cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Busana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 174 Documents
PENGARUH JENIS INTERFACING TERHADAP HASIL JADI LENGAN BELIMBING (STARFRUIT SLEEVE) PADA BUSANA PESTA ANAK MENGGUNAKAN BAHAN TAFFETA CINTHIA VALENTINA, VISCHA
Jurnal Tata Busana Vol 5, No 2 (2016): Volume 5, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2016
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstrak   Interfacing adalah lapisan dalam untuk menyokong, menguatkan, dan memelihara bentuk pakaian. interfacing diterapkan pada bagian tertentu saja seperti saku, kerah, manset, dan lain-lain. Fungsinya sebagai pembentuk dan memberi volume pada lengan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis interfacing terhadap hasil jadi lengan belimbing (starfruit sleeve) menggunakan bahan taffeta ditinjau dari aspek kerataan lengan belimbing, kestabilan bentuk lengan belimbing, dan volume lengan belimbing. Jenis penelitan ini termasuk penelitian eksperimen. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi (check list) oleh dosen tata busana dan mahasiswa tata busana yang sudah atau sedang memprogram mata kuliah kontruksi pola 2 (dua) sebanyak 30 observer. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini analisis varians klasifikasi tunggal dengan taraf signifikansi 5%.Hasil penelitian menggunakan SPSS versi 21 menunjukkan bahwa pada aspek kerataan lengan belimbing Fhitung sebesar 22, 326 dan signifikansi 0,000 dengan nilai mean 3,53 oleh woven interfacing tipe 3068M; non-woven interfacing tipe 25F dengan nilai mean 3,20; knit interfacing tipe 7403 dengan nilai mean 2,70. Pada aspek kestabilan bentuk lengan belimbing  Fhitung sebesar 26, 879 dan signifikansi 0,000 dengan nilai mean 3,77 oleh woven interfacing tipe 3068M; non-woven interfacing tipe 25F dengan nilai 3,10; knit interfacing tipe 7403 dengan nilai mean 2,60. Pada aspek volume lengan belimbing Fhitung 19,304 dan signifikansi 0,000 dengan nilai mean 3,73 oleh woven interfacing tipe 3068M; non-woven interfacing tipe 25F dengan nilai mean 3,07; dan knit interfacing tipe 7403 dengan nilai mean 2,77. Berdasarkan dari hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan terdapat pengaruh jenis interfacingterhadap hasil jadi lengan belimbing ditinjau dari aspek kerataan lengan belimbing, kestabilan bentuk lengan belimbing, dan aspek volume lengan belimbing.   Kata Kunci: Jenis interfacing, lengan belimbing (starfruit sleeve), dan busana pesta anak.     Abstract   Interfacing is layer to support, reinforce, and maintain apparel shape. Interfacing applied only on particular part, like pocket, collar, cuff, and other. It function is as shaper and creating volume on sleeve. This research aimed to know the effect of interfacing type toward the outcome of starfruit sleeve by using tafetta fabric viewed from aspect of starfruit sleeve evenness, starfruit sleeve shape stability, and volume of starfruit sleeve. Type of this research included in experimental research. Data collection using observation sheet (check list) by lecturers of Fashion Design and college student of Fashion Design which already or being programmed lecture of Pattern Construction 2 as many 30 observers. Data analysis used in this research was variance analysis or single classification variance with significance level 5%. Research result shows that on aspect of starfruit sleeve evenness Fscore is 22.326 and significance 0.000 with mean score 3.53 obtained by woven interfacing type 3068M; non-woven interfacing type 25F obtained mean score 3.20; knit interfacing type 7403 obtained mean score 2.70. At aspect of starfruit sleeve shape stability Fscore is 26.879 and significance 0.000 with mean score 3.77 obtained by woven interfacing type 3068M; non woven interfacing type 25F obtained score 3.10; knit interfacing type 7403 obtained mean score 2.60. At aspect of starfruit sleeve volume Fscore is 19.304 and significance 0.000 with mean score 3.73 obtained by woven interfacing type 3068M; non-woven interfacing type 25F obtained mean score 3.07; and knit interfacing type 7403 obtained mean score 2.77. Based on data analysis result and discussion could be concluded there are effect of interfacing type toward the outcome of starfruit sleeve viewed from aspect of starfruit sleeve evenness, starfruit sleeve shape stability, and volume of starfruit sleeve.   Keywords: interfacing type, starfruit sleeve, and kids party wear  
PENGEMBANGAN DESAIN BROS DARI CLAY DENGAN SUMBER IDE MAWAR INDAH DWI RACHMAWATI, RIZKY
Jurnal Tata Busana Vol 5, No 2 (2016): Volume 5, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2016
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstrak   Pengembangan desain bros dari clay merupakan upaya melakukan pengembangan dari segi bentuk dan warna menggunakan bahan yang ramah lingkungan. Pengembangan desain dilakukan guna mendapatkan bentuk baru yang variatif dan kreatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk men-deskripsikan proses dan hasil pengembangan bentuk dan warna bros dari clay. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (R&D). Kegiatan pengembangan dilakukan untuk menghasil-kan produk dan menguji keefektifan produk yang terbatas pada aspek bentuk dan warna bros. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah triangulasi teknik yaitu observasi, wawan-cara, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Proses pengembangan bentuk bros dari clay dimulai dari menentukan tujuan, membuat konsep desain, menentukan sumber ide, dan dilanjutkan membuat pengembangan bentuk menggunakan teknik sti-lasi. Bentuk desain yang dikembangkan sejumlah 15 desain dan dipilih 10 desain terbaik. Proses pengembangan warna bros dari clay menggunakan warna dasar pengembangan yaitu warna merah yang dikombinasikan dengan warna hijau. Selanjutnya, bros dikembangkan menjadi 5 warna yang terdiri dari empat tingkatan warna merah dan satu warna putih. Hasil pengembangan desain bros dinilai berdasarkan kriteria pengembangan desain. Ditinjau dari segi bentuk, skor tertinggi di-peroleh desain 4 dengan nilai rata-ratanya 4.37 dan kategori sangat baik, sedangkan skor terendah diperoleh desain 10 dengan nilai rata-ratanya 4.07 dan kategori baik. Ditinjau dari segi warna, skor tertinggi diperoleh desain 6 dengan nilai rata-ratanya 4.34 dan kategori sangat baik, sedangkan skor terendah diperoleh desain 10 dengan nilai rata-ratanya 4.08 dan  kategori baik.   Kata kunci: Pengembangan Desain, Bros, Clay.     Abstract   The development of clay brooch design is an attempt to develop the form and color using eco friendly materials. The develop attempt is meant to get the new varied and creative form. The research objectives is to describe the process and the result of the develop attempt of form and color of the brooch. The research type is research and development (R&D). The development activities was undertaken to produce the products and testing the effectiveness of the products that is limited by aspect form and color of the brooch. Data collection methods in this research is triangulation techniques that is observation, interview, and documentation. Data analysis of this research using descriptive analysis. The form develop process of the brooch was started from determine the objectives, make the design concept, determine the source of ideas, and make the develop form using stylized techniques. The design form was developed to some 15 design and selected 10 best designs. The color develop process of color the clay brooch using base the basic colors which is red that combined with green color. Furthermore, the brooch was developed into 5 color consisting of four levels of red and one white. The result of the brooch design development was judged on criteria of design development. The review from the form aspect, the highest score was obtained by design number 4 with average value 4.37 and the excellent categories, while the lowest score was obtained by design number 10 with average value 4.07 and good category. The review from the aspect of color, the highest score was obtained by design number 6 with average value 4.34 and very good category, while the lowest score was obtained by design 10 with average value 4.08 and good category.   Keywords:  Development of Design, Brooches, Clay.  
MODIFIKASI BUSANA BESUTAN JOMBANG AYU AGUSTIANI PUTRI, DYAH
Jurnal Tata Busana Vol 5, No 2 (2016): Volume 5, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2016
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstrak   Besutan adalah kesenian tradisional berasal dari Jombang. Besutan berasal dari kata “be” dan “sut” yang bermakna mbeto maksut. Maksud yang disampaikan adalah sebuah bentuk perjuangan yang diaplikasikan pada busana yang dikenakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui busana pokok dan pelengkap Besutan Jombang pakem ditinjau dari unsur dan prinsip desain. Simbol dan makna yang  terkandung dalam warna dan busana kesenian Besutan Jombang serta modifikasi busana Besutan Jombang. Jenis penelitian ini adalah penilitian deskriptif kuali-tatif. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi kepada (pendiri sanggar tari lung ayu, anggota komunitas teater tombo ati, pelatih teater, pemain besutan, kasi seni Dinas Pemuda Olah raga Kebudayaan dan Pariwisata (DISPORABUDPAR), dan pemerhati kebudayaan Jombang) Teknik analisis data menggunakan Triangulasi dengan metode. Berdasar-kan analisis  data busana besutan pakem yaitu terdiri dari bebet, celana, topi turki, sampur dan tali lawe. Simbol dan makna yang terkandung dalam warna dan busana besutan Jombang yaitu ber-juang dalam tujuan yang suci berani dalam kebenaran membangun tekad untuk mencapai tujuan. Modifikasi busana besutan terdapat pada berbagai fungsi yaitu busana pengantin besutan tahun 2000 modifikasi pada bebet, celana, topi, sampur dan tali lawe. Busana tari besutan tahun 2009 modifikasi pada bebet, celana dan tali lawe. Busana ludruk besutan tahun 2011 modifikasi pada tali lawe. Busana teater besutan tahun 2011 modifikasi pada tali lawe dan penambahan busana sesuai peran.   Kata kunci: Modifikasi, busana Besutan, Jombang.     Abstract   Besutan is traditional art of Jombang. Besutan derived from words "be" and "sut"which mean is mbeto maksut (have intention). The intention delivered is a form of struggle that applied on costume. This study aimed to know the main costume and complement of the standard costume of Besutan Jombang viewed from elements and principles of design. Symbols and meanings contained within color and artistic costume of Besutan Jombang, also the modification costume of Besutan Jombang. Type of this research is a descriptive qualitative. Data source of this research are observation, interview and documentation to founder of Lung Ayu Dance Studio, member of Tombo Ati theater community, theater trainer, Besutan player, head of art department Youth Sport Culture and tourism Service (DISPORABUDPAR) Jombang culture observer and analyzed techniques with sources triangulation method. Based on data analysis, known that standard custome of Besutan consists of bebet, pant, Turkey hat, sampur and rope. Symbols and meanings within color and costume of Besutan Jombang are struggling in a sacred way, brave in truths,and raise the spirit to achieve the goal. The modifications costumes of Besutan were made on many functions, they were on Besutan bridal, in 2000, the modifications were made on bebet, pant, hat, sampur and rope. On Besutan dance costume,in 2009, modifications were made on bebet, pant, and rope. On Ludruk Besutan costume, in 2011,the modification  was made on rope. On Besutan theater costume,in 2011, modification was made on rope, and the costume addition consider to the character.   Keywords: Modification, costume of Besutan, Jombang.  
PENGARUH KADAR ALKOHOL SEBAGAI PELARUT CAT ACRYLIC TERHADAP HASIL JADI HAND PAINTING PADA CASCADE SKIRT SRI WULANDARI, SANTI
Jurnal Tata Busana Vol 5, No 2 (2016): Volume 5, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2016
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstrak   Hand painting adalah salah satu teknik seni lukis diatas kain yang cukup populer dikalangan masyarakat. Penelitian ini menggunakan jenis cat acrylic dengan pelarut alkohol, memiliki tujuan mengetahui pengaruh kadar alkohol yang digunakan sebagai pelarut cat acrylic terhadap hasil jadi Hand Painting meliputi ketajaman warna, kerataan warna dan daya serap warna. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Adapun variabel bebas adalah pelarut dengan kadar alkohol 30%, 40% dan 50% , proporsi warna merah muda (putih : 0,30 gram dan merah : 0,90 gram). Variabel terikat adalah hasil jadi Hand Painting. Variabel kontrol adalah desain, jenis cat, jenis pelarut , dan teknik pewarnaan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi oleh 30 observer. Dan analisis data yang digunakan, anava tunggal dengan bantuan program SPSS 16. Berdasarkan hasil analisis statistik uji anava, dapat disimpulkan bahwa ketajaman warna memiliki nilai Fhitung  sebesar 22.770 dengan harga p sebesar 0.000. Harga p sebesar 0.000 < α 0.05, sehingga dapat dikatakan bahwa ada pengaruh yang signifikan terhadap ketajaman warna. Pelarut alkohol 50% menghasilkan warna lebih tajam daripada dengan pelarut alkohol 30% dan 40%. Kerataan  warna memiliki nilai  Fhitung  sebesar 5.645 dengan  harga p sebesar 0.005. Harga p sebesar 0.005 < α 0.05, sehingga dapat dikatakan bahwa ada pengaruh yang signifikan terhadap kerataan warna. Pelarut alkohol 30% dan 40% menghasilkan warna lebih rata daripada dengan pelarut alkohol 50%. Daya serap warna diperoleh nilai  Fhitung  sebesar  0.014 dengan harga p sebesar 0.986. Harga p sebesar 0.986 > α 0.05, sehingga dapat dikatakan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap daya serap warna. Pelarut dengan kadar alkohol 30%, 40% dan 50% memiliki daya serap warna yang sama.   Kata Kunci : Hand Painting, Pelarut  Alkohol, Cat Acrylic, Cascade Skirt.     Abstract   Hand painting is a technique of painting on fabric which is fairly popular within society. This research using acrylic paint with solvent of alcohol, aimed to know the effect of alcohol concentration which used as solvent of acrylic paint toward the outcome of hand painting including color sharpness, color flatness, and color absorption. Type of this research is experimental. The independent variable are solvent with alcohol concentration 30%, 40%, and 50%, the proportion of color is pink (white : 0.3 gram dan red : 0.9 gram). The dependent variable is the outcome of hand painting. The control variables are design, type of paint, type of solvent, and coloration technique. Data collection method used is observation by 30 observers and data analysis used is one way anava assisted with SPSS 16. Based on analysis result of anava test, could be concluded that color sharpness obtaining score Fcalculation 22.770 with value of p 0.000. Value of p 0.000 < α 0.05, then could be said that there is significant effect toward color sharpness. Alcohol solvent 40% and 50% produce color sharpness better than alcohol solvent 30%. Color flatness obtaining score Fcalculation 6.645 with value of p 0.005. Value of P 0.005 < α 0.05, then could be said that there is significant effect toward color flatness. Alcohol solvent 30% and 40% produce color flatness better than alcohol solvent 50%. Color absorption obtaining score Fcalculation 0.014 with score of p 0.986. Score of p 0.986 > α 0.05 then could be said that there is no significant effect toward color absorption. Alcohol solvent concentration 30%, 40%, and 50% have result of color absorption that not sharp enough.   Keywords: Hand Painting, Alcohol Solvent, Acrylic Paint, Cascade Skirt.    
PENGARUH JUMLAH CAT MERAH TERHADAP HASIL PEWARNAAN JILBAB PADA KAIN SIFON DENGAN TEKNIK HAND PAINTING Setiawati, Nitak
Jurnal Tata Busana Vol 5, No 2 (2016): Volume 5, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2016
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstrak   Perkembangan mode di bidang fashion tidak lepas dari peranan unsur warna sebagai penunjang estetika. Salah satu warna trend pada akhir tahun 2016 adalah warna ungu agak pink menurut Pantone Color Institute. Salah satu cara mengaplikasikan warna tersebut menggunakan cat tekstil. Untuk menghasilkan warna ungu dengan menggunakan cat warna merah (Carmine), biru (Deep Blue) dan putih (Opaque White). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh jumlah cat merah terhadap hasil pewarnaan jilbab pada kain sifon dengan teknik hand painting dan mengetahui hasil pewarnaan yang terbaik. Jenis penelitian ini termasuk penelitian eksperimen dengan variabel bebas jumlah cat merah (2 gram, 4 gram dan 6 gram). Variabel terikat hasil pewarnaan jilbab pada sifon meliputi ketajaman warna, kerataan warna, daya serap warna dan uji kesukaan warna. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi oleh 30 observer, dengan skor 1-4 dan analisis data menggunakan anava satu arah dengan program SPSS 16. Hasil analisis statistik anava, dapat disimpulkan bahwa ketajaman warna tidak terdapat pengaruh yang signifikan, yaitu memiliki nilai Fhitung 0,047 dengan harga p sebesar 0,954. Harga p sebesar 0,954, p > 0,05. Kerataan warna menunjukkan ada pengaruh yang signifikan, yaitu memiliki nilai Fhitung 14,030 dengan harga p sebesar 0,000. Dibandingkan harga p sebesar 0,000, p < 0,05, sehingga jumlah cat merah 4 gram dan 6 gram menunjukkan hasil yang lebih. Daya serap warna menunjukkan ada pengaruh yang signifikan, yaitu memiliki nilai Fhitung 13,247 dengan harga p sebesar 0,000. Harga p sebesar 0,000, p < 0,05, sehingga. jumlah cat merah 4 gram dan 6 gram menunjukkan lebih baik daya serapnya. Uji kesukaan menunjukkan ada pengaruh yang signifikan, yaitu memiliki nilai Fhitung 18,965 dengan harga p sebesar 0,000. Harga p sebesar 0,000, p < 0,05, sehingga jumlah cat merah 4 gram dan 6 gram menunjukkan lebih disukai dari pada jumlah cat merah 2 gram. Simpulan dari penelitian ini yaitu hasil pewarnaan yang lebih rata, memiliki daya serap yang baik dan lebih disukai adalah pada jumlah cat merah 4 gram dan 6 gram.   Kata Kunci: Jumlah Cat Merah, Hasil Pewarnaan, Hand Painting   Abstract   The progress of mode within fashion cannot be separated from the role of color element as supporting of aesthetics. One color become a trend in the end of 2016 is light reddish purple according to Pantone Color Institute. One manner of applying that color is by using textile paint, to produce purple color by using red color (carmine), blue (Deep blue), and white (Opaque white). The aim of this research is to know the effect of red paint quantity toward the result of veil coloration on chiffon fabric with hand painting technique and knowing the staining best been reviewed. Type of this research is experimental research with independent variables are red paint quantity (2 grams, 4 grams, and 6 grams). The dependent variable is result of veil coloration on chiffon including color sharpness, color evenness, color absorption, and color preference test. Data collection method using observation method by 30 observers, with score 1-4, and data analyzed using One Way Anava assisted with SPSS 16 program. The analysis result of anava could be concluded that color sharpness is no significant effect, has score Fcalculation 0.047 with value of p 0.954. Value of p 0.954, p > 0.05. Color evenness is significant effect, has score Fcalculation 14.030 with value of p 0.000. Value of p 0.000, p < 0.05 with the result that red paint quantity both 4 grams and 6 grams shows more even color. The color absorption is significant effect, has score Fcalculation 13.247 with value of p 0.000. Value of p 0.000, p < 0.05 with the result that red paint quantity both 4 grams and 6 grams shows better it absorption. The color preference test is significant effect, has score Fcalculation 18.965 with value of p 0.000. Value of p 0.000, p < 0.05, with the result that red paint quantity 4 grams and 6 grams shows being very preferred better than 2 grams. The conclusion of this research is that more even coloration result, has good absorption, and color preference which is very preferred is on red color 4 grams and 6 grams.        Keyword: Red paint quantity, coloration result, hand painting.  
PENGARUH JENIS KAIN TERHADAP HASIL JADI BORDIR TIGA DIMENSI PADA HAIRPIECE WULANSARI, NOVITA
Jurnal Tata Busana Vol 5, No 3 (2016): Volume 5, Nomor 3, Edisi Yudisium Agustus 2016
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstrak   Hairpiece adalah suatu hiasan atau pelengkap busana yang diletakkan pada kepala. Banyak bahan yang bisa dipakai untuk membuat hairpiece sesuai keinginan, seperti sifon, kain organdi, tulle dan lain-lain. Hairpiece bisa di buat dengan menggunakan teknik bordir. Seni bordir awalnya berasal dari Negeri Cina yang dibuat dengan menggunakan tangan dan benang emas biasa disebut dengan sulam (embroidery). Pada perkembangannya sulam ini tidak hanya dibuat dengan tangan, tetapi juga menggunakan mesin yang pada kemudian dikenal dengan sebutan bordir. Pada penelitian ini peneliti menggunakan tiga jenis kain yaitu kain organdi sutera, kain organdi linen dan kain organdi polyester. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari jenis kain terhadap hasil jadi bordir tiga dimensi pada hairpiece dan untuk mengetahui jenis kain manakah yang lebih baik untuk menghasilkan bordir tiga dimensi pada hairpiece.Penelitian ini menggunakan pengumpulan data dengan metode observasi. Observer dalam peneitian dilakukan oleh 25 responden yang terdiri dari 5 orang dosen yang ahli dalam bidang tata busana dan 20 orang mahasiswa yang sudah menempuh mata kuliah bordir 2. Instrumen penelitian dalam penelitian ini menggunakan instrumen observasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan perhitungan statistik anava tunggal (one way anova) dan uji Duncan Test dengan taraf nyata 5%.Pada perhitungan anava tunggal dan uji Duncan Test pada aspek hasil jadi setikan bordir tiga dimensi memperoleh nilai signifikan 0,002 < 0,05 yang berarti terdapat pengaruh jenis kain terhadap hasil jadi bordir tiga dimensi pada hairpiece. Pada aspek kerapian aplikasi bordir tiga dimensi memperoleh nilai signifikan 0,18 < 0,05 yang berarti terdapat pengaruh jenis kain terhadap hasil jadi bordir tiga dimensi pada hairpiece. Kemudian pada aspek kestabilan aplikasi bordir tiga dimensi memperoleh nilai signifikan 0,000 < 0,05 yang berarti terdapat pengaruh jenis kain terhadap hasil jadi bordir tiga dimensi pada hairpiece. Pada hasil analisis data menunjukkan bahwa kain organdi linen lebih baik digunakan sebagai hairpiece dibandingkan dengan kain organdi sutera dan organdi polyester.   Kata Kunci: jenis kain, hasil jadi bordir tiga dimensi, hairpiece     Abstract   Hairpiece is an ornament or a complementary fashion that is placed on the head. Many of the materials that can be used to make a hairpiece as desired, such as chiffon, organdy fabrics, tulle and others. Hairpiece can be made by using embroidery techniques. Embroidery art originally had come from China are made by hand using gold thread embroidery commonly called the (embroidery). In the development of embroidery is not only made by hand, but also using a machine that later became known as embroidery. In this study, researchers used three types of fabrics are fabrics of silk organdy, linen and organdy polyester. The purpose of this study was to determine the effect of the type of fabric to be embroidered three-dimensional results on the hairpiece and to determine the type of fabric which is better for generating three-dimensional embroidery on a hairpiece. This study uses data collection by observation. Observer in this research carried out by 25 respondents consisting of five lecturers who are experts in the field of fashion and 20 students who are already taking courses embroidery 2. The instrument of this research using observation instruments. Analysis of the data in this study using single ANOVA statistical calculations (one way ANOVA) and Duncan test Test with significance level of 5%. In the calculation of the single ANOVA and Duncan test results Test on aspects of three-dimensional embroidery gain significant value 0.002 <0.05, which means there are significant types of fabric to the finished product on the three-dimensional embroidery on hairpiece. In the aspect of neatness application of three-dimensional embroidery obtain significant values ??of 0.18 <0.05, which means there are significant types of fabric to the finished product on the three-dimensional embroidery on hairpiece. Then on aspects of three-dimensional embroidery application stability gained significant value 0.000 <0.05, which means there are significant types of fabric to the finished product on the three-dimensional embroidery on hairpiece. On the results of data analysis showed that organdy linen better used as a hairpiece compared with silk and organdy organdy polyester.   Keywords: type of fabric, the results of the three-dimensional embroidery, hairpiece.  
PENGEMBANGAN TES PILIHAN GANDA PADA MATA PELAJARAN TEKSTIL DI KELAS X BUSANA BUTIK SMK NEGERI 6 SURABAYA PRATIWI, HERLINA
Jurnal Tata Busana Vol 5, No 3 (2016): Volume 5, Nomor 3, Edisi Yudisium Agustus 2016
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstrak   Penelitian dilakukan dikelas X Busana Butik 3 SMK Negeri 6 Surabaya pada mata pelajaran tekstil. Tes pilihan ganda yang dilakukan belum sesuai dengan prosedur pengembangan tes yang berkualitas karena tes tersebut hanya dibuat sesuai dengan ketentuan teoritiknya saja yaitu berdasarkan materi, konstruk, dan bahasa, sedangkan analisis empiris yang meliputi tingkat kesukaran, daya pembeda, validitas, dan reliabilitas tidak dihitung analisis kualitas tesnya karena membutuhkan waktu yang cenderung lama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengembangan tes pilihan ganda yang berkualitas dan dapat digunakan sebagai alat evaluasi pada mata pelajaran tekstil siswa kelas X Busana Butik SMK Negeri 6 Surabaya. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Desain penelitian pengembangan perangkat pembelajaran yang digunakan adalah 4D (Define, Design, Development and Dissemination) tetapi perangkat pembelajaran ini hanya sampai tahap pengembangan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes. Analisis data menggunakan analisis lembar validasi, validitas, reliabilitas, taraf kesukaran, dan daya beda. Hasil yang diperoleh peneliti: uji soal pertama dengan 30 siswa dari 50 butir soal untuk tingkat kesukaran terdapat 12 soal dengan kategori mudah, 23 soal dengan kriteria sedang dan 15 soal dengan kategori sukar, untuk daya pembeda diperoleh 12 soal jelek, 21 soal cukup, 17 soal baik, untuk validitas diperoleh 22 soal valid dan 28 soal tidak valid dan reliabilitas diperoleh r11=0,72. Uji coba soal kedua analisis tingkat kesukaran terdapat 13 butir soal dengan kategori mudah, 24 butir soal dengan kriteria sedang dan 13 butir soal dengan kategori sukar, analisis daya pembeda diperoleh hasil 5 soal jelek, 25 soal cukup, dan 15 soal baik, untuk validitas diperoleh 44 soal valid 6 soal tidak valid sedangkan reliabilitas diperoleh r11=0,74. Uji coba soal ketiga analisis tingkat kesukaran diperoleh 12 butir soal dengan kategori mudah, 28 butir soal dengan kriteria sedang dan 10 butir soal dengan kategori sukar, analisis daya pembeda diperoleh 22 soal cukup, dan 27 soal baik dan 1 soal baik sekali, untuk validitas diperoleh 50 soal valid sedangkan reliabilitas diperoleh r11=0,76.   Kata Kunci: Pengembangan tes pilihan ganda, kualitas tes, mata pelajaran tekstil     Abstract   This research conducted at class X boutique fashion in SMK Negeri 6 Surabaya on subject of textile. The multiple choice test conducted was suitable yet with quality test development procedure because that test only created as theoretical provision which are based on construction and language, while the empirical analysis including difficulty index, distinguishing power, validity, and reliability were not calculated it test quality analysis because tends to need more time. The purpose of this research are to know the development of quality multiple choice test and proper to be used as evaluation tool on subject of textile grader X Boutique Fashion in SMK Negeri 6 Surabaya.Type of this research was development research. The development research design of learning instrument used was 4D (Define, Design, Development, and Dissemination) but this instrument only stop on development step. Data collecting technique in this research was test. Data analyzes used were validation sheet, validity, reliability, difficulty index, and distinguishing power. Result obtained are: the first trial test with 30 students, from 50 questions, for difficulty index obtained 12 questions within easy category, 13 questions within moderate category, and 15 questions within difficult category. For distinguishing power obtained 12 questions were poor, 21 questions were enough, and 17 questions were good. For validity obtained 22 questions were valid and 28 questions were not valid, and reliability obtained r11=0.72. At second trial test, analysis of difficulty index obtained 13 questions with easy category, 24 questions with moderate category, and 13 questions with difficult category. Analyzes of distinguishing power obtained result 5 question were poor, 25 questions were enough, and 15 question were good. For validity obtained 44 questions were valid, 6 questions were not valid, while reliability obtained r11=0.74. At third trial test, analysis of difficulty index obtained 12 questions with easy category, 28 questions with moderate category, and 10 questions with difficult category. Analyzes of distinguishing power obtained result 22 question were enough, 27 questions were good, and 1 question were very good. For validity obtained 50 questions were valid, while reliability obtained r11=0.76.   Keywords: Development of multiple choice test, test quality, subject of textile        
PERBAIKAN KONSRUKSI POLA STINGRAY PADA HASIL JADI DRESS UKURAN MEDIUM (M) AMALIYAH, VIYANTI
Jurnal Tata Busana Vol 5, No 3 (2016): Volume 5, Nomor 3, Edisi Yudisium Agustus 2016
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstrak   Dress stingray merupakan dress yang terbuka lebar dan datar siluetnya dari pinggang sampai bawah, dress terinspirasi dari hewan yang hidup di dasar laut atau ikan pari yang dibuat sesuai desain menggunakan pola pattern magic. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil jadi perbaikan konstruksi pola stingray pada hasil jadi perbaikan konstruksi pola stingray pada hasil jadi dress ukuran medium (M) dengan fitting 1, fitting 2, fitting 3.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif.Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi, observasi berupa checklist (√).Data penelitian diperoleh dari hasil observasi dari 30 observer.Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptifkuantitatif dengan mean.Data penelitian yang diperoleh dari hasil jadi perbaikan konstruksi pola stingray pada hasil jadi dress ukuran medium (M), aspek kesesuaian desain dress stingrayfitting 1 dengan mean 2,8 kategori cukup baik setelah fitting 2 menjadi 3,13 kategori baik dan setelah fitting 3 mean menjadi 4 kategori sangat baik. Aspek cutting dress stingray  fitting 1 dengan mean 3,2 kategori baik setelahfitting 2meanmenjadi 3,13 kategori baik dan setelah fitting 3 mean menjadi 4 kategori sangat baik. Pada aspek volume draperie pada dress stingray fitting 1 dengan mean 3,13 kategori baik setelahfitting 2 dengan melakukan dan meanmenjadi baik  3,16 kategori sangat baik dan setelah fitting 3 mean menjadi 4 kategori sangat baik.   Kata kunci: Perbaikan konstruksi pola stingray, hasil jadi dress ukuran medium (M)   Abstract    Stingray dress is a dress opened widely and flat it silhouette from the waist to lower of dress. The dress inspired from animal live at sea floor or stingray that made as design, using standard size of Pattern Magic by using pattern of Pattern Magic. This research aimed to know the result of stingray pattern construction refinement on the outcome of dress size medium (M) at fitting 1, fitting 2, fitting 3,  using standard size of Pattern Magic by using pattern of Pattern Magic. This research aimed to know the result of stingray pattern construction refinement on the outcome of dress size medium (M) at fitting 1, fitting 2, fitting 3. Type of this research was descriptive. Data collection method used was observation in form of checklist (√). Research data obtained from 30 observers Type of this research was descriptive. Data collection method used was observation in form of checklist (√). Research data obtained from 30 observers. Data technique analysis used was descriptive quantitative with mean.Data analysis obtained that the refinement of stingray pattern construction on the outcome of dress size medium (M), aspects, design suitability of stingray dress at fitting 1, it mean 2.8 within  fair good category. After fitting 2, it is better, become 3.13 within good category. And after fitting 3, mean become 4 is very good category. Aspect of stingray dress cutting at fitting 1 obtained mean 3.2 with good category, after fitting 2, mean become 3.13 is good category. After fitting 3, mean become 4 very good category. At aspect of drapery volume on stingray dress at fitting 1, mean is 3.13 within good category. After fitting 2 with mean become 3.16 is good category, and after fitting 3 mean become 4 very good category.   Keywords: Refinement of stingray pattern, outcome of dress size medium (M)   
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA PROTOTYPE PADA SUB KOMPETENSI MENJAHIT KEBAYA MODIFIKASI SISWA KELAS XI BUSANA BUTIK 1 SMK NEGERI RENGEL Puji Lestari, Enik
Jurnal Tata Busana Vol 5, No 3 (2016): Volume 5, Nomor 3, Edisi Yudisium Agustus 2016
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstrak   Pembelajaran langsung yang diterapkan untuk menyampaikan materi menjahit kebaya modifikasi sebelumnya belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM), hal ini terjadi karena kurangnya aktivitas guru dan siswa sehingga mempengaruhi hasil belajar siswa.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas guru, respon siswa dan hasil belajar siswa dalam penerapan model pembelajaran langsung dengan menggunakan media prototype pada sub kompetensi menjahit kebaya modifikasi Siswa Kelas XI Busana Butik 1 SMK Negeri Rengel. Je-nis penelitian adalah penelitian tindakan kelas dan metode pengumpulan data yang dilakukan ada-lah observasi, tes dengan instrumen penelitian yaitu lembar observasi untuk aktivitas guru, lembar tes kognitif dan kinerja yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa baik secara individu maupun klasikal. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata aktivitas guru pada siklus 1 adalah 2,90,  siklus 2 adalah 2,85 dan siklus 3 adalah 2,94. Tingkat ketercapaian hasil belajar siswa pada siklus 1 adalah 100% tuntas, siklus 2 adalah 100% tuntas dan siklus 3 adalah 100% tuntas. Respon siswa dapat dikatakan adanya respon positif karena persentase jawaban siswa pada setiap aspek pertanyaan berada ≥ 65%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran langsung dengan menggunakan media prototype pada sub kompetensi menjahit kebaya modifikasi dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan belajar menjahit kebaya modifikasi Kelas XI Busana Butik 1 SMK Negeri Rengel.   Kata kunci: Pembelajaran langsung, kebaya modifikasi, aktivitas guru, respon siswa dan hasil belajar siswa.   Abstract          Direct instruction which has been applied for sewing of kebaya modification has not reachead minimum achieved criteria, it happened because it was lack of teacher’s  and student’s activity  so that it affected the students learning outcome or achievement. The aims of this rasearch are to improve teacher’s  activity , the student’s responses and the student’s learning achievement  on sub subject for sewing of kebaya modification on grade XI Busana Butik 1 in SMK Negeri Rengel. The type of this research is Classroom Action Research. Data collecting methods conducted were observation, test  with research instrument in the form of observation sheet for teacher’s and student’s activity and examination sheet for cognitive anf psychomotor test which are both used to know the student’s learning achievement individually or clasically. Data analysis method used was descriptive cualitative analysis. The research yield shows that average of teacher’s activity at cycle 1 respectively 2,90, cycle 2 respectively 2,85 and cycle 3 respectively 2,94. Student activity respectively  at cycle 1 are 100 %, cycle 2 are 100 % and cycle 3 are 100 % too. The student’s responses can be said to be a positive response because the percentage of students in every aspect of the question is ≥ 65%. Through these yields, it could be concluded that the implementation of dirrect instruction are able to be  used to improve learning skill of the sewing kebaya modification on grader XI Busana Butik 1 in SMK Negeri Rengel.   Keywords:  Direct instruction, kebaya modification, teacher’s activity, the student’s responses and learning achievement.    
PENGARUH TEKNIK MORDANTING TERHADAP HASIL JADI PEWARNAAN ALAMI PADA JILBAB BERBAHAN SUTERA DENGAN EKSTRAK GAMBIR MENGGUNAKAN TEKNIK TIE DYE Maharani, Rizky
Jurnal Tata Busana Vol 5, No 3 (2016): Volume 5, Nomor 3, Edisi Yudisium Agustus 2016
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstrak Pewarnaan alami adalah zat pewarna yang berasal dari tumbuhan seperti ekstrak gambir. Ekstrak gambir adalah ekstrak remasan daun dan ranting tumbuhan gambir (Uncaria Gambir Roxb) yang telah dikeringkan. Dalam proses pewarnaan alami perlu melakukan mordanting untuk penguat dan pembangkit warna. Teknik mordanting ada tiga teknik yaitu teknik mordating awal/pendahuluan, simultan, dan akhir. Tujuan penelitian ini adalah  untuk mengetahui hasil jadi pewarnaan alami dengan ekstrak gambir menggunakanteknikmordanting yaitu awal / pendahuluan, simultan, dan akhir pada jilbab berbahan sutera, dan untuk mengetahui pengaruh pewarnaan alami dengan ekstrak gambir menggunakanteknik mordanting awal / pendahuluan, simultan, dan akhir pada jilbab berbahan sutera. Jenis penelitan ini termasuk penelitian eksperimen. Teknik pengambilan data pada penelitian ini menggunakan metode observasi, yang berjumlah 30 responden dan lembar instrumen dalam bentuk berupa pemberian skor kemudian dianalisis menggunakan bantuan komputer program SPSS 17 dengan nilai signifikan 0,05. Hasil analisis menunjukan (1) hasil jadi pewarnaan alami dengan ekstrak gambir pada jilbab berbahan sutera menggunakan tiga teknik mordanting yang terbaik yaitu teknik mordanting simultan dengan Mean sebesar 2,87 pada aspek kerataan warna. Mean sebesar 3,71 pada aspek ketajaman warna. Mean sebesar 3,54 pada aspek daya serap warna. Mean keseluruhan aspek pewarnaan alami pada teknik simultan sebesar 3,37 termasuk kategori sangat baik. (2) ada pengaruh yang signifikan teknik mordanting awal/pendahuluan, simultan, dan akhir berpengaruh terhadap hasil jadi pewarnaan alami pada jilbab berbahan sutera dengan ekstrak gambir menggunakan teknik Tie Dye.   Kata Kunci: teknik mordanting, hasil jadi pewarnaan alami pada jilbab berbahan sutera, ekstrak gambir, teknik tie dye   Abstract   Natural dye is the dye originated from plants like gambir extract. Gambir extract is extracted from leaf and branch of gambir plant (Uncaria Gambir Roxb) that dried. In the process of natural dyeing required to do mordanting to strengthen and generates the color. There are three mordanting technique, they are pre-mordanting, simultaneous mordanting, and post-mordanting. research aimed to know the outcome of natural dyeing with gambir extract by using mordanting technique that are pre-mordanting, simultaneous mordanting, and post-mordanting on silk fabric veil, and to know the effect of natural dyeing with gambir extract by using mordanting technique that are pre-mordanting, simultaneous mordanting, and post-mordanting on silk fabric veil. Type of this research included in experimental.Data collection technique this research was using observation method, by 30 respondents and using instrument sheet in form of scoring then analyzed using SPSS 17 with level of significance 0,05. Research yield shows (1) The best outcome of natural dyeing with gambir extract on silk fabric veil by using three mordanting technique is by using simultaneous mordanting with mean 2.87 on aspect of color evenness, mean 3.71 for aspect of color sharpness, mean 3.54 on aspect of color absorption, and mean for total aspect of natural dyeing with simultaneous technique is 3.37 that included in very good category. (2) there are significant influence of pre-mordanting, simultaneous mordanting, and post-mordanting technique toward the outcome of natural dyeing on silk fabric veil with gambir extract from each aspect.   Keywords: mordanting technique, the outcome of natural dyeing on silk fabric veil, gambir extract, tie dye technique    

Page 4 of 18 | Total Record : 174