cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Busana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 174 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING TERHADAP SELF REGULATED LEARNING SISWA DALAM MATA PELAJARAN PRODUK KREATIF DAN KEWIRAUSAHAAN PADA KELAS XI TATA BUSANA WU DI SMK NEGERI 1 BUDURAN SADIYAH, HALIMATUS; HIDAYATI, LUTFIYAH
Jurnal Tata Busana Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING TERHADAP SELF REGULATED LEARNING SISWA DALAM MATA PELAJARAN PRODUK KREATIF DAN KEWIRAUSAHAAN PADA KELAS XI TATA BUSANA WU DI SMK NEGERI 1 BUDURAN Halimatus Sa?diyah Mahasiswa Program Studi S1 Pendidika Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya halimatussadiyah1@mhs.unesa.ac.id Lutfiyah Hidayati Dosen Tata Busana, Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya lutfiyahhidayati@unesa.ac.id Abstrak Pembelajaran project based learning merupakan pembelajaran kelompok dengan aspek penyajian masalah, membuat perencanaan, menyusun penjadwalan, memoitor pembuatan proyek, melakukan penilaian dan sampai evaluasi hasil proyek. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) keterlaksanaan pembelajaran project based learning pada mata pelajaran produk kreatif dan kewirausahaan 2) pengaruh model pembelajaran project based lerning terhadap Self Regulated Learning. Penelitian ini termasuk penelitian (pre experimental design) one shot case study. Metode pengumpulan data dengan metode observasi dengan 3 observer. Instrumen yang digunakan dengan lembar observasi di validasi oleh 1 dosen dan 2 guru. Subyek penelitian 33 responden. Metode analisis data menggunakan deskriptif. Penelitian dilakukan di kelas XI tata busana WU di SMK Negeri 1 Buduran. Hasil penelitian menyatakankan bahwa 1) penerapan pembelajaran project based learning pada mata pelajaran produk kreatif dan kewirausahaan mencapai kategori baik sampai dengan sangat baik 2) Ada pengaruh project based learning terhadap Self Regulated Learning. Kata kunci: Project Based Learning, keterlaksanaan pembelajaran, Self Regulated Learning. Abstract Learning that applied in this research is based on project based learning method. Project based learning is a group learning with aspect that consist of problem discussion, planning maker, schedule arrangement, monitoring project maker, scoring and evaluating the project result. Purpose of this research is to find 1) the implementation of project based learning in creative product and Enterpreneurship subject 2) the effectof project based learning method toward self regulated learning. This research is include in pre experimental design which is one shot case study. Method that use to collect the data is using observation method with three observer. The instrument which used with observation paper is validated by one lecture and two teacher. Subject of research is consist of thirty three respondent. Method of analysis is descriptive. The research conducted in 11th grade fashion class of 1 Buduran State Vocational High School. Result of the research shown that 1) the implementation of project based learning in creative product and enterpreneurship subject attain good until very good categories 2) the effect of project based learning toward self regulated learning is consist. Keywords: project based learning, learning outcomes, self regulated leaning.
PENGARUH PERBANDINGAN AIR MINERAL DAN NATRIUM HIPOCHLORITE TERHADAP HASIL JADI MOTIF DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK DISCHARGE STAMP PADA ROK BERBAHAN DENIM DINI APRILIA, INDAR; , YULISTIANA
Jurnal Tata Busana Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Fashion adalah istilah umum untuk gaya atau mode. Perkembangannya dari tahun ke tahun mengalami kemajuan yang sangat pesat. Hal ini dikarenakan munculnya trend mode terbaru dan jenis bahan yang digunakan beraneka ragam, salah satunya adalah denim. Kain denim menjadi bahan yang populer dan digemari untuk digunakan menjadi sebuah produk fashion. Namun produk denim yang dipasarkan masih terbilang biasa termasuk dari segi motif denim yang digunakan. Brand Clothing Line ?Zaermerci? mempopulerkan teknik penghilangan warna di Indonesia sejak tahun 2017 dengan menggunakan bahan pemutih yang nyaman digunakan yaitu Natrium Hipochlorite. Teknik penghilangan warna ini dikenal dengan teknik Discharge Stamp.Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh perbandingan Air Mineral dan Natrium Hipochlorite terhadap hasil jadi motif dengan teknik Discharge Stamp pada rok brbahan Denim meliputi Kerataan Warna dan Ketajaman Warna, serta yang kedua adalah untuk mengetahui hasil jadi motif yang paling baik diantara perbandingan Air Mineral dan Natrium Hipochlorite. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain faktor tunggal 3x2. Variabel Bebas perbandingan Air Mineral dan Natrium Hipochlorite yaitu (0,5:4,5); (1:4); (1,5:3,5). Variabel terikat meliputi: (1) Kerataan Warna; (2) Ketajaman Warna. Pengumpulan data dari lembar observasi yang telah diisi oleh 30 orang. Analisis data menggunakan analisis varians tunggal dengan bantuan program SPSS. Hasil analisis data menunjukkan ada pengaruh yang signifikan terhadap (1) Kerataan Warna, proporsi 0,5:3,5 lebih merata dibandingkan dengan perbandingan 1:4 dan 1,5 : 3,5; (2) Ketajaman Warna, proporsi 0,5:3,5 dan 1:4 lebih menyerap dibandingkan dengan perbandingan 1,5 : 3,5. Dengan demikian proporsi 0,5:4,5 dari aspek Kerataan Warna dan Ketajaman Warna menunjukkan hasil yang paling baik dibandingkan dengan proporsi 1:4 dan 1,5:3,5 Kata Kunci : Discharge Stamp, Natrium Hipochlorite, Motif, Denim Abstract Fashion is a general term of a style or a look. Its development has progressed rapidly every year. It is because of the emergence of the latest fashion trend and the various types of materials, one of them is denim. Denim fabric is a popular material to be a fashion product. But the denim product on the market is still ordinary, as we can see from the denim motif that is used by the people. The Clothing Brand of "Zaermerci" has popularized the color removal technique since 2017 in Indonesia using the bleach that was comfortable to use, namely Sodium Hypochlorite. This color removal technique is famous as the discharge technique. This research aims to determine the comparative effect of mineral water and sodium hypochlorite toward the result of a motif using the discharge stamp technique on the denim skirt including the color flatness and the color sharpness. Second, this research aims to determine the result of the best motif between the comparison of mineral water and sodium hypochlorite. The type of this research is experimental research using the single factor design of 3x2. The free variable comparison of mineral water and sodium hypochlorite is (0.5: 4,5); (1: 4); (1.5: 3,5). The dependent variable of this research includes: (1) Color flatness; (2) Color sharpness. The data collection from the observation sheets have been filled by 30 people. The data analysis uses a single variance analysis using the help of the SPSS program. The data analysis result shows us that the significant effect of (1) The color flatness, the proportion of 0.5: 3.5 is more flawless than the ratio of 1: 4 and 1.5: 3.5; (2) The color sharpness, the proportion of 0.5: 3.5 and 1: 4 is more absorbent than the ratio of 1.5: 3.5. Therefore, the proportion of 0.5: 4.5 of the color flatness and the color sharpness aspect shows us the best result than the proportion of 1: 4 and 1.5: 3.5. Keywords: Discharge Stamp, Sodium Hypochlorite, Motif, Denim
PENGARUH JENIS INTERFACING TERHADAP HASIL JADI MANIPULATING FABRIC BOX PLEATS PADA ROK SUAI SAADAH, UMI; , YULISTIANA
Jurnal Tata Busana Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Interfacing merupakan kain pelapis yang ditambahkan dan di letakkan pada bagian buruk kain sebagai pendukung dan memelihara stabilitas bentuk pakaian. Pelapis interfacing ini biasanya digunakan pada bagian busana seperti kerah, manset, ikat pinggang, saku, lubang kancing, dan lain sebagainya. Tujuan dalam penelitian ini yaitu (1) untuk mengetahui pengaruh penggunaan interfacing antara pelapis woven fusible interfacing 901, nonwoven fusible interfacing 25F, dan knit fusible tricot interfacing terhadap hasil jadi manipulating fabric box pleats pada rok suai. (2) Untuk mengetahui hasil jadi manipulating fabric box pleats yang terbaik antara penggunaan pelapis woven fusible interfacing 901, nonwoven fusible interfacing 25F, dan knit fusible tricot interfacing pada rok suai ditinjau dari aspek bentuk dan volume, proporsi, daya pakai, serta nilai estetika. Jenis penelitian ini merupakan penelitian komparatif, dengan metode pengumpulan data menggunakan metode observasi (check list) yang terdiri dari 30 responden yaitu dosen dan mahasiswa Tata Busana Unesa. Dalam pengolahan data penelitian ini menggunakan analisis statistik nonparametrik uji Kruskal Wallis dengan bantuan SPSS versi 20 taraf nyata 5%. Berdasarkan analisis data didapatkan hasil penelitian sebagai berikut: (1) terdapat pengaruh jenis interfacing terhadap hasil jadi manipulating fabric box pleats pada rok suai. (2) Hasil jadi manipulating fabric box pleats pada rok suai yang terbaik adalah produk dengan penggunaan pelapis woven fusible interfacing 901. Kata kunci: jenis interfacing, manipulating fabric box pleats, rok suai.
PENGARUH JENIS MORDAN TERHADAP HASIL PEWARNAAN DAUN KERSEN (MUNTINGIA CALABURA) PADA GAUN BERBAHAN DENIM DENGAN TEKNIK IKAT CELUP , WARSITI; RUSSANTI, IRMA
Jurnal Tata Busana Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PENGARUH JENIS MORDAN TERHADAP HASIL PEWARNAAN DAUN KERSEN (MUNTINGIA CALABURA) PADA GAUN BERBAHAN DENIM DENGAN TEKNIK IKAT CELUP Nama :Warsiti Nim : 12050404216 Program Studi : S1 Pendidikan Tata Busana Jurusan : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas : Teknik Nama Lembaga : Universitas Negeri Suarabaya Pembimbing : Irma Russanti, S.Pd., M.Ds. Daun kersen dalam bahasa latin dikenal dengan nama (Muntingia Calabura) adalah tanaman tahunan yang dapat mencapai ketinggian 3 sampai 10 meter. Kersen memiliki beberapa bagian seperti daun, batang, bunga, dan buah. Daun kersen mengandung flavonoid, tenin, glikosida, saponin, steroid, dan minyak esensial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hasil jadi dan pengaruh jenis mordan terhadap hasil pewarnaan daun kersen (muntingia calabura) pada gaun berbahan denim dengan teknik ikat celup pada mordan garam, tawas dan soda abu di tinjau dari aspek ketajaman warna dan kejelasan motif. Jenis Penelitian adalah eksperimen, variabel bebas yaitu jenis mordan garam, tawas dan soda abu. Variabel terikat yaitu hasil jadi pewarnaan daun kersen menggunakan teknik ikat celup ditinjau dari aspek ketajaman warna dan kejelasan motif. Variabel kontrol yaitu berat daun kersen, ukuran daun kersen, jumlah air, jenis kain, teknik pewarnaan, teknik ikat celup, alat yang digunakan, teknik mordan, lama pencelupan mordan, frekuensi pencelupan, ukuran gaun, jenis gaun dan desain gaun. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, yang diolah dengan menggunakan metode analisis statistic anava tunggal dengan bantuan SPSS 24. Hasil analisis anava tunggal menunjukan bahwa hasil pewarnaan daun kersen pada aspek ketajaman warna mordan garam mendapatkan kategori sangat baik, mordan tawas mendapatkan kategori baik dan pada mordan soda abu mendapatkan ketegori cukup baik dan Pada aspek kejelasan motif mordan garam mendapatkan kategori sangat baik, mordan tawas mendapatkan kategori baik dan selanjutnya pada mordan soda abu mendapatkan kategori cukup baik. Adanya pengaruh yang signifikan jenis mordan garam, tawas dan soda abu terhadap hasil pewarnaan daun Kersen (Muntingia Calabura) pada gaun berbahan denim dengan teknik ikat celup di tinjau dari aspek ketajaman warna dan kejelasan motif. Kata kunci : Pewarnaan, jenis mordan, daun kersen, gaun, denim, ikat celup. ABSTRAK PENGARUH JENIS MORDAN TERHADAP HASIL PEWARNAAN DAUN KERSEN (MUNTINGIA CALABURA) PADA GAUN BERBAHAN DENIM DENGAN TEKNIK IKAT CELUP Name : Warsiti Nim : 12050404216 Study Program : S1 School of clothing Department : Family Welfare Education Faculty : Teknik Institution Name: State University of Suarabaya Supervisor : Irma Russanti, S.Pd., M.Ds. The cherry leaves in Latin are known by the name (Muntingia Calabura) is an annual plant that can reach a height of 3 to 10 meters. Kersen has several parts such as leaves, stems, flowers, and fruit. The cherry leaves contain flavonoids, tenines, glycosides, saponins, steroids, and essential oils. The purpose of this research is to know how the finished result and influence of mordants to the staining of cherry leaf (Muntingia calabura) in denim dress with the technique of dipping on morand salt, alum and soda ash in Review of aspects Color sharpness and clarity of motives. This type of research is experimental, free variable namely mordants type of salt, alum and soda ash. Variable binding is the result of staining cherry leaves using the technique of dyeing the dye is reviewed from the aspect of color acuity and clarity motives. Variable control i.e. weight of kersen leaves, kersen leaf size, amount of water, fabric type, staining technique, dye belt technique, used tools, Mordan technique, old Mordan immersion, dyeing frequency, dress size, dress type and dress design. Data collection techniques using observations, which are processed using a single statistic Anava analysis method with the help of SPSS 24. The results of a single Anava analysis showed that the results of staining of cherry leaves on the sharpness aspect of morand salt get a very good category, Mordants alum get a good category and on Morand soda ash get quite good thickness and on the aspect of clarity Morand salt motif get a very good category, Mordants alum get a good category and subsequently on Morand soda ash get a good enough category. There is a significant influence of mordants salt, alum and soda ash against the staining of Kersen leaf (Muntingia Calabura) on a denim dress with a bunch of dyeing techniques in the review of the aspect of color acuity and clarity motives. Keywords :Staining, types of Mordan, Kersen leaves, dresses, denim, bunch of bags.
PENGARUH REWARD AND PUNISHMENT TERHADAP SELF-REGULATED LEARNING SISWA PADA MATA PELAJARAN BUSANA INDUSTRI DI KELAS XI BUSANA BUTIK 3 SMKN 3 KEDIRI ROSY SAPUTRI, OKTAVIA; HIDAYATI, LUTFIYAH
Jurnal Tata Busana Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH REWARD AND PUNISHMENT TERHADAP SELF-REGULATED LEARNING SISWA PADA MATA PELAJARAN BUSANA INDUSTRI DI KELAS XI BUSANA BUTIK 3 SMKN 3 KEDIRI Oktavia Rosy Saputri S1 Pendidikan Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya (oktaviarosy@gmail.com) Lutfiyah Hidayati Dosen Tata Busana, Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya (lutfiyahhidayati@unesa.ac.id) Abstrak Penerapan metode reward dan punishment merupakan salah satu alat pendidikan untuk memberikan motivasi belajar pada siswa dalam memperbaiki kualitas belajar siswa atau self-regulated learning. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh reward and punishment terhadap self-regulated learning siswa pada mata pelajaran Busana Industri di kelas XI Busana Butik 3 SMKN 3 Kediri. Jenis penelitian ini adalah eksperimen yang dilaksanakan pada bulan Januari sampai Februari di SMKN 3 Kediri kelas XI Busana Butik 3 tahun ajaran 2018/2019. Metode pengambilan data menggunakan observasi dengan jumlah observer 3 orang. Instrumen yang digunakan adalah lembar pengamatan self-regulated learning sebanyak 34 siswa. Metode analisis data menggunakan deskriptif dengan rumus prosentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh reward and punishment terhadap self-regulated learning siswa pada aspek evaluasi diri 90% kategori sangat baik, penyusunan dan perencanaan tujuan 88% kategori sangat baik, pencarian dokumen dan monitoring 82% kategori sangat baik, konsekuensi diri 85% kategori sangat baik, dan pencarian bantuan sosial 86% kategori sangat baik. Kata kunci : Reward, Punishment, Self-regulated Learning Abstract The application of reward and punishment method is one of the educational tools to provide motivation for students in improving their quality on learning or self-regulated learning. The purpose of this research is to determine the effect of reward and punishment on self-regulated learning of students in the Industrial Clothing subjects of XI Clothing Boutique 3 SMKN 3 Kediri. This type of research is an experimental was conducted from January to February in SMKN 3 Kediri who attending in class of XI fashion boutique 3 academic year 2018/2019. Data retrieval method using observations with the number of observer 3 people. The instrument used is a self-regulated learning observation sheet of 34 students. The data analysis method uses descriptive with the percentage formula. The results showed that there were effects of reward and punishment on students? self-regulated learning. The effects on self-evaluation aspect was categorized 90% very good, 88% goal planning and planning categorized very well, document search and monitoring 82% categorized very good category, 85% self-category consequences very good, and search for social assistance 86% categorized very good. Keywords : Reward, Punishment, Self-regulated Learning
UPCYCLE GAUN PENGANTIN HARYUNINDA DANARDEWI, ALDIA; SUHARTINI, RATNA
Jurnal Tata Busana Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK UP-CYCLE GAUN PENGANTIN Nama : Aldia Haryuninda Danardewi NIM : 13050404004 Progam Studi : S1 Pendidikan Tata Busana Jurusan : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas : Teknik Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Dra. Ratna Suhartini, M.Si.Upcycle gaun pengantin merupakan cara untuk memanfaatkan gaun pengantin bekas menjadi gaun pengantin yang memilki manfaat lain dengan kualitas yang lebih baik dari nilai aslinya. Upcycle gaun pengantin adalah gaun pengantin bekas yang tidak terpakai/ out off the date/ rusak lalu di daur ulang kembali menjadi produk baru yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: a) hasil jadi gaun pengantin upcycle ditinjau dari pengembangan desain. b) hasil jadi gaun pengantin upcycle ditinjau dari keseraian bahan. c) hasil jadi gaun pengantin upcycle ditinjau dari hiasan. d) hasil terbaik dari upcycle gaun pengantin yang layak digunakan kembali Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Dengan mengamati hasil jadi produk dilihat dari hasil jadi pengembangan desain, hasil jadi keserasian bahan, hasil jadi detail hiasan dan kelayakan hasil jadi gaun pengantin upcycle. Gaun pengantin yang akan di observasi ada dua gaun. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi pemilihan desain upcycle gaun pengantin dilakukan oleh 3 (tiga) desainer di bidang gaun pengantin. Observasi hasil jadi upcycle gaun pengantin dilakukan oleh 30 (tigapuluh) observer. 3 (tiga) panelis ahli yaitu dosen progam studi S1 Pendidikan tata busana dan 27 (duapuluh tujuh) orang mahasiswa S1 pendidikan tata busana. Teknik analisis data menggunakan rumus prosentase untuk mengetahui hasil jadi dua upcycle gaun pengantin Hasil penelitian upcycle gaun pengantin satu yang ditinjau dari hasil pengembangan desain mendapatkan nilai sangat baik, dari hasil keserasian bahan mendapatkan nilai sangat baik, dari hasil detail hiasan mendapatkan nilai sangat baik dan untuk pengembangan hasil jadi gaun pengantin memperoleh nilai yang sangat baik. Hasil penelitian upcycle gaun pengantin dua yang ditinjau dari hasil pengembangan desain mendapatkan nilai sangat baik, dari hasil keserasian bahan mendapatkan nilai sangat baik, dari hasil detail hiasan mendapatkan nilai sangat baik dan untuk pengembangan hasil jadi gaun pengantin memperoleh nilai yang sangat baik. Maka dapat disimpulkan bahwa gaun pengantin upcycle satu dan dua sangat baik dalam aspek pengembangan desain gaun pengantin upcycle, keserasian bahan gaun pengantin ucpcyle , detail hiasan gaun pengantin upcycle dan pengembangan hasil jadi gaun pengantin upcycle.
PENGARUH JUMLAH MORDAN TAWAS DENGAN EKSTRAK BUNGA BELIMBING WULUH (AVERHOA BILIMBI L) TERHADAP PEWARNAAN GONI (JUTE) DWI LINDA AYU PUSPITASARI, ROFICA; , YULISTIANA
Jurnal Tata Busana Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH JUMLAH MORDAN TAWAS DENGAN EKSTRAK BUNGA BELIMBING WULUH (AVERHOA BILIMBI L) TERHADAP PEWARNAAN GONI (JUTE) Rofica Dwi Linda Ayu Puspitasari Program Studi S-1 Pendidikan Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya Roficadwilinda.rdl@gmail.com Yulistiana Dosen Pembimbing PKK, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya Yulistiana@unesa.ac.idAbstrak Bunga Belimbing Wuluh ( Averhoa Belimbi L) mengandung pigmen warna dan memiliki kandungan zat antosianin dapat dijadikan zat warna alami ramah lingkungan. Pada penelitian ini zat warna alami (bunga belimbing wuluh) diterapkan pada pewarnaan goni (jute). Jenis mordan yang digunakan yaitu mordan tawas dengan jumlah yang berbeda, mordan tawas 100 gram, 150 gram, dan 200 gram. Tujuan penelitian ini adalah yang pertama untuk mengetahui pengaruh jumlah mordan tawas dengan perbandingan 100 gram ,150 gram, dan 200 gram terhadap hasil jadi pewarnaan goni (jute) dengan ekstrak bunga Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L). Kedua untuk mengetahui hasil jadi pewarnaan terbaik dari perbandingan jumlah mordan tawas yang berbeda pada pewarnaan alami menggunakan ekstrak bunga Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L) terhadap goni (jute) ditinjau dari aspek kerataan warna, ketajaman warna, dan daya serap warna. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi yang diolah menggunakan uji anova tunggal (one way anova) dengan SPSS 23 dengan taraf signifikan ? ? 0.05. Hasil analisis anova tunggal menunjukkan bahwa adanya pengaruh Jumlah Mordan Tawas Dengan Ekstrak Bunga Belimbing Wuluh (Averrhoa Blimbi L) Terhadap Pewarnaan Goni (Jute) ditinjau dari aspek kerataan warna, ketajaman warna, dan daya serap warna. Dari jumlah mordan yang berbeda 100 gram, 150 gram, dan 200 gram dari aspek kerataan warna mordan tawas dengan jumlah mordan 200 gram lebih terlihat merata dengan baik dibandingkan mordan tawas dengan jumlah 150 gram, dan 100 gram. Dari aspek ketajaman warna mordan dengan jumlah 200 gram menghasilkan warna dengan kategori ketajaman yang baik, untuk mordan 150 gram tergolong kategori kurang baik, dan untuk mordan 100 gram tergolong kategori ketajaman tidak baik. Dari aspek daya serap warna hasil mordan tawas 200 gram lebih menyerap zat warna dengan baik dibandingkan dengan mordan tawas 150 gram, dan 100 gram. Kata Kunci : Pewarnaan, Bunga Belimbing Wuluh, Mordan Tawas, Goni Abstract Averhoa Belimbi L flower contains color pigments and has anthocyanin content which can be used as an environmentally friendly natural dye. In this study, natural dyes (Averhoa Belimbi L flower) were applied to jute staining. The type of mordan used is mordan alum with different amounts, mordan alum 100 grams, 150 grams, and 200 grams. The purpose of this study was the first to determine the effect of the amounts of mordan alum with a ratio of 100 grams, 150 grams, and 200 grams to the yield of jute staining with the extract of Averrhoa bilimbi L flower. Secondly to find out the best results of coloring from the comparison of the amount of different alum mordans on natural dye using the extract of Averrhoa bilimbi L flower to jute in terms of color flatness, color sharpness, and color absorption. Data collection techniques in this study were observations that were processed using a single anova test (one way anova) with SPSS 23 with a significant level of ? ? 0.05. The results of a single ANOVA analysis showed that there was an effect of the amount of Mordan Alum with Flower Extract Averrhoa Blimbi L on Jute staining in terms of color flatness, color sharpness, and color absorption. From the amount of different mordans 100 grams, 150 grams, and 200 grams of the flatness aspect of the mordan alum with 200 grams of mordan is more evenly distributed compared to mordan alum with 150 grams, and 100 grams. From the sharpness aspect of the mordan with the amount of 200 grams it produces color with a good sharpness category, for the mordan 150 grams is classified as a bad category, and for the 100 gram mordan is classified as a bad sharpness category. From the aspect of color absorption, the results of the 200 gram mordan alum absorb the dye better than the mordan alum 150 grams, and 100 grams. Keywords : Staining, Averrhoa Blimbi L Flower, Mordan Alum, Jute
KARAKTERISTIK PRODUK BUSANA PESTA YANG DIMINATI KONSUMEN BUTIK ALBEN AYUB ANDAL (JLN. TARUNA, IX NOMER75 WAGE TAMAN SIDOARJO) PRAHAYU NINGTYAS, DEVI; KHARNOLIS, MEIN
Jurnal Tata Busana Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Karakteristik produk adalah keistimewaan produk yang berfungsi untuk membantu konsumen membedakan suatu produk. Busana pesta adalah busana yang dikenakan untuk menghadiri kesempatan acara pesta atau sejenisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik produk busana pesta yang diminati konsumen butik Alben Ayub Andal berdasarkan personal order dan sistem produksi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dan akan menghasilkan data yang bersifat kualitatif. Pengumpulan data dengan metode observasi dan wawancara dengan menggunakan instrumen penelitian yang digunakan berupa instrumen observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik produk busana pesta yang diminati konsumen berdasarkan personal order dan sistem produksi ditinjau dari ide, desain produk, warna selalu mengikuti tren dan bukan untuk diproduksi secara masal serta fitur produk terletak pada penerapan desain hiasan pada produk busana pesta. Kata Kunci: Karakteristik produk, busana pesta, minat konsumen. Abstract Product characteristics are product features that function to help consumers differentiate a product. Party dress is clothing worn to attend to party events or the like. This study aims to find out the characteristics of party fashion products that interest Alben Ayub Andal consumers based on personal orders and production systems. The type of research used is descriptive research and will produce qualitative data. Data collection using observation and interview methods using research instruments used in the form of observation and interview instruments. The results showed that the characteristics of party fashion products that are of interest to consumers based on personal orders and production systems in terms of ideas, product design, colors always follow the trend and not to be mass-produced and product features lie in the application of decorative designs to party fashion products. The key word: The characteristics of the product, the partyfashion, consumer interest.
PENERAPAN MODUL MEMBUAT DESAIN DENGAN BANTUAN COLASE PADA MATA PELAJARAN DASAR DESAIN KELAS X DESAIN FASHION DI SMK NEGERI 1 BUDURAN SIDOARJO NUR IKA PERMATASARI, ARINI; , MARNIATI
Jurnal Tata Busana Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENERAPAN MODUL MEMBUAT DESAIN DENGAN BANTUAN COLASE PADA MATA PELAJARAN DASAR DESAIN KELAS X DESAIN FASHION DI SMK NEGERI 1 BUDURAN SIDOARJO Arini Nur Ika Permatasari Mahasiswa Program Studi S-1 Pendidikan Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya. arinipermatasari@mhs.unesa.ac.id Marniati Dosen Pembimbing Jurusan PKK, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya marniati@unesa.ac.id Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1). aktivitas guru, 2). aktivitas siswa, 3). hasil belajar siswa, dan 4). respon siswa dengan penerapan modul membuat desain dengan bantuan colase pada mata pelajaran dasar desain kelas x desain fashion di smk negeri 1 buduran sidoarjo dan dilakukan dalam satu kali pertemuan. Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperiment dengan rancangan penelitian One- Shot Case Study yang diterapkan pada siswa kelas X desain fashion smk negeri 1 buduran sidoarjo. Teknik pengambilan data pada penelitian ini menggunakan metode observasi, tes praktek kinerja dan angket. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dengan presentase. Instrument penelitian menggunakan lembar observasi, lembar tes kinerja, dan lembar angketdengan menggunakan tiga observer. Masing-masing instrumen penelitian telah divalidasi dengan teknik expert Judgment oleh tiga orang ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1). Aktivitas guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran dengan menerapkan modul membuat desain dengan bantuan colase memperoleh hasil presentase baik. 2). Aktivitas siswa dalam pelaksanaan proses pembelajaran dengan menerapkan modul membuat desain dengan bantuan colase memperoleh hasil presentase sangat baik. 3). Hasil belajar siswa setelah diterapkan pembelajaran menggunakan modul membuat desain dengan bantuan colase memperoleh hasil presentase sangat baik. 4). Respon siswa terhadap pmbelajaran dengn menerapkan modul membuat desain dengan bantuan colase memperoleh hasil presentase sangat baik dan modul dikategorikan sangat layak serta menunjukkan bahwa adanya modul membantu dalam kegiatan belajar dan menunjang pemahaman siswa, siswa menjadi sangat antusias dan bersungguh-sungguh dalam mengerjakan lembar soal kinerja. Kata kunci : Modul desain colase, mata pelajaran dasar desain. Abstract This research is to describe the activity of teachers and students that will relate to the students result and their response with the appliance of the module to design by using colase on the subject basic design x fashion design in the SMKN 1 Buduran Sidoarjo. This research will done only for one time meeting. This research also a Pre-experiment research by framing the study with One-Shot Case Study which apply on the grade 10 students fashion design vocational high school 1 buduran sidoarjo. This research data retrival techniques used the observation method, performance practice test, and questionnaire. The analysis is using quantitative descriptive with precentage. The researchinstrument using an observation sheet, performance test sheets, and questionnaire sheets with using three observers. Each research instrument has been validate with expert judgement technique by three experts. The result of this study is shown that; 1) teacher?s activity in the implementation of learning with the appliying module to design by using colase get ?good? precentage. 2) Student?s activity in the implementation of learning with the appliying module to design by using colase get ?very good? precentage. 3) The student result after applied learning usng module to design by using colase get ?very good? precentage. 4) Student?s response to learning by appliying module to design by using colase get ?very good? precentage that module categorized worthy and showing them that there is an additional module for students that need to support the students understanding in academic class, students becoming more enthusiastic and hardworking in the test. Keywords :Design module colase, Subject basic design.
PELATIHAN PEMBUATAN TAS MENGGUNAKAN TEKNIK MAKRAME DI DESA PERAK JOMBANG RIZQI AURUMAWATI, IMA; , MARNIATI
Jurnal Tata Busana Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PELATIHAN PEMBUATAN TAS MENGGUNAKAN TEKNIK MAKRAME DI DESA PERAK JOMBANG Ima Rizqi Aurumawati Mahasiswa Program Studi S-1 Pendidikan Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya. imaaurumawati@mhs.unesa.ac.id Marniati Dosen Pembimbing Jurusan PKK, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya marniati@unesa.ac.id Abstrak Pelatihan pembuatan tas menggunakan teknik makrame di desa Perak Jombang diadakan untuk memberikan keterampilan dan pengetahuan dalam membuat tas menggunakan teknik makrame kepada ibu ? ibu warga desa Perak. Pelatihan diberikan karena waktu luang yang dimiliki oleh ibu- ibu warga desa Perak cukup banyak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas instruktur, aktivitas peserta pelatihan, hasil pelatihan pembuatan tas makrame, serta respon dari peserta pelatihan. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kuantitatif. Subyek sebanyak 11 peserta. Waktu pelatihan sebanyak 4 kali pertemuan. Pengambilan data dilaksanakan di Balai Desa Perak Jombang dengan materi pelatihan pembuatan tas makrame 2 motif. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan angket. Teknik analisis data yang digunakan berdasarkan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas instruktur menunjukkan kategori sangat baik. Aktivitas peserta pelatihan memperoleh kategori sangat baik. Hasil pelatihan pada pertemuan I dengan kategori sangat baik. Pada pertemuan II dengan kategori sangat baik. Pada pertemuan III dengan kategori baik. Pertemuan IV dengan kategori baik. Hasil dari proses pelatihan selama 4 pertemuan termasuk kategori sangat baik. Nilai hasil jadi tas makrame termasuk dalam kategori baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pelatihan yang diadakan termasuk dalam kategori baik. Respon peserta terhadap pelatihan pembuatan tas menggunakan teknik makrame yang menjawab ya termasuk kategori baik. Hasil penelitian menyatakan bahwa keterlaksanaan pelatihan, hasil pelatihan, dan respon dari peserta pelatihan berdasarkan aktivitas instruktur serta aktivitas pelatihan pada setiap aspeknya sangat baik. Kata kunci : pelatihan, tas, makrame, hasil pelatihan, respon peserta Abstract Bag production training by using makrame technic in Perak village Jombang held to give the skill and knowledge to make a bag production by using makrame technic to residents Perak village. Bag production training which delivery to residents Perak village because empty time which are owner by residents Perak village many enaugh . This research objective is to know the instructor activity, also the participants that will affect the result of the training that also related to participants response. The research is using Descriptive Quantitative data. The subject is 11 participants. That need 4 times meeting. Data retrieval held in village meeting hall with 2 motive bag using makrame lesson. The instrument that being used is Observation and questionnaire. The result of this research is shown that the instructor activity which categorized in ?very good?. Participants score is categorized as ?very good?. The result of the first and second meeting is categorized as ?very good?. In the third meeting categorized in ?very good?. For the final meeting or the fourth meeting is categorized in ?good?. So, as the conclusion, in 4 meetings is categorized as ?good?.The value of the result becomes a macrame bag is categorized as ?good?. The participants response toward the bag training shown that is in a ?good? category. As the result that this research reveal that the event rundown, the event?s result, and the response of the event based on the instructor activity and also the event?s activity in each aspect is very good. Keyword: training, bag, Makrame, training result, participants response