cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Prestasi Olahraga
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 408 Documents
PENGARUH LATIHAN JUMP TO BOX DAN DOUBLE LEG HOP PROGRESSION TERHADAP PENINGKATAN POWER KAKI DAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI OKTADIANTO NUGROHO, BAYU; PURNOMO, MOCHAMAD
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKJump To Box dan Double Leg Hop Progression merupakan salah satu latihan yang digunakan untuk meningkatkan tingggi loncatan. Pada penelitian ini latihan Jump To Box dan Double Leg Hop Progression digunakan untuk meningkatkan power kaki dan kekuatan otot tungkai. Rumusan masalah pada peneltian ini adalah untuk mengetahui berapa persen pengaruh latihan Jump To Box dan Double Leg Hop Progression terhadap peningkatan power kaki dan kekuatan otot tungkai pada tim bola basket. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif eksperimen.Sasaran penelitian yaitu atlet ekstrakulikuler tim bola basket putra SMK Negeri 3 Probolinggo usia 15-18 tahun yang berjumlah 20 orang dan dibagi menjadi 2 kelompok dengan menggunakan Randomized Control Group Pre-test and Post-test Design. Teknik pengumpulan data menggunakan test Jump MD dan Leg Dynamometer. Hasil penelitian menggunakan perhitungan statistik Uji t Paired Sample T-Test, diketahui bahwa kelompok latihan Jump To Box memiliki pengaruh terharap peningkatan power kaki dikarenakan hasil Sig. (2-tailed) 0,005<?=0,05 sedangkan kekuatan otot tungkai hasil Sig. (2-tailed) 0,003<?=0,05 dan kelompok latihan Double Leg Hop Progression memiliki pengaruh terhadap peningkatan power kaki dikarenakan hasil Sig. (2-tailed) 0,018<?=0,05 sedangkan kekuatan otot tungkai hasil Sig. (2-tailed) 0,005<?=0,05. Dapat disimpulkan bahwa latihan Jump To Box dan Double Leg Hop Progression memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan power kaki dan kekuatan otot tungkai. Data peningkatan power kaki kelompok latihan Jump To Box memiliki persentase 14,7% sedangkan kekuatan otot tungkai memiliki persentase 28,7% , dan untuk peningkatan power kaki kelompok latihan Double Leg Hop Progression memiliki persentase 8,8% sedangkan kekuatan otot tungkai memiliki persentase 60,1%. Kata kunci : Pengaruh, Jump To Box, Double Leg Hop Progression, Power kaki, Kekuatan otot tungkai
PERBANDINGAN ANTROPOMETRI ATLET GULAT GAYA BEBAS DAN GAYA GREGO PUSLATDA JAWA TIMUR PRAYOGO, IMAM; JATMIKO, TUTUR
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PERBANDINGAN ANTROPOMETRI ATLET GULAT GAYA BEBAS DAN GAYA GREGO ROMAN PUSLATDA JAWA TIMUR IMAM PRAYOGO Mahasiswa S-1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Fakultas Ilmu Olahraga, Universitas Negeri Surabaya E-Mail : bonjol928@gmail.com TUTUR JATMIKO, S.Pd., M.Kes. Dosen S-1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Fakultas Ilmu Olahraga, Universitas Negeri Surabaya E-Mail: Abstrak Di zaman modern banyak orang yang tertarik dengan olahraga. karena disamping olahraga dapat menyenangkan dan dapat menghilangkan stres. olahraga juga dapat menyehatkan tubun dan tubuh menjadi bugar. banyak macam olahraga yang populer di zaman sekarang seperti olahraga permainan, individu, beladiri, aquatik, dan lintasan. Dalam dunia olahraga dikenal dengan beberapa cabang olahraga beladiri salah satunya adalah gulat, cabang olahraga yang dilengkapi dengan peraturan dan dipatuhi oleh pesertanya. Olahraga gulat memiliki beberapa macam kategori teknik yaitu: teknik-teknik tangkapan, teknik bantingan, dan teknik gulungan. Dalam olahraga gulat terdapat dua kategori gaya bertanding yaitu gaya bebas dan gaya grego. Dalam olahraga gulat ada beberapa faktor pendukung kesuksesan atlet salah satunya adalah antropometri, Antropometri adalah ilmu yang mempelajari pengukuran dimensi tubuh manusia (ukuran, berat, volume, dan panjang) dan karakteristik khusus dari tubuh seperti ruang gerak. Antropometeri yang diteliti meliputi massa otot lengan, massa otot kaki, massa lemak, tinggi badan dan berat badan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan memperoleh data skunder dari KONI Jawa Timur pada PON Jawa Barat 2016. Rata-rata massa otot lengan kanan atlet gulat gaya bebas 2,06 dan atlet gulat gaya grego 2,06 , rata-rata massa otot lengan kiri atlet gulat gaya bebas 2,04 dan atlet gulat gaya grego 1,94 maka atlet gulat gaya bebas lebih baik dari pada gaya grego dengan selisih 0,12, rata-rata massa otot kaki kanan atlet gulat gaya bebas 6,26 dan gaya grego 6,02 maka massa otot kaki kanan gulat gaya bebas lebih kuat dari pada gaya grego dengan selisih 0,24, rata-rata massa otot kaki kiri atlet gulat gaya bebas 6,26 dan gulat gaya grego 5,84 maka massa otot kaki kiri atlet gulat gaya bebas lebih kuat dari gaya grego dengan selisih 0,42, rata-rata massa lemak atlet gulat gaya bebas 6,69 kg dan gaya grego 8,71 maka massa lemak atlet gulat gaya bebas lebih rendah dari pada atlet gulat gaya grego dengan selisih 2,02, rata-rata tinggi badan atlet gulat gaya bebas 1,68 dan gaya grego 1,66 maka atlet gaya bebas memiliki rata-rata lebih tinggi dengan selisih 0,02, rata-rata berat badan atlet gulat gaya bebas 71,57dan gaya grego 70,86 maka atltet gulat gaya bebas lebih berat dari faya frefo dengan selisih 0,71, rata-rata indeks massa tubuh atlet gulat gaya bebas 25,16 dan gaya grego 25,37 maka atlet gulat gaya bebas lebih rendah dari atlet gulat gaya grego dengan selisih 0,21. Hasil pengolahan data yang diperoleh dari KONI Jawa Timur bahwa semua hasil yang diperoleh atlet gulat gaya bebas lebih baik dari pada massa otot atlet gulat gaya grego. Kata kunci: gulat,gaya bertanding, antropometri Abstract In modern times many people are interested in sports. because besides exercise can be fun and can relieve stress. exercise can also be healthy for the body and the body becomes fit. many types of sports are popular in the present era such as sports, individual, martial arts, aquatics, and trajectory. In the world of sports known as a number of martial arts sports, one of them is wrestling, a sport that is equipped with regulations and obeyed by its participants. Wrestling sports have several categories of techniques, namely: catching techniques, kickback techniques, and roll techniques. In wrestling there are two categories of competing styles, namely freestyle and grego style. In wrestling sports there are several supporting factors for athlete success, one of which is anthropometry, Anthropometry is the study of measurements of human body dimensions (size, weight, volume, and length) and special characteristics of the body such as space. The anthropometry studied included arm muscle mass, leg muscle mass, fat mass, height and weight. This research uses quantitative descriptive method by obtaining secondary data from KONI East Java in West Java PON 2016. Average muscle mass of freestyle athlete wrestling right arm 2.06 and grego style wrestling athlete 2.06, average left arm muscle mass freestyle wrestling athletes 2.04 and grego style wrestling athletes 1.94 then freestyle wrestling athletes are better than grego style with a difference of 0.12, the average freestyle athlete wrestling 6.43 muscle mass and grego 6 style , 02 the freestyle wrestling right leg muscle mass is stronger than the grego style with a difference of 0.24, the average muscle mass of the left leg wrestling athlete of the freestyle 6.26 and grego style wrestling 5.84, the muscle mass of the wrestling athletes left leg freestyle is stronger than grego style with a difference of 0.42, the average fat mass of freestyle wrestling athlete 6.69 kg and grego style 8.71, the fat mass of freestyle wrestling athletes is lower than grego style wrestling athletes with a difference of 2 , 02, the average freestyle wrestling athlete height is 1.68 and g if the grego is 1.66, the freestyle athlete has a higher average of 0.02 difference, the average freestyle athlete body weight 71.57 and the grego style 70.86, then the freestyle wrestling weight is heavier than the frefo mode with the difference 0.71, the average body mass index of freestyle wrestling athletes 25.16 and grego style 25.37, freestyle wrestling athletes are lower than grego style wrestling athletes with a difference of 0.21. The results of processing data obtained from KONI East Java that all the results obtained by freestyle wrestling athletes were better than the grego style wrestling athletes muscle mass. Keywords: wrestling, competing style, anthropometry.
PENGARUH LATIHAN BARBELL SQUAT DAN BARBELL DEADLIFT TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI ATLET GULAT KABUPATEN TUBAN MUSTOFA, MISBAHKUL; JATMIKO, TUTUR
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PENGARUH LATIHAN BARBELL SQUAT DAN BARBELL DEADLIFT TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI ATLET GULAT KABUPATEN TUBAN Nama : Misbahkul Mustofa NIM : 15060474026 Program Studi : S1 Jurusan : Pendidikan Kepelatihan Olahraga Fakultas : Fakultas Ilmu Olahraga Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Tutur Jatmiko, S.Pd., M.Kes Gulat merupakan olahraga prestasi yang dilakukan oleh dua orang yang saling menjatuhkan atau membanting, menguasai, dan mengunci lawannya dalam keadaan terlentang dengan menggunakan teknik yang benar sehingga tidak membahayakan. Tercapainya prestasi dalam olahraga gulat membutuhkan beberapa faktor diantaranya adalah fisik, teknik, taktik, dan mental. Dalam penelitian ini mengkaji tentang seberapa besar peningkatan kekuatan otot tungkai dengan metode latihan barbell squat dan barbell deatlift. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh latihan barbell squat dan barbell deadlift terhadap peningkatan kekuatan otot tungkai atlet gulat Kabupaten Tuban. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif eksperimen. Sampel penelitian ini adalah 20 atlet gulat Kabupaten Tuban laki-laki kelompok umur junior (16-21) tahun dan terbagi menjadi 2 kelompok. Penelitian ini dilakukan selama 6 minggu dengan frekuensi 3 hari dalam seminggu. Hasil penelitian ini menggunakan bantuan aplikasi statistik SPSS 22.0 dengan hasil Sig. (2-tailed) 0,004 < 0,05 ada pada latihan barbell squat dan Sig. (2-tailed) 0,001 < 0,05 pada kelompok barbell deadlift. Peningkatan presentase kelompok barbell squat dari pretest ke posttest adalah 8,3% dan peningkatan presentase kelompok barbell deadlift dari pretest ke posttest adalah 4,2%. Kesimpulan dari keseluruhan tes menunjukkan adannya peningkatan kekuatan dan latihan barbell squat lebih baik dalam meningkatkan kekuatan otot tungkai atlet gulat Kabupaten Tuban. Kata kunci: Gulat, Barbell squat, Barbell deadlift, Kekuatan otot tungkai.ABSTRACTTHE EFFECT OF EXERCISE BARBELL SQUAT AND BARBELL DEADLIFT ON INCREASING THE STRENGTH OF THE MUSCLE ATLET STAINLESS IN TUBAN DISTRICTName : Misbahkul MustofaSRN : 15060474026Study Program : S1Department : Sports Coaching EducationFaculty : Faculty of Sports ScienceInstitute Name : Surabaya State UniversityAdvisor : Tutur Jatmiko, S.Pd., M.Kes.Wrestling is an achievement sport carried out by two people who drop or slam each other, master, and lock their opponents in a supine state by using the right techniques so that they are not harmful. Achieving achievements in wrestling requires a number of factors including physical, technical, tactical and mental. In this study we examined how much increased leg muscle strength with the barbell squat training method and deatlift barbell. The purpose of this study was to determine whether there was an effect of barbell squat exercises and deadlift barbells on increasing the strength of limb muscles in wrestling athletes in Tuban Regency. The method used in this research is quantitative experiments . This sampel study was 20 athletes wrestling Tuban District graying male junior age group ( 16-21 ) years and is divided into 2 groups.This research was conducted for 6 weeks with a frequency of 3 days a week. The results of this study used the help of the SPSS 22.0 statistical application with the results of Sig. (2-tailed) 0.004 <0.05 in barbell squat training and Sig. (2-tailed) 0.001 <0.05 in the deadlift barbell group . The increase in the percentage of the barbell squat group from pretest to posttest was 8.3% and the percentage increase in the barbell deadlift group from pretest to posttest was 4.2%. The conclusion of the whole test shows that there is an increase in strength and exercise of barbell squat better in increasing the strength of leg muscles in wrestling athletes in Tuban Regency.Keywords : Wrestling, Barbell squat, Barbell deadlift, Leg muscle strength
PERBANDINGAN KEBUTUHAN KALORI SENAM AEROBIK MIX IMPACT SELAMA 30 MENIT DENGAN BEAT MUSIK 96 BPM DAN 88 BPM PADA ANGGOTA UKM SENAM AEROBIK UNESA ARIFIYANTO, HANIF; JAYADI, IKA
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Latihan aerobik adalah latihan yang penggunaan sistem energinya memerlukan oksigen. Senam aerobik merupakan kegiatan yang sistem energinya memerlukan oksigen sebagai pembakar kalori. Senam aerobik harus masuk pada zona latihan yakni 60% - 90% denyut nadi maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan jumlah kalori yang dikeluarkan melalui senam aerobik selama 30 menit dengan 2 beat musik yang berbeda. Sehingga dapat diketahui beat musik manakah yang lebih besar mengeluarkan kalori. Metode penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Sasaran penelitan adalah 10 anggota UKM Senam Aerobik Unesa yang berusia 19-22 tahun yang bukan berasal dari Fakultas Ilmu Olahraga. Penelitian dilakukan dilakukan di tempat senam SSFC Unesa Lidah Wetan. Dari data yang diperoleh maka simpulan rata-rata jumlah kalori yang dikeluarkan yakni beat musik 96 BPM sebesar 265,7 Kkal dan jumlah rata-rata kalori yang dikeluarkan menggunkakan beat musik 88 BPM sebesar 229,8 Kkal. Hasil uji T tidak berpasangan diperoleh nilai sig (2-tailed) nilai signifikan 0.033<0.05 yang artinya terjadi perbedaan yang signifikan antara responden yang melakukan senam aerobik selama 30 menit menggunakan beat musik 88 bpm dengan responden yang melakukan senam aerobik selama 30 menit menggunakan beat musik 96 bpm. Kata Kunci :Senam aerobik, Kalori. Abstract Aerobic exercise is an exercise that requires an oxygen in its system energy. Aerobic exercise is an activity that the system energy needs an oxygen as a burner calorie. Aerobic exercise has entered on exercise zone that is 60% - 90% the maximum of heart pulse. This study aims to know the comparison of calories amount that pull out from aerobic exercise during 30 minutes with two different music beats. So, it can be identified which music beat that has great ability to pull out the calorie. This study method is descriptive quantitative. The subject of this study is taken from ten members of Unesas aerobic group. The members are taken from 19-22 years old who not comes from the Faculty of Science Sport. This study is conducted at the SSFC gym on Unesa Lidah Wetan. From the data has collected, the researcher identified the result. First, the average of calorie amount that pulled out from 96 BPM music beat is 265,7 Kkal. Second, the average of calorie amount that pulled out from 88 BPM is 229,8 Kkal. An unpaired T test, the sig (2-tailed) value was obtained as a significant value of 0.033 <0.05, which means that there was a significant difference between 30 minutes of aerobics using 88 bpm music with 30 minutes of respondents taking aerobic exercise using beat 96 bpm music. Keywords: Aerobic exercise, calory
EFEKTIVITAS TEKNIK KOMITE DAN RANDORI KELAS B SENIOR PUTRA CABANG OLAHRAGA JU-JITSU DI KEJUARAAN JU-JITSU UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO ANTAR DOJO KE-VII SE-INDONESIA 2018 ROMANSYAH, WAHYU; ISMALASARI, RINI
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kejuaraan Ju-jitsu Universitas Muhammadiyah Ponorogo antar dojo ke-VII se-Indonesia di Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Pertandingan tersebut mempertandingkan kategori senior putra kelas A, B, C, D, E, F, G, senior putri kelas A, B, C, D, E, F, G, junior putra kelas A, B, C, D, E, F, junior putri kelas A, B, C, D, E, F, G, regular putra kelas A, B, C, D, E, F, regular putrid kelas A, B, C, D, E, F tingkat nasional. Teknik pada ju-jitsu ada komite berupa tangkisan dan tendangan serta teknik randore berupa bantingan dan kuncian. Sasaran teknik komite diatas kemaluan hingga dibawah leher, sasaran teknik randori apabila membanting lawan sesuai ketentuan teknik dan kuncian masuk bila lawan tidak bisa bangkit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat efektivitas teknik komite dan randori kelas B senior putra yang berjumlah 13 peserta. Hasil penelitian ini adalah teknik komite lebih efektiv dibandingkan teknik randori pada kelas B senior putra dengan perolehan poin pukulan 26 kali dengan persentase 35,50%, poin tendangan 30 kali dengan persentase 37,50%, sedangkan perolehan poin masuk pada teknik randore lebih sedikit yaitu poin bantingan 16 kali dengan persentase 20%, poin kuncian 8 kali dengan persentase 10%, jumlah total teknik komite di seluruh babak sebanyak 56 kali dengan total efektivitas 70%, jumlah total teknik randori di seluruh babak sebanyak 24 kali dengan total efektivitas 30%. Kata Kunci : Efektivitas, Ju-Jitsu, Komite, Randori. ABSTRACT Championship Muhammadiyah University of Ponorogo Between Dojo the Seventh Championship as Indonesia at Muhammadiyah University of Ponorogo. The match represents the senior male categories of class A, B, C, D, E, F, G, senior female categories of class A, B, C, D, E, F, G, junior male categories of class A, B, C, D, E , F, junior female categories of class A, B, C, D, E, F, G, regular male categories of class A, B, C, D, E, F, regular female categories of class A, B, C, D, E, F nationa grade. Techniques on ju-jitsu there are komite in the form of punch and kicks and randore techniques in the form of takedown and locks. The technical targets of the komite above the genitals to the bottom of the neck, target randori technique when slamming the opponent in accordance with technical provisions and locks in when the opponent can not rise. The purpose of this study is to determine the level of effectiveness of technical komite and randori class B male senior which amounted to 13 participants. The result of this research is the effectiveness of komite technique rather than the technique of randori in the class B male senior with the acquisition of 26 punch points with the percentage of 35.50%, the kick point 30 times with the percentage of 37.50%, while the gain points on the randore technique is takedown points 16 times with percentage of 20%, locking points 8 times with percentage of 10%, the total number of komite techniques throughout the round counted 56 times with a total effectiveness of 70%, the total number of randori techniques throughout the round counted 24 times with a total effectiveness of 30%. Keywords: Effectiveness, Ju-Jitsu, Komite, Randori.
ANALISIS KONDISI FISIK SISWA SMAN 1 KOTA MOJOKERTO ILHAM AGUNG P, MOCHAMAD
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis kondisi fisik siswa berprestasi SMAN 1 Kota Mojokerto. Kondisi fisik meliputi daya tahan otot lengan, kecepatan, daya tahan aerobic, kelentukan, kelincahan.
ANALISIS PEMBINAAN PRESTASI OLAHRAGA TENIS LAPANGAN DI KABUPATEN SAMPANG TAHUN 2018 SYUKRON, AKHMAT; KHAMIDI, AMROZI
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Sport is one form of activity in the quality of Indonesian people that is directed at the formation of character and personality, high discipline and sportsmanship, and improvement in achievement that can increase a sense of national pride. In fostering the achievements of tennis sports Training and coaching of Tennis Courts which is a form of effort to create outstanding players. This study discusses the discussion of the achievements of field tennis sports in Sampang Regency in 2018 This type of research is qualitative research. Techniques for analyzing data using interviews. The research sample was 1 person Ikhsan had been a coach and caretaker for many years in the best field tennis in Sampang. The data analysis technique used in this study is a qualitative method which is intended as a research that produces descriptive data consisting of written words from people and those analyzed. The research results obtained in terms of selecting athletes by providing information about the holding of a traffic tennis championship in Sampang Regency, and information provided throughout schools, tennis clubs, institutions to attract participants (prospective tennis athletes in Sampang Regency) for training to support the program exercises such as comprehensive, proportional, building evidence. The facilities and infrastructure owned by PELTI in Sampang Regency are only one field More about further research More about developing research on fostering achievements in the field of tennis sports. Keywords: achievement coaching, tennis, coaches, athletes
KARAKTERISTIK PERMAINAN BOLAVOLI GRAND FINAL LIVOLI DIVISI UTAMA PUTRA TAHUN 2018 MAGETAN JAWA TIMUR AZZAKY, AINUZZAMI; IRSYADA, MACHFUD
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bolavoli merupakan olahraga permainan atau tim yang dilakukan oleh 6 orang pemain setiap tim, dikarenakan olahraga ini adalah olahraga beregu yang menyatukan 6 orang pemain yang memiliki tugas masing-masing dalam setiap tim makadalam olahraga ini setiap tim memiliki ciri khas atau karakteristik permainan yang berbeda-beda antara satu tim dengan tim lainnya, dikarenakan setiap tim memiliki individu pemain dengan tekhnik permainan yang berbeda beda, maka dari itu dalam penilitian ini mengkaji tentang karakteristik permainan bolavoli tim putra livoli divisi utama putaran grand final. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik permainan seperti apa yg dimainkan oleh kedua tim yang bertanding pada livoli divisi utama pada putaran grand final yang diselenggarakan di Gor Ki Mageti Magetan Jawa Timur Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif non eksperimen. Sampel penelitian ini adalahtim putra livoli yang masuk grand final. Penelitian ini dilakukan selama 1 hari pada saat putaran grand final. Hasil penelitian ini menggunakan bantuan aplikasi statistic SPSS 23 Hasil dari penelitian ini ditemukan adanya perbedaan karakteristik permainan antara kedua timdari segi ketrampilan bermain meliputi service, receive, attack, block, toss, dan dig. Kesimpulan dari keseluruhan menunjukkan adannya perbedaan karakteristik permainan antara timSurabaya Bhayangkara Samator dan tim Indomaret dari segi service, receive, attack, block, toss, dan dig. Kata kunci : Bolavoli, karakteristik, service, receive, attack, block, toss,dig
PENGARUH LATIHAN BARBELL BACK SQUAT TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI ATLET ANGKAT BESI BOJONEGORO IVAN ADITYA PRATAMA, MOCHAMMAD; JATMIKO, TUTUR
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angkat Besi adalah-suatu cabang-olahraga-yang mengandalkan kekuatan untuk mengangkat bahan dari besi. Tercapainya prestasi dalam cabang olahraga angkat besi membutuhkan-beberapa aspek penting diantaranya adalah fisik, teknik, taktik, dan-mental. Dalam penelitian ini mengkaji tentang seberapa besar peningkatan-kekuatan-otot-tungkai-dengan-metode-latihan-barbell-back-squat. Tujuan dari-penelitian ini-adalah untuk-mengetahui apakah ada pengaruh latihan barbell back squat-terhadap peningkatan-kekuatan-otot-tungkai-atlet angkat besi Bojonegoro. Metode yang digunakan-dalam penelitian ini-adalah kuantitatif eksperimen. Sampel penelitian -berjumlah 7 atlet angkat besi laki-laki kelompok umur-junior (15-21) tahun dan terbagi menjadi 1 kelompok. Penelitian ini dilakukan selama 6 minggu dengan-frekuensi-3-hari-latihan dalam seminggu. Hasil penelitian ini-diolah-menggunakan bantuan aplikasi statistik SPSS 22.0 dengan hasil Sig. (2-tailed) 0,002 < 0,05 pada latihan barbell back squat. Peningkatan presentase-kelompok barbell back squat dari pretest ke posttest adalah 3,12%. Kesimpulan dari keseluruhan tes menunjukkan adannya peningkatan-kekuatan-otot-tungkai-dari-atlet-angkat-besi Bojonegoro yang signifikan-setelah-diberikan latihan-barbell-back-squat. Kata-kunci: Angkat-Besi, Barbell back squat, Kekuatan-otot-tungkai.
PERBANDINGAN KONDISI FISIK EKSTRAKURIKULER BOLA BASKET PUTRA DI SMAN PACET KABUPATEN MOJOKERTO DAN SMAN 1 KOTA MOJOKERTO DITINJAU DARI PRESTASI YANG DIRAIH RACHMAWATIN HIDAYAH, MAULIYA; HERDYANTO, YONNY
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PERBANDINGAN KONDISI FISIK EKSTRAKURIKULER BOLA BASKET PUTRA DI SMAN PACET KABUPATEN MOJOKERTO DAN SMAN 1 KOTA MOJOKERTO DITINJAU DARI PRESTASI YANG DIRAIH Nama : Mauliya Rachmawatin Hidayah NIM :15060474048 Program Study :S-1 Jurusan :Pendidikan Kepelatihan Olahrga Fakultas : Fakultas Ilmu Olahraga Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing :Dr. Oce wiriawan, M.Kes Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi adanya perbedaan kondisi fisik yang terfokus pada tingkat daya tahan VO2Max, kecepatan, kelincahan, dan power otot tungkai pada siswa ekstrakurikuler bola basket putra di SMAN Pacet dan SMAN 1 Kota Mojokerto. Selain itu sebagai bahan evaluasi antar kedua sekolah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswaekstrakurikuler basket putra di SMAN Pacet terdapat perbedaan dari siswa ekstrakurikuler basket putra SMAN 1 Kota Mojokerto dalam daya tahan VO2Max, kecepatan, power, kelincahan. Ada perbedaan dan rentang rata-rata daya tahan VO2Max antara siswa ekstrakurikuler basket putra di SMAN Pacet dan SMAN 1 Kota Mojokerto sebesar 9.2917 menit. Perbedaan rentang rata-rata kecepatan antara siswaekstrakurikuler basket putra di SMAN Pacet dan SMAN 1 Kota Mojokerto sebesar 3.5 detik. Perbedaan rentang rata-rata power antara siswa ekstrakurikuler basket putra di SMAN Pacet dan SMAN 1 Kota Mojokerto sebesar 4.4816cm. perbedaan dan rentang rata-rata kelincahan antara siswa ekstrakurikuler basket putra di SMAN Pacet dan SMAN 1 Kota Mojokerto sebesar 1.3025detik. perbedaan tingkat kondisi fisik antara Ada perbedaan dan rentang rata-rata powerantara siswaekstrakurikuler basket putra di SMAN Pacet dan SMAN 1 Kota Mojokerto sebesar 4.4816cm. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan kondisi fisik antara siswa ekstrakurikuler basket putra di SMAN Pacet dan SMAN 1 Kota Mojokerto. Siswa ekstrakurikuler basket putra di SMAN Pacet memiliki tingkat daya tahan VO2Max , power yang lebih baik dari siswa ekstrakurikuler basket putra di SMAN Pacet dan SMAN 1 Kota Mojokerto. Sedangkan siswa ekstrakurikuler basket putra di SMAN Pacet dan SMAN 1 Kota Mojokerto memiliki tingkat daya tahan kecepatan, kelincaahan yang lebih baik dari siswaekstrakurikuler basket putra di SMA Pacet. Kata kunci : Tingkat Daya Tahan Vo2Max, Kecepatan, kelincahan, dan power.