cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Prestasi Olahraga
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 408 Documents
TINGKAT ANTROPOMETRI DAN BIOMOTOR ATLET BOLAVOLI PBV. SURABAYA BAYANGKARA SAMATOR USNATA, NANDA; , MUHAMMAD
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Olahraga bolavoli adalah olahraga permainan beregu yang terdiri dari 6 orang dalam 1tim dengan ukuran lapangan 18 x 9 meter dan di batasi net setinggi 2.43 untuk pria dan 2.24 untuk wanita di tengah lapangan untuk membagi lapangan permainan tim A dan tim B, peraturan permainan bolavoli adalah menjatuhkan bola di lapangan lawan dengan 3 kali sentuhan dan melewati si atas net, untuk mendapatkan poin, tim di nyatakan menang apabila sudah mencapa point 25 atau lebih 2 angka ketika point melewati angka 25. Dari karakteristik permainan bolavoli dapat di simpulkan bahwa atlet bolavoli harus memiliki tinggi tubuh yang bagus dan tinggi dilihat dari adanya pembatas di tengah lapangan yaitu net setinggi lebih dari 2 meter dan didukunng komponen biomotorik seperti kecepatan, daya ledak otot tungkai dan kelincahan untuk menjadi atlet voli yang handal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat antropometri dan komponen biomotorik dari PBV. Surabaya Samator yang merupakan persatuan bolavoli level internasional di asia dan menjadikan data yang sudah didapatkan sebagai standar atau acuan untuk mencetak pembinaan usia dini atlet bolavoli di Indonesia. Dari hasil penelitian tentang antropometri dan biomotorik atlet bolavoli PBV. Surabaya Samator dapat di simpulkan, bahwa hal terpenting untuk menjadi atlet bolavoli yang handal adalah memiliki tinggi badan dan kondisi tubuh yang bagus serta normal seperti manusia seutuhnya untuk komponen komponen biomotoriknya dapat di capai dengan latian secara teratur dan intensif sesuai dengan program latihan yang telah di buat.
PENGARUH LATIHAN LATIHAN TABATA CIRCUIT TRAINING TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN PADA PEMAIN FUTSAL ROMDANI, SAKIR; AGUS PRIANTO, DAVID
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebuah jawaban dari rumusan masalah pengruh latihan tabata circuit training terhadap peningkatan kelincahan atlet futsal. Metode ini adalah menggunakan kuantitatif ekperimen dengan jumlah sampel sebanyak 15 atlet yang melakukan aktivitas fisik . Kelincahan diukur dengan menggunakan tes lari Illinois agility run. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan tabata circuit training terdapat pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kelincahan atlet dikarenakan hasil perhitungan statistik menggunakan paired sample t test nilai dari Sig. (2-tailed) 0,002 < 0,05. Artinya dapat disimpulkan bahwa latihan tersebut dapat dijadikan variasi latihan dalam meningkatkan kelincahan. Berdasarkan data peningkatan kemampuan latihan tabata circuit training untuk data persentase peningkatan pretest dan postest yaitu 1,99 %. Dari sebuah analisis data dan bahasan disimpulkan bahwa tabata circuit training terdapat pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kelincahan pada pemain yang melakukan aktivitas fisik. Berikut merupakan hasil dari penelitian sehingga bisa dijadikan kajian dan masukan Bagi pelatih, pembina serta atlet dapat menggunakan tabata circuit training sebagai salah satu Kata Kunci: Tabata Circuit Training, Kelincahan. Abstract The purpose of this study is to find out an answer from the research questionthe effect of tabata circuit training in increasing agility in futsal players. This method in this study is quantitative experimen with a total sample of 15 athletes doing physical activity. Agilitywas measured by using the illinois agility run test. The results showed that tabata circuit training exercises have a significant effect on improving the agility of athletes due to the results of statistical calculations using paired sample t test values from Sig. (2-tailed) 0,002 < 0,05. It means that it can be concluded that those training can be used as a variation in training in increasing agility. Based on the data increasing ability of tabata circuit training for percentage data, the pretest and posttest increase was 1,99 %. From the data analysis result and discussion, it can be concluded that tabata circuit training has a significant effect in increasing agility in player who doing physical activity. The following are the results of the study so that it can be used as a study and input.For trainers, coaches and athletes can use tabata circuit training as an alternative to improve agility. Keyword: Circuit Training Tabata, Agility
PROFIL PEMAIN BOLABASKET KELOMPOK UMUR 10 TAHUN DI TINJAU DARI KEMAMPUAN FISIK DAN TEKNIK PADA CLUB BOLABASKET WBS ( WESTERN BASKETBALL SURABAYA ) ABDILLAH, ALDIEN; HARIYANTO, AGUS
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui profil kemampuan fisik dan kemampuan teknik bermain bola basket pada tim atlet bolabasket putra kelompok umur 10 tahun di club Western Basketball Surabaya ( WBS ). Subjek data penelitian ini adalah seluruh anggota tim putra WBS ( Western Basketball School ) kelompok umur 10 tahun yang berjumlah 15 orang. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes passing, dribble, shooting, lari 1600 meter, push up, sit and reach, lari bolak-balik, dan stork stand. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis pendekatan statistik deskriptif . Berdasarkan hasil penelitian dapat diperoleh bahwa tes passing termasuk kategori cukup dengan rata-rata 17 kali. Dribble termasuk kategori cukup dengan rata-rata 8,96 detik. Shooting termasuk kategori cukup dengan rata-rata 13 kali. Daya tahan termasuk kategori cukup dengan rata-rata 8,7 detik. Kekuatan termasuk kategori cukup dengan rata-rata 17 kali. Kelentukan termasuk kategori cukup dengan rata-rata 12,53 inch. Kelincahan termasuk kategori cukup dengan rata-rata 12,71 detik. Keseimbangan termasuk kategori cukup dengan rata-rata 1,67 detik. Dapat disimpulkan bahwa kemampuan teknik dan kemampuan fisik tim atlet bolabasket putra di club Western Basketball Surabaya (WBS) tergolong cukup untuk ukuran anak umur 10 tahun. Sehingga disarankan agar kemampuan tersebut terus dikembangkan agar tercapai prestasi yang maksimal. Kata kunci : Profil, Kemampuan Fisik, Kemampuan Teknik, Bolabasket ABSTRACK This research is conducted to acknowledge the profile of ten-year-old-group male basketball players of Western Basketball Surabaya based on the physical and technical skill. The subject of the research is the male team of Western Basketball School including 15 players who are 10 years old. The instruments applied are passing test, dribble, shooting, 1600 meters run, push up, sit and reach, shuttle run, and stork stand. The data is analyzed using statistic descriptive approach. The result acquires that the passing test reaches average 17 times and it is categorized fair. Dribble is categorized fair with the average 8,96 seconds. Shooting reaches average 13 times and categorized fair. Endurance is categorized fair with the average 17 times. Flexibility reaches the average 12,53 inch and it is categorized fair. Agility reaches the average 12,71 seconds and it is categorized fair. While the balancy is fair with the average 1,67 seconds. It can be concluded that the technique and physical skill of the ten-year-old male team of Western Basketball School is categorized fair. Therefore to reach an achievement, the skill should be improved. Keywords : Profile, Physical Skill, Technical Skill, Basketball
ANALISIS KONDISI FISIK ATLET PENCAK SILAT KATEGORI TUNGGAL GANDA REGU PUTRA PUSLATCAB PENCAK ORGANISASI TUBAN REZA AL MUTTAQIN, MUHAMMAD; RIZANUL WAHYUDI, ACHMAD
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pencak silat merupakan salah satu olahraga beladiri prestasi. Teknik, taktik, mental, dan fisik merupakan unsur yang sangat penting dalam olahraga prestasi, sehingga atlet pencak silat perlu mempunyai kemampuan yang baik dalam empat aspek tersebut. Fisik merupakan faktor utama penunjang bagi olahraga beladiri, maka pelatihan dilakukan dengan menyusun program latihan kondisi fisik. Latihan kondisi fisik adalah suatu proses untuk mengembangkan kemampuan yang dilakukan secara sistematis dan ditingkatkan secara berkala untuk meningkatkan atau mempertahankan fisik agar mencapai kemampuan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fisik atlet pencak silat kategori tunggal, ganda, regu putra puslatcab pencak organisasi Tuban yang meliputi kelincahan, kekuatan otot lengan, power otot tungkai, kecepatan, keseimbangan, kelentukan, dan daya tahan. Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Sampel dalam penelitian ini yaitu atlet tunggal, ganda, regu putra puslatcab pencak organisasi Tuban yang berjumlah 6 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi tes kelincahan, tes kekuatan otot lengan, tes power otot tungkai, tes kecepatan, tes keseimbangan, tes kelentukan, dan tes daya tahan. Hasil penelitian didapat bahwa atlet pencak silat kategori tunggal, ganda, regu putra puslatcab pencak organisasi Tuban memiliki rata- rata tingkat kelincahan sebesar 13,01 yang termasuk dalam kategori baik, tingkat kekuatan otot lengan sebesar 30,83 yang termasuk kategori baik sekali, tingkat power otot tungkai sebesar 61,66 yang termasuk kategori baik, tingkat kecepatan sebesar 4,91 yang termasuk kategori kurang, tingkat keseimbangan sebesar 33,66 yang termasuk kategori sedang, tingkat kelentukan sebesar 17,08 yang termasuk kategori baik, tingkat daya tahan sebesar 44,8 yang termasuk kategori sedang. Hal ini berarti atlet perlu meningkatkan kondisi fisik kecepatan, keseimbangan , dan daya tahan. Kata Kunci: Kondisi fisik, Pencak Silat, Tunggal, Ganda, Regu. Abstract Pencak silat is one of the martial art achievement sports. Technique, tactic, mentality, and physical are very important elements in achievement sports, so martial arts athletes must have good abilities in these four aspects. Physical is a major supporting factor for martial art sport, so training is carried out by developing an exercise program of physical condition. Physical condition training is a process to develop skills that are carried out systematically and improved regularly to improve or maintain physical to achieve optimal abilities. The aim of this research is to know the physical condition of pencak silat athletes of single, double, team of pencak silat training center in Tuban covering agility, arm muscle strength, leg muscle power, speed, balance, flexibility, and endurance. This research uses quantitative method with descriptive approach. The sample in this research are single, double, team athletes of pencak organisasi training center in Tuban amounting 6 people. Instruments used in this study include agility test, arm muscle strength test, leg muscle power test, speed test, balance test, flexibility test, and endurance test. The result of the research shows that the athletes of pencak silat category of single, double, team pencak organisasi training center in Tuban have the average of agility level is 13,01 including in good category, level of arm muscle strength is 30,83 including good category, level of leg muscle power is 61.66including in medium category, level of speed is 4.91 including into less category, level of the balance is 33.66 including in the medium category, the level of flexibility is 17.08 including into good category, level of endurance is 44, 8 including into medium category. This means that athletes need to improve the physical conditions of speed, balance, and endurance. Keywords: Physical Condition, Pencak Silat, Single, Double, Team
ANALISIS KONSUMSI HARIAN ATLET KARATE NOMOR KUMITE PADA UKM KARATE NON ASRAMA UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA ANOM WIJOYO, YUDHO; IVANO AVANDI, RAYMOND
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThe source of energy for the human body is essential to activity in particular karate. Food consumption plays an important role in availability of energy in the human body, especially ethletes because the energy produced from the consumption of these foods can also help in supporting to getting pick performance before the match. The goal of regulating athletes? nutrition is to provide food that meets energy needs, utrients in accordance with the needs of the exercise program and the type of exercise that they are engaged in. The formulation of problems posed is : What is the value of the athlete?s nutritional status based on Quantitative measurement methods ?, How much comsumption is based on the terms of the calories a day and how much calories a karate athlete can eat the objective of this research is the karate class of the Unifersity of Surabaya, son and daughter with the kumite match number, U-21 ? senior with 10 athletes. The method in this analysis uses a descriptive method of quantitative, data retrieval in a way food recall is 24 hours for the three days. From analysis comes: 1) by quantitative methods produce that the calorie intake is 9 or 90 percent of the 10 an athlete who says that he has a serve deficit of deficit and 1 or 10% says that he has a deficit, Here are the details of the average calorie consumption that has been counted from the firs day of the data retrieval to the end of data retrieval from 10 peoples respondent ; MD With an average recall 2425.19, calories are needed 4288.0, % intake 56,56 (Heavy deficit). NP With an average recall 1392.33, calories are needed 3275.2, % intake 42,51 (Heavy deficit). IS With an average recall 2015.41, calories are needed 2709.5, % intake 74,38 (Medium deficit). MT With an average recall 1303.03, calories are needed 4021.4, % intake 32,40 (Heavy deficit). FJ With an average recall 1669.40, calories are needed 3134.4, % intake 53,26 (Heavy deficit). SK With an average recall 1619.90, calories are needed 4519.3, % intake 35,84 (Heavy deficit). ZR With an average recall 1515.10, calories are needed 3425.2, % intake 44,23 (Heavy deficit). SA With an average recall 1596.31, calories are needed 4104.6, % intake 38,89 (Heavy deficit). RR With an average recall 1849.83, calories are needed 4051.0, % intake 45,66 (Heavy deficit). MK With an average recall 1638.93, calories are needed 3839.9, % intake 42,68 (Heavy deficit). From the consumption category above, it can be said that karate athletes in UKM in UNESA which in this case are not well-dressed are categorized as heavy deficits because in the norms taken from the Ministry of Health 1996, <70% are classified as heavy deficits 70-79% moderate, 80-89% mild, 90 -119% normal, and> 120% more. 2) Large food consumption calorie / energy requirements per day by karate athletes UNESA karate can be said to be less fulfilling in consuming calorie foods. 3) Calorie coverage / energy consumption of athletes in UKM karate UNESA from a quantitative calculation stated that calorie / energy coverage was less fulfilling. Keyword : Food Recall, Consumption of Karate Athletes, Food CaloriesABSTRAKSumber energi bagi tubuh manusia sangat diperlukan dalam melakukan aktivitas khususnya olahraga Karate. Konsumsi makanan berperan penting dalam ketersediaan energi dalam tubuh manusia terutama atlet karena energi yang dihasilkan dari konsumsi makanan tersebut juga dapat membantu dalam menunjang performa atlet yang sedang dalam proses pelatihan untuk mencapai pick performance menjelang pertandingan. Tujuan pengaturan gizi atlet adalah untuk menyediakan makanan yang memenuhi kebutuhan energi, zat gizi sesuai dengan kebutuhan program latihan dan jenis olahraga yang ditekuninya.Rumusan masalah yang diajukan adalah: Berapa nilai status gizi atlet berdasarkan metode pengukuran secara Kuantitatif?, Berapa besar konsumsi makanan berdasarkan ketentuan kalori per hari dan berapa kecukupan kalori konsumsi makanan oleh atlet Karate UKM Karate UNESA? Sasaran penelitian ini adalah UKM Karate Universitas Negeri Surabaya, kategori Putra dan Putri dengan nomor pertandingan Kumite, U-21 - Senior yang berjumlah 10 atlet. Metode dalam analisa ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, pengambilan data dengan cara food recall 24 jam selama 3 hari.Dari analisis didapat: 1) Berdasarkan metode pengukuran secara kuantitatif menghasilkan bahwa asupan kalori/energi terdapat 9 atau 90% dari 10 atlet berkategori defisit berat dan 1 atau 10% atlet berkategori defisit sedang, berikut adalah rincian dari rata-rata kalori konsumsi per atlet yang telah dihitung mulai dari hari pertama dilaksanakanya pengambilan data sampai akhir pengambilan data dari 10 orang responden ; MD dengan rata-rata recall 2425.19, kalori dibutuhkan 4288.0, % asupan 56,56 (Defisit berat). NP dengan rata-rata recall 1392.33, kalori dibutuhkan 3275.2, % asupan 42,51 (Defisit Berat). IS dengan rata-rata recall 2015.41, kalori dibutuhkan 2709.5, % asupan 74,38 (Defisit Sedang). MT dengan rata-rata recall 1303.03, kalori dibutuhkan 4021.4, % asupan 32,40 (Defisit berat). FJ dengan rata-rata recall 1669.40, kalori dibutuhkan 3134.4, % asupan 53,26 (Defisit Berat). SK dengan rata-rata recall 1619.90, kalori dibutuhkan 4519.3, % asupan 35,84 (Defisit berat). ZR dengan rata-rata recall 1515.10, kalori dibutuhkan 3425.2, % asupan 44,23 (Defisit Berat). SA dengan rata-rata recall 1596.31, kebutuhan kalori 4104.6, % asupan 38,89 (Defisit berat). RR dengan rata-rata recall 1849.83, kalori dibutuhkan 4051.0, % asupan 45,66 (Defisit berat). MK dengan rata-rata recall 1638.93, kebutuhan kalori 3839.9, % asupan 42,68 (Defisit berat).Dari kategori konsumsi diatas bisa dikatakan bahwa atlet karate pada UKM didalam UNESA yang dalam hal ini tidak diasramakan berkategori defisit berat karena dalam norma yang diambil dari Depkes 1996, <70% tergolong defisit berat 70-79% sedang, 80-89% ringan, 90-119% normal, dan >120% lebih. 2) Besar konsumsi makanan ketentuan kalori/energi per hari oleh atlet karate UKM karate UNESA bisa dikatakan kurang memenuhi dalam mengkonsumsi makanan yang berkalori. 3) Kecakupan kalori/energi konsumsi makanan atlet di UKM Karate UNESA dari perhitungan kuantitatif dinyatakan bahwa kecakupan kalori/energi kurang memenuhi. Kata kunci : Food Recall, Konsumsi Atlet Karate, Kalori makanan
ANALISIS KONDISI FISIK ATLET PUSLATDA JAWA TIMUR CABANG OLAHRAGA GULAT GAYA BEBAS DAN GREGO (PON JAWA BARAT XIX TAHUN 2016) MUHDIR SUKIS WAHYUDI, MUHAMAD; SUBAGIO, IRMANTARA
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pencak silat merupakan salah satu olahraga beladiri prestasi. Teknik, taktik, mental, dan fisik merupakan unsur yang sangat penting dalam olahraga prestasi, sehingga atlet pencak silat perlu mempunyai kemampuan yang baik dalam empat aspek tersebut. Fisik merupakan faktor utama penunjang bagi olahraga beladiri, maka pelatihan dilakukan dengan menyusun program latihan kondisi fisik. Latihan kondisi fisik adalah suatu proses untuk mengembangkan kemampuan yang dilakukan secara sistematis dan ditingkatkan secara berkala untuk meningkatkan atau mempertahankan fisik agar mencapai kemampuan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fisik atlet pencak silat kategori tunggal, ganda, regu putra puslatcab pencak organisasi Tuban yang meliputi kelincahan, kekuatan otot lengan, power otot tungkai, kecepatan, keseimbangan, kelentukan, dan daya tahan. Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Sampel dalam penelitian ini yaitu atlet tunggal, ganda, regu putra puslatcab pencak organisasi Tuban yang berjumlah 6 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi tes kelincahan, tes kekuatan otot lengan, tes power otot tungkai, tes kecepatan, tes keseimbangan, tes kelentukan, dan tes daya tahan. Hasil penelitian didapat bahwa atlet pencak silat kategori tunggal, ganda, regu putra puslatcab pencak organisasi Tuban memiliki rata- rata tingkat kelincahan sebesar 13,01 yang termasuk dalam kategori baik, tingkat kekuatan otot lengan sebesar 30,83 yang termasuk kategori baik sekali, tingkat power otot tungkai sebesar 61,66 yang termasuk kategori baik, tingkat kecepatan sebesar 4,91 yang termasuk kategori kurang, tingkat keseimbangan sebesar 33,66 yang termasuk kategori sedang, tingkat kelentukan sebesar 17,08 yang termasuk kategori baik, tingkat daya tahan sebesar 44,8 yang termasuk kategori sedang. Hal ini berarti atlet perlu meningkatkan kondisi fisik kecepatan, keseimbangan , dan daya tahan. Kata Kunci: Kondisi fisik, Pencak Silat, Tunggal, Ganda, Regu. Abstract Pencak silat is one of the martial art achievement sports. Technique, tactic, mentality, and physical are very important elements in achievement sports, so martial arts athletes must have good abilities in these four aspects. Physical is a major supporting factor for martial art sport, so training is carried out by developing an exercise program of physical condition. Physical condition training is a process to develop skills that are carried out systematically and improved regularly to improve or maintain physical to achieve optimal abilities. The aim of this research is to know the physical condition of pencak silat athletes of single, double, team of pencak silat training center in Tuban covering agility, arm muscle strength, leg muscle power, speed, balance, flexibility, and endurance. This research uses quantitative method with descriptive approach. The sample in this research are single, double, team athletes of pencak organisasi training center in Tuban amounting 6 people. Instruments used in this study include agility test, arm muscle strength test, leg muscle power test, speed test, balance test, flexibility test, and endurance test. The result of the research shows that the athletes of pencak silat category of single, double, team pencak organisasi training center in Tuban have the average of agility level is 13,01 including in good category, level of arm muscle strength is 30,83 including good category, level of leg muscle power is 61.66including in medium category, level of speed is 4.91 including into less category, level of the balance is 33.66 including in the medium category, the level of flexibility is 17.08 including into good category, level of endurance is 44, 8 including into medium category. This means that athletes need to improve the physical conditions of speed, balance, and endurance. Keywords: Physical Condition, Pencak Silat, Single, Double, Team.
ANALISIS PELATIH FUTSAL DALAM MENJALANKAN COACHING PROCESS LATIHAN TEKNIK DI ESPIRITO FUTSALISMO U16 DAN MURSYID EFFENDI FUTSAL AKADEMI U16 FEBRIANSYAH, AFDOL; AGUS PRIANTO, DAVID
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakCabang olahraga Futsal merupakan salah satu cabang olahraga yang sangat digemari di Surabaya. Terbuktidengan melimpahnya usaha jasa sewa lapangan dan banyak pula akademi Futsal yang berdiri di Surabaya. Denganadanya akademi Futsal, maka dibutuhkan pula sosok pelatih yang dapat melatih para pemain yang ada di akademiFutsal tersebut. Tidak sembarang orang dapat melatih dengan baik. Dari segi teknis, pelatih yang baik adalah pelatihyang bisa membuat pemain paham tentang apa yang dilatihnya. Dan cara pelatih untuk dapat membuat pemainnyamudah paham yaitu dengan melakukan coaching process dengan baik. Coaching process merupakan salah satu materiyang diajarkan pada pelatih saat mengikuti lisensi pelatih Futsal level 1 Nasional yang dimana isinya mencakup hal-haldetail dari sebelum latihan sampai selesai latihan. Penting bagi pelatih akademi untuk bisa menjalankan coachingprocess dengan baik karena berpengaruh pada tingkat kepemahaman pemainnya. Dari hal tersebut saya berinisiatifuntuk melakukan penelitian tentang coaching process latihan teknik pada pelatih di Espirito Futsalismo U16 danMursyid Effendi Futsal Akademi U16.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskrtiptif. Hasil penelitian telahdilakukan dengan proses pengamatan dan wawancara terhadap objek yang diteliti (pelatih akademi). Berdasarkan hasilpengamatan dengan menggunakan instrumen penilaian coaching process, total nilai yang diperoleh dari dua pelatihakademi yang menjadi objek penelitian tersebut adalah mendapat predikat ?Cukup Baik? dalam hal melatih.Kata kunci : coaching process, akademi, pelatih Futsal.AbstractFutsal is one of the most popular sports in Surabaya. Proven by the abundance of field rental services andmany Futsal academies that stands in Surabaya. With the Futsal academy, then we need a coach who can train theplayers in the Futsal academy. Not just anyone can train be well. From a technical perspective, a good coach is a coachwho can make players understand what they are train. And how to train to be able to make the player easy to undertandis by doing the coaching process be well. The coaching process is one of the materials taught to the trainer whenfollowing the coaching course level one nation, where the contents include the details from before training until the endof training. It?s important for coaches at the academy to be able to run the coaching process be well, because it affectsthe level of understanding of the players. From this I took the initiative to conduct research the basic training coachingprocess on coach who train at the Espirito Futsalismo U16 and Mursyid Effendi Futsal Academy U16This study used qualitative research methods with a descriptive approach. The result of the research have beencarried out with the process of observing and interviewing the object under study (academy coach). Based onobservations using assessment instruments of the coaching process, the total value obtained from the two academycoaches who became the objects of the research was to get a pretty good predicate in terms of training.Keywords : coaching process, academy, Futsal coach.1
ANALISIS KONDISI FISIK ATLET BULUTANGKIS KATEGORI REMAJA PADA KLUB PERSATUAN BULUTANGKIS GALAXY SIDOARJO FIDDININA, NADIA; PURNOMO, MOCHAMAD
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bulutangkis adalah olahraga individual, dapat dilakukan secara tunggal dan ganda, berdiri pada lapangan berlawanan dan dibatasi net dan menggunakan raket sebagai alat pemukul dan shuttlecock sebagai objek pukul. Kondisi fisik adalah salah satu kesatuan yang utuh dari komponen-komponen yang tidak dapat dipisahkan begitu saja, baik peningkatan maupun pemeliharaannya. Analisis kondisi fisik yang diperlukan untuk pemain bulutangkis, selain tingkat kemampuan tehnik dan mental yang baik, maka unsur-unsur seperti kekuatan, kelincahan, kecepatan harus dibina. Peran kondisi fisik digunakan untuk mendukung pencapaian prestasi olahraga.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai komponen kondisi fisik yang dimiliki atlet bulutangkis galaxy Sidoarjo kategori remaja. Dengan mengetahui besarnya kekuatan otot lengan, kekuatan otot tungkai, daya tahan, kelincahan, dan kecepatan. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan dasar dalam mengetahui hasil kondisi fisik pada atlet persatuan bulutangkis galaxy Sidoarjo.Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, yaitu menggambarkan apa yang terjadi sebagaimana mestinya pada saat penelitian dilakukan secara sistematis fakta dan karakteristik objek yang diteliti secara tepat, menggunakan metode angka, melalui dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan data hasilnya, untuk mendeskripsikan observasi suatu objek dimana bilangan menjadi bagaian dari pengukuran. Penelitian ini dilakukan berdasarkan data yang diperoleh dari 8 subjek atlet bulutangkis galaxy Sidoarjo.Dari data penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa hasil dari tes yang sudah dilakukan pada atlet persatuan bulutangkis galaxy Sidoarjo kategori remaja pada kekuatan otot lengan mayoritas masuk dalam kategori Baik. Pada kekuatan otot tungkai masuk dalam kategori Sedang. Pada daya tahan masuk dalam kategori Sedang dan Baik. Pada kelincahan masuk dalam kategori Baik. Pada kecepatan lari 30m masuk dalam kategori Sedang dan Baik.
PENGARUH LATIHAN DROP JUMP DAN HALF SQUAT JUMP TERHADAP PENINGKATAN POWER TUNGKAI FIRMA DHITA, ALISHA; PURNOMO, MOCHAMAD
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Plyometric merupakan jenis latihan yang menggunakan stretch shortening cycle dari musculotendonius yang menggunakan otot eccentric dilanjutkan dengan concentric. Plyometric sering disebut dengan stretch shortening drills, stretch strengthening drills atau reactive neuromuscular, dalam latihan plyometric membutuhkan latihan strength dan power dengan kecepatan dalam latihan. Dalam penelitian ini model latihan plyometric yang digunakan yaitu drop jump dan half squat jump. Penelitian ini mempunyai tujuan yaitu mengetahui berapa persentase pengaruh latihan drop jump terhadap peningkatan power tungkai, berapa persentase pengaruh latihan half squat jump terhadap peningkatan power tungkai, dan mengetahui latihan manakah yang lebih baik antara latihan drop jump dan half squat jump terhadap power tungkai. Metode penelitian ini adalah penelitian kategori kuantitatif dengan metode eksperimen semu, dikarenakan ada hubungan sebab akibat antara 2 variabel namun tidak menggunakan kelompok kontrol. Pendekatan penelitian ini menggunakan desain two group pretest-posttest design. Sampel yang digunakan adalah 30 siswa putra kelas X SMAN 17 Surabaya yang terbagi menjadi 2 kelompok dengan menggunakan teknik ordinal pairing berdasarkan hasil pretest. Teknik pengumpulan data menggunakan tes vertical jump dengan alat Jump MD untuk mengetahui power tungkai dari masing-masing sampel. Penelitian dilakukan selama 6 minggu dengan frekuensi 3 kali latihan dalam seminggu. Hasil penelitian drop jump berdasarkan hasil paired sample test sig. (2-tailed) 0,000 ? 0,05 menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan hasil latihan drop jump terhadap power tungkai, sedangkan hasil persentase peningkatan power tungkai latihan drop jump sebesar 27,75%. Hasil penelitian half squat jump berdasarkan paired sample test sig. (2-tailed) 0,000 ? 0,05 menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan hasil latihan half squat jump terhadap power tungkai, sedangkan hasil persentase peningkatan power tungkai latihan half squat jump sebesar 9,93%. Terdapat perbedaan antara drop jump dan half squat jump berdasarkan hasil uji t independent sampel didapatkan hasil sig (2-tailed) 0,047 ? 0,05. Kesimpulan latihan yang lebih baik antara drop jump dan half squat jump adalah latihan drop jump. Kata kunci : pengaruh , latihan drop jump, latihan half squat jump, power tungkai
PENGARUH LATIHAN OVERHEAD TRICEP EXTENSION RESISTANCE BAND DAN OVERHEAD TRICEP EXTENSION DUMBELL TERHADAP POWER LENGAN JANNAH, SAMROTUL; PURNOMO, MOCHAMAD
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Power merupakan salah satu komponen kondisi fisik yang sangat penting untuk menunjang kekuatan dan kecepatan dalam cabang olahraga karena power merupakan kemampuan otot untuk mengeluaran kekuatan maksimal dalam waktu yang sangat singkat. Ketika seseorang memiliki kekuatan dan kecepatan yang baik maka kemungkinan besar akan memiliki power yang baik pula. Untuk mendapatkan power yang lebih baik dapat ditingkatkan dengan cara latihan yang terstruktur, terprogram dan disiplin. Penelitian ini bertujuan untuk mencari jawaban dari rumusan masalah, yaitu berapa persentase pengaruh latihan overhead tricep extension resistance band terhadap power lengan, berapa persentase latihan overhead tricep extension dumbell terhdap power lengan, latihan manakah yang lebih baik antara latihan overhead tricep extension resistance band dan latihan overhead tricep extension dumbell terhadap power lengan. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen. Pendekatan dalam penelitian ini adalah none equivalent (pretest and post-test) control group design. Sasaran penelitian sebanyak 30 siswa SMK YAPALIS Krian yang dibagi menjadi 2 kelompok dengan menggunakan teknik ordinal pairing dalam pembagian kelompoknya. Teknik pengumpulan data menggunakan two hand medicine ball put untuk mengetahui power lengan dari setiap masing-masing siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelompok latihan overhead tricep extension resistance band terdapat peningkatan yang dapat dilihat pada persentase peningkatan sebesar 27,4% dan kelompok latihan overhead tricep extension dumbell juga terdapat peningkatan 10,9%. Dari uji t didapatkan nilai signifikansi 0,016 yang artinya terdapat perbedaan pengaruh latihan overhead tricep extension resistance band dan latihan overhead tricep extension dumbel. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa latihan overhead tricep extension resistance band lebih baik dibandingkan latihan overhead tricep extension dumbell terhadap power lengan. Kata kunci : pengaruh, latihan overhead tricep extension resistance band, latihan overhead tricep extension dumbell, power lengan