cover
Contact Name
Vivin Setiani
Contact Email
vivinsetiani@ppns.ac.id
Phone
+6289530032201
Journal Mail Official
prodi.tpl@ppns.ac.id
Editorial Address
Jl. Teknik Kimia, Kampus ITS Sukolilo
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
ISSN : -     EISSN : 26231727     DOI : https://doi.org/10.33863/cpwtt
Core Subject :
Aims of the CPWTT: The Conference is aimed at providing grounds for the exchange of ideas and data developed through research experience in the waste treatment dan environmental engineering. Scope of the CPWTT: Waste Treatment Life Cycle Assessment Solid Waste Management and Treatment Pollution Control and Monitoring (Air, Biota, Soil, Water) Water and Wastewater Treatment Environmental Management System Environmental Chemistry Environmental Modeling Environmental Mitigation and Remediation Global Warming Emerging Pollutant Environmental Microbiology
Arjuna Subject : -
Articles 277 Documents
Studi Pengurangan Gas CO2 dari Emisi PLTU Batubara dengan Menggunakan Mikroalga Botryococcus braunii Jami’atul Hikmah; Ahmad Erlan Afiuddin; Tanti Utami Dewi
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 2 No. 1 (2019): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PLTU Batubara merupakan salah satu industri penghasil emisi gas CO2 terbesar di Indonesia. Emisi gas CO2 dari PLTU Batubara mengandung gas CO2 sebesar 10-20%, sedangkan gas CO2 di alam sebesar 0,036%. Pengolahan emisi gas CO2 di PLTU Batubara belum banyak diterapkan. Salah satu metode pengurangan emisi gas CO2 yaitu menggunakan mikroalga Botryococcus braunii. Penelitian ini menggunakan variasi penambahan nutrisi pupuk Walne dan vitamin sebesar 3 mL/L kultur. Volume mikroalga yang dimasukkan sebesar 10% dari 5 L volume total reaktor. Pengurangan gas CO2 oleh mikroalga Botryococcus braunii dilakukan dengan pendekatan analisis alkalinitas dan analisis klorofil a. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis alkalinitas didapatkan nilai CO2 Total tertinggi untuk reaktor kontrol sebesar 1740,342 mg CO2/L dan untuk reaktor penelitian sebesar 2067,072 mg CO2/L. Hasil analisis klorofil a tertinggi untuk reaktor kontrol sebesar 0,416 mg/L dan untuk reaktor penelitian sebesar 0,627 mg/L. Nilai tertinggi CO2 Terserap dalam penelitian ini untuk reaktor kontrol sebesar 3988,980 mg CO2 dan untuk reaktor penelitian sebesar 6020,316 mg CO2 dengan nilai CO2 Terserap rata-rata untuk reaktor kontrol sebesar 2689,651 mg CO2 dan nilai CO2 Terserap rata-rata untuk reaktor penelitian sebesar 3459,679 mg CO2.
Inventarisasi Sumber Emisi PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. Bagas Saras Ardianarsya; Ahmad Erlan Afiuddin; Mirna Apriani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 2 No. 1 (2019): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semen Indonesia (Persero) Tbk sebagai salah satu industri persemenan menghasilkan pencemar udara melalui cerobong sebagai media penyalurnya. Pencemar dominan yang dihasilkan dari proses pembuatan semen berupa partikulat dan gas seperti SO2, NO2. Paparan debu dan gas tersebut jika terhirup akan mengganggu kesehatan khususnya gangguan fungsi paru sehingga perlu adanya pengelolaan kualitas udara. Pengelolaan diawali dengan mengidentifikasi sumber-sumber pencemaran udara dan memperkirakan jumlah spesifik pencemaran udara yang diemisikan dari satu atau lebih sumber pencemar. Penelitian ini melakukan pencatatan sumber emisi tersebut yang dikenal dengan istilah inventarisasi sumber emisi. Penelitian ini menginventarisasi sumber emisi sebanyak 13 cerobong dengan parameter SO2, NO2, PM (Particulate Matter), dan merkuri (Hg). Hasil penelitian menunjukkan beban emisi tertinggi untuk parameter partikulat terdapat pada Stack EP Raw Mill Tuban 3 dengan nilai 99.120 Kg/tahun. Nilai beban emisi tertinggi untuk parameter SO2 terdapat pada Stack EP Raw Mill Tuban 2 dengan nilai 275.235,8 Kg/tahun. Nilai beban emisi untuk parameter NO2 terdapat pada Stack EP Raw Mill Tuban 2 dengan nilai 873.735,2 Kg/tahun. Sedangkan nilai beban emisi untuk parameter merkuri (Hg) terdapat pada Stack EP Raw Mill Tuban 4 dengan nilai 2 Kg/tahun.
Perencanaan Wet Scrubber pada Unit Boiler di Industri Minyak Goreng Annisa Fitri Heriantini; Ahmad Erlan Afiuddin; Alma Vita Sophia
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 2 No. 1 (2019): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses kerja coal boiler menghasilkan emisi dalam bentuk partikulat dengan kandungan gas CO, CO2, SO2, dan NO2. Perusahaan mengantisipasi adanya dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh emisi coal boiler dengan mengadakan sebuah unit gravity settling chamber (GSC). Penelitian terdahulu menyebutkan bahwa ukuran partikulat di industri minyak goreng ini sebesar 5 µm, sehingga dapat diketahui bahwa GSC bukan tipe dust collector yang sesuai karena GSC hanya digunakan untuk menghilangkan partikel dengan ukuran 40-60 µm. Dust collector yang mampu mengolah kandungan partikulat dan gas dalam satu waktu adalah wet scrubber. Perencanaan pengolahan partikulat yang lebih efektif di perusahaan ini terdiri dari proses perencanaan wet scrubber dan proses perencanaan jalur pengolahan partikulat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merencanakan proses pengolahan partikulat yang lebih efektif. Proses perencanaan wet scrubber membutuhkan data ukuran partikulat, kecepatan gas dan konsentrasi partikulat yang dapat diukur menggunakan metode gravimetri. Hasil uji konsentrasi partikulat menunjukkan partikulat yang lepas ke lingkungan masih melebihi baku mutu Pergub Jatim No. 10/2009, dengan hasil uji sebesar 0,2657 mg/Nm³ dan 0,8345 mg/Nm³. Partikulat yang terdapat pada industri ini memiliki diameter 0,1-13 µm. Hasil perencanaan wet scrubber diperoleh dimensi wet scrubber dengan panjang 1,7 m; lebar 1,7 m dan tinggi 8 m. Hasil perencanaan jalur pengolahan partikulat menunjukkan diameter duct yang dibutuhkan sebesar 1,37 m.
Perancangan Bag Filter pada Unit Rawmill di Industri Semen Brellian Mutiaraning Nareswari; Ahmad Erlan Afiuddin; Alma Vita Sophia
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 2 No. 1 (2019): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dust collector berupa Electrostatic Precipitator (EP) dipasang setelah proses penggilingan bahan baku semen yakni pada unit rawmill sebagai pemisah partikulat semen dengan gas yang akan dibuang ke lingkungan. Bertambahnya kapasitas produksi dan masa pakai membuat EP kerap mengalami penurunan kualitas alat. Ketika kualitas alat menurun maka sistem operasi akan mati serta debu tidak akan tertangkap oleh EP. Konsentrasi partikulat tertinggi yang terekam oleh continuous emission monitoring system (CEMS) yang terpasang pada cerobong keluaran EP mencapai 208,2 mg/Nm3 nilai tersebut telah melebihi baku mutu yang ditetapkan dalam PERMENLHK No. P.19 Tahun 2017 yakni sebesar 70 mg/Nm3. Oleh karena permasalahan tersebut maka diperlukan dust collector pengganti dengan kemampuan yang setara yakni bag filter. Perencanaan bag filter membutuhkan data konsentrasi partikulat yang diukur menggunakan metode gravimetri. Desain bag filter terdiri dari perhitungan diameter duct, perhitungan daya blower perhitungan filter length, penentuan jenis kain filter serta perhitungan jumlah bag. Berdasarkan analisa, partikulat yang akan diolah memiliki konsentrasi sebesar 10,18 g/m3 dan perhitungan nilai diameter pipa sebesar 1,376 m, daya blower masing –masing sebesar 114,404 HP dan 152,536 HP, filter length 2,9 m dan jenis kain fiberglass serta jumlah filter 546 buah.
Pengaruh Waktu Delignifikasi terhadap Karakteristik Selulosa dari Daun Nanas dan Jerami Egata Dwi Veptiyan; Mirna Apriani; Novi Eka Mayangsari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 2 No. 1 (2019): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selulosa merupakan senyawa dominan penyusun struktur dari tumbuhan seperti yang ditemukan di dalam daun nanas dan jerami. Selulosa memiliki gugus fungsi hidroksil dan karboksil yang berpotensi untuk menyerap logam berat. Untuk memecah ikatan antara lignin dan selulosa maka diperlukan proses delignifikasi. Pada umumnya proses delignifikasi atau penghilangan lignin dilakukan dengan larutan alkali. Proses ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik selulosa dari daun nanas dan jerami. Proses delignifikasi dilakukan menggunakan NaOH 9% dengan variasi waktu 70 menit dan 90 menit. Daun nanas dan jerami sebelum dan sesudah delignifikasi dianalisis dengan menggunakan metode chesson, SEM, dan XRD. Hasil analisis metode chesson menunjukkan bahwa kandungan selulosa tertinggi daun nanas dan jerami dihasilkan dari proses delignifikasi selama 70 menit. Kadar selulosa daun nanas dan jerami sebesar 59,12% dan 57,78% dengan kandungan lignin sebesar 10,78% dan 8,28%. Hasil analisis SEM menunjukkan daun nanas dan jerami sebelum mengalami delignifikasi memiliki morfologi permukaan yang halus, padat, dan rapat, setelah mengalami proses delignifikasi morfologi permukaan menjadi kasar dan renggang. Hasil analisis XRD menunjukkan puncak pada 2q sekitar 18° dan 23°. Kristalinitas tertinggi daun nanas dan jerami pada proses delignifikasi selama 90 menit, sebesar 65,97% dan 71,77% dengan kadar lignin turun hingga mencapai 16,25% dan 31,77%.
Perbandingan Efektifitas Jaring Ikan Bekas dan Botol Plastik Bekas sebagai Media Biofilter dengan Sistem Batch pada Limbah Laundry Aditya Kresna Putra; Denny Dermawan; Ulvi Pri Astuti
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 2 No. 1 (2019): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah laundry merupakan salah satu sumber pencemar pada badan air. Alternatif pengolahan limbah laundry bisa menggunakan biofilter dengan memanfaatkan mikroorganisme yang melekat pada media untuk mengurangi senyawa pencemar. Biofilter merupakan pengolahan air limbah dengan biaya yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan alternatif media biofilter dengan menggunakan jaring ikan bekas dan botol plastik dalam mengolah limbah laundry. Pada penelitian ini media yang digunakan yaitu jaring ikan bekas dan botol plastik bekas. Penelitian dilakukan dengan menggunakan 6 buah reaktor yang dilengkapi dengan aerator dan diisi dengan media berbeda. Variasi waktu tinggal 4 jam, 6 jam dan 8 jam. Parameter yang diamati adalah Chemical Oxygen Demand (COD) dan Fosfat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi media dan waktu tinggal terbaik terdapat pada media jaring dengan waktu tinggal 8 jam. Efisiensi penyisihan COD dan fosfat pada media tersebut 89,3% dan 64%.
Analisis Pengaruh Waktu Deasetilasi terhadap Karakteristik Kitosan dari Cangkang Kepiting Citra Eripramita Yunus; Adhi Setiawan; Novi Eka Mayangsari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 2 No. 1 (2019): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kitosan merupakan produk deasetilasi kitin yang merupakan polimer rantai panjang glukosamin (b-1,4-2 amino-2-dioksi-D-Glukosa). Kitosan terbentuk pada proses penghilangan gugus asetil yang dilakukan setelah tahap demineralisasi dan deproteinasi. Kitosan memiliki banyak kegunaan, seperti sebagai koagulan dalam pengolahan limbah cair. Sebagai bahan baku utama dalam proses pembuatan biasanya digunakan limbah berupa cangkang dari hewan crustacea seperti kepiting. Salah satu parameter penting dalam mengetahui karakteristik kitosan yaitu derajat deasetilasi. Derajat deasetilasi (DD) menentukan seberapa besar persentase penghilangan gugus asetil yang diubah menjadi NH2 (amina). Pada penelitian ini, nilai derajat deasetilasi dioptimalkan dengan menggunakan variasi waktu kontak (4 jam, 5 jam, 6 jam) dengan suhu 125 °C pada tahap deasetilasi. Berdasarkan hasil analisa FT-IR (Fourier Transform Infra-Red) dengan menggunakan Baseline Method pada kitosan cangkang kepiting dapat diketahui nilai DD meliputi 62,4%, 72,2% dan 76,1%. Peningkatan nilai DD ini seiring dengan peningkatan waktu deasetilasi.
Analisis Nilai Kalor dari Briket Ampas Tebu dan Tempurung Kelapa Risya Dwi Maulidya; Adhi Setiawan; Vivin Setiani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 2 No. 1 (2019): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan energi fosil yang semakin meningkat membutuhkan energi alternatif. Limbah biomassa berasal dari limbah organik dan bahannya mudah didapat. Limbah biomassa berupa ampas tebu dan tempurung kelapa dapat dimanfaatkan sebagai energi alternatif berupa biobriket. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komposisi ampas tebu dan tempurung kelapa terhadap nilai kalor yang dihasilkan. Metode yang digunakan dalam pembuatan briket ini adalah eksperimen dengan melakukan proses karbonisasi pada ampas tebu dan tempurung kelapa yang dilanjutkan dengan pengayakan agar ukuran karbon yang dihasilkan homogen. Jenis binder menggunakan tepung tapioka dengan kadar 10% dari berat adonan briket. Analisis nilai kalor yang digunakan yaitu dengan menggunakan bomb calorimeter berdasarkan SNI 01-6235-2000. Untuk mengetahui nilai kalor terbaik, maka digunakan variasi campuran ampas tebu dan tempurung kelapa yaitu variasi 1 adalah 10% : 90%; variasi 2 adalah 20% : 80%; variasi 3 adalah 30% : 70%; variasi 4 adalah 40% : 60%; dan variasi 5 adalah 50% : 50%. Hasil uji menunjukkan briket dari ampas tebu dan tempurung kelapa yang memenuhi standar mutu briket adalah variasi 1 sebesar 8530,36 kal/gr; variasi 2 sebesar 8134,81 kal/gr; dan variasi 3 sebesar 5959,82 kal/gr.
Analisis Kualitas Hasil Komposting Sampah Sisa Makanan dan Daun dengan Metode Rotary Drum Composter (Studi Kasus: Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya) Arlieza Nadya Pradini; Mirna Apriani; Vivin Setiani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 2 No. 1 (2019): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) adalah perguruan tinggi berbasis vokasi yang terus berkembang setiap tahunnya sehingga memungkinkan sampah yang dihasilkan juga semakin bertambah baik itu sampah organik seperti sampah sisa makanan, sampah daun-daun, dan serbuk kayu ataupun sampah non- organik. Pengolahan sampah organik paling sederhana yang dapat dilakukan adalah dengan pengomposan. Proses pengomposan dapat dilakukan secara aerobik dengan menggunakan metode Rotary Drum Composter. Parameter yang ingin diamati adalah pH, suhu, kadar air, dan rasio C/N. Sesuai hasil pengamatan, suhu pH, kadar air dan rasio C/N komposter sebesar; 310C; 7,4; 48,60% dan 14,95. Berdasarkan pengamatan fisik kompos, kompos yang terbentuk berwarna coklat kehitaman, serta bertekstur seperti tanah sesuai dengan spesifikasi kompos SNI 19-7030-2004.
Spatial Approach Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah I Made Wahyu Wijaya; Mirna Apriani; Masrullita Masrullita
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 2 No. 1 (2019): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengkaji Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Kota Denpasar menggunakan metode pendekatan keruangan. Analisis menggunakan data Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sebagai acuan perencanaan pengembangan wilayah dan data existing penggunaan lahan. Kota Denpasar memiliki kearifan lokal yang tercantum dalam perda pembangunan kota mempertimbangkan kawawan suci/ pura. Hasil kajian menunjukkan IPAL telah sesuai dengan RTRW dan baku mutu air limbah untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup. IPAL dapat mendukung upaya pembangunan berkelanjutan di Kota Denpasar.

Page 5 of 28 | Total Record : 277