cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Prestasi Olahraga
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 408 Documents
PENGARUH LATIHAN TABATA TERHADAP PENINGKATAN VO2 MAX PADA ACADEMY ABYASA U-16 KAB. NGANJUK ADIL WIJAYA, MEILDRA; SYAFII, IMAM
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangi dengan tidak bugarnya peserta didik yang mengikuti sepakbola di Academy Abyasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan tabata terhadap peningkatan vo2 max pada Academy Abyasa U-16. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain penelitian one group pretest and posttest design. Sumber data penelitian adalah Academy Abyasa. Pengambilan data dilakukan 3 kali dalam seminggu selama 6 minggu dilapangan jatirejo Kec. Nganjuk Kab. Nganjuk. Tujuan analisis penelitian ini membuktikan bahwa didalam sekolah sepakbola dibutuhkan aspek daya tahan . Dalam penelitian ini ingin diketahui adakah pengaruh latiahan Tabata terhadap peningkatan vo2 max pada Academy Abyasa U-16. Salah satu komponen penting dalam sepakbola salah satunya daya tahan para pemainnya, oleh karena itu didalam program latihan tersebut harus diberi latihan daya tahan yang baik, benar dan sesuai dengan kebutuhan para pemain Academy Abyasa U-16. Melalui Tabata peneliti ingin mengetahi tingkat vo2 max pada para pemainnya dan ada tidak pengaruhnya latihan Tabata terhadap peningkatan vo2 max. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui tingkat prosentase kenaikan para pemain Academi Abyasa adalah sebesar 4,9%. Dari hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa latihan tabata dapat meningkatkan daya tahan vo2 max pada Academy Abyasa U-16 Kab. Nganjuk. Kata Kunci : sepakbola, VO2max, dan Academy Abyasa U-16 ABSTRACT This research is based on the not-bugar. learners who like football at the academy abyasa U-16 kab. nganjuk . this study aims to determine the practice of tabata to increase vo2 max iin academy abyasa u-16 kab.nganjuk.What this study does is to prove. In this research would like to see whether there is influence of tabata to increase vo2 max at Abyasa Academy U-16. One of the most important components in sport is one of the endurance of its players, therefore in the training program that must be given durable training, true and in accordance with the needs of the Abyasa U-16 Academy players. Through Tabata researchers want to know the level of vo2 max on the players and no influence Tabata exercise to increase vo2 max. Based on the results of this study, the level of achievement of Abyasa academics is 4.9%. From the results of this study can be concluded that the exercise tabata can increase endurance vo2 max at Abyasa Academy U-16 Kab. Nganjuk. Keywords: football, VO2max, and Abyasa U-16 Academy
ANALISIS KETEPATAN SERVIS BACKSPIN TENIS MEJA PADA ATLET JUNIOR PUTRA DI PTM SAHABAT SURABAYA HAFIZA, JULIANENA; HAFIDZ, ABDUL
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam olahraga tenis meja, servis merupakan teknik pukulan untuk mengawali suatu permainan tenis meja. Servis backspin adalah teknik yang menggunakan tenaga pada pergelangan tangan hingga menghasilkan perputaran bola kebelakang agar bola sulit diterima. Disamping teknik servis, penempatan bola juga sangat mendukung dalam mendapatkan poin. Masalah dalam penelitian ini adalah kemampuan para atlet dalam melakukan servis backspin pada sasaran karena banyaknya atlit yang melakukan teknik servis tanpa strategi yang baik. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan ketepatan servis backspin pada atlet dan juga sebagai acuan untuk meningkatkan kualitas servis yang baik pada atlet. Sasaran penelitian ini adalah atlet junior putra ptm sahabat Surabaya sebanyak 8 atlet. Dari hasil penelitian dapat dijelaskan bahwa 2 atlet mendapatkan skor 9 dan 13 atau 5.11% dan 7.39% dari total hasil pendapatan dan berkategori sangat rendah. 6 atlet lainnya mendapatkan skor 22 sampai 34 dengan kategori sangat tinggi. kemampuan ketepatan servis backspin tenis meja pada atlet junior putra di PTM Sahabat Surabaya mempunyai total nilai keseluruhan sebesar 176 dan berkategori sangat tinggi dengan rata-rata skor tes sebesar 22. Kata kunci: analisis, tenis meja, servis, servis backspin, ketepatan Abstrack In table tennis, service is a blow technique for starting a table tennis game. Backspin service is a technique that uses power on the wrist to produce ball rotation backwards for the ball difficult to accept. Besides the service technique, the placement of the ball is also very supportive in getting points. The problem in this study is the ability of athletes to serve backspin on target because of the many athletes performing service techniques without a good strategy. This research method is quantitative research with descriptive approach. The purpose of this study was to determine the accuracy of backspin service at the athlete and also as a reference to improve the quality of good service at the athlete. Target of this research is junior athlete son ptm friend Surabaya as many as 8 athletes. From the results of the research can be explained that 2 athletes get a score of 9 and 13 or 5.11% and 7.39% of total income and categorized very low. 6 other athletes get a score of 22 to 34 with a very high category. the capability of the table tennis backspin service at the junior mens athlete at PTM Sahabat Surabaya has a total score of 176 and has a very high category with an average test score of 22. Keywords: analysis, table tennis, serve, backspin serve, precision/accuracy
ANALISIS KETERAMPILAN BERMAIN BOLAVOLI PADA FINAL LIVOLI 2016 DAN 2017 SAYFUDIN ALI, AHMAD; , MUHAMMAD
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Dalam permainan bolavoli salah satu item yang wajib dimiliki oleh seorang pemain adalah keterampilan yaitu teknik lanjutan dari teknik dasar bolavoli yang harus dimiliki oleh semua pemain agar bisa melakukan serangan untuk mendapatkan sebuah poin dari pihak lawan. Dari beberapa tim nasional saya melakukan analisis terhadap keterampilan bermain tim Bhayangkara Samator dan TNI AU, yang merupakan salah satu tim unggulan yang ada di Indonesia. Keterampilan bermain sangatlah penting untuk kepentingan setiap tim, dikarenakan keterampilan bisa menjadikan sebuah keistimewaan seorang pemain saat melakukan serangan maupun pertahanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keterampilan bermain Bhayangkara Samator dan TNI AU di karenkan terjadi perbedaan kemenangan ditahun yang berbeda yaitu di tahu 2016 dan 2017 pada final livoli. Adakah penurunan dari segi teknik atau fisik yang siknifikan dari setiap timnya yang mempengaruhi hasil pertandingan disetiap tahunnya. Maka dari itu dilakukannya analisis vidio hasil kejuaraan tim Bhayangkara Samator dan TNI AU pada Livoli pada tahun 2016 dan 2017. Kesimpulan : (1.) Keberhasilan yang paling sering terjadi di antara dua tim tersebut adalah attack dan toss ditahun 2016 TNI AU berhasil mendapatkan 95 kali dengan presentase 88.7% dan Bhayangkara Samator mendapatakan keberhasilan toss sebanyak 114 kali dengan presentase 97.4%. Sedangkan ditahun 2017 keberhasilan yang sering dilakukan oleh Bhayangkara Samator adalah toss dengan 88 kali keberhasilan. (2.) Kegagalan yang sering terjadi antara kedua tim tersebut adalah block ditahun 2016 TNI AU mendapat kegagalan 33 kali dengan presentase 43.4% sedangkan Bhayangkara Samator mendapat kegagalan 44 kali dengan presentase 60.2%. Ditahun 2017 TNI AU mendapat kegagalan 39 kali dengan presentase 65% sedangkan Bhayangkara Samator mendapat kegagalan 31 kali dengan presentase 48.4%. (3.)Keberhasilan dan Kegagalan yang terjadi antara dua tim pada tahun 2016 sering di lakukan oleh tim dari Bhayangkara Samator sebanyak 114 kali dengan presentase 97.4% (toss), sedangkan di tahun 2017 keberhasilan sering dilakukan dari tim TNI AU sebanyak 79 kali dengan presentase 100% (toss). Kegagalan yang terjadi di tahun 2016 di lakukan dari tim Bhayangkara Samator sebanyak 44 kali dengan presentase 60.2%, dan di tahun 2017 kegagalan dilakukan dari tim TNI AU sebanyak 39 kali dengan presentase 65% yaitu block. Kata Kunci: Analisis, Keterampilan, Final, Livoli ABSTRACT In volley ball games, one of items obligated to master by the players is skill which is advanced technique from basic technique of volley ball that must be qualified by all players in order to executing attack to get point from the opponents. From some national teams, I carried out analysis towards game skill of Bhayangkara Semator team and Indonesian Air Force (TNI AU) which are considered two of superior team in Indonesia. Game skill is extremely crucial for the importance of every team because skill can be considered as player?s speciality when executing either attack or defense. The purpose of this research is to find out Bhayangkara Samator?s and Indonesian Air force game skills because there was different victory record at final volley game in 2016 and 2017. Whether there is significant descent in either technique or skill which influences game?s result in every year. Therefore, video analysis of Bhayangkara Samator and Indonesian Air Force championship result in 2016 and 2017 was carried out. Conclusion: (1). Success which happened mostly between these two teams were attack and toss. In 2016, Indonesian Air Force succeeded to deal it 95 times with precentege of 88.7% and Bhayangkara Saamator succeeded to deal it 114 times with precentage of 97.4%. While, in 2017, Bhayangkara Samator succeeded to deal it 88 times. (2). Failure which happened mostly between these two teams was block. In 2016, Indonesian Air Force failed 33 times with precentage of 43.4% while Bhayangkara Samator failed 44 times with precentage of 60.2%. In 2017, Indonesian Air Force failed 39 times with precentage of 65% while Bhayangkara Samator failed 31 times with precentage of 48.4%. (3). Success and failure happened mostly between these two teams. In 2016, Bhayangkara Samator succeded mostly as many as 114 times with precentage of 97.4% (toss) while in 2017, Indonesian Air Force succeeded mostly as many as 79 times withh precentage of 100% (toss). Moreover, in 2016, Bhayangkara Samator failed mostly as many as 44 times precentage of 60.2% while in 2017, Indonesian Air Force failed mostly as many as 39 times with precentage of 65% which is block. Keywords: Analysis, Skill, Final, Livoli.
PROFIL PROSES KEPELATIHAN SMA NEGERI OLAHRAGA SIDOARJO JAWA TIMUR ANJI MANSYUH ABIH, YOUGO; SETIJONO, HARI
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena olahraga di bangsa Indonesia Ini kurang berkembang dengan banyaknya atlit-atlit yang kurang bersinar ditingkat internasional di asia tenggara pun prestasi olahraga bangsa ini mulai tertinggal, oleh sebab itu perlu diadakan pembinaan diusia dini untuk mencetak atlit yang berprestasi, sekolah olahraga merupakan tempat pembinaan yang baik untuk mencetak atliti yang berprestasi, tapi banyak faktor-faktor penghambat sehingga proses pembinaan dan pelatihan tidak sesuai dengan ilmu yang ada. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil prestasi dan poses pelatihan yang ada di Sma Negeri Olahraga Sidoarjo Jawa Timur. Untuk dapat mengetahui bagaimana hasil prestasi dan proses pelatihan yang ada di Sma Negeri Olahraga Sidoarjo Jawa Timur menggunakan jenis penelitian kantitatif dengan pendekatan deskriptif menggunakan teknik pengumpulan data observasi langsung dan pengisian angket yang diisi oleh pelatih dan atlit, yang angketnya sudah di validasi sebelumnya Penelitian dilakukan langsung di Sma Negeri Olahraga Sidoarjo Jawa timur, hasil penelitian yang didapat dari sudut pandang pelatih dan atlit menunjukan bahwa rata-rata atlit di Sma Negeri Olahraga Jawa Timur mempunyai prestasi, proses pelatihan masuk kategori baik, faktor pendukung pelatihan seperti sumber daya manusia, program pelatihan, dan sarana latihan masuk kategori baik. Dari hasil penelitian yang dilakukan, disarankan untuk meningkatkan proses pelatihan yang sudah ada dan memperhatikan faktor-faktor penunjang proses pelatihan. Kata kunci: pembinaan, proses kepelatihan
PERBANDINGAN TINGKAT KONDISI FISIK KEGIATAN EKSTRAKURIKULER FUTSAL SMA NEGERI 1 GEDANGAN DENGAN SMK NEGERI 7 SURABAYA ARI MUHAMMAD, PUTRANTO; FARUK, MOHAMMAD
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peneliti bertujuan untuk mengetahui tingkat kondisi fisik siswa ekstrakurikuler futsal di SMAN 1 Gedangan dengan SMKN 7 Surabaya. Peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Instrumen penelitian terdiri atas (1) endurance, (2) speed, (3) power, dan (4) agility. Subjek penelitian adalah 15 siswa ekstrakurikuler futsal SMAN 1 Gedangan dan SMKN 7 Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) daya tahan aerobik 15 pemain futsal SMAN 1 Gedangan hasilnya 35.44 (ml/kg/menit) termasuk kurang, untuk hasil siswa 15 pemain futsal SMKN 7 Surabaya hasilnya 43.24 (ml/kg/menit) termasuk cukup, (2) kecepatan siswa 15 pemain futsal SMAN 1 Gedangan sebesar 3.57 detik termasuk kurang, untuk hasil 15 pemain futsal SMKN 7 Surabaya hasilnya 3.54 detik termasuk kurang, (3) daya ledak otot tungkai 15 pemain futsal SMAN 1 Gedangan hasilnya 2.33 m termasuk baik sekali, untuk hasil 15 pemain futsal SMKN 7 Surabaya hasilnya 2.39 m termasuk baik sekali, dan (4) kelincahan 15 pemain futsal SMAN 1 Gedangan hasilnya 18.07 detik termasuk sedang, untuk hasil 15 pemain futsal SMKN 7 Surabaya sebesar 18.15 detik termasuk sedang. Disimpulkan bahwa tingkat kondisi fisik siswa ekstrakurikuler futsal SMKN 7 Surabaya lebih baik dari tingkat kondisi fisik siswa ekstrakurikuler futsal SMAN 1 Gedangan. Kata Kunci: kondisi fisik, futsal, ekstrakurikuler Abstract This study aims to investigate the levels of physical conditions are of the male participants of the extracurricular futsal in SMAN 1 Gedangan and SMKN 7 Surabaya. This was a descriptive study. The research instrument used consisted of 4 (four) items, i.e. (1) endurance, (2) speed, (3) power, and (4) agility. The research subjects were male students participating in the extracurricular futsal in SMAN 1 Gedangan and SMKN 7 Surabaya, each amount to 15 students. The results of the study show that (1) endurance average in SMAN 1 Gedangan is 35.44 (less category) while endurance average in SMKN 7 Surabaya is 43.24 (medium category), (2) speed average in SMAN 1 Gedangan is 3.57 (less category) while speed average in SMKN 7 Surabaya is 3.54 (less category), (3) power average in SMAN 1 Gedangan is 2.33 m (excellent category) while power average in SMKN 7 Surabaya is 2.39 (good category), (4) agility average in SMAN 1 Gedangan is 18.07 seconds (medium category) while agility average in SMKN 7 Surabaya is 18.15 seconds (medium category). Therefore, it can be concluded that the levels of physical conditions of the male participants of the extracurricular futsal in SMKN 7 Surabaya are better than those of SMAN 1 Gedangan. Keywords: physical condition, futsal, extracurricular
ANALISIS PENGETAHUAN DAN PENERAPAN RECOVERY PELATIH TERHADAP ATLET BOLABASKET CLS KU-16 ISBAT SETIAWAN, MUHAMMAD; IVANO AVANDI, RAYMOND
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT THE ANALYSIS OF KNOWLEDGE AND APPLICATION RECOVERY OF TRAINING ON THE ATHLETE BASKETBALL CLS BOYS AGE GROUP-16 (KU-16) Name : Muhammad Isbat Setiawan NIM : 14060474114 Study Program : S-1 Department : Sport Coaching Education Faculty : Faculty of Sport Sporting Institution Name : Surabaya State University Advisor : Raymond Ivano Avandi , S.Pd., M.Kes. Exercise is an activity to train our body so that body feels healthy and strong both physically and spiritually, strategy recovery method from Dr. Stephen Bird PhD is a way for athlete to maintain, improve, and restore the condition of the body to the initial state before and after doing sports activities. The purpose of this research is to know how big the average and percentage of knowledge coach basketball CLS BOYS AGE GROUP-16 about recovery, know the average and percentage of athletes basketball CLS BOYS AGE GROUP-16 who do strategy recovery and know the average percentage the CLS BOYS AGE GROUP-16 basketball athlete performing each type of strategy recovery from Dr. Stephen Bird PhD. The method used in this study is to use multiple choice questions used to find out how much the average percentage of knowledge coach CLS BOYS AGE GROUP-16 about recovery and closed questionnaire (scale guttman) are added with each of the 3 questions as a structured oral interview which is used to find out how much the average percentage of CLS athletes CLS BOYS AGE GROUP-16 who perform strategy recovery and how much the average percentage of athletes basketball CLS BOYS AGE GROUP-16 who perform each type of strategy recovery. Based on the results of this study it is known that the average percentage of knowledge coach CLS BOYS AGE GROUP-16 about recovery is 90%, and the average percentage of athlete basketball CLS BOYS AGE GROUP-16 who perform recovery strategy is 84%, from this study can also note that the percentage of athlete basketball CLS BOYS AGE GROUP-16 on who is pursuing a strategy recovery is a method garments by 40%, method Massase by 7%, method of hot / cold shower by 27%, the method of hydration status by 7%, method pool recovery of 3% by the results of this study can be concluded that the average knowledge of CLS trainers BOYS AGE GROUP-16 about recovery is 90%. From the results of this study can be concluded that the average coach CLS BOYS AGE GROUP-16 is very good. KEY WORDS: Recovery, BasketBall, Coach CLS BOYS AGE GROUP-16. ABSTRAK ANALISIS PENGETAHUAN DAN PENERAPAN RECOVERY PELATIH TERHADAP ATLET BOLABASKET CLS KU-16 PUTRA Nama : Muhammad Isbat Setiawan NIM : 14060474114 Program Studi : S-1 Jurusan : Pendidikan Kepelatihan Olahraga Fakultas : Fakultas Ilmu Olahraga Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Raymond Ivano Avandi, S.Pd., M.Kes. Olahraga adalah suatu kegiatan untuk melatih tubuh kita agar badan terasa sehat dan kuat baik secara jasmani maupun rohani, strategi recovery metode dari Dr. Stephen Bird PhD merupakan cara yang dilakukan atlet untuk menjaga, meningkatkan, dan mengembalikan kondisi tubuh ke keadaan awal sebelum dan sesudah melakukan kegiatan aktifitas olahraga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar rata-rata dan presentase pengetahuan pelatih bolabasket CLS KU-16 PUTRA tentang recovery, mengetahui besar rata-rata dan presentase atlet bolabasket CLS KU-16 PUTRA yang melakukan strategi recovery dan mengetahui besar rata-rata presentase atlet bolabasket CLS KU-16 PUTRA yang melakukan setiap jenis strategi recovery dari Dr. Stephen Bird PhD. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan diskriptif yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar rata-rata presentase pengetahuan pelatih bolabasket CLS KU-16 PUTRA tentang recovery dan angket tertutup (skala guttman) yang ditambahkan dengan masing-masing 3 pertanyaan sebagai wawancara lisan terstruktur yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar rata-rata presentase atlet bolabasket CLS KU-16 PUTRA yang melakukan strategi recovery dan seberapa besar rata-rata presentase atlet bolabasket CLS KU-16 PUTRA yang melakukan setiap jenis strategi recovery. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa rata-rata persentase pengetahuan pelatih CLS KU-16 PUTRA tentang recovery sebesar 90%, dan rata-rata presentase atlet bolabasket CLS KU-16 PUTRA yang melakukan strategi pemulihan adalah sebesar 84%, dari penelitian ini juga dapat diketahui bahwa presentase atlet bolabasket CLS KU-16 PUTRA yang melakukan strategi reovery adalah metode garments sebesar 40%, metode massase sebesar 7%, metode hot/cold shower sebesar 27%, metode hydration status sebesar 7%, metode pool recovery sebesar 3% Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa rata-rata pengetahuan pelatih bolabasket CLS KU-16 PUTRA tentang recovery sebesar 90%. Dari hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa rata-rata pelatih CLS KU-16 PUTRA dinyatakan baik sekali. KATA KUNCI : Recovery, Bolabasket, Pelatih CLS KU-16 PUTRA.
PROFIL PROSES PEMBELAJARAN SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI OLAHRAGA SIDOARJO TAHUN 2017 MAHBUB ABDULLAH, FAJAR; SETIJONO, HARI
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pembelajaran merupakan usaha guru untuk membentuk tingkah laku yang diinginkan. Tingkah laku yang dimaksud adalah menyediakan lingkungan atau stimulus dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpikir. Tindakan tersebut bertujuan agar siswa mengenal dan memahami pengetahuan yang telah dipelajari. Siswa diberikan kebebasan untuk memilih bahan pelajaran dan cara mempelajarinya sesuai dengan minat dan kemampuannya. Pembelajaran membantu siswa agar memperoleh berbagai pengalaman sehingga menambah tingkah laku baik kuantitas maupun kualitasnya. Tingkah laku ini meliputi pengetahuan, nilai, dan norma yang berfungsi sebagai pengendali sikap serta perilaku siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses pembelajaran siswa sekolah menengah atas negeri olahraga Sidoarjo tahun 2017 mengenai pembelajaran, pelaksanaan proses belajar mengajar, metode pembelajaran, dan sistem penilaiannya. Hasil penilaian tersebut dapat dijadikan referensi dan bahan evaluasi mengenai mekanisme proses pembelajaran yang baik sehingga meningkatkan kualitas dan prestasi siswa dibidang akademik. Metode dalam analisa ini kuantitatif deskriptif dengan menggunakan kuisioner. Sampel penelitian guru dan siswa sejumlah 30 orang dengan rincian 20 siswa yang diambil kelas 10 dan 11 serta dari 10 guru. Hasil penelitian menyimpulkan bhwa rata-rata pengetahuan siswa tentang pembelajaran sebesar 78,33 menunjukkan persentase 78% dalam kategori ?baik? sedangkan untuk guru sebesar 79,33 menunjukkan persentase 79% kategori ?baik?. Hasil pengetahuan guru dan siswa tentang proses pembelajaran telah memahami dengan baik dengan kategori ?baik? untuk siswa dan ?baik? untuk guru. Kata Kunci: Proses Pembelajaran, Pembelajaran, Guru, Siswa. Abstrack Learning is the teachers effort to shape the desired behavior. The behavior in question is to provide an environment or stimulus by giving students the opportunity to think. The action aims to make students know and understand the knowledge that has been learned. Students are given the freedom to choose learning materials and how to learn them according to their interests and abilities. Learning helps students to gain various experiences so as to increase their behavior in both quantity and quality. This behavior includes knowledge, values, and norms that function as controlling the students attitudes and behavior. The purpose of this study is to know the learning process of high school students of sports country Sidoarjo 2017 on learning, the implementation of teaching and learning process, learning methods, and assessment system. The results of the assessment can be used as a reference and evaluation material regarding the mechanism of a good learning process so as to improve the quality and achievement of students in the academic field. The method in this analysis is quantitative descriptive using questionnaires. The sample of teacher and student research is 30 people with 20 students taken from 10th and 11th grade and from 10 teachers. The result of the research concludes that the average of students knowledge about learning is 78,33 shows 78% percentage in "good" category, while for teacher 79,33 shows 81% percentage of "good" category. Teacher and student knowledge about the learning process has been well understood with "good" categories for students and "good" for teachers. Keywords: Learning process, learning, teacher, student.
KONTRIBUSI KEKUATAN OTOT BAHU, KEKUATAN OTOT LENGAN, KEKUATAN OTOT PERUT, DAN KONSENTRASI TERHADAP KETEPATAN TEMBAKAN PEMANAH JARAK 50 METER RONDE RECURVE RIZAL, MUHAMMAD; JATMIKO, TUTUR
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKCabang olahraga panahan bisa dilakukan perorangan maupun sendiri menggunakan anak panah,busur, dan sebuah target untuk sasaran dalam memanah. Tetapi dalam prosesnya cabang olahraga panahan untuk mencetak score tinggi tersebut tidaklah menjadi hal yang mudah, banyak beberapa faktor yang mempengaruhi yaitu kekuatan dan konsentrasi yang tinggi. Untuk mendapatkan hasil melepaskan anak panah tepat pada titik target face dibutuhkan beberapa komponen kondisi fisik seperti: kekuatan otot bahu, kekuatan otot lengan, kekuatan otot perut, dan konsentrasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui; kontribusi kekuatan otot bahu, kekuatan otot lengan, kekuatan otot perut, dan konsentrasi terhadap ketepatan memanah jarak 50 meter pada ronde recurve baik secara individual maupun secara serentak (bersama-sama). Sasaran penelitian ini adalah atlet klub panahan Surabaya sebanyak 10 atlet. Metode dalam analisa ini menggunakan metode statistik korelasional, sedangkan proses pengambilan data dilakukan dengan melakukan tes kekuatan otot bahu (expanding dynamometer test), kekuatan otot lengan (push-up test), kekuatan otot perut (sit-up test), dan konsentrasi (excercise grid concentration test). Kesimpulan: 1). Variabel kekuatan otot bahu (X1) memberikan kontribusi sebesar 3,42%. 2). Variabel kekuatan otot lengan (X2) memberikan kontribusi sebesar 4,33%. 3). Variabel kekuatan otot perut (X3) hanya memberikan kontribusi sebesar 12,64%. 4). Variabel konsentrasi (X4) hanya memberikan kontribusi sebesar 1,14%. 5). Keempat variabel secara bersama-sama memberikan kontibusi sebesar 21,53% terhadap ketepatan memanah (Y). Masing ? masing variabel tidak memiliki kontribusi yang signifikan dan secara keseluruhan juga tidak terdapat kontribusi signifikan, jadi tidak dapat digeneralisasikan ke dalam populasi. Kata Kunci : Kekuatan Otot Bahu, Kekuatan Otot Lengan, Kekuatan Otot Perut, Konsentrasi, dan Ketepatan Memanah Jarak 50 meter pada Ronde Recurve.
KONTRIBUSI TINGGI LONCATAN DAN KEKUATAN OTOT LENGAN TERHADAP KETEPATAN PUKULAN JUMP SMASH CABANG OALHRAGA BULUTANGKIS ZAENAL ABIDIN, MOCHAMAD; WIRIAWAN, OCE
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pukulan jump smash merupakan salah satu langkah penyerangan yang bertujuan untuk mendapatkan poin. Untuk dapat melakukan pukulan jump smash dengan baik dan tepat diperlukan dukungan dukungan syarat-syarat fisik yang prima yang ditunjang oleh unsur yaitu: tinggi loncatan dan kekuatan otot lengan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui: kontribusi tinggi loncatan dan kekuatan otot lengan terhadap ketepatan pukulan jump smash. Sasaran penelitian ini adalah atlet putra PB. Remaja Jombang yang berusia 16-18 tahun dengan jumlah 10 atlet. Proses pengambilan data dilakukan dengan melakukan tes tinggi loncatan (menggunakan jump md), tes kekuatan otot lengan (menggunakan push up 30 detik), dan skor ketepatan pukulan jump smash. Kesimpulan: (1) Dapat dikatakan bahwa tidak terdapat kontribusi yang signifikan antara variable tinggi loncatan dan kekuatan otot lengan terhadap ketepatan jump smash atlet putra bulutangkis secara individu. Jadi kontribusi tinggi loncatan dan kekuatan otot lengan terhadap ketepatan pukulan jump smash pada atlet putra bulutangkis adalah tidak signifikan secara individu. (2) Dapat dikatakan bahwa terdapat kontribusi yang signifikan antara variabel tinggi loncatan dan kekuatan otot lengan terhadap ketepatan pukulan jump smash pada atlet putra bulutangkis. Jadi kontribusi tinggi loncatan terhadap ketapatan pukulan jump smash pada atlet putra bulutangkis adalah signifikan secara serentak. Kata Kunci: Bulutangkis, tinggi loncatan, otot lengan, jump smash.
KONTRIBUSI TINGGI LONCATAN DAN KEKUATAN OTOT LENGAN TERHADAP KETEPATAN PUKULAN JUMP SMASH CABANG OALHRAGA BULUTANGKIS ZAENAL ABIDIN, MOCHAMAD; WIRIAWAN, OCE
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pukulan jump smash merupakan salah satu langkah penyerangan yang bertujuan untuk mendapatkan poin. Untuk dapat melakukan pukulan jump smash dengan baik dan tepat diperlukan dukungan dukungan syarat-syarat fisik yang prima yang ditunjang oleh unsur yaitu: tinggi loncatan dan kekuatan otot lengan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui: kontribusi tinggi loncatan dan kekuatan otot lengan terhadap ketepatan pukulan jump smash. Sasaran penelitian ini adalah atlet putra PB. Remaja Jombang yang berusia 16-18 tahun dengan jumlah 10 atlet. Proses pengambilan data dilakukan dengan melakukan tes tinggi loncatan (menggunakan jump md), tes kekuatan otot lengan (menggunakan push up 30 detik), dan skor ketepatan pukulan jump smash. Kesimpulan: (1) Dapat dikatakan bahwa tidak terdapat kontribusi yang signifikan antara variable tinggi loncatan dan kekuatan otot lengan terhadap ketepatan jump smash atlet putra bulutangkis secara individu. Jadi kontribusi tinggi loncatan dan kekuatan otot lengan terhadap ketepatan pukulan jump smash pada atlet putra bulutangkis adalah tidak signifikan secara individu. (2) Dapat dikatakan bahwa terdapat kontribusi yang signifikan antara variabel tinggi loncatan dan kekuatan otot lengan terhadap ketepatan pukulan jump smash pada atlet putra bulutangkis. Jadi kontribusi tinggi loncatan terhadap ketapatan pukulan jump smash pada atlet putra bulutangkis adalah signifikan secara serentak. Kata Kunci: Bulutangkis, tinggi loncatan, otot lengan, jump smash.