cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Prestasi Olahraga
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 408 Documents
PERBANDINGAN LATIHAN PLYOMETRIC CLAPPING PUSH-UP DAN WALL DIPS TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN DAYA LEDAK OTOT LENGAN PARKATISI PARKOUR SURABAYA FIKRI WISANGGENI, ARASWENDRA; JANUARUMI MARHAENDRA, FRANSISCA
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTTHE COMPARISON OF EXERCISE OF PUSH-UP PLYOMETRIC CLAPPING AND WALL DIPS ON ENHANCEMENT OF POWER STRENGTH IN MUSCLE ARM ON PARKOUR PRACTICE SURABAYAName : Araswendra Fikri WisanggeniNIM : 14060474072Program Study : S-1Departement : Sport Education of CoachingFaculty : Sport Sciences of FacultyName of Institute : State University of SurabayaAdvisor : Dr. Fransiska Januarumi M.W, S.Pd, M.Kes. This research is intended to find answers to the formulas that have been made, namely there is support between the Clapping push-up and Wall dips exercises on increasing the strength of the Surabaya parkour arm muscles. The background of the above title is about the lack of explosive power in the future, debating and refuting the body which still has to be questioned. So from that researchers will conduct quasi-quantitative research or can be called a quasi-experimental. The purpose of this study was a pre-test-post-test. The samples taken in this study were about 12 samples and divided into two treatment groups, namely, clapping and wall dips. This sample sharing technique uses ordinal pairing. Care for group division. To start the study, it needs to span 6 weeks. The researcher will begin the pre-test test to measure the initial ability using muscle explosions using ball medicine, then given the license and subsequent post test. Based on the results of the study, it was suggested that the push-up clap group was 39.4 while the dips group was 27.3. The t-test shown shows a significance of 029 which means the difference between Wall dips training and clapping push-ups. From these results it can be concluded that the exercise to increase explosive power is more than the support of clapping exercises rather than wall dips..Keywords: plyometrics, clapping push-up, wall dips, parkour, explosive power arm ABSTRAKPERBANDINGAN LATIHAN PLYOMETRIC CLAPPING PUSH-UP DAN WALL DIPS TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN DAYA LEDAK OTOT LENGAN PADA PRAKTISI PARKOUR SURABAYANama : Araswendra Fikri WisanggeniNIM : 14060474072Program Studi : S-1Jurusan : Pendidikan Kepelatihan OlahragaFakultas : Fakultas Ilmu KeolahragaanNama Lembaga : Universitas Negeri SurabayaPembimbing : Dr. Fransiska Januarumi M.W, S.Pd, M.Kes.Penelitian ini bertujuan untuk mencari jawaban dari rumusan yang telah di buat, yaitu apakah ada pengaruh antara latihan Clapping push-up dan Wall dips terhadap peningkatan kekuatan otot lengan praktisi parkour surabaya. Latar belakang dari judul diatas bahwa kurangnya kekuatan daya ledak otot lengan, terutama pada saat memanjat dan menyanggah tubuh yang masih harus diperhatikan. Maka dari itu peneiliti akan melakukan penelitian kuantitatif eksperimen semu atau bisa disebut quasy experiment. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pre-test - pos-test. Sampel yang dibutuhkan dalam penelitain ini yaitu sekitar 12 sampel dan dibagi menjadi dua kelompok treatment yaitu, clapping push-up dan wall dips. Teknik pembagian sampel ini menggunakan ordinal pairing. Pembagian kelompok treatment. Untuk memulai penelitian membutuhkan rentang 6 minggu. Peneliti akan memulai tahap pre-tes mengukur kemampuan awal daya ledak otot lengan dengan menggunakan medicine ball, kemudian diberi perlakuan dan tahap selanjutnya pos-test. Berdasarkan hasil penelitian bahwa terdapat peningkatan presentase pada kelompok clapping push-up sebesar 39.4 sedangkan kelompok wall dips sebesar 27.3. Dari uji t yang di peroleh menunjukan nilai signifikansi 029 yang artinya terdapat perbedaan antara pengaruh latihan Wall dips dengan clapping push-up. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa latihan untuk meningkatkan daya ledak lebih disarankan latihan clapping push-up dari pada latihan wall dips.Kata kunci : plyometric, clapping push-up, wall dips, parkour, explosive power lengan.
ANALISIS CEDERA ATLET TAEKWONDO PUSLATDA JAWA TIMUR PUDJA PUTRA, ERDI; SUBAGIO, IRMANTARA
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Taekwondo merupakan cabor beladiri asal korea yang mengandalkan pukulan dan tendangan. Taekwondo memiliki teknik pukulan dan tendangan yang berbeda dengan bela diri yang lain. memukul lawan yaitu, menggenggam ( jireugi ), menyabit ( dasar yaitu, menggunakan punggung kaki ( dollyo chigi ) dan tusukan ( ), menggunakan ( dwi chagi), tendangan depan ( ap pisau kaki ( chagi) dan tendangan mencangkul ( merupakan olahraga yang menggunakan k Taekwondo itu sendiri sering terjadi cedera. berlatih dan ketika bertanding. dialami atlet Taekwondo Puslatda Jawa Timur. Penelitian ini belum didasari diketahuinya perkembangan tentang analisis cedera atlet Taekwondo Puslatda Jawa Timur. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan desain peneliti hamstring dan ankle. cedera dikarenakan terjadinya tabrakan pada saat menendang, ruang masasse KONI, dan mengu dengan sangat ketat sesuai program latihan. Kata kunci : has ( chireugi). yeop Memilik Ada 3 teknik i 5 tendang an chagi), tendangan belakang deol chagi). Di Taekwondo sendiri ontak fisik, jadi tidak di ragukan lagi jika di dalam olahraga Banyak sekali atlet Taekwondo yang mengalami cedera ketika Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa sa ja cedera yang an memberikan angket kepada 8 atlet Taekwondo Puslatda Jawa Timur. Hasil dan kesimpulan dari penelitian ini adalah Bagian tubuh yang sering mengalami cedera adalah daerah Waktu saat terjadinya cedera adalah pada saat latihan. Penyebab overtraining sering terjadinya , dan terjadi kesalahan teknik pada saat menendang. Penanganan yang dilakukan ketika cedera adalah melakukan metode R.I.C.E , mengunjungi njungi dokter KONI. Yang dilakukan setelah cedera adalah tetap melakukan latihan rutin sesuai dengan program latihan. PUSLATDA (Pusat Latihan Daerah) merupakan wadah untuk atlet Jawa Timur mengembangkan dan meningkatkan prestasi. Atlet Taekwondo Jawa Timur yang memiliki kemempuan akan dibina dan dilatih Taekwondo, cedera, puslatda Abstract Taekwondo is one of the martial arts sport from Korea that relies on punches and kicks. Taekwondo different punch and kicks techniques than other martial arts. There are 3 techniques of hitting your opponent, namely grasping ( jireugi roundhouse kick ( dollyo chagi ), ), scribbling ( side kick ( y chigi ) and stabbing ( chireugi eop chagi deol chagi ), back kick ( dual chagi ). It has 5 basic kicks that are ), front kick ( ap chagi ) and hoe kick ). Taekwondo itself is a sport that uses physical contact, so there is no doubt that in Taekwondo sports there are often injuries. There are so many Taekwondo athletes who ge t injured while practicing and when competing. The purpose of this study was to find out what injuries were experienced by the Puslatda Taekwondo athletes in East Java. This research has not been based on the knowledge of developments in the analysis of in juries to the Puslatda Taekwondo athletes in East Java. This research method uses a quantitative descriptive research design to give questionnaires to 8 Puslatda Taekwondo athletes in East Java. The results and conclusions of this study are the body parts that are often injured are hamstring and ankle areas. The time when an injury occurs is during exercise. The cause of frequent injuries due to collisions 1Analisis Cedera Atlet Taekwondo Puslatda Jawa Timur was when kicking, overtraining, and technical errors occur when kicking. Handling carried out when injured to carry out the R.I.C.E method, visit the KONI mas sage room, and visit the KONI doctor. Keep doing routine exercises that are in accordance with the training program are things to do after an injury . PUSLATDA (Pusat Latihan Daerah) or Training cente r is a place for East Java athletes to develop and improve their achievements. East Java Taekwondo athletes who have the ability will be fostered and trained very strictly in accordance with the training program. Keywords : Taekwondo, injury, puslatda
ANALISIS STRATEGI DEFENSE TIM BOLABASKET PUTRA INDONESIA VS CHINA PADA ASIAN GAMES 2018 , TANG; SIANTORO, GIGIH
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada pertandingan bolabasket Indonesia Vs China pada Asian games 2018, pemain China berhasil mendapatkan skor sebanyak 98 mengalahkan pemain dari Indonesia yang mendapatkan skor 63. Pemain bolabasket China menggunakan strategi bertahan man-to-man half court, man-to-man full court, dan pertahanan daerah 3-2. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan mengapa China menggunakan strategi ini untuk melawan Indonesia seperti: tingkat keberhasilan dari masing-masing strategi yang digunakan dan zona lapangan yang dipakai oleh pemain China. Penelitian ini merupakan penelitian analisis notasi untuk mengetahui daerah lapangan atau zona yang sering digunakan oleh tim China saat melakukan defense, strategi defense apa yang digunakan oleh pemain China dan bagaimana tingkat keberhasilan strategi defense yang digunakan oleh Timnas bolabasket putra China dalam pertandingan Indonesia Vs China pada Asian Games 2018. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa jenis defense yang digunakan oleh tim China untuk melawan tim Indonesia adalah man to man half court 84%, man to man full court 14%, dan pertahanan daerah 3-2 1%. Tingkat keberhasilan defense yang dilakukan oleh tim bolabasket putra China adalah 62% berhasil dan zona lapangan 7 adalah lokasi paling banyak menyumbangkan keberhasilan defense tersebut yaitu sebanyak 46%. Kata Kunci: Analisis, Bolabasket, Defense, Notasi, Man-to-man. Abstract In Indonesian Vs China basketball match at the Asian Games 2018, Chinese players got 98 scores defeating Indonesian players who got 63 scores. Chinese basketball players used a defensive man-to-man half court strategy, full court man-to-man, and regional defense 3-2. There are some things that need to be considered why China uses these strategies such as: the success rate of each strategy used and the field zone used by Chinese players. The purposes of this research are to analyze the defensive zone, the kind of defensive strategies, and the success rate of the defensive strategies used by the Chinese national basketball team in the Indonesia Vs China match at the Asian Games 2018. The researcher used notational analysis to analyse the data. The data are presented in a form tables and a brief discription as the representative of the tables. As a result of this study, it was found that the defensive type used by the Chinese team was man to man half court 84%, man to man full court 14%, and regional defense 3-2 1%. The success rate of defense carried out by the Chinese basketball team was 62% in which the 7th field zone was the area that contributed the most to the defense which is 46%. Keywords: Analysis, Basketball, Defense, Notational analysis, Man-to-man
ANALISIS KETERAMPILAN SERVICE PADA CABANG OLAHRAGA SEPAKTAKRAW KLUB ROTAN MAS UNTUK PEMULA KECAMATAN KETAPANG KABUPATEN SAMPANG MUKTI, ABDURRACHMAN; BULQINI, ARIF
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKANALISIS KETARAMPILAN SERVIS PADA CABANG OLAHRAGA SEPAKTAKRAW KLUPPB ROTAN MAS UNTUK PEMULA KECAMATAN KETAPANG KABUPATEN SAMPANG.Nama : Abdurrrachman MuktiNim : 12060474262Program Studi : S-1Jurusan : Pendidikan Kepelatihan OlahragaFakultas : Ilmu KeolahragaanNama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Drs. Arif Bulqini , M.Kes.Tahun : 2019Olahraga merupakan peranan pentin dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang tidak bisa di abaikan dan merupakan barometer untuk mendorong pertumbuhan fisik dan perkembangan psikis yang meliputi keterampilan anak pengetahuan , penelusuran , penyayatan nilai-nilai (mental , sikap,emosional social dan spiritual ) yang bertujuan merangsang pertumbuh dan perkembangan kualitas fisik dan psikis yang seimbang , olahraga cabang sepaktakraw pada perkembangan nya mengalami kemajuan yang sangat pesat karena olahrag ini sangat digemari oleh banyak kalangan masyarakat luas. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana analisis ketereampilan servis pada cabang olahraga sepaktakraw klub rotan emas untuk pemula kecamatan ketapang kabupaten sampang .Populasi penelitian ini adalah pemain sepaktakraw pemula club rotan mas kecamatan ketapang dengan jumlah subjek yang diambil 6 atlit . metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengn mengolah data hasil observasi mengguanakn tekhnik analisi data kuantitatif . Dari analisin penelitian pada pemain sepaktakraw pemula club rotan emas kecamatan ketapang , kabupaten sampang .hasil yang di peroleh total ketetapan servis keseluruhan atlet tersebut adalah nilai skor 25 lebih kecil dari nilai rujukan hasil tes keterampilan dan masuk katagori kurang sekali dalam tabel nilai rujukan hasil tes keterampilan servis pada tabel penilaian sepaktakraw.Saran yang dapat peneliti berikan adalah bagi pelaku olahraga, ( pengurus, Pembina olahraga, peneliti olahraga dan atlet ) disarankan untuk menggunkan model / tipe latihan yang sesuai dengan kemampuan dan takaran. Terutama dalam mengoptimalkan tehnik keterampilan servis sehingga intensitas kegagalan lebih diminimalisir.Kata kunci :Olahraga, sepaktakraw , teknik keterampilan servis .
INDIKATOR PERMAINAN BOLAVOLI TOP PUTRI INDONESIA 2018 DEBBY DWI SAFITRI, AULIA; IRSYADA, MACHFUD
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK INDIKATOR PERMAINAN BOLAVOLI PUTRI TOP INDONESIA 2018 Nama : Aulia Debby Dwi Safitri NIM : 15060474052 Program studi : S-1 Jurusan : Pendidikan Kepelatihan Olahraga Fakultas : Fakultas Ilmu Olahraga Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Drs.Mahfud Irsyada, M.Pd Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perkembangan indikator permainan bolavoli top putri Indonesia yang di ambil dari 4 tim putri yang masuk pada putaran final dan perebutan juara 3 dan 4 pada Livoli 2018 saat ini, adapun diantaranya yaitu, BANK JATIM Surabaya, TNI AU, TNI AL dan PGN POPSIVO Polwan. Jenis peneliti ini penelitian kuantitatif Non eksperimen, dengan jenis penelitian deskriptif, dimana penelitian yang di lakukan untuk menggambarkan gejala fenomena atau peristiwa tertentu. Berdasarkan dari hasil penelitian ini mempunyai tujuan yaitu untuk mengetahui perkembangan permainan bolavoli khususnya tim putri Indonesia sendiri. Dalam penelitian ini ada Sembilan indikator yang di teliti antara lain yaitu : Durasi reli, bola terbang, kegagalan reli, satu kali serangan reli, satu kali serangan atau gagal reli, rata ? rata kontak bola selama satu reli, struktur reli, keseimbangan menyerang dan bertahan, memenangkan reli dari servis sendiri. Adapun hasil dari penelitian yang terkait pada ke Sembilan indikator yaitu, Indikator rata ? rata durasi reli tim putri top Indonesia 6,86 detik. Indikator rata ? rata durasi reli tanpa pseudo reli tim putri top Indonesia 7,16 detik. Indikator bola terbang dari durasi semua set tim putri top Indonesia 15,7%. Indikator bola terbang dari total durasi pertandingan tim putri top Indonesia 12,49%. Indikator kegagalan reli tim putri top Indonesia 21,44%. Indikator satu kali serangan reli tim putri top Indonesia 57,27%. Indikator satu kali serangan atau gagal dari semua reli tim putri top Indonesia 65,98%. Indikator rata-rata kontak bola selama satu reli tim putri top Indonesia 5,3. Indikator struktur reli meliputi tiga bagian yaitu, kegagalan reli 21%, satu kali serangan reli 45%, dua atau lebih serangan reli 34%. Indikator keseimbangan menyerang dan bertahan tim putri top Indonesia 1,41%. Indikator porsi kemenangan dari servis sendiri tim putri top Indonesia 38,94%. Kata kunci : indikator permainan ,bolavoli, putri.
INDIKATOR PERMAINAN BOLAVOLI TOP PUTRA INDONESIA 2018 ANANG SAH, MUFIDUN; IRSYADA, MACHFUD
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK INDIKATOR PERMAINAN BOLAVOLI TOP PUTRA INDONESIA 2018 Nama : Mufidun Anang Sah NIM : 15060474045 Program Studi : S-1 Jurusan : Pendidikan Kepelatihan Olahraga Fakultas : Fakultas Ilmu Keolahragaan Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Drs. Machfud Irsyada, M.Pd. Dalam permainan bolavoli, ada beberapa indikator penting yang menentukan berhasil tidaknya permainan bolavoli. Faktor keberhasilan dalam bolavoli antara lain dipengaruhi oleh materi permainan, strategi bermain, dan komposisi pemain. Tujuan dari penelitian tersebut adalah untuk mengetahui kualitas dan perkembangan bolavoli Indonesia dari analisis sembilan indikator yang diambil dari 4 tim putra yang masuk pada putaran final dan juara 3-4 livoli divisi utama 2018. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif, non eksperimen dengan metode deskriptif. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik deskriptif. Subyek penelitian berupa pertandingan final dan juara 3-4 pada livoli divisi utama 2018. Indikator permainan bolavoli top putra indonesia : rata-rata durasi reli dengan kegagalan reli sebesar 5,07 detik. durasi reli tanpa tanpa reli sebesar 5,11 detik. Bola terbang dari total durasi set sebesar 16,74%. Sedangkan dari total durasi pertandingan sebesar 12,46%. Kegagalan reli sebesar 22,92%. Satukali serangan reli sebesar 71,06%. Satukali serangan yang berhasil atau gagal sebesar 77,55%. Struktur reli : kegagalan reli20%, satukali serangan reli 57%, dua atau lebih serangan reli 23%. Rata-rata kontak bola selama satu reli sebesar 4,2 sentuhan. Keseimbangan menyerang dan bertahan sebesar 2,29%. Memenangkan reli dari servis sendiri sebesar 30,47%. Kesimpulan dari sembilan indikator tesebut bahwa permainan bolavoli Indonesia cenderung lebih cepat dengan satu kali perpindahan bola. Dalam permainan ini lebih sering terjadi satu kali serangan reli yang berhasil daripada kegagalan atau keberhasilan servis maupun dua atau lebih serangan atau perpindahan bola. karena tidak keseimbangan antara serangan dan pertahanan Kata kunci : Indikator Permainan, Bolavoli, Putra.
PROFIL KONDISI FISIK ATLET KARATE PERSIAPAN PORPROV KABUPATEN TUBAN TAHUN 2019 ALFIAN JUNIAR, MUHAMMAD; , WIJONO
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karate adalah sistem pertahanan diri yang memanfaatkan keseluruhan tubuh manusia dengan cara bergerak dan berputar. Teknik bervariasi mulai dari meninju dengan kepalan tangan, siku, dan juga menendang. Seperti cabang olahraga lainnya, dalam cabang olahraga karate diperlukan tingkat kondisi fisik yang sangat baik. Selain mental, teknik, dan taktik kondisi fisik menjadi hal yang sangat penting untuk meningkatkan prestasi atlet. Komponen kondisi fisik dominan yang diperlukan dalam cabang olahraga karate adalah kecepatan, daya ledak otot tungkai, daya tahan, kelentukan, dan kekuatan. Perkembangan prestasi pada cabang olahraga karate Jawa Timur sangat berkembang, salah satunya di Kabupaten Tuban. Tujuan penelitian ini addalah uintuk mengetahui tingkat kondisi fisik atlet karate persiapan Porprov 2019 Kabupaten Tuban. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini merupakan p-enelitian populasi dengan sampel adalah atlet karate persiapan Porprov 2019 Kabupaten Tuban yang berjumlah 7 atlet. Hasil penelitian Pada hasil tes Sprint 30 meter dapat diketahui bahwa kecepatan atlet karate persiapan Porprov Kabupaten Tuban yang masuk kategori ?baik? sebesar 28%, kategori ?cukup? sebesar 29%, dan kategori ?kurang? sebesar 43%. Pada hasil tes Vertical Jump dapat diketahui bahwa daya ledak otot tungkai atlet karate persiapan Porprov Kabupaten Tuban yang masuk kategori ?baik sekali? sebesar 14%, kategori ?baik? sebesar 72%, dan kategori ?cukup? sebesar 14%. Pada hasil tes Sip Up dapat diketahui bahwa daya ledak otot tungkai atlet karate persiapan Porprov Kabupaten Tuban yang masuk kategori ?baik sekali? sebesar 100 %. Pada hasil tes Push Up dapat diketahui bahwa daya ledak otot tungkai atlet karate persiapan Porprov Kabupaten Tuban yang masuk kategori ?baik sekali? sebesar 43%, dan kategori ?baik? sebesar 57 %. Pada hasil tes Sit and Reach dapat diketahui bahwa daya ledak otot tungkai atlet karate persiapan Porprov Kabupaten Tuban yang masuk kategori ?baik sekali? sebesar 83%, dan kategori ?baik? sebesar 17%. Pada hasil tes MFT dapat diketahui bahwa daya tahan atlet karate persiapan Porprov Kabupaten Tuban yang masuk kategori ?baik? sebesar 71%, dan kategori ?cukup? sebesar 29%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tes sprint 30 m, para atlet perlu meningkatkan latihannya, karena masih ada beberapa yang mendapat kategori kurang dan kurang sekali. Kata kunci : Kondisi Fisik, Karate, Kabupaten Tuban
PERBANDINGAN VO2MAX SISWA PUTRA YANG MENGIKUTI EKSTRAKULIKULER FUTSAL DI DAERAH DATARAN RENDAH DAN DATARAN TINGGI (ANTARA SISWA SMAN 16 SURABAYA DAN SMAN 1 JOGOROGO-NGAWI) SHOLIKIN, TEGUH; WIRIAWAN, OCE
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PERBANDINGAN TINGKAT VO2Max SISWA PUTRA YANG MENGIKUTI EKTRAKULIKULER DI DAERAH DATARAN RENDAH DAN DATARAN TINGGI (Antara siswa SMAN 16 Surabaya dan SMAN 1 Jogorogo) Nama : Teguh SholikinNIM : 15060474040Progam Studi : S1 Pendidikan Kepelatihan OlahragaJurusan : Pendidikan Kepelatihan OlahragaFakultas : Fakultas Ilmu OlahragaNama Lembaga : Universitas Negeri SurabayaPembimbing : Dr. Oce Wiriawan, M.Kes.VO2Max merupakan kemampuan jantung dan paru-paru untuk mensuplai oksigen ke seluruh tubuh dalam jangka waktu yang lama, maka VO2Max sangat penting dimiliki oleh setiap orang tidak tanpa terkecuali atlet olahraga. Menurut teori yang disampaikan, VO2Max bisa juga disebut dengan konsumsi maksimal oksigen atau pengambilan oksigen maksimal atau kapasitas aerobik yang dimaksud kapasitas maksimal adalah kapasitas maksimal dari tubuh untuk mendapatkan dan menggunakan oksigen selama latihan yang meningkat, sehingga menunjukkan kebugaran fisik seseorang. Dataran rendah adalah hamparan luas tanah dengan tingkat ketinggian yang diukur dari permukaan laut adalah sampai dengan 200 mdpl. Istilah ini diterapkan pada kawasan manapun dengan hamparan yang luas dan relatif datar tekanan udaranya rendah sehingga oksigen di daerah itu banyak. Dataran tinggi adalah dataran yang terletak pada ketinggian di atas 700 mdpl. Dataran luas yang letaknya di daerah tinggi atau pegunungan disebut dataran tinggi tekanan udaranya tinggi sehingga oksigen hanya sedikit. Daerah dataran tinggi yang mayoritas adalah wilayah perkebunan dan perhutanan sehingga suhu udara di daerah tersebut cenderung sejuk dan mayoritas penduduknya bekerja sebagai seorang petani. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat VO2Max siswa ditinjau dari daerah dataran rendah dan dataran tinggi, Yaitu Perbandingan Tingkat VO2Max Siswa Yang mengikuti ektrakulikuler Futsal di Daerah Dataran Rendah dan Dataran Tinggi (Antara Siswa SMAN 16 Surabaya dan SMAN 1 Jogorogo). Jenis penelitian yang digunakan adalah comparative research dengan pendekatan kuantitatif, termasuk dalam kategori penelitian Non-Eksperimen. Sampel yang digunakan yaitu siswa kelas X dan XI yang mengikuti ektrakulikuler futsal terdiri dari 2 sekolah yaitu SMAN 16 Surabaya yang berada di daerah dataran rendah yang terdiri dari 15 siswa dan SMAN 1 Jogorogo yang berada di daerah dataran tinggi yang terdiri dari 15 siswa. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan tes MFT (Multistage Fitness Test). Hasil penelitian ini diperoleh adanya perbedaan yang signifikan dengan hasil Uji T menunjukkan bahwa nilai VO2Max adalah 3.082 (t hitung) > 2.786 (t table) dan nilai signifikan (0.106) > ? (0.05) sehingga Ha diterima, yang artinya terdapat perbedaan yang signifkan antara tingkat VO2Max siswa yang mengikuti ekstrakulikuler futsal antara daerah dataran rendah dengan daerah dataran tinggi.Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada perbedaan tingkat VO2Max yang signifikan antara siswa SMA Negeri 16 Surabaya dan SMA Negeri 1 Jogorogo, dimana dari hasil penelitian tingkat VO2Max siswa SMA Negeri 1 Jogorogo lebih baik dari siswa SMA Negeri 16 Surabaya. Kata kunci: VO2Max, Ekstrakulikuler Futsal, Dataran Rendah dan Dataran Tinggi.
PENGARUH LATIHAN HIIT (HIGH INTENSITY INTERVAL TRAINING) DAN CONTINUOUS RUNNING TERHADAP PERUBAHAN DENYUT NADI BASAL DAN VO2MAX PADA MAHASISWA AKTIF NON-ATLET BRASTANGKARA, GHANA; JATMIKO, TUTUR
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PENGARUH LATIHAN HIIT (HIGH INTENSITY INTERVAL TRAINING) DAN CONTINUOUS RUN TERHADAP PERUBAHAN DENYUT NADI BASAL DAN VO2MAX PADA MAHASISWA AKTIF NON-ATLET Nama : Ghana Brastangkara Nim : 15060474093 Program Studi : S-1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga Jurusan : Pendidikan Kepelatihan Olahraga Fakultas : Ilmu Olahraga Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Tutur Jatmiko, S.Pd., M.Kes. Latihan kondisi fisik yang teratur dapat meningkatkan kebugaran jasmani dan meningkatkan unsur fisiologis dalam tubuh karena latihan fisik mengunakan serta bergantung pada intensitas, durasi dan frekuensi untuk melakukan suatu latihan sehingga dengan demikian memungkinkan manusia untuk mencapai prestasi dan tingkat kebugaran yang baik dan prima. Dalam pelatihan fisik banyak metode dan bentuk-bentuk latihan serta pola dalam latihan yang dapat digunakan tergantung dari tujuan latihan tersebut. Metode latihan kondisi fisik yang dapat meningkatkan kemampuan fisik, dan meningkatkan kebugaran yaitu dengan latihan HIIT (High Intensity Interval Training) dan latihan Continuous running dimana latihan tersebut sama sama meningkatkan daya tahan akan tetapi dengan metode yang berbeda. Dalam penelitian ini penulis mencoba untuk mengunakan metode latihan HIIT (High Intensity Interval Training) dan Contiunous Running yang dimana latihan ini dilakukan dalam waktu yang sama namun dengan intensitas yang berbeda. Di dalam penelitian ini penulis mencoba untuk menggunakan inovasi dan ingin mengetahui seberapa efektifitasnya latihan HIIT dan Contiunous Running ini dalam perubahan Denyut Nadi Basal dan VO2Max. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengetahui apakah ada pengaruh latihan HIIT (High Intensity Interval Training) terhadap Perubahan Denyut Nadi Basal pada mahasiswa aktif Non-atlet. Untuk Mengetahui apakah ada pengaruh latihan HIIT (High Intensity Interval Training) terhadap perubahan VO2Max pada mahasiswa aktif Non-atlet. Untuk Mengetahui apakah ada pengaruh latihan Contiunous Running terhadap perubahan Denyut Nadi Basal pada mahasiswa aktif Non-atlet. Untuk Mengetahui apakah ada pengaruh latihan Continuous Running terhadap perubahan VO2Max pada mahasiswa aktif Non-atlet. Untuk Mengetahui apakah ada perbedaan latihan HIIT (High Intensity Interval Training) dan Continuous Running terhadap perubahan Denyut Nadi Basal pada mahasiswa aktif Non-atlet. Untuk Mengetahui apakah ada perbedaan latihan HIIT (High Intensity Interval Training) dan Continuous Running terhadap Perubahan VO2Maxpada mahasiswa aktif Non-atlet. Untuk Mengetahui apakah ada perbedaan pengaruh latihan HIIT (High Intensity Interval Training) dan Contiunous Running terhadap perubahan Denyut Nadi Basal dan VO2Max pada mahasiswa aktif non-atlet. Hasil analisa yang didapat bahwa kelompok HIIT memiliki rata-rata usia 20 tahun. dengan tinggi badan rata-rata 2.78 M². dan berat badan rata-rata 58,48 Kg. untuk IMT subjek penelitian rata-rata memiliki IMT sebesar 21.11 (Kg/M²) dimana menunjukkan bahwa subjek penelitian termasuk dalam kategori normal. Begitupun pada perlakuan treadment pada kelompok HIIT memiliki perubahan pada denyut nadi basal dengan persentase sebesar 10.04% dan VO2Max dengan persentase sebesar 7.26%. Pada kelompok B atau Continuous Run memiliki rata-rata usia 20 tahun. dengan tinggi badan rata-rata 2.78 M². dan berat badan rata-rata 60,18 Kg. untuk IMT subjek penelitian rata-rata memiliki IMT sebesar 21.65 (Kg/M²) dimana menunjukkan bahwa subjek penelitian termasuk dalam kategori normal. Begitupun pada perlakuan treadment pada kelompok Continuous Run ini memiliki perubahan pada denyut nadi basal dengan persentase sebesar 7.73% dan VO2Max dengan persentase sebesar 6.56%. Kata Kunci: Latihan, HIIT (High Intensity Interval Training), Continuous Running, Denyut Nadi Basal, VO2Max. ABSTRACT THE EFFECT OF HIIT (HIGH INTENSITY INTERVAL TRAINING) AND CONTINUOUS RUN EXERCISE ON CHANGES IN NAL BASAL AND VO2MAX TESTS IN NON-ATLET ACTIVE STUDENTS Name : Ghana Brastangkara Nim : 15060474093 Study Program : S-1 Sports Coaching Education Department : Sports Coaching Education Faculty : Science Sports Name of Institution : Surabaya State University Advisor : Tutur Jatmiko, S.Pd., M.Kes. Regular physical condition training can improve physical fitness and increase physiological elements in the body because physical exercise uses and depends on the intensity, duration and frequency of doing an exercise so as to enable humans to achieve good and excellent levels of fitness. In physical training many methods and forms of training and patterns in the exercises that can be used depend on the purpose of the exercise. One method of exercising physical conditions that can improve physical abilities, and improve fitness is by training HIIT (High Intensity Interval Training) and Continuous running exercises where the exercises together increase endurance but with different methods. In this study the author tries to use the HIIT (High Intensity Interval Training) and Continuous Runningmethods trainingin which this exercise is carried out at the same time but with different intensities. In this study the author tries to use innovation and wants to know how effective HIIT and Contourunous Running exercises are in changes in Basal Pulse and VO2Max. The purpose of this study is to determine whether there is an effect of HIIT (High Intensity Interval Trainingtraining)on Changes in Basal Pulse in active Non-athlete students. To find out whether there is an effect of HIIT (High Intensity Interval Training) changes in exercisesVO2Max onin active non-athlete students. To find out whether there is an effect of theexercise Contextual Running on changes in Basal Pulse in active Non-athlete students. To find out whether there is an effect ofexercises Continuous Running on changes in VO2Max in active non-athlete students. To find out whether there are differences inexercises HIIT (High Intensity Interval Training) and Continuous Running on changes in Basal Pulse in active Non-athlete students. To find out whether there are differences in HIIT (High Intensity Interval Training) and Continuous Runningagainst Changes in exercisesVO2Maxin active non-athlete students. To find out whether there are differences in the influence of HIIT (High Intensity Interval Training) and Contunous Running exercises on changes in Basal Pulse and VO2Max in active non-athletic students. The analysis results obtained that HIIT groups have an average age of 20 years. with an average height of 2.78 M². and an average body weight of 58.48 Kg. for BMI research subjects had an average BMI of 21.11 (Kg / M²) which indicates that the research subjects belong to the normal category. Likewise, thetreatment treadment in the HIIT group has a change in the basal pulse with a percentage of 10.04% and VO2Max with a percentage of 7.26%. In group B or Continuous Run has an average age of 20 years. with an average height of 2.78 M². and average body weight of 60.18 Kg. for BMI research subjects have an average BMI of 21.65 (Kg / M²) which indicates that the research subjects belong to the normal category. Likewise thetreatment treadment in thegroup Continuous Run has a change in the basal pulse with a percentage of 7.73% and VO2Max with a percentage of 6.56%. Keywords: Exercise, HIIT (High Intensity Interval Training), Continuous Run, Basal Pulse, VO2Max.
ANALISIS LATIHAN FISIK TERHADAP HASIL PRESTASI LOMPAT JAUH PELATNAS B JAWA TIMUR MUHLIS, MOH; SETIJONO, HARI
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK ANALISIS LATIHAN FISIK TERHADAP HASIL PRESTASI LOMPAT JAUH PELATNAS B JAWA TIMUR Nama : Moh Muhlis NIM : 15060474161 Prodi : S-1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga Jurusan : Pendidikan Kepelatihan Olahraga Fakultas : Ilmu Keoalahragaan Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Dosen Pembimbing : Prof. Dr. H. Hari Setijono, M.Pd. Olahraga merupakan kegiatan kerja fisik yang bertujuan untuk menjaga dan meningkatkan kualitas kesehatan dan kebugaran jasmani seseorang. Olahraga bisa juga digunakan untuk membentuk badan yang lebih bagus dan ideal. Olahraga juga bisa di lompakan atau di pertandingkan ada beberapa macam cabang olahraga yang di lompakan ataupun di pertandingkan seperti Bola Basket, Bola Voli, Sepak Bola, Silat, Renang, Atletik, dan masih banyak lagi. Atletik adalah cabang olahraga yang paling tua dibandingkan dengan cabang olahraga lain. Berdasarkan sejarah, atletik dinamakan ?ibu dari semua cabang olahraga? atau mother of sport, hal ini dapat diketahui melalui gerakan-gerakan dalam atletik seperti jalan, lari, lompat, dan lempar dan itu semua merupakan gerak dasar manusia sehari-hari. Lompat jauh adalah suatu aktivitas dalam atletik dengan gerakan yang dilakukan di dalam lompatan untuk mencapai lompatan yang sejauh-jauhnya. Dengan dilakukannya latihan yang baik dapat meningkatkan prestasi lompat jauh yang maksimal dan untuk mendapatkan prestasi maksimal maka atlet harus di di bimbing ke tempat yang benar, sedangkan di Jawa Timur ada pemusatan latihan nasional B yang di singkat Pelatnas B Jawa Timur cabang olahtaga Atletik. Pelatnas B merupakan pemusatan untuk mencari bibit-bibit atlet baru di daerah Jawa timur, dan saya berkesempatan pkl di tempat tersebut dan mendapatkan banyak ilmu yang saya pelajari kemudian saya menemukan permasalahan yang kemudian menjadi tujuan penelitian saya yaitu untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan pengaruh latihan fisik terhadap prestasi lompat jauh Pelatnas B Jawa Timur. Penelitian ini merupakan penelitian pendekatan kuantitatif, yang digunakan adalah penelitian dengan pendekatan deskriptif, data yang di Data yang diperoleh dari penelitian ini adalah dengan hasil tes fisik, program latihan, hasil prestasi, kemudian di analisis. Di mulai dari tahap awal pengumpulan popolasi atlet lompat jauh Pelatnas B Jawa Timur kemudian di dapatkan dua sampel untuk dapat di teliti. Hasil penelitian ini adalah tes fisik kedua atlet mengalami peningkatan tes fisik, sedangkan program yang di buat pelatih sudah tersusun baik dari persiapan umum sampai persiapan pra kompetisi, dan pada kejuraanya Jatim Open 2019 hasilnya pengalami penurunan prestasi di karenakan faktor cedera ankle sama cedera punggung. Kata Kunci : Olahraga, Atletik, Hasil Prestasi Lompat Jauh