary data, where the data taken already exists and used to examine variables that have occurred before. Seeing the results of the physical test of soccer midfielder Indonesia Which consists of 13 test items and from the test results are Strength in the category can be good. The speed of reaction and anticipation can be very good. Durability in the category can be enough. The formation can be in either category. Body Mass Index obtained ideal category, blood pressure systole obtained category prehypertension Diastole blood pressure obtained normal category, Resting obtained normal category. Keywords: physical condition, soccer midfielder, Indonesia ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah profil kondisi fisik gelandang sepakbola Indonesia studi pada klub Persebaya, Madura United, Puslatda Jawa Timur, Persipura, dan Petro Kimia Junior yang melakukan tes fisik di Laboratorium olahraga ACHILLES (SSFC) Sport Science and Fitness Center UNESA. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh kemudian data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Kondisi fisik merupakan aspek penting dalam olahraga prestasi khususnya pada cabang olahraga. Seorang Gelandang harus mempunyai kondisi fisik yang baik dikarenakan seorang gelandang memiliki tugas sebagai penyerang untuk membantu serangan dan mundur kebelakang untuk membantu pertahanan. Mereka lebih sering berlari ke sana ke mari dibandingkan dengan pemain lainnya. Jenis penelitian ini menggunakan data sekunder, dimana data yang diambil sudah ada dan dipakai untuk mengkaji variable yang telah terjadi sebelumnya. Melihat dari hasil tes fisik gelandang sepakbola Indonesia Yang terdiri dari 13 item tes dan dari hasil tes tersebut yaitu Kekuatan di dapat dengan kategori baik. Kecepatan reaksi dan antisipasi di dapat dengan kategori baik sekali. Daya tahan di dapat dengan kategori cukup. Kelentukan di dapat dengan kategori baik. Indek Massa Tubuh diperoleh kategori ideal, Tekanan darah systole diperoleh kategori prehypertension Tekanan darah Diastole diperoleh kategori normal, Resting diperoleh kategori normal. Kata kunci : kondisi fisik, gelandang sepakbola, Indonesia
EVALUASI PROGRAM KONDISI FISIK CABANG OLAHRAGA BULUTANGKIS PB SURYABAJA SURABAYA HERNINDYA NOVIANTORO, WISNU; PURNOMO, MOCHAMAD
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bulutangkis adalah olahraga yang kompleks. Hal ini membuat performa fisik pemain haruslah bagus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi progam latihan fisik atlet PB. Suryabaja, pelatihan dilakukan selama tiga bulan. penilian yang digunakan adalah performa fisik kekuatan, daya tahan otot, kecepatan, kelincahan dan VO2 max. Penelitian ini bersifat kuantitatif. Tes yang digunakan untuk mengetahui kekuatan adalah grip strength, sit up 30 detik, push up 60 detik, lari 30 meter, t test dan MFT. Penelitian dilakukan sebanyak dua tahap yaitu pre test dan post test. Subjek penelitian ini adalah 8 atlet pria bulutangkis PB. Surabaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa persen peningkatan kemampuan fisik atlet remaja putra PB. Suryabaja. Masalah ini penting untuk diteliti dikarenakan hasil evaluasi ini dapat menjadi suatu cara untuk mengetahui kekurangan atau kelebihan susunan program latihan fisik di PB Suryabaja Surabaya dan bisa memberikan informasi bagi pembina atau pelatih agar dapat memberikan latihan fisik sesuai dengan kebutuhan atlet untuk meningkatkan prestasi atlet PB Suryabaja Surabaya. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa kemampuan kekuatan peras tangan mengalami peningkatan 5,7 persen, kekuatn perut meningkat 6,8 persen, daya tahan otot lengan meningkat 1,01 persen, kecepatan meningkat 3,6 persen, kelincahan meningkat 6,4 persen dan daya tahan meningkat 6,9 persen. Walaupun progam latihan fisik yang telah dilakukan mengalami peningkatan yang masih tergolong tidak signifikan, perlu dilakukan pelatihan dengan waktu yang lama dan selalu mengevaluasi secara berkala agar tidak mengalami penurunan performa dan over training. Kata kunci : bulutangkis, evaluasi, performa fisikBadminton is a complex sport. This makes the players physical performance must be good. The purpose of this research was to evaluate the physical exercise program of PB. Suryabaja athletes, the training was conducted for three months. The assessment used is physical strength, muscle endurance, speed, agility and VO2 max. This research is quantitative. The tests used to determine strength are grip strength, 30 seconds sit up, 60 seconds push up, 30 meter run, t test and MFT. The research was conducted in two stages, namely pre test and post test. The subjects of this study were 8 male badminton athletes from PB Suryabaja, Surabaya. The purpose of this study was to determine the percentage of physical improvement in PB male teenage athletes. This problem is important to study because the results of this evaluation can be a way to find out the shortcomings or strengths of the physical training program in Suryabaja PB Surabaya and can provide information for coaches or trainers to be able to provide physical training in accordance with the needs of athletes to improve the performance of Suryabaja Surabaya PB athletes . Based on the results of research that has been carried out found that the ability of the hand squeeze strength increased 5.7 percent, abdominal strength increased 6.8 percent, arm muscle endurance increased 1.01 percent, speed increased 3.6 percent, agility increased 6.4 percent and endurance increased 6.9 percent. Although the physical exercise program that has been carried out has experienced an increase that is still classified as insignificant, it is necessary to conduct training for a long time and always evaluate regularly so as not to experience a decline in performance and over training. Keywords: badminton, evaluation, physical performance
MOTIVASI MENGIKUTI FUTSAL PUTRI DI CLUB ADIPATI FC LAMONGAN ARISTU MAHARDIKA, LINGGA; , WIJONO
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract In modern life today, humans cannot be separated from sports activities whether they are getting achievements or for body health, one of the most popular sports is futsal because this sport is easy to play and can be played by all women and men. Adipati FC is one place that accommodates the interests of women in futsal sports. Adipati FC is the only womens futsal club in Lamongan. This club provides unlimited age training in other words, it is open in general, but the training program provided aims to achieve achievement by always following the competition. In doing futsal activities, motivation is needed. Basically motivation is the most important element in carrying out daily activities including futsal sports activities. With motivation, a person is able to carry out activities to the maximum extent possible, but without motivation, a person will not be able to achieve the maximum results expected. The purpose of this research is to find out how much the intrinsic and extrinsic motivation of women in participating in futsal in the Duke FC Lamongan. The method in this study uses descriptive quantitative research methods, while data collection techniques using questionnaire instrumentsThe conclusion of the results of this study is: (1) Percentage of female intrinsic motivation to participate in futsal at the Adipati FC club Lamongan category Strongly Agree (SA) 62.22%, Agree (A) 32.59%, Less Agree (LA) 3.70%, Disagree (D) 0%, Strongly Disagree (SD) 1.48%. (2) Percentage of female extrinsic motivation to participate in futsal at the Adipati FC club Lamongan category Strongly Agree (SA) 42.96%, Agree (A) 46.67%, Less Agree (LS) 8.15%, Disagree (D) 0.74%, Strongly Disagree (SD) 1.48%. (3) The more dominant motivation of women participating in futsal at the Adipati FC Lamongan club is intrinsic motivation.The Key Word : Motivation, Women Adipati FC LamonganAbstrak Dalam kehidupan modern sekarang ini manusia tidak bisa dipisahkan dari kegiatan olahraga baik itu mendapatkan prestasi maupun untuk kesehatan tubuh, salah satu olahraga yang paling digemari masyarakat adalah futsal karena olahraga ini mudah dimainkan dan dapat dimainkan oleh semua kalangan baik perempuan maupun pria. Adipati FC merupakan salah satu tempat yang menampung minat para putri dalam cabor futsal. Adipati FC adalah satu-satunya club futsal putri yang ada di Lamongan. Club ini memberikan pelatihan yang tak terbatas usia dengan kata lain terbuka secara umum, namun program latihan yang diberikan bertujuan untuk menggapai prestasi dengan senantiasa mengikuti pertandingan. Dalam melakukan aktifitas olahraga futsal dibutuhkan motivasi. Pada dasarnya motivasi merupakan unsur yang paling penting dalam melakukan aktifitas sehari-hari termasuk aktifitas olahraga futsal. Dengan motifasi seseorang mampu melakukan aktifitas semaksimal mungkin, namun tanpa adanya motivasi maka seseorang tidak akan mampu mencapai hasil maksimal yang diharapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui seberapa besar motivasi intrinsik dan ekstrinsik putri dalam mengikuti futsal di Adipati FC Lamongan. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif, sedangkan teknik pengumpulan data dengan menggunakan instrument kuisioner. Kesimpulan hasil penelitian ini yaitu : (1) Persentase motivasi instrinsik putri mengikuti futsal di club Adipati FC Lamongan kategori Sangat Setuju (SS) 62,22%, Setuju (S) 32,59%, Kurang Setuju (KS) 3,70%, Tidak Setuju (TS) 0%, Sangat Tidak Setuju (STS) 1,48%. (2) Persentase motivasi ekstrinsik putri mengikuti futsal di club Adipati FC Lamongan kategori Sangat Setuju (SS) 42,96%, Setuju (S) 46,67%, Kurang Setuju (KS) 8,15%, Tidak Setuju (TS) 0,74%, Sangat Tidak Setuju (STS) 1,48%. (3) Motivasi yang lebih dominan dimiliki putri yang mengikuti futsal di club Adipati FC Lamongan adalah motivasi instrinsik. Kata kunci: Motivasi, Para putri adipati FC Lamongan
MOTIVASI ATLET MENGIKUTI SSB PUTERA BUANA FC KU 16 LAMONGAN FAHMI AFANDI, AFRIZAL; KHAMIDI, AMROZI
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT In soccer sports activities, motivation is needed. Basically motivation is the most important element in carrying out daily activities including soccer sports activities. With motivation, a person is able to carry out activities to the maximum extent possible, but without motivation, one will not be able to achieve the maximum expected results. The desire to excel makes it possible to make Putra Buana SSB as a place to practice, cultivate talents and skills, get friends, gain football skills and experience as well as increase. So that makes them professional footballers. The support of coaches and parents as well as supporting an athlete to be motivated in training and when competing. MOTIVASI ATLET MENGIKUTI SSB PUTERA BUANA FC KU 16 LAMONGAN Dalam melakukan aktifitas olahraga sepakbola dibutuhkan motivasi. Pada dasarnya motivasi merupakan unsur yang paling penting dalam melakukan aktifitas sehari-hari termasuk aktifitas olahraga sepak bola Dengan motifasi seseorang mampu melakukan aktifitas semaksimal mungkin, namun tanpa adanya motivasi maka seseorang tidak akan mampu mencapai hasil maksimal yang diharapkan. Keinginan untuk berprestasi membuat altet untuk menjadikan SSB Putra Buana sebagai wadah untuk berlatih, mengolah bakat dan juga skill, mendapatkan teman, mendapatkan ketrampilan dan pengalaman sepakbola juga menjadi meningkat. Sehingga menjadikan mereka pesepakbola profesional. Dukungan pelatih dan orangtua juga sebagai penunjang seorang atlet agar termotivasi dalam latihan maupun saat bertanding.
PROFIL KONDISI FISIK DAN PROGRAM LATIHAN BOLAVOLI PANTAI PUTRA SMANOR SIDOARJO SETYO WIBOWO, DIAN; SETIJONO, HARI
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah profil kondisi fisik dan program latihan bolavoli pantai putra SMANOR Sidoarjo yang melakukan tes fisik di Laboratorium olahraga ACHILLES (SSFC) Sport Science and Fitness Center UNESA. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh kemudian data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Kondisi fisik merupakan aspek penting dalam olahraga prestasi, halini tidak lepas dari permainan bolavoli yang didalamnya terdapat unsur teknik, taktik, mental, dankondisifisik yang baik. Seorang pemain bolavoli pantai dituntut untuk pintar dalam membangun sebuah serangan ke daerah lawan. Pemain bolavoli pantai harus mempunyai kondisi fisik yang baik karna mereka lebih sering berlari ke sana ke mari untuk mempertahankan bola agar tidak jatuh didaerahnya sendiri, oleh karena itu pemain bolavoli pantai harus mempunyai kondisi fisik yang baik. Dari hasil tes fisik pemain bolavoli pantai putra SMANOR Sidoarjo yang telah dilakukan di Laboratorium olahraga ACHILLES (SSFC) Sport Science and Fitness Center UNESA. Dapat ditarik kesimpulan dari 5 item tes kemudian hasil tes tersebut akan dijabarkan berdasarkan komponen kondisi fisik yaitu Kekuatan terdirir dari tes Vertical Jump diperoleh kategori Baik sekali, dan Leg Strength diperoleh kategori kurang, Sit Up 60 detik diperoleh kategori Baik Sekali. Daya Tahan terdiri dari tes VO2Max diperoleh kategori kurang. Kelentukan terdiri dari tes Fleksibilatas Togok diperoleh kategori Baik sekali. Kesimpulan bolavoli pantai putra SMANOR Sidoarjo memiliki program latihan yang baik, ini terbukti adanya program latihan tahunan, bulanan, mingguan dan harian, dilengkapi program latihan tahunan dengan siklus pemuncakan prestasi. Kondisi fisik altil bolavoli pantai putra SMANOR Sidoarjo pada beberapa aspek mendapatkan katagori kurang yaitu VO2Max dan Leg Strength, selebihnya mendapatkan katagori baik sekali. Kata kunci : kondisi fisik, pemain bolavoli pantai putra SMANOR Sidoarjo.
HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DENGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA KELAS X DI SMAN 2 LAMONGAN WAHANA, SATYA; ROCHMANIA, AZIZATI
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat adalah perilaku kesehatan yang dilaksanakan dengan kesadaran agar anggota keluarga atau keluarga bisa merawat dirinya sendiri di bidang kesehatan dan memiliki peran yang aktif di kegiatan kesehatan di masyarakat . Kebugaran jasmani adalah kemampuan untuk melakukan kegiatan sehari-hari tanpa mengalami kelelahan yang berarti dan masih mempunyai sisa tenaga untuk melakukian aktifitas yang lainnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan perilaku hidup bersih dan sehat dengan tingkat kebugaran jasmani siswa kelas X di SMAN 2 Lamongan.Penelitian ini termaswuk dalam pnelitian deskriptif dengan metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X di SMAN 2 Lamongan. Pengambilan sampel secara non probabilitas dengan jumlah sampel sebanyak 205 siswa dari 445 siswa. Analisis data yang dipakai untuk penelitian ini adalah analisis statistik. Hasil dari penelitian ini dapat diketahui data perilaku hidup bersih dan sehat berdistribusi normal sama halnya dengan data tingkat kebugaran jasamani yang juga berdistribusi normal. Hubungan antara perilaku hidup bersih dan sehat dengan tingkat kebugaran jasmani siswa kelas X di SMAN 2 Lamongan mempunyai hubungan yang signifikan dan memiliki kriteria korelasi cukup. Hasil hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan perilaku hidup bersih dan sehat dengan tingkat kebugaran jasmani siswa kelas X di SMAN 2 Lamongan.Kata Kunci : Perilaku hidup bersih dan sehat, tingkat kebugaran jasmani
ANALISIS PENGETAHUAN PELATIH SEKOLAH SEPAKBOLA TERHADAP PENGETAHUAN LATIHAN HOLISTIK DI KABUPATEN JOMBANG RIDHOWI, MUHAMMAD; SYAFII, IMAM
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latihan holistik adalah adanya hubungan secara menyeluruh antara fisik, teknik, taktik dan mental dalam suatu sesi latihan. Dalam pendekatan latihan holistik selalu tercipta komunikasi, persepsi dan eksekusi yang saling mempengaruhi satu sama lain. Komponen komponen latihan holistik adalah jumlah lawan, jumlah teman, area bermain, tujuan latihan dan alat alat latihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai rata-rata pengetahuan pelatih sekolah sepakbola terhadap pendekatan latihan holistik di Kabupaten Jombang. Metode dalam penelitian ini adalah menggunakan lembar observasi dan tes dalam bentuk soal pilihan ganda yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar nilai rata-rata pengetahuan pelatih sekolah sepakbola. Berdasarkan hasil penelitian diketahui nilai rata-rata pengetahuan pelatih sekolah sepakbola terhadap pendekatan latihan holistik sebesar 56,3. Rata rata keseluruhan tingkat pemahaman pelatih sekolah sepakbola di Kabupaten Jombang adalah termasuk dalam kategori Sedang Kata Kunci : Pendekatan Holistik, Sepakbola, Pelatih Sekolah Sepakbola di Kabupaten Jombang.
ANALISIS BACK SWING DAN RELEASE KETEPATAN POINTING HALF LOB JONGKOK PADA JARAK 7 METER OLAHRAGA PETANQUE ABDUL KHARIM, MUHAMMAD; , NURKHOLIS
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pointing dalam olahraga petanque dapat dikatakan sebagai teknik menghantarkan bola besi dengan tujuan agar dekat dengan target yaitu bola kayu. Pointing halflob merupakan teknik pointing yang sering dilakukan dalam olahraga petanque. Analisis gerakan teknik pointinghalf lob jongkok bertujuan untuk mendeskripsikan karakter teknik dasar pointing halflob jongkok. Analisis biomekanik bertujuan untuk mendeskripsikan secara terukur dan sistematis agar mendapatkan pemahaman efektivitas gerak. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi rangkaian gerakan teknik pointing halflob jongkok dengan analisis biomekanik. Untuk mendapatkan efektivitas dan ketepatan dalam melakukan pointing halflob jongkok perlu diketahui besar sudut back swing, release, kecepatan swing, sudut release dan tinggi bola maksimal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini mendeskripsikan hasil rekaman video yang telah dianalisis menggunakan software kinovea dimana gerakan yang direkam adalah pointing halflob jongkok pada jarak 7 meter olahraga petanque. kinovea merupakan aplikasi yang dapat digunakan untuk menganalisis gerakan- gerakan dalam melakukan teknik pointing dengan mengubah video asli kedalam bentuk slow motion, sehingga kecepatan dari video lebih lambat. Data pada penelitian ini didapatkan dari rekaman video oleh 4 atlet (N..4) Unesa Petanque Club. Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini yaitu bahwa efektivitas gerakan pointing halflob jongkok pada jarak 7 meter pada olahraga petanque adalah dengan sudut lengan ketika back swing 48? - 69?, sudut lengan ketika release 66?- 95?, rata ? rata kecepatan swing 0.33 m/s ? 0.87 m/s dan tinggi bola maksimal 1.24 m ? 1.85 m dan empat komponen itu saling berpengaruh satu dengan yang lain. Kata Kunci : Backswing, release, pointing halflob jongkok, Petanque. Abstract Pointing in petanque sports can be said to be the technique of delivering iron balls with the aim of being close to the target of a wooden ball. Halflob pointing is a pointing technique that is often done in petanque sports. The movement analysis of the squat lob pointing technique aims to describe the basic technique character of squat halflob pointing. Biomechanical analysis aims to describe in a measurable and systematic way to get an understanding of the effectiveness of motion. This study aims to obtain a series description of halflob squatting pointing techniques with biomechanical analysis. To get the effectiveness and accuracy in pointing halflob squat, you need to know the size of the back swing angle, release, swing speed, release angle and maximum ball height.this study uses quantitative research methods with a descriptive approach. This study describes the video recordings that have been analyzed using kinovea software where the recorded motion is pointing halflob squatting at a distance of 7 meters of petanque sports. kinovea is an application that can be used to analyze movements in doing pointing techniques by converting the original video into slow motion, so that the speed of the video is slower. Data in this study were obtained from video recordings by 4 athletes (N.4) Unesa Petanque Club.the conclusion obtained from this study is that the movement effectiveness of squatting halflob pointing at a distance of 7 meters in petanque sports is by arm angle when back swing is 48? - 69?, arm angle when release 66?-95?, average swing speed is 0.33 m / s - 0.87 m / s and maximum ball height 1.24 m - 1.85 m and the four components influence each other Keywords : Back swing, Release, Squat halflob pointing, Petanque.
PERBANDINGAN PENGARUH PEMBERIAN AIR KELAPA, JUS SEMANGKA DAN AIR LEMON TERHADAP TINGKAT DEHIDRASI FAIQQUR ZHAFFRAN, IRFAN; AGUNG PRAMONO, BAYU
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Aktivitas fisik menyebabkan peningkatan metabolic rate dan produksi panas yang berdampak pada kehilangan air, elektrolit dan deplesi glikogen dalam hati dan otot. Kehilangan yang terjadi dari elemen-elemen tersebut menyebabkan dehidrasi yang berdampak pada performa fisik dan gangguan kesehatan. Ketika tubuh kita sudah mengalami dehidrasi maka akan mengganggu kerja organ yang lainnya dan tubuh akan merasa cepat lelah. Penelitian ini menggunakan metode ekperimen semu dengan menggunakan desain none equivalent (pretest and post-test) control grup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian air kelapa, jus semangka dan air jeruk lemon terhadap tingkat dehidrasi serta untuk mengetahui perbedaan warna urin setiap kelompoknya. Sasaran penelitian ini adalah 12 atlet putra U-19 yang berasal dari Kabupaten Situbondo. Hasil penelitian ini dapat dijelaskan bahwa pada kelompok perlakuan air kelapa mengalami peningkatan 2 kali kearah lebih baik menjadi terhidrasi dengan baik kategori 1 dari terhidrasi dengan baik kategori 3, pada kelompok perlakuan jus semangka tidak ada perbedaan rata-rata sebelum dan sesudah melakukan latihan yaitu tetap pada terhidrasi dengan baik kategori 2, pada kelompok perlakuan air jeruk lemon juga tidak ada perbedaan rata-rata sebelum dan sesudah melakukan latihan yaitu terhidrasi dengan baik kategori 2. Sedangkan pada kelompok kontrol mengalami penurunan 5 tingkat kearah lebih buruk menjadi kurang terhidrasi dengan baik kategori 3 dari terhidrasi dengan baik kategori 1.Kata kunci: Dehidrasi. Air Kelapa. Jus Semangka. Air Lemon ABSTRACT Physical activity leads to an increase in metabolic rate and heat production that affects the loss of water, electrolytes and depletion of glycogen in the liver and muscles. The loss that occurs from these elements causes dehydration which affects physical performance and health problems. When our body is dehydrated it will interfere with the work of other organs and the body will feel tired quickly. This study uses quasi-experimental methods using the none equivalent (pretest and post-test) design of group control. This study aims to determine the effect of giving coconut water, watermelon juice and lemon juice to the level of dehydration and to know the difference of urine color of each group. The target of this research is 12 male athletes U-19 from Situbondo district. The results of this study can be explained that in the coconut water treatment group increased 2 levels in the direction of better to be well hydrated category 1 of well hydrated category 3, in the watermelon juice treatment group there is no difference in average before and after doing the exercise is fixed in well-hydrated category 2, in the lemon juice treatment group there was also no difference in average before and after exercise ie well-hydrated category 2. While in the control group decreased 5 levels to the worse to less well-hydrated 3 from well hydrated category 1. Keywords: Dehydration, Coconut Water, Watermelon Juice, Lemon Water