cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Busana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 174 Documents
PENGEMBANGAN VIDEO TUTORIAL BIAS CUT DRESS BERBASIS INSTAGRAM ALFIYA NUR ASNI, HAJAR; SUHARTINI, RATNA
Jurnal Tata Busana Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bias Cut Dress merupakan materi yang unik dan penting untuk masyarakat luas khususnya peminat busana. Bias cut dress merupakan dress menggunakan kain dengan arah serat serong atau diagonal 45 derajat. Kain dengan arah serat serong lebih lentur dari pada kain dengan serat lurus. Pemilihan video tutorial sebagai media untuk mendemonstrasikan materi bias cut dress sebagai jawaban dari tantangan perkembangan teknologi saat ini yaitu prinsip belajar dapat dimana saja, kapan saja dan oleh siapa saja tanpa mengenal batas. Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui kelayakan pengembangan video turorial pembuatan bias cut dress berbasis instagram, 2) mengetahui respon pengguna instagram terhadap video pembuatan bias cut dress melalui instagram. Jenis penelitian ini termasuk jenis penelitian pengembangan model ADDIE yaitu Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Metode pengumpulan data menggunakan instrument berupa angket kelayakan video tutorial dan angket respon pengguna instagram yang divalidasi oleh 4 orang ahli media dan materi. Pengambilan data angket kelayakan oleh 5 orang ahli bidang tata busana dan pengambilan data angket respon oleh 30 orang pengguna instagram. Metode pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dari hitungan rata-rata perolehan isian angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kelayakan video tutorial bias cut dress berbasis instagram termasuk dalam kategori sangat layak. 2) Respon pengguna instagram terhadap video tutorial bias cut dress termasuk dalam kategori sangat layak. Video tutorial bias cut dress berbasis instagram sangat layak digunakan. Kata kunci : Video Tutorial, Bias Cut Dress, Instagram Abstract The bias cut dress is a unique and important material for the public in particular interested in fashion. Bias cut dress is a dress using a fabric with serrated fibers or diagonal 45 degrees. The fabric in the direction of the fibers is more flexible than that of the fabric with straight fibers. Selection of video tutorials as a media to demonstrate the bias cut dress as the answer to todays technological development challenge the principle of learning can be anywhere, anytime, and by anyone without any boundaries. The goal of this study is 1) to determine the feasibility of development of the turcomplications video of instagram bias cut dress based, 2) to determine the instagram users response to the instagram bias cut dress video. The kind of research includes the ADDIE model development Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation. Data collection methods use instruments of video worthiness tutorial video vialising and instagram user response boards that are rated by 4 media and material experts. Collection of vips by 5 fashion experts and collection tracking data by 30 instagram users. The method of data processing in this study uses descriptive analysis of average achievement calculations. Research has shown that: 1) video worthiness of instagram tutorials of cut dress is so highly feasible. 2) the instagram users response to the bias cut dress tutorial video is in the very right category. Video tutorials of instagrammed bias cut dress are so worth using. Keywords: Video Tutorial, Bias Cut Dress, Instagram
PENERAPAN HASIL JADI POLA SMOCK MELATI PADA ROK SUAI NOVIANTI SEKAR SARI, GADIS; ENDANG KARYANINGRUM, ANNEKE
Jurnal Tata Busana Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Smock merupakan salah satu jenis manipulating fabric yang banyak digemari, pada jaman sekarang banyak orang yang mencoba untuk mengembangkan pola smock melati agar lebih bervariasi dan lebih menarik lagi, itu dapat dilihat pada situs pinterest. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa baik hasil jadi dari penerapan pola smock melati pada rok suai yang ditinjau dari aspek ciri-ciri bentuk fisik smock, pola smock, dan fungsi smock sebagai hiasan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi berupa lembar check list dengan jumlah observer sebanyak 30 orang. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar observasi. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah statistik deskriptif dengan rumus rata-rata (mean). Penerapan hasil jadi pola smock pada rok suai ini ditinjau dari 3 aspek, yaitu aspek ciri-ciri bentuk fisik smock, aspek pola smock, dan aspek fungsi smock sebagai hiasan. Aspek yang pertama adalah aspek ciri-ciri bentuk fisik smock, pola yang mendapatkan nilai tertinggi adalah pola 3, nilai rata-ratanya (mean) adalah 3,73 yang termasuk dalam kategori baik. Hasil jadi rok untuk pola 3 ini masih menapilkan ciri-ciri fisik smock melati awal seperti, masih memperlihatkan bentuk seperti bunga melati. Aspek yang kedua adalah aspek pola smock, pola yang mendapatkan nilai tertinggi adalah pola 3 dengan nilai rata-rata (mean) sebesar 3,3 yang termasuk dalam kategori baik. Pada penerapan ini pola yang digunakan masih menggunakan pola awal smock melati yang diberi beberapa cubitan pada sekitar pola awal. Aspek yang ketiga adalah aspek fungsi smock sebagai hiasan, pola yang mendapatkan nilai tertinggi adalah pola 1 dengan nilai rata-rata (mean) sebesar 3,43 yang termasuk dalam kategori baik. Smock ini dapat menambah nilai estetika pada rok, smock juga menjadi center of interest pada rok, dan smock tidak menyebabkan kesan mengembang pada rok. Hasil penerapan pola smock melati pada rok suai yang memiliki nilai terbaik adalah rok suai yang menerapkan pada pola smock melati 3 dengan nilai rata-rata (mean) 3,35 yang termasuk dalam kategori nilai baik.Kata kunci : pola smock, smock melati. Abstract Smock is one type of manipulatic fabric that is widely favored, nowadays many people who try to develop a pattern of smock flower pattern to be more varied and more interesting, it can be seen on the Pinterest site. This research aims to find out how well the results are from the application of a flower pattern on a straight skirt that is reviewed from the characteristic aspects of smock form, smock pattern, and smock function as an ornament. This type of research is descriptive research. The method of collecting data on this study uses observations of check-list sheets with an observer of 30 people with observer. The instrument used in this research is an observation sheet. The data analysis used is a descriptive statistic with an average formula (mean). Application of the result of the pattern of smock in this straight skirt is assessed from 3 aspects, namely the characteristic aspects of the physical form smock, the pattern of smock aspect, and the aspect of smock function as an ornament. The first aspect is the traits aspect of the physical form smock, the pattern that gets the highest score is pattern 3, the average value (mean) is 3.73 belongs to the good category. The result so the skirt for pattern 3 still displays the physical traits floer pattern such early, still exposing the form of such a jasmine flower. The second aspect is the smock pattern aspect, the pattern of getting the highest score is pattern 3 with an average value (mean) of 3.3 included in the good category. In this application the pattern used still use the initial flower pattern which was given a few pinch around the initial pattern. The third aspect is the smock function aspect as an ornament, the pattern that gets the highest score is pattern 1, the average value (mean) is 3.43 included in the good category. This smock can add aesthetic value to the skirt, smock is also the center of interest in the skirt, and smock does not cause the impression to inflate on the skirt. Keywords: pattern smock, flower pattern
PENGARUH JUMLAH CAT KUNING TERHADAP HASIL PEWARNAAN PADA KAIN DENIM DENGAN TEKNIK HAND PAINTING SARI PURBA, YULIANA; , SUHARTININGSIH
Jurnal Tata Busana Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan fashion saat ini sangat pesat. Bidang fashion tidak lepas dari peranan unsur warna sebagai penunjang estetika. Salah satu warna yang trend di tahun 2018 adalah warna jingga. Salah satu cara mengaplikasikan warna tersebut menggunakan cat tekstil, untuk menghasilkan warna jingga dengan menggunakan cat warna kuning, merah dan putih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah cat kuning terhadap hasil pewarnaan pada kain denim dengan teknik hand painting dan mengetahui hasil jadi pewarnaan terbaik. Jenis penelitian adalah eksperimen dengan variabel bebas jumlah cat kuning 2 gram, 4 gram, dan 6 gram. Variabel terikat hasil jadi pewarnaan meliputi ketajaman warna, kerataan warna, tekstur motif dan uji kesukaan. Variabel kontrol meliputi jenis kain, cat tekstil, jumlah cat, teknik hand painting, desain, ukuran dan motif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi yang diisi oleh 30 orang panelis. Analisis data menggunakan anava tunggal dengan bantuan program spss 23 dengan p ? 0.05. Hasil analisis anava menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan terhadap ketajaman, kerataan warna dan kesukaan, tetapi tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap tekstur motif. Hasil uji duncan ketajaman warna pada hasil pewarnaan cat 4 gram dan 6 gram menunjukkan warna jingga yang lebih tajam dibandingkan hasil pewarnaan cat kuning 2 gram, kerataan warna pada hasil pewarnaan cat 4 gram dan 6 gram menunjukkan kriteria warna jingga lebih rata dibandingkan dengan hasil pewarnaan cat kuning 2 gram dan kesukaan pada hasil pewarnaan cat kuning semakin banyak jumlah cat kuning menghasilkan pewarnaan yang semakin disukai oleh panelis. Hasil pewarnaan terbaik adalah pewarnaan dengan jumlah cat kuning 6 gram. Kata kunci : Hand painting, cat tekstil, warna kuning, hasil pewarnaan
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN APLIKASI TELEGRAM TERHADAP PENCAPAIAN KOMPETENSIOMENGIDENTIFIKASIOJENIS BAHANOUTAMA PADA SISWA KELAS XI TATA BUSANA DI SMKN 1 BUDURAN TAHUN PELAJARAN 2018-2019 AYUNAWATI FATMAYA, OKI; , MARNIATI
Jurnal Tata Busana Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Perkembangan IPTEK yang semakin maju menuntut seorang guru untuk mengikuti perkembangan tegnologi dan memanfaatkan multimedia sebagai media pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan deskripsi mengenai kevalidan Media pembelajaran telegram serta mengetahui pengaruh pada kompetensi mengidentifikasi jenis bahan utama.Dengan membuat media pembelajaran berupa aplikasi android berupa telegram siswa diharapkan dapat belajar secara mandiri. Metode yang digunakanidalamepenelitianumenggunakanemodel R&D dengan rancangan penelitian ADDIE yaitu tahap analysis, design (perancangan), development (pembuatan) , implementasi, dan evaluasi. Hasilapenelitian menunjukanobahwa mediakpembelajaranoberupa aplikasi android berupa telegram berdasarkan hasil kevalidan oleh ahli media mendapatkan presentase 95% dengan kategori sangat valid, ahli materi menilai sangat valid dengan presentase 85%,sedangkan untuk hasil belajar dari 30 siswa memiliki presentase total 93,33% Sehingga berdasarkan prosentase pencapaian nilai tersebut termasuk pada interpretasi 81% -100%. Dengan demikian media pembelajaran menggunakan aplikasi telegram berpengaruh terhadapa hasil belajar siswa kelas XI Tata busana SMKN 1 Buduran pada kompetensi mengidentifikasi jenis bahan utama pada busana. Kata Kunci:Penerapan media Pembelajaran,Telegram, Mengidentifikasi jenis bahan utama.
PENGARUH PENGEMBANGAN POLA TERHADAP HASIL JADI ROK BAMBOO SHOOT NURAINI, RANI; ENDANG KARYANINGRUM, ANNEKE
Jurnal Tata Busana Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH PENGEMBANGAN POLA TERHADAP HASIL JADI ROK BAMBOO SHOOT Rani Nur?aini Mahasiswa Program Studi S-1 Pendidikan Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya. Rnuraini44@yahoo.com Anneke Endang Karyaningrum Dosen Pembimbing Jurusan PKK, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya annekekaryaningrum@unesa.ac.id Abstrak Bamboo Shoot adalah lapisan yang menyerupai garis multi lapis yang terlihat seperti lapisan rebung (Nakamichi 2010:84). Rok bamboo shoot adalah rok yang menumpuk seperti kelopak rebung, dibuat dengan teknik pattern magic. Bamboo Shoot pada penerapan rok dibuat dengan pengembangan pola 6 cm, 8 cm dan 10 cm. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengembangan pola terhadap hasil jadi rok bamboo shoot ditinjau dari aspek bentuk lipatan, kerataan rok dan volume rok dan untuk mengetahui hasil jadi rok bamboo shoot yang terbaik menurut observer Jenis penelitian ini termasuk penelitian eksperimen. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi (check list). Observasi dilakukan oleh 30 orang observer. Analisis data yang di-gunakan dalam penelitian ini adalah uji anava tunggal menggunakan bantuan program SPSS 23 yang dapat di lanjut uji duncan. Hasil analisis data dalam penelitian ini menunjukan bahwa ada pengaruh yang signifikan ditinjau dari aspek bentuk lipatan rok, kerataan rok dan volume rok. Hasil uji duncan bentuk lipatan dengan pengembangan pola lebar 6 cm menunjukkan lebih membentuk lipatan dibandingkan dengan pengembangan pola lebar 8 cm dan 10 cm. Pengembangan pola lebar 8 cm menunjukkan lebih rata dan lebih bervolume dibandingkan dengan pengembangan pola lebar 6 cm dan 10 cm. Hasil terbaik rok bamboo shoot adalah dengan pengembangan pola 8 cm di tinjau dari aspek kerataan rok bamboo shoot dan volume rok bamboo shoot. Kata Kunci: pengembangan pola, lebar lipit 6 cm, 8 cm dan 10 cm, hasil jadi rok bamboo shoot. Abstract Bamboo Shoot is a layer that resembles a multi layer line that looks like a bamboo shoot (Nakamichi 2010: 84). The bamboo shoot skirt is a skirt that piles up like bamboo shoots, made with pattern magic techniques. Bamboo Shoot on the application of skirts is made with the development of patterns of 6 cm, 8 cm and 10 cm. This study aims to determine the effect of developing patterns on the results of bamboo shoot skirts in terms of folds, skirt flatness and skirt volume and to find out the best results of bamboo shoot skirts according to the observer This type of research includes experimental research. The technique of collecting data uses observation. The instrument used is the observation sheet (check list). Observations were carried out by 30 observers. The analysis of the data used in this study was a single anava test using the SPSS 23 program assistance which could be continued with the duncan test. The results of data analysis in this study indicate that there is a significant influence in terms of the aspect of skirt fold, skirt flatness and skirt volume. The results of the fold form duncan test with the development of a width of 6 cm showed that the criteria formed more folds compared to the development of a width of 8 cm and 10 cm. The results of the skirt flatness test results with the development of 8 cm wide showed a more even criteria compared to the development of a width of 6 cm and 10 cm. The results of the skirt volume duncan test with a width of 8 cm showed a more volume compared to the development of a width of 6 cm and 10 cm. The best result is a bamboo shoot skirt with the development of an 8 cm pattern viewed from the aspect of bamboo shoot flatness and the volume of the bamboo shoot skirt. Keywords: pattern development, 6 cm, 8 cm and 10 cm pleated width, the result becomes a bamboo shoot skirt.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI/TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION TERHADAP KEAKTIFAN SISWA DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KOMPETENSI DASAR PEMBUATAN POLA DASAR DENGAN TEKNIK DRAPING DI SMKN 1 BUDURAN SIDOARJO HERMIYANTI, IKE; , MARNIATI
Jurnal Tata Busana Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI/Team Assisted Individualization terhadap Keaktifan Siswa dan Hasil Belajar Siswa pada Kompetensi Dasar Pembuatan Pola Dasar dengan Teknik Draping di SMKN 1 Buduran Sidoarjo Ike Hermiyanti Mahasiswa Program Studi S-1 Pendidikan Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya. ikehermiyanti@mhs.unesa.ac.id Marniati Dosen Pembimbing Jurusan PKK, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya marniati@unesa.ac.id Abstrak Model pembelajaran kooperatif TAI/Team Assisted Indiidualizationadalah metode pembelajaran kelompok yangdirancang untuk mengatasi kesulitan belajar siswa secara individual. Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui keterlaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe TAI/Team Assisted Individiualization pada kompetensi dasar pembuatan pola dengan teknik draping di SMKN 1 Buduran Sidoarjo 2) Untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TAI/Team Assisted Individiualization terhadap keaktifan siswa kelas X Tata Busana WU (3) Untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TAI/Team Assisted Individiualization terhadap hasil belajar siswa pada kompetensi dasar pembuatan pola dengan teknik draping di SMKN 1 Buduran Sidoarjo Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pra-experimen dengan menggunakan desain penelitian one shoot case study. Metode pengambilan data menggunakan tes dan observasi. instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar observasi keterlaksanaan model pembelajaran TAI/Team Assisted Individualization, lembar observasi keaktifan siswa, lembar soal tes kognitif dan psikomotor. Analisis data yang digunkan yaitu analisis deskriptif. Subjek penelitiannya yaitu 32 siswa kelas X tata busana WU. Penelitian dilakukan di SMKN 1 Buduran Sidoarjo. Hasil penelitian menyatakan bahwa 1) Keterlaksanaan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TAI/Team Assisted Individiualization pada mata pelajaran pola dasar menggunakan teknik draping mencapai nilai yang masuk dalam kategori baik. 2) Model pembelajaran kooperatif tipe TAI/Team Assisted Individiualization berpengaruh dengan baik terhadap keaktifan siswa kelas X tata busana WU dengan kategori nilai baik. 3) Model pembelajaran kooperatif tipe TAI/Team Assisted Individiualization berpengaruh baik terhadap hasil belajar siswa. Siswa yang dinyatakan tuntas atau telah memenuhi Kriteria minimum kelulusan (KKM) 78 yaitu sebanyak 23 siswa. Prosentase ketuntasan hasil belajar siswa yaitu 72% siswa yang dapat dikategorikan dalam kategori Baik. Kata kunci : Model pembelajaran kooperatif tipe TAI Team Assisted Individiualization, Keaktifan siswa, Hasil belajar siswa Abstract Team Assisted Individualization is a teaching group learning methods design to overcomes individual difficulties Study. The purpose of this study is 1) to find out implementation of team assisted individualization cooperative learning in to basic competency of making pattern with draping in the SMKN 1 Buduran Sisoarjo. 2) to find out the impact of team assisted individualization cooperative learning toward the student activity. 3) to find out the impact of team assisted individualization cooperative learning toward the student learning achievement in to basic competency of making pattern with draping. The type of this study is experiment design using one-shot case study. Data collecting method id observation and test. The instrument are used id observation sheet, cognitive test and pshycomotor test worksheet. Analysis data method are used is descriptive. The subject of this study is 32 student in the grade 10 tata busana WU. This study are implemented in SMKN 1 Buduran Sidoarjo, East Java. The result of this study 1) Implementation of team assisted individiualization cooperative learning on basic competency of making pattern with draping have a good value. 2)Team assisted individiualization cooperative learning making a good impact about student activity 3) Team assisted individiualization cooperative learning making a good impact about student learning achievement. 72% Student was completely received the learning in good category. 23 student are completed they study in basic competency of making pattern with draping. Keywords : Cooperative Learning, Team Assisted Individiualization, Student Activity, Student Learning Achievement
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DIBANTU MEDIA VIDEO PADA MATERI PEMBUATAN POLA BLUS WANITA KELAS X BUSANA DI SMK NEGERI 1 BUDURAN SIDOARJO TAHUN PELAJARAN 2018-2019 MUSTIKA MAULITA, DIAH; , MARNIATI
Jurnal Tata Busana Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penerapan model pembe?ajaran kooperatif tipe jigsaw da?am kompetensi dasar membuat pola blus secara konstruksi kelas X Fasion desain SMK Negeri 1 Buduran Sidoarjo tahun pelajaran 2018/2019 ini bertujuan untuk 1) mendiskipsikan ketelaksanaan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada kelas X di SMK Negeri 1 Buduran Sidoarjo tahun pelajaran 2018/2019. 2) Mengetahui hasil belajar siswa pada kompetensi membuat pola blus wanita dengan media video di kelas X tata busana di SMKN1 Buduran Sidoarjo 3) Mendiskripsikan sikap sosial tanggung jawab, bekerjasama, saling menghargai, disiplin, dan percaya diri siswa saat penerapan model pembe?ajaran kooperatif tipe jigsaw di kelas X Fasion desain SMK Negeri 1 Buduran Sidoarjo tahun pelajaran 2018/2019 ini berlangsung. Metodologi penelitian ini mengunakan mix method yang menggabungan antara penelitian kuantitatif (quasi experiment) dan deskriptif. Penelitian dilaksanakan mulai dari bulan Januari sampai Februari 2018 di SMK Negeri 6 Surabaya. Desain penelitian adalah One Group Pretest - Posttest. Metode pengumpulan data adalah Metode test dan Metode observasi. Uji validitas dengan judgement expert, dan anates. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan alisis kuantitatif uji Wilcoxon signed rank test denga bantuan komputer SPSS for windows. Hasil penelitian menunjukkan: 1) keterlaksanaan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada kompetensi dasar membuatan pola blus secara konstruksi dilaksanakan sesuai dengan sintak pembelajaran kooperatif tipe jigsau dengan kategori baik. 2) terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap hasil belajar kompetensi dasar membuat pola blus secara konstruksi siswa kelas X Fasion desain SMK Negeri 1 Buduran Sidoarjo. 3) sikap sosial siswa yang dominan muncul ada?ah sikap saling menghargai, bekerja sama, tanggung jawab dengan kategori sangat baik selanjutnya adalah disiplin dan percaya diri kategori baik saat penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dalam kompetensi dasar membuatan pola blus wanita secara konstruksi. Kata kunci: model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, sikap sosial siswa, hasil belajar siswa, kompetensi membuat pola blus wanita secara konstruksi. ABSTRACT Application of the cooperative learning type jisaw in the basic competencies to make a blouse pattern in construction class X fasion design SMK Negeri 1 Buduran Sidoarjo 2018/2019 aims to 1) describe the implementation of cooperative learning type of jigsaw in class X design Fasion of SMK Negeri 1 Buduran Sidoarjo academic year 2018/2019. 2) Knowing the results of basic competency learning to make the blouse pattern constructively in class X design Fasion of SMK Negeri 1 Buduran Sidoarjo 2018/2019 academic year using video. 3) Describe students social attitudes which include responsibility, cooperation, mutual respect, discipline, and confidence in students when applying the jigsaw type cooperative learning model in the basic competencies in constructing the blouse pattern in construction class X design Fasion SMK Negeri 1 Buduran Sidoarjo 2018/2019. This research is a mix method research which combines quantitative (quasi experiment) and descriptive research. The research was conducted from January to February 2018 in SMK Negeri 6 Surabaya, The research design is the Pre-test and Post-test. Data collection methods are test methods and observation methods. Test validity with expert judgment. The data analysis technique used was descriptive analysis and quantitative analysis of the Wilcoxon signed rank test with the help of SPSS for Windows computers. The results of the study showed: 1) the implementation of cooperative learning jigsaw type on basic competencies in constructing the blouse pattern constructively carried out in accordance with the cooperative learning jigsau type syntax in the good category. 2) there is the influence of the jigsaw type cooperative learning model on the results of basic competency learning to construct the blouse pattern constructively in class X design Fasion SMK Negeri 1 Buduran Sidoarjo. 3) the dominant social attitudes of students appearing in mutual respect, working together, responsibility with the next excellent category are discipline and confidence in the good category when applying the cooperative learning jigsaw type model in the basic competency of constructing womens blouse patterns in a constructive manner. Keywords: jigsaw cooperative learning model, students social attitudes, student learning outcomes, competence in constructing womens blouse patterns.
PERBEDAAN ARAH SERAT MELEBAR DAN MEMANJANG TERHADAP HASIL JADI TEKNIK ANYAMAN TIGA SUMBU PADA SARUNG BANTAL ALFISAHR, ANNISA; SINGKE, JUHRAH
Jurnal Tata Busana Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anyaman tiga sumbu dikenal juga sebagai anyaman silang yang tersusun menurut tiga arah. Tujuan penelitian ini 1) Untuk mengetahui hasil jadi anyaman tiga sumbu dengan menggunakan arah serat melebar dan memanjang pada sarung bantal. 2) Untuk mengetahui perbedaan hasil jadi arah serat melebar dan memanjang terhadap hasil jadi teknik anyaman pada sarung bantal ditinjau dari aspek kesesuaian bentuk motif anyaman, hasil jadi anyaman dan ukuran motif anyaman. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen, dengan metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode observasi yang diisi oleh 30 observer terdiri dari 3 dosen tata busana dan 27 mahasiswa tata busana yang menempuh mata kuliah desain tekstil. Teknik analisis data menggunakan uji t dengan program SPSS 20 dengan ? < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil jadi anyaman dengan arah serat melebar mendapatkan nilai mean 3.00 sedangkan arah serat memanjang mendapatkan nilai mean 3.23. Berdasarkan uji t menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan diantara arah serat melebar dan memanjang terhadap hasil jadi anyaman tiga sumbu pada sarung bantal. Dari hasil rata-rata dapat disimpukan hasil jadi anyaman tiga sumbu yang paling baik terdapat pada arah serat memanjang karena arah serat memanjang memiliki sifat serat yang baik dari pada arah serat melebar.
PENGARUH JUMLAH LAPIS INTERFACING ORGANZA TERHADAP HASIL JADI KERAH TEGAK BERBAHAN SIFON NURAINI, SEPTIA; HIDAYATI, LUTFIYAH
Jurnal Tata Busana Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerah tegak adalah kerah yang berdiri tegak dan kaku pada leher sehingga membutuhkan interfacing. Salah satu bahan interfacing adalah organza, interfacing organza cocok digunakan untuk kain berbahan sifon karena memiliki karakteristik yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah lapis interfacing berbahan organza 3 lapis, 5 lapis dan 7 lapis terhadap hasil jadi kerah tegak berbahan sifon ditinjau dari aspek kesesuaian desain, bentuk, berdiri atau tegaknya dan juga kerapian kerah. Serta untuk mengetahui hasil jadi kerah tegak berbahan sifon dengan jumlah interfacing berbahan organza 3 lapis, 5 lapis dan 7 lapis yang terbaik. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi oleh dosen dan mahasiswa tata busana yang sudah memprogram konstruksi pola, teknik menjahit dan desain sejumlah 30 observer. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji anova tunggal dengan bantuan program spss 24 dengan ? ? 0,05. Uji anova menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada jumlah interfacing organza 3 lapis, 5 lapis dan 7 lapis terhadap hasil jadi kerah tegak pada blus ditinjau dari aspek bentuk kerah dan berdiri atau tegaknya kerah. Namun tidak ada pengaruh yang signifikan pada jumlah interfacing organza 3 lapis, 5 lapis dan 7 lapis terhadap hasil jadi kerah tegak pada blus ditinjau dari aspek kesesuaian desain dan kerapian kerah. Dan dari hasil uji duncan maka diperoleh hasil kerah yang terbaik adalah kerah dengan jumlah interfacing 5 lapis organza.
PENERAPAN LEBAR TUCKING TERHADAP HASIL JADI BUBBLE TUCKS MENGGUNAKAN BAHAN DENIM PADA BLUS SAVITRI, ANA; HIDAYATI, LUTFIYAH
Jurnal Tata Busana Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknik lipatan (tucking) adalah adalah lipatan yang mengurangi ukuran kain yang biasanya dilipat kesatu arah maupun berbeda arah. Sebelum membuat tucking harus diperhatikan penambahan ukuran kain dengan ukuran tertentu. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil jadi Bubble Tucks dengan ukuran lebar Tucking 2 cm, 4 cm dan 6 cm ditinjau dari aspek bentuk Bubble Tucks pada blus, aspek kestabilan Bubble Tucks pada blus, aspek proporsi Bubble Tucks sebagai hiasan pada blus dan Untuk mengetahui hasil jadi yang paling baik dari bubble tucks dengan menggunakan lebar Tucking 2 cm, 4 cm dan 6 cm pada blus. Jenis Penelitian adalah penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi berupa lembar check list dengan jumlah observer 30 orang. Instrument yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar observasi. Analisis data yang digunakan adalah statistic deskriptif dengan rumus rata-rata (mean). Hasil jadi Bubble Tucks pada aspek bentuk dengan lebar Tucking 6 cm pada blus mendapatkan kategori baik dengan nilai rata-rata nilai 3.83, lebar Tucking 4 cm pada blus mendapatkan kategori cukup dengan rata-rata nilai 3.57 dan lebar Tucking 2 cm pada blus mendapatkan kategori kurang baik dengan nilai rata-rata 2.47. Sedangkan pada hasil jadi Bubble Tucks pada aspek kestabilan dengan lebar Tucking 6 cm pada blus mendapatkan kategori baik dengan rata-rata nilai 3.37, lebar Tucking 2 cm pada blus mendapatkan kategori cukup dengan rata-rata nilai 3.13 dan lebar Tucking 4 cm pada blus mendapatkan kategori kurang baik dengan nilai rata-rata 2.87. Dan hasil jadi Bubble Tucks pada aspek proporsi dengan lebar Tucking 6 cm pada blus mendapatkan kategori baik dengan rata-rata nilai 3.47, lebar Tucking 4 cm pada blus mendapatkan kategori cukup dengan nilai 3.43 dan lebar Tucking 2 cm pada blus mendapatkan kategori kurang baik dengan nilai rata-rata 2.87. Pada penerapan ini lebar tucking terbaik dari ketiga aspek adalah menggunakan lebar tucking 6 cm sehingga hasil jadi pada blus menggunakan bahan denim bubble tucks terlihat baik sesuai kriteria.