cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Rekayasa Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 380 Documents
PENGARUH CARBON FIBER REINFORCED POLYMER (CFRP) PADA KOLOM PENDEK TERKEKANG PENAMPANG BULAT KALAM RAMZY, AKBAR
Rekayasa Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku beton yang tidak diberi sengkang menunjukKan perilaku yang sangat berbeda dengan beton yang diberi sengkang dimana beton yang diberi kekangan dalam bentuk sengkang menunjukkan perilaku yang lebih daktail daripada beton yang tidak dikekang dengan sengkang. Saat ini para praktisi kontruksi dihadapkan dengan makin banyaknya struktur yang membutuhkan perkuatan, dengan bermacam alasan seperti:perubahan fungsi struktur bangunan yang membutuhkan kapasitas menahan beban yang lebih tinggi. Secara umum CFRP mempunyai fungsi meningkatkan kekuatan kompresi dari kolom, menutup kondisi kolom yang mengalami retak akibat pergerakan sengkang kearah luar sehingga memberi perkuatan tambahan atau menggantikan penulangan yang berkurang akibat kerusakan pada kolom.Variasi pemasangan CFRP masih menjadi sebuah pertanyaan, maka untuk itu diadakan penelitian tentang variasi pemasangan CFRP terhadap beban axial. Pada penelitian ini akan melakukan kajian perbandingan antara kolom pendek terkekang penampang bulat tanpa tambahan CFRP di sekeliling penampang memanjang kolom dan kolom pendek terkekang penampang bulat dengan tambahan CFRP penuh dan sebagian(pola strip) di sekeliling penampang memanjang kolom. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pada benda uji dalam menerima kuat tekan aksial. Benda uji dengan pemasangan CFRP 3 strip (benda uji DCJC) mengalami peningkatan sebesar 12%,benda uji dengan pemasangan CFRP 4 strip (benda uji DCJB) mengalami peningkatan sebesar 22%,benda uji dengan pemasangan CFRP 5 strip (benda uji DCJA) mengalami peningkatan sebesar 30%,Benda uji dengan pemasangan CFRP penuh disekeliling kolom (benda uji DFC) mengalami peningkatan sebesar 81%.
PEMANFAATAN SERAT RAMI TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT LENTUR PADA PEMBUATAN PANEL BETON RINGAN MENGGUNAKAN EAFS (ELECTRIC ARC FURNACE SLAG) SEBAGAI SUBSTITUSI PASIR ADAM IHZA MAHENDRA, DYMAS; RISDIANTO, YOGIE
Rekayasa Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dinding panel merupakan suatu komponen non struktural yaitu dinding yang dibuat dari suatu kesatuan blok dinding parsial, yang kemudian dirangkai menjadi sebuah dinding yang kokoh. Dinding panel yang ringan, tipis, dan kuat merupakan salah satu material yang cocok untuk bangunan rumah yang tahan gempa. Beton yang lemah terhadap tarik dapat ditingkatkan kekuatannya yaitu dengan menambahkan serat sebagai tambahan bahan campuran untuk beton. Bahan serat yang digunakan pada beton dapat berupa serat kawat, serat plastik (polypropylene), atau serat alami. Salah satu serat yang bisa digunakan sebagai tambahan bahan campuran beton yang bersifat ekonomis dan ramah lingkungan adalah serat rami. Dan salah satu bahan campuran beton ringan yaitu pasir juga mempunyai dampak buruk dalam kerusakan alam. Electrical Arc Frunance Slag atau limbah dari pembakaran atau peleburan baja yang merupakan limbah dari hasil proses pembakaran dari pabrik baja dapat dimanfaatkan sebagai substitusi pasir pada beton. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh serat rami dan Electrical Arc Frunance Slag pada campuran beton ringan terhadap sifat mekanis. Pada penelitian ini akan melakukan experimental dengan menggunakan persentase Electrical Arc Frunance Slag 5% dan variasi serat rami 0%, 0,25%, 0,50%, 0,75%, 1%, dan 1,25% untuk kuat tekan dan kuat lentur pada beton ringan. Hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa dengan memanfaatkan serat rami dan Electrick Arc Furnace Slag pada campuran beton ringan mampu memperbaiki kuat tekan, kuat lentur balok, dan kuat lentur panel pada beton ringan. Penggunaan serat rami optimal yang dapat ditambahkan pada campuran beton ialah sebesar 0,75% dapat meningkatkan kuat tekan, kuat lentur balok, dan kuat lentur panel sebesar 4,44 Mpa, 1,59 Mpa, dan 0,53 Mpa. Kata Kunci: EAFS, Serat Rami, Kuat Tekan, Kuat Lentur Abstract Wall panels are a non-structural component that is a wall made from a unitary partial wall block which is then assembled into a sturdy wall. The lightweight, thin and strong panel wall is one of the materials that is suitable for earthquake resistant home buildings. Weak strength of the concrete can be increased by adding fiber as a mixture of concrete. Fiber materials used in concrete can be wire fibers, plastic fibers (polypropylene), or natural fibers. One of the fibers that can be used as an additional concrete mixture that is economical and environmentally friendly is hemp fiber. one of the ingredients of a lightweight concrete mixture that is sand has a bad impact on natural damage. Electrical Arc Frunance Slag or waste from combustion or steel smelting which is a waste from the results of the combustion process of a steel plant can be used as a substitute for sand in concrete. The purpose of this study was to determine the effect of flax fiber and Electrical Arc Frunance Slag on lightweight concrete mixtures on mechanical properties. In this study will do an experimental using the percentage of 5% Electrical Arc Frunance Slag and variations of flax fiber 0%, 0.25%, 0.50%, 0.75%, 1%, and 1.25% for compressive strength and strong bending on lightweight concrete. The results of this study concluded that utilizing hemp fiber and Electric Arc Furnace Slag on lightweight concrete mixes was able to improve compressive strength, beam flexural strength, and panel flexural strength in lightweight concrete. The optimal use of hemp fiber can be added to the concrete mixture by 0.75% which can increase compressive strength, beam flexural strength, and panel flexural strength of 4.44 Mpa, 1.59 Mpa, and 0.53 Mpa. Keywords: Rami Fiber, EAFS, Compressive Strength, flexural Strength
PENGARUH VARIASI WATER BINDER RATIO (0,20-0,32) TERHADAP SIFAT SEGAR, BERAT VOLUME, POROSITAS, DAN KUAT TEKAN PADA BETON HIGH VOLUME FLY ASH METODE SELF COMPACTING CONCRETE KURNIAWATI, ANDINI; FIRMANSYAH SOFIANTO, MOCHAMAD
Rekayasa Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Durabilitas merupakan salah satu permasalahan dalam pekerjaan teknis beton yang diakibatkan oleh pemadatan yang kurang optimal, sehingga dibutuhkan beton yang mampu memadat sendiri. Karakteristik beton yang memadat sendiri adalah volume binder lebih banyak daripada beton normal, sehingga nilai w/b ratio menjadi kecil. HVFA digunakan untuk mengurangi dampak lingkungan yang diakibatkan penggunaan volume binder yang besar. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh w/b ratio terhadap sifat segar, berat per-volume, porositas, dan kuat tekan beton. Penelitian ini direncanakan menggunakan variasi w/b ratio 0,20; 0,24; 0,28; 0,32 dan kadar HVFA 50% dari volume binder. Pengujian benda uji menggunakan silinder dengan ukuran 10x20 cm. Uji beton segar yang dilakukan adalah Uji Slump, Uji T50, Uji V-funnel, dan Uji L-Box. Uji kuat tekan pada umur 7, 14, dan 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh w/b ratio terhadap beton segar dan memenuhi persyaratan sifat segar SCC. Berat per volume sebagian besar beton tegolong dalam jenis beton berat dengan nilai terberat adalah 2451,59 kg/m3. Pengaruh w/b ratio terhadap porositas ditunjukkan bahwa nilai w/b ratio yang terendah memiliki nilai porositas juga kecil, nilai Porositas terkecil yaitu 1,27%. Kuat tekan yang paling besar terdapat pada beton w/b ratio 0,20 dengan nilai 44,59 MPa. Kata kunci : w/b ratio; Sifat Segar, Kuat Tekan, Berat Per Volume, dan Porositas.
PENENTUAN GRADASI GABUNGAN SEBAGAI DASAR CAMPURAN LASTON AC-WC DAN LIMBAH BAN AKROM SUBHAN, MUHAMMAD; MAHARDI, PURWO
Rekayasa Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada akhir ini, banyak pekerjaan pengaspalan jalan baru maupun penambalan. Dari pekerjaan tersebut, menimbulkan limbah aspal yang tidak dimanfaatkan kembali. Sehingga dapat menimbulkan masalah baru yaitu timbulnya limbah aspal atau yang disebut RAP (Reclaimed Asphalt Pavement). Pada penelitian ini yang ditinjau adalah pengaruh RAP (Reclaimed Asphalt Pavement) sebagai pengganti agregat dengan menggunakan filler fly ash pada campuran aspal pertamina pen 60/70 sebagai dasar campuran penambahan limbah ban. Oleh sebab itu penggunaan RAP menjadi salah satu alternatif yang digunakan untuk mendapatkan kualitas lapis perkerasan yang baik dan memanfaatkan kembali limbah perkerasan lentur. Benda uji yang disiapkan untuk campuran AC-WC+RAP dengan persentase aspal 3%, 4%, 4,5%, 5%, 5,5%, 6%, untuk variasi 1 dan 4%, 4,5%, 5%, 5,5%, 6%, untuk variasi 2. Pencampuran agregat AC-WC+RAP dilakukan dengan metode kering, dicampur diatas penggorengan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa komposisi campuran dengan 21% RAP pada CA (Course Agregat), merupakan komposisi yang paling optimal dengan kadar aspal optimum (KAO) sebesar 5,25% pada campuran variasi 2. Dengan Analisa parameter Marshall, nilai stabilitas 1256,64 kg, kelelehan atau flow 3,25 mm, V.I.M 4,51%, V.M.A 15,12%, V.F.A 70,20%, dan Marshall Quotient 387,67 kg/mm. Kata Kunci : Filler Fly Ash, Laston AC-WC, Limbah Ban, Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) Abstract At the end of this time, a lot of work is asphalting as well as patching. From this work, it creates asphalt waste which is not reused. So that it can cause new problems, namely the emergence of asphalt waste or so-called RAP (Reclaimed Asphalt Pavement). In this study, the effect of RAP (Reclaimed Asphalt Pavement) as a substitute for aggregate by using fly ash filler in the 60/70 pertamina pen asphalt mixture as a basis for adding tire waste mixture. Therefore the use of RAP is one of the alternatives used to get good quality pavement layers and to reuse flexible pavement waste. Test specimens were prepared for AC-WC + RAP mixture with asphalt percentage of 3%, 4%, 4.5%, 5%, 5.5%, 6%, for variations of 1 and 4%, 4.5%, 5% , 5.5%, 6%, for variation 2. The mixing of AC-WC + RAP aggregates was carried out by the dry method, mixed over the frying pan. The results of this study indicate that the composition of the mixture with 21% RAP on the CA (Aggregate Course), is the most optimal composition with an optimum asphalt content (KAO) of 5.25% in a mixture of variation 2. With Marshall parameter analysis, the stability value is 1256, 64 kg, melt or flow 3.25 mm, VIM 4.51%, VMA 15.12%, VFA 70.20%, and Marshall Quotient 387.67 kg / mm. Keywords : AC-WC Laston, Filler Fly Ash, Reclaimed Asphalt Pavement (RAP), Waste Tires
PENGARUH VARIASI PANJANG SAMBUNGAN PADA SAMBUNGAN BALOK KAYU BIBIR MIRING BERKAIT TERHADAP KUAT LENTUR FAUZI ANDRIANSYAH, MUHAMMAD; , SUPRAPTO
Rekayasa Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sambungan merupakan titik terlemah dalam sambungan kayu khususnya yang masih berupa sambungan konvensional, dimana faktor aman yang digunakan masih cukup tinggi sehingga mengakibatkan kurang hematnya pemakaian kayu. Jenis sambungan kayu bibir miring berkait merupakan sambungan yang banyak di aplikasikan seperti untuk balok (gording) dan kuda-kuda, dimana akan lebih banyak menerima gaya lentur maupun gaya tarik. Panjang sambungan kayu bibir miring berkait memiliki standar panjang sambungan sebesar 2,5h ? 3h. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui panjang efektif sambungan bibir miring berkait balok kayu meranti dan perilaku kerusakan dalam pengujian lentur, dengan acuan sifat fisik dan sifat mekanik kayu meranti. Pengujian lentur menggunakan model 2 tumpuan sendi-rol dengan beban terpusat ditengah bentang. Balok berdimensi 4/6 cm panjang 150 cm dengan 5 variasi panjang sambungan diantaranya: 2h, 2,5h, 2,75h, 3h dan 3,5h pada tengah bentang. Hasil penelitian menunjukkan sambungan paling baik adalah variasi panjang sambungan 2,75h dengan kuat lentur 647,06 kg/cm2, diikuti dengan variasi panjang sambungan 2,5h dan 3h dengan kuat lentur 630,47 kg/cm2, sedangkan variasi panjang sambungan 2h dan 3,5h memiliki kuat lentur terendah sebesar 580,69 kg/cm2. Rata-rata perilaku runtuh yang terjadi adalah kerusakan geser, semakin panjang sambungan kerusakan mengarah pada kerusakan lentur. Kata Kunci: Sambungan Bibir Miring Berkait, Panjang Sambungan, Perilaku Lentur. Abstract Connection was the weakest point in wood structures especially that still was conventional connection, while safety factor that was used still high enough resulting in less efficient use of wood. Angle-notched with hooked connection type was a wood connection that were widely applied such as beams (roof beam) and truss frame, which about received bending force and tensile force. Length of angle-notched with hooked connection type has a standard length within 2,5h ? 3h. The purpose of this research was to determine which the effective length of angle-notched with hooked connection type of meranti wood and behavior damaged on bending load experiment, with reference to the physical and mechanical properties of meranti wood. Bending load experiment was used 2 foothold pins and roller with one loaded will applied on the middle of the beams. The beams has measurement 4/6 cm and long 150 cm with has 5 length connection variations type among them: 2h, 2,5h, 2,75h, 3h and 3,5h in the middle of the beams. The result of the research showed the best connection bas variation in connection length of 2,75h with bending strength value about 647,06 kg/cm2 followed by variation in connection length of 2,5h and 3h type about 630,47 kg/cm2, while variations in connection length of 2h and 3,5h had the lowest bending strength value about 580,69 kg/cm2. The average of behavior damaged of the beams was shear damaged, if getting longer applied of the connection, the behavior damaged is aim to bending damaged. Keywords: Angle-Notched with Hooked Connection, Length Connection, Bending Load.
PENGARUH LETAK BIBIR BERKAIT KAYU PADA SAMBUNGAN BALOK KAYU BIBIR MIRING BERKAIT TERHADAP KUAT LENTUR KUSWOYO, ERIK; , SUPRAPTO
Rekayasa Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSambungan merupakan titik terlemah dalam sambungan kayu khususnya yang masih berupa sambungan konvensional. Jenis sambungan kayu bibir miring berkait merupakan sambungan yang banyak di aplikasikan seperti untuk balok (gording) dan kuda-kuda, dimana akan lebih banyak menerima gaya lentur maupun gaya tarik. Letak bibir berkait atau takikan sambungan standarnya ada di tengah panjang sambungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui letak bibir berkait efektif pada sambungan bibir miring berkait balok kayu meranti dan perilaku kerusakan dalam pengujian lentur, dengan acuan sifat fisik dan sifat mekanik kayu meranti. Pengujian lentur menggunakan model 2 tumpuan sendi-rol dengan beban terpusat ditengah bentang. Balok berdimensi 4/6 cm panjang 150 cm dengan 5 variasi panjang sambungan diantaranya meliputi proporsi tinggi posisi takikan 50% dari h balok, tinggi posisi takikan 45% dari h balok, tinggi posisi takikan 40% dari h balok, tinggi posisi takikan 35% dari h balok dan tinggi posisi takikan 30% dari h balok dengan sudut sambungan yang sama.Hasil penelitian menunjukkan sambungan paling efektif secara kekuatan lentur adalah posisi takikan pada tinggi takikan 50% dari h balok dengan kuat lentur 597,29 kg/cm2 dan lendutan sepanjang 65,47 mm. Kerusakan yang terjadi pada variasi sambungan kayu paling banyak terjadi kerusakan geser karena adanya proporsi dari tegangan geser terhadap tegangan geser karakteristik yang lebih besar dibandingkan proporsi tegangan lentur terhadap tegangan lentur dari karakteristik kayu pada sambungan. Kerusakan lentur balok hanya terjadi pada benda uji pada tinggi takikan 50% dari h balok.Kata Kunci: : Sambungan Bibir Miring Berkait, Letak Bibir Berkait Kayu, Perilaku Lentur.AbstractConnection was the weakest point in wood structures especially that still was conventional connection. Angle-edge with hooked connection type was a wood connection that were widely applied such as beams (roof beam) and truss frame, which about received bending force and tensile force. Position of wood hook with hooked connection type has a standard on the middle of connection. The purpose of this research was to determine which the effective position of wood hook with hooked connection type of meranti wood and behavior damaged on bending load experiment, with reference to the physical and mechanical properties of meranti wood. Bending load experiment was used model of 2 foothold pins and roller with one loaded will applied on the middle of the beams. The beams has measurement 4/6 cm and long 150 cm with has 5 wood hook position on connection variations type among : proportion of height wood hook position 50% from height of beam, proportion of height wood hook position 45% from height of beam, proportion of height wood hook position 40% from height of beam, proportion of height wood hook position 35% from height of beam, proportion of height wood hook position 30% from height of beam with same angle for every variations conection.The result of the research showed the best connection was variation of proportion of height wood hook position 50% from height of beam with bending strength value about 597,29 kg/cm2 and have deflection number 65,47 mm. The average of behavior damaged of the beams was shear damaged because proportion of shear stress beam to shear stress characteristic wood more higher than proportion of bending stress beam to bending stress characteristic wood on connection. Bending stress damaged just happened to variation of proportion of height wood hook position 50% from height of beam.. Keywords: Angle-Edge with Hooked Connection, Position of Wook Hood Conection, Bending Collapse Analysis.
PENERAPAN VALUE ENGINEERING PADA PROYEK PENINGKATAN JALAN (STUDI KASUS JALAN LINGKAR TIMUR, KAB.SIDOARJO, JAWA TIMUR) ANISYA PUTRI, FEBRY
Rekayasa Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PENERAPAN VALUE ENGINEERING PADA PROYEK PENINGKATAN JALAN (STUDI KASUS JALAN LINGKAR TIMUR, KAB.SIDOARJO, JAWA TIMUR) Nama : Febry Anisya Putri NIM : 15050724029 Program Studi : S-1 Teknik Sipil Jurusan : Teknik Sipil Fakultas : Teknik Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Purwo Mahardi, S.T., M.Sc. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Sidoarjo akan melakukan perencanaan teknis peningkatan jalan di Lingkar Timur Sidoarjo. Adapun proyek dengan biaya sebesar Rp. 208.105.921.821,- dengan panjang 8,6 Km memiliki harga per kilometer sebesar Rp. 24 Miliar. Dimana umumnya sebuah perencanaan jalan beton per kilometer membutuhkan biaya sekitar Rp. 10 miliar. Oleh karena itu, salah satu alternatif agar biaya lebih efisien tanpa mengurangi nilai fungsi dan kualitasnya, yaitu dilakukan sebuah penerapan value engineering pada pembangunan jalan Lingkar Timur tersebut. Dalam melakukan penelitian ini meliputi beberapa tahapan, yaitu tahap informasi, tahap analisis fungsi, tahap kreatifitas, tahap evaluasi, tahap pengembangan, dan tahap presentasi. Dari hasil penerapan value engineering dapat dijelaskan bahwa terdapat tiga item pekerjaan berbiaya tinggi yaitu pekerjaan perkerasan rigid, pekerjaan sheet pile, dan pekerjaan drainase. Alternatif yang didapatkan dari pekerjaan perkerasan rigid yaitu perkerasan beton dengan tebal pelat 27cm, tulangan memanjang dan melintang diameter 8mm jarak 150mm, dowel diameter 36mm jarak 300mm panjang 450mm, dan tie bar diameter 16mm jarak 750mm panjang 700mm, dengan penghematan biaya sebesar Rp. 18.325.565.449,51 atau sebesar 8% dari biaya pekerjaan perkerasan rigid. Pada pekerjaan sheet pile alternatif yang terpilih yaitu Talud dimensi L=6m, dengan penghematan biaya sebesar Rp. 39.386.315.158,44 atau sebesar 32% dari biaya pekerjaan sheet pile. Untuk pekerjaan drainase alternatif yang terpilih yakni U-ditch ukuran 60x80-120cm+Cover (G 10 ton) dengan penghematan biaya sebesar Rp.12.239.640.328,78 atau sebesar 13% dari biaya pekerjaan drainase. Sehingga total penghematan yang didapat dalam proyek ini adalah sebesar Rp.26.032.346.229,73 atau 12,6% dari biaya awal proyek. Kata Kunci : Value Engineering, Perkerasan Kaku, Lingkar Timur Sidoarjo, Penghematan Biaya.
PENGARUH JARAK ANTAR PAKU TERHADAP KUAT LENTUR BALOK KAYU LAMINASI-MEKANIK KAYU MERANTI DAN KAYU SENGON Bagus Aditya, Reza; , SUPRAPTO
Rekayasa Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Balok laminasi merupakan produk rekayasa yang terdiri dari dua atau lebih lapisan kayu (lamina) yang saling direkat dalam arah serat longitudinal. Selain menggunakan perekat, balok laminasi juga dapat menggunakan paku atau baut maupun kombinasi antara perekat antara perekat dengan baut atau paku sebagai penghubung antar laminannya. Balok jenis ini dikenal dengan balok laminasi mekanik. Kajian penggunaan paku sebagai bahan perekat pada balok laminasi kayu meranti dan kayu sengon pada dasarnya merupakan upaya untuk mengantisipasi masalah yang timbul pada balok laminasi jika menggunakan perekat lem, sehingga proses laminasi dapat terjadi dengan sempurna dan peningkatan sifat mekanik seperti kuat lentur dan modulus elastisitas bisa tercapai serta dapat menjadi pertimbangan untuk merekomendasikan penggunaan balok laminasi kayu meranti dan kayu sengon sebagai bahan baku alternatif yang ditinjau dari aspek teknologi dan ekonomi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jarak paku terhadap kuat lentur balok kayu laminasi-mekanik kayu meranti dan kayu sengon. Metode pengujian lentur yang digunakan adalah ?one point landing dengan variasi jarak paku 10cm, 15cm, 20cm, 25cm, dan 30cm. Dimensi benda uji adalah 4cmx6cm dengan tebal masing-masing lamina adalah 2cm dengan panjang balok 150cm. Penyusunan lamina yang digunakan adalah pada daerah tekan dan tarik menggunakan kayu meranti sedangkan pada bagian tengah menggunakan kayu sengon. Hasil penelitian menunjukan bahwa jarak paku mempengaruhi kuat lentur balok laminasi. Pengaruh jarak paku pada balok laminasi menunjukan bahwa semakin panjang jarak paku yang digunakan maka semakin kecil kuat lenturnya. Kerusakan yang terjadi juga menunjukan bahwa semakin panjang jarak paku yang digunakan maka kerusakan yang terjadi semakin mengarah ke geser. Ditinjau dari kekuatan lentur jarak paku yang paling optimum digunakan adalah jarak paku 10cm dengan kuat lentur sebesar 618,75 kg/cm² karena pada jarak tersebut besaran kuat lentur mendekati kekuatan bahan dasar lapis terluar balok laminasi-mekanik yaitu kayu meranti sebesar 98%. Kata kunci : Balok Laminasi-Mekanik, Kuat lentur, Jarak Paku
PENGARUH PEMANFAATAN COPPER SLAG SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT HALUS PADA BETON MUTU TINGGI HANGGARA PUTRA, DIMAS; FIRMANSYAH SOFIANTO, MOCHAMAD
Rekayasa Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penggunaan copper slag sebagai bahan pengganti aggregat halus dapat meningkatkan kuat tekan pada pembuatan beton. Copper slag merupakan hasil peleburan tembaga yang mempunyai susunan kimia Silicon Dioxide (SiO2) sekitar 30 ? 36%, Iron Oxide (FeO) mencapai 45 ? 55%, Calcium Oxide (CaO) sekitar 2 ? 7 %, Alumunium Oxide (Al2O3) sekitar 3 ? 6%. Karena bentuknya menyerupai pasir alam maka dapat dipakai sebagai substitusi pasir.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penggunaan copper slag sebagai substitusi agregat halus dan fly ash 30% sebagai tambahan dari semen pada beton mutu tinggi . Variasi copper slag sebagai substitusi pasir adalah sebesar 30%, 35%, 40% dan 45%. Peningkatan penggunaan proporsi copper slag dapat meningkatkan berat volume beton, kuat tekan beton dan kuat tarik belah beton. Dari hasil pengujian, variasi 40% merupakan nilai optimum berat volume beton dengan nilai sebesar 2522,41 kg/m3. Kuat tekan optimum juga terjadi pada variasi 40% begitu juga dengan kuat tarik belah. Nilai kuat tekan sebesar 46,09 MPa dan nilai kuat tarik belah sebesar 8,96 MPa. Kata Kunci: Copper Slag, Fly Ash, Beton Mutu Tinggi, Kuat Tekan, Kuat Tarik Belah. Abstract The use of copper slag as a substitute for fine aggregate can increase the compressive strength in making concrete. Copper slag is the result of copper smelting which has a chemical composition of Silicon Dioxide (SiO2) around 30-36%, Iron Oxide (FeO) reaches 45 - 55%, Calcium Oxide (CaO) around 2-7%, Aluminum Oxide (Al2O3) around 3-6%. Because of its shape resembling natural sand it can be used as substitution of sand. This study was conducted to determine the use of copper slag as substitution of fine aggregate and 30% fly ash in addition to cement in high strength concrete. The variation of copper slag as substitution of sand is 30%, 35%, 40% and 45%. Increasing the use of copper slag proportion can increase the volume weight of concrete, compressive strength of concrete and tensile strength of concrete. From the test results, the 40% variation is the optimum value of the concrete volume weight with a value of 2522.41 kg/m3. The optimum compressive strength also occurs at 40% variation as well as split tensile strenght. Compressive strength value of 46.09 MPa and split tensile strength value of 8.96 MPa. Keywords: Copper Slag, Fly Ash, High Strength Concrete, Compressive Strength, Split Tensile Strength.
KELAYAKAN EKONOMI PEMBANGUNAN PERUMAHAN MEDOKAN AYU ASRI KOTA SURABAYA DAMAR APRIANTO, GIRINDRA; AGUS YUDHA PRAWIRA ADISTANA, GDE
Rekayasa Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permintaan kebutuhan masyarakat adanya tempat tinggal di Kota Surabaya relatif cukup tinggi. Oleh karena itu, di wilayah Surabaya Timur yang memiliki distribusi kawasan perumahan dengan persentase 12% dari luas wilayah Kota Surabaya akan dibangun sebuah perumahan yaitu Perumahan Medokan Ayu Asri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui layak atau tidaknya proyek tersebut dari segi ekonomi dan mengetahui tingkat sensitivitasnya dari beberapa parameter. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis. Analisa yang digunakan adalah analisa desain dan konsep pembangunan, perhitungan biaya investasi, perhitungan biaya pengeluaran proyek, perhitungan pendapatan proyek, perhitungan arus kas masuk dan keluar. Perhitungan tersebut kemudian di analisa kelayakan ekonomi dan analisa sensitivitasnya dengan menggunakan metode Internal Rate of Return (IRR), Net Present Value (NPV), dan Payback Periode (PP). Hasil perencanaan rumah pada pembangunan perumahan medokan ayu asri didesain siteplan dengan luas 3,6 hektare, desain rumah tipe 36 luas tanah 72m2 dan tipe rumah 54 luas tanah 90m2, luas tempat ibadah 425 m2, luas taman 2590 m2. Dari siteplan yang direncanakan luas fasum 13.453 m2 (37%), luas efektif 22.547 m2 (63%) dengan luas keseluruhan lahan 36.000 m2. Rumah dengan tipe 36/72 anggaran biayanya sebesar Rp 200,900,000.00 dan untuk tipe rumah 54/90 sebesar Rp 274,300,000.00. Didapat 97 unit untuk tipe 54/90 dan 130 unit untuk tipe 36/72, dengan pembayaran awal seharga Rp 90,018,400 dan angsuran seharga Rp 3,635,300.00, 180 kali atau 15 tahun cicilan, sedangkan untuk tipe 36/72 dan untuk tipe 54/90 pembayaran awal seharga Rp 118,730,000.00 untuk angsuran seharga Rp 4,814,400.00 180 kali atau 15 tahun cicilan. Pembangunan Perumahan Medokan Ayu Asri layak untuk diinvestasikan dengan nilaiNet Present Value NPV sebesar Rp 522,939,554.36 > 0 dan nilai Internal Rate of ReturnIRR 6,44%> 6%, untuk waktu kembali dari payback period (PP) yaitu tahun ke-17 bulan ke-1. Dengan menggunakan analisa sensitivitas proyek Perumahan Medokan Ayu tidak layak jika biaya investasi mengalami kenaikan biaya sebesar 2,32%, Pendapatan mengalami penurunan sebesar -9,17%, Biaya pengeluaran mencapai kenaikan sebesar biaya hingga 8,91%. Demand for people needs for housing in Surabaya City is relatively high. Therefore, in the east Surabaya Region whichis has a residential area distribution with a percentage of 12% of the total area the city of Surabaya, a housing estate Medokan Ayu Asri, will be built. This study aims to determine the feasibility of the project in terms of economics and determine the level of sensitivity in several parameters. This research uses descriptive analytical method. The analysis used is the analysis of design and development concepts, calculation of investmen cost, calculation of project expenditure cost, calculation of project income, calculation of cash inflows and outflows. The calculation is then economic feasibilityanalysis and sensitivityanalysis using the Internal Rate Return (IRR), Net Present Value (NPV), and Payback Period (PP). Housing planning result in Medokan Ayu Asri were designed in siteplan with an area of 3.6 hectares, house type 36 in 72 m2 land area and house type 54in 90m2land area, worship place which has a surface area 425 m2 and garden surface area has 259 m2. From the planned siteplan, the public facilities surface area 13453 m2 (37%), the effective area is 22,547 m2 (63%) with an overall area of 36,000 m2. House with type 36/72 costs Rp 200,900,000.00 and for house type 54/90 it costs Rp 274,300,000.00. Obtained 97 units for type 54/90 and 130 units for type 36/72, with initial payment of Rp 90,018,400 and installment for Rp 3,635,300.00, 180 times or 15 years instalment, while for 36/72 type and type 54/90 for the initial payment of Rp 118,730,000.00 for installment of Rp 4,814,400.00 180 or 15 years installments. Housing development Medokan Ayu Asri deserves to be invested with NPV value of Rp 522,939,554.36 > 0 and IRR value of 6.44% >6%, for the return from payback period (PP) which is the 17th year of the 1st mounth.The sensitivity analysist the Medokan Ayu Asri Housing project is not feasible if investment costs have increased by 2.32%, income has decreased by -9.17%, expenses have increased by 8.91%.