cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Rekayasa Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 380 Documents
PENGARUH PENGGUNAAN COPPER SLAG SEBAGAI PENGGANTI PASIR (FINE AGGREGATE) PADA CAMPURAN PAVING BLOCK KURNIAWATI, LIANITA
Rekayasa Teknik Sipil Vol 3, No 3/REKAT/17 (2017): Wisuda ke-90 Periode 3 Tahun 2017
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produk sampingan yang dihasilkan oleh PT.Smelting berupa copper slag, dengan kandungan unsur besi (Fe) sebanyak 74,97%. Secara fisik hampir sama dengan karakteristik pasir, sehingga memungkinkan untuk digunakan sebagai substitusi pasir pada campuran paving block. Tujuannya adalah mengetahui pengaruh penggunaan copper slag terhadap kualitas paving, sesuai dengan SNI 03-0691-1996. Perbandingan komposisi antara semen dan agregat halus yang digunakan dalam campuran paving block sebanyak 1 PC : 3 Pasir. Pembuatan benda uji dilakukan dengan mensubstitusi copper slag pada presentase 30%, 35%, 40%, 45%, dan 50%. Untuk mengetahui pengaruh penggunaan copper slag pada paving block, maka dilakukan pengujian pada kualitasnya berdasarkan acuan SNI 03-0691-1996. Pengujian yang dilakukan meliputi penyerapan air, kuat tekan, dan keausan  pada umur 28 hari. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semakin banyak substitusi copper slag yang digunakan, dapat mempengaruhi kepadatan paving block. Penggunaan copper slag hingga pada proporsi 50% mengindikasi peningkatan berat volume, penurunan penyerapan air, peningkatan kuat tekan, dan penurunan pada nilai keausan. Dengan demikian dapat dikatakan substitusi copper slag terhadap pasir menghasilkan paving block yang berkualitas dan sesuai dengan standar SNI. Kata Kunci: Paving block, copper slag, penyerapan air, kuat tekan, keausan. Abstract By-product have been produced by Smelting industry in the form of copper slag, with iron (Fe) content as much as 74.97%. Physically almost the same as the sand, So it is possible to use as sand substitution on concrete paving blocks admixture. The objective is to know the effect of copper slag on the quality of paving, accordance with Indonesian Standard SNI 03-0691-1996. Comparison of the composition between cement and fine aggregate used in paving block admixture of 1 PC : 3 Sand. Preparation of paving block is done by substituing copper slag with 30%, 35%, 40%, 45%, and 50% percentage. As determine the effect of using copper slag on paving block, then tested on its quality based on reference Indonesian Sandard SNI 03-0691-1996. Tests were performed include water absorption, compressive strength and abrasion resistance on 28 days. The results showed that the more copper slag substitution have used, it can affect the density of paving block. Using of copper slag up to 50% proportion indicates increased volume weight, decreased water absorption, increased compressive strength, and decreased abrasion resistance. Thus, it can be said that copper slag substitution to sand produces a quality paving block and in accordance with the national standard of Indonesia. Keywords: Paving block, copper slag, water absorption, compressive strength, abrasion resistance.
“PENGARUH NORMALISASI KALI SADAR TERHADAP SISTEM DRAINASE PENGENDALIAN BANJIR WILAYAH KECAMATAN MOJOANYAR KABUPATEN MOJOKERTO” SHONIA NUR AZHAMI, BEBA
Rekayasa Teknik Sipil Vol 3, No 3/REKAT/17 (2017): Wisuda ke-90 Periode 3 Tahun 2017
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banjir merupakan salah satu bentuk daya rusak air yang merupakan fenomena alam karena tingginya curah hujan dimana kapasitas sungai atau saluran drainase tidak mampu untuk menampung dan mengalirkan air. Genangan air selalu terjadi di beberapa titik saat musim penghujan, khususnya di daerah padat penduduk atau daerah perkotaan. Di wilayah Kabupaten Mojokerto banjir merupakan masalah tahunan yang selalu terjadi di setiap musim penghujan datang. Hal ini terjadi karena Kali Sadar tidak mampu lagi menampung debit banjir. Kali Sadar yang seharusnya menjadi saluran pembuang utama justru menjadi penyebab banjir di seluruh daerah yang dilalui. Kecamatan Mojoanyar merupakan daerah dengan genangan terparah akibat luapan dari Kali Sadar. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk menyusun alternatif pengendalian banjir Kali Sadar secara struktural sehingga dampak kerugian akibat bencana banjir dapat diminimalisi. Dalam penentuan alternatif penanggulangan dilakukan analisis hidrolik dengan pemodelan menggunakan perangkat lunak HEC-RAS 4.1.0 Kata kunci  : Banjir, Kali Sadar, pemodelan software HEC-RAS 4.1.0 Abstract Flooding is the one of destructive force of water is a natural phenomenon due to high rainfall and insufficient capacity of streams or drainage channels to collect and drain water.  Flooding always occurs at some point during the rainy season, especially in densely populated areas or urban areas. In Kabupaten Mojokerto flooding is an annual problem that always happens in every rainy season comes. Its happens because Kali Sadar is no longer able to accommodate the flood discharge. Kali Sadar that should be the main drain channel would be the cause of flooding in all the areas traversed. Kecamatan Mojoanyar is the worst-hit area due to overflow from Kali Sadar. The purpose of this research to develop alternative Kali Sadar flood control efforts are structurally so the impact of losses due to floods can minimilization. In determining the alternative response to the hydraulic analysis was performed using the modeling software HEC RAS 4.1.0 Key words : Flood, Kali Sadar, HEC RAS 4.1.0 modeling software
PENERAPAN STATISTICAL PROCESS CONTROL UNTUK PENGENDALIAN MUTU BETON READY MIX DI PT. MERAK JAYA BETON ARIYANTI, SONIA
Rekayasa Teknik Sipil Vol 3, No 3/REKAT/17 (2017): Wisuda ke-90 Periode 3 Tahun 2017
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sedang melakukan pembangunan di berbagai wilayah yang menyebabkan meningkatnya permintaan terhadap beton ready mix sehingga terjadi persaingan antar produsen beton ready mix. PT. Merak Jaya Beton merupakan salah satu produsen beton ready mix yang ada di Indonesia. PT. Merak Jaya Beton masih saja mengalami masalah ketidaksesuain produk yang dihasilkan meskipun telah memiliki sertifikat penjaminan mutu yaitu ISO 9001:2008. Masalah yang sering timbul pada mutu beton ready mix adalah ketidaksesuaian spesifikasi produk yang meliputi nilai slump test dan nilai kuat tekan. Penerapan Statistical Process Control (SPC) menjadi salah-satu cara untuk menjaga kualitas produk yang dihasilkan. SPC ini menggunakan tujuh alat (seven tools controls) untuk pengendalian mutu yang terdiri dari flow chart, check sheet, diagram pareto, diagram sebab akibat, histogram, diagram pencar dan diagram kendali. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan statistical proses control untuk pengendalian mutu produk beton ready mix PT. Merak Jaya Beton dan untuk mengetahui langkah perbaikan yang dilakukan agar produk memenuhi spesifikasi. Pengendalian mutu ready mix dilakukan pada beton dengan mutu Fc?35 dalam satu siklus. Proses penerapan Statistical Process Control (SPC) untuk pengendalian mutu beton ready mix PT. Merak Jaya Beton dilakukan dengan menggunakan tujuh alat yaitu alat-alat yang digunakan sebelum perbaikan dan setelah perbaikan. Alat-alat yang digunakan sebelum perbaikan meliputi: check sheet, diagram pareto, histogram, dan peta kendali untuk mengetahui masalah; fishbone untuk mencari penyebab dari masalah yang terjadi; dan diagram pencar untuk mencari faktor yang berpengaruh. Alat-alat yang digunakan setelah perbaikan meliputi: histogram dan peta kendali untuk meneliti hasil setelah dilakukan perbaikan; dan flow chart untuk mencegah timbulnya masalah.Hasil penelitian menunjukkan penerapan statistical process control berhasil diterapkan dengan mengubah faktor air/semen dari 0.37 menjadi 0.38 sehingga menghasilkan nilai slump dari 10-14 cm menjadi 12-16 cm dan nilai kuat tekan dari 42.19-52.98 MPa menjadi 36.83-38.88 MPa maka terjadi perubahan pada mix design Fc? 35. Hal tersebut yang mengakibatkan indeks kapabilitas proses memiliki nilai 1.77 menjadi 2.04 yang berarti proses berada diantara tidak dan cukup mampu memenuhi spesifikasi menjadi sangat mampu memenuhi spesifikasi yang direncanakan. Kata kunci : SPC, mutu beton, beton ready mix Abstract Indonesia is doing development in various areas that cause the increasing demand for ready mix concrete so that there is competition between producers ready mix concrete. PT. Merak Jaya Beton is one of the ready mix concrete producers in Indonesia. PT. Merak Jaya Beton is still experiencing the problem of product non-conformity which is produced even though it has certificate of quality assurance that is ISO 9001: 2008. The problems that often arise in the quality of ready mix concrete is the mismatch of product specifications that include the value of slump test and the value of compressive strength. The application of Statistical Process Control (SPC) is one way to maintain the quality of the products produced. The SPC uses seven tools (seven tools controls) for quality control consisting of flow charts, check sheets, pareto diagrams, causal diagrams, histograms, scatter diagrams and control diagrams. The purpose of this research is to know the application of statistical process control for quality control of ready mix concrete product of PT. Merak Jaya Beton and to know the steps of improvement to fulfill the product specifications. The quality control of ready mix quality is performed on concrete with Fc'35 quality in one cycle. Process of applying Statistical Process Control (SPC) for quality control of ready mix concrete PT. Merak Jaya Beton is done by using seven tools ie tools used before repair and after repair. Tools used prior to repair include: check sheets, pareto charts, histograms, and control charts for troubleshooting; Fishbone to find the cause of the problem; And scatter diagrams to look for influencing factors. The tools used after the repair include: histograms and control charts to check results after improvement; And flow chart to prevent problems.The results showed that the application of statistical process control was successfully applied by changing the water/cement factor from 0.37 to 0.38 so as to produce slump value from 10-14 cm to 12-16 cm and compressive strength value from 42.19-52.98 MPa to 36.83-38.88 MPa then change On mix design Fc '35. This results in process capability index having value 1.77 to 2.04 which starts from not able enough to become very capable to fulfill the planned specifications. Keywords: SPC, concrete quality, ready mix concrete
ANALISIS PERBANDINGAN PERENCANAAN TEBAL LAPIS TAMBAH DENGAN METODE MANUAL DESAIN PERKERASAN BINA MARGA 2013 DAN AASHTO 1993 (STUDI KASUS : RUAS JL. KALIANAK OSOWILANGUN, KECAMATAN BENOWO, SURABAYA) Alfianti, Faradita
Rekayasa Teknik Sipil Vol 3, No 3/REKAT/17 (2017): Wisuda ke-90 Periode 3 Tahun 2017
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan merupakan prasarana transportasi darat yang utama, sehingga dalam perencanaannya perlu diperhatikan karena hal tersebut sangat berpengaruh terhadap keamanan dan kenyamanan penggunanya. Pemilihan jenis penanganan yang tidak tepat dapat mengurangi umur rencana jalan dan biaya konstruksi yang tidak ekonomis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan perencanaan lapis tambah dan kebutuhan biaya lapis tambah metode Bina Marga 2013 dan AASHTO 1993 ruas jalan Kalianak Osowilangun. Metode Penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Data diperoleh dari instansi terkait dan hasil survey di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanganan kerusakan jalan dengan metode Bina Marga 2013 membutuhkan penanganan overlay struktural, sedangkan untuk metode AASHTO 1993 membutuhkan penanganan overlay fungsional. Pada STA 0+000 – 4+800 metode Bina Marga 2013 diperoleh ketebalan AC-WC  sebesar 7 cm dan AC-BC sebesar 8 cm, sedangkan dengan metode AASHTO 1993 diperoleh ketebalan AC-WC sebesar 6 cm. Pada STA 4+900-11+400 metode Bina Marga 2013 diperoleh ketebalan AC-WC  sebesar 7 cm dan AC-BC sebesar 6 cm, sedangkan dengan metode AASHTO 1993 diperoleh ketebalan AC-WC sebesar 6 cm. Kebutuhan biaya yang diperlukan untuk overlay struktural dengan metode Bina Marga 2013 adalah sebesar Rp76.335.629.158,-, sedangkan biaya yang diperlukan untuk overlay fungsional dengan metode AASHTO 1993 adalah sebesar Rp31.550.039.560. Kata Kunci : Lapis tambah, Perencanaan, Kebutuhan Biaya Abstact Roads is the major transport infrastructure, so in  planning is noteworthy, because it is so influential towards to safety and convenience of users.. The selection of wrong methode can cause reeduce age of plans and  construction cost are not economical. The purpose of research is to know the comparassion of overlay desain and cost of overlay by using Bina Marga 2013 method and AASHTO 1993 method in Kalianak Osowilangun roads. The methode of this research is quantitative descriptive. Data is obtained from the relevant instution and result of survey in a place. The result is showed that the handling of damage by using Bina Marga 2013 method requires the handling of structural overlay, while for the AASHTO 1993 method requires the handling of functional overlay. On STA 0 + 000 – 4 + 800 by Bina Marga 2013 method is retervied the thickness of AC-WC  is 7 cm, AC-BC is 8 cm, whereas by using AASHTO 1993 method is obtain the thickness AC-WC is 6 cm. At STA 4+900 – 11+400 by Bina Marga 2013 method obtain the thickness AC-WC is 7 cm and AC-BC is 6 cm, whereas AASHTO 1993 method of thickness AC-WC is 6 cm. Cost required for structural overlay with Bina Marga 2013 is amounting to Rp76.335.629.158,-, while the cots required to overlay functional with AASHTO 1993 method is amounting to Rp31.550.039.560. Keywords : Overlay, Plannig, Cost
“UPAYA PENINGKATAN PENGELOLAAN KARAKTERISTIK SAMPAH RUMAH TANGGA DI KELURAHAN PERAK TIMUR SURABAYA UTARA” ARIAWAN, FEBY
Rekayasa Teknik Sipil Vol 3, No 3/REKAT/17 (2017): Wisuda ke-90 Periode 3 Tahun 2017
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian perihal pengelolaan sampah ini bertujuan untuk (1) mengetahui jumlah jenis sampah organik dan anorganik di Kelurahan Perak Timur, (2) memperoleh gambaran pengelolaan sampah rumah tangga di Kelurahan Perak Timur, (3) Memberikan rekomendasi untuk menyempurnakan pengelolaan sampah rumah tangga di Kelurahan Perak Timur. Penelitian ini berlokasi di Jalan Indrapura Baru RW 8 Kelurahan Perak Timur Pabean Cantikan Surabaya. Dari hasil penelitian ini, timbulan sampah organik= 21,66 x 444 Jiwa = 9617,04 gram/hari dan sampah anorganik= 17,77 x 444 Jiwa = 7889,88 gram/hari. Problematika utama adalah bagaimana mengubah paradigma “membuang sampah” jadi “memanfaatkan sampah”. Problematika lain yang teridentifikasi ialah (1) tidak ada penerapan kebijakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan prinsip 3R (Re-use, Re-duce, Re-cycle) (2) pemilahan sampah di rumah tangga kurang tuntas. Timbulan sampah organik di RW 8 berkisaran 9617,04 Gram/Hari setara dengan 9Kg, jadi durasi sampah 164009"> = 45 hari volume sampah penuh ke delam bio reaktor mini. Timbulan sampah anorganik 7889,88 gram/hari maka sampah anorganik yang telah terpilah kan pada masing-masing wadah (kertas, plastik, bungkus makanan dan minuman) akan di ambil oleh petugas sampah. Petugas dengan menggunakan gerobak sampah membawa sampah Anorganik ini dalam keadaan tetap terpilah. Setelah jumlahnya cukup banyak atau gudang telah penuh akan dijual. Kata kunci: Pengelolaan Sampah Rumah Tangga, Problematika Pengelolaan Sampah Rumah Tangga, Usulan Perbaikan.               Abstract Research on waste management aims to (1) find out the amount of organic and inorganic waste in Perak Timur Urban Village, (2) to get the description of household waste management in Perak Timur Urban Village, (3) Provide recommendation to improve household waste management in Perak Kelurahan Perak East. This research is located at Jalan Indrapura Baru RW 8 Perak Timur Subdistrict Pabean Cantikan Surabaya.. From the result of this research, organic waste generation = 21,66 x 444 Soul = 9617,04 gram / day and inorganic waste = 17,77 x 444 Soul = 7889,88 gram / day. The main problem is how to change the paradigm of "throwing garbage" into "using waste". Other problems identified are (1) there is no implementation of community-based waste management policy with the principle of 3R (Re-use, Re-duce, Re-cycle) (2) the segregation of waste in households is not complete. The generation of organic waste in RW 8 ranges from 9617.04 Grams / Day is equivalent to 9Kg, so waste duration = 45 days full volume of waste to delam bio mini reactor. Inorganic waste generation 7889,88 gram / day, the inorganic waste that has been separated on each container (paper, plastic, food and beverage wrap) will be taken by garbage officer. Officer by using garbage carts bring this inorganic garbage in a permanent disaggregated condition. Once the number is enough or the warehouse has been full to be sold Key words: Management of Household Waste, Management Problems, Household Waste, Proposed Improvement
ANALISIS PENGGUNAAN PANEL GLASSFIBER REINFORCED CEMENT (GRC) SEBAGAI PENGGANTI DINDING PRECAST DITINJAU DARI SEGI BIAYA, MUTU, DAN WAKTU PADA PROYEK PEMBANGUNAN APARTEMENT VENETIAN TOWER GRAND SUNGKONO LAGOON, SURABAYA SHOLIHATUL ULA, LAILATUS
Rekayasa Teknik Sipil Vol 3, No 3/REKAT/17 (2017): Wisuda ke-90 Periode 3 Tahun 2017
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasade Venetian Tower rencananya dipasang menggunakan dinding precast. Pada bagian shearwall, kolom dan konsol bangunan sulit dilas jika dipasang dinding precast maka diganti dengan GRC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi dari dindig precast dan GRC dari segi biaya, mutu dan waktu. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif dengan menganalisa biaya, mutu, dan waktu, kemudian dibuatkan tabel perbandingan. Dari hasil analisa perbandingan dilakukan penilaian yang disebut dengan matrik evaluasi yang terdiri dari form zero one dan form penilaian untuk menentukan antara dinding precast dan GRC mana yang lebih unggul. Hasil analisa biaya dinding precast Rp 927.133 sedangkan harga GRC Rp 835.823. Mutu dinding precast 62.7 kg/cm2 sedangkan GRC 24.17 kg/cm2. Dengan jumlah tenaga kerja dan volume yang sama dinding precast selesai dalam 64 hari sedangkan GRC selesai dalam 79 hari. Dari penilaian dinding precast dan GRC menggunakan matriks evaluasi, dinding precast  lebih unggul dibandingkan dengan GRC. Walaupun harganya mahal, namun mutu tinggi dan waktu selesainya juga lebih cepat. Meskipun dinding precast lebih unggul, namun GRC bisa digunakan pada kondisi khusus. Kata Kunci: Dinding Precast, GRC, Biaya, Mutu, Waktu, Matriks Evaluasi  Abstract Fasade Venetian Tower the plan fitted use the precast wall. In the area shearwall, the columns and consoles building difficult in work welding precast wall so be change with GRC. The goal of thw research on GRC who will be compared with a wall precast in terms of the cost, the quality of, and implementation time. Technique analysis the data used namely descriptive analysis by analyzing the cost, the quality of, and time, then cut out for table comparison. Of the results of the analysis comparison be a assessment of which is called by matrik evaluation consists of zero one form and scoring form to determine between precast wall and GRC which superior. The analysis result of the cost of the precast wall Rp 927.133 while the GRC Rp 835.823. The quality of the precast wall 62.7 kg/cm2 while GRC 24.17 kg/cm2. With the amount of labor and volume of the same the precast wall finished in 64 day and GRC finished in 79 day. From scoring a precast walland GRC use matrix evaluation, the precast wall superior compared with GRC. Although to purchase expensive, but the quality of high and time completion of also more quickly. Although the precast wall is superior, but GRC can be used in special conditions. Keywords: The Precast Wall, GRC, The Cost, The Quality, Time, Matrix Evaluation.
PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH BATA RINGAN PADA TANAH LEMPUNG EKSPANSIF DI DAERAH WIYUNG SURABAYA TERHADAP NILAI CALIFORNIA BEARING RATIO (CBR) EKA GUSTIN, KWANI
Rekayasa Teknik Sipil Vol 3, No 3/REKAT/17 (2017): Wisuda ke-90 Periode 3 Tahun 2017
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah lempung ekspansif merupakan tanah yang mempunyai sifat kembang susut tinggi dan sering menimbulkan kerusakan pada bangunan khususnya pada jalan. Tanah di Wiyung Surabaya tergolong kedalam tanah lempung ekspansif. Untuk itu perlu dilakukan upaya perbaikan tanah pada daerah tersebut dilihat dari nilai CBR tanah. Penelitian ini menggunakan stabilisasi kimia dengan penambahan bata ringan sisa dari proyek pembangunan yang dijadikan serbuk serta mengandung ion positif kalsium, dengan tujuan untuk meningkatkan nilai CBR agar dapat memenuhi subgrade. Variasi penambahan serbuk bata ringan sebanyak: 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%. Metodologi yang dilakukan pada penelitian ini dengan melakukan tes sifat fisik tanah, tes pemadatan proctor standart dan tes california bearing ratio. Hasil penelitian menunjukkan semakin besar penambahan serbuk bata ringan pada tanah lempung ekspansif, nilai CBR semakin meningkat. Tanah yang ditambahkan dengan serbuk bata ringan sebanyak 0%, 5%, 10%, 15% dan 20% memiliki nilai CBR sebesar 2,46, 4,60%, 8,16%, 15,80%, dan 19,84%. Untuk memenuhi subgrade dengan nilai CBR 4% dibutuhkan penambahan serbuk bata ringan sebanyak 3,65%. Sehingga penambahan serbuk bata ringan pada tanah lempung ekspansif di Wiyung Surabaya dapat meningkatkan nilai CBR dan mengurangi kerusakan bangunan jalan di sekitarnya. Kata Kunci: Tanah Lempung Ekspansif, Serbuk Bata Ringan,  Stabilisasi Kimia, California Bearing Ratio ABSTRACT Expansive clay is a soil that has a high shrinkage characters and cause a lot of damage to the building especially on the road. The soil in Wiyung area of Surabaya is indicated to expansive clay classified. Therefore, it is necessary to make soil improvement efforts in that area seen from the soil values of CBR. This research uses chemical stabilization with the addition of the rest lightweight brick from development project which is made into powder and contains positive ions of calcium, in order to increase CBR values to fulfill the subgrade. Variations in the addition of lightweight brick powder are: 0%, 5%, 10%, 15%, and 20%. The methodology used in this research is to test the physical characters of soil, standard proctor compaction test and california bearing ratio test. Research result showed that the greater addition of lightweight brick powder on expansive clay, then increases CBR value. Soils added lightweight brick powder of 0%, 5%, 10%, 15%, and 20% had CBR value respectively by 2.46, 4.60%, 8.16%, 15.80%, and 19.84%. To fulfill the subgrade with a CBR value of 4% required a lightweight brick powder increase of 3.65%. Than that utilization of lightweight brick powder additions on expansive clay in Wiyung Surabaya can increase CBR value and reduce the damage that happened in the surrounding road buildings. Keywords: Expansive Clay, Lightweight Brick Powder, Chemical Stabilization, California Bearing Ratio
PENGGUNAAN BULU AYAM HORN SEBAGAI BAHAN PENGGANTI SERAT FIBER PADA CAMPURAN GRC (GLASSFIBRE REINFORCED CEMENT) PANEL DINDING TERHADAP UJI KEMAMPUAN MEKANIS Ade Ayu Kumala Putri, Helsa
Rekayasa Teknik Sipil Vol 3, No 3/REKAT/17 (2017): Wisuda ke-90 Periode 3 Tahun 2017
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh hasil kekuatan mekanis GRC (Glassfibre Reinforced Cement) dengan pengganti fiber menggunakan bulu ayam. Metode penelitian yang digunakan adalah metode uji laboratorium dan metode literatur kepustakaan. Dari metode yang sudah disebutkan tersebut diharapkan bisa memberikan data yang akurat dan teliti pada hasil penelitian yang dilakukan. Data dikumpulkan dengan cara uji laboratorium yaitu uji kemampuan mekanis yang meliputi uji berat jenis, kuat tekan dan kuat lentur. Hasil penelitaan meenunjukkan bahwa untuk uji kemampuan mekanis GRC (Glassfibre Reinforced Cement) didapatkan  uji berat jenis dengan kontrol (0%) sebesar 2,235 g/cm3 dan untuk benda uji yang menggunakan komposisi pengganti bulu ayam  paling sedikit dengan komposisi 50% adalah  2,002 g/cm3. Untuk kuat tekan  dengan kontrol 0% bulu ayam sebesar 15,466 MPa dan untuk benda uji yang menggunakan bulu ayam paling tinggi dengan komposisi 40% sebesar 29,066 MPa sedangkan untuk kuat lentur komposisi 0% bulu ayam  sebesar  27,864 MPa  dan yang menggunakan komposisi pengganti bulu ayam kuat lentur tertinggi dengan komposisi 40% yaitu 31,272 MPa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa bulu ayam dapat digunakan sebagai campuran pembuatan GRC (Glassfibre Reinforced Cement). Kata Kunci : GRC, panel dinding, bulu ayam, serat. Abstract The purpose of this study was to obtain the results of mechanical strength GRC (Glassfibre Reinforced Cement) with fiber replacement using chicken feathers. The  method used was a  laboratory test method and the method library  literature test from some book or observation journal. That methods had been explaining  could give accurated and detail data for the observation. Data collected by a laboratory test that is mechanical  testing  which includes test of specific gravity, compressive strength and bending strength. The results showed that for the GRC (Glassfibre Reinforced Cement) mechanical test, the specific gravity with 0% control test was 2,235 g/cm3 and for specimens with chicken feather composition at least 50% was 2,002 g/cm3.  For compressive strength with chicken feather control 0% was 15,466 MPa and for test specimen with the highest chicken feather with composition of 40% equal to 29,066 MPa. And  for bending strength of 0% chicken feather composition with result 27,864 MPa and  using the highest chicken feather composition with 40% composition with result 31.272 MPa. Therefore it can be concluded that chicken feathers can be used as an ingredient for the GRC (Glassfibre Reinforced Cement). Keywords : GRC, wall panel, chicken feathers, fiber.
PENGGUNAAN POTONGAN SERAT BAMBU ORI SEBAGAI BAHAN PENGGANTI GLASSFIBER PADA PEMBUATAN CAMPURAN  PANEL DINDING GRC (GLASSFIBER REINFORCED CEMENT) TERHADAP UJI KEMAMPUAN MEKANIS Dany Saputra, Riski
Rekayasa Teknik Sipil Vol 3, No 3/REKAT/17 (2017): Wisuda ke-90 Periode 3 Tahun 2017
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan sifat bambu yang memiliki kuat tarik yang cukup tinggi, maka serat bambu dalam penelitian ini diaplikasi kan kedalam penel dinding GRC (Glassfiber Reinforced Cement) dengan penambahan serat bambu. Penambahan serat bambu diharapkan mampu meningkatkan kuat lentur dan kuat tekan dari panel dinding GRC, tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh hasil kekuatan mekanis panel dinding GRC dengan penambahan serat bambu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode uji labolatorium dan metode pengumpulan litelatur dari beberapa sumber. Dari dua metode tersebut diharapkan mampu memberikan data yang akurat sebagai acuan dari penelitian yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada panel dinding GRC 60 x 60 x 0,8 cm3 uji kuat lentur komposisi kontrol (0%) sebesar 28,09 MPa dengan bobot sebesar 6,44 kg dan komposisi penambahan serat bambu yang optimum terjadi pada penambahan 30% dengan kuat lentur sebesar 32,26 MPa dan bobotnya 8,16 kg. Sedangkan untuk uji kuat tekan mortar GRC pada kontrol (0%) sebesar  15,47 MPa dan untuk prosentase yang optimum dengan penambahan serat bambu terjadi pada penambahan 40% dengan kuat tekan sebesar 26,40 MPa. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa serat bambu dapat digunakan sebagai campuran pembuatan panel dinding GRC. Kata kunci : Serat bambu, serat kaca, kuat lentur, kuat tekan, panel dinding Abstract Based on the characteristic of bamboo that has a high tensile strength, in this research the bamboo fiber applied to the wall panel GRC (Glassfiber Reinforced Cement) with the addition of bamboo fiber. The addition of bamboo fiber is expected to increase the flexural strength and compressive strength of the GRC wall panel, the purpose of this research is to obtain the mechanical strength of GRC wall panels with the addition of bamboo fiber. The research method used laboratory test method and literature collection method from several sources. From the two methods are expected to provide accurate data as a reference of research conducted. The results showed that in GRC wall panel 60 x 60 x 0,8 cm3, the flexural strength test of the control composition (0%) was 28,09 MPa with weight of 6,44 kg and the optimum bamboo fiber addition composition occurred at 30% increase with strong bending of 32,26 MPa and weight 8,16 kg. While for GRC mortar strength test on control (0%) equal to 15,47 MPa and for optimum percentage with addition of bamboo fiber happened in addition of 40% with compressive strength equal to 26,40 MPa. From these data it can be concluded that bamboo fiber can be used as a mixture of making of GRC wall panels. Keywords : Bamboo’s fiber, glassfiber, bending strength, compressive strength, wall Panel
STUDI VALUE ENGINEERING PADA PEMBANGUNAN MY TOWER HOTEL& APARTMENT PROJECT PT. SURYA BANGUN PERSADA INDAH (JL. RUNGKUT INDUSTRI NO.4 SURABAYA) WIDYA KHINANTI, ELSA
Rekayasa Teknik Sipil Vol 3, No 3/REKAT/17 (2017): Wisuda ke-90 Periode 3 Tahun 2017
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rekayasa nilai (VE) adalah usaha yang terorganisasi secara sistematis dan mengaplikasikan suatu teknik yang telah diakui, yaitu teknik mengidentifikasi fungsi produk atau jasa yang bertujuan memenuhi fungsi yang diperlukan dengan harga yang terendah (paling ekonomis). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil studi rekayasa nilai dan menghitung besar penghematan biaya pada pembangunan My Tower Hotel & Apartment Project oleh PT. Surya Bangun Persada Indah yang terletak di Jl. Rungkut Industri No. 4 Surabaya. Pekerjaan struktur dalam pembangunan My Tower Hotel & Apartment Project memiliki nilai atau bobot yang sangat besar. Desain yang dirasakan kurang begitu efektif dan efisien mengakibatkan pembengkakan terhadap biaya yang dikeluarkan. Hal ini tentu saja menjadikan RAB menjadi sangat besar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yaitu dengan melakuan analisis terhadap kekuatan struktur dengan menganalisis menggunakan SAP 2000 dan biaya dengan metode value engineering sehingga diperoleh hasil penghematan biaya dengan fungsi dan kualitas yang dipertahankan. Hasil studi value engineering pada pembangunan My Tower Hotel & Apartment Project Surabaya dapat dilakukan pada pekerjaan struktur yang memiliki biaya tertinggi yaitu pekerjaan balok, pekerjaan pelat lantai dan pekerjaan kolom yang diperoleh dari analisis diagram pareto. Pada biaya diperoleh penghematan biaya untuk pekerjaan balok sebesar Rp 6.601.478.042,00 pada alternatif 5, pekerjaan pelat lantai sebesar Rp 7.193.686.554,00 dan pekerjaan kolom sebesar Rp 2.717.337.646,00. Kata kunci: Biaya, Desain Struktur, Penghematan Biaya, Rekayasa Nilai. Abstract Value engineering (VE) is a systematically organized effort and applying a recognized technique, that is, the technique of identifying the function of a product or service aimed at fulfilling the required function with the lowest price (most economical). The purpose of this study is to find out the results of the study of value engineering and calculate the large cost savings on the construction of My Tower Hotel & Apartment Project by PT. Surya Bangun Persada Indah located on Jl. Rungkut Industri No. 4 Surabaya. The structural work under construction of My Tower Hotel & Apartment Project has great value or weight. The perceived design is less effective and efficient resulting in swelling of costs incurred. This of course makes the RAB becomes very large. This research is a quantitative descriptive research that is by doing analysis of structural strength by analyzing using SAP 2000 and cost with value engineering method so that obtained by cost saving result with function and quality maintained. The results of the value engineering study on the construction of the My Tower Hotel and Apartment Project Surabaya can be done on the structural work that has the highest cost of block work, floor plate work and column work obtained from pareto diagram analysis. At cost is obtained cost savings for beam work of Rp 6.601.478.042,00 on alternative 5, floor plate work is Rp 7,193,686,554,00 and column work is Rp 2,717,337,646,00. Keywords: Cost, Structure Design, Cost Saving, Value Engineering.