cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Olahraga
  • jurnal-kesehatan-olahraga
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 408 Documents
PENGARUH MODIFIKASI PERMAINAN MENENDANG BOLA TERHADAP KOORDINASI GERAK MANIPULATIF ANAK TUNAGRAHITA RINGAN SISWA SMPLB-C ALPHA KUMARA WARDHANA II SURABAYA AGUSTIN, RESSY
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 4, No 3 (2016): Edisi Agustus 2016
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak tunagrahita ringan memiliki keterbatasan dalam kemampuan adaptifdan fase perkembangan adolesensi (adolescence) berada pada usia 10 sampai 18 tahun untuk anak perempuan dan 12 sampai 18 tahun untuk anak laki-laki. Dengan demikian masa SMP merupakan titik perubahan fase perkembangan pada anak remaja dimana dalam penampilan keterampilan gerak dasar akan semakin meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh modifikasi permainan menendang bola terhadap koordinasi gerak manipulatif. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen semu dengan menggunakan rancangan pre testpost test. Sampel penelitian sebanyak 14 sampel dengan menggunakan purposive sampling. Penelitian ini menggunakan instrumen ShootingTest dengan menggunakan modifikasi tes menendang pada sasaran/ target dengan gerak koordinasi. Hasil penelitian diperoleh rata-rata koordinasi gerak manipulatif pada pre test sebesar 8,21shootdan pada post test sebesar 11,43 shoot. Berdasarkan uji normalitas data pre test diperolehX2tabellebih besar dari X2hitung (5,991> 0,958) dan post test (5,991 > 1,193), sehingga data berdistribusi normal. Perhitungan uji perbedaan rata-rata koordinasi gerak manipulatif sebelum dan sesudah diberi modifikasi permainan menendang bola diperoleh thitung3,229,nilai ttabel dengan taraf signifikansi 0,05 dengan df = 13 adalah 1,771. Karena thitung lebih besar dari ttabel (3,229 > 1,771), maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh modifikasi permainan menendang bola terhadap koordinasi gerak manipulatif.
PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN HALF SQUAT JUMPDENGAN TEMPO CEPAT DAN TEMPO LAMBAT TERHADAP DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI (STUDI PADA SISWA LAKI-LAKI SMA NEGERI 21 SURABAYA) IDA UMAYA, BINTI
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 4, No 3 (2016): Edisi Agustus 2016
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan pengaruh latihan half squat jump tempo cepat dan half squat jump tempo lambat terhadap daya ledak (power) otot tungkai. Daya ledak (power) merupakan salah satu kondisi fisik yang sangat penting dan diperlukan oleh hampir seluruh cabang olahraga yang bergerak dinamis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimen dengan metode pretest-posttest, dan untuk mengukur power otot tungkai menggunakan tes Standing Broad Jump. Sampel penelitian ini adalah 20 siswa laki-laki SMA NEGERI 21 Surabaya. Teknik analisis data menggunakan program SPSS 22.0 forwindows. Dan berdasarkan hasil perhitungan yang diperoleh, hasil daya ledak otot tungkai dengan latihan half squat jump tempo cepat memiliki rata-rata 230,88 watt, sedangkan hasil daya ledak otot tungkai dengan latihan half squat jump tempo lambat memiliki rata-rata 217,8 watt. Uji hipotesis menggunakan uji-t dengan taraf signifikansi (α) = 0,05, maka diperoleh nilai T-testnya adalah 0,534 dengan p-value sebesar 0,6. Karena nilai 0,6 lebih besar dari 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara latihan half squat jump tempo cepat dan latihan half squat jump tempo lambat terhadap hasil power otot tungkai (studi pada siswa laki-laki SMA NEGERI 21 Surabaya). Kata kunci : Half Squat Jump, Tempo Cepat dan Tempo Lambat, Daya ledak (power) otot tungkai
PENGARUH LATIHAN ROPE JUMP SELAMA 20 DETIK DENGAN METODE INTERVAL TRAINING 1 : 5 TERHADAP KELINCAHAN IMAWAN, RISWANDA
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 4, No 3 (2016): Edisi Agustus 2016
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelincahan merupakan kemampuan seseorang dalam merubah arah dan posisi tubuhnya dengan cepat dan tepat pada waktu bergerak, sesuai dengan situasi yang dihadapi di arena tertentu tanpa kehilangan keseimbangan tubuhnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah latihan rope jump selama 20 detik dengan metode interval training1 : 5 terhadap Kelincahan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen semu dengan menggunakan pre test dan post test. Sampel penelitian ini sebanyak 15 sampel. Hasil penelitian diperoleh rata-rata kelincahan pada pre test sebesar 4,916 dan pada post test sebesar 4,858. Berdasarkan uji normalitas data pre test diperoleh tabellebih besar dari hitung (5,991> 4,559) dan post test (5,991 > 5,551), sehingga data berdistribusi normal. Perhitungan uji perbedaan rata-rata kelincahan sebelum dan sesudah diberi latihan menggunakan rope jump diperoleh thitung-1,4541 nilai t tabel dengan taraf signifikansi 0,05 dengan df = 14 adalah 2,977. Karena t hitung lebih kecil dari ttabel (-1,4541 < 2,977), maka Ho diterima yang berarti tidak terdapat perbedaan kelincahan sebelum dan sesudah diberi perlakuan atau latihan rope jump. Agility is the ability to change direction and body position quickly and precisely at the time of the move, according to the situation encountered in a particular arena without losing his balance. The objective of this research was to find the difference before and after the jump rope exercise during 20 seconds by using interval training method 1: 5 toward the agility. This research used a quasi-experimental by using pre test and post test. There were 15 samples for this research. Average of the results obtained in the pretest agility of pre test4,916 and post test 4,858. Based on the pre test normality data derived x2 table is smaller than x2 count (5,991 > 4,559) and post test (5,991 > 5,551), so the data were normally distributed. Test calculations the average difference before treatment and after treatment is obtained t by -1,4541 and the value t table with a significance level of 0.05 with df = 14 is 2,977. Because t is smaller than t table (-1,4541 < 2.977), then Ho is accepted which means that there is no differences for leg muscle strength before and after given treatment or rope jump treatment.
MOTIVASI INTRINSIK PESERTA PUTRI SMA AL HIKMAH SURABAYA DALAM MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER BOLABASKET LAILA, AMI
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 4, No 3 (2016): Edisi Agustus 2016
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya. Motivasi ada dua, yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi yang tercakup didalam situasi belajar dan memenuhi kebutuhan dan tujuan-tujuan siswa. sedangkan motivasi ekstrinsik adalah bersumber dari luar diri individu untuk melakukan aktivitas oalahraga. Timbulnya motivasi terhadap suatu objek ditandai dengan adanya rasa senang atau tertarik. Apabila motivasi peserta putri tinggi maka dapat diaharapkan kegiatan ekstrakurikuler akan berlangsung dengan baik, tetapi sebaliknya kegiatan ekstrakurikuler akan berlangsung tidak baik. Dengan motivasi yang begitu kuat, sesuatu yang sulit menjadi mudah untuk melakukan, dan sesuatu yang berat menjadi ringan untuk dilaksanakan. Ekstrakurikuler adalah kegiatan non-pelajaran formal yang dilakukan peserta didik sekolah atau universitas, umumnya diluar jam kurikulum standar. Dengan adanya ekstrakurikuler ditujukan agar siswa dapat mengembangkan kepribadian, bakat, dan kemampuannya diberbagai bidang diluar bidang akademik. Faktor yang mempengaruhi keberhasilan peserta dalam melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler di SMA Al Hikmah Surabaya salah satunya adalah motivasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat motivasi intrinsik peserta dalam mengikuti ekstrakurikuler bolabasket. Hasil penelitian ini menggunakan angket tertutup yang diberikan kepada semua peserta putri yang mengikuti ekstrakurikuler. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan untuk menjawab rumusan masalah, diperoleh hasil perhitungan rata-rata persentase dari setiap indikator. Indikator pengtahuan indikator senang, indikator sehat dan bugar, indikator tantangan, indikator pestasi dengan kriteria sangat tinggi, dan untuk indikator keinginan dengan kriteria tinggi. Maka dapat disimpulkan bahwa tingkat motivasi peserta putri SMA Al Hikmah Surabaya dalam mengikuti ekstrakurikuler bolabasket terbukti sangat tinggi. Kata Kunci: Motivasi, Ekstrakurikuler, Intrinsik, dan Bolabasket
HUBUNGAN KECEMASAN DENGAN KETEPATAN SHOOTING FREE THROW BOLABASKET PADA TIM PUTRI BOLABASKET SMP NEGERI 2 MADIUN RHISKITA C.B, TARA
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 4, No 3 (2016): Edisi Agustus 2016
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bolabasket merupakan cabang olahraga yang banyak diminati di masyarakat, dan hal terpenting menentukan kemenangan dalam permainan bolabasket dengan mencetak poin, salah satunya dengan melakukan shooting free throw. Menurut Perbasi, (2010: 51) free throw adalah kesempatan yang diberikan kepada seorang pemain untuk mencetak satu (1) angka, tidak dijaga, dari posisi di belakang garis free throw dan di dalam setengah lingkaran, sedangkan saat melakukan free throw dibutuhkan mental yang bagus agar bola masuk tepat sasaran, dalam hal ini apabila pemain mengalami kecemasan maka tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal (Gunarsa,1989:147). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecemasan dengan ketepatan shooting free throw bolabasket pada tim putri bolabasket SMP Negeri 2 Madiun. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian korelasional dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian menggunakan populasi yaitu seluruh tim putri bolabasket SMP Negeri 2 Madiun yang berjumlahkan 12 pemain. Berdasarkan analisis data maka didapatkan nilai rhitung lebih besar dari rtabel (0,592 > 0,576) yang berati terdapat korelasi atau hubungan signifikan antara kecemasan dengan ketepatan shooting free throw bolabasket. Besarnya hubungan antara kecemasan dengan ketepatan shooting free throw bolabasket pada tim putri smp negeri 2 madiun sebesar 35%.
MOTIVASI MASYARAKAT TERHADAP OLAHRAGA FUTSAL SOFYAN WIRAWAN, MOHAMMAD
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 4, No 3 (2016): Edisi Agustus 2016
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Dalam perkembangannya, olahraga futsal cukup digemari oleh berbagai kalangan masyarakat, baik laki-laki maupun perempuan. Secara psikologis, olahraga futsal dapat dijadikan wahana menyalurkan dan memperoleh keinginan-keinginan dalam hati seperti rasa senang, minat, hobi dan pembuktian kemampuan diri. Secara fisiologis, olahraga futsal dapat dijadikan wahana pemberdayaan kemampuan fungsi fisiologis seperti meningkatkan kesehatan, kebugaran, dan meningkatkan kualitas komponen kondisi fisik seperti kerja jantung dan paru-paru, kelincahan, kecepatan dan kekuatan. Sedangkan secara sosial, olahraga futsal dapat digunakan sebagai media sosialisasi melalui interaksi dan komunikasi dengan orang lain atau lingkungan sekitar. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Cara pengumpulan datanya dilakukan dengan melakukan observasi ke tempat-tempat lapangan futsal yang dibagi menjadi 4 wilayah di Surabaya. Setelah itu, memberikan angket ke setiap pengunjung. Sampel yang diambil dari penelitian ini adalah 10 orang setiap masing-masing lapangan futsal yaitu lapangan futsal Kebraon Sport Center, Lapangan futsal gool Mangga Dua, lapangan futsal Hokky Nginden, Lapangan Futsal Waka-waka Kenjeran. Kesimpulan yang berupa pernyataan dari penelitian ini adalah motivasi ini memiliki dampak terhadap keinginan masyarakat terhadap olahraga futsal. Setiap masyarakat memiliki alasan masing-masing untuk memilih olahraga futsal. Kata Kunci : Motivasi, Masyarakat, Futsal ABSTRACT In its development, futsal is quite favored by various circles of society, both men and women. Psychologically, futsal can be used as a vehicle to distribute and acquire the desires of the heart such as joy, interest, hobbies and verification capabilities themselves. Physiologically, futsal can be used as a vehicle for empowerment of physiological functions such as improving health, fitness, and improve the quality of the components of physical conditions such as the heart and lungs, agility, speed and strength. While socially, futsal can be used as a medium of socialization through interaction and communication with other people or the environment. In this research used quantitative methods. The data collection is done by observation to places futsal fields are divided into 4 regions in Surabaya. After all, giving questionnaires to every visitor. Samples taken from this research are 10 people each respective field, namely futsal indoor soccer field Kebraon Sport Center, indoor soccer field gool Mangga Dua, indoor soccer field Hokky Nginden, indoor soccer field Waka-waka Kenjeran. The conclusion that a statement of this research is the motivation of this has an impact on people's desire to futsal. Each community has their own reasons for choosing the sport of futsal. Keywords: Motivation, Public, Futsal
PENGARUH BABY SPA TERHADAP PENINGKATAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR PADA BAYI DI MY BABY SPA SURABAYA RACHMAWATI WAHYUNINGTYAS, ESTI
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 4, No 3 (2016): Edisi Agustus 2016
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

setiap anak akan melewati tahap tumbuh kembang secara fleksibel dab berkesinambungan. Aspek tumbuh kembang pada anak adalah salah satu aspek yang diperhatikan dengan serius oleh para pakar. Perkembangan motorik mencangkup dua klasifikasi, yaitu kemampuan motorik kasar da motorik halus. Baby spa sendiri memiliki 2 treatment yaitu massage (pijat) dan juga hidroterapy (renang). Berdasarkan dari studi pendahuluan di ruang lingkup my baby spa menemukan 13 dari 20 bayi mengalami keterlambatan perkembangan dengan skrinning menggunakan Denver Development Skrinning Test II (DDST II). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu / quasi experiment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai signifikasi sebesar 0,000 dengan alpha sebesar 5% sehingga dapat dikatakan terdapat pengaruh baby spa terhadap perkembangan kemampuan motorik kasar bayi usia 6-9 bulan di my baby spa surabaya
ANALISIS KEMENANGAN LEE CHONG WEI DALAM PERTANDINGAN MELAWAN CHEN LONG AHSANI, FAJAR
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 4, No 3 (2016): Edisi Agustus 2016
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ANALISIS KEMENANGAN LEE CHONG WEI DALAM PERTANDINGAN MELAWAN CHEN LONG Fajar Ahsani ABSTRAK Olahraga Bulutangkis merupakan olahraga yang paling digemari di Indonesia setelah sepakbola. Bulutangkis adalah olahraga yang dimainkan oleh dua orang (untuk tunggal) atau dua pasang (untuk ganda), untuk memainkan olahraga ini kita harus mengetahui teknik-teknik dasar seperti servisforehand pendek, servisforehand tinggi, underhand, lob, smash, dropshot, netting dan juga backhand. Penelitian ini merupakan penelitian analisis deskriptif untuk mengetahui teknik yang digunakan Lee Chong Wei dan Chen Long dalam Pertandingan Yonex sunrise Hongkong Open 20 November 2015, Celcom Axiata Malaysia Open 10 April 2016, dan Dong Feng Citroen Badminton Asia Championships 1 Mei 2016. Dari hasil penelitian analisis kemenangan Lee Chong Wei dalam pertandingan melawan Chen Long menunjukkan bahwa dalam 3 pertemun Lee Chong Wei mendominasi jalannya permainan. Serangan Lee Chong Wei lebih tersusun rapi daripada serangan Chen Long, serangan Lee Chong Wei dimulai dengan teknik servisforehand pendek, netting, dan smash. Chen Long sering kehilangan konsentrasi jika sudah terkena serangan Lee Chong Wei. Kata kunci: Analisis, Bulutangkis, Pertandingan Bulutangkis, Teknik bulutangkis. ANALYSIS LEE CHONG WEI’S GLORY IN A GAMES AGAINST CHEN LONG FajarAhsani ABSTRACT Badminton is a sport that is most popular in Indonesia after football.Badminton is played by two people (for a single) or two pairs (for a double), to play this sport we need to know the basic techniques such asshort fore hand service, high forehand service, underhand, lob, smash, dropshot, netting, and also backhand. This research is a descriptive analysis to know about Lee Chong Wei’s technique and Chen Long’s technique in the gameYonex sunrise Hong Kong Open November 20th 2015,Celcom Axiata Malaysia Open April 10th2016,andDong Feng Citroen Badminton Asia Championships May 1th, 2016. From the analysis research Lee Chong Wei’s glory in the games against Chen Long showed that within 3 during the meeting, Lee Chong Wei dominated the games. Lee Chong Wei attack more neatly than Chen Long’s attack, Lee Chong Wei’s attack began with a short forehand service techniques, netting, and smash. Chen Long often lose concentration if it had been hit by Lee Chong Wei. Keywords: Analysis, Badminton, Badminton Games, Badminton Techniques.
KONTRIBUSI KONSENTRASI DAN KELENTUKAN PERGELANGAN TANGAN TERHADAP KETEPATAN SHORT SERVE PADA PEMAIN BULUTANGKIS SMAN 2 TANGGUL JEMBER ADITYA TANTRA, FAUZI
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 4, No 4 (2016): Edisi November 2016
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam permainan bulutangkis, konsentrasi dan kelentukan pergelangan tangan memegang peranan yang penting. Dengan berkurangnya konsentrasi dan efektivitas kelentukan pergelangan tangan pada saat latihan maupun pertandingan, maka akan timbul berbagai masalah seperti berkurangnya akurasi pukulan yang mengakibatkan penempatan shuttlecock tidak pada sasaran, khususnya servis pendek (short serve). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar kontribusi tingkat konsentrasi dan kelentukan pergelangan tangan terhadap ketepatan servis pendek (short serve) pada pemain bulutangkis SMAN 2 Tanggul Jember, serta untuk mengetahui seberapa besar pula hubungan antara konsentrasi dengan kelentukan pergelangan tangan. Total subjek penelitian yang diambil adalah 10 orang pemain. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analisis korelasi, sedangkan proses pengambilan data dilakukan dengan tes konsentrasi, tes kelentukan pergelangan tangan, dan tes ketepatan servis pendek (short serve). Pengolahan data menggunakan bantuan komputerisasi dengan software SPSS for windows releas 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kontribusi yang signifikan antara konsentrasi dan kelentukan pergelangan tangan terhadap ketepatan servis pendek. Rata-rata kontribusi konsentrasi adalah senilai 14.10 dengan nilai minimum 12 dan maksimumnya 18 dan standar deviasinya sebesar 1.852. Rata- rata kelentukan pergelangan tangan adalah 13.75 dengan nilai minimum 11.40 dan maksimumnya adalah 17.20dan standar deviasinya adalah sebesar 1.833. Rata-rata ketepatan servis pendek senilai 23.70 dengan nilai minimum 20 dan maksimum 29 dan standar deviasinya 2.404. Hasil analisis kontribusi konsentrasi rhitung lebih besar dari rtabel dan koefisien korelasinya sebesar (0.830 0,632), analisis kontribusi kelentukan pergelangan tangan rhitung lebih besar dari rtabel dan koefisien korelasinya sebesar (0.776 0,632) dengan probabilitas 0.02 0.05, dan hasil analisis hubungan konsentrasi dan kelentukan pergelangan tangan koefisien korelasinya sebesar 0.831 dengan probabilitas 0.01 0.05, yang berarti model regresi antara konsentrasi dan kelentukan pergelangan tangan dapat dinyatakan signifikan. Besar kontribusi konsentrasi adalah 68,9, kelentukan pergelangan tangan adalah 58,6 dan besar sumbangan korelasi berganda adalah 69
ANALISIS SPORT DEVELOPMENT INDEX KECAMATAN NGRONGGOT KABUPATEN NGANJUK PRADHANA, ANDY
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 4, No 4 (2016): Edisi November 2016
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SDI (Sport Development Index) adalah indeks gabungan yang mencerminkan keberhasilan pembangunan olahraga yang berdasarkan empat dimensi dasar yaitu, partisipasi, ruang terbuka, kebugaran, dan sumberdaya manusia Toho Cholik Mutohir dkk (2004; 9). SDI merupakan alternatif baru yang digunakan untuk menentukan pembangunan di suatu daerah termasuk dalam kategori rendah, sedang ataupun tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan pembangunan olahraga di Kecamatan Ngronggot Kabupaten Nganjuk. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik yang digunakan survei dan tes kebugaran. Subjek penelitian menggunakan sampel yaitu 90 orang yang diambil dari 3 desa. Berdasarkan hasil penelitian di Kecamatan Ngronggot Kabupaten Nganjuk di peroleh angka partisipasi sebesar 0,352 (rendah), angka ruang terbuka sebesar 0,395 (rendah), angka sumber daya manusia sebesar 0,001 (rendah), angka kebugaran jasmani sebesar 0,373 (rendah). Dengan demikian angka SDI sebesar 0,281 (kategori rendah). Kata kunci : SDI, pembangunan olahraga,partisipasi, ruang terbuka, kebugaran, sumberdaya manusia, SDI (Sport Development Index) is composite index that reflects the succes of the sport development that is based on our basic dimensions of participation, open space, fittness, human resources Toho Cholik Mutohir dkk (2004; 9). SDI is a new alternative that is used to determine the sport development in an area included in the category of low, medium, or high.. This Research aims to determine the sport development in the ngronggot district, Nganjuk regency. This type of study is a qualitative research with descriptive approach. This research is use survey and fitness test. Research subject used a sample of 90 people taken from 3 villages Based on data analysis, then obtained participation rate 0,352 (low), the open space rate 0,395 (low), human resources rate 0,001 (low), fitness figure rate 0,373 (low). Thereby SDI in Ngronggot district, Nganjuk regency is 0,281 (low). Key Words : Sport Development Index, participation, open space, fittness, human resources.