cover
Contact Name
Vivin Setiani
Contact Email
vivinsetiani@ppns.ac.id
Phone
+6289530032201
Journal Mail Official
prodi.tpl@ppns.ac.id
Editorial Address
Jl. Teknik Kimia, Kampus ITS Sukolilo
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
ISSN : -     EISSN : 26231727     DOI : https://doi.org/10.33863/cpwtt
Core Subject :
Aims of the CPWTT: The Conference is aimed at providing grounds for the exchange of ideas and data developed through research experience in the waste treatment dan environmental engineering. Scope of the CPWTT: Waste Treatment Life Cycle Assessment Solid Waste Management and Treatment Pollution Control and Monitoring (Air, Biota, Soil, Water) Water and Wastewater Treatment Environmental Management System Environmental Chemistry Environmental Modeling Environmental Mitigation and Remediation Global Warming Emerging Pollutant Environmental Microbiology
Arjuna Subject : -
Articles 277 Documents
Perancangan Ulang Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Rumah Sakit (Studi Kasus: RSUD Dr. R. Koesma Tuban) Anjan Victor Perdana; Moch. Luqman Ashari; Denny Dermawan
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RSUD Dr. R. Koesma Tuban memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan kapasitas pengolahan 100 m3/hari. Rumah Sakit Tuban melakukan pengembangan luas bangunan untuk meningkatkan standart Rumah Sakit dari tipe C ke tipe B. Tahun 2017/2018 rumah sakit menambah dua gedung baru yaitu Graha Aryo Tejo 1 dan 2, sehingga kebutuhan air bersih dan debit air limbah yang dihasilkan Rumah Sakit meningkat. Hal ini mengakibatkan overflow pada IPAL eksisting, karena debit air limbah yang dihasilkan rumah sakit melebihi kapasitas IPAL eksisting. Oleh karena itu perlu dilakukan perancangan ulang IPAL rumah sakit, dengan cara penambahan IPAL baru untuk mengolah penambahan debit air limbah rumah sakit. Metode yang digunakan adalah metode wawancara dan pengumpulan data meliputi jumlah tempat tidur, jumlah karyawan, jam operasi laundry dan gizi, jumlah jenazah, layout Rumah Sakit, hasil uji karakteristik air limbah, luas lahan, dan dimensi IPAL eksisting. Hasil perhitungan dimensi IPAL baru didapatkan dimensi bak ekualisasi : 4 m x 4 m x 2,3 m, bak extended aerasi : 6,6 m x 2,2 m x4,3 m, bak pengendap diameter = 2,4 m dan tinggi = 3 m, bak penampung : 1,5 m x 0,75 m x 1,3 m dan bak desinfeksi : 1 m x 0,75 m x 1,3 m.
Identifikasi Komposisi Limbah Karbit dan Pengaruh Penambahan Limbah Karbit Terhadap Uji Waktu Ikat Semen (Uji Setting Time) Nuris Sidah Perdana; Moch. Luqman Ashari; Ridho Bayuaji
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah karbit merupakan limbah yang dihasilkan dari unit pembuatan gas acetylene pada salah satu industry gas di daerah Gresik. Gas acetylene diproduksi dengan mereaksikan kalsium karbida dengan air, sehingga menghasilkan gas acetylene dan meninggalkan endapan karbit yang berwujud slurry. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa komposisi kimia yang terdapat dalam limbah karbit dan pengaruhnya terhadap uji waktu ikat semen. Analisa dilakukan dengan menggunakan X-Ray Flourescene (XRF). Hasil uji XRF menunjukkan bahwa komposisi limbah karbitterdiri dari senyawa Al2O3 sebear 0.61%, SiO2 0,94%, SO3 0,3%, CaO 95,37%, Fe2O3 0,48%, Y2O3 0,25% dan MoO3 sebesar 2,1%. Uji waktu ikat semen (uji setting time) bertujuan untuk mengetahui waktu ikat awal dan waktu ikat akhir semen. Hasil uji waktu ikat awal dan waktu ikat akhir penambahan limbah karbit sebesar 0% terhadap pengurangan semen adalah pada menit ke 77,5 dan 135 , penambahan 10% terjadi pada menit ke 60 dan 135, penambahan 20% terjadi pada menit ke 35 dan 105, penambahan 30% terjadi pada menit ke 22,5 dan 90.
Pengaruh Penambahan Laju Udara dan Lumpur Aktif Dalam Meremoval Kandungan COD pada Pengolahan Limbah Cair Domestik PLTU PAITON Della Mahdalina; Denny Dermawan; Ahmad Erlan Afiuddin
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perusahaan pembangkit listrik tenaga uap dengan bahan bakar batu bara menghasilkan air limbah, salah satunya adalah limbah cair domestik yang berasal dari kegiatan kamar mandi dan kantin atau kegiatan dapur. Limbah cair domestik yang dihasilkan, diproses pada Sanitary Wastewater Treatment Plant (SWTP). Proses pengolahan limbah domestik dilakukan secara aerob dengan penambahan oksigen (O2) menggunakan air blower dan terdapat mikroorganisme (bakteri aerobik) selama proses aerasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari penambahan laju udara dan lumpur aktif yang ditambahkan dalam meremoval kandungan COD yang ada di dalam air limbah. Penelitian ini dilakukan dengan memvariasi penambahan laju udara, lumpur aktif dan waktu aerasi kedalam reaktor aerasi pada skala laboraturium, variasi penambahan sebagai berikut: penambahan laju udara: 366 cc/menit, 180 cc/menit, dan 90 cc/menit, penambahan lumpur aktif: 25%, 35%, 50%, dan waktu aerasi selama: 4, 6, dan 8 jam. Konsentrasi COD awal pada air limbah yang masuk adalah sebesar 331 ppm. Hasil dari penelitian ini menunjukkan penurunan konsentrasi COD yang tertinggi adalah pada penambahan laju udara 90 cc/menit dengan penambahan lumpur aktif 50% dan pada waktu aerasi selama 8 jam yaitu dengan konsentrasi COD sebesar 69 ppm. Prosentase (%) removal COD pada penambahan laju udara 90 cc/menit mencapai 79%.
Studi Penggunaan Dosis Koagulan PAC (Poly Aluminium Chloride) dan Flokulan Polymer Anionic Pada Pengolahan Limbah Cair Industri Tahu Pury Erlanda Sabilina; Adhi Setiawan; Ahmad Erlan Afiuddin
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses produksi dari industri tahu menghasilkan limbah, baik limbah padat maupun limbah cair dengan kadar organik yang cukup tinggi. Kandungan bahan organik yang tinggi akan menurunkan kualitas air apabila dibuang langsung ke lingkungan. Industri tahu adalah industri kecil yang membutuhkan pengolahan dengan investasi biaya yang kecil dan lahan yang kecil. Tujuan dari penelitian ini menganalisis karakteristik air limbah tahu dan penggunaan koagulan dan flokulan. Metode penelitian ini dilakukan dengan dua tahap yaitu tahap pertama analisis karakteristik air limbah serta tahap kedua yaitu pengujian jartest. Hasil pengujian, parameter BOD5, COD dan TSS belum memenuhi standart baku mutu Pergub Jatim No. 52 tahun 2014. Konsentrasi awal COD, BOD5 dan TSS air limbah industri menunjukan masing-masing sebesar 853,56 mg/L ; 468,50 mg/L dan 836,88 mg/L. Hasil pengujian jartest, dosis optimum koagulan dan flokulan yang dapat digunakan dalam pengolahan limbah tahu yaitu sebesar 30 mg/L PAC dan 2 mg/L polymer anionic dengan hasil akhir konsentrasi BOD5, COD dan TSS masing-masing sebesar 86,9 mg/L ; 181,8 mg/L dan 198,1 mg/L. Pada dosis tersebut memberikan efisiensi penurunan pada parameter BOD5, COD, dan TSS yaitu sebesar 81,5% ; 78,70% dan 76,3%.
Pengaruh Penambahan Bakteri Pseudomonas aeruginosa pada Bioremediasi Total Petroleum Hydrocarbon Penambangan Minyak Bumi Tradisional di Jawa Timur Istina Nisa’ Adzini; Denny Dermawan; Mirna Apriani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 2 No. 1 (2019): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penambangan minyak bumi tradisional di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro menghasilkan limbah minyak bumi berupa lumpur (sludge) yang memiliki kandungan Total Petroleum Hydrocarbon (TPH) yang berpotensi mencemari lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penambahan bakteri Pseudomonas aeruginosa pada proses bioremediasi limbah sludge. Penelitian ini diawali dengan menambahkan bakteri kultur murni Pseudomonas aeruginosa dengan variasi 8%, 12%, 16%, dan menambahkan serbuk gergaji sebesar 10% sebagai bulking agent ke dalam limbah sludge. Pemantauan sampel secara berkala dua kali dalam tujuh hari meliputi parameter suhu, kadar air, penurunan TPH, dan jumlah sel bakteri. Hasil analisis kandungan TPH awal limbah sludge sebesar 3,4%. Penambahan bakteri pada proses bioremediasi memberikan pengaruh terhadap penurunan TPH. Kondisi optimal dicapai pada sampel S2 (bakteri 12% + serbuk gergaji 10%) dengan efisiensi degradasi TPH sebesar 48,53%.
Identifikasi Karakteristik Limbah Slag Aluminium sebagai Substitusi Semen dalam Uji Setting Time dan Kualitas Material pada Mix Design Beton K-250 (Studi Kasus : Kawasan Home Industry Kecamatan Sumobito) Balqis Ramadhani; Denny Dermawan; Moch. Luqman Ashari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 2 No. 1 (2019): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peleburan logam bekas aluminium di kawasan home industry Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang menghasilkan limbah produksi berupa slag sebanyak 70% dari bahan baku. Limbah slag aluminium disalahgunakan oleh warga setempat sebagai material penguruk jalan hingga tanggul untuk mencegah banjir kiriman tahunan, namun limbah tersebut berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat hingga menimbulkan gagal panen. Aluminium oksida dikenal sebagai salah satu bahan pembuatan semen dengan kata lain, limbah slag aluminium memiliki potensi sebagai material penyusun semen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik limbah slag aluminium dan potensinya sebagai material pengganti semen. Penelitian dimulai dengan karakterisasi dengan analisa SEM, ICP, dan XRD; pengujian kualitas material dan perencanaan campuran berdasarkan SNI 03-2834-2000, dan pengujian waktu pengikatan semen akhir. Hasil analisa SEM, ICP, dan XRD limbah slag berukuran 10-55mm mengandung unsur Al, Na, Cl, K, F, Si, Mg, Ca, Fe, Cu, N dengan didominasi senyawa Al2O3 sebanyak 20%. Nilai setting time semen diuji dengan jarum vicat mengalami kenaikan pada substitusi limbah slag aluminium 10% dan 11%. Pengujian kualitas material beton memenuhi standar, kecuali kadar lumpur kerikil 8%, sehingga harus dicuci dahulu. Kebutuhan material berdasarkan mix design beton mutu sedang 25 MPa untuk satu spesimen tanpa substitusi limbah yakni 965gr semen, 338gr air, 850gr pasir, dan 1.579gr kerikil.
Identifikasi Kelayakan Pemanfaatan Limbah Pasir Foundry sebagai Material Agregat Halus pada Bata Beton (Paving Block) Anis Rosyida; Denny Dermawan; Mochammad Choirul Rizal
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 2 No. 1 (2019): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah pasir foundry berasal dari cetakan logam (flash) yang dibongkar setelah logam siap diproduksi. Limbah ini tergolong sebagai limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), karena adanya kandungan fenol dalam limbah tersebut. Kandungan fenol berasal dari penggunaan resin phenolic urethane, untuk proses pengerasan pada cetakan logam. Produksi limbah pasir foundry dalam industri peleburan baja yaitu 7 ton/hari, sehingga perlu dilakukan upaya pemanfaatan. Upaya pemanfaatan limbah B3 yang dilakukan menggunakan proses stabilisasi/solidifikasi semen. Stabilisasi dan solidifikasi adalah upaya penurunan kelarutan dan immobilitas unsur yang bersifat racun menggunakan campuran semen (Trihadiningrum, 2016). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelayakan pemanfaatan limbah pasir foundry sebagai material agregat halus pada paving block.. Analisa penelitian yang digunakan berupa pengujian sifat fisik limbah pasir foundry. Hasil pengujian sifat fisik yaitu analisa gradasi pasir dengan fineness modulus 2,06 telah memenuhi standar ASTM C128-93, kelembaban pasir 0,03%, berat jenis 2,6 gr/cm3 telah memenuhi standar ASTM C128-93, kadar air resapan 3,05%, kebersihan terhadap bahan organik no. 2 (bersih) telah memenuhi standar ASTM C40-92, kebersihan terhadap lumpur 0% telah memenuhi standar ASTM C117-95 dan SNI 03-6820-2002, sehingga dapat disimpulkan bahwa limbah pasir foundry layak digunakan sebagai pemanfaatan substitusi material agregat halus pada paving block.
Pengaruh Limbah Phospo Gypsum sebagai Bahan Pengganti Semen terhadap Uji Setting Time Kurniawan Aji Sasono; Moch. Luqman Ashari; Ridho Bayuaji
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 2 No. 1 (2019): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah phospo gypsum adalah limbah dari hasil proses produksi pembuatan asam fosfat. Asam fosfat terbentuk karena proses asam sulfat di kontakkan dengan batuan phospat yang menghasilkan limbah berupa phospo gypsum. Limbah gypsum menurut lampiran PP 101 tahun 2014 adalah termasuk limbah B3 sumber spesifik khusus kategori bahaya 2 dengan kode limbah B414. sehingga perlu adanya pengelolaan limbah B3 mengingat limbah tersebut merupakan limbah yang berbahaya. Pengujian kualitas dan kelayakan bahan limbah phospo gypsum yang akan digunakan sebagai bahan bangunan dapat dilakukan dengan pengujian setting time. Pengujian setting time dilakukan dengan menggunakan jarum vicat. Setting time terdiri dari setting time awal dan setting time akhir. Penelitian ini menggunakan 5 variabel yaitu menggunakan semen, air dan limbah phospo gypsum, dengan prosentase limbah phospo gypsum sebesar 0%; 5%; 10%; 15%; dan 20%. Berdasarkan hasil percobaan yang telah dilakukan didapatkan nilai uji setting time awal sebagai berikut 63,46 menit, 30 menit, 30 menit, 45 menit, dan 69 menit dan akhir sebagai berikut 120 menit, 120 menit, 120 menit 135 menit dan 150 menit. Berdasarkan hasil percobaan yang telah dilakukan mengenai pengaruh limbah phospo gypsum sebagai bahan pengganti semen terhadap nilai setting time dapat disimpulkan bahwa prosentase 5%, 10%, dan 15% dapat mempercepat setting time pada semen.
Karakteristisasi Limbah Bagasse Ash Pabrik Gula sebagai Alternatif Bahan Dasar Zeolit Sintesis Jihan Nabillah Hanun; Adhi Setiawan; Ahmad Erlan Afiuddin
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 2 No. 1 (2019): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bagasse ash merupakan limbah yang dihasilkan dari residu proses pembakaran ketel uap (boiler). Pemanfaatan bagasse ash belum maksimal dikarenakan jumlahnya yang terus meningkat setiap hari seiring berjalannya proses produksi pada musim giling. Jumlah penumpukan bagasse ash dengan pemanfaatan yang minim akan menimbulkan masalah pencemaran dan mengurangi estetika lingkungan. Faktanya, bagasse ash memiliki kandungan silika yang tinggi didalamnya sehingga berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan dasar adsorben, yaitu zeolit sintesis. Zeolit sintesis dapat diaplikasikan dalam proses adsorpsi dalam menurunkan kandungan logam berat dalam air limbah. Penelitian ini membahas mengenai hasil karakterisasi bagasse ash menggunakan Difraksi Sinar-X (XRD), Spektrofotometer Inframerah (FTIR), dan Mikroskop Elektron (SEM- EDX) yang dapat mendukung bahwa kandungan silika dalam bagasse ash dapat dimanfaatkan sebagai zeolit sintesis. Perlakuan pada bagasse ash yaitu dipanaskan terlebih dahulu dengan menggunakan oven pada suhu 100°C selama 2 jam dan diayak dengan variasi ukuran diameter partikel 100 mesh dan 200 mesh. Hasil penelitian menunjukan bahwa bagasse ash memiliki kristalinitas yang rendah pada analisis XRD. Analisis FTIR menunjukan adanya serapan kuat pada bilangan gelombang 2000 cm-1 sampai dengan 450 cm-1. Bagasse ash memiliki kandungan silika sebesar 31,65% dengan morfologi permukaan partikel yang tidak beraturan yang ditunjukan dari hasil analisis SEM-EDX.
Perancangan Ulang Bag Filter di Industri Peleburan Baja Bety Noraini; Ahmad Erlan Afiuddin; Alma Vita Sophia
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 2 No. 1 (2019): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peleburan baja menghasilkan limbah debu dan asap yang berdampak pada lingkungan dan kesehatan mahluk hidup. Kegiatan yang menghasilkan limbah diharuskan memiliki pengolahan limbah sebelum di buang langsung ke lingkungan. Perancangan ulang bag filter dilakukan karena bag filter yang terpasang belum bisa mengolah limbah partikulat secara maksimal, hal ini dibuktikan dengan hasil pengukuran konsentrasi partikel yang melebihi baku mutu yaitu sebesar 193,162 mg/m3. Perancangan ulang bag filter terdiri dari pengukuran kadar konsentrasi partikulat di area arc furnace menggunakan HVAS (High Volume Air Sampler) dan metode gravimetri , pengukuran ukuran partikulat menggunakan SEM (Scanning Electron Microscopy), analisa data dengan membandingkan fisik dan performa antara bag filter lama dan bag filter baru. Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar konsentrasi partikulat limbah peleburan baja sebesar 193,162 mg/m3 dan ukuran partikulat paling kecil sebesar 1,845 𝜇m. Dimensi bag filter baru sebesar 7,7 m x 4,9 m x 13,73 m dengan diameter duct 152,4 cm. Bag filter baru dirancang dengan efisiensi lebih besar dari bag filter lama yaitu sebesar 99,8% sedangkan bag filter lama 60,12%.

Page 4 of 28 | Total Record : 277