cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Busana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 174 Documents
PENGARUH PENGGUNAAN BAHAN TERHADAP HASIL JADI ROK SETENGAH LINGKAR PADA MODEL UKURAN M prihatin, yeni
Jurnal Tata Busana Vol 5, No 3 (2016): Volume 5, Nomor 3, Edisi Yudisium Agustus 2016
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBUAT ROK DRAPERY MELALUI PELATIHAN PADA SISWA KELAS XII SMK YPM 2 TAMAN SIDOARJO AZKIYAH, ROUDHOTUL
Jurnal Tata Busana Vol 5, No 3 (2016): Volume 5, Nomor 3, Edisi Yudisium Agustus 2016
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstrak   Pelatihan pembuatan rok drapery diadakan untuk meningkatkan keterampilan siswa busana butik kelas XII SMK YPM 2 Taman Sidoarjo dalam membuat pola busana secara draping. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keterlaksanaan pengelolaan pelatihan, aktivitas peserta pelatihan, hasil jadi praktek pembuatan rok draperi, dan respon peserta dalam kegiatan pelatihan membuat rok draperi. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian pre eksperimental design dengan rancangan penelitian pre-test and post-test group design. Subyek penelitian adalah siswa kelas XII Busana Butik SMK YPM 2 Taman sidoarjo yang berjumlah 21 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi, tes dan angket. Metode analisis data menggunakan rata-rata untuk keterlaksanaan pengelolaan pelatihan dan hasil keterampilan, persentase untuk aktivitas dan respon peserta, dan uji t untuk mengetahui perbedaan nilai rerata pre-test dan post-test hasil pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) keterlaksanaan pengelolaan pelatihan  didapat rata-rata 3,5 dengan kategori baik sekali 2) aktivitas peserta didapat rata-rata (81-100)% dengan kategori sangat baik 3) hasil pembuatan rok draperi pada pre-test diperoleh rata-rata 61,33 dan post-test sebesar 88,83, hasil uji t sebesar 22,989 dengan taraf signifikasi 0,000 kurang dari 0,05 sehingga dikatakan pelatihan mengalami peningkatan yang signifikan 4) respon peserta terhadap pelatihan menyatakan “ya” dengan rata-rata (90-100)% dalam kategori sangat baik.    Kata Kunci: Pelatihan, Peningkatan Keterampilan, Rok Drapery.     Abstract   The training of making drapery skirt conducted to improves skill of Boutique Fashion grader XII SMK YPM 2 Taman Sidoarjo in making garment pattern in draping manner. The aims of this research are to know the realization of training management, trainee activity, product of making drapery skirt practice, and trainee response toward training of making drapery skirt. Type of this research was pre-experimental research design with pre-test and post-test group design. Subject of this research were grader XII Boutique Fashion in SMK YPM 2 Taman Sidoarjo as many as 21 students. Data collected by using observation method, test, and questionnaire. Data analysis method using mean for realization of training management and skill product, percentage for trainee activity and response, and t-test to know the difference mean of training pre-test and post-test. Result of the research shows that 1) the realization of training management obtained mean 3.5 with category is very good, 2) trainee activity obtained mean (81-100%) with category is very good, 3) product of drapery skirt at pre-test obtained mean 61.33 and at post-test 88.83, result of t-test is 22.989 with significance level 0.000 less than 0.05 then could be said that the training experience significant improvement, 4) trainee response toward training stated “yes” with mean (90-100)% within very good category.   Keywords: Training, skill improvement, drapery skirt.    
PENGARUH LAMA PEMERAMAN TERHADAP HASIL JADI TIE DYE PADA KAIN KATUN Eka Pratiwi, Rulia
Jurnal Tata Busana Vol 5, No 3 (2016): Volume 5, Nomor 3, Edisi Yudisium Agustus 2016
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstrak          Tie dye adalah jumputan, sedangkan dalam bahasa Afrika disebut adire, dalam bahasa India bandhana, dan dalam bahasa Jepang shibori. Menurut Karmila (2010; 9) tie dye adalah kain jumputan pada beberapa bagian tertentu, kemudian diikat dengan tali lalu dicelup. Kain akan menyerap warna kecuali pada bagian-bagian yang diikat. Dengan demikian terbentuklah pola-pola pada kain. Pada penelitian ini tie dye diterapkan pada kain katun. Tujuan penelitian ini adalah a). Untuk mengetahui pengaruh lama pemeraman terhadap hasil jadi tie dye pada kain katun. b). Untuk mengetahui hasil jadi terbaik  pengaruh lama pemeraman pada hasil tie dye pada kain katun. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen, dengan variabel bebas yakni perbedaan lama pemeraman yaitu 18 jam, 24 jam dan 30 jam. Variabel terikat yaitu hasil jadi tie dye. Meliputi ketajaman warna tie dye, daya serap kain katun, dan hasil jadi motif tie dye. Metode pengumpulan data adalah observasi dengan lembar  observasi (checklist) kepada 30 orang observer, yang terdiri dari 4 orang dosen Tata Busana Jurusan PKK Fakultas Teknik dan 26 orang semi terlatih yaitu mahasiswa prodi Tata Busana yang telah menempuh mata kuliah Desain Tekstil. Analisis data menggunakan anava tunggal, dengan uji lanjut Duncan. Terdapat pengaruh yang signifikan pada aspek ketajaman warna dan daya serap warna (p<0,05). Hal ini didukung dengan uji Duncan bahwa lama pemeraman 30 jam menghasilkan ketajaman warna yang lebih baik dibanding lama pemeraman 18 jam dan 24 jam. Sedangkan pada aspek daya serap pada uji Duncan menyatakan  bahwa lama pemeraman 24 jam dan 30 jam menghasilkan daya serap yang lebih baik dibandingkan lama pemeraman 18 jam. Pada aspek hasil jadi motif menunjukkan lama waktu pemeraman tidak memiliki pengaruh yang signifikan pada aspek hasil jadi motif.   Kata kunci: Tie dye, lama pemeraman, hasil lama pemeraman.   Abstract   Tie dye is pinches, while in African language called adire, in India bandhana, and in Japan Shibori. According to Karmila (2010: 9) tie dye is pinches fabric on some certain area, then tied and dyed. The fabric will absorb the color except at tied areas. By this the patterns will be formed on fabric. In this research, tie dye applied on cotton fabric. The aim of this research were a) to know the aging time toward the outcome of tie dye on cotton fabric, b) to know the best outcome of aging time toward tie dye on cotton fabric. This research included in experimental research, with independent variable are aging time, they are 18 hours, 24 hours, and 30 hours. The dependent variable is the outcome of tie dye, including color sharpness, the absorption of cotton fabric, and the outcome motif of tie dye. Data collecting method was observation with check list for 30 observer, they are 4 trained observers, lecturer of Fashion Design Department and 26 semi-trained observers, student of Fashion Design Department who had passed lesson of Textile Design. Data analysis was using one way anava with Duncan post hoc test. There are significant effect on aspects of color and color absorbtion (p<0.05). This is supported by Duncan test that aging time 30 hours produced better color sharpness than aging time 18 hours and 24 hours. While at color absorbtion Duncan test stated that aging time 24 hours and 30 hours produce better absorbtion than aging time 18 hours. At aspect of motif outcome aging time has no significant effect the outcome of motif.   Keywords: tie dye, aging time, result of aging time.  
PENGARUH JENIS BENANG RAJUT TERHADAP HASIL JADI TATTING PADA KERAH REBAH LAILATUL K, ANIK
Jurnal Tata Busana Vol 5, No 3 (2016): Volume 5, Nomor 3, Edisi Yudisium Agustus 2016
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstrak   Salah satu teknik membuat kain ialah dengan cara merenda atau membuat renda (lace). Dalam perkembangannya, terdapat beberapa jenis renda berdasarkan cara pembuatannya, salah satunya adalah knotted lace (renda yang dibuat dengan cara menyimpul). Salah satu jenis knotted lace adalah tatting.Tatting adalah seni merenda yang dikerjakan dengan menggunakan alat berupa shuttle atau jarum tatting, serta crochet dengan bahan berupa benang. Dalam bahasa Prancis tatting disebut Frivolite. Tatting dalam penelitian ini diterapkan pada bentuk krah rebah dengan menggunakan tiga jenis benang rajut yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis benang rajut katun, polyester dan nylon terhadap hasil jadi tatting pada kerah rebah dan untuk mengetahui jenis benang rajut manakah yang menghasilkantattingterbaik pada kerah rebah. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen. Metode pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi  yang dilakukan pada bulan februari sampai bulan juli 2016 di Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya. Observasi dilakukan oleh 30 orang observerdengan cara mengisi lembar observasi penelitian. Analisis data yang digunakan yaitu dengan uji anava tunggal. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh jenis benang rajut terhadap hasil jadi tatting pada kerah rebah. Tingkat signifikan semua aspek adalah p>0,05, sehingga Ha ditolak. Hasil jadi tatting ditinjau dari 3 aspek, pada aspek bentuk tusuk tatting, benang rajut katun mendapatkan mean tertinggi dengan nilai 2,27. Pada aspek kerapatan tusuk tatting benang katun mendapatkan mean tertinggi dengan nilai 2,14, namun pada aspek jatuhnya kerah pada badan, benang nylon menunjukkan mean dengan nilai 2,07. Dengan demikian jenis benang rajut yang menghasilkan tatting terbaik pada kerah rebah adalah benang rajut katun.   Kata kunci: Tatting, jenis benang rajut, kerah rebah.     Abstract   A technique to make fabric is by crocheting or lace making (lace). In it development, there are several types of lace based on it manufacture, one of it knotted lace (lace made by knoting). A type of  knotted lace is tatting. Tatting is the art of lacework is conducted by using a shuttle or needle tatting and crochet used a knitting yarn. In French Tatting called Frivolite. Tatting in this research applied to a flat collar using three different types of knitting yarn. The purpose of this research is for to know the influence a type of knitting yarn; cotton, polyester and nylon to the product of tatting on flat collar and to know which the knitting yarn produced the best tatting on flat collar. This research included in experimental research. Methods of data collection is conducted by observation in February to July 2016 at  Home Economic Department, Faculty Of Engineering State University Of Surabaya. The observations were performed by 30 observers by filling research observation sheet. Analysis data used was one way anava test. Statistical analysis showed that there was no influence type of knitting yarn to the finished product of tatting on the flat collar. Significant levels of all aspects are p> 0.05, so Ha rejected. Tatting product viewed from three aspects, at puncture tatting aspect, cotton knitting yarn obtain highest mean score 2.27. In the aspect of density puncture tatting cotton yarn obtain highest mean score 2.14, but at aspect of the flat collar drape on the body, nylon yarn showed mean score 2.07. Thus the type of knitting yarn that produces the best tatting on the flat collar is cotton knitting yarn.   Keywords: Tatting, knitting yarn types, flat collar.  
BUSANA RAKA RAKI JAWA TIMUR SEKAR LARASATI, RENY
Jurnal Tata Busana Vol 5, No 3 (2016): Volume 5, Nomor 3, Edisi Yudisium Agustus 2016
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Raka Raki Jawa tImur merupakan sebutan bagi duta wisata Jawa Timur.Raka merupakan sebutan untuk duta wisata laki-laki sedangkan Raki sebutan untuk duta wisata perempuan.Busana yang dikenakan oleh duta wisata Raka Raki Jawa Timur tak kalah pentingnnya dan hal ini juga merupakan salah satu wujud promosi budaya. Busana Raka Raki Jawa Timur terwujud dari rumusan beberapa budayawan, seniman dan pengamat busana nasional diseluruh Jawa Timur.Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan bentuk busana Raka Raki Jawa Timur, (2) mendeskripsikan warna busana Raka Raki Jawa Timur, dan (3) mendeskripsikan makna busana Raka Raki Jawa Timur. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik penggumpulan data yang dilakukan berupa observasi, wawancara dan dokumentasi.Teknik analisis data menggunakan teknik triangulasi yakni dengan menggabungkan tiga metode yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Raka merupakan sebutan untuk duta wisata Jawa Timur Pria dan Raki merupakan sebutan untuk duta wisata Wanita. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) bentuk busana Raka berupa beskap dengan celana panjang dan terdapat kain yang dililitkan pada panggul kemudian memakai udeng tertutup pada bagian kepala sedangkan bentuk busana Raki berupa kebaya standard tanpa kutu baru dengan selendang dan kain panjang bermotif bang-bangan khas Jawa Timur, (2) warna yang dipakai pada busana Raka adalah warna gelap (hitam) sedangkan warna yang digunakan pada busana Raki bervariasi dan dominan warna cerah. (3) Makna busana Raka, 5 kancing pada tengah muka beskap melambangkan rukun islam, 2 kancing pada leher melambangkan dua kalimat syahadat, 6 kancing pada manset yang masing-masing terdiri dari 3 kancing melambangkan rukun iman. Kain yang digunakan oleh Raka melambangkan kesopanan.Sedangkan busana Raki melambangkan keanggunan seorang wanita Jawa Timur. Kata Kunci : Busana Raka Raki Jawa Timur, warna, makna Abstract Raka Raki of East Java is a mention for tourism ambassador of East Java. Raka is a predicate for boy tourism ambassador, while Raki is a predicate for girl tourism ambassador. The costumes wearing by Raka Raki tourism ambassador is equally important and in this case, it also a manifest of cultural promotion. Costumes of East Java Raka Raki created from the formulation of some humanist, artist, and observer of national costumes in East Java territory. The aims of this research are: (1) describes construction of East Java Raka Raki Costumes, (2) describes color of East Java Raka Raki costumes, and (3) describes meaning of East Java Raka Raki costumes. Type of this research is descriptive quantitative research with data collecting technique conducted were observation, interview, and documentation. Data analysis technique used triangulation that combine three methods those are observation, interview, and documentation. Raka is the term for East Java tourism ambassador Men and Raki is a term for Women tourism ambassador. Raka is Result of this research shows that (1) the construction of Raka costume are basofi with pants and fabric convoluted on hip and wearing closed udeng on head. While for Raki costume are standard kebaya without kutu baru (gear), wearing shawl and long fabric with East Java characteristic motif bang-bangan. (2) the color applied on Raka costume is dark (black) and on Raki costume is varied and dominantly bright. (3) Meaning of Raka costume, 5 buttons on center front of beskap is symbol of Islam commandment, 2 buttons on collar is symbol of two confessions of faith, 6 buttons on cuffs that each consist of 3 buttons is symbol pillars of faith. The fabric used by Raka symbolize the corteous. Keywords: Costume of East Java Raka Raki, color, meaning
PENGARUH PANJANG FLOUNCE TERHADAP HASIL JADI CIRCLE FLOUNCE SKIRT ASYMMETRIC DENGAN MENGGUNAKAN HORSEHAIR INDRAWATI, EKI
Jurnal Tata Busana Vol 5, No 3 (2016): Volume 5, Nomor 3, Edisi Yudisium Agustus 2016
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstrak Perkembangan mode yang begitu pesat seiring dengan perkembangan jaman, wanita dituntut untuk tampil stylist dan trendy dalam berbusana. Trend busana semakin hari semakin berbeda jika dilihat perkembangannya dari tahun ke tahun, pada tahun 1990 trend busana yang muncul yaitu dengan model busana yang minimalis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh panjang flounce terhadap hasil jad icircle flounce skirt asymmetric dengan menggunakan horsehair ditinjau dari aspek jatuhnya flounce, bentuk flounce dan gelombang  flounce. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen. Metode pengumpulan data menggunakan lembar observasi pada 30 observer. Analisis data menggunakan anava klasifikasi tunggal dengan bantuan SPSS 18 dengan taraf  nyata signifikan p<0,05 . Hasil analisis statistik uji anava, dapat disimpulkan bahwa jatuhnya flounce memiliki nilai Fhitung 8,984 dan memiliki harga p=0,010, artinya bahwa panjang flounce 1:2, 1:3 dan 1:4 berpengaruh secara signifikan terhadap hasil jadi circle flounce skirt asymmetric dengan menggunakan horsehair pada aspek jatuhnya flounce. Bentuk flounce memiliki hasil Fhitung 4,093 dan memiliki harga p=0,020, artinya bahwa panjang flounce 1:2, 1:3 dan 1:4 berpengaruh secara signifikan terhadap hasil jadi circle flounce skirt asymmetric dengan menggunakan horsehair pada aspek bentuk  flounce. Gelombang  flounce memiliki hasil Fhitung 7,418 dan memiliki harga p=0,01, artinya bahwa panjang flounce  1:2, 1:3 dan 1:4 berpengaruh secara signifikan terhadap hasil jadi circle flounce skirt asymmetric dengan menggunakan horsehair pada aspek  gelombang  flounce. Simpulan dari penelitian ini yaitu pengaruh panjang flounce terhadap hasil jadi circle flounce skirt asymmetric dengan menggunakan horsehair yang terbaik menghasilkan jatuhnya flounce yang mengembang dan bergelombang, bentuk flounce asimetris serta jarak antar gelombang yang dihasilkan sama rata adalah pada panjang  flounce 1:2.   Kata Kunci : Panjang flounce, circle flounce skirt asymmetric, horsehair Abstract        The development is so rapid fashion line with the times, women are required to perform stylist and trendy dress. Fashion trends are increasingly different when seen progress from year to year, in 1990 the emerging fashion trends is by its minimalist fashions. Methods of data collection using observation sheet at 30 observer. Analysis of data using a single clarification Anova with SPSS 18 with significant real level of p <0.05, which means there is an influence on the results so circle asymmetric flounce skirt by using horsehair.Statistical analysis ANOVA test, it can be concluded that the fall of the flounce has a value of F 8.984 and has a price p = 0.010, p> 0.05 means that the length flounce 1: 2, 1: 3 and 1: 4 significantly affect the results so circle flounce using asymmetric skirt with horsehair on criteria fall flounce. Shape flounce has the result of F 4.093 and has a price p = 0.020, p> 0.05 means that the length flounce 1: 2, 1: 3 and 1: 4 significantly affect the results so circle asymmetric flounce skirt with horsehair on criteria using the form flounce . Wave flounce has the result of F 7.418 and has a price of p = 0.01, p> 0.05 means that the length flounce 1: 2, 1: 3 and 1: 4 significantly affect the results so circle asymmetric flounce skirt with horsehair on the criteria used wave flounce. Conclusions from this research that there is a significant influence on all aspects of the results so circle asymmetric flounce skirt by using horsehair, from the aspect of the long fall of flounce on flounce better than the length flounce 1: 2 . Keywords: Long flounce, circle flounce skirt asymmetric, horsehair  
KARAKTERISTIK PRODUK BUSANA MUSLIM YANG DIMINATI KONSUMEN DI SAKINAH BORDIR Maharani Putri, Indira
Jurnal Tata Busana Vol 6, No 1 (2017): Volume 6, Nomor 1, Edisi Yudisium Pebruari 2017
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstrak   Karakteristik produk adalah ciri khusus dari suatu produk yang dapat dibandingkan dengan produk lainnya. Busana muslim adalah busana yang longgar menutup seluruh tubuh kecuali tangan dan wajah sebagai sarana mengamalkan ajaran agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik produk busana muslim yang  diminati konsumen di Sakinah Bordir berdasarkan  personal order dan sistem produksi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dan akan menghasilkan data yang bersifat kualitatif. Pengumpulan data dengan metode observasi dan wawancara dengan menggunakan instrumen penelitian yang digunakan berupa instrumen observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik produk busana muslim yang diminati konsumen berdasarkan personal order dan sistem produksi ditinjau dari desain produk dengan ide/ gagasan selalu mengikuti tren dan bukan untuk diproduksi secara masal serta fitur produk terletak pada penerapan desain hiasan pada produk busana muslim.   Kata Kunci: Karakteristik produk, busana muslim, minat konsumen.     Abstract   The Characteristic of the product is a trade from a product that can be compared with other products. And muslims are clothes that loosely cover the body except the hands  and face as a means of practicing Islam. The study aims to know the characteristic of the product the muslim fashion of interest of consumers based on personal order and the production system. This type of research that is used is the research descriptive and will produce data that are qualitative. The gathering data with the method of observation and interviews with the use of the instrument of research that are used in the form of instrument observations and the instrument interview. The results showed that the characteristics of the product in muslim fashion of interest of consumers based on personal order and production system is viewed from the product design with the idea that always follow the trend and not to be produced in mass grave and the features of a product which is on the implementation of the design ornaments in the muslim fashion.   The key word: The characteristics of the product, the muslim fashion, consumer interest.  
PEMBELAJARAN PEMBUATAN BLUS WRAP AND DRAPE BATIK BLITAR DENGAN MEDIA VIDEO PADA SISWA BUSANA BUTIK SMK NEGERI 3 BLITAR setiyastuti, winda
Jurnal Tata Busana Vol 6, No 1 (2017): Volume 6, Nomor 1, Edisi Yudisium Pebruari 2017
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstrak   Pembelajaran Pembuatan blus wrap and drape batik Blitar dengan menggunakan media video pada siswa SMKN 3 Blitar bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas instruktur, hasil pembuatan blus wrap and drape dan respon peserta.Jenis penelitian ini adalah deskriptif.Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi dan angket.Instrumen penelitian dengan lembar observasi, lembar kinerja dan lembar angket. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif mean dan persentase. Hasil Penelitian aktivitas instruktur pertemuan ke-1 dengan mean 3,96 kategori baik dan pertemuan ke-2 memperoleh mean 4 kategori baik. Nilai hasil pembuatan blus wrap and drape desain 1 dengan nilai rata–rata 94, desain 2 memperoleh nilai rata-rata 93,25 mendapatkan kategori sangat baik dan desain 3 memperoleh nilai rata-rata 89,75 dalam kategori baik. Respon peserta mendapatkan tanggapan sangat baik. Pada aspek 1, 3, 4 dan 5 mendapatkan persentase 100% kategori sangat baik dan aspek 2 mendapatkan persentase 83% kategori sangat baik.   Kata Kunci: Pembelajaran, Membuat Blus wrap and drape, Batik Blitar, Media video     Abstract   The learningin making wrap and drape blouse of Blitar batik by using a video on the students of SMKN 3 Blitarin order todescribe the activities of instructor, the result of wrap and and drape blouse making, and the responses of participants. The type of this research is a descriptive research. The data collection methods used in this research areobservation and questionnaire methods. The research instrumentsused areobservation sheets, worksheets and questionnaires. The data analysis technichques used aredescriptive of quantitative mean and percentages. The result of the research on instructor’s activities in the first meeting got the mean 3,96 for good category and the second meeting got the mean 4 for good category. The score for the resultof making wrap and drap blouse on design I was on average 94, design II was on average 93.25, in which, were very good category, and design III was on average 89,75, in which, it was good category. The responses of participants got very good responses. On aspect 1, 3, 4 and 5 got 100% with very good category and the aspect number 2, got 83% with very good category   The Key Word: Studying, wrape blouse and drape, Blitar’s Batik, Video medium.  
PENGARUH JUMLAH PANEL A BALL-SHAPED ACCORDION (JABARA) TERHADAP KUALITAS PRODUK GAUN PESTA ANAK PEREMPUAN Sulistyorini, Puji
Jurnal Tata Busana Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Nomor 1, Edisi Yudisium Februari 2018
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

JAS MOTIF BATIK DENGAN METODE TAILORING CUSTOM MADE ROHMA, LAILI
Jurnal Tata Busana Vol 6, No 1 (2017): Volume 6, Nomor 1, Edisi Yudisium Pebruari 2017
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstrak   Jas merupakan pakaian dari Eropa yang bahan utamanya menggunakan bahan wool. Setelah dilakukan pra-eksperimen menggunakan dua jenis metode, yang pertama metode fusible dan yang kedua menggunakan metode tailoring custom made. Dari kedua metode tersebut hasil yang paling bagus, rapi dan stabil yaitu metode tailoring custom made. Penerapan metode tailoring custom made pada jas batik Madura bertujuan untuk mengetahui hasil jadi penerapan metode tailoring custom made pada jas dengan batik berbahan kain katun di tinjau dari data compatibility, stabilizing, reducing, dan total look. Jenis penelitian ini termasuk deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi. Instrumen penelitian dengan lembar observasi. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif persentase. Hasil observasi jas batik dengan menggunakan metode tailoring custom made dengan rata-rata persentase dari data kesesuaian/compatibility 80,83% adalah cukup, data kestabilan/ stability 90% adalah baik, data pengurangan/reducing 91,66% adalah memuaskan dan data hasil jadi/total look 80% adalah cukup.   Kata Kunci: jas, motif, batik,metode, tailoring, custom  made.   Abstract   Jacket is European wear which main fabric is using wool. After pre-experiment was conducted using two different methods, first fusible method and second using tailoring custom made method, proven that from two methods, the best product, neater, and stable is using tailoring custom made. The implementing of tailoring custom made method on batik Madura jacket aimed to know the outcome of tailoring custom made method implementation on jacket with batik cotton fabric viewed from it compatibility, stabilizing, reducing, and total look. Research type is descriptive. Data collecting technique was observation. Research instrument was using observation sheet. Data analysis technique was using descriptive quantitative with percentage. Observation results of batik jacket by using tailoring custom made method in mean percentage for compatibility 80.83% is enough, for stability 90% is good, for reducing 91.66% is satisfying, and for total look 80% is enough.   Keywords: jacket, motif, batik, method, tailoring, custom made.  

Page 5 of 18 | Total Record : 174