cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Busana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 174 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA MATA PELAJARAN PRODUK KREATIF DAN KEWIRAUSAHAAN SISWA KELAS XI TATA BUSANA 2 SMK NEGERI 2 BOYOLANGU TULUNGAGUNG LESTYONINGSIH, NITA; HIDAYATI, LUTFIYAH
Jurnal Tata Busana Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Project Based Learning merupakan salah satu model pembelajaran inovatif yang mengarahkan peserta didik bekerja dalam kelompok dalam rangka membuat sebuah proyek kemudian menyajikan hasil proyek tersebut dihadapan siswa lain. Guru memiliki peran sebagai motivator dan fasilitator. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mendeskripsikan aktivitas guru dalam penerapan model pembelajaran Project Based Learning, (2) untuk mendeskripsikan aktivitas siswa dalam penerapan model pembelajaran Project Based Learning, dan (3) untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa dengan diterapkannya model pembelajaran Project Based Learning. Jenis penelitian yang diterapkan adalah Pre-Eksperimental Design dengan desain one-shot case study. Penelitian dilakukan di SMK Negeri 2 Boyolangu Tulungagung dengan subyek siswa kelas XI Tata Busana 2 yang berjumlah 33 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah (1) lembar observasi aktivitas guru, (2) lembar observasi aktivitas siswa, dan (3) lembar observasi kemampuan berpikir kritis siswa. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan (1) aktivitas guru dalam penerapan model pembelajaran Project Based Learning terlaksana dengan kategori sangat baik (83,33%), (2) aktivitas siswa dalam penerapan model pembelajaran Project Based Learning terlaksana dengan kategori sangat baik (83,95%), dan (3) penerapan model pembelajaran Project Based Learning dalam mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan memberikan pengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa yang ditunjukkan dengan perolehan persentase kemampuan berpikir kritis sebesar 83,08% yang dapat dikategorikan sangat baik.
PENGGUNAAN MEDIA ADOBE ILLUSTRATOR PADA PELAKSANAAN PELATIHAN MENDESAIN BUSANA SECARA DIGITAL BAGI GURU SMK NEGERI 1 SARIREJO LAMONGAN NAZILATUN NIMAH, SITI; KHARNOLIS, MEIN
Jurnal Tata Busana Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan mendesain busana secara digital bagi guru SMK Negeri 1 Sarirejo Lamongan merupakan upaya meningkatkan dan mengembangkan keterampilan guru-guru untuk menggunakan media pembelajaran berbasis komputer. Hal ini dikarenakan Kompetensi Dasar mendesain busana secara digital pada mata pelajaran Desain Busana yang tercantum pada Kurikulum 2013 Revisi 2018 belum terlaksana. Media yang digunakan untuk mendesain busana secara digital pada penelitian ini adalah aplikasi Adobe Illustrator CS6. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh jawaban dari rumusan masalah mengenai (1) hasil pelatihan mendesain busana secara digital yang terdiri dari proses mendesain busana dan hasil jadi desain busana dan (2) respon peserta terhadap pelaksanaan kegiatan pelatihan mendesain busana secara digital menggunakan aplikasi Adobe Illustrator. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Jenis penelitian pre-experimental design dengan rancangan penelitian One-Shot Case Study. Data dikumpulkan melalui tes unjuk kerja membuat desain busana kerja wanita secara digital, sedangkan untuk mengetahui respon peserta terhadap pelaksanaan pelatihan melalui lembar angket respon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil pelatihan mendesain busana secara digital yang terdiri dari 2 penilaian yaitu proses mendesain busana dan hasil jadi desain busana diperoleh rata-rata secara keseluruhan 84,3 dengan kategori baik. Sedangkan respon peserta terhadap kegiatan pelatihan ini dinyatakan sangat baik berdasarkan 5 aspek yaitu materi pelatihan, bahan ajar, instruktur, kegiatan pelatihan, dan aplikasi Adobe Illustrator. Kata Kunci: pelatihan, media pembelajaran, aplikasi Adobe Illustrator, mendesain busana secara digital.
PENGGUNAAN MEDIA ADOBE ILLUSTRATOR PADA PELAKSANAAN PELATIHAN MENDESAIN BUSANA SECARA DIGITAL BAGI GURU SMK NEGERI 1 SARIREJO LAMONGAN NAZILATUN NIMAH, SITI; KHARNOLIS, MEIN
Jurnal Tata Busana Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan mendesain busana secara digital bagi guru SMK Negeri 1 Sarirejo Lamongan merupakan upaya meningkatkan dan mengembangkan keterampilan guru-guru untuk menggunakan media pembelajaran berbasis komputer. Hal ini dikarenakan Kompetensi Dasar mendesain busana secara digital pada mata pelajaran Desain Busana yang tercantum pada Kurikulum 2013 Revisi 2018 belum terlaksana. Media yang digunakan untuk mendesain busana secara digital pada penelitian ini adalah aplikasi Adobe Illustrator CS6. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh jawaban dari rumusan masalah mengenai (1) hasil pelatihan mendesain busana secara digital yang terdiri dari proses mendesain busana dan hasil jadi desain busana dan (2) respon peserta terhadap pelaksanaan kegiatan pelatihan mendesain busana secara digital menggunakan aplikasi Adobe Illustrator. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Jenis penelitian pre-experimental design dengan rancangan penelitian One-Shot Case Study. Data dikumpulkan melalui tes unjuk kerja membuat desain busana kerja wanita secara digital, sedangkan untuk mengetahui respon peserta terhadap pelaksanaan pelatihan melalui lembar angket respon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil pelatihan mendesain busana secara digital yang terdiri dari 2 penilaian yaitu proses mendesain busana dan hasil jadi desain busana diperoleh rata-rata secara keseluruhan 84,3 dengan kategori baik. Sedangkan respon peserta terhadap kegiatan pelatihan ini dinyatakan sangat baik berdasarkan 5 aspek yaitu materi pelatihan, bahan ajar, instruktur, kegiatan pelatihan, dan aplikasi Adobe Illustrator. Kata Kunci: pelatihan, media pembelajaran, aplikasi Adobe Illustrator, mendesain busana secara digital.
PENINGKATAN EKONOMI KELUARGA MELALUI AKTIVITAS KOMUNITAS SULAM PITA DI KAMPUNG 1001 MALAM SURABAYA APRILIYA SISWOYO, NITA
Jurnal Tata Busana Vol 5, No 1 (2016): Volume 5, Nomor 1, Edisi Yudisium Pebruari 2016
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sulam pita yang dihasilkan komunitas dan peningkatan ekonomi keluarga melalui aktivitas komunitas sulam pita di Kampung 1001 Malam Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas sulam pita yang ditekuni warga Kampung 1001 Malam Surabaya telah mengubah kesibukan warga setempat menjadi kesibukan yang lebih bermanfaat dan menghasilkan bagi warga dalam segi finansial. Dalam hal ini pendapatan pengrajin yang diperoleh dari membuat kerajinan sulam pita setiap bulannya bisa mencapai Rp. 800.000,- hingga Rp. 1.000.000,- dari pendapatan tersebut 30% dari hasil yang didapat pengrajin alokasikan untuk tabungan, sebagai dana penunnjang dikemudian hari jika dibutuhkan. Kemudian 50% dari penghasilan yang didapat selanjutnya dialokasikan pengrajin sebagai biaya untuk modal usaha selanjutnya serta untuk biaya kehidupan sehari – hari. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa telah terjadi peningkatan ekonomi keluarga di Kampung 1001 Malam Surabaya melalui aktivitas sulam pita.   Kata Kunci: Kampung 1001 Malam, Sulam Pita, dan Peningkatan Ekonomi     Abstract   The purpose of this research is to know the results of ribbon embroidery community and increased economic families through the activity ribbon embroidery in the village 1001 Nights Surabaya. The type of research used is descriptive qualitative. The data collected using the techniques of observation, structured interviews, and documentation. The results showed that the activity of the ribbon embroidery pursued 1001 Nights Surabaya residents have changed the flurry of local citizens into a flurry of more useful and produce for the citizens in terms of financially. In this case the income obtained from the artisans who make the ribbon embroidery every month could reach Rp. 800.000,- until Rp. 1.000.000,- from that income 30% is saving for supporting fund when needed. 50% from the income is allocated by artisans for venture capital in the next and for cost of everyday. That it can be concluded that there has been an increase in economic families in the village 1001 Nights Surabaya through activities for ribbon embroidery.   Keywords: Village 1001 nights, Ribbon Embroidery, and Economic Improvement.  
MANAJEMEN PRODUKSI PRODUK MANIK-MANIK DI DESA PLUMBON GAMBANG JOMBANG PUTRI PALUPI, AJENG
Jurnal Tata Busana Vol 5, No 1 (2016): Volume 5, Nomor 1, Edisi Yudisium Pebruari 2016
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui desain produk manik, pengadaan bahan produksi produk manik dan proses pembuatan produksi produk manik di desa Plumbon Gambang Jombang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan triagulasi yaitu pengecekan derajat kepercayaan penemuan hasil penelitian beberapa teknik pengumpulan data dengan metode yang sama. Hasil penelitian menunjukkan tiga hal utama yang dapat menjadikan limbah kaca sebagai produk manik-manik yang bernilai, yaitu desain manik terinspirasi dari alam, terinspirasi dari zaman dahulu atau manik tua, terinspirasi dari suku atau daerah tertentu. Pengadaan bahan manik limbah kaca didapat dari pabrik yang berada di luar daerah dan menggunakan jenis kaca oval, kaca botol minyak wangi, botol beer, kaca gelas piring yang berwarna bening dan kaca lampu neon. Proses pembuatan produksi produk manik, mulai proses pengolahan bahan baku yaitu menyortir bahan utama, membersihkan bahan utama, penimbangan kaca dan proses peleburan kaca, proses pembentukan manik dan pewarnaan manik, finishing yaitu  manik dilepaskan dari kawat, dibersikan dengan air bersih, dan pemolesan manik.   Kata Kunci: Manajemen produksi, Produk manik-manik.     Abstract   This study intends to know the design of beads product, the procurement of beads product material and the production process of beads product in Plumbon village Gambang Jombang. This study used qualitative method. Interview, observation, and documentation were used to collect the data in this study. To analyze the data the writer used triangulation method that was used to check and measure some data collecting techniques finding of this study with the same method. The result of the study shows three main points that can make glass waste as valuable beads product, they are beads design is inspired from nature, history or old beads, and specific tribe or region. The procurement of beads product material comes factories outside the region and oval glass, perfume bottle, beer bottle, limpid glass plate, and neon lamp glass. The process of making beads product begins with sorting main material, cleaning the main material, weighing and smelting the glass, beads forming and coloring process, finishing process (releasing beads from wire), cleaning with clear water, and polishing the beads.   Keywords: Production management, Beads product  
PERBEDAAN LEBAR KAMPUH 1 CM, 2 CM DAN 3 CM UNTUK ISIAN SULAM USUS BERBAHAN SATIN PADA HASIL JADI CLUTCH BAG DENGAN MOTIF DEKORATIF LISTYA A, ASRI
Jurnal Tata Busana Vol 5, No 1 (2016): Volume 5, Nomor 1, Edisi Yudisium Pebruari 2016
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstrak   Sulam Usus merupakan sulaman yang dibuat dengan material kain satin yang dibuat menyerupai usus dan dihubungkan dengan benang nylon dengan cara disulam menggunakan tusuk flanel. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan hasil jadi sulam usus berbahan satin pada clutch bag dengan motif dekoratif menggunakan lebar kampuh 1 cm, 2 cm dan 3 cm pada isian sulam usus dan untuk mengetahui hasil jadi sulam usus berbahan satin pada clutch bag yang terbaik dengan motif dekoratif menggunakan lebar kampuh 1 cm, 2 cm dan 3 cm pada isian sulam usus. Penelitian ini merupakan penelitian komparasi. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi. Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar observasi dan diobservasi pada 30 observer. Analisis data menggunakn Anava klasifikasi tunggal dengan bantuan SPSS 18 dengan taraf nyata signifikan 5 %. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan hasil jadi sulam usus berbahan satin pada clutch bag dengan motif dekoratif menggunakan lebar kampuh 1 cm, 2 cm dan 3 cm pada isian sulam usus jika ditinjau dari aspek bentuk sulam usus, ketepatan ukuran dan jarak sulam usus dan kerapian sulam usus. Pada keseluruhan aspek kampuh 1 cm memiliki nilai mean sebesar 2,67 dengan kategori baik, pada kampuh 2 cm memiliki nilai mean sebesar 3,68 dengan kategori sangat baik, dan pada kampuh 3 cm memiliki mean sebesar 2,93 dengan kategori baik. Perbedaan hasil jadi sulam usus dengan lebar kampuh 1 cm, 2 cm dan 3 cm yaitu terdapat pada kepadatan isian sulam usus yang dapat mempengaruhi bentuk sulam usus, ketepatan ukuran dan jarak sulam usus dan kerapian sulam usus. Hasil jadi sulam usus pada clutch bag terbaik yaitu menggunakan lebar kampuh 2 cm untuk isian sulam usus dengan nilai mean pada keseluruhan aspek sebesar 3,68 dengan kategori sangat baik, karena pada lebar kampuh 2 cm pipa usus tidak terlalu pipih dan tidak terlalu padat sehingga kepadatan isi pada sulam usus sesuai jika diterapkan pada clutch bag.   Kata kunci: Sulam usus, clutch bag, kampuh.   Abstract   Sulam usus is an embroidery made with satin fabric material that is made to resemble the intestine and connected by nylon yarn in a way embroidered using flannel stitch. The purpose of this research are to know the differences of sulam usus material satin fabric on the of clutch bag product with decortive motif of seam 1 cm, 2 cm and 3 cm in sulam usus stuffing and to know the best finished of sulam usus material satin fabric on the of clutch bag product with decortive motif of seam 1 cm, 2 cm and 3 cm in sulam usus stuffing. This research is a comparative study. Data collection method is using observation. The instrument in this research is observation sheet for 30 observers. Data analysis using one way ANOVA assisted with SPSS 18 by significance 5%. The results shows, There are difference of sulam usus material satin fabric on the of clutch bag product with decortive motif of seam 1 cm, 2 cm and 3 cm in sulam usus stuffing if viewed from the shape aspect, accuracy the size and distance aspects and neatness aspect. On all aspects seam 1 cm have a mean of 2,67 with a both category, on seam 2 cm have a mean of 3,68 with with a very good category, on seam 3 cm have a mean of 2,93 with a both category. Difference of sulam usus material satin fabric on the of clutch bag product with decortive motif of seam 1 cm, 2 cm and 3 cm it was found in the fields sulam usus that could be affected the sulam usus shape of the, sulam usus accuracy the size and distance and sulam usus neatness. The best finished sulam usus of clutch bag is by using 2 cm seam in sulam usus stuffing because in wide seam 2 cm usus pipe not too flat and not too dense so density of the contents of the appropriate when applied to clutch bag.   Keywords: Sulam usus, clutch bag, seam..  
PERBEDAAN HASIL PEWARNAAN FABRIC CRAYON PADA T-SHIRT BERBAHAN COTTON COMBED, TETORON COTTON DAN POLYESTER CAMPURAN AFIFAH, NUR
Jurnal Tata Busana Vol 5, No 1 (2016): Volume 5, Nomor 1, Edisi Yudisium Pebruari 2016
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstrak   Pewarnaan fabric crayon merupakan salah satu teknik pewarnaan handpainting dengan media crayon. Fabric crayon adalah tongkat berupa zat warna dengan tekstur lembut yang dibuat khusus untuk diaplikasikan atau digambarkan pada suatu media berbahan kain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan hasil jadi motif pada t-shirt berbahan cotton combed, tetoron cotton dan polyester campuran, dan untuk mengetahui hasil jadi motif pada t-shirt berbahan cotton combed, tetoron cotton dan polyester campuran yang paling baik. Penelitian ini merupakan penelitian komparasi.Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi.Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar observasi dan diobservasi pada 30 observer.Analisis data menggunakn Anava klasifikasi tunggal dengan bantuan SPSS 18 dengan taraf nyata signifikan 5 %. Hasil penelitian menunjukkan, perbedaan hasil pewarnaan antara cotton combed, tetoron cotton dan polyester campuran menggunakan fabric crayon hasil yang terbaik yaitu terdapat pada bahan cotton combed karena memiliki mean terbaik yang terdapat pada aspek kerataan warna, yakni tidak timbul bercak dan warna yang dihasilkan merata dengan nilai mean 3,50 kategori baik, Pada aspek ketajaman warna cotton combed memiliki nilai mean terbaik yaitu 3,46 dengan kategori baik karena warna motif terlihat jelas dan kombinasi warna cerah. Pada aspek daya serap warna cotton combed memiliki nilai mean terbaik 3,36 dengan kategori baik dibuktikan dengan hasil uji laboratorium tentang daya serap cotton combed sebesar 98%. Ada perbedaan hasil jadi pewarnaan antara cotton combed, tetoron cotton dan polyester campuran menggunakan fabric crayon jika ditinjau dari aspek kerataan warna, ketajaman warna dan daya serap warna. Hasil jadi pewarnaan menggunakan fabric crayon terbaik yaitu menggunakan cotton combed.            Kata kunci: Fabric crayon, cotton combed, tetoron cotton, polyester campuran.     Abstract   Coloration of fabric crayon is one of hand made coloration technique with crayon media. Fabric crayon is a stick in the form of a dye with a soft texture that is made specifically to be applied, or depicted on the fabric. The purpose of this research are to know the different of motive on t-shirt made of cotton combed, tetoron cotton and mix polyester. And also to know the more better of motive on t-shirts made of cotton combed, tetoron cotton and mixpolyester. This research is a comparative study. Data collection method is using observation. The instrument in this research is observation sheet for 30 observers. Data analysis using one way anova assisted with SPSS 18 by significance 5%. The results showed that the differences between the coloring results of cotton combed, tetoron cotton and mix polyester using fabric crayon best results are contained in cotton combed because it has the best mean found on the flatness aspects of color the motive does not have spotting and the resulting color is flatness with a mean value of 3.50 both categories. In the aspect of color sharpness combed cotton has a mean value of 3.46 with the best that both categories because the color of motive look clear and have a bright combination. In the aspect of color cotton combed absorption has the best mean value of 3.36 with both categories evidenced by the results of laboratory test on the absorption of cotton combed is 98%. There are differences between the results thus coloring cotton combed, tetoron cotton and polyester using fabric crayons when viewed from the aspect of color flatness, color sharpness and color absorption. The results of staining using fabric crayons so the best is to use cotton combed.   Keywords: Fabric crayon, otcton combed, tetoron cotton, mix polyester.  
PENGARUH KETEBALAN KAIN DUCHESS TERHADAP HASIL JADI KANZASHI PADA AKSESORIS JILBAB PESTA ARSYAD, ARLINDA
Jurnal Tata Busana Vol 5, No 1 (2016): Volume 5, Nomor 1, Edisi Yudisium Pebruari 2016
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstrak   Kanzashi adalah hiasan rambut tradisional khas jepang, namun semakin berkembangnya zaman, kini kanzashi dapat berfungsi untuk memperlengkap dan mempercantik suatu busana. Dalam membuat kanzashi jenis kain dan juga ketebalan dari kain sangat berpangaruh pada hasil jadi kanzashi tersebut. Kain duchess adalah salah satu kain yang berkilau dan memiliki berbagai macam ketebalan. Dalam penelitian ini ketebalan kain duchess yang digunakan adalah ketebalan 0,23 mm dan 0,24 mm. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil jadi kanzashi pada jilbab pesta antara ketebalan kain duchess 0,23 mm dan 0,24 mm dan untuk mengetahui hasil jadi aksesoris kanzashi menggunakan kain duchess pada jilbab pesta. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi berupa skala daftar cocok (checklist). Data penelitian diperoleh dari hasil observasi 30 responden yang memiliki  pengetahuan di bidang tata busana yang terdiri dari 5 dosen ahli tata busana dan 25 orang mahasiswa tata busana. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji t dengan taraf signifikansi 5 %. Berdasarkan analisis data yang diperoleh dari hasil jadi kanzashi pada aksesoris jilbab pesta ditinjau dari 4 aspek dan setiap aspek memiliki α < 0,05 yaitu hasil jadi kanzashi pada aksesoris jilbab pesta yang  terbaik pada ketebalan kain duchess 0,24 mm dengan rata-rata mean sebesar 3,5 termasuk kategori sangat baik dan ada pengaruh ketebalan kain duchess pada hasil jadi kanzashi pada aksesoris jilbab pesta ditinjau dari aspek bentuk kanzashi bunga lotus, bentuk kanzashi bunga sunny, bentuk kanzashi bunga tsumami dan penerapan aksesoris kanzashi pada jilbab pesta.   Kata kunci: Kanzashi, kain duchess, dan jilbab pesta.     Abstract   Kanzashi is a Japanese traditional hair ornaments, but the development of the times, now can serve to complement the kanzashi and beautify a fashion. In making kanzashi kinds of cloth and also the thickness of the fabric is very influential on the results so kanzashi. Duchess cloth is one fabric that is shiny and has a wide range of thicknesses. In this study, the thickness of the fabric duchess used is the thickness of 0.23 mm and 0.24 mm. The purpose of this study was to determine the results so kanzashi on a party veil between the thickness of the fabric duchess 0.23 mm and 0.24 mm and to know the results so accessories kanzashi cloth veil duchess at a party. This type of research is experimental research. The data collection method used is the method of observation. The research instrument used was the observation sheet in the form of a scale suitable list (checklist). Data were obtained from the observation of 30 respondents who are knowledgeable in the field of fashion which consisted of 5 fashion expert lecturers and 25 students of fashion. Data analysis technique used was t test with significance level of 5%. Based on analysis of data obtained from the results so kanzashi on hijab accessories feast observed from 4 aspect and every aspect has α <0.05 is the result of so kanzashi on accessories veil the best party on the thickness of 0.24 mm duchess fabrics with an average mean of 3.5 category is very good and there is the influence of the thickness of the fabric duchess on the results so kanzashi on hijab accessories party review of aspects kanzashi form of a lotus flower, sunny flower kanzashi form, form kanzashi tsumami interest and application accessories kanzashi the veil party.   Keywords: Kanzashi, duchess and party hijab.  
GARAGE SALE SEBAGAI SALAH SATU PELUANG BERWIRAUSAHA BAGI MAHASISWA KHOIRUNNISA', ANIS
Jurnal Tata Busana Vol 5, No 1 (2016): Volume 5, Nomor 1, Edisi Yudisium Pebruari 2016
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Garage Sale pada esensinya adalah menjual barang-barang bekas yang sudah tidak digunakan lagi, tetapi dalam keadaan yang masih cukup baik. sesuai dengan berjalannya waktu usaha garage sale ini semakin berkembang dikalangan mahasiswa. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui usaha garage sale dapat dijadikan sebagai peluang berwirausaha bagi mahasiswa, untuk mengetahui cara mahasiswa menjalankan strategi usaha garage sale, dan faktor-faktor yang mendukung mahasiswa memilih usaha garage sale dalam berwirausaha. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan usaha garage sale sebagai peluang berwirausaha bagi mahasiswa dengan teknik pengumpulan data yang berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan triangulasi yaitu pengecekan kesahihan data dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda dan menggunakan skala Guttman untuk menganalisis faktor pendukung. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data sebagai berikut Garage Sale dapat dijadikan sebagai peluang berwirausaha bagi mahasiswa karena memiliki beberapa keuntungan yang menarik bagi mahasiswa salah satunya yaitu keunikan penataan store secara unik dan kreatif, strategi dalam menjalankan usaha garage sale bagi mahasiswa melalui analisis SWOT dan studi kelayakan usaha garage sale, dan Faktor-faktor yang mendukung Mahasiswa memilih Usaha Garage Sale yaitu faktor Internal yang meliputi faktor intelegensi, motivasi, cita-cita-cita, bakat, sikap, personal, dan kreativitas. untuk faktor eksternal meliputi faktor peran, aktivitas, pesaing, modal dan peluang. Kata Kunci : Garage sale, peluang usaha, mahasiswa. Abstract Garage sale is essentially selling goods secondhand that are not used, but in a state that is still good quality. in accordance with the passage of time garage sale business is growing among students so that these efforts can be used as opportunities for entrepreneurship for students. The purpose of this research are to find out that garage sale may be an oppurtunity for university student entrepreneurship, to find out how students execute business strategy garage sale, and the factors that support the students choose a business garage sale in entrepreneurship. This research uses qualitative methods with data collection techniques which are interview, observation, and documentation. Data analysis uses triangulation is checking the validity of the data by checking the data to the same source with different techniques and using Guttman scale to analyze the contributing factors. Based on the results obtained the following data Garage Sale can be used as opportunities for entrepreneurship for students because it has several advantages that appeal to students one of which is the unique arrangement of store is unique and creative , strategy of operating a garage sale to students through SWOT analysis and feasibility study garage sale , and the factors that support student chose Enterprises Garage Sale: factors Internal factors include intelligence , motivation , ideals - ideals , talent , attitude , personal , and creativity . External factors include the factors roles , activities , competitors , capital and opportunities. Keywords: Garage Sale, entepreneur opportunity, university student
KETERAMPILAN MEMBATIK BAGI NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KLAS IIB BLITAR AYU LESTARI, DENOK
Jurnal Tata Busana Vol 5, No 1 (2016): Volume 5, Nomor 1, Edisi Yudisium Pebruari 2016
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstrak   Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tentang keterampilan membatik, hasil jadi batik dan respon narapidana. Jenis penelitian ini adalah pra eksperimen dan untuk desain penelitian  yang digunakan adalah one – shot case study. Sasaran penelitian adalah narapidana yang berasal dari Lembaga Pemasyarakatan  Klas IIB Blitar dengan jumlah  15 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dengan menggunakan instrumen lembar observasi yang dilibatkan adalah 6 observer. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode angket dengan menggunakan instrumen lembar angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut : (1) Keterampilan membatik narapidana ditinjau dari (a)  Proses membatik  20%  narapidana  memperoleh kriteria “Sangat Baik”, sedangkan 80% narapidana memperoleh kriteria “Baik”. (b)  Pada hasil jadi batik bagi narapidana dapat dijelaskan  bahwa  7% narapidana memperoleh kriteria “Cukup Baik”, 86% narapidana memperoleh kriteria “Baik” dan 7% narapidana memperoleh kriteria “Sangat Baik”.  (2) Respon narapidana terhadap pelatihan membatik menyatakan bahwa 100% narapidana setuju bahwa pelatih mampu menyampaikan materi pelatihan dengan baik.  Kemudian 100% narapidana merasakan pelatihan memiliki manfaat dan narapidana memiliki keinginan untuk membuka usaha batik atau bekerja pada industri batik setelah keluar dari lembaga pemasyarakatan. Selanjutnya 87% narapidana menyatakan telah memiliki keterampilan menggunakan peralatan membatik setelah pelatihan. Dan 67%  narapidana mengatakan bahwa pelatihan membatik pada penelitian ini hal yang baru disebabkan mereka sudah pernah mengikuti pelatihan membatik sebelumnya.   Kata kunci : Keterampilan, batik, lembaga pemasyarakatan,  narapidana.     Abstract   The purpose of this research is to describe about the skills to making  batik, the product of batik and inmates’s response. The type of this research is pre - experimental and the research design is using  one – shot case study. Targets of this research is the inmate who comes from Correctional Institutions Class IIB Blitar with  total of inmates 15 people. Method to collect the data is using observation methods by using the instrument of observation sheets involved is 6 observer. Method to collect the data is usimh the method of questionnaires using questionnaires sheet instrument. Data analysis technique is using descriptive quantitative. The results of this research are as follows: (1) the skillsof  inmates to making batik in terms of (a) the process of making batik on 20% of the inmates obtain the criteria of "very good", while 80% of prison inmates earn "good" criteria. (b) on the results of batik for inmates can be described that 7% of inmates obtained the criteria of "good enough", 86% of the inmates obtain the criteria of "good" and 7% of inmates obtained the criteria of "very good".  (2) Inmates’s response to batik training is 100% of inmates agreed that the coach is capable of delivering training well done. Then 100% inmates feel training has benefits and inmates have the desire to open the batik business or working in the batik industry after they released by the institutions. Then 87% of inmates stated already have skills to use tools to make batik after the training. And 67% of inmates said that the research on the training of both new things because they've been training here before.   Keywords: Skills, batik, institutions facility, inmates.  

Page 2 of 18 | Total Record : 174