cover
Contact Name
M. Zidny Nafi' Hasbi
Contact Email
mzidnynafihasbi@gmail.com
Phone
+6283838421909
Journal Mail Official
journal.alamwal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Perjuangan By Pass Sunyaragi, Kota Cirebon, Jawa Barat, Indonesia. 45132
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Al-Amwal: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah
ISSN : 23031573     EISSN : 25273876     DOI : 10.70095
Core Subject :
Al-Amwal: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah is a peer-reviewed journal published by the Department of Islamic Banking Syariah Faculty of Islamic Economics and Business (FEBI) of UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. The journal publishes papers in the accounting and finance field that contribute significantly to the development of the economic and sharia banking profession in Indonesia. Al-Amwal: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah is published twice a year; the first edition is published in June and the second edition is published in December. Al-Amwal: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah receives academic and academic research results from both internal and external.
Arjuna Subject : -
Articles 257 Documents
Physical Facilities, Guest Relations Programs, Clinical Quality Assurance sebagai Variabel Patient Satisfaction menuju Patient Loyalty Risdianto Risdianto
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol. 9 No. 2 (2017)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v9i2.1832

Abstract

Abstrak Lima kriteria penentu kualitas jasa pelayanan yaitu reliability, responsiveness, assurance, emphaty, dan tangible dalam hubungannya dengan kepuasan. Dalam penelitian ini penulis mencoba menggunakan tiga variabel yang diungkapkan oleh Fish T. A, C. J Brown, K. Cannizaro dan B. Naftal yaitu  physical facilities,  guest relations programs dan clinical quality assurance sebagai variabel penentu patient satisfaction.Physical facilities, guest relations programs dan clinical quality assurance  secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang berarti terhadap kepuasan pengguna jasa pelayanan rawat inap pada Rumah Sakit Pertamina Cilacap yang dibuktikan dengan hasil perhitungan yang menunjukkan bahwa F hitung sebesar 103,7197 lebih besar dari F tabel sebesar 2,7253.  78,35 persen tingkat kepuasan yang diperoleh pengguna pelayanan jasa rawat inap pada Rumah Sakit pertamina Cilacap dipengaruhi oleh variable-variabel diatas, sedangkan pengaruh variabel lain yang tidak diteliti terhadap kepuasan pengguna pelayanan jasa rawat inap pada rumah sakit Pertamina Cilacap adalah sebesar  46,53 persen.   Guest relations programs secara parsial mempunyai pengaruh paling besar terhadap tingkat kepuasan pengguna jasa pelayanan rawat inap pada Rumah Sakit Pertamina Cilacap yang dibuktikan dengan hasil perhitungan yang menunjukkan bahwa koefisien jalur untuk  guest relations programs  sebesar 0,4298 lebih besar dibandingkan dengan koefisien jalur untuk physical facilities sebesar 0,2847 dan clinical quality assurance  sebesar  0,3403. Secara ekonomi dapat diartikan bahwa  guest relations programs  yang diperoleh pengguna pelayanan jasa secara langsung akan dapat berpengaruh pada kepuasan pasien sebesar 18,47 persen sedangkan pengaruh melalui hubungannya dengan  physical facilities sebesar 7,82 persen dan pengaruh melalui hubungannya dengan clinical quality assurance  sebesar  7,25 persen sehingga total guest relations programs akan dapat mempengaruhi tingkat kepuasan pengguna pelayanan jasa rawat inap sebesar 33,54 persen.      Kata kunci:    physical facilities, guest relations programs, clinical quality assurance  Abstract Five criteria of service quality determinants are reliability, responsiveness, assurance, empathy, and tangible in relation to satisfaction. In this study the author tries to use three variables expressed by Fish T. A, C. J Brown, K. Cannizaro and B. Naftal are physical facilities, guest relations programs and clinical quality assurance as variable determinant of patient satisfaction. Physical facilities, guest relations programs and clinical quality assurance jointly have a significant influence on the satisfaction of users of inpatient services at Pertamina Hospital Cilacap as evidenced by the results of calculations that show that F arithmetic of 103.7197 is greater than F table of 2.7253. 78,35 percent satisfaction level obtained by user of inpatient service at Pertamina Hospital of Cilacap influenced by the above variables, while the influence of other variable not examined to the satisfaction of user of service of inpatient at Pertamina hospital of Cilacap is equal to 46,53 percent. Guest relations programs partially have the most influence on the level of satisfaction of inpatient service users at Pertamina Hospital Cilacap as evidenced by the results of calculations indicating that the path coefficient for guest relations programs of 0.4298 is greater than the path coefficient for physical facilities of 0.2847 and clinical quality assurance of 0.3403. Economically, it can be interpreted that guest relations programs obtained by service users will directly affect the patient satisfaction of 18.47 percent while the influence through its relationship with physical facilities of 7.82 percent and the influence through its relationship with clinical quality assurance of 7.25 Percent so that total guest relations programs will be able to affect the user satisfaction rate of inpatient services by 33.54 percent.  Key words: physical facilities, guest relations programs, clinical Quality assurance
PENERAPAN DENDA DI LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH Moch. Endang Djunaeni; Muhammad Maulana Yusuf
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol. 9 No. 2 (2017)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v9i2.1921

Abstract

Abstrak Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) merupakan balai usaha mandiri terpadu yang isinya berintikan bayt al-mal wa al-tamwil dengan kegiatan mengembangkan usaha-usaha produktif dan investasi dalam meningkatkan kualitas kegiatan ekonomi pengusaha kecil menengah dan pengusaha   kecil   bawah,   antara   lain   mendorong   kegiatan   menabung   dalam   menunjang pembiayaan  kegiatan  ekonominya.  Kredit  dalam  pembiayaan  syariah  menjadi  salah  satu alternatif masyarakat untuk mendapatkan pinjaman, tetapi tetap dalam ruang lingkup syariah. Penyediaan jasa kredit atau pembiayaan pun menjadi salah satu unggulan BMT untuk mendulang pundi. Layaknya lembaga keuangan konvensional, BMT pun menetapkan denda bagi peminjam yang  tidak  melunasi  kreditnya.  Hanya,  masih  menjadi  pertanyaan  di  kalangan  masyarakat tentang pemberlakuan denda atau sanksi bagi nasabah yang gagal bayar, dan juga bagaimana hukum pengenaan denda di BMT ini. Penelitian ini bertujuan untuk memberi gambaran yang jelas mengenai faktor penyebab diterapkannya denda pada pembiayaan bermasalah, kemudian untuk mengetahui tindakan- tindakan yang dilakukan lembaga keuangan syariah dalam menangani pembiayaan bermasalah, serta untuk mengetahui target penyaluran dana yang dihasilkan dari denda. Secara metodologi,  penelitian  ini  menggunakan  prosedur penelitian  kualitatif  dengan memanfaatkan pendekatan sosiologi hukum Islam. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitiannya diperoleh bahwa mengqiyaskan kepada hukum yang telah ditetapkan  dalam  Al-Qur’an  denda dikenakan  kepada nasabah  yang mengalami  pembiayaan bermasalah, dalam  rangka memberikan efek jera supaya dapat menunaikan kewajiban  yang belum terlunasi. Langkah penyelesaian pihak BMT dalam menghadapi nasabah bermasalah yaitu dengan cara: pemberitahuan melalui telepon, pemberian surat penagihan, penagihan langsung, sita jaminan, eksekusi jaminan. Penyaluran dana hasil denda yang diposkan dalam qardh al- hasan ditujukan secara langsung seperti untuk santunan anak yatim, orang tua jompo dan juga melalui lembaga formal seperti BAZNAS dan LAZNAS. Kata kunci : Denda, Pembiayaan Bermasalah, Penyaluran Qardh Al-Hasan.   Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) is a hall independent business integrated content cored Bayt al- mal wa al-tamwil with activities to develop productive ventures and investment in improving the quality of the economic activities of small and medium entrepreneurs and small businessmen under, among others, to encourage the activities of saving In supporting the financing of its economic activities. Credit in shariah financing becomes one of the alternative communities to get a loan. Provision of credit services or fees became one of the flagship BMT to gain funds. Like conventional financial institutions, BMT also for borrowers who do not pay off credit. Only,is still a question among the public about the imposition of penalties or sanctions for customers who fail to pay, and also how the law imposing fines in this BMT.This study aims to provide a clear picture of the factors causing the financial, then to know the actions undertaken syariah financial institutions in the process of childbirth, and to know the target disbursement of funds resulting from fines.Methodologically, this study uses qualitative research procedures by utilizing the sociological approach of Islamic law. Data completion technique is done by observation, interview and documentation.The result of his research is to mengqiyaskan to the law that has been set in Al-Qur'an fines to customers who have problems, in order to provide a deterrent effect can be able to fulfill the obligations that have not been paid off. Steps to settle the BMT party within the time that can be done by: voice over the phone, mailing, direct. The disbursement of fines posted in qardh al - hasan  is  directly  suspended  as  for  orphans'  benefits,  old  folks  and  also  through  formalinstitutions such as BAZNAS and LAZNAS. Keywords: Fines, Troubled Financing, Qardh Al-Hasan Distribution.
Penerapan Dasar Akrual pada Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah Enriko Tedja Sukmana
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol. 9 No. 2 (2017)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v9i2.2237

Abstract

AbstrakPenggunaan dasar akrual merupakan bentuk dari penerapan asumsi yang ada dalam penyusunan laporan keuangan. Model dasar akrual mengakui pendapatan dan biaya sebagai sesuai yang dimiliki meskipun belum diterima maupun dikeluarkan secara kas. Seperti halnya akuntansi pada umumnya, asumsi dasar pada akuntansi syariah juga mempergunakan dasar akrual, hal tersebut ditunjukkan pada perlakan akuntansi syariah dalam transaksi dengan akad syariah. Hal tersebut diatur pada ketentuan menyangkut penerapan akuntansi syariah pada lembaga keuangan syariah. Berdasarkan penerapan tersebut penggunaan dasar akrual terletak pada pengakuan keuntungan dari transaksi syariah. Pengakuan keuntungan transaksi sewa dan syirkah dilakukan terhadap keuntungan yang diperoleh dalam penyerahan aset non kas sebagai bagian dari kesepakatan. Sedangkan pada transaksi jual beli pengakuan keuntungan dilakukan saat serah terima barang dari lembaga keuangan syariah kepada pemesan sebagai pembeli.  Pengakuan dasar akrual pada akad jual beli dengan pengakuan keuntungan di awal memiliki resiko yang besar saat piutang tidak tertagih. Untuk menghindari itu lembaga keuangan syariah yang sebaiknya menghindari pengakuan keuntungan di awal terhadap piutang murabah}ah, dengan memilih alternatif metode pengakuan keuntungan lainnya.Kata kunci : Dasar akrual, Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah. AbstractThe use of accrual basic is one of applying the assumptions contained in the preparation of financial statements. The accrual basic model recognizes income and expenses as recorded altought not yet received or issued in cash. Same with accounting in general, assumptions basic on sharia accounting also use accruals basic, it is shown in sharia accounting treatment in sharia transaction. The accrual basic reatment is arranged in the provisions of sharia accounting in Islamic financial institutions. Based on these provisions, the use of accrual basic done in the recognition of the benefits of sharia transactions. Recognition of profit lease and shirkah transactions is made to the profits derived in the transfer of non-cash assets as part of the agreement. Despite of that sale and purchase transactions recognition of profits made when the handover of goods from Islamic financial institutions to consumer. The treatment of accrual basic on the sale and purchase agreement with the recognition of early profits has a great risk when receivables are not collectible. To avoid that Islamic financial institutions should avoid early profits recognition of murabah}ah receivables, by choosing alternative methods of recognition of other profits.Key words : accrual basic, sharia financial institution accounting
Pengaruh Pelayanan dan Kepuasan Terhadap Loyalitas Anggota Pembiayaan di BMT Al-Falah Sumber Cirebon Nur Haida; NFN Kurnia
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol. 9 No. 2 (2017)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v9i2.2238

Abstract

AbstrakKualitas produk, pelayanan, dan profitabilitas perusahaan adalah tiga hal yang terkait erat. Semakin tinggi kualitas, semakin tinggi kepuasan pelanggan yang dihasilkan, yang mendukung harga yang lebih tinggi dan sering kali biaya yang lebih rendah. Studi telah memperlihatkan korelasi yang tinggi antara kualitas produk atau jasa dengan profitabilitas perusahaan. Kondisi persaingan bisnis, kemajuan teknologi, perkembangan ekonomi, dan sejarah masyarakat mendorong terjadinya pengembangan kualitas pelayanan (service quality) yang menekankan pada pentingnya pemenuhan harapan dan kebutuhan nasabah. Terus maningkatnya jumlah anggota BMT Al-Falah Sumber Cirebon, terdapat juga anggota yang tidak loyal walaupun pelayanan yang diberikan BMT Al-Falah Sumber Cirebon itu cukup bagus dan mereka para anggota merasa puas dengan pelayanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar sistem pelayanan dan kepuasan nasabah terhadap loyalitas anggota pembiayaan di BMT Alfalah Sumber Cirebon. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan menggunakan metode pengumpulan data kuisioner, dengan analisis regresi berganda yang menguji hipotesis penelitian. Berdasarkan hasil analisis data dalam penelitian ini menunnjukkan bahwa variabel sistem pelayanan berpengaruh positif sebesar 0,081 tetapi dari hasil uji t nilai probabilitas (sig) tidak mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap loyalitas anggota sebesar 0,021. Probabilitas (sig) sistem pelayanan sebesar 0,021 > 0,05 dengan demikian Ho ditolak. Hal ini diinterpretasikan bahwa sistem pelayanan tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas anggota pembiayaan di BMT Al-falah Sumber Cirebon. Sedangkan variabel kepuasan berpengaruh positif sebesar 0,240 tetapi dari hasil uji t nilai probabilitas (sig) tidak mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap loyalitas anggota sebesar 0,010 > 0,05 dengan demikian Ho ditolak. Hal ini diinterpretasikan bahwa kepuasan tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas anggota pembiayaan di BMT Al-falah Sumber Cirebon. Dan hasil uji Pengaruh sistem pelayanan dan kepuasan terhadap loyalitas anggota pembiayaan di BMT Al-falah Sumber Cirebon sebesar 14,565. Bahwa diperoleh nilai Fhitung sebesar 14,565 dan nilai sig. 0,000. Kemudian perbandingan antara Ftabel  dengan Fhitung dengan menggunakan batas signifikan 0,05 dan Ftabel 2,32. Dapat dilihat bahwa Fhitung > Ftabel yaitu 14,565  > 2,32 dengan demikian Ha diterima dan H0 ditolak.Kata Kunci, Kepuasan Nasabah, Kualitas Pelayanan, Loyalitas Anggota  Abstract               The quality of the product, service, and profitability of the company are three things that are closely related. The higher the quality, the higher the resulting customer satisfaction, which supports higher prices and often lower costs. Studies have shown a high correlation between product or service quality with firm profitability. The condition of business competition, technological progress, economic development, and community history encourage the development of service quality which emphasizes the importance of fulfilling the expectations and needs of the customers. The increasing number of members of BMT Al-Falah Sumber Cirebon, there are also members who are not loyal although the services provided by BMT Al-Falah Source Cirebon is pretty good and they are satisfied with the service provided. This study aims to find out how big the service system and customer satisfaction of loyalty of financing members in BMT Alfalah Sumber Cirebon. This research is a quantitative research, using questionnaire data collection method, with multiple regression analysis that tested the research hypothesis. Based on the results of data analysis in this study menunnjukkan that service system variables have a positive effect of 0.081 but from the test results t probability (sig) does not have a significant effect on loyalty of members of 0.021. The probability (sig) of service system is 0.021> 0.05 thus Ho is rejected. It is interpreted that the service system has no significant effect on loyalty of finance member in BMT Al-falah Sumber Cirebon. While the satisfaction variable has a positive effect of 0.240 but from the test result t the probability (sig) does not have a significant effect on the loyalty of members of 0.010> 0.05 thus Ho is rejected. It is interpreted that satisfaction has no significant effect on loyalty of finance member in BMT Al-falah Sumber Cirebon. And test result Influence of service system and satisfaction to loyalty member of financing in BMT Al-falah Source Cirebon equal to 14,565. That obtained Fcount value of 14,565 and sig value. 0,000. Then the comparison between Ftable with Fhitung by using the significant limit of 0.05 and Ftabel 2.32. It can be seen that Fcount> Ftable is 14,565> 2,32 thus Ha is received and H0 is rejected. Keywords: Customer Satisfaction, Service Quality, Member Loyalty 
Pengaruh Kinerja Keuangan terhadap Return on Asset (ROA) Bank Syariah di Indonesia Nisa Friskana Yundi; Heri Sudarsono
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol. 10 No. 1 (2018)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v10i1.2759

Abstract

This study aims to analyze the effect of financial performance on profitability measured using Return On Assets (ROA) on Islamic Banking in Indonesia in the period 2010 to 2016 and prove the hypothesis. This study uses secondary data consisting of 7 years, from 2010 to 2016 obtained from Otoritas Jasa Keuangan (OJK) and Bank Indonesia (BI). The method of analysis used for this research is Vector Error Correction Model (VECM) consisting of stationary test, optimal lag test, cointegration test, stabilization test, impulse response function analysis, and variance decomposition. The analysis result of this research in long term CAR, FDR, NPG and BOPO have negative effect, while DPK have positive effect to ROA. While in short term CAR has no effect, while FDR, BOPO and DPK have negative effect and NPF have positive effect to ROA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kinerja keuangan terhadap ROA yang diukur menggunakan Return On Asset (ROA) pada Perbankan Syariah yang ada di Indonesia dalam kurun waktu 2010 sampai dengan 2016 dan membuktikan hipotesis.  Penelitian ini menggunakan data sekunder yang terdiri dari 7 tahun, mulai tahun 2010 sampai dengan 2016 yang di peroleh dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan Bank Indonesia (BI), Metode analisis yang digunakan untuk penelitian ini menggunakan Vector Error Correction Model (VECM), yang terdiri dari uji stasioneritas, uji lag optimal, uji kointegrasi, uji stabilisasi, analisis impulse respons function, dan variance decomposition. Hasil analisis dari penelitian ini dalam jangka panjang CAR, FDR, NPG dan BOPO berpengaruh negative, sedangkan DPK berpengaruh positif terhadap ROA. Sedangkan dalam jangka pendek CAR tidak berpengaruh, sedangkan  FDR, BOPO dan DPK berpengaruh negative dan NPF berpengaruh  positif terhadap ROA
Analisa Kinerja Perbankan Syariah Indonesia Ditinjau Dari Maqasyid Syariah Mohammad Taufik Azis
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol. 10 No. 1 (2018)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v10i1.2808

Abstract

AbstrakKinerja perbankan syariah tidak hanya terdiri dari aspek keuangan , tetapi juga dilihat dari aspek syariah atau muqasyid syariah. Sehingga pengukuran kinerja bank syariah dari aspek syariah merupakan sesuatu yang penting dan diperlukan dalam mengukur kinerja perbankan syariah. Penelitan ini bertujuan untuk menganalisa kinerja perbankan syariah di Indonesia dilihat dari aspek muqosyd syariah dengan menggunakan Index Muqasyid Syariah ( IMS ). Objek penelitan  yang di gunakan adalah 11 bank dari 12 bank syariah di Indonesia. Data yang digunakan berdasarkan laporan tahunan kesebelas bank tersebut dari periode 2011 – 2015.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengukuran kinerja keuangan dapat dilakukan dengan pendekatan model IMS. Hasil penelitan ini menunjukan bahwa Bank Panin Syariah berada di tingkat pertama dan Bank Mega Syariah berada di tingkat kesebelas dalam model Index Muqasyid Syariah.Kata kunci : Perbankan Syariah, Muqasyid Syariah AbstractSharia banking performance not only consists of financial aspects, but also seen from the aspect of sharia or muqasyid sharia. So that the measurement of Islamic banking performance from the aspect of sharia is something that is important and necessary in measuring the performance of sharia banking.This research aims to analyze the performance of Islamic banking in Indonesia viewed from the aspect of muqosyd syariah using Index Muqasyid Syariah (IMS). The research object used is 11 banks from 12 sharia banks in Indonesia. The data used is based on the eleventh annual bank report from the period 2011 - 2015.The results of this study indicate that the measurement of financial performance can be done with the IMS model approach. The results of this research show that Bank Panin Syariah is at the first level and Bank Mega Syariah is at the eleventh level in Index Muqasyid Syariah model. Keywords: Sharia Banking, Muqasyid Syariah
Determinan Pembiayaan UMKM di Indonesia Tahun 2011-2015: Pendekatan Generalized Method Of Moment (GMM) Sagitaria Saputri; Muhammad Ghafur Wibowo
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol. 10 No. 1 (2018)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v10i1.2809

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengidentifikasikan mengenai faktor pembiayaan yang menjadi isu penting pertumbuhan UMKM. Pembiayaan yang disalurkan setiap provinsi belum merata dan masih adanya gap. Sedangkan permodalan UMKM begitu penting dalam mengatasi kemiskinan, mengurangi pengangguran serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis generalized method of moment (GMM) Arellano Bond dengan periode penelitian dari Januari 2011 hingga Juni 2015. Dari hasil analisis GMM Arellano Bond dapat disimpulkan bahwa variabel internal perbankan syariah DPK dan NPF memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap pembiayaan UMKM. Sedangkan FDR memberi dampak positif signifikan terhadap pembiayaan UMKM. Kemudian variabel makroekonomi berupa IPI memberikan dampak positif signifikan terhadap pembiayaan UMKM. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya peningkatan proporsi pembiayaan UMKM dengan mengoptimalkan dana pihak ketiga untuk ditempatkan pada sektor riil. Kata Kunci: Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), perbankan syariah, GMM Arellano-Bond Abstract This research identifies the financing factor that is still an important issue of SMEs survival. The financing distributed by each province is not evenly distributed and there is existing gap. While the capital of SMEs is so important in overcome poverty and unemploymentas well as in increasing theeconomic growth. The  purpose of this research is to know the impact of internal variables of Islamic banking in the form of Third Party Fund (DPK), Financing to Deposit Ratio (FDR) and Non Performing Financing (NPF) and external variable of Islamic banking from Industrial Production Index (IPI) to SMEs financing. The method reference is Arellano Bond's generalized method of moment (GMM) analysis with the research period from January 2011 to June 2015. The objects of the research are five provinces with the largest SMEs financing in Indonesia. From the analysis of GMM Arellano Bond, it can be concluded those internal variables of Islamic bankingare NPF and DPK have a negative significant impact on SMEs financing. While the FDR gives a positive significant impact on the SMEs financing. Then macroeconomic variable in the form of IPI give positive significant impact to SMEs financing. This study recommends the importance of increasing the proportion of SMEs financing by optimizing third party funds to be placed on the real sector. Keywords:Small and Medium entreprises (SMEs), islamic banking, GMM Arellano Bond
Pengaruh Religiusitas dan Persepsi Nasabah terhadap Keputusan Memilih Bank Syariah Muhammad Zuhirsyan; Nurlinda Nurlinda
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol. 10 No. 1 (2018)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v10i1.2812

Abstract

Abstrak  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh religiusitas dan persepsi para nasabah Perbankan Syariah dalam menentukan pilihan menjadi nasabah di BRI Syariah. Penelitian ini dilakukan untuk melihat seberapa besar pengaruh religiusitas dan persepsi terhadap keputusan memilih perbankan syariah di PT. BRI Syariah di Medan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kausal dengan metode pengumpulan data menggunakan metode survey dan teknik pengumpulan data menggunakan teknik kuisioner serta sampel dipilih secara random sampling. Pengolahan data akan dibantu dengan alat analisis data untuk menjawab apakah terdapat pengaruh yang signifikan tingkat religiusitas terhadap keputusan memilih bank syariah pada PT. BRI Syariah KC. S. Parman serta Apakah terdapat pengaruh yang signifikan persepsi terhadap keputusan memilih bank syariah pada PT. BRI Syariah KC. S. Parman. Hasil penelitian menunjukkan, secara simultan religiusitas dan persepsi nasabah berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan memilih bank syariah. Sementara secara parsial, hanya variable religiusitas yang memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan memilih bank syariah. Kata Kunci: Religiusitas, Persepsi Calon Nasabah, Keputusan Memilih, Bank Syariah Abstract The purpose of this research is to determine the influence of religiosity and perceptions of sharia banking customers in determining the choice of becoming a customer at BRI Syariah. This research was conducted to measure the influence of religiosity and perceptions on the decision of choosing sharia banking in PT. BRI Syariah in Medan. The type of this research is causal research with data collection method using survey method and data collection technique using questionnaire technique and sample is choosen by random sampling. Data processing using data analysis tool to answer whether there is a significant influence the level of religiosity to the decision of choosing Islamic banks at PT. BRI Syariah KC. S. Parman and is there any significant influence perception on decision of choosing sharia bank at PT BRI Syariah KC. S. Parman. The results showed, simltaneously the religiosity and perception of customers significantly influence the decision to choose Islamic banks. While partially, only variable religiosity has a positive and significant influence on the decision to choose Islamic banks.  Keywords: Religiosity, perception of Prospective Customers, Decision of Choosing, Sharia Bank
Inklusi Keuangan Perbankan Syariah Berbasis Digital-Banking: Optimalisasi dan Tantangan Abdus Salam Dz.
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol. 10 No. 1 (2018)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v10i1.2813

Abstract

AbstrakKehadiran dan praktik bank syari’ah di Indonesia hampir tiga dekade, tetapi perkembangan bisnisnya tidak sebanding dengan waktu yang telah dilaluinya. Pada akhir tahun 2016, perkembangan bank syariah mencapai 19,67 persen, dengan pangsa pasar 5,12 persen. Pencapaian ini jelas tidak seimbang dengan potensi negara ini. Beberapa penyebabnya adalah produk dan jasa syariah yang diterima oleh nasabah, jarak ke lokasi bank terdekat, biaya yang tinggi untuk transaksi dengan volume kecil, informasi yang terbatas, tingkat pengetahuan syariah yang rendah, pendapatan yang rendah, dan antrian yang panjang ketika bertransaksi secara langsung. Ini adalah bukti dari rendahnya tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah, masing-masing 8,11 persen dan 11,06 persen. Penting untuk mengoptimalkan inovasi untuk menyelesaikan kesenjangan layanan dengan menempatkan teknologi informasi dan komunikasi melalui digitalisasi layanan sehingga hubungan antar bank dengan masyarakat menjadi lebih dekat, hemat, efisien, cepat, dan murah. Kata Kunci: Inklusi Keuangan, Perbankan Syariah, Digital Banking     AbstractThe presence and practice of sharia banks in Indonesia has been almost three decades, but the development of its business is still not comparable with the time that has been passed. By the end of 2016, the growth of sharia banking has reached 19.67 percent, with the market share of sharia banking at 5.12 percent. This achievement is clearly not comparable with the potential of this nation. Some of the causes are Sharia products and services are perceived by the people, the distance to the nearest bank office location, the high cost for small volume transactions, limited information, low level of sharia knowledge, the low-income, plus the long queue when the transaction is direct. This is evident from the low level of literacy and inclusion of Islamic finance, each of only 8.11 percent and 11.06 percent. It is necessary to optimize innovation to solve the service gap by placing information and communication technology through service digitization so that the inter-bank relationship with the community becomes closer, thrifty, efficient, quick and cheap. Keywords: Financial Inclusion, Sharia Banking, Digital Banking 
Pengembangan Ekonomi Kreatif Bidang Fashion Melalui Bauran Pemasaran Alvien Septian Haerisma
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol. 10 No. 1 (2018)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v10i1.2831

Abstract

AbstrakKebijakan pengembangan ekonomi kreatif yakni pengembangan kegiatan ekonomi berdasarkan pada kreativitas, keterampilan, dan bakat individu untuk menciptakan daya kreasi dan daya cipta individu yang bernilai ekonomis dan berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat Indonesia. Tahun 2015 presiden membentuk badan ekonomi kreatif (bekraf) yakni lembaga pemerintah nonkementerian yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Presiden melalui menteri yang membidangi urusan pemerintah di bidang pariwisata. Ekonomi kreatif khususnya di Cirebon menampilkan kreatifitas bidang fashion menawarkan produk batik yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia. Perumusan permasalahan sebagai berikut: bagaimana pengembangan ekonomi kreatif bidang fashion dan apa faktor pendukung dan penghambat dalam pengembangan ekonomi kreatif bidang fashion melalui bauran pemasaran (studi kasus batik EB Traditional Cirebon)?. Hasil penelitian ini sebagai berikut: adanya ekonomi kreatif berbasis industri batik Trusmi Cirebon ini cukup membantu tingkat kesejateraan masyarakat desa Trusmi dan sekitarnya. Bauran pemasaran menjadi batasan strategi pengembangan ekonomi kreatif yang dilakukan oleh batik EB Traditional Cirebon  yaitu: produk, harga, promosi dan tempat/saluran distribusi. Terdapat faktor pendukung: desa Trusmi adalah pusat industri batik yang berada di Cirebon, dan lainnya juga faktor penghambat: pengolahan limbah batik atau pewarna yang berbahaya, rendahnya minat masyarakat untuk belajar membatik dan lainnya. Kata kunci: ekonomi kreatif, marketing mix, batik trusmi AbstractCreative economic development policy is the development of economic activities based on individual creativity, skill, and talent to create creative and creative power of individuals with economic value and influence on the welfare of Indonesian society. In 2015, the president established a creative economic body (bekraf), a non-ministerial government institution which is under and responsible to the President through a minister in charge of government affairs in the field of tourism. Creative economy especially in Cirebon showcase the creativity of fashion field offering batik product that has high artistic value and has become part of Indonesian culture. The formulation of the problem as follows: how the development of creative economy in the field of fashion and what are the supporting and inhibiting factors in the development of creative economy in the field of fashion through the marketing mix (batik case study EB Traditional Cirebon) ?. The results of this study as follows: the existence of creative economy-based batik industry Trusmi Cirebon is enough to help the level of community welfare Trusmi and surrounding villages. Marketing mix becomes the limitation of creative economic development strategy done by batik EB Traditional Cirebon that is: product, price, promotion and place / distribution channel. There are supporting factors: Trusmi village is the center of batik industry located in Cirebon, and others are also inhibiting factors: the processing of batik waste or harmful dyes, the low interest of the community to learn batik and others. Keywords: creative economy, marketing mix, batik trusmi

Page 10 of 26 | Total Record : 257