cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Olahraga
  • jurnal-kesehatan-olahraga
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 408 Documents
ANALISIS KEMAMPUAN VO2MAX PADA ATLET KARATE RANTING PERMATA SIDOARJO PRAMATA, ANGGA
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 4, No 4 (2016): Edisi November 2016
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Olahraga prestasi adalah kegiatan olahraga yang dilakukandan dikelola secara professional dengan tujuan untuk memperoleh prestasi optimal. Dan olahraga karate merupakan satu dari sekian banyak cabang olahraga prestasi yang kini sedang populer di Indonesia. Karate merupakan seni bela diri asal Jepang yang mana didalam kegiatannya selalu dibutuhkan sebuah gerakan pukulan, tendangan, tangkisan, bantingan, kelincahan, dengan bertenaga baik dalam Kata maupun Kumite. Oleh karena itu agar sebuah gerakan dapat berjalan maksimal maka faktor kondisi dan latihan fisik yang menjadi salah satu aspek penunjangnya. Dan hal tersebut sangat erat kaitannya dengan kemampuan tubuh dalam menggunakan oksigen atau VO2Max. Berdasarkan latar belakang tersebut maka dapat diambil rumusan masalah yaitu bagaimana tingkat kemampuanVO2Max pada atlet karate Ranting Permata Sidoarjo? Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan VO2Max pada atlet karate Ranting Permata Sidoarjo. Sehingga manfaat dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana tingkat kemampuan VO2Max atlet karate Ranting Permata Sidoarjo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk menggambarkan, mendeskripsikan dan mengidentifikasi serta hanya mengumpulkan data atau fakta yang ada terkait dengan tingkat kemampuan VO2MaxAtlet Karate Ranting Permata Sidoarjo. Fokus pembahasan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan VO2Max pada atlet Karate Ranting Permata Sidoarjo dengan menggunakan instrumen Multistage Fitness Test (MFT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa atlet KaratePutriRanting Permata Sidoarjo yang berjumlah9atlet tersebut memiliki nilai VO2Max tertinggi 45,2 ml/kg/min dan terendah30,6 ml/kg/min, dengan rata-rata keseluruhan adalah 35,5 ml/kg/min dan termasuk dalam kategori baik (Good).
ANALISIS KONDISI FISIK ATLET PUTRA KLUB BOLABASKET SMA TRIMURTI SURABAYA PRIHANTO, KUKUH
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 4, No 4 (2016): Edisi November 2016
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi fisik adalah satu kesatuan utuh dari komponen-komponen yang tidak dapat dipisahkan begitu saja, baik peningkatan maupun pemeliharaannnya. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah Bagaimana gambaran kondisi fisik atlet putra klub basket SMA Trimurti Surabaya. Populasi dalam penelitian ini adalah atlet putraklub basket SMA Trimurti Surabaya dan jumlah sampel 12 atlet. Variabel penelitian menggunakan item tes kondisi fisik atlet putra klub basket SMA Trimurti Surabaya. Pelaksanaan penelitian ini menggunakan 7 jenis rangkaian tes yaitu Daya tahan aerobik melalui tes Balke, kecepatan lari 30 meter, kelincahan melalui shuttlerun, power otot tungkai, keseimbangan, kekuatan dan kelentukan bahu & pergelangan tangan atlet putra klub bolabasket SMA Trimurti Surabaya. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis pendekatan deskriptif kuantitatif. Dari hasil serangkaian tes menunjukkan kemampuan fisik dapat diperoleh bahwa Daya tahan aerobik melalui tes Balke termasuk kategori baik rata-rata sebesar 60,90 O?/kgBB/menit, kecepatan lari 30 meter termasuk kategori baik rata-rata sebesar 4,56 detik, kelincahan termasuk kategori baik rata-rata sebesar 12,25detik, power otot tungkai termasuk kategori cukup rata-rata sebesar 893,2 watt, keseimbangan termasuk kategori sedang rata-rata sebesar 15,61 detik, kekuatan termasuk kategori kurang rata-rata sebesar 24,58 detik dan kelentukan bahu & pergelangan termasuk katagori baik rata-rata sebesar 12 inchi Berdasarkan hasil serangkain tes kondisifisikatletputraklub basket SMA Trimurti Surabaya dapat disimpulkan bahwa kondisi fisikseluruhkomponendalamkategorisedangsebesar52,37 %. Sehinggadisarankanuntukmelakukanlatihankondisifisikrutin agar semuakomponenkondisifisikdalamkategoribaik, harapannyaakanmeningkatkanprestasidalampertandinganbolabasket. Kata kunci : Analisis Kondisi Fisik, Bolabasket
PENGARUH MODEL LATIHAN PLYOMETRICROPE JUMP DAN LATIHAN NAIK TURUN BANGKU 40 CM TERHADAP KEMAMPUAN BLOCK PEMAIN BOLAVOLI REMAJA PUTRA SMA NEGERI 1 NGANJUK. KIRONO KUSUMO SUSETYO, SASI
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 4, No 4 (2016): Edisi November 2016
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permainan bolavoli akan memiliki kualitas permainan dengan pemain mampu menguasai teknik dasar dengan baik dan didukung dengan kemampuan fisik yang memadai. Dengan hal itu semua pemain dapat menampilkan permainan bolavoli yang terampil. Memiliki kemampuan block yang baik adalah modal utama bagi para pemain bolavoli. Sehingga untuk memiliki modal itu perlulah latihan diantaranya latihan plyometric rope jump dan latihan naik turun bangku untuk menunjang meningkatkan kemampuan block pemain bolavoli remaja putra SMA Negeri 1 Nganjuk. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adakah pengaruh model latihan plyometricrope jump dan latihan naik turun bangku 40 cm terhadap kemampuanblock pemain bolavoli remaja putra. Sasaran penelitian ini adalah pemain bolavoli remaja putra SMA Negeri 1 Nganjuk usia 16-18 tahun dengan sampel 12 orang. Metode dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen, sedangkan proses pengambilan data dilakukan dengan memberikan test pre-test dan post-test. Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan, diketahui rata-rata kemampuan block pemain bolavoli remaja putra SMA Negeri 1 Nganjuk, untuk latihan rope jump pre-test diperoleh rata-rata 267,6 dan standart deviasi sebesar 11,26 sedangkan post-test diperoleh rata-rata sebesar 273,3 dan standart deviasi sebesar 12,40 dan data naik turun bangku pre-test sebesar 266,6 dan standart deviasi sebesar 10,75 sedangkan post-test diperoleh rata-rata sebesar 271,1 dan standart deviasi sebesar 11,56 untuk selisih pada pre-test dan post-test rope jump diperoleh rata-rata sebesar -5,66 standart deviasi sebesar 1,20. Sedangkan pada pre-test dan post-test naik turun bangku diperoleh rata-rata sebesar -5,16 dan standar deviasi 1,16. Latihan rope jump berpengaruh terhadap kemapuan block pemain bolavoli remaja putra SMA Negeri 1 Nganjuk dengan hasil -2,39 1,81. Dengan kata lain bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara latihan rope jump dan naik turun bangku terhadap kemampuan block pemain bolavoli remaja putra SMA Negeri 1 Nganjuk. Sedangkan untuk kelompok yang diberikan latihan naik turun bangku dengan hasil -2,38 1,81. Dengan kata lain bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara latihan naik turun bangku dan rope jump terhadap kemampuan block pemain bolavoli remaja putra 0,328 1,8. Jadi ada perbedaan yang signifikan terhadap kemampuan block antara kelompok latihan rope jump dan kelompok latihan naik turun bangku. Dengan kata lain bahwa yang paling maksimal dicapai oleh pemain bolavoli remaja putra SMA Negeri 1 Nganjuk setelah diberikan latihan rope jump.   Kata kunci: Kemampuan block, Latihan plyometric rope jump, latihan naik turun bangku   Volleyballgamewill have quality of the game with players who are able to master basic techniques well and are supported with adequate physical ability. By having those, all players can perform a skilled volleyball game. Having well-block ability becomes a good asset for volleyball players. Therefore, having those assets requires exercises, such as, the plyometricropejump training and the harvard step test training to support as well as to improve the block ability of young volleyball players at state senior high school 1 Nganjuk. This study aimed to determine theeffect ofplyometric rope jump training model and 40 cm harvard step test toward block ability of young volleyballplayers. The subjectsof the studywere young volleyball players at state senior high school 1 Nganjuk, by taking 12 people samples aged 16-18 years. The methodin this studywasan experimental researchmethod, whilethe process ofdata collection was by giving pre-test and post-test. Based on the result of calculation conducted, it is known that the average of block ability of young volleyball players at state senior high school 1 Nganjuk, it is obtained that pre-test of rope jump exercise was 267.6 and the standard deviation was 11.26 while the post-test was in the average of273.3 by standard deviation 12.40. The Harvard Step Test data was 266.6 and the standard deviation was 10.75 while post-test gained an average of 271.1 and standard deviation of 11.56 for the difference in the pre-test and a post-test rope jump resulted by an average of -5.66 by standard deviation of 1.20. While on the pre-test and a post-test Harvard step test by an average of -5.16 by standard deviation 1.16. Rope jump training affected the ability to block of young volleyball players at state senior high school 1 Nganjuk in the result of -2.39 1.81. In other words, there was significant difference between the Rope Jump training and Harvard Step Test toward the block ability of young volleyball players, while for the group which was given the Harvard Step Test training, it is obtained the -2.38 1.81. In other words, there was also a significant difference between the training of Harvard step test and rope jump to the ability block young volleyball players 0.328 1.8. There was a significant difference toward block ability between the group of rope jump and Harvard step test training. In conclusion, the young volleyball players in State Senior High School 1 Nganjuk achieved maximum after being given the Rope Jump training. Keywords: Block Ability, Plyometric training of rope jump, Training of Harvard step test
ANALISIS SWOT PEMBINAAN PRESTASI DI SEABLESS FUTSAL KLUB KABUPATEN BLITAR ZAINIR T S, MOCHAMMAD
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 4, No 4 (2016): Edisi November 2016
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembinaan merupakan faktor yang berperan penting dalam dunia olahraga khususnya futsal, pembinaan futsal perlu dilakukan sedini mungkin melalui pencarian dan pemanduan bakat, pembibitan, pendidikan dan pelatihan olahraga yang didasarkan pada ilmu pengetahuan dan teknologi secara efektif dan efisien, karena berkembang tidaknya dunia olahraga itu sendiri. SeaBless Futsal Klub di Kabupaten Blitar adalah salah satu wadah yang digunakan sebagai sarana pembinaan dan pengembangan bakat pada cabang olahraga Futsal, tujuannya adalah membantu pemain meraih prestasi puncak. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis strenght(kekuatan), weakness(kelemahan), opportunity(peluang), threats(ancaman). Jenis penelitian ini termasuk ke dalam penelitian deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan adalah SWOT (strength, weakness, opportunity, threat). Sumber data penelitian diperoleh dari hasil wawancara dengan pengurus SeaBless Futsal Klub, pelatih, atlet Futsal di SeaBless Futsal Klub yang berprestasi U-21, dan orang tua wali dari atlet Futsal di SeaBless Futsal Klub. Teknik pengumpulan data menggunakan (1) wawancara (2) observasi (3) dokumentasi. Hasil penelitian dapat diketahui, (1) kekuatan (strength) meliputi: manajemen yang baik sesuai job diskripsi, pelatih berlisensi atau bersertifikat, motivasi dan dukungan, atlet berbakat dan berprestasi, pembibitan, hubungan antara pengurus, pelatih, pemain, dan orang tua, (2) kelemahan (weakness) meliputi: sarana dan prasarana masih kurang, sumber dana, kebijakan manajemen terhadap pengurus, pelatih, pemain, (3) peluang (opportunity) meliputi: menjadi refrensi bagi tim futsal lain untuk proses pembinaan, mampu menghasilkan pemain bagus secara fisik, mental maupun skill, meraih prestasi lebih baik lagi dan pemain memiliki jam terbang tinggi, dengan prestasi yang baik dapat menambah banyak dana tambahan dari bebagai sponsor, (4) ancaman (threats) meliputi: terjadi kecemburuan dari tim-tim futsal lain akibat banyak pemain yang bergabung dengan SeaBless Futsal Klub.
PERBEDAAN JARAK AWALAN UNTUK LOMPAT JAUH TERHADAP HASIL LOMPATAN GAYA JONGKOK (STUDI PADA MAHASISWA IKOR ANGKATAN 2015 UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA) APRILIA AYU KRISTIKA, ARGA
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 4, No 4 (2016): Edisi November 2016
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lari awalan merupakan faktor yang mempengaruhi prestasi lompat jauh. Lintasan lari awalan memiliki lebar minimum 1,22 m dengan panjang 40 m.Jarak 20 m sesuai dengan syarat awalan pada lompat jauh. Perpanjangan jarak dari 10 20 m baru dilakukan oleh para remaja yang terlatih pada akhir pubertas mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil lompatan untuk lompat jauh gaya jongkok dengan menggunakan jarak awalan yang berbeda. Penelitian ini, menggunakan pendekatan kuantitatif non eksperimen dengan metode cross sectionals dan desain komparatif. Sampel penelitian ini adalah 30 mahasiswa IKOR Angkatan 2015 Universitas Negeri Surabaya. Penelitian ini menggunakan tes lompat jauh gaya jongkok dengan jarak awalan 20 m dan 40 m. Berdasarkan hasil perhitungan yang diperoleh, hasil lompat jauh dengan jarak awalan 20 meter memiliki rata-rata sebesar 4,066 sedangkan hasil lompat jauh dengan jarak awalan 40 meter diperoleh rata-rata sebesar 4,131. Uji hipotesis menggunakan rumus Uji-T dengan taraf signifikansi α = 0,05, maka diperoleh nilai Thitung -0,542 dan Ttabel 2,01. Karena nilai Thitung lebih kecil dari Ttabel (-0,542 2,01) maka Ho diterima Ha ditolak Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara jarak awalan untuk lompat jauh terhadap hasil lompatan gaya jongkok (studi pada mahasiswa IKOR angkatan 2015 Universitas Negeri Surabaya). Kata kunci: lompat jauh gaya jongkok jarak awalan Run prefix is a factor that affects achievement the long jump.A running track prefix having minimum width 1,22 m with long 40 m. A distance of 20 m in accordance with the requirements prefix in the long jump.The extra distance from 10 20 m that was done by the teenager trained at the end of their puberty. The purpose of this study is to know if there are the difference of the results leap to the long jump style squat using a different distance.This study used a type of quantitative study of non eksperimen approach with the cross sectionals methods and comparative design. The sample of this study is 30 students ikor 2015 State University of Surabaya.This study using test the long jump style squat to the distance prefix 20 m and 40 m. Based on the estimates on obtained, the results of the long jump to the distance prefix 20 meters having an average of 4,066 while the results of the long jump to the distance prefix 40 meters obtained an average of 4,131.The hypothesis testing using the formula t-test with significance level α = 0,05, then the values obtained Tcount value -0,542 and Ttablevalue 2.01.Because the value of Tcount smaller than Ttable ( -0,542 2,01)soHo accepted andHa rejected. From the results of research conducted can be concluded that there was no significant differences between the distance prefix to the long jump on the leap style squat ( a study of students Ikor 2015 State University Of Surabaya ). Keywords: the long jump style squat the distance prefix
ANXIETY LEVEL OF MALES STUDENT SD PEMBANGUNAN JAYA 2 SIDOARJO DURING ALL THE FUTSAL MATCHES OF SD SE-SIDOARJO. RIDWAN PAMBUDI, AKBAR
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 4, No 4 (2016): Edisi November 2016
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ANXIETYLEVELOF MALES STUDENTSDPEMBANGUNANJAYA2SIDOARJO DURINGALL THEFUTSAL MATCHES OF SDSE-SIDOARJO. This study examined the relationship between anxiety and performance from mental (cognitive) component, behavior (afektive) component, ability (motoric) and physiological (somatic) component. Anxiety is a condition in which individuals feel weak so do not dare to behave and act rationally. Effect of anxiety is the person will feel fear or loss of confidence. There are three levels of anxiety that anxiety is low, medium and high. The purpose of this research was to determine the level of anxiety of atheles SD Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo during the tournament. The result of this study was the males futsal player of SD Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo with the number of subject taken is 10 players. This research method using descriptive with data analysis, and the proses of data collection is done by filling out the questionnaire. These study results indicate that there is a rather high level of anxiety of athletes SD Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo during the tournament between elementary schools of sidoarjo. The score of anxiety level males futsal player of SD Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo when the tournament was 51,4. That scores showed of higher anxiety level of anxiety at the time of the match, Also have higher influence on the performance of athletes. It’s been proven males futsal team SD Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo lost in the tournament. Key Words: Futsal, AnxietyLevel, and Performance.
KONTRIBUSI KEKUATAN OTOT PERUT DAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI TERHADAP KECEPATAN LARI 100 METER ATLET PUTRI USIA 15 – 17 TAHUN PASI KABUPATEN NGANJUK MAULANA, SUKRON
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 4, No 4 (2016): Edisi November 2016
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak faktor yang mempengaruhi kecepatan berlari diantaranya yaitu kekuatan otot perut pada saat melakukan lari. Untuk meningkatkan kekuatan otot perut pada saat berlari seorang atlet dapat melatih otot perutnya salah satunya dengan latihan Sit – up. Semakin kuat otot perut seorang atlet semakin baik performa dalam melakukan lari. Frekuensi pada saat lari dihasilkan dari kekuatan dan kecepatan yang merupakan komponen daya ledak. Semakin besar daya ledak yang dimiliki, diharapkan semakin bagus performa seorang atlet dalam berlari. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalahTujuan penelitian ini adalah :Untuk mengetahui seberapa besar kontribusi kekuatan otot tungkai dankekuatan otot perut terhadap kecepatan lari 100 meter pada atlet putri usia 15 – 17 tahun Pasi Kabupaten Nganjuk.Populasi penelitian ini adalah atlet putri usia 15 - 17 tahun PASIKabupaten Nganjuk di Kabupaten Nganjukdengan jumlah subjek yang diambil 15 atlet. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analisis korelasi.Dari analisis penelitian pada atlet putri usia 15 – 17 tahun PASIKabupaten Nganjuk bahwa ada kontribusi yang signifikan antarakekuatan otot perut, daya ledak otot tungkai terhadap kecepatan lari 100 meter sebesar 59.7% pada atlet putri usia 15 – 17 tahun Pasi Kabupaten Nganjuk. Saran yang dapat peneliti berikan adalah bagi pelaku olahraga, ( pengurus, Pembina olahraga, pelatih olahraga dan atlet ) disarankan untuk menggunakan model / tipe pelatihan yang sesuaikan dengan kemampuan dan takaran yang tepat serta melakukan latihan yang insentif.
KONTRIBUSI KONSENTRASI TERHADAP KETEPATAN HASIL SUMPITAN OLAHRAGA TRADISIONAL PADA TIM SUMPITAN KOTA SURABAYA ALIF HUSMAYAQIN, DIO
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 4, No 4 (2016): Edisi November 2016
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK KONTRIBUSI KONSENTRASI TERHADAP KETEPATAN HASIL SUMPITAN OLAHRAGA TRADISIONAL PADA TIM SUMPITAN KOTA SURABAYA Nama: Dio Alif Husmayaqin NIM: 12060484077 Program Studi: S-1 Jurusan: Pendidikan Kesehatan Dan Rekreasi Fakultas: Ilmu Keolahragaan Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing: Dr. Andun Sudijandoko, M.Kes Olahraga merupakan kegiatan sehari-hari dalam kehidupan manusia yang melibatkan aktivitas fisik, dengan berolahraga dapat menciptakan jasmani dan rohani yang sehat dan kuat. Saat ini banyak olahraga yang masuk dari luar negeri dan begitu populer di Indonesia. Pada permainan sumpitan yang dicari adalah ketepatan hasil sumpitan seperti halnya olahraga panahan maupunolahraga menembak. Untuk memperoleh ketepatan dibutuhkan konsentrasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besar Kontribusi Konsentrasi Terhadap Ketepatan Hasil Sumpitan Olahraga Tradisional pada Tim Sumpitan Kota Surabaya. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan Koefisien Determinasi. Data dikumpulkan dengan mengunakan tes konsentrasi dan tes sumpitan. Populasi pada penelitian ini 6 orang atlet sumpitan. Hasil penelitian menunjukan bahwa harga lebih besar dari ( 0,872>0,811 ). Maka data korelasi kontribusidapat dikatakan signifikan. Besarnya kontribusi antara konsentrasi dengan ketepatan hasil sumpitan olahraga tradisional yaitu sebesar 76%. Sehingga dapat ditarik satu kesimpulan sebagai berikut: “Terdapat Kontribusi yang signifikan antara tingkat konsentrasi terhadap ketepatan hasil sumpitan olahraga tradisional pada tim sumpitan kota Surabaya”. Kata Kunci :Kontribusi, Konsentrasi,Ketepatan, Sumpitan, Olahraga Tradisional ABSTRACT CONTRIBUTION THE ACCURACY OF CONCENTRATION TRADITIONAL SPORT RESULTS BLOWPIPE TEAM IN SURABAYA Name: Dio Alif Husmayaqin Reg. Number: 12060484077 Study Program: S-1 Department: Department of Health Education and Recreation Faculty: Faculty of Sport Science Institution: State University of Surabaya Advisor : Dr. Andun Sudijandoko, Kes Sport is a daily activity in human life that involves physical activity, with the sport can create a physical and mental healthy and strong. Nowadays many sports coming from abroad and was so popular in Indonesia. In blowpipe’s game was searched the accuracy of blowpipe as well as archery and shooting sports. To obtain accuracy needed concentration. The purpose of this study is to determine how much Contributions Concentration To Accuracy of Blowpipe’s result of Traditional Teams Sports in Surabaya. In this study, using a quantitative method with descriptive correlational approach. The data were collected by using concentration tests and blowpipe test. The population in this study use 6 athletes blowpipe. From the results of correlation, it is known that the value of is greater than(0.872 > 0.811). So correlation contribution data is can be said to be a was significant. The amount of contribution between the concentration and accuracy of blowpipe’s result traditional sport that is equal to 76%. So it can be conclude that: "There is a significant contribution between the level of concentration with result accuracy of tradisional sport blowipe in Surabaya blowipe’s Team ". Key words: Contribution, Concentration, Accuracy, Blowpipe, Traditional Sports
ANALISIS GOL PADA FUTSAL CHAMPIONSHIP ITS TINGKAT SLTA SE-JAWA TIMUR TAHUN 2016 MUSTAIN TRI CAHYANTO, MUHAMMAD
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 4, No 4 (2016): Edisi November 2016
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Futsal = (Futbol sala; Bahasa Spanyol; berarti Sepak bola ruangan) merupakan permainan sepakbola di dalam ruangan yang dilakukan oleh 5 x 5 pemain. Futsal merupakan salah satu olahraga prestasi yang sangat dipengaruhi oleh teknik dasar, taktik dan strategi, namun dalam prakteknya faktor teknik dasar dalam futsal sering dianggap remeh oleh para pemain futsal. Teknik dasar merupakan salah satu aspek penting yang digunakan untuk bermain futsal dan untuk melancarkan taktik dan strategi untuk mencetak gol dalam pertandingan. Ketika seorang atlet akan turun dalam perlombaan atau pertandingan, diperlukan passing, control, dribbling dan shooting untuk dapat bermain futsal dan mencetak gol untuk meraih kemenangan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis terciptanya gol pada turnamen ITS FUTSAL CHAMPIONSHIP 2016. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif, dengan pendekatan deskriptif analisis, dengan menggunakan metode observasi. Dalam observasi langsungtersebut menggunakan video untuk instrument penelitian, dengan menggunakan 5 pertandingan secara acak dan usia atlit 16-18 tahun sebagai sampel dalam penelitian ini. Ketika atlet sedang bermain, peneliti menganalisis gol dengan menggunakan blangko, untuk langkah selanjutnya akan dilakukan penghitungan skor (skoring) terhadap blangko yang telah diisi tersebut. Analisis gol pada ITS Futsal Championship 2016 diperoleh dari set play yang dimainkan oleh tim futsal putra SMAN 9 Surabaya, SMAN 1 Manyar Gresik, SMKN 10 Surabaya, SMA Dharma Wanita Surabaya, SMAN 8 Surabaya dan SMA 1 Taman Sidoarjo dan kesalahan lawan.Dari hasil analisis dilapangan, peneliti mendapatkan jumlah gol sebanyak 21 gol dan banyak taktik dan strategi yang dimainkan. Hasil analisis jumlah gol terdapat 20 gol dari set play 1-2-1 sebanyak 10 gol (50%), set play 2-2 sebanyak 3 gol (15%), set play 5-0 sebanyak 2 gol (10%), dan serangan balik sebanyak 5 gol (25%). Dan Analisis gol dari kesalahan lawan terdapat 21 gol dari terlambat menutup lawan sebanyak 18 gol (85,714%), kesalahan passing sebanyak 2 gol (9,524%), dan tendangan bebas sebanyak 1 gol (4, 762%).Dengan demikian dapat disimpulkan bahwarata-rata tim futsal putra SMA banyak menggunakan set play 1-2-1 dan kesalahan lawan terlambat menutup lawan. Kata kunci : Teknik Dasar, Taktik dan Strategi, Gol, Futsal. Futsal = (Futbol sala; Spanish; means indoor soccer) is a game of football in the room done by 5 x 5 players. Futsal is one sport achievements greatly influenced by the basic technique, tactics and strategy, but in practice the basic techniques in futsal factor often underestimated by futsal players. The basic technique is one important aspect that used to play futsal and to launch tactics and strategy to score a goal in the match. When an athlete is going down in the race or match is required passing, control, dribbling and shooting to be able to play futsal and scored to clinch the victory. The purpose of this study was to analyze the creation of a goal in the tournament ITS FUTSAL CHAMPIONSHIP 2016. This study used quantitative research, with descriptive analysis approach, using methods of observation. In the direct observation using video for the research instrument, using a random 5 games and athletes ages 16-18 years as the sample in this study. When athletes are playing, the researchers analyzed a goal with a blank, for the next step will be scoring (scoring) to the blank filled. Analysis of ITS Futsal Championship goal in 2016 was obtained from the set play futsal team played by SMAN 9 Surabaya, SMAN 1 Manyar Gresik, Surabaya SMK 10, SMA Dharma Wanita Surabaya, SMAN 8 Surabaya and SMA 1 Taman Sidoarjo and opponent errors. From the analysis of the field, researchers get the number of goals as much as 21 goals and a lot of tactics and strategy being played. The results of the analysis of the number of goals there are 20 goals from set play 1-2-1 as many as 10 goals (50%), 2-2 as play sets 3 goals (15%), 5-0 as play sets 2 goals (10%), and counterattack by 5 goals (25%). Analysis goal of the opponent errors contained 21 goals of late to close the opponent as much as 18 goals (85.714%), passing errors as much as 2 goals (9.524%), and a free kick by 1 goal (4, 762%). It can be concluded that the average high school men's futsal team are using a set play 1-2-1 and opponent errors late closing opponent. Keywords : Basic Technique, Tactics and Strategies, Goal, Futsal.
PENGARUH LATIHAN ROPE JUMP SELAMA 20 DETIK DENGAN METODE INTERVAL TRAINING 1 : 5 TERHADAP KEKUATAN OTOT TUNGKAI ARYUANTO, RIZKI
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 4, No 4 (2016): Edisi November 2016
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PENGARUH LATIHAN ROPE JUMP SELAMA 20 DETIK DENGAN METODE INTERVAL TRAINING 1 : 5 TERHADAP KEKUATAN OTOT TUNGKAI Kekuatan merupakan salah satu bentuk kondisi fisik yang digunakan untuk menunjang performa atlet. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah latihan rope jump dengan metode interval training terhadap kekuatan otot tungkai. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen dengan menggunakan pre test dan post test. Sampel penelitian sebanyak 15 sampel. Hasil penelitian diperoleh rata-rata kekuatan otot tungkai pada pre test sebesar 44,4 dan pada post test sebesar 49,4. Perhitungan uji perbedaan rata-rata kekuatan otot tungkai sebelum dan sesudah diberi latihan menggunakan ropejump diperoleh thitung6,5333 nilai ttabel dengan taraf signifikansi 0,05 dengan df = 14 adalah 2,977. Karena thitung lebih besar dari ttabel (6,5333>2,977), maka Ho diterima yang berarti tidak terdapat pengaruh kekuatan otot tungkai sebelum dan sesudah diberi perlakuan atau latihan rope jump. Kata Kunci : Latihan, Rope Jump, Interval Training, kekuatan otottungkai. Abstract Strengthis one of thephysical conditionsthat are usedtosupport the performance ofathletes. purposeof thisstudywastodetermine the effectbefore treatment (pre test) and after treatment (post test) therope jumpexerciseswithinterval trainingmethodto theleg muscle strength. Thisstudyusesthe type ofexperimental researchusing thepretest and posttest. samples are15. Average ofthe results obtainedinthe pretestleg muscle strengthof pre test44,4 and post test 49,4.Test calculationsthe average differencebefore treatment and after treatmentisobtained tby 2,012 andthe valuet tablewith a significance levelof 0.05withdf=14is2,977.Becausetis greater thant table(2,012 < 2.977),so that the Ho received means not affected by the leg muscles strength either before or afther the treatmen, and sorope jump exercise. Keywords : Exercise, Rope Jump, Interval Training, leg muscle strength.