cover
Contact Name
Vivin Setiani
Contact Email
vivinsetiani@ppns.ac.id
Phone
+6289530032201
Journal Mail Official
prodi.tpl@ppns.ac.id
Editorial Address
Jl. Teknik Kimia, Kampus ITS Sukolilo
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
ISSN : -     EISSN : 26231727     DOI : https://doi.org/10.33863/cpwtt
Core Subject :
Aims of the CPWTT: The Conference is aimed at providing grounds for the exchange of ideas and data developed through research experience in the waste treatment dan environmental engineering. Scope of the CPWTT: Waste Treatment Life Cycle Assessment Solid Waste Management and Treatment Pollution Control and Monitoring (Air, Biota, Soil, Water) Water and Wastewater Treatment Environmental Management System Environmental Chemistry Environmental Modeling Environmental Mitigation and Remediation Global Warming Emerging Pollutant Environmental Microbiology
Arjuna Subject : -
Articles 277 Documents
Rancang Bangun Teknologi Pengolahan Limbah Cair Domestik (IPAL MINI) pada Kegiatan Asrama Mahasiswi Mar’atus Sholihah; Ahmad Erlan Afiuddin; Moch. Luqman Ashari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Grey water adalah salah satu limbah cair dari kegiatan domestik yang banyak menyumbangkan pencemaran akibat dibuang secara langsung ke badan air. Air limbah domestik ini mengandung bahan pencemar organik yang cukup tinggi meliputi BOD, COD, TSS, amoniak, fosfor, minyak dan lemak. Konsentrasi bahan pencemar yang tinggi terutama bahan organik akan menurunkan kualitas badan air jika tidak dilakukan pengolahan. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan memberikan alternatif pengolahan yang sederhana dan dapat seefisien mungkin untuk mengolah limbah cair domestik (grey water). Metode yang digunakan pada penelitian ini berupa merancang IPAL Mini yang merupakan pengolahan biologis gabungan dari sistem pertumbuhan melekat yaitu aerobic dan anoxic biofilter. Rancangan IPAL Mini ini berupa alat berbentuk silinder volume 200 liter dengan pembagian kompartemen yaitu kolom aerasi, ruang lumpur dan kolom biofilter aerobic-anoxic. Pada kolom aerasi terjadi suplai oksigen untuk proses aerob, sedangkan pada kolom biofilter terjadi proses degradasi bahan pencemar organik oleh lapisan biofilm mikroorganisme yang terbentuk pada media biofilter yaitu sarang tawon. Inovasi alat ini dirancang dengan desain unit yang simpel dan menggunakan sistem biofilter untuk menurunkan konsentrasi bahan pencemar pada limbah cair domestik.
Studi Karakteristik Lumpur Intake Perusahaan Pembangkit Listrik Kusnul Dwi Ratnasari; Denny Dermawan; Moch. Choirul Rizal
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan produksi listrik membutuhkan air yang cukup banyak untuk air pengisi boiler, sehingga untuk memenuhi kebutuhan air dilakukan pengambilan air laut. Dari kegiatan pengambilan air laut menghasilkan sedimen yang cukup banyak pada intake. Selama ini lumpur intake diambil dan ditampung pada tempat penampungan sementara dengan volume storage pond A sebesar 125.443,32 m3 dan storage pond B sebesar 361.335,24 m3. Melihat potensi lumpur yang begitu banyak, penelitian ini mencoba menganalisa karakteristik pada lumpur intake agar dapat dilakukan pemanfaatan. Metode yang digunakan adalah pengujian ukuran butir sesuai SNI 3423:2008, selanjutnya diplotkan pada segitiga tanah menurut United State Departement of Agriculture (USDA). Pengujian kandungan senyawa maupun unsur pada lumpur intake dengan menggunakan metode X-Ray Flourescence Spectrometer (XRF), selanjutnya dikomparasikan dengan kandungan senyawa-senyawa maupun unsur-unsur pada lempung. Hasil penelitian ini menunjukkan lumpur intake tergolong pada tanah lempung sesuai dengan ploting pada segitiga USDA. Kandungan senyawa terbesar yaitu Silika Dioksida (SiO2) sebesar 34,59% untuk sampel grab dan 45,7 - 46% untuk sampel composite place, dan unsur terbesar yang terkandung adalah Silika (Si) sebesar 32,7% – 32,8%, sehingga dapat disimpulkan bahwa lumpur intake secara teknis layak dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan produk dari tanah liat.
Recovery Amonium Hidroksida (NH4OH) dari Limbah Regenerasi Mengandung (NH4)2SO4 dengan Menggunakan Distilasi Vakum Asadina Kusma Cahyaninggalih; Adhi Setiawan; Novi Eka Mayangsari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Amonium hidroksida (NH4OH) adalah senyawa basa bentuk dari amonia (NH3) yang terionisasi dan terlarut dalam air. Amonia bereaksi secara reversibel dengan air menghasilkan ion amonium (NH4+) dan ion hidroksida (OH-). Amonium hidroksida digunakan di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang menerapkan All Volatile Treatment sebagai pengatur pH air baku pada kisaran 9,1 – 9,4 agar peralatan terjaga dari korosi dan juga untuk menghindari kondiktivitas melebihi 0,2 µS/cm agar tidak terjadi scalling. Terdapat unit Condensate Polisher yang berfungsi sebagai proteksi apabila Condenser mengalami kebocoran. Di dalamnya terjadi proses ion exchange oleh resin kation-anion untuk menukar ion NH4+, Na+, Cl-,SO42-. Seiring waktu resin tersebut akan jenuh, sehingga dilakukan proses regenerasi. Limbah regenerasi ini mengandung ion NH4+ dalam senyawa (NH4)2SO4 yang selanjutnya akan diproses di Ammonia Recovery Plant (ARP) untuk direcovery menjadi NH4OH. Penelitian ini dilakukan untuk mengetehui pengaruh pH (8, 9, 10, 11, 12) dan temperatur (52⁰C, 57⁰C, 62⁰C, 67⁰C, 72⁰C) terhadap recovery NH4OH dari limbah regenerasi Condensate Polisher. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan alat distilasi skala laboratorium pada tekanan vakum 40 kPa selama 120 menit dan analisanya menggunakan metode Spektrofotometri. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa recovery NH4OH dengan hasil paling besar adalah pada kondisi pH 12 dan tempratur 62⁰C yaitu dengan persen recovery sebesar 61,08 %.
Pemodelan Pola Sebaran NO2 Pada Musim Hujan Dari Cerobong PT. PJB UP Gresik Ikka Widyasari; Ahmad Erlan Affiuddin; Novi Eka Mayangsari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. PJB UP Gresik sebagai salah satu industri pembangkit listrik telah menghasilkan gas buang berupa NO2.Gas NO2 ini dikeluarkan melalui cerobong dan nantinya akan menyebar menuju daerah di sekitarnya,sehingga perlu adanya penelitian mengenai sebaran gas NO2 tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengidentifikasi pola sebaran NO2 yang dihasilkan oleh cerobong pada musim hujan. Pada penelitian inidipilih model Dispersi Gauss untuk memodelkan sebaran gas NO2 yang dihasilkan oleh cerobong dansoftware Golden Surfer untuk membantu proses penyelesain penggambaran pola sebaran emisi NO2. Hasilpenelitian menunjukkan semakin jauh jarak titik penerima dari sumber emisi maka semakin kecil konsentrasiyang diterima. Konsentrasi NO2 tertinggi berdasarkan hasil simulasi menghasilkan nilai 405,42 μg/m3 padakoordinat 683593,91 m ; 9207119,41 m. Hasil konsentrasi tersebut dapat digolongkan kedalam range baikberdasarkan Keputusan Kepala Bappedal Nomor 107 Tahun 1997 tentang Perhitungan Dan Pelaporan SertaInformasi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).
Redesain Tempat Penyimpanan Sementara Limbah B3 Pada Industri Asam Phospat di Kabupaten Gresik Ludfiyan Reyzan Afifi; Moch Luqman Ashari; Vivin Setiani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri asam phospat sudah memiliki Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) limbah B3 tetapi belum sesuai dengan KEPKA Bapedal No.1 Tahun 1995 dan PP 101 Tahun 2014. Pada penelitian ini densitas limbah B3 diukur dengan menggunakan SNI 19-3964-1994 tentang metode pengambilan dan pengukuran timbulan dan komposisi sampah perkotaan. Hasil pengukuran densitas oli bekas 896 kg/m3, pengotor belerang 1216.3 kg/m3, ball cart bekas 3792.6 kg/m3. Pewadahan limbah B3 oli bekas mempunyai sifat mudah terbakar dan beracun ditempatkan pada drum besi 200 L, pengotor belerang mempuyai sifat beracun ditempatkan pada kotak besi karbon 1210 L, dan ball cart bekas mempunyai sifat beracun ditempatkan pada drum plastik 200L. Redesain tempat penyimpanan sementara (TPS) limbah B3 memerlukan 104 palet dan 37 blok. Berdasarkan penelitian yang telah dilakuan didapatkan bahwa TPS limbah B3 yang telah desain ulang berukuran 18.4 m x 17.5 m x 8 m.
Uji Campuran Bahan Limbah Karbit Terhadap Nilai Setting Time Afifah Diyah Nur'aini; Denny Dermawan; Ridho Bayuaji
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah karbit adalah limbah dari produksi pembuatan gas asetilen yang berasal dari reaksi antara karbit dan air. Limbah karbit di golongkan dalam jenis kapur padam karena memiliki sifat-sifat kapur untuk bahan bangunan sesuai dengan SII 0024-80. PP No 101 Tahun 2014 menyatakan bahwa limbah karbit merupakan limbah berbahaya dengan kategori bahaya kronis. Pengujian kualitas dan kelayakan bahan limbah karbit yang akan digunakan sebagai bahan bangunan dapat dilakukan dengan pengujian setting time. Pengujian setting time dilakukan dengan menggunakan jarum vicat. Setting time terdiri dari setting time awal dan setting time akhir. Penelitian ini menggunakan 4 variabel yaitu menggunakan semen, air dan limbah karbit, dengan prosentase limbah karbit sebesar 0%; 2,5%; 5%; dan 7,5%. Berdasarkan hasil percobaan didapatkan nilai setting time awal dan akhir secara berturut-turut yaitu 77,5 menit; 75,75 menit; 73 menit ; dan 67,5 menit serta untuk nilai pengikat akhirnya yaitu 135 menit, 120 menit, 115 menit, dan 105 menit. Berdasarkan data tersebut didapatkan waktu pengikatan dan pengerasan yang akan berlangsung semakin cepat seiring dengan bertambahnya limbah karbit yang digunakan.
Inventarisasi Emisi CO2 Berdasarkan Penggunaan Energi pada Industri Galangan Kapal Islahiya Yuli Ayona; Ahmad Erlan Afiuddin; Fitri Hardiyanti
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri galangan kapal merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang pembuatan kapal. Dengankapasitas yang besar industri ini bisa menyebabkan efek gas rumah kaca dari pembakaran bahan bakar fosildan penggunaan energi. Efek gas rumah kaca biasa terjadi karena berlebihnya gas CO2 di atmosfer yangmemiliki dampak peningkatan suhu dibumi, perubahan iklim, dan naiknya permukaan air laut. Industrigalangan kapal merupakan salah satu industri yang berpotensi menghasilkan gas CO2 yang cukup besar,untuk itulah dilakukan penlitian mengenai perhitungan inventarisasi emisi CO2. Penelitian ini memilikitujuan untuk menghitung jumlah emisi karbon dikosida di area bengkel, assembly, gudang dan kantor padagalangan kapal. Langkah pertama untuk menghitung jumlah emisi karbon ini dimulai dengan mengidentifiksisumber emisi karbon dioksida selanjutnya menghitung inventarisasi emisinya dimana perhitungannyamengacu pada IPCC 2006. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, total emisi CO2 primer dansekunder di galangan kapal sebesar 358.693,723 ton CO2/tahun.
Perancangan Bag Filter pada Ruang Packing Industri Tepung Terigu Rizal Hardiansyah; Ahmad Erlan Afiuddin
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang packing pada industri tepung terigu memiliki potensi tingkat pencemar partikulat yang tinggi dimanadebu dari kegiatan packing tepung berterbangan sehingga alat penangkap debu dan partikulat sangatdibutuhkan, debu hasil packing ini tidak memiliki efek khusus tetapi dikhawatirkan dapat menyebabkaninfeksi saluran penafasan pada pekerja yang terpapar oleh debu tersebut, penelitian ini bertujuan untukmerancang sistem pengendali pencemar partikulat menggunakan alat bag house atau juga bisa disebut bagfilter dimana udara yang mengandung debu di dorong menuju kain yang berfungsi menahan debu tersebutdan udara bersih lolos, pada perencanaan ini terdapat beberapa tahapan dalam melakukan perencanaan baghouse tersebut yaitu dimulai dari tahap perencanaan hood dan laju hisapnya, lalu menghitung diameter pipaduct utama dan duct cabang yang digunakan, menghitung air cleaner bag filter, menghitung filter lenght,menghitung jumlah bag filter. Berdasarkan analisa dan perhitungan didapatkan hasil hood yang digunakantipe plain multiple slot opening 2 dengan panjang x lebar x tinggi. 1.6m x 0.5m x tinggi 0,8 dan Q yangdihisap 12.99 m3/s dengan 3 hood dalam 1 ruangan, diameter pipa untuk duct utama sebesar 0.92m dan pipacabang 0.5m. Perhitungan bag filter didapatkan 110 bag filter dengan dimensi 3 x 0.15 m dan jarak antar titik0.254 m.
Pemanfaatan Botol Plastik Bekas sebagai Biofilter Aerobik dalam Penurunan Konsentrasi COD, BOD pada Air Limbah Laboratorium Kesehatan Ajeng Purnaningtias; Ahmad Erlan Afiuddin
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Botol plastik bekas merupakan salah satu limbah yang jumlahnya selalu meningkat setiap tahunnya, olehkarena itu dibutuhkan suatu alternatif pemanfaatan, yakni sebagai media biofilter. Biofilter merupakan suatuteknologi pengolahan biologis yang memanfaatkan mikroorganisme dalam mengolah air limbah. Dalamsuatu biofilter dibutuhkan media sebagai tempat melekatnya bakteri. Bahan yang dapat digunakan sebagaimedia biofilter memiliki kriteria tertentu seperti inersitas tinggi, fraksi volume rongga tinggi, luas permukaanyang besar, bersifat hidrofilik, dan sebagainya.Beberapa sifat-sifat ini dapat ditemukan dalam botol plastikbekas.Penelitian dilakukan untuk mengamati kinerja dan efisiensi removal dari modifikasi botol plastik bekasPenelitian akan dilakukan dengan menggunakan 9 buah reaktor terbuka yang terbuat dari plastik tanpapenutup dimana setiap reaktor dilengkapi dengan aerator dan diisi dengan media yang berbeda dan air limbahsebanyak 4 liter dengan variasi waktu detensi (td) 3 jam, 6 jam dan 9 jam. Penelitian akan dilakukan denganmengamati efisiensi removal Chemical Oxygen Demand (COD), Biochemical Oxygen Demand (BOD) padasetiap media lekat.Berdasarkan hasil pengujian didapatkan karakteristik air limbah laboratorium kesehatanyakni COD 614,23 mg/l, BOD 197,05 mg/l, Fosfat 9,1 mg/l. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensiremoval tertinggi terjadi pada waktu detensi 3 jam yakni penurunan COD sebesar 86,89 % dan BOD sebesar75,18 %.
Pengaruh Gelombang Mikro terhadap Proses Stabilisasi Dedak Padi Yulia Tri Rahkadima; Medya Ayunda Fitri
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses stabilisasi dedak padi sebagai limbah utama dari proses penggilingan padi dengan bantuan gelombang mikro telah dilakukan. Proses ini meliputi dua tahapan, tahapan pertama berupa proses stabilisasi dedak padi menggunakan gelombang mikro dikuti tahapan kedua yaitu proses ekstraksi minyak dedak padi. Pengaruh variabel proses yaitu waktu stabilisasi dan masa simpan dedak padi terhadap perolehan minyak dedak padi dan kadar asam lemak bebas dipelajari secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan daya microwave daya 3, dan waktu stabilisasi 1-3 menit, kadar asam lemak bebas minyak dedak padi yang diperoleh cenderung konstan selama 2 minggu masa simpan dedak padi. Hal ini menunjukkan bahwa proses stabilisasi dengan menggunakan microwave efektif untuk menonaktifkan enzim lipase yang ada di dalam dedak padi. Massa minyak tertinggi sebesar 7,58% diperoleh pada waktu stabilisasi selama 5 menit dengan masa simpan dedak padi 1 minggu pada daya 3.

Page 3 of 28 | Total Record : 277