cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Olahraga
  • jurnal-kesehatan-olahraga
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 408 Documents
PENGARUH LATIHAN WALL VOLLEY TERHADAP KEAKURASIAN PASSING BAWAH PADA OLAHRAGA BOLA VOLI (STUDI PADA PESERTA EKSTRAKURIKULER SMA PGRI SUMENEP) JUNIATURRAHMAN, M.FIRMAN
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 4, No 4 (2016): Edisi November 2016
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini lebih ditekankan pada keterampilan melakukan passing bawah pada permainan bolavoli dengan asumsi bahwa passing bawah merupakan salah satu langkah awal untuk menyusun pola serangan kepada regu lawan danmelakukan pertahanan atau difense dalam permainan bolavoli. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh latihan Wall Volley terhadap keakurasian Passing Bawah. Metode Penelitian ini yang digunakan adalah secara kuantitatif karena penelitian ini memiliki data-data yang berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik. (Sugiyono, 2006: 7). Hasil penelitian diperoleh rata-rata passing bawah pada pre test sebesar 26,71 dan pada post test sebesar 31,57. Berdasarkan uji normalitas data pre test diperoleh tabellebih besar dari hitung (3,286 > 5,991) dan post test (3,143 > 5,991), sehingga data berdistribusi normal. Perhitungan uji perbedaan rata-rata passing bawah sebelum dan sesudah diberi pelatihan menggunakan Wall Volley diperoleh thitung nilai ttabel dengan taraf signifikansi 0,05 dengan df = 14 adalah 15,567. Karena thitung lebih besar dari ttabel (15,569 > 2,977), maka Ho ditolak yang berarti terdapat perbedaan passing bawah sebelum dan sesudah diberi perlakuan atau pelatihan Wall Volley. Kata kunci: wall volley,passing bawah, SMA PGRI Sumenep, keakurasian passing THE INFLUENCE OF WALL VOLLEY PRACTICETOWARD UNDERHAND SERVE ACCURACY IN VOLLEY BALL (Study on Students of Volley Ball extracurricular in SMA PGRI Sumenep) M. Firman Juniaturrahman Department Health and Recreation Education, Faculty Sport Science, State University of Surabaya ABSTRACT This research is emphasized on competency in doing underhand passing in volley ball game with assumption that underhand passing is the first step to arrange strategy to attack to opponent team and do defense in volley ball game.The purpose of this research is to understand how much influence of wall volley practice toward underhand passing accuracy. This research used quantitative method since it has numerical data and analysis which used statistics. (Sugiyono, 2006:7) . Average ofthe results obtainedinthe pretestunderhand passingof pre test26,71 and post test 31,57. Based on the pre test normality data derived x2tableis greater than x2count(3,286 > 5,991) andpost test(3,143 > 5,991), so the datawere normally distributed. Test calculationsthe average differencebefore treatment and after treatmentisobtained tby 15,567andthe valuet tablewith a significance levelof 0.05withdf=14is2,977.Becausetis greater thant table(15,567 > 2.977), thenHois rejectedwhichmeans that there aredifferences for underhand passing before and aftergiventreatment orwall volley teratment. Key words: wall volley, underhand passing, SMA PGRI Sumenep, passing accuracy
PENGARUH LATIHAN ROPE JUMPSELAMA 20 DETIK DENGAN METODE INTERVAL TRAINING 1 : 5 TERHADAP DAYA TAHAN AEROBIK FAJAR AKBAR FACHMI, FRANSISWANTO
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 4, No 4 (2016): Edisi November 2016
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam melakukan aktivitas sehari-hari manusia sebagai makhluk hidup membutuhkan kondisi tubuh yang bugar, karena apabila seseorang memiliki tubuh yang bugar suatu pekerjaan akan didapat dengan hasil yang maksimal. Ada berbagai macam cara yang harus dilakukan seseorang untuk mendapatkan kebugaran jasmani, salah satunya dengan cara melakukan olahraga yang teratur. Daya tahanaerobik merupakan salah satu aspek kebugaran jasmani yang digunakan untuk menunjang performa atlet.Dalam melatih daya tahan aerobik terdapat beberapa cara, salah satunya yaitu dengan cara pelatihan rope jump. Untuk menunjang latihan rope jump mengunakan metode interval training.Interval training adalah suatu metode latihan yang di lakukan secara berulang-ulang dengan diselingi waktu istirahat.Menurut Rushall & Pyke dalam Widodo (2008:75) mengemukakan bahwa, rasio kerja dan istirahat 1:3 hingga 1:5, untuk interval jarak pendek, merupakan latihan untuk mengembangkan daya tahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah latihan rope jumpselama 20 detik dengan metode interval training1 : 5 terhadap daya tahan aerobik. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen semu dengan menggunakan pre-test dan post-test. Sampel penelitian ini sebanyak 15 sampel. Hasil penelitian ini diperoleh rata-rata daya tahan aerobik pada pre-test sebesar 39,68 dan post-test sebesar 44,16. Berdasarkan uji normalitas data pre-test dan post-test menunjukanhasil data berdistribusi normal. Perhitungan uji perbedaan rata-rata daya tahan aerobik sebelum dan sesudah diberi latihan menggunakan ropejumpdiperoleh t hitung sebesar 4,036 dan t tabel dengan taraf signifikansi 0,05 dengan df = 14 adalah 2,977. Karena t hitunglebih besar dari t tabel (4,036 lebih kecil 2,977), maka Ho ditolak. berdasarkan hasil tersebut bahwa terdapat perbedaan sebelum dengan sesudah latihan rope jump selama 20 detik dengan metode interval training 1 : 5 terhadap daya tahan aerobik. Kata Kunci : Latihan, Rope Jump, Interval Training, Daya Tahan Aerobik
HUBUNGAN TINGKAT KONSENTRASI TERHADAP KETEPATAN MENENDANG BOLA ( LONG PASSING ) BAGI PEMAIN SEPAK BOLA PORPROV JOMBANG APRIL FEBRIANTO, BAGUS
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 4, No 4 (2016): Edisi November 2016
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sepakbola adalah permainan beregu yang dimainkan oleh sebelas orang pemain termasuk penjaga gawang dengan tujuan memasukkan bola ke gawang lawan dan mempertahankan gawang sendiri agar tidak kemasukan oleh lawan. Sepak bola dinaungi FIFA (Federation International Football Association) sebagai induk organisasi internasional, sedangkan di Indonesia dinaungi oleh PSSI(Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia). Menendang Bola merupakan salah satu teknik penting dalam permainan sepak bola, menendang bola dibagi menjadi 3 macam yaitu menendang bola jarak jauh (Long passing), menendang bola jarak pendek (passing),dan menendang bola ke arah gawang (shooting) Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat konsentrasi terhadap ketepatan menendang bola (long passing) bagi pemain sepak bola porprov jombang. Dan untuk mengetahui seberapa besar sumbangan tingkat konsentrasi pemain terhadap ketepatan menendang bola (long passing) dalam permainan sepak bola. Jenis penelitian yang digunakan adalah non-eksperimen semu dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sedangkan desain penelitian yang digunakan adalahdesain penelitian korelasional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pemain porprov Jombang dengan jumlah 15 orang. Cara memperoleh data menggunakan tes konsentrasi dan tes ketepatan menendang bola (long passing) yang dilakukan 1 kali pertemuan. Dari hasil analisa menggunakan aplikasi komputer SPSS(Statistical Package for the Social Sciences) versi20 dan perhitungan manual dapat diketahui untuk rata-rata dari angket konsentrasi pemain yaitu 23,87 dengan standar deviasi sebesar 3,204. Nilaiminimum variabel konsentrasi sebesar 19 dan maksimumnya sebesar 31. Sedangkan nilai rata-rata untuk variabel menendang bola (long passing) yaitu sebesar 44,60 dengan standar deviasi 4,323. Nilai minimum skor ketepatan menendang bola (long passing) sebesar 35 dan nilai maksimumnya sebesar 50. Berdasarkan hasil analisa data penelitian menunjukkan dari perhitungan korelasi product moment maka didapatkan nilai rhitung lebih besar dari rtabel (0,389 >0,514). Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut 1) Ada hubungan tingkat konsentrasi terhadap ketepatan menendang bola (long passing) bagi pemain sepak bola porprov Jombang. Hal ini ditunjukan dari hasil perhitungan analisis data dengan menggunakan korelasi product moment yang menunjukkan bahwa rhitung lebih besar dari rtabel (0,389 >0,514). 2) Besarnya sumbangan tingkat konsentrasi terhadap ketepatan menendang bola (long passing) bagi pemain sepak bola porprov Jombang yaitu sebesar 23,1%. Kata kunci : Tingkat konsentrasi pemain, Ketepatan menendang bola (long passing) Football is a team game played by eleven players including goalkeeper with the goal of inserting the ball into the opponent''''''''s goal and defend itself in order not to concede the goal by the opponent. Football shaded by FIFA ( Federation International Football Association) as the parent international organization , whereas in Indonesia shaded by PSSI ( Football Association of Indonesia ) . Kicking the ball is one of the important techniques in the game of football , kicking a ball is divided into 3 kinds kick the ball long distances ( Long passing) , kicked the ball short distances ( passing) , and kicked the ball toward the goal ( shooting) When did kick , expected players focus should concentrate on more leverage in conducting precision kicking a ball (long passing) football . X The purpose of this study was to determine the relationship of the level of concentration of the accuracy of kicking a ball (long passing) for football players Porprov Jombang. And to know how big contribution to the accuracy of the concentration level of the players kick a ball (long passing) in a football game. This type of research is non-quasi-experiment with quantitative descriptive approach. While the study design used adalahdesain correlational research. The population in this study are all players Porprov Jombang with the number of 15 people. How to obtain data using concentration tests and test accuracy kicking the ball (long passing) conducted one meetings. From the analysis results using computer application SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) versi20 and manual calculations can be known to the average of the questionnaire concentration of players is 23.87 with a standard deviation of 3.204. The minimum value of variable concentrations of 19 and a maximum of 31. The average value for the variable kicking a ball (long passing) in the amount of 44.60 with a standard deviation of 4.323. The minimum value score accuracy kicking the ball (long passing) of 35 and a maximum value of 50. Based on the analysis of experimental data showed the product moment correlation calculations are obtained rhitung value greater than rtabel (0.389> 0.514).The results of this study are as follows 1) There was a level of concentration of the accuracy of kicking a ball (long passing) for football players Porprov Jombang. It can be seen from the calculation results of data analysis using product moment correlation indicates that rhitung greater than rtabel (0.389> 0.514). 2) The amount of the contribution levels of concentration for the accuracy kicking the ball (long passing) for football players Porprov Jombang amounting to 23.1%. Keywords : The concentration level of the players , Accuracy kick a ball (long passing)
PENGARUH LATIHAN ROPE JUMP SELAMA 20 DETIK DENGAN METODE INTERVAL TRAINING 1 : 5 TERHADAP PENINGKATAN DAYA TAHAN OTOT TUNGKAI WINANTA, LOGGA
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 4, No 4 (2016): Edisi November 2016
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PENGARUH LATIHAN ROPE JUMP SELAMA 20 DETIK DENGAN METODE INTERVAL TRAINING 1:5 TERHADAP PENINGKATAN DAYA TAHAN OTOT TUNGKAI Nama : Logga Winanta NIM : 12060484209 Program Studi : S - 1 Prodi : Pendidikan Kesehatan danRekreasi Fakultas : Ilmu Keolahragaan Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Dr. Achmad Widodo, M. Kes. Daya tahan otot merupakan salah satu kondisi fisik yang digunakan untuk menunjang performa atlet. Dalam meningkatkan daya tahan otot tungkai ada berbagai macam jenis latihan salah satunya adalah rope jump. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengaruh daya tahan otot tungkai sebelum dan sesudah latihan rope jump selama 20 detik dengan metode interval training 1:5. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen dengan menggunakan pre test dan post test. Sampel penelitian sebanyak 15 sampel. Hasil dari penelitian ini diperoleh rata-rata daya tahan otot tungkai pada pre test sebesar 66,53 dan post test sebesar 86,66. Terdapat perbedaan yang cukup signifikan dari hasil pre-test dan post-test. Melalui perhitungan uji perbedaan rata-rata daya tahan otot tungkai sebelum dan sesudah diberi latihan menggunakan rope jump diperoleh thitung sebesar 6,451. Karena thitung lebih besar dari ttabel (6,451>2,977), maka Ho ditolak yang berarti terdapat perbedaan pengaruh daya tahan otot tungkai sebelum dan sesudah diberi perlakuan atau latihan rope jump dengan metode interval training. Kata Kunci: Latihan, Rope jump, Interval Training, Daya Tahan Otot Tungkai ABSTRACT THE INFLUENCE OF 20-SECOND ROPE JUMP EXERCISE WITH 1:5 INTERVAL TRAINING METHOD ON LEG MUSCLE'S ENDURANCE Name : Logga Winanta Student number : 12060484209 Degree : Undergraduate Department : Health and Recreation Education Faculty : Sports Science Name of Institution: State University of Surabaya Supervisor : Dr. Achmad Widodo, M. Kes. Muscle's endurance is one of physical conditions used to support an athlete's performance. In order to increase the endurance of leg muscle, there are various types of exercises, one of them is rope jump. This study aims to find out the difference of the the influence of leg muscle's endurance between before and after 20-second rope jump exercise with 1:5 interval training method. The type of this study is experimental study with pre test and post test. There are 15 samples used in this study. From the result of this study is obtained the average score of leg muscle's endurance is 66,53 from the pre test and 86,66 from the post test. There is a rather significant difference between the score of the pre test and the post test. From the test counting on the leg muscle's endurance's average difference between before and after performing the rope jump exercise, it shows that tcount is 6,451. Because the tcount score is bigger than ttable (6,451>2,977), therefore Ho is declined which means there is difference on the influence of the leg muscle's endurance before and after performing rope jump exercise with interval training method. Keywords: Exercise, Rope Jump, Interval Training, Leg Muscle's Endurance
PENGARUH LATIHAN BEBAN DENGAN MENGGUNAKAN ALAT MEKANIS DAN NON MEKANIS TERHADAP KEKUATAN OTOT DADA MAHASISWA FIK UNESA SURABAYA HIDAYAT, FERY
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 4, No 4 (2016): Edisi November 2016
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latihan beban merupakan suatu bentuk latihan yang menggunakan media alat beban untuk menunjang proses latihan dengan tujuan untuk meningkatkan kebugaran, kekuatan otot, kecepatan, pengencangan otot, hypertrophy otot, rehabilitasi, maupun penambahan dan pengurangan berat badan. Strength atau kekuatan, yaitu suatu kemampuan kondisi fisik manusia yang diperlukan dalam peningkatan prestasi belajar gerak karena dapat membantu meningkatkan komponen-komponen seperti kecepatan, kelincahan dan ketepatan. Penelitian ini menggunakan teknik Random Sampling. Populasi penelitian ini yaitu Mahasiswa FIK Unesa Surabaya. Instrument pengambilan data adalah dengan mengambil data tes awal (pretest) dan data tes akhir (posttest) menggunakan instrument yakni tes kekuatan otot dada (push and pull dinamometer).Pretest dan Posttest tersebut untuk mengetahui tentang peningkatan pengaruh latihan beban dengan menggunakan alat mekanis dan non mekanis terhadap kekuatan otot dada mahasiswa FIK Unesa Surabaya. Berdasarkan uji Paired Sampel t Test setelah melakukan perhitungan diketahui rata-rata kekuatan otot dada Mahasiswa FIK Unesa Surabaya sebelum dan sesudah diberi treatment dalam latihan beban pretest mekanis diperoleh rata-rata 17,10/kg dan pretest non mekanis 21,10/kg. Sedangkan untuk nilai posttest mekanis diperoleh rata-rata 21,30/kg dan posttest non mekanis 25,70/kg. Setelah melakukan program latihan beban, rata-rata mamber mengalami peningkatan mekanis sebesar 4,20/kg sedangkan non mekanis mengalami peningkatan 4.50/kg. Sehingga latihan beban dengan alat non mekanis mengalami peningkatan lebih besar dari pada latihan beban dengan alat mekanis. Data hasil uji paired sample t test pada data hasil pretest kekuatan otot dada, terlihat bahwa diperoleh hasil nilai t sebesar -2,329 dengan nilai signifikan 0,045 < 0,05. Sedangkan data hasil posttest kekuatan otot dada, terlihat bahwa diperoleh hasil nilai t sebesar -2,325 dengan nilai signifikan 0,045 < 0,05. Dari hasil tersebut dapat diartikan bahwa hasil penelitian ini terdapat pengaruh latihan beban dengan menggunakan alat mekanis dan non mekanis terhadap kekuatan otot dada khususnya mahasiswa FIK Unesa Surabaya. Kata Kunci : Latihan Beban, Mekanis Dan Non Mekanis, Kekuatan Otot
PENGARUH LATIHAN ROPE JUMP SELAMA 20 DETIK DENGAN METODE INTERVAL TRAINING 1 : 5 TERHADAP DAYA LEDAK (POWER) OTOT TUNGKAI ISWARA HANANG SAMODRA, WENDI
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 4, No 4 (2016): Edisi November 2016
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daya Ledak merupakan salah satu bentuk kondisi fisik yang digunakan untuk menunjang performa atlet. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah latihan rope jump dengan metode interval training terhadap daya ledak otot tungkai. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen dengan menggunakan pre test dan post test. Sampel penelitian sebanyak 15 sampel. Hasil penelitian diperoleh rata-rata daya ledak (power) otot tungkai pada pre test sebesar 138,43 dan pada post test sebesar 165,48. Berdasarkan uji normalitas data pre test diperoleh tabellebih besar dari hitung (5,991 3,231) dan post test (5,991 2,788), sehingga data berdistribusi normal. otot tungkai sebelum dan sesudah diberi perlakuan atau latihan rope jump. Kata Kunci : Latihan, Rope Jump, Interval Training, daya ledak (power) otottungkai
PENGARUH LATIHAN LADDER DRILLS TWO FEET EACH SQUARE TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN FIRMANSYAH, ADAM
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 4, No 4 (2016): Edisi November 2016
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelincahan adalah kemampuan seseorang dalam merubah arah dan posisi tubuhnya dengan cepat dan tepat pada waktu bergerak, sesuai dengan situasi yang dihadapi di arena tertentu tanpa kehilangan keseimbangan tubuhnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah pelatihan ladder drills two feet each square terhadap peningkatan kelincahan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen dengan menggunakan pre-test dan post-test. Sampel penelitian ini sebanyak15 sampel. Hasil penelitian diperoleh rata – rata kelincahan pada pre-test sebesar 4,863 dan pada post test sebesar 4,535. Berdasarkan uji normalitas data pre test diperoleh x2tabel lebih besar dari x2hitung (5,991 > 2942) dan post test (5,991 > 2,885), sehingga data berdistribusi normal. Perhitungan uji perbedaan rata-rata kelincahan sebelum dan sesudah diberi latihan menggunakan ladder drills two feet each square diperoleh thitung -5,8128 nilai ttabel dengan taraf signifikansi 0,05 dengan df = 14 adalah 2,977. Karena lebih kecil dari ttabel (-5,8128 < 2,977), maka H1 diterima yang berarti terdapat perbedaan kelincahan sebelum dan sesudah diberikan perlakuan atau latihan ladder drills two feet each square.
PENGARUH LATIHAN LADDER DRILL TWO FEET EACH SQUARE TERHADAP PENINGKATANKECEPATAN GERAK PURNOMO, HARI
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 4, No 4 (2016): Edisi November 2016
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecepatan adalah waktu yang dibutuhkan oleh tubuh untuk melakukan suatu kerja fisik tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah melakukan latihan ladder drill two feat each square terhadap peningkatan kecepatan gerak. Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimendengan adanyapre-test dan post-test. Sampel penelitian sebanyak15. Dari hasil penelitian diperoleh rata-rata kecepatan gerak padapre-test sebesar 5,747 dan pada post-test sebesar 5,536. Uji normalitas data pre-test diperoleh x2tabel lebih besar dari x2hitung (5,991 > 3,455) dan post-test (5,991 > 2,291), sehingga kedua data tersebutberdistribusi normal. Hasil dari perhitungan uji perbedaan rata-rata kecepatan gerak sebelum dan sesudah diberi latihan menggunakan ladder drill two feet each square diperoleh thitung -2,478 dan nilai ttabel dengan taraf signifikansi 0,05 dengan df = 14 adalah 2,977. Karenathitung lebih kecil dari ttabel (-2,478 < 2,977), maka H1 diterima yang berarti ada perbedaan kecepatan gerak sebelum dan sesudah diberikan latihan ladder drill two feet each square.
PENGARUH LATIHAN LADDER DRILL ICKY SHUFFLE TERHADAP PENINGKATANKECEPATAN GERAK DASILVA JULIYANTO, ONKY
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 4, No 4 (2016): Edisi November 2016
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecepatan adalah kemampuan seseorang untuk menempuh jarak dengan waktu yang sesingkat - singkatnya. Kecepatan bukan hanya berarti menggerakkan seluruh tubuh dengan cepat, akan tetapi dapat menggerakkan anggota tubuh dalam waktu yang sesingkat mungkin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah melakukan latihan ladder drill icky shuffle terhadap peningkatan kecepatan gerak. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen semu dengan menggunakan pre-test dan post-test. Sampel penelitian ini sebanyak 15 sampel. Hasil penelitian diperoleh rata-rata – rata kecepatan pada pre-test sebesar 5,676 dan pada post test sebesar 5,374. Berdasarkan uji normalitas data pre test diperoleh x2tabel lebih besar dari x2hitung (5,991 > 4,354) dan post test (5,991 > 8,492), sehingga data berdistribusi normal. Perhitungan uji perbedaan rata-rata kecepatan sebelum dan sesudah diberi latihan menggunakan ladder drill icky shuffle diperoleh thitung -4,057 nilai ttabel dengan taraf signifikansi 0,05 dengan df = 14 adalah 2,977. Karena lebih kecil dari ttabel (-4,057 < 2,977), maka H1 diterima yang berarti terdapat perbedaan kecepatan sebelum dan sesudah diberikan perlakuan atau latihan ladder drill icky shuffle. Setelah diberi latihan ladder dril icky shuffle terdapat pengaruh pada peningkatan kecepatan gerak lari 40 meter.
PENGARUH SENAM BUGAR LANSIA TERHADAP KUALITAS HIDUP LANSIA USIA 60 TAHUN KEATAS DI POSYANDU LANSIA KARANG WERDHA KEDURUS SURABAYA RIZAL PAMUNGKAS, MOHAMMAD
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 4, No 4 (2016): Edisi November 2016
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bagi kehidupan manusia, masa lanjut usia (Lansia) merupakan suatu siklus kehidupan manusia yang dialami, tidak dapat dihindari oleh siapapun. Proses menjadi lansia, baik secara fisik maupun psikologis akan ditandai dengan kemunduran kualitas hidup serta fungsi-fungsi anggota tubuh yang akan dapat menimbulkan masalah atau gangguan dalam aktivitas sehari-hari, sering pula diiringi dengan penurunan daya ingat. Tetapi ada sebagian lansia pada masa kini yang mengalami perubahan- perubahan tersebut lebih lambat dari pada lansia masa lalu, hal ini dikarena ada upaya-upaya perbaikan gizi dan mengomsumsi berbagai vitamin, namun juga masih banyak lansia yang tetap mengalami perubahan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan senam bugar lansia terhadap kualitas hidup lansia usia 60 tahun keatas di posyandu lansia karang werdha kedurus Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan eksperimen semu. Sedangkan desain penelitian yang digunakan adalahone group pretest post test design.Pemberian treatment dilakukan dengan frekuensi latihan 3 kali dalam seminggu dengan durasi 45-50 menit selama 6 minggu.Sampel penelitian ini berjumlah 15 orang lansia karang werdha yang berusia 60 tahun keatas dari populasi 150 orang dengan teknik random sampling. Berdasarkan data yang diperoleh menggunakan instrument berupa kuesioner WHOQOL-BREF terdapat pengaruh pemberian senam bugar lansia terhadap peningkatan kualitas hidup lansia usia 60 tahun keatas dengan kategori baik sebanyak 12 orang dengan persentase 80% dan kategori cukup sebanyak 3 orang dengan persentase 20% di Posyandu Lansia Karang Werdha Kedurus Surabaya . Kata kunci : Senam bugar lansia, kualitas hidup, lansia 60 tahun keatas