cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Busana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 174 Documents
STUDI DESKRIPTIF PELATIHAN PEMBUATAN ROK UPCYCLING CELANA JEANS DI PANTI ASUHAN NURUL FALAH MOJOKERTO PRASETYANINGSIH, ELOK
Jurnal Tata Busana Vol 6, No 1 (2017): Volume 6, Nomor 1, Edisi Yudisium Pebruari 2017
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstrak   Pelatihan pembuatan rok  upcycling celana  jeans di panti asuhan Nurul Falah Mojokerto diadakan untuk memberikan keterampilan menjahit rok upcycling celana jeans. Tujuan penelitian adalah mengetahui : 1) aktivitas instruktur, 2) aktivitas peserta pelatihan, 3) hasil pelatihan, 4) respon peserta pelatihan pembuatan rok  upcycling celana  jeans di panti asuhan Nurul Falah Mojokerto. Jenis penelitian ini penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian 12 remaja putri yang bisa menjahit. Objek penelitian aktivitas instruktur,  aktivitas peserta pelatihan, hasil pelatihan, respon peserta pelatihan pembuatan rok  upcycling celana  jeans di panti asuhan Nurul Falah Mojokerto. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi dan angket. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dengan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) aktivitas instruktur selama pelaksanaan pelatihan, persentase 100% dengan kategori sangat baik, 2) aktivitas peserta pelatihan selama pelaksanaan pelatihan, persentase 100% dengan kategori sangat baik, 3) hasil pelatihan memperoleh nilai rata-rata (66-79) sebanyak 67% dengan kategori baik, (80-100) sebanyak 33% dengan kategori sangat baik, 4) respon peserta pelatihan, yang menyatakan “Ya” yaitu 84%, yang menyatakan “Tidak” yaitu 16%. Dari hasil analisis data di atas dapat disimpulkan bahwa seluruh aktivitas instruktur, aktivitas peserta, respon peserta dalam pelatihan pembuatan rok  upcycling celana  jeans di panti asuhan Nurul Falah Mojokerto diperoleh hasil dengan kategori sangat baik. Hasil pelatihan diperoleh hasil dengan kategori baik.   Kata kunci: Pelatihan, pembuatan rok, upcycling celana jeans.   Abstract   Making upcycling jeans skirt training at Nurul Falah orphanages Mojokerto is aimed to give skirt sewing skills made from upcycling jeans. the purposes of this study are to know: 1) the instructor’s activity, 2) the trainees’ activity, 3) the training result, and 4)  the trainees’ response of the making upcycling jeans skirt training at Nurul Falah orphanages Mojokerto. This research used descriptive quantitative. The subject of the study were 12 girls. The object of the study is the instructor’s activity, the trainees’ activity,  the training result, and  the trainees’ response. The data collection method used observation and questionnaires. The data analysis used the percentage of the instructor’s activity, trainees’ activity, results of the activity and the response of the training. The results of the study shows that 1) the instructor’s activity during the implementation of the training was 100%, categorized as very good, 2) the trainees’ activity during the implementation of the training was 100%, categorized as very good, 3) the averaged value of the training result was (66-79) , or 67 % categorized as good, (80-100) or 33%, categorized as very good, 4) the average renponse of trainees stating “Yes” of response ststatement was 84 %, while stating “No” of response ststatement was 16 %. From the result above, it can be conclude that all of the insturtor’s activity, trainees’ activity, trainees’ response of the making upcycling jeans skirt training at Nurul Falah orphanages Mojokerto could be says in good category. The training result  is also in good category.   Keywords: Training, making skirt, upcycling jeans.  
PEMBUATAN MEDIA INTERAKTIF PADA MATERI GRADING POLA DASAR SAADAH, MUNIROTUS
Jurnal Tata Busana Vol 6, No 1 (2017): Volume 6, Nomor 1, Edisi Yudisium Pebruari 2017
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media interaktif pada materi grading pola dasar berbasis software articulate studio’13. Selain itu penelitian ini juga bertujuan mengetahui kelayakan media interaktif pada materi grading pola dasar dan mengetahui respon mahasiswa terhadap  media interaktif pada materi grading pola dasar. Subjek penelitian ini yaitu mahasiswa DIII Tata Busana angkatan 2015 yang sedang menempuh mata kuliah grading. Metode penelitian yang digunakan adalah Four-D Model yang terdiri dari tiga fase, yaitu : Define, Design, Develop, Desseminate. Namun dalam penelitian ini desseminate tidak digunakan karena penelitian ini masih dalam ruang lingkup yang kecil. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan angket kelayakan media dan angket respon mahasiswa. Analisis data dilakukan dengan penyajian data, analisis tingkat rating, rerata, persentase skor, tabulasi tabel dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah kelayakan media interaktif pada materi grading pola dasar yang telah divalidasi dan dengan hasil rating rerata sebesar 95,58% yang termasuk kategori sangat layak, dan berdasarkan hasil angket respon mahasiswa diperoleh hasil rating rerata sebesar 90,97% yang termasuk kategori sangat layak. Maka dapat disimpulkan bahwa media interaktif pada materi grading pola dasar sangat layak digunakan dalam pembelajaran mata kuliah grading.   Kata kunci : Media Pembelajaran, Software Articulate Studio’13, Grading Pola Dasar   Abstract   This research aims to produce a product media interactive of basic pattern grading based software articulate studio’13. In addition, this research also aims to know advisability media interactive of basic pattern grading and see students response about advisability from media interactive of basic pattern grading. The subject research is students of Diploma Fashion design 2015 are taking grading lesson. The method which use four-D model consist of four phases: Define, Design, Develop and Desseminate. But in this research desseminate has not use because this research is still on small range. Technique of accumulation data uses the advisability media questionnaire and students response questionnaire. Analysis method used presentation data, rating level analysis, average, score precentage, tabel of tabulation and conclusion. This result is advisability of media interactive of basic pattern grading  has been validated with the average rating 95,58% that included in very advisability category, and result of students response get average rating 90,58% that included in very advisability category. This conclusion of media interactive of basic pattern grading is very advisability to use in grading lesson.   Keyword: Learning, Media, Articulate Studio, Pattern, Grading.  
PELATIHAN PEMBUATAN AKSESORIS DI PANTI ASUHAN SITI FATIMAH PANDAAN YULINDA SUUDY, RATNA
Jurnal Tata Busana Vol 6, No 1 (2017): Volume 6, Nomor 1, Edisi Yudisium Pebruari 2017
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstrak   Anak  panti asuhan dapat dikategorikan anak kurang beruntung dibandingkan anak pada umumnya yang memiliki keluarga utuh, sehingga harus diberi keterampilan sebagai bekal mandiri. Panti Asuhan Siti Fatimah Pandaan memiliki beberapa ekstrakurikuler yang mengembangkan keterampilan, salah satunya adalah ekstrakurikuler tata busana, namun pada pelaksanaannya banyak yang akhirnya berhenti dengan alasan sulitnya materi membuat pola dan menjahit. Permasalahan tersebut menjadi alasan peneliti melakukan pelatihan pembuatan aksesoris dari resleting dan flanel sebagai alternatif materi lain untuk ekstrakurikuler tata busana. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aktivitas pelatih dan peserta, hasil pembuatan aksesoris, serta respon peserta. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah 24 remaja putri yang mengikuti ekstrakurikuler tata busana berusia 16–17 tahun. Data dikumpulkan dengan metode observasi  dan angket. Metode analisis data menggunakan rata-rata untuk aktivitas pelatih, aktivitas peserta, dan respon peserta, serta persentase untuk hasil pembuatan aksesoris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) aktivitas pelatih  diperoleh rata-rata 3,5 dengan kategori sangat baik, 2) aktivitas peserta pelatihan diperoleh rata-rata 2,9 dengan kategori baik, 3) hasil  pembuatan aksesoris, 63% peserta pelatihan  memperoleh nilai produk 81-100 dengan kategori sangat baik,  4) respon peserta pelatihan mendapat rata-rata 4,3 dengan  kategori sangat setuju.   Kata Kunci: Pelatihan, keterampilan, aksesoris.   Abstract   Children orphanage can be categorized disadvantaged children than who have a whole family, so it must be given the skills to be independent. Siti Fatimah orphanage of  Pandaan have some extracurricular  to develop skills, one of which is dressmaking  extracurricular, but in practice many girls finally stopped on the grounds of the difficulty of making patterns and sewing. These problems make the reason researchers conducting training of making accessories of zippers and flannel as an alternative to other learning materials for dressmaking extracurricular. The  aims of this research are to know trainer activities, trainee activities, accessories creation, also response of trainee. The method use in this research is descriptive quantitative. Research subject are 24 female students that follow dressmaking extracurricular around 16-17 years old. Data is collected by using observation and questionnaire. Data analysis method uses average to apply trainer activity, trainee activity, and also response of trainee, also percentage for training. Result of the research shows that, 1) trainer activity obtained mean 3.5 with very good category, 2) trainees activity obtained mean 2.9 with good category, 3) the result of the making accessories, 63% trainees get final product of 81-100 with very good category,  4) trainees responses obtained mean 4.3 with agree category. Keywords: Training, skill, accessories.  
PELATIHAN TEKNIK IKAT CELUP PADAT-SHIRT BAGI SISWA DI SMALB-B KARYA MULIA SURABAYA MARTA MONIKA, CHONILA
Jurnal Tata Busana Vol 6, No 1 (2017): Volume 6, Nomor 1, Edisi Yudisium Pebruari 2017
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstrak   Sekolah Luar Biasa Bagian B adalah lembaga pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena mengalami gangguan pendengaran dan komunikasi. Mereka perlu dibekali keterampilan agar kelak setelah lulus sekolah mereka dapat hidup mandiri dan tidak tergantung pada orang lain. Kegiatan tersebut diupayakan bagi siswa di SMALB-B Karya Mulia Surabaya. Karya seni budaya siswa di SMALB-B tersebut meliputi lukisan dan batik, namun faktanya pembuatan motif atau membatik dapat juga dilakukan dengan teknik ikat celup. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas pelatih, hasil jadi teknik ikat celup pada t-shirt dan respon peserta. Jenis penelitianiniadalahpre-experimental design dengan rancangan penelitian One Shoot Case Study. Subjek penelitian ini adalah 15 siswa di SMALB-B tersebut. Data dikumpulkan dengan metode observasi dan metode angket. Metode analisis data yang digunakan adalah mean untuk aktivitas peserta dan hasil jadi teknik ikat celup, dan persentase untuk respon peserta.Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas pelatih diperoleh meanrata-rata 3,7 dengan kategori baik. Hasil jadi teknik ikat celup pada t-shirt ditinjau dari 3 aspek yaitu, 1) Ketepatan teknik pembuatan diperoleh nilai rata-rata 91,8 dengan kategori sangat baik, 2) Ketepatan peletakkan motif diperolehnilai rata-rata 92,3 dengan kategori sangat baik, 3) Kesesuaian warna diperoleh nilai rata-rata 90,5 dengan kategori baik. Pada respon peserta pelatihan diperoleh persentase sebesar 94% dengan kategori sangat baik.   Kata Kunci: Pelatihan, Teknik Ikat Celup, T-Shirt   Abstract   Extraordinary school part B is an educational institution for students had the difficulty in following the learning procces because hearing impaiments and communication. They need get other skills, so that one day after they graduate from school they can live independent and not depen on others people. That activty to attain a certain aim for students in Extraordinary Senior High School-B Karya Mulia Surabaya. The culture art work of students in Extraordinary Senior High School-B are painting and batik, but in fact making a motive or membatik can also making tie-dying. The purpose of this study was to determine the activity of the trenee, and how the result of tie-dying on t-shirt and the response of the paticipants. The type of this research use pre-experimental design with one shoot case study. The subject were 15 students in Extraordinary Senior High School-B. The methode of collecting data by observation and questionarie. The methode of analysis data used in the form of an average for the trenee activity and result of tie-dying on t-shirt and percentage to response of the participants.The result of this research is the trenee activity an average score of 3,7 in good categories. There are three aspects of result tie-dying on t-shirt, such as 1) Accurary making techniques obtained average score 91,8 with very good category, 2) Accurary laying motive obtained average score 92,3 with very good category, 3) Compatibility colour obtained average score 90,5 with good category. And response of participants obtioned a percentage of 94% with very good category.    Keyword: Training, Tie-dying, T-Shirt  
PENERAPAN BAHAN AJAR MODUL PADA MATA PELAJARAN PEMBUATAN BUSANA INDUSTRI DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI TATA BUSANA DI SMK NEGERI 6 SURABAYA FANNITASARI, DEBY
Jurnal Tata Busana Vol 6, No 1 (2017): Volume 6, Nomor 1, Edisi Yudisium Pebruari 2017
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Problem based instruction merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang mengorientasi-kan siswa pada permasalahan autentik dengan maksud untuk menyusun pengetahuan siswa, mengembangkan inkuiri dan keterampilan berpikir, mengembangkan kemandirian dan percaya diri. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan aktivitas siswa, respon siswa, dan hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes, dan angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik uji-t one group design dan analisis des-kriptif kuantitatif dengan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan langkah-langkah problem based instruction pada siklus 1,2, dan 3 masing-masing 81,11%, 88%, 96,44%. Aktivitas siswa pada siklus 1 adalah 84,81%, pada siklus 2 adalah 97,27%, dan pada siklus 3 adalah 98,77%, serta hasil perolehan angket respon siswa terhadap penggunaan bahan ajar modul adalah 77,99%. Ketercapaian ketuntasan belajar siswa pada siklus 1 mencapai 66,75%, pada siklus 2 adalah 77,53%, dan pada siklus 3 adalah 100%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan bahan ajar modul dengan model pembelajaran problem based instruction adalah dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran pembuatan busana industri kelas XI Tata Busana SMK Negeri 6 Surabaya. Kata Kunci: Bahan ajar modul, model pembelajaran problem based instruction, pembuatan busana industri Abstract Problem based Instruction was approach learning that oriented students to problem to construct knowledge, to expand inquiry and thinking skills, to expand indenpedently, and confidence. This aims of this research were to know implementation of problem based Instruction steps, to increase students activity, students response, and students study result. This research was classroom action research. This instruments used were observation sheet, test, and response quissioner. Data analisis used were statistic analisis t-test one group design and descriptive quantitative analysis with percentage. Result of this research show that implementation of problem based instruction steps at cycle 1, 2, and 3 were 81,11%, 88%, 96,44%. Students activity at cycle 1 was 84,81%, at cycle 2 was 97,27%, and at cycle 3 was 98,77% and result of response students quissioner used teaching materials of module was 77,99%. Achievement of students study completed at cycle 1 was 66,75%, at cycle 2 was 77,53%, and at cycle 3 was 100%. So it could be concluded that implementation teaching materials of module on garment lesson with problem based instruction can be achievement of students study result on garment lesson in class XII Fashion Designer at SMK Negeri 6 Surabaya. Keywords: Teaching materials of module, problem based instruction, garment lesson.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION) PADA SUB KOMPETENSI MEMBUAT POLA ROK SESUAI UKURAN STANDAR DI KELAS XI BUSANA BUTIK 5 SMK NEGERI 6 SURABAYA HASANAH, NUR
Jurnal Tata Busana Vol 6, No 1 (2017): Volume 6, Nomor 1, Edisi Yudisium Pebruari 2017
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstrak   Model pembelajaran kooperatif tipe TAI adalah model pembelajaran yang disusun dengan menggabungkan pembelajaran secara berkelompok dan individu. Tujuan penelitian model pembelajaran kooperatif tipe TAI ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TAI terhadap hasil belajar siswa pada sub kompetensi membuat pola rok dengan menggunakan ukuran standar. Penelitian ini mencakup enam fase, yaitu menyampaikan tujuan, menyajikan informasi, mengorganisasi siswa ke dalam kelompok belajar, membimbing kelompok belajar, evaluasi, dan refleksi, serta memberikan penghargaan.  Jenis penelitian ini adalah penelitian Pre Experimental Design, dengan menggunakan desain penelitian The One Group Pretest-Posttest Design. Metode pengumpulan data yang digu-nakan adalah metode tes dengan instrumen penelitian yaitu lembar soal untuk, lembar soal yaitu tes kognitif dan psikomotor yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif dengan uji Chi Square dibantu dengan menggunakan aplikasi SPSS 18. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TAI (Team Assisted Individualization) terhadap hasil belajar siswa pada sub kompetensi membuat pola rok dengan menggunakan ukuran standar. Terbukti dengan adanya perbedaan hasil belajar siswa pada pre-test dan post test. Sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TAI  terhadap hasil belajar siswa siswa di kelas XI Busana Butik 5 SMK Negeri 6 Surabaya.   Kata kunci: Model pembelajaran kooperatif tipe team assisted individualization, hasil belajar siswa, sub kompetensi membuat pola rok dengan menggunakan ukuran standar     Abstract   Team assisted individualization cooperative learning is a learning model which is arranged by combining groups and individuals instruction. The purpose of the study is to find out the impact of TAI cooperative learning towards the students’ learning achievement in the making of used standardized skirt pattern sub competency. This study has six phases, those are conveying the purpose, delivering information, organizing students in study groups, guiding study groups, evaluating, reflecting, and giving rewards. The type of this research  is Pre Experimental Design using The One Group Pretest-Posttest design. The data collection used in this study is test method, and the instruments used are cognitive and psychomotor test worksheets to find out the students’ learning achievement. The data analysis used is quanttative analysis Chi Square, and data analysis by SPSS 18 series. The result shows that there is influence towards the implementation of team assisted individualization cooperative learning in the sub competency of standardized skirt pattern making. It is proven by the different results of students’ learning between pre-test and post-test. Therefore, it can be stated that there is significant influence towards the implementtation of team assisted individualization cooperative learning in the sub competency of used standardized skirt pattern making to the XI fashion boutique 5 graders of SMK Negeri 6 Surabaya.   Keywords: Team assisted individualization cooperative learning, student’s learning achievement, sub competency of used standardized skirt pattern making  
UJI COBA PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA KOMPETENSI MENGOPERASIKAN MESIN JAHIT MANUAL DAN INDUSTRI DI KELAS X BUSANA BUTIK 1 SMKN 1 BAURENO, BOJONEGORO UMMATUS S, AYU
Jurnal Tata Busana Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2017
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstrak   Kompetensi mengoperasikan mesin jahit manual dan industri merupakan salah satu materi pelajaran dasar teknologi menjahit. Tujuan Penelitian ingin mengetahui pengaruh diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap aktivitas belajar dan hasil belajar siswa pada kompetensi mengoperasikan mesin jahit manual dan industri. Populasi dan sampel penelitian berjumlah 20 siswa. Metode penelitian adalah mix method. Desain pene-litian adalah One Group Pretest - Posttest. Data dikumpulkan menggunakan teknik observasi, dan tes (tes tulis dan tes kinerja). Dianalisis secara deskriptif dan statistik uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas siswa pada penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terlaksana dengan sangat baik. Hasil penilaian sikap siswa menunjukkan bahwa siswa sudah menerapkan sikap bertanggung jawab bekerja sama, saling menghargai, disiplin, jujur dan percaya diri dengan baik dalam proses pembelajaran. Nilai chi kuadrat adalah 0.185 ≥ 0.05. Maka Ha diterima dan Ho ditolak, terdapat peningkatan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah diterapkan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Setelah menggunakan penerapan pembelajaran kooperatif Jigsaw, hasil belajar kompetensi mesin jahit manual dan industri hasilnya meningkat. Temuan penelitian adalah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada kompetensi mengoperasikan mesin jahit manual dan industri dapat meningkatkan aktivitas belajar, sikap siswa dan hasil belajar siswa pada ranah kognitif dan psikomotorik.   Kata kunci:  Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, hasil belajar siswa, kompetensi mengoperasikan mesin jahit manual dan industri   Abstract   Competency of operate manual and industry sewing machine is one of subject matter of basic sewing technology. Research purpose is determine the effect applied cooperative learning type jigsaw to learning activity and learning outcomes student on competency of operate manual and industry sewing machine. Population and sample of research is 20 students. Research method is mix method. Research design is One Group Pretest - Posttest. Collected data use observation technique and test (write test and performance test). Analyzed descriptively and statistic chi square test. The research result thant student activity on cooperative learning type jigsaw performing well. The research result that student had applied attitude of responsibility, respect, discipline, honest and confidence of learning process is well. Value of chi square is 0.185 ≥ 0.05. Then Ha is eccepted and Ho is rejected, there was increas of learning result before and after applied cooperative learning type jigsaw. After applied cooperative type jigsaw, the learning result of competency of operate manual and industry sewing machine is increase. The research findings is applied cooperative learning type jigsaw on competency of operate manual and industry sewing machine can increase learning activity, student attitude, and the learning outcomes of student on aspect cognitif and psicomotor.     Keywords:  Cooperative learning type jigsaw, the learning outcomes of students, competency of operate manual and industry sewing machine  
MINAT KONSUMEN PADA AKSESORIS KALUNG DARI LIMBAH KULIT SIWALAN MAFIKASARI, VEFIANA
Jurnal Tata Busana Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2017
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pemanfaatan limbah kulit siwalan sebagai aksesoris bertujuan untuk mengetahui minat konsumen terhadap desain aksesoris dan mengetahui kriteria desain pengembangan aksesoris 9 kalung dari limbah kulit siwalan yang paling diminati oleh konsumen ditinjau dari unsur dan prinsip desain berdasarkan survey. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode kuantitatif. Instrument penelitian yang digunakan adalah lembar angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data deskriptif kuantitatif menggunakan perhitungan persentase. Hasil penelitian minat konsumen terhadap desain aksesoris kaung dari limbah kulit siwalan adalah 1) Usia 13-15 Tahun, unsur bentuk lingkaran sangat suka 80%, suka 20%, unsur warna kontras sangat suka 80%,suka 10%, unsur ukuran 70 cm sangat suka 70, suka 30%, prinsip irama bentuk persegi, warna kontras, dan ukuran 70 cm sangat suka 90%, suka 10%, bentuk oval, warna kontras, dan ukuran 70 cm sangat suka 80%, suka 20, bentuk lingkaran, warna netral, dan ukuran 50 cm sangat suka 30%, suka 70%,. 2) Usia 16-18 Tahun, bentuk persegi sangat suka 20%, suka 70%, warna netral sangat suka 30%, suka 50%, ukuran 60 cm sangat suka 20%, suka 70%, prinsip irama bentuk persegi, warna netral, dan ukuran 50 cm sangat suka 50%, suka 50%, bentuk oval, warna netral, dan ukuran 50 cm sangat suka 40%, suka 60%, bentuk lingkaran, warna netral, dan ukuran 50 cm sangat suka 30%, suka 60%. 3) Usia 19 – 21 Tahun, bentuk oval sangat suka 50%, suka 50%, warna netral sangat suka 10%, suka 60%, ukuran 70 cm dengan persentase sangat suka 10%, suka 70%, prinsip irama bentuk persegi, warna nuans, dan ukuran 60 cm sangat suka 10%, suka 60%, bentuk oval, warna nuans, dan ukuran 60 cm sangat suka 0%, suka 70%, bentuk lingkaran, warna netral, dan ukuran 50 cm sangat suka 20%, suka 60%. Desain aksesoris kalung dari limbah kulit siwalan yang paling diminati adalah usia 13-15 bentuk oval, warna kontras, dan ukuran kalung 70 cm dengan persentase 50%. Usia 16-18 tahun bentuk persegi, warna netral, dan ukuran kalung 50 cm dengan persentase 40%. Usia 19-21 tahun bentuk persegi, warna nuans, dan ukuran kalung 60 cm dengan persentase 30%. Kata Kunci: Pemanfaatan Limbah, Kulit Siwalan, Aksesoris Kalung. Abstract Utilization of palm shell waste as accessories aims to determine consumer interest towards design necklace of palm shell waste in terms of the elements and principles of design, and determine design necklace of leather waste siwalan most in demand by consumers. This research is a descriptive research with quantitative methods. Research instrument used was a questionnaire or a questionnaire sheet. The data analysis technique used is the technique of data analysis using quantitative descriptive percentage calculations. The results of the research interest of consumers against Kaung accessories designs from waste leather palm is 1) Ages 13-15 Years Old, elements of circular shape very like 80%, like 20%, contrasting color elements very like 80%, like 10%, an element of size 70 cm highly Like 70, like 30%, the principle of rhythm square shape, color contrast, and size of 70 cm is like 90%, like 10%, an oval shape, color contrast, and size of 70 cm is like 80%, like 20, a circle shape, color neutral, and the size of 50 cm is like 30% like 70% . 2) Ages 16-18 Years Old, square shape very like 20%, like 70%, a very neutral color like 30%, like 50%, the size of 60 cm is like 20%, like 70%, the principle of rhythm square shapes, neutral colors, and a size of 50 cm is like 50%, like 50%, an oval shape, neutral colors, and sizes of 50 cm is like 40%, like 60%, a circular shape, neutral colors, and sizes of 50 cm is like 30% like 60%. 3) Age 19-21 Years Old, oval shape very like 50%, like 50%, neutral colors are very like 10%, like 60%, size 70 cm with a percentage really like 10%, like 70%, the principle of rhythm square shapes, colors Nuans, and size of 60 cm is like 10%, like 60%, an oval shape, color Nuans, and measures 60 cm really like 0%, like 70%, a circular shape, neutral colors, and sizes of 50 cm is like 20%, like 60%. Design necklace of leather waste siwalan most desirable is 13-15 oval shape, contrasting colors, and the size of the necklace 70 cm with a percentage of 50%. 16-18 square shapes, neutral colors, and the size of the necklace 50 cm with a percentage of 40%. Age 19-21 years old square shapes, colors Nuans and necklace size 60 cm with a percentage of 30%. Keywords: Waste Utilization, Siwalan Leather, Accessories Necklac.
PERBAIKAN SAROUEL PANTS METODE WINIFRED ALDRICH Ayessa Maulidina, Putri
Jurnal Tata Busana Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2017
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstrak   Sarouel Pants merupakan celana yang diadaptasi dari budaya Islam dengan pesak yang menggantung dan membentuk drapery, celana ini menjadi trend pada Musim Semi tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil jadi Sarouel Pants metode Winifred Aldrich pada fitting I sebelum perbaikan, hasil jadi Sarouel Pants metode Winifred Aldrich fitting II ber-dasarkan perbaikan 1, dan hasil jadi Sarouel Pants metode Winifred Aldrich fitting III berdasarkan perbaikan 2.  Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk menge-tahui hasil jadi Sarouel Pants metode Winifred Aldrich pada fitting I, II, dan III. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi yang dilakukan oleh 30 observer dengan menggunakan lembar observasi dalam bentuk check list menggunakan skala guttman. Kemudian dianalisis dengan menggunakan mean dan disajikan dalam diagram batang. Hasil observasi fitting I aspek hasil jadi pinggang dan panggul mendapatkan mean 3.04 kategori baik, hasil jadi yoke panggul mendapat-an mean 3.40 kategori baik, hasil jadi drapery mendapatkan mean 3.4 kategori baik , hasil jadi gusset  mendapatkan mean 3.40 kategori baik , dan hasil jadi bentuk pipa celana pada sarouel pants mendapatkan mean 3.10 kategori baik sehingga diperlukan perbaikan untuk keseluruhan aspek. Perbaikan dilakukan dengan mengurangi 1 cm pada bagian lingkar pinggang dan panggul, mengu-rangi 1 cm pada garis yoke, membentuk garis kurva pada yoke, mengurangi 2 cm pada pipa ce-lana, dan mengurangi 2,5 cm pada pergelangan kaki. Hasil observasi fitting II berdasarkan per-baikan 1, untuk aspek hasil jadi pinggang dan panggul mendapatkan mean 4.0, hasil jadi yoke panggul mendapatkan mean 3.40 kategori baik, hasil jadi gusset mendapatkan mean 4.0 kategori sangat baik dan aspek hasil jadi bentuk pipa celana mendapatkan mean 4.0 kategori sangat baik. Perbaikan dilakukan pada aspek hasil jadi yoke panggul, dan hasil jadi drapery yaitu dengan membentuk garis kurva pada yoke. Hasil observasi fitting III berdasarkan perbaikan 2, untuk aspek hasil jadi pinggang dan panggul mendapatkan mean 4.0 , hasil jadi yoke panggul mendapatkan mean 4.0, hasil jadi drapery mendapatkan mean 4.0, hasil jadi gusset mendapatkan mean 4.0, dan hasil jadi bentuk pipa celana mendapatkan mean 4.0 sehingga tidak diperlukan perbaikan untuk keseluruhan aspek. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu untuk pembuatan sarouel pants dengan metode Winifred Aldrich menggunakan bahan knit yang memiliki daya mulur, pada bagian ping-gang dan panggul dikurangi 1-2 cm dari ukuran asli, pada bagian pipa celana dikurangi 1,5-2 cm dari ukuran asli, pada bagian yoke menggunakan serat memanjang, dan pada bagian gusset atau pesak menggunakan serat serong 45 derajat.   Kata Kunci: Perbaikan sarouel pants, metode Winifred Aldrich.   Abstract   Sarouel Pants are trousers adapted from the Islamic culture with hanging crotch and drapery on it, these trousers are becoming a trend in the Spring of 2016. This study aims to find out the results of the Sarouel Pants using Winifred Aldrich method with 1st fitting before correction, 2nd fitting with correction 1, and 3rd fitting with corretion 2. This type of research is descriptive quantitative research that aims to find out the results of Sarouel Pants using Winifred Aldrich methods with fitting I, II, and III. The method used is the observation made by 30 observers using research instrument sheet in the form of a check list using Guttman scale which was then analyzed using mean and presented in a bar chart. In observation of the first fitting aspect of the results of  the waist and hips get mean 3.04 with well average categories, the results of the hip yoke get mean 3.40 with well average categories, the results of the drapery get mean 3.4 with well average categories, the results of the gusset get mean 3.40 with well average categories, and the results of the pants pipeline get mean  3:10 with well average categories, therefore the are needed correction for the overall aspect in fitting I. In second fitting based on correction 1, the result of the waist and hips get a mean 4.0 with excellent average categories, the results of hip yoke get mean 3:40 with well average categories, the results of the gusset get mean 4.0 with excellent average categories and the result of the pants pipeline get mean  4.0 with excellent average categories. On fitting II there are still needed a correction for several aspect which is the result of hip yoke and the result of. In third fitting based on corretion 2, the result of the waist and hips get a mean 4.0 with excellent average categories, the results of hip yoke get mean 4.0 with excellent average categories, the results of the gusset get mean 4.0 with excellent average categories and the result of the pants pipeline get mean  4.0 with excellent average categories so no longer correction are needed for the overall aspect.   Keywords: Correction Of Sarouel Pants, Winifred Aldrich Methods.  
PERBEDAAN HASIL HIASAN KOMBINASI BORDIR DAN SULAMAN BAYANGAN ANTARA KAIN ORGANDI SUTRA DAN ORGANDI POLYESTER PADA HALF CIRCLE SKIRT PUTRI W, MEI
Jurnal Tata Busana Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2017
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstrak   Perkembangan desain tekstil saat ini mempunyai beragam jenis, bentuk dan cara penerapannya, seiring dengan perkembangan zaman hal tersebut turut mempengaruhi perkembangan mode yang kini semakin beragam dan inovatif. Inovasi produk sulaman perlu terus menerus dilakukan agar tidak mengalami kejenuhan trend demi memenuhi kebutuhan pasar yang semakin tinggi. Saat ini skirt menjadi fashion item yang sangat diminati wanita, karena sangat cocok dipadukan dengan berbagai atasan busana.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil jadi hiasan kombinasi bordir dan sulaman bayangan antara kain organdi sutera dan organdi polyester ditinjau dari aspek bentuk hiasan, kerapian hiasan di bagian baik dan di bagian buruk, dan kestabilan hasil jadi hiasan. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen dengan variabel bebas kain organdi sutera dan kain organdi polyester. Variabel terikat hasil jadi hiasan kombinasi bordir dan sulaman bayangan pada half circle skirt ditinjau dari aspek bentuk hiasan, kerapian hiasan di bagian baik dan di bagian buruk dan kestabilan hasil jadi hiasan. Metode pengumpulan data menggunakan lembar observasi pada 30 observer. Analisis data menggunakan lembar observasi pada 30 observer. Analisis data menggunakan uji t (t-test) dengan bantuan SPSS 18 dengan taraf signifikan ? ≤ 0,05. Berdasarkan analisis data statistik menggunakan uji t (t-test) pada penelitian yang telah dilakukan tentang perbedaan hasil hiasan kombinasi bordir dan sulaman bayangan menggunakan kain organdi sutera dan organdi polyester dapat disimpulkan, bahwa terdapat perbedaan pada hasil jadi hiasan kombinasi bordir dan sulaman bayangan antara menggunakan kain organdi sutera dan organdi polyester pada aspek bentuk hiasan pada half circle skirt. Sedangkan pada aspek kerapian hiasan dibagian baik dan dibagian buruk tidak terdapat perbedaan pada hasil jadi hiasan kombinasi bordir dan sulaman bayangan antara menggunakan kain organdi sutera dan organdi polyester.   Kata Kunci: Hiasan, bordir, sulaman bayangan, organdi sutera, organdi polyester, half circle skirt.   Abstract   Development of textile designs currently has various types, shapes and how to implement, along with the time that also influence the development of fashion that is increasingly diverse and innovative. Embroidery product innovation needs to continue to do so as not to burn out the trend in order to meet the market requirements are higher. Currently skirt became fashion items that are very attractive lady, as is perfect paired with a variety of tops fashion. The purpose of this study was to determine differences in the results ornament combination of embroidered and shadow embroidery between use silk organdy and polyester organdy review of aspects of ornament shape, ornament neatness in good part and bad part, and the stability of the finished product decoration. This research is an experimental research with independent variable silk organdy and polyester organdy. The dependent variable the result ornament combination of embroidered and shadow embroidery on half circle skirt in terms of ornament shape, neatness decoration at the good and bad part and the stability of the finished product decoration. Methods of data collection using observation sheet at 30 observer. Data analysis using t test with SPSS 18 program with a significant level ? ≤ 0,05. Based on statistical data analysis using t test on the research that has been done on the differences ornament combination of embroidered and shadow embroidery using silk organdy and polyester organdy can be concluded, that there are difference in results ornament combination of embroidered and shadow embroidery between use silk organdy and polyester organdy on the aspect of ornament shape on half circle skirt and on the aspect of stability the result ornament on half circle skirt. While on the aspect of neatness decoration at the good and in the bad part there was no difference in the result of shadow embroidery between use silk organdy and polyester organdy.   Keywords: Ornament, embroidered, shadow embroidery, silk organdy, polyester organdy, half circle skirt.  

Page 6 of 18 | Total Record : 174