cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Busana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 174 Documents
PENGARUH MASSA DAN JENIS MORDAN TERHADAP HASIL JADI PEWARNAAN BIJI PALEM PUTRI (VEITCHIA MERILLII) TEKNIK SHIBORI PADA TUNIK ARIYANTI, YENI; SULANDJARI, SITI
Jurnal Tata Busana Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Palem Putri (Veitchia merillii) merupakan tanaman cosmopolitan di daerah tropis dan subtropis termasuk di Indonesia. Pada biji palem putri terkandung alkaloid, flavonoid, terpenoid, kuinon, polifenol/tannin yang dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) mengetahui pengaruh massa dan jenis mordan terhadap hasil jadi pewarnaan menggunakan biji palem putri (veitchia merillii) pada tunik berbahan stretch denim dengan teknik shibori ditinjau dari aspek ketajaman warna, daya serap warna dan kejelasan motif, 2) mengetahui hasil pewarnaan terbaik menggunakan massa dan jenis mordan terhadap hasil jadi pewarnaan biji palem putri (veitchia merillii) pada tunik berbahan stretch denim dengan teknik shibori ditinjau dari aspek ketajaman warna, daya serap warna dan kejelasan motif. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan variabel bebas yaitu jenis mordan (soda abu dan tawas) dan massa mordan (130 gram, 150 gram dan 170 gram). Variabel terikat dalam penelitian ini yaitu hasil jadi pewarnaan biji palem putri (veitchia merillii) dengan teknik shibori pada tunik menggunakan bahan stretch denim yang meliputi ketajaman warna, daya serap warna, dan kejelasan motif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi. Data diolah menggunakan metode analisis statistic anava ganda dengan bantuan SPSS24 dan taraf signifikan ? < 0.05. Hasil analisis anava ganda diketahui bahwa tidak terdapat pengaruh interaksi jenis dan massa mordan terhadap hasil pewarnaan. Hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh jenis mordan terhadap pewarnaan biji palem putri ditinjau dari aspek ketajaman warna, daya serap warna dan kejelasan motif. Massa mordan diketahui memiliki pengaruh terhadap ketajaman warna dan daya serap warna, tetapi tidak memiliki pengaruh terhadap kejelasan motif.
PENGARUH BERAT LEM KAYU TERHADAP HASIL JADI APLIKASI KAIN GONI PADA TOTE BAG ayunda fitriamy, atika; RUSSANTI, IRMA
Jurnal Tata Busana Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kain goni terbuat dari serat rosella yang memiliki warna dan tekstur yang memberi kesan natural. Kain goni tersebut bisa dimanfaatkan sebagai aplikasi pada tote bag. Untuk perlakuan kaku pada aplikasi kain goni, penguat yang digunakan adalah lem kayu dengan berat lem kayu 50 gram, 250 gram, 500 gram. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hasil jadi aplikasi kain goni dengan berat lem kayu 50 gram, 250 gram, 500 gram pada tote bag dan pengaruh berat lem kayu terhadap hasil jadi aplikasi kain goni pada tote ditinjau dari aspek kekakuan aplikasi kain goni, bentuk aplikasi kain goni, kerapian aplikasi kain goni.Jenis penelitian ini adalah eksperimen, variabel bebas yaitu berat lem kayu 50 gram, 250 gram dan 500 gram. Variabel terikat yaitu hasil jadi aplikasi goni ditinjau dari aspek kekakuan, bentuk, kerapian. Variabel kontrol yaitu desain aplikasi goni, lem kayu, kain goni, bahan pelarut, proses perendaman, pengeringan, tote bag. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, dengan mengambil sampel dari 30 observer, meliputi 5 obsever dosen tata busana dan 25 observer mahasiswa tata busana. Instrumen penelitian berupa lembar observasi dengan memberikan tanda check list pada beberapa aspek yaitu kekakuan aplikasi kain goni, bentuk aplikasi kain goni, dan kerapian aplikasi kain goni. Teknik analisis data menggunakan statistic anova tunggal dengan bantuan SPSS 24.Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hasil jadi aplikasi kain goni dengan berat lem kayu 50 gram, 250 gram dan 500 gram pada tote bag menggunakan perhitungan statistik anova tunggal diperoleh ? 0,00 < 0,05 hal ini berarti ada pengaruh yang signifikan berat lem kayu terhadap hasil jadi aplikasi kain goni. Terdapat pengaruh berat lem kayu terhadap hasil jadi aplikasi kaih goni ditinjau dari aspek kekakuan aplikasi kain goni, bentuk aplikasi kain goni, kerapian aplikasi kain goni menunjukkan bahwa hasil jadi aplikasi kain goni dengan berat lem kayu 500 gram dengan nilai mean tertinggi sebesar 3,71, untuk berat lem kayu 250 gram dengan nilai mean sebesar 3,46, untuk lem kayu 50 gram dengan nilai mean terendah sebesar 2,83.
PENGARUH LEBAR TUCK TERHADAP HASIL JADI SHELL TUCKS PADA BLUS Ilmiyah, Mazidatul; SUHARTINI, RATNA
Jurnal Tata Busana Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Shell tucks adalah salah satu variasi bentuk tucking yang berupa lipatan sempit berbentuk lekukan-lekukan seperti deretan kerang. Shell tucks disebut juga scalloped tucks yang teknik pembuatannya dapat dilakukan dengan menggunakan mesin maupun dengan teknik hand stitched. Manipulating fabric shell tucks banyak ditemui pada bagian garis leher pakaian dalam anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil jadi shell tucks dengan lebar tuck 1cm, 1.25cm,dan 1.50cm, untuk mengetahui pengaruh lebar tuck terhadap hasil jadi shell tucks, serta untuk mengetahui hasil jadi shell tucks terbaik pada blus. Jenis penelitian ini termasuk penelitian eksperimen. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi. Data dikumpulkan menggunakan lembar instrumen observasi (check list). Kemudian diamati oleh 30 observer yang terdiri dari 3 orang ahli (dosen tata busana) dan 27 orang mahasiswa tata busana. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji ANOVA tunggal menggunakan bantuan program SPSS 20 dengan ? ? 0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Hasil jadi shell tucks dengan lebar tuck 1cm, 1.25cm, dan 1.50cm, ditinjau dari aspek bentuk lebar tuck 1cm dan 1.50cm dikategorikan baik. Sedangkan lebar tuck 1.25cm dikategorikan sangat baik. Dari aspek kestabilan lebar tuck 1cm dikategorikan baik, sedangkan lebar tuck 1.25cm dan 1.50cm dikategorikan sangat baik. Dari aspek kerapian lebar tuck 1cm dikategorikan baik, sedangkan lebar tuck 1.25cm dan 1.50cm dikategorikan sangat baik. (2) ada pengaruh yang signifikan lebar tuck 1cm, 1.25cm, dan 1.50cm terhadap hasil jadi shell tucks pada blus ditinjau dari aspek bentuk yakni memiliki taraf signifikan 0.003?0.05, aspek kestabilan memiliki taraf signifikan 0.000?0.05, dan aspek kerapian memiliki taraf signifikan 0.001?0.05. (3) Hasil jadi shell tucks terbaik pada blus ditinjau dari aspek bentuk, aspek kestabilan, dan aspek kerapian dibuktikan dengan nilai mean keseluruhan dari semua aspek hasil jadi shell tucks terbaik pada blus nampak pada penggunaan lebar tucks 1.25cm.Kata Kunci: lebar tuck, hasil jadi shell tucks, blus
PENGARUH JENIS MORDAN TERHADAP HASIL JADI PEWARNAAN SERBUK INDIGOFERA PADA ROK PIAS BERBAHAN KATUN REGINA LUTU EDO, ANASTASIA; SULANDJARI, SITI
Jurnal Tata Busana Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman indigofera di Indonesia dikenal dengan berbagai nama yaitu nila,tom jawa, tarum alus, tarum. Daun indigofera mengandung 75-90 % zat warna biru indigotin dan cara mendapatkannya melalui fermentasi daun indigofera yang dapat digunakan sebagai pewarnaan tekstil. Dalam pewarnaan tekstil memerlukan mordan, fungsi mordan sebagai pembangkit dan pengikat warna pada tekstil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hasil jadi pewarnaan, pengaruh jenis mordan terhadap hasil pewarnaan tanaman indigofera dan hasil terbaik dari hasil pewarnaan yang diolah dalam bentuk serbuk pada rok pias berbahan katun dengan jenis mordan kapur tohor, tawas dan NaCl di tinjau dari aspek ketajaman warna, daya serap warna dan kejelasan motif. Jenis penelitian adalah eksperimen, variabel bebas yaitu jenis mordan kapur tohor, tawas dan NaCl. Variabel terikat yaitu hasil jadi pewarnaan serbuk indigofera pada kain katun yang ditinjau dari aspek ketajaman warna, daya serap warna dan kejelasan motif. Varieabel kontrol yaitu tanaman indigofera, alat yang digunakan, teknik pencelupan, teknik mordanting, frekuensi pencelupan,teknik tie dye, desain rok pias. Hasil analisis anava tunggal menunjukan bahwa hasil pewarnaan serbuk indigofera ada pengaruh yang signifikan terhadap jenis mordan kapur tohor, tawas dan NaCl ditinjau dari aspek daya serap warna dan kejelasan motif sedangkan untuk ketajaman warna jenis mordan tidak berpengaruh.
PENGARUH JENIS KAIN SATIN TERHADAP HASIL JADI YOYO PADA GAUN PESTA TRIA WULANDARI, SEPTY; RUSSANTI, IRMA
Jurnal Tata Busana Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Yoyo adalah sebuah benda dari kain berukuran relatif kecil yang dapat dipakai sebagai benda penghias busana ataupun pada benda lainya. Bentuknya seperti sebuah lingkaran dengan bagian atas berkerut dan bagian bawah datar serta terbuat dari sepotong kain berpola lingkaran. Pada penelitian ini hasil jadi yoyo menggunakan 3 jenis kain satin dan diterapkan pada gaun pesta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis kain satin dan hasil jadi yoyo pada gaun pesta. Jenis penelitian ini adalah eksperimen, variabel bebas yaitu kain satin dengan kandungan sutra 92,90%, 94,18%, dan 96,84%. Variabel terikat yaitu hasil jadi lekapan yoyo pada gaun pesta. Variabel kontrol yaitu teknik jahit, ukuran pola , desain gaun pesta. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dengan 30 observer. Data diolah dengan menggunakan metode analisis statistic anava tunggal dan taraf signifikan ? ? 0,05 dengan bantuan SPSS 24. Hasil analisis data diketahui bahwa ada pengaruh jenis kain satin terhadap hasil jadi gaun pesta ditinjau dari aspek kesesuain bentuk dan kerapian, kandungan sutra 96,84% mempunyai hasil paling sesuai dan rapi berdasarkan uji Duncan. Dan diperoleh hasil jadi yoyo dengan kandungan sutra 96,84% mempunyai hasil kategori baik pada aspek kesesuaian bentuk dan kategori sangat baik pada aspek kerapian menurut standart skala tanggapan mean.
MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA DALAM MATA PELAJARAN PENGEMBANGAN BISNIS BUSANA DI SMK NEGERI 1 BUDURAN DWI CAHYANI, RITA; HIDAYATI, LUTFIYAH
Jurnal Tata Busana Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Project based learning merupakan salah satu model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dengan cara membuat karya atau proyek yang terkait dengan materi ajar dan kompetensi yang diharapkan dimiliki oleh peserta didik. Penerapan pembelajaran Project Based Learning mendorong tumbuhnya kreativitas, kemandirian, tanggung jawab, kepercayaan diri, serta berfikir kritis analitis pada peserta didik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas guru dalam menerapkan model pembelajaran project based learning, untuk mengetahui aktivitas siswa dalam menerapkan model pembelajaran project based learning, dan untuk mengetahui kreativitas siswa pembuatan packaging busana. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pre eksperimental design dengan menggunakan rancangan the one group pretest-posttest design. Subyek penelitian ini adalah kelas XI Desain Fesyen di SMK Negeri 1 Buduran sebanyak 36 siswa. Instrument yang digunakan adalah lembar observasi dan lembar tes. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode pengamatan dan tes hasil belajar. Teknik analisis data menggunakan teknis analisis data aktivitas guru, aktivitas guru, dan hasil tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru pada pembelajaran project based learning mendapat rata-rata 87,78% dengan kategori baik. Aktivitas siswa mendapat rata-rata 96,89% dengan kategori sangat baik. Ketercapaian ketuntasan belajar siswa dengan nilai skor rata-rata pre test 73,33, hasil post test 94,77 dan hasil tes psikomotor 89,17. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Project based Learning dapat meningkatkan kreativitas siswa pada mata pelajaran pengembangan bisnis busana kelas XI Desain Fesyen di SMK Negeri 1 Buduran.
PERBEDAAN KETEBALAN JENIS KAIN SATIN POLYESTER TERHADAP HASIL JADI TSUMAMI (HANA) KANZASHI PADA BROS HASTI CHASANAH, MAULIDYAH; RUSSANTI, IRMA
Jurnal Tata Busana Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanzashi atau lebih tepatnya disebut tsumami hana kanzashi, merupakan hiasan atau pin rambut yang dikenakan oleh geisha. Kata kanzashi mengacu pada hiasan rambut yang dikenakan oleh wanita Jepang, sementara hana ialah bunga, dan tsumami mengacu pada proses melipat yaitu memotong kain dan membentuknya menjadi kotak untuk membuat bunga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan ketebalan jenis kain satin polyester terhadap hasil jadi tsumami hana kanzashi pada bros dan untuk mengetahui hasil jadi tsumami hana kanzashi yang paling baik digunakan sebagai bros ditinjau dari aspek bentuk kelopak bunga, aspek kestabilan lipatan dan aspek kerapihan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan jenis kain berbeda ketebalan, yaitu kain satin polyester dengan ketebalan 0,61 mm roberto cavali dan kain satin polyester dengan ketebalan 0,48 mm sateen. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah jenis kain satin polyester dengan ketebalan 0,48 mm roberto cavali dan kain satin polyester dengan ketebalan 0,61 mm sateen. Variabel terikat dalampenelitian ini adalah hasil jadi tsumami hana kanzashi pada bros ditinjau dari aspek bentuk kelopak bunga, aspek kestabilan lipatan dan aspek kerapihan. Berdasarkan hasil analisis data uji independent t test ditinjau dari aspek bentuk kelopak bunga diperoleh hasil ? = 0,65 yang berarti ? > 0,05 menunjukkan adanya perbedaan ketebalan jenis kain satin polyester terhadap hasil jadi tsumami hana kanzashi pada bros, pada aspek kestabilan lipatan diperoleh hasil ? = 0,03 yang berarti ? < 0,05 menunjukkan tidak terdapat perbedaan ketebalan jenis kain satin polyester terhadap hasil jadi tsumami hana kanzashi pada bros dan pada aspek kerapihan diperoleh hasil ? = 0,24 yang berarti ? > 0,05 menunjukkan tidak terdapat perbedaan ketebalan jenis kain satin polyester terhadap hasil jadi tsumami hana kanzashi pada bros pada aspek bentuk kelopak dan aspek kerapihan. Hasil jadi tsumami hana kansahi yang paling baik digunakan sebagai bros ditinjau dari aspek bentuk kelopak bunga, aspek kestabilan lipatan dan aspek kerapihan adalah kain satin polyester ketebalan 0,61 mm dengan mean 3,32
KAJIAN ETNOGRAFI BATIK GENTONGAN TANJUNG BUMI MADURA PUJI PRATIWI, IRMEI; , YULISTIANA
Jurnal Tata Busana Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Paseseh Kecamatan Tanjung Bumi Kabupaten Bangkalan Madura menyimpan berbagai macam kebudayaan dan kearifan lokal yang sangat menarik untuk diteliti dan dipelajari. Mulai dari keindahan alam,kehidupan masyarakat yang ramah tamah,Mitos-mitos Batik Gentongan,serta arsitektur (Tanean Lanjang) yang sangat menarik untuk dipahami dan di lestarikan keberadaannya. Keindahan Batik Tulis Gentongan Tanjung Bumi mempunyai ragam hias ekspresif,tegas dan colourful. Beragam motif yang mengandung filosofi. Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti ingin meneliti tentang Motif,warna,filosofi dan proses pembuatan Batik Gentongan. Jenis penelitian yang dilakukan oleh peneliti saat ini adalah jenis penelitian kombinasi penerapan metode kualitatif dan metode etnografi. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan instrumen pengumpulan data berupa, wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis datanya menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik Triangulasi data digunakan untuk mengukur keabsahan data yang telah diperoleh. Hasil Penelitian menyatakan beberapa motif pakem mengenai Batik Gentongan diantaranya Sek Melayah, Panji Susi,ar Tel Cantil, Bang Ompay, Sabut, Mimbeh, Car Cenah, Vie Elvie, Sekoh Bujel, Rong Terong, Ajem Kateh,, Sek Buluh, Ajem Kekkok,, Krocok,Panceng Liris, Cumi-cumi,Oget. Ornamen Utama dan tambahan yaitu daun,bunga, buah, biji-bijian, Air, hewan laut maupun darat. Untuk Ornamen Isen sering kali juga mengambil Bunga, Binatang Laut maupun Binatang Darat. Warna Batik Gentongan yang asli adalah Coklat, Merah,Hitam. Setelah dikembangkandengan pewarna alami bahan-bahan yang lainnya, menghasilkan warna Merah Muda, kuning, hijau, Biru Tua, Abu-abu. Proses pembuatan Batik Gentongan berbeda dari Batik Yang lain untuk bagian awal sebelum digambar dengan canting. Kain mori direndam minyak dempel dan setelah kering baru dicanting, lalu untuk perendaman warna dilakukan di Gentong yang sudah turun-temurun dipakai oleh perajin. Untuk proses canting perajin memakai canting tradisional.
PENGARUH LEBAR BIAS TERHADAP HASIL JADI SLASHING PADA BLUS SEVI, DHOROTHEA; RUSSANTI, IRMA
Jurnal Tata Busana Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fabric slashing adalah salah satu teknik dari memanipulasi kain dengan cara menumpukkan beberapa kain lalu memotong satu atau beberapa lapis dari tumpukan kain tersebut dan meninggalkan satu lapisan paling akhir tetap utuh.Pada penelitian ini, manipulating fabric slashing diterapkan pada tengah muka blus dengan menggunakan jarak lebar bias 1 cm, 1,5 cm dan 2 cm. Tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui pengaruh jarak lebar bias manipulating fabric slashing terhadap ukuran jarak antara tiap jahitan 1 cm, 1,5 cm dan 2 cm pada blus ditinjau dari aspek bentuk, kerapian dan kestabilan, 2) Untuk mengetahui hasil jadi yang terbaik dari penerapan manipulating fabric slashing diantara ukuran jarak antara tiap jahitan 1 cm, 1,5 cm dan 2 cm pada blus. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan variabel bebas yaitu jarak lebar bias yang meliputi jarak lebar bias 1 cm, 1,5 cm dan 2 cm. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil jadi manipulating fabric slashing pada blus yang meliputi: aspek bentuk, aspek kerapian dan aspek kestabilan. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi dengan 30 observer: 5 orang panelis ahli, 10 orang mahasiswi program studi tata busana angkatan 2012, 10 orang mahasiswi program studi tata busana angkatan 2014 dan 5 orang mahasiswi program studi tata busana angkatan 2016 yang sudah memprogram mata kuliah desain tekstil dan manajemen busana wanita II. Teknik analisis data yang digunakan adalah anava klasifikasi tunggal dengan taraf signifikansi ? ? 0,05 dengan bantuan SPSS 20. Hasil analisis data diperoleh berdasarkan hasil jadi manipulating fabric slashingpada aspek bentuk memiliki pengaruh dengan Fhitung= 8,42 dengan taraf signifikan a=0,00 (<0,05). Pada aspek kerapian memiliki pengaruh dengan Fhitung= 3,32 dengan taraf signifikan a=0,04 (<0,05), sedangkan aspek kestabilan memiliki pengaruh dengan Fhitung= 9,34 dengan taraf signifikan a=0,00 (<0,05) dengan jarak bias terhadap hasil jadi slashing pada blus dengan perolehan mean sebesar 3,48 pada jarak bias 1,5 cm. Hasil jadi manipulating fabric slashing pada blus ditinjau dari keseluruhan aspek yang diamati adalah pada jarak bias 1 cm dengan nilai mean secara keseluruhan 2.94 merupakan kategori baik, dan pada jarak bias 2 cm dengan nilai mean secara keseluruhan 3,34 merupakan kategori baik, sedangan pada jarak bias 1,5 cm diperoleh nilai mean 3.48, merupakan kategori sangat baik.
PENERAPAN BAHAN PENGISI DACROON, BUSA ANGIN DAN STYROFOAM BUTIRAN UNTUK HIASAN STUFFING APLIKASI 3 DIMENSI PADA BUSANA ANAK INDRIANI, FITRIA; RUSSANTI, IRMA
Jurnal Tata Busana Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stuffing adalah teknik yang seperti trapunto dari serat alami atau sintetik untuk mengisi kain dengan bahan sintetis alami kapas dan kapuk untuk teknik manipulating fabric. Stuffing sebagai pengisi hiasan yang timbul pada suatu hiasan. Pengisi yang digunakan bermacam-macam, misalnya dacroon, busa angin, dan styrofoam butiran. Untuk mengetahui hasil jadi hiasan stuffing aplikasi 3 dimensi pada busana anak, dengan menggunakan bahan isian dacroon, busa angin, dan styrofoam butiran. Untuk mengetahui hasil jadi hiasan stuffing aplikasi 3 dimensi pada busana anak yang terbaik, dengan menggunakan bahan isian dacroon, busa angin, dan styrofoam butiran. Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti ini termasuk penelitian deskriptif kuantitatif karena dimaksud menyelidiki dan mangemati hasil jadi pnerapan aplikasi 3 dimensi dengan bahan isian dacroon, busa angin, dan styrofoam butiran pada busana anak. Dalam penelitian ini metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi terhadap hasil jadi hiasan trapunto aplikasi 3 dimensi dengan bahan isian dacroon, busa angin dan styrofoam butiran ditinjau dari aspek bentuk kelopak dan kaindahan kelopak bunga. Kegiatan observasi dilakukan oleh 3 dosen Tata Busana Universitas Negeri Surabaya dan 27 mahasiswa Tata Busana Universitas Negeri Surabaya. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa hasil jadi penerapan aplikasi 3 dimensi dengan bahan isian dacroon, busa angin, dan styrofoam butiran ditinjau dari 3 aspek, mean tertinggi pada mean tertinggi untuk aspek bentuk diperoleh dari bentuk hiasan stuffing aplikasi 3 dimensi pada busana anak dengan bahan pengisi dacroon, untuk nilai mean tertinggi dari aspek kerapian diperoleh dari hiasan stuffing aplikasi 3 dimensi pada busana anak dengan bahan pengisi dacroon. Sedangkan untuk nilai mean tertinggi dari aspek kestabilan diperoleh dari hiasan stuffing aplikasi 3 dimensi pada busana anak dengan bahan pengisi dacroon.