cover
Contact Name
Vivin Setiani
Contact Email
vivinsetiani@ppns.ac.id
Phone
+6289530032201
Journal Mail Official
prodi.tpl@ppns.ac.id
Editorial Address
Jl. Teknik Kimia, Kampus ITS Sukolilo
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
ISSN : -     EISSN : 26231727     DOI : https://doi.org/10.33863/cpwtt
Core Subject :
Aims of the CPWTT: The Conference is aimed at providing grounds for the exchange of ideas and data developed through research experience in the waste treatment dan environmental engineering. Scope of the CPWTT: Waste Treatment Life Cycle Assessment Solid Waste Management and Treatment Pollution Control and Monitoring (Air, Biota, Soil, Water) Water and Wastewater Treatment Environmental Management System Environmental Chemistry Environmental Modeling Environmental Mitigation and Remediation Global Warming Emerging Pollutant Environmental Microbiology
Arjuna Subject : -
Articles 277 Documents
Kajian Dampak Lingkungan Proses Produksi Emas PT Indo Muro Kencana menggunakan Metode Life Cycle Assessment (LCA) Regina Ismudarisa Ragat; Alma Vita Sophia; Denny Dermawan
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Indo Muro Kencana adalah perusahaan produksi emas yang berpotensi memunculkan dampak lingkungan karena menghasilkan limbah berupa tailing dari penggunaan bahan kimia pada proses ekstraksinya, dan emisi dari penggunaan bahan bakar dan listrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak lingkungan dari proses produksi emas PT Indo Muro Kencana dengan metode Life Cycle Assessment (LCA). Batasan sistem yang digunakan adalah gate to gate mulai dari pengumpulan bijih emas (ore) hingga menjadi dore bullion. Analisis dampak lingkungan menggunakan software SimaPro 9.0 dengan metode CML AI Baseline. Hasil penelitian menunjukkan besarnya nilai dampak untuk proses produksi emas abiotic depletion potential (Fossil-Fuels) sebesar 4,29E+02 MJ, global warming potential (GWP100a) sebesar 1,20E+07 kg CO2 eq,human toxicity sebesar 2,06E+06 kg 1,4-DCB eq, freshwater aquatic ecotoxicity sebesar 3,25E+02 kg 1,4 DCB eq, marine aquatic ecotoxicity sebesar 1,96E+05 kg 1,4-DCB eq, terrestrial ecotoxicity sebesar 1,7E+01kg 1,4-DCB eq, photochemical oxidant sebesar 1,07E+05 kg C2H4 eq, acidification potential sebesar 1,20E+06kg SO2 eq, dan eutrophication potential sebesar 5,28E-05 kg PO4 eq. Titik hotspot pada proses produksi emas berada pada unit proses elution dengan dampak paling besar adalah global warming potential (GWP100a). Aksi mitigasi terbaik yang diusulkan untuk menurunkan dampak GWP pada unit elution dari proses produksi emas PT Indo Muro Kencana yaitu dengan penambahan economizer sebagai preheater steam (uap pemanasan awal) untuk memanaskan air umpan sebelum memasuki boiler.
Kombinasi Cangkang Kepiting- Fly Ash-Nanopartikel (Fe3O4) Dalam Proses Adsorpsi Zat Warna Dewi One Dira Pratiwi; Novi Eka Mayangsari; Nora Amelia Novitrie
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cangkang kepiting memiliki kandungan kitin sebesar 50-60% dapat dimodifikasi menjadi kitosan. Isolasi kitin menjadi kitosan melalui proses deproteinasi, demineralisasi, dan deasetilasi. Komposit kitosan cangkang kepiting Fly Ash-Magnetik Nanopartikel (Fe3O4) untuk menurunkan efisiensi kandungan konsentrasi limbah artifisial zat warna Congo Red dengan metode adsorpsi. Kitosan dapat menurunkan polutan dengan memodifikasi yang dikompositkan bahan Magnetik Nanopartikel (Fe3O4) dan Fly Ash. Efisiensi Congo Red terhadap kitosan cangkang kepiting-Fly Ash-Magnetik Nanopartikel memiliki nilai tertinggi sebesar 99,99%. Kinetika adsorpsi mengikuti orde dua dan isotherm mengikuti Langmuir dan Freundlich. Kapasitas adsorpsi komposit tertinggi sebesar 49,73 mg/g.
a Pengaruh Eco: aaa vlora putri; Khairunnisa Najla
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

bbbb
Pengaruh Analisis Kualitas Biobriket Ampas Kopi dan Manure Sapi dengan Suhu Pirolisis 450 Derajat Celcius Raza Muhamad Fazrin; Ayu Nindyapuspa; Mar'atus Sholihah
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya timbulan limbah industri menyebabkan pencemaran terhadap lingkungan. Limbah ampas kopi dan manure sapi dapat menyebabkan masalah lingkungan dan penyakit apabila tidak diolah. Alternatif pengolahan yang dapat digunakan yaitu dengan pembuatan biobriket. Ampas kopi dan manure sapi memiliki nilai kalor yang tinggi, sehingga berpotensi sebagai bahan alternatif pembuatan biobriket. Variasi bahan yang digunakan yaitu variasi 100% ampas kopi, 100% manure sapi, dan (70:30, 50:50, serta 30:70) dengan metode pirolisis cepat pada suhu 450°C. Pengujian proxsimate bahan baku dan biobriket meliputi nilai kadar air, nilai fixed carbon, dan nilai kalor. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh variasi komposisi bahan terhadap kualitas biobriket. Hasil pengukuran proximate biobriket dibandingkan dengan SNI 01-6235-2000 tentang briket arang kayu. Hasil penelitian menunjukkan bahan baku ampas kopi memiliki nilai kadar air 2%, fixed carbon 86,5%, dan nilai kalor 5.624,48 kal/g. Manure sapi memiliki nilai kadar air 11%, fixed carbon 15,8%, dan nilai kalor 3.488,66 kal/g. Hasil biobriket menunjukkan bahwa pengujian proximate meliputi parameter nilai kadar air dan nilai kalor memenuhi SNI 01-6235-2000.
Life Cycle Assessment (LCA) sebagai Strategi Mitigasi Dampak Lingkungan dari Pengelolaan Sampah di Industri Kimia Zain Khoirul Ihza; Tanti Utami Dewi; Ahmad Erlan Afiuddin
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri kimia berpotensi mencemari lingkungan akibat peningkatan produksi oleh permintaan konsumen. Pencemaran lingkungan dapat diakibatkan dari proses pengelolaan limbah salah satunya dari proses pengelolaan sampah. Potensi pencemaran dari proses pengelolaan sampah pada industri kimia dapat menghasilkan dampak lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak lingkungan serta memberikan mitigasi dari dampak yang dihasilkan. Pendekatan yang digunakan yaitu Life Cycle Assessment (LCA) dengan software OpenLCA 1.11.0 dengan metode CML IA-Baseline. Database yang digunakan dalam running LCA yaitu database ELCD. Penilaian daur hidup (LCA) yang digunakan untuk menganalisis dampak lingkungan terdiri dari 4 tahapan sesuai dengan SNI ISO 14040 (2016). Berdasarkan hasil analisis LCA proses pengelolaan sampah dihasilkan 2 kategori dampak yaitu photochemical oxidation dan global warming. Kategori dampak tersebut memiliki nilai hotspot yaitu dari dampak Global Warming senilai 7,32 x 10-11 kg CO2 eq. Alternatif mitigasi yang dapat direkomendasikan yaitu pengomposan dengan drum komposter aerobik, pengomposan dengan composter bag, dan penerapan program 3R sampah.
Pretreatment Delignifikasi Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit Dengan DES Sebagai Material Bioplastik Andin Asmara Putri; Denny Dermawan; Tarikh Aziz Ramadani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan karena timbulan limbah tandan kosong kelapa sawit (TKKS) yang mencapai 10,35 ton pertahun. Limbah TKKS biasanya hanya dibiarkan ditempat sampai membusuk atau dibakar. TKKS mengandung selulosa yang dapat berpotensi sebagai biopolimer material bioplastik karena sifatnya yang terbarukan dan mudah terurai. Selulosa pada TKKS dapat diisolasi dengan proses delignifikasi. Delignifikasi adalah proses untuk meningkatkan kandungan selulosa dengan mengurangi kandungan lignin pada biomassa. Delignifikasi dilaksanakan dengan larutan Deep Eutectic Solvent (kolin klorida – asam laktat). Deep Eutectic Solvent (DES) berperan sebagai pelarut hijau untuk mengisolasi selulosa dari biomassa. Setelah melewati proses delignifikasi, TKKS dianalisa dengan metode chesson datta untuk mengetahui kadar selulosa dan ligninnya. Proses delignifikasi dengan DES terhadap TKKS dapat meningkatkan kadar selulosa dari 33% hingga 47,5% dan menurunkan kadar lignin dari 19,2% hingga 15,37%.
Perhitungan dan Mitigasi Emisi Karbon Berdasarkan Inventarisasi Alat Elektronik di Hotel Bintang 5 Surabaya Arvia Zeva Eka Putri Armandik; Ahmad Erlan Afiuddin; Mar'atus Sholihah
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor perhotelan, khususnya hotel bintang lima, merupakan konsumen energi yang signifikan akibat tingginya tingkat penggunaan fasilitas elektronik untuk menunjang pelayanan dan kenyamanan tamu. Konsumsi energi listrik yang tinggi berdampak langsung terhadap peningkatan emisi karbon (CO2), sehingga menjadi perhatian utama dalam isu pemanasan global dan keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis besaran emisi karbon dari konsumsi listrik inventarisasi alat elektronik di sebuah hotel bintang lima Kota Surabaya dan mengkaji potensi mitigasi menggunakan panel surya. Inventarisasi dilakukan terhadap seluruh alat elektronik yang berkontribusi dalam konsumsi listrik hotel selama satu tahun. Dengan melakukan pendekatan menghitung jumlah alat elektronik pada setiap area yang dimiliki oleh hotel dan melakukan perhitungan jam operasional berdasarkan jadwal pengoperasian alat elektronik tersebut oleh pihak hotel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total emisi karbon yang dihasilkan dari konsumsi listrik inventarisasi dalam satu tahun mencapai 3.728.365 KgCO2. Implementasi panel surya sebagai mitigasi menunjukkan potensi yang baik dalam menurunkan emisi karbon, dengan kapasitas dan efisiensi instalasi yang diterapkan. Konsumsi listrik alat elektronik di hotel bintang lima memberikan kontribusi emisi karbon yang besar tiap tahunnya. Penggunaan panel surya dapat menjadi solusi mitigasi yang efektif, dengan catatan perlunya integrasi yang tepat dengan sistem kelistrikan hotel untuk penurunan emisi secara optimal dengan target keberlanjutan industri perhotelan.
Potensi Selulosa Ampas Tebu Sebagai Bahan Baku Bioplastik Ramah Lingkungan shresy febi pracetyowati; Denny Dermawan; Sekarsari Wibowo
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tebu merupakan salah satu komoditas penting dalam kehidupan, karena dimanfaatkan sebagai bahan dasar dalam pembuatan gula, tetapi pemanfaatan limbah ampas tebu di Indonesia masih belum maksimal, padahal serat ampas tebu cukup melimpah sekitar 30% dari total berat tanaman tebu. Kandungan ampas tebu terdiri dari 40%-52,7% selulosa dan 3%-24,2% lignin. Ampas tebu memiliki kandungan selulosa yang cukup tinggi, sehingga berpotensi menjadi salah satu alternatif sumber selulosa yang dapat dimanfaatkan dalam pembuatan bioplastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengekstraksi selulosa dari limbah ampas tebu menggunakan metode alkalisasi dengan larutan NaOH 8% selama 90 menit. Karakterisasi selulosa dilakukan dengan menggunakan uji Chesson datta. Chesson datta merupakan metode untuk menganalisis kandungan selulosa dan lignin yang terkandung dalam ampas tebu. Kandungan selulosa yang terkandung dalam ampas tebu sebesar 31,3% dan lignin sebesar 13,4%. Nilai kandungan selulosa meningkat setelah dilakukan proses delignifikasi yaitu menjadi 66,8% sedangkan lignin mengalami penurunan menjadi 4,3%.
Inovasi Perkerasan Jalan Berbasis Paving Berlubang dari Limbah Sandblasting untuk Mengurangi Limpasan Air Hujan Fauzi Agil Amirza; Luqman Cahyono S.Pd., M.T.; Denny Dermawan S.T., M.T. Ph.D.
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Timbulan limbah sandblasting dalam jumlah besar menimbulkan permasalahan lingkungan, terutama karena limbah ini tergolong sebagai limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Industri galangan kapal menghasilkan limbah sandblasting sekitar 12.100 kg per bulan, yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Di sisi lain, permasalahan banjir kerap terjadi di kawasan padat penduduk akibat minimnya lahan resapan air. Salah satu alternatif solusi untuk mengatasi kedua permasalahan tersebut adalah dengan memanfaatkan limbah sandblasting sebagai bahan substitusi dalam pembuatan paving block berlubang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas paving block berlubang dengan substitusi limbah sandblasting dan abu batu, ditinjau dari kuat tekan dan laju infiltrasi. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan variasi perbandingan campuran 1:4 serta metode perawatan menggunakan karung goni basah (moist curing). Hasil uji X-Ray Fluorescence (XRF) menunjukkan bahwa limbah sandblasting mengandung logam berat berupa Barium (Ba) sebesar 0,06%, Tembaga (Cu) sebesar 1,67%, Seng (Zn) sebesar 0,76%, dan silika (SiO?) sebesar 78,5%, sehingga dinilai layak sebagai bahan campuran beton. Hasil uji Toxicity Characteristic Leaching Procedure (TCLP) menunjukkan bahwa ketiga parameter logam berat tersebut tidak melebihi baku mutu yang tercantum dalam PP No. 22 Tahun 2021, Lampiran XI. Nilai kuat tekan tertinggi pada variasi campuran 1:4 sebesar 39,16 MPa memenuhi mutu A berdasarkan SNI 03-0691-1996. Selain itu, hasil uji infiltrasi menunjukkan nilai sebesar 150,66 mm/jam, yang menunjukkan kemampuan resapan air yang baik. Keyword: Paving Berlubang, Limbah Sandblasting, XRF, TCLP, Kuat Tekan
Pemanfaatan PLTS sebagai Strategi Energi Bersih dan Hemat Biaya pada Masjid Bahrul Ulum Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya Aulia Della Cornellia; Vivin Setiani; Ulvi Priastuti
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas implementasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya off-grid pada Masjid Bahrul Ulum di lingkungan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya sebagai upaya mendukung transisi energi bersih di sektor pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan fokus pada aspek finansial dan lingkungan dari penerapan PLTS. Perhitungan mencakup kapasitas sistem, biaya, dan potensi reduksi emisi karbon. Secara teknis, sistem dirancang menggunakan 14 panel surya berkapasitas masing-masing 555 Wp, inverter 12 kW, dan 10 baterai 48V/100Ah, dengan total daya tahunan sebesar 17.016,3 kWh. Dari sisi finansial, sistem ini mampu menghemat biaya listrik tahunan sebesar Rp13.096.595,20 dengan estimasi payback period selama 16,3 tahun. Secara lingkungan, penggunaan PLTS ini diperkirakan mampu mengurangi emisi karbon sebesar 14,804 ton CO? per tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan PLTS di lingkungan kampus tidak hanya layak secara teknis dan ekonomis, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pengurangan emisi karbon, serta dapat dijadikan model bagi pengembangan energi terbarukan di sektor pendidikan.