cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sapala
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 83 Documents
VARIAN KEAGAMAAN MASYARAKAT JAWA DALAM NOVEL REINKARNASI KARYA SINTA YUDISIA HIDAYAH, NUR
Jurnal Sapala Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 edisi Yudisium
Publisher : Jurnal Sapala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keagamaan orang Jawa memiliki variasi, meskipun dalam satu wadah keagamaan yaitu agama Islam. Variasi tersebut memunculkan pengklasifikasian golongan yaitu abangan, santri, dan priyayi. Keagamaan ketiga golongan tersebut diwujudkan dalam ritual atau perilaku yang dipengaruhi oleh kepercayaan masing-masing golongan. Perilaku keagamaan masyarakat Jawa menjadi bagian dari kebudayaan terutama budaya Jawa yang tidak dapat terlepas dari kepercayaan dan agama nenek moyang yang masih bersifat mistis dan gaib. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan (1) perilaku keagamaan varian abangan dalam novel Reinkarnasi karya Sinta Yudisia, (2) perilaku keagamaan varian santri dalam novel Reinkarnasi karya Sinta Yudisia, (3) mendeskripsikan varian priyayi dalam novel Reinkarnasi karya Sinta Yudisia. Penelitian ini menggunakan kajian agama Jawa Clifford Geertz dengan pendekatan antropologi sastra. Sumber data dalam penelitian ini adalah adalah novel Reinkarnasi karya Sinta Yudisia dan berbagai sumber yang berkaitan dengan topik penelitian, sedangkan data penelitian berupa kalimat, paragraf, ataupun dialog yang menunjukkan perilaku keagamaan masyarakat Jawa yang terdiri atas beberapa varian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik pustaka atau dokumen, sedangkan teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku keagamaan varian abangan dipengaruhi oleh kepercayaan yang bersifat animisme dan dinamisme antara lain dalam bentuk upacara labuhan dan upacara kematian. Mempercayai makhluk halus yang diwujudkan dalam bentuk meminta pertolongan dan perlindungan pada arwah leluhur Prabu Walaing Pu Kumbayoni, Raja Yogya, Ratu Penguasa Laut, dan penguasa Sapu Jagat. Sistem pengobatan dan sihir ditunjukkan dalam perilaku meminta pertolongan kepada ahli pembuat keris. Perilaku keagamaan varian santri mendapat pengaruh dari kepercayaan agama Islam antara lain dalam bentuk syahadat, sembahyang, sedekah, meminta pertolongan hanya kepada Allah, mengikuti ajaran Nabi dan Rasul, membaca Al-quran sebagai salah satu pengobatan, mengamalkan isi kandungan, dan menjalankan perintah-Nya sesuai dengan apa yang dalam Al-quran. Mereka juga mempercayai segala sesuatu sudah ditakdirkan oleh Allah, termasuk hidup dan mati. Perilaku keagamaan varian priyayi dipengaruhi oleh kepercayaan Hindu antara lain praktik mistik, seni, dan sikap mereka yang beretiket sebagai bentuk penghormatan kepada sesama. Praktik mistik yang dilakukan adalah bertapa dan tirakat untuk mendapatkan anak laki-laki dan bermeditasi untuk mengasah firasat, sedangkan sikap beretiket dalam bentuk menundukkan kepala, mengatupkan kedua tangan, dan menggunakan ragam bahasa Jawa sesuai dengan tingkatannya.
NOVEL SURGA YANG TAK DIRINDUKAN (2) KARYA ASMA NADIA KAJIAN STRUKTURALISME-GENETIK LUCIEN GOLDMANN KURNIA SARI, ADETIYA
Jurnal Sapala Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 edisi Yudisium
Publisher : Jurnal Sapala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjudul Novel Surga Yang Tak Dirindukan 2 Karya Asma Nadia Kajian Strukturalisme-Genetik Lucien Goldmann, mengisahkan berbagai kondisi sosial yang terdapat di lingkungannya dan memberikan pandangan terhadap permasalahan sosial dan politik. Pandangan tersebut disampaikan melalui hubungan antar tokoh maupun hubungan tokoh dengan lingkungan masyarakatnya. Oleh karena itu, novel ini harus dipandang dan dianalisis secara menyeluruh. Dalam penelitian ini berdasarkan lima konsep yang terdapat dalam teori strukturalisme-genetik, yaitu 1) fakta kemanusiaan, 2) subjek kolektif, (3) pandangan dunia, 4) struktur karya sastra, dan 5) dialektika pemahaman-penjelasan dan keseluruhan- bagian. Berdasarkan lima konsep yang sekaligus merupakan rumusan masalah yang terdapat dalam penelitian ini diperoleh hasil sebagai berikut. Fakta kemanusiaan berupa aktivitas sosial saling tolong menolong antara sesama manusia, serta dukungan dari orang- orang terdekat. Subjek kolektif berupa ketidakberdayaan dan perjuangan seorang wanita yang digambarkan oleh tokoh Arini. Pandangan dunia Asma Nadia mengenai ketidakberdayaan dan perjuangan seorang wanita dalam menghadapi cobaan hidup. Adapula penggambaran mengenai ketidakberdayaan dan perjuangan tokoh Mei Rose. Struktur sosial yang terdapat dalam novel Surga Yang Tak Dirindukan 2 yang terdiri atas oposisi kultural, oposisi alamiah, dan oposisi manusia. Dialektika pemahaman-penjelasan dan keseluruhan- bagian dalam novel Surga Yang Tak Dirindukan 2 yang digambarkan tokoh Arini melalui permasalahan yang dialami tokoh Mei Rose dan Pras. Kata Kunci : Novel Surga Yang tak Dirindukan 2, kondisi sosial politik, Strukturalisme-Genetik Lucien Goldmann.
TINDAKAN SOSIAL TOKOH SENTRAL ANAK DALAM NOVEL TIGA BIANGLALA KARYA MISNA MIKA: KAJIAN SOSIOLOGI MAX WEBER PUJIANTI, ANIK
Jurnal Sapala Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 edisi Yudisium
Publisher : Jurnal Sapala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengangkat isu diskriminasi terhadap lingkup anak yang terjadi di Indonesia dalam naskah novel teenlit berjudul Tiga Bianglala karya Misna Mika. Permasalahan diskriminasi tersebut dapat ditelisik melalui tindakan sosial tokoh sentral anak dalam novel dengan menerapkan teori sosiologi Max Weber. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan bentuk tindakan sosial tokoh sentral anak terhadap tokoh lain dalam novel Tiga Bianglala karya Misna Mika, serta hubungan tindakan sosial tokoh sentral anak dalam novel Tiga Bianglala karya Misna Mika dengan tindakan sosial anak yang terjadi di masyarakat Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan mimetik. Data penelitian berupa kutipan isi cerita yang berupa kalimat maupun paragraf yang menggambarkan tindakan sosial tokoh sentral yang merupakan kenyataan sosial dalam isi novel. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode simak dan catat. Analisis data pada penelitian ini menggunakan metode hermeneutika. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa ketiga tokoh sentral mengalami keempat tipe tindakan sosial dalam berinteraksi tokoh lain dan terdapat keterkaitan antara tindakan sosial anak dalam novel dengan tindakan sosial anak dalam masyarakat yang tercermin pada beberapa berita online. Kata Kunci: tokoh sentral, tindakan sosial, novel, masyarakat.
KORELASI BUDAYA JAWA DENGAN BUDAYA JEPANG DALAM NOVEL PINGKAN MELIPAT JARAK KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO RINI PUSPITASARI, PROBO
Jurnal Sapala Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 edisi Yudisium
Publisher : Jurnal Sapala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan tanda-tanda budaya Jawa dan budaya Jepang serta mendeskripsikan wujud budaya dan korelasi budaya Jawa dengan budaya Jepang dalam novel Pingkan Melipat Jarak karya Sapardi Djoko Damono. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik. Penelitian ini menggunakan teori semiotika Roland Barthes untuk menemukan tanda budaya Jawa dan budaya Jepang yang terdapat dalam novel tersebut serta menggunakan tiga wujud budaya dan tujuh unsur budaya menurut Koentjaraningrat untuk mengidentifikasi sistem budaya, sistem sosial dan kebudayaan fisik dari budaya Jawa dan budaya Jepang yang terdapat dalam novel tersebut. Kedua kajian yang digunakan sebagai alat bedah dalam novel tersebut menghasilkan adanya tanda dari budaya Jawa dan budaya Jepang (seperti inthuk-inthuk, onarigami, petungan, kaminchu, maneges, mabui-gumi, mabui-utushi, noro, yuta, unting-unting dan Si Pancer), wujud budaya Jawa dan budaya Jepang, serta korelasi budaya Jawa dengan budaya Jepang yang menunjukkan bahwa antara budaya Jawa dan budaya Jepang memiliki korelasi atau hubungan satu sama lain karena memiliki tata cara adat yang sama. Kata Kunci: semiotika, wujud budaya, korelasi, novel.
PERGERAKAN MAHASISWA DALAM NOVEL LAUT BERCERITA KARYA LEILA S. CHUDORI (KAJIAN SUBJEK SLAVOJ ŽIžEK) Safinatul Ummi Muzzayyanah, Diana
Jurnal Sapala Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 edisi Yudisium
Publisher : Jurnal Sapala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Novel Laut Bercerita merupakan novel yang menceritakan tokoh Biru Laut dan teman-teman mahasiswanya dan para aktivitis yang terlibat dalam pembelaan terhadap kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia. Mahasiswa melakukan perlawanan karena menggugat pemerintahan Orde Baru yang nyaris tanpa demokrasi dengan langsung melakukan aksi nyata bersama masyarakat. Kesadaran palsu masyarakat yang menolak Orde Baru tanpa tindakan langsung menjadi faktor mahasiswa dan aktivis melakukan tindakan yang berbeda dari biasanya. Tindakan radikal dilakukan bukan tanpa rencana, kesengajaan atau tujuan, melainkan juga dengan adanya sebuah ledakan ex nihilo (tanpa ideologi) yang tiba-tiba tanpa dugaan dan tujuan karena geram melihat masyarakat yang dirugikan dengan kebijakan pemerintah. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pergerakan mahasiswa yang direpresentasikan sebagai tindakan radikal, mendeskripsikan momen kekosongan yang terjadi pada tokoh novel, dan mendeskripsikan sinisme simbolik yang terjadi dalam novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori. Metode yang digunakan penelitian ini adalah metode dialektika. Metode yang mengeksplorasi makna sekaligus dengan penelusuran unsur ke dalam totalitas dan sebaliknya. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik baca catat sebagai bentuk perpanjangan dari indera manusia yang bertujuan mengumpulkan fakta-fakta empirik terkait masalah penelitian. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan mimetik, karena menghubungkan antara karya sastra dengan masyarakat, sisi psikologinya dan semesta lainnya sebagai kenyataan yang ditiru. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tindakan yang dilakukan mahasiswa yang mengabaikan konsekuensi merupakan bentuk dari subjek sinis. Mereka tidak peduli terhadap dominasi militer yang berada di bawah rezim Soeharto dan tidak segan menyiksa siapapun yang menentang kebijakan pemerintah. Mahasiswa melakukan perlawanan sebagai bentuk tindakan radikal dan berpura-pura tidak mengetahui konsekuensi untuk tetap melakukannya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebuah ideologi yang dianut mahasiswa untuk melakukan perlawanan tidak menyembunyikan kenyataan di dalam bentuk apapun, mereka sadar terdapat sesuatu yang harus dibebaskan saat momen kekosongan.Kata Kunci: Pergerakan Mahasiswa, Tindakan Radikal, Momen Kekosongan, dan Sinisme Simbolik.
KEPRIBADIAN TOKOH AYAH DAN TOKOH DAM DALAM NOVEL AYAHKU (BUKAN) PEMBOHONG KARYA TERE LIYE: TEORI KEPRIBADIAN ABRAHAM MASLOW RESISTA HANDINI, EMBUN
Jurnal Sapala Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 edisi Yudisium
Publisher : Jurnal Sapala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KEPRIBADIAN TOKOH AYAH DAN TOKOH DAM DALAM NOVEL AYAHKU (BUKAN) PEMBOHONG KARYA TERE LIYE: TEORI KEPRIBADIAN ABRAHAM MASLOW Embun Resista Handini Sastra Indonesia, FBS, UNESA | embun.resista@yahoo.com Abstrak Penelitian yang berjudul ?Kepribadian Tokoh Ayah dan Tokoh Dam dalam Novel Ayahku (Bukan) Pembohong Karya Tere Liye: Teori Kepribadian Abraham Maslow? ini dilatarbelakangi oleh novel yang menceritakan suatu peristiwa yang berkaitan dengan kepribadian seseorang dalam memenuhi kebutuhannya. Berdasarkan latar belakang, tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan tokoh Ayah dan tokoh Dam hingga mampu mengaktualisasikan diri. Tokoh Ayah memiliki peran penting terhadap kehidupan tokoh Dam. Oleh karena itu, dari pemenuhan kebutuhan yang dilakukan oleh kedua tokoh tersebut maka akan tampak kepribadian masing-masing tokoh. Secara garis besar manfaat dari penelitian ini yaitu sebagai bahan rujukan serta menambah wawasan bagi pembaca mengenai kepribadian tokoh Ayah dan tokoh Dam dalam novel Ayahku (Bukan) Pembohong karya Tere Liye. Dengan adanya kebutuhan-kebutuhan bertingkat serta kepribadian pada tokoh Ayah dan Dam dalam novel Ayahku (Bukan) Pembohong, maka peneliti tertarik untuk mengkaji teks dalam novel yang mengandung peristiwa-peristiwa yang memuat rumusan masalh sebagai data penelitian. Teori kepribadian Abraham Maslow digunakan untuk mengkaji teks dalam novel yang mengindikasikan suatu tokoh melakukan pemenuhan kebutuhan bertingkat dan kepribadian yang dominan pada tokoh Ayah dan tokoh Dam. Kata kunci: Kepribadian, Kebutuhan, Teori Kepribadian Abraham Maslow. Abstract The research entitled "Personality of the Father and Dam Figure in My Fathers Novel (Not) Liar by Tere Liye: Abraham Maslows Personality Theory" is motivated by a novel that tells an event related to ones personality in meeting his needs. Based on the background, the purpose of this study is to describe the fulfillment of the needs of the leaders of the father and the figure of the dam to be able to actualize themselves. Father figures play an important role in the life of Dams character. Therefore, from fulfilling the needs of the two figures, the personality of each character will appear. Broadly speaking, the benefits of this research are as reference material and add insight to the reader about the personality of the figure Dam and father in my fathers novel (Not) A liar by Tere Liye. With the multilevel needs and personality of the figure of Ayah and Dam in my Ayah novel (Not) liar, the researcher is interested in studying the texts in the novel which contain events that contain the mass formula as research data. Abraham Maslows personality theory is used to examine texts in novels which indicate a character fulfills multilevel needs and dominant personality in the character of the father and figure of Dam. Keywords: Personality, Needs, Abraham Maslows Personality Theory.
MEMBONGKAR DOMINASI LAKI-LAKI TERHADAP PEREMPUAN DALAM NOVEL DRUPADI KARYA SENO GUMIRA AJIDARMA (KAJIAN DEKONSTRUKSI DERRIDA) LARASATI, MARINA
Jurnal Sapala Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 edisi Yudisium
Publisher : Jurnal Sapala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai tindak dominasi yang terjadi antar gender. Di sini akan dijelaskan bagaimana peran gender mampu menjadi bibit awal dari munculnya kekejaman dan ketidakadilan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memeroleh deskripsi tentang (1) konstruksi hierarki oposisi, (2) oposisi biner, (3) makna tambahan, dan (4) hubungan kelogisan iterabilitas yang terdapat dalam teks novel Drupadi karya Seno Gumira Ajidarma. Metode yang digunakan adalah metode hermeneutik yang mengandalkan proses penginterpretasian sebuah teks yang nantinya akan mengungkap makna-makna tersembunyi di dalam teks. Hasil dari penelitian ini adalah telah ditemukan delapan oposisi judul dari sepuluh sub judul yang ada. Kedelapan oposisi judul tersebut dikategorikan sebagai interpretasi dari judul utama novel, yaitu ?Drupadi?. Selain itu, juga ditemukan oposisi-oposisi dalam teks yang masing-masing jumlahnya sebanyak enampuluh dua (62) oposisi tokoh, duapuluh tiga (23) oposisi pesan, dan duapuluh satu (21) oposisi fakta. Bukan hanya itu, ada pula duapuluh tiga (23) oposisi biner, duapuluh (20) makna tambahan, serta tujuh belas (17) kelogisan iterabilitas teks. Dapat disimpulkan bahwa dalam novel Drupadi karya Seno Gumira Ajidarma banyak ditemukan bentuk-bentuk dominasi dan oposisi. Diskriminasi gender yang ditemukan tidak lagi sebatas perempuan yang menjadi korban, melainkan laki-laki juga menjadi korban. Selain itu, dominasi juga tidak hanya berkutat pada masalah gender, tetapi telah merambat ke segala permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, permasalahan ekonomi, status sosial, keahlian, dan lain sebagainya. Kata Kunci: Dominasi, dekonstruksi, hermeneutika
LEGENDA JU ENJANG DAN MBAH MUDENNAH DI DESA JAKAN KECAMATAN SOCAH KABUPATEN BANGKALAN (KAJIAN STRUKTUR, FUNGSI, NILAI BUDAYA DAN PENGARUH) MUKTIYATUL AFWA, INNI
Jurnal Sapala Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 edisi Yudisium
Publisher : Jurnal Sapala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) struktur Lévi-Strauss legenda Ju? Enjang dan Mbah Mudennah di Desa Jakan Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan; 2) fungsi legenda Ju? Enjang dan Mbah Mudennah di Desa Jakan Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan; 3) nilai budaya legenda Ju? Enjang dan Mbah Mudennah di Desa Jakan Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan; 4) pengaruh legenda Ju? Enjang dan Mbah Mudennah di Desa Jakan Kecamatan Socah Kabupaten BangkalanPenelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data sebagai berikut, 1) pengamatan, 2) wawancara, 3) perekaman, 4) pencatatan, 5) dokumentasi, 6) pengalihan wacana: lisan ke tulis (transkripsi), 7) penerjemahan wacana lisan. Teknik analisis dalam penelitian ini berjenis deskriptif. Teknik pengujian keabsahan meliputi, 1) triangulasi, 2) peer debriefing, serta 3) member check dan audit trial.Hasil dari penelitian ini yaitu struktur Lévi-Strauss terdapat empat tataran yaitu 1) geografis; 2) techno-economic; 3) sosiologis; dan 4) kosmologis.Fungsi menurut William R. Bascom mempunyai empat fungsi, yaitu a) sebagai bentuk hiburan, b) sebagai alat pengesahan pranata-pranata dan lembaga-lembaga kebudayaan, c) sebagai alat pendidikan anak-anak, dan d) sebagai alat pemaksa dan pengawas agar norma-norma masyarakat akan selalu dipatuhi anggota kolektif.Nilai budaya dikemukakan oleh Amir mengandung nilai manusia sebagai individu, manusia sebagai makhluk sosial, dan manusia sebagai hamba Tuhan Yang Maha Esa.Pengaruh yang dikemukakan oleh Supratno dalam disertasi. Pengaruh ini diambil langsung dari masyarakat desa yang berkaitan dengan legenda Ju? Enjang dan Mbah MudennahKata Kunci: legenda,struktur, fungsi, nilai budaya, dan pengaruh .
EKSISTENSI PEREMPUAN DALAM KUMPULAN CERITA PENDEK PEMILIN KEMATIAN KARYA DWI RATIH RAMADHANY: KAJIAN FEMINISME SIMONE DE BEAUVOIR SETYIA RAHAYU, RINDI
Jurnal Sapala Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 edisi Yudisium
Publisher : Jurnal Sapala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan eksistensi dan upaya perempuan dalam membangun eksistensi dalam karya sastra, khususnya cerpen-cerpen dalam kumpulan cerpen Pemilin Kematian karya Dwi Ratih Ramadhany. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan mimesis, yang menghubungkan antara eksistensi perempuan dalam cerita pendek dengan fenomena eksistensi perempuan di masyarakat melalui persepektif feminisme eksistensialisme Simone de Beauvoir. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka dan simak catat, sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah metode hermeneutika. Hasil penelitian menemukan bahwa eksistensi perempuan dalam kumpulan cerita pendek terdiri atas eksistensi melalui kodrat, eksistensi melalui sejarah, dan eksistensi melalui mitos, sedangkan upaya perempuan mencapai eksistensinya dalam kumpulan cerita pendek terdiri atas Menerima Diri sebagai Sosok yang Lain dengan menjadi perempuan mistis dan Menolak Diri sebgai Sosok yang Lain dengan menjadi seorang intelektual dan dapat bekerja dengan yang lain. Kata Kunci : eksistensi, perempuan, cerpen
EKRANISASI NOVEL DILAN 1990 KARYA PIDI BAIQ KE DALAM FILM DILAN 1990 KARYA FAJAR BUSTOMI Nazila Turrahmah, Dila
Jurnal Sapala Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 edisi Yudisium
Publisher : Jurnal Sapala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan struktur naratif pafa film Dilan 1990 Karya Fajar Bustomi serta proses ekranisasi yang terjadi pada novel Dilan 1990 karya Pidi Baiq ke dalam film Dilan 1990 karya Fajar Bustomi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan objektif karena penelitian ini lebih menitikberatkan pada teks sastra sebagai objek dan fokus penelitian. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah metode kepustakaan dan simak catat. Metode analisis data menggunakan metode deskriptif dan metode hermeneutika terhadap data yang memiliki langkah, yaitu (1) mencermati, (2) membaca heuristik dan hermeneutik, (3) menafsirkan data, dan (4) menyajikan laporan hasil penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa film Dilan 1990 terdapat struktur naratif yang terdiri atas 87 kernels dan satellite. Kernels berupa adegan inti yang tidak dapat dihilangkan, jika dihilangkan dapat merusak substansi film. Satellite adalah unsur pembangun alur dan peristiwa, untuk menemukan struktur pada film. Ekranisasi yang terjadi pada film Dilan 1990, terdapat 7 latar yang diciutkan, dan 19 peristiwa yang mengalami penciutan. Penciutan dapat terjadi karena durasi film yang dibatasi dan menyebabkan dikuranginya bagian-bagian yang dianggap tidak penting yang jika dihilangkan tidak merusak substansi film. Terdapat tiga penambahan yang terjadi pada proses ekranisasi novel Dilan 1990, penambahan dapat terjadi saat bagian tertentu perlu ditambahkan dengan adegan lain yang masih berhubungan dengan cerita dan adegan tersebut tidak merusak unsur cerita sebelumnya. Perubahan variasi, terjadi dua perubahan variasi pada penokohan dan tiga perubahan variasi pada peristiwa. Perubahan variasi dapat terjadi karena adegan atau bagian sebelum terjadinya proses perubahan oleh sutradara atau penulis naskah dianggap perlu untuk mengalami proses perubahan variasi yang telah dipertimbangkan sebelumnya, agar tidak merusak substansi film.