cover
Contact Name
Assoc. Prof. Ahmad Salman Farid, M.Sos.
Contact Email
asf.msos@gmail.com
Phone
+6281218181955
Journal Mail Official
asf.msos@gmail.com
Editorial Address
Jl Prof. Dr. Andy Hakim, Kel. Pidoli Lombang, Kec. Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal 22977
Location
Kab. mandailing natal,
Sumatera utara
INDONESIA
QAULAN Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
ISSN : 27222780     EISSN : 27218279     DOI : https://doi.org/10.56874/qau.v5i2
Core Subject :
QAULAN Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam is a peer reviewed academic journal dedicated to the development of knowledge and research in Islamic communication broadcasting media journalism and related communication studies. The journal provides a platform for researchers academics practitioners and students to publish theoretical empirical and interdisciplinary research concerning communication media Islamic values and contemporary society. QAULAN welcomes research that examines communication phenomena from Islamic perspectives and engages with contemporary communication theories methodologies technologies and social developments. The journal covers Islamic communication Islamic broadcasting dawah communication digital dawah Islamic journalism mass media social media digital media media literacy communication technology public communication organizational communication interpersonal communication media and religious studies communication management broadcasting production media ethics communication law and Islamic media development. The journal also welcomes research on emerging issues such as digital transformation artificial intelligence algorithmic media misinformation disinformation media convergence religious communication in digital spaces and the changing landscape of Islamic broadcasting. QAULAN aims to contribute to academic development and promote ethical constructive and socially responsible communication practices based on Islamic values.
Arjuna Subject : -
Articles 51 Documents
Komunikasi Budaya Yang Terinternalisasi Dalam Prosesi Perkawinan Melayu Deli: Nilai Dari Pemaknaan Pantun dan Tarian Terinternalisasi Dalam Budaya Masyarakat Melayu Deli Datuk Imam Marzuki
QAULAN : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 1 (2020): QAULAN : JURNAL KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting - Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/319yq888

Abstract

Jurnal ini merupakan penelitian dengan pendekatan metode sejarah, hal inididasarkan kepada upaya pendeskripsian peristiwa masa lampau. Kajian ini jugamenggunakan library-research (penelitian kepustakaan) berusaha mendapatkan informasiyang lengkap mengenai topik penelitian mengarahkan persoalan data dan analisisnyayang bersumber dari literatur kepustakaan. Komunikasi Budaya yang terinternalisasimenjadi nilai-nilai simbolisasi pantun dan tarian oleh masyarakat melayu Deli. Pesanyang dimaknai seperti budaya keterbukaan, diambil dari makna bahari yang sifatnyaterbuka. Melalui keterbukaan inilah masyarakatnya menjadi mejemuk. Nilai adat lainnyaadalah etika dan moral. Di dalam adat ini terkandung nilai saling memelihara hubunganantar individu maupun kelompok. Nilai ini mengajarkan dan menyadarkan agar hidupsaling menjaga sopan dan santun baik pribadi maupun sosial. Semangat utama pantunadalah sebagai alat komunikasi, untuk menyampaikan nasihat, melakukan kritik sosialtanpa mencederai perasaan siapa pun, mengungkapkan rasa rindu antara bujang dengandara, dan sebagai media dalam menyampaikan tunjuk ajar. Begitu juga dengan tarianmencerminkan pesan budaya dari ekspresi individu dalam konteks sosial. Denganmenampilkan berbusana, mengikut kesopanan Melayu, menarikan tarian Melayu dengannorma-norma Melayu, perilaku di atas dan di luar panggung, menjaga moralitas peribadidan perilaku.
IKLIM KOMUNIKASI ORGANISASI DALAM MENUMBUHKAN MOTIVASI KERJA DAN KESEJAHTERAAN GURU DI PESANTREN MODERN DAAR AL ULUUM KISARAN KABUPATEN ASAHAN Rial Sukma Hasibuan
QAULAN : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 1 (2020): QAULAN : JURNAL KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting - Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/zg0cyt41

Abstract

This study aims to explain: First, organizational communication climate in growing motivation to work. Second, organizational communication climate in fostering the welfare of teachers. Third, the climate communication in motivation and well-being of teachers in Pesantren Modern Daar Al Uluum range in Asahan. The research data was obtained from interviews as 53orang include the foundation's president, headmaster, the deputy headmaster, kaur curriculum, teachers, and employees and jga field observations. Data analysis is qualitative descriptive. The results showed: Firstly, climate organizational communication and motivation has been carried out regularly and continuously, communication between the foundation with the school / madrasah principal and teachers carried out directly in the form of face to face, and indirectly in the form of a phone, sms or mail and almost all the teachers stated teaching is part of worship. Second, organizational communication climate and the welfare of teachers can be seen from the appreciation of the leadership is maximal, although not shaped material. Third, the climate communication in motivation and well-being of teachers is very important for communication, more effective could lead to employee motivation, motive welfare teacher at Pesantren Modern Daar Al Uluum range Asahan district based on the values ??of economic (materialistic) is not the main thing. Religious motif used is a testament to use the values ??of spiritual (religious) in each activity.
Penggunaan Teknologi dalam Komunikasi Makmur Jaya
QAULAN : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 1 (2020): QAULAN : JURNAL KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting - Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/8s0e1c12

Abstract

Dalam dewasa ini Perubahan dalam lingkungan lembaga pemerintahan atau organisasi kemasyarakatan, baik organisasi kemahasiswaan maupun organisasi diakibatkan arus globalisasi tidak terlepas dengan perkembangan teknologi informasi, karena organisasi pemerintah atau organisasi dituntut untuk mengikuti arus perubahan teknologi demi tercapainya harapan dari manajemen kebutuhan kerja organisasi.Perhatian terhadap penyesuaian struktur organisasi dengan melibatkan teknologi informasi semakin meningkat, dimana setiap perubahan-perubahan yang terjadi dalam organisasi tidak lepas dengan campur tangan taknologi informasi. Peranan teknologi yang sangat membantu telah menjadi prioritas sebagai alasan kuat dalam kebutuhan untuk melakukan kegiatan organisasi dengan mudah dan cepat sehingga mampu melahirkan keunggulan yang kompetitif ditengah persaingan yang sangat ketat.
EPISTIMOLOGI ILMU MENURUT AL JABIRI Muhammad Zuhdi
QAULAN : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 1 (2020): QAULAN : JURNAL KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting - Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/4wbxxc66

Abstract

Epistemologi merupakan ilmu tentang pengetahuan, mencari asal pengetahuan sekaligus cara memperoleh pengetahuan itu sendiri. Dalam studi keislaman, maka obyek kajiannya adalah Islam sebagai agama. Dengan demikian prior research adalah bagaimana menemukan pengetahuan dalam Islam melalui epistemologi bayani, irfani, dan burhani, sehingga keilmuan Islam dapat memberikan jawaban yang bersifat humanities dalam konteks kekinian. Meskipun epistemologi barat harus jadi kawan dialog, namun masih belum cukup sebagai alat menggali ilmu pengetahuan Islam yang bersifat humanities, karena epistemologi barat telah lepas dari nilai-nilai agama dan moral.
Dakwah dalam Lembaga Polri: Pelayanan Kepada Masyarakat sebagai Bentuk Dakwah Institusi Abdul Qodir
QAULAN : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 1 (2020): QAULAN : JURNAL KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting - Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/nr3y5143

Abstract

Seorang pendakwah pada umumnya memberikan ceramah di depan khalayak untuk mengajak atau menyerukan kebaikan dapat dilakukan oleh siapapun atau dan dimanapun sebagaimana institusi kepolisian, hanya saja dakwah ang dilakukan polri tentu saja dengan cara yang berbeda dengan yang dilakukan para pendakwah secara umum. Dakwah yang dilakukan dalam intansi polri sebagai juru dakwahnya adala apar anggotanya masing-maing dengan memberikan pelayanan pada masyarakat untuk patuh terhadap undang-undang yang berlaku. Penelitian ini bersifat deskriptif analitis dengan menggunakan metode studi library research, adapun hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa dakwah dalam hal kebaikan tidaklah harus para penceramah yang harus berdiri d depan para jamaahnya dalam mengajak pada kebaikan, hal ini juga dapat dilaksanakan oleh aparat kepolisian melalui para anggotanya dalam mengajak masyarakat untuk patuh terhadap undang-undang Negara Republik Indonesia, seperti misalnya patuh dan taat pada aturan lalu lintas dan juga memberikan pelayanan kepada masyarakat sehingga terjalin hubungan baik antara Institusi Polri dan masyarakat.
Publikasi Program Pembangunan Pemerintah Daerah Melalui Media Heri Rahmatsyah Putra, M.Kom.I
QAULAN : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 1 (2020): QAULAN : JURNAL KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting - Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/731y1d92

Abstract

Pembangunan secara umum pada hakekatnya adalah proses perubahan yang terus menerus untuk menuju keadaan yang lebih baik berdasarkan norma-norma tertentu. Pembangunan dapat dimaknai sebagai upaya perubahan peradaban manusia ke arah yang lebih baik. Pemerintah bertanggung jawab penuh terhadap pembangunan masyarakat secara fisik dan non fisik. Masyarakat perlu memahami berbagai langkah pembangunan yang dilakukan pemerintah. Peningkatan populasi manusia mengharuskan pemerintah untuk melakukan cara baru dalam mensosialisasikan pembangunan tersebut, salah satunya melalui media. Media2dapat menjadi pendorong perubahan pemikiran dan perilaku masyarakat. Oleh sebab itu tujuan penelitian ini untuk menjelaskan proses penyebaran informasi mengenai program pembangunan pemerintah daerah (kabupaten) Aceh Barat agar masyarakat dapat menerima dan memahami pembangunan yang tengah berlangsung dan yang akan dating. Penelitian ini dikembangkan melalui metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, peneliti melakukan observasi dan wawancara kepada humas Aceh Barat dan pihak percetakan media, serta mengamati proses publikasi pembangunan melalui media. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa pihak Humas melakukan rapat redaksi terlebih dahulu, kemudian mengumpulkan materi yang akan dipublikasikan, mengedit agar informasi lebih menarik dan mudah diterima. Kemudian humas melakukan pencetakan melalui mitra percetakan. Proses akhir ialah pendistribusian media kepada pihak internal seperti kantor-kantor pemerintahan, dan pihak eksternal masyarakat melalui ruang publik seperti pasar, tempat ibadah, dan warung-warung kopi.
Dakwah pada Narapidana Lapas (Kajian Pemberdayaan Spiritual di Lapas Kelas II B Panyabungan) Susanti Hasibuan
QAULAN : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 1 (2020): QAULAN : JURNAL KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting - Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/f31bkn11

Abstract

Dampak kehidupan di lembaga pemasyarakatan mengindikasikan pentingnya kehadiran dakwah ditengah-tengah narapidana. Dakwah dalam hal ini diharapkan mampu menjadi problem solving dalam kehidupan narapidana. Karena Allah tetap menghendaki adanya peringatan, bimbingan, pengaruh dan pemberian petunjuk kepada manusia, meskipun manusia telah melakukan penyimpangan atau penyelewengan terhadap ketentuan-ketentuan Allah (Sunnatullah). Manusia diharapkan kembali ke jalan yang benar dengan mematuhi hukum Allah yang diciptakan untuk kepentingan manusia, agar manusia dapat hidup dengan baik.
POLA KOMUNIKASI PENDIDIKAN PESANTREN DALAM MENCEGAH PEMAHAMAN RADILAKISME DI KAB. MANDAILING NATAL elismayanti rambe; rahmi wahyuni
QAULAN : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 2 (2020): QAULAN : JURNAL KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting - Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/03ye4c43

Abstract

Pesantren merupakan lembaga pendidikan islam yang tertua dengan segala kekhassannya di Indonesia. Sebagai institusi pendidikan islam yang melahirkan kader-kader ulama pesantren juga diterpa isu negatif sebagai institusi yang bisa memunculkan paham radikalisme agama yang bisa menjadi ancaman bagi NKRI. Tulisan ini berupaya untuk menelaah tentang penerapan nilai-nilai multikuturalisme di pesantren dalam mengantisipasi radikalisme agama. Ada beberapa faktor yang membentuk itu Pertama, mengimplementasikan Islam ra?matan li’l-‘?lam?n melalui pola pengajaran, materi pembelajaran, yang pada akhirnya membentuk karakter santri yang inklusif, ramah, dan toleran. Toleransi disini tidak hanya pada tataran konseptual, melainkan juga pada teknik operasionalnya. Kedua, secara praksis warga pesantren mampu melakukan adaptasi sosial dalam bentuk komunikasi interaktif dengan masyarakat sehingga persepsi radikalisme yang selalu diidentikkan dengan pesantren bisa terbantahkan. simpulan dari kajian ini menekankan peran pesantren dalam membendung radikalisme, secara institusional harus responsif dan menekankan keimanan dan akhlak karimah. Pendidikan pesantren harus berbasis multikultural, termasuk di dalamnya pemahaman tentang realitas keberagamaan. Sebagai institusi pendidikan keagamaan yang mampu mengolah dan meramu segala kearifan lokal dalam wajah Islam Nusantara, pesantren diharapkan dapat membantah persepsi dunia tentang Islam yang selalu diidentikkan dengan agama teror dan kebencian. Kata Kunci : pola komunikasi, pesantren, radikalisme
ANALISIS PERAN DAI DALAM MEMBANGUN ISLAM TRANSITIF Etikasari
QAULAN : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 2 (2020): QAULAN : JURNAL KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting - Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/ak19d656

Abstract

Eksistensi Dai dalam membagun Islam Transitif sangat di butuhkan pada era milenial saat ini, sebab dalam berbagi masalah yang terjadi perlu di lakukan kerja sama kepada beberapa pihak dan yang mampu memiliki wawasan dalam berbabagai aspek pengetahuan dalam jalan dakwah para dai. Sehingga penulis melakukan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui masalah yang mendasar di antaranya adalah: Bagaimana strategi dai dalam membangun Islam Transitif dan Bagaimana dai melakukan tantangan yang terjadi dalam membangun Islam Transitif. Adapun metode yang di gunakann adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Sehingga dari penelitian ini peneliti menghasilkan bahwa strategi yang dilakukan para dai adalah menggunakan pendekatan Antropologi yang mencakup pada bidang budaya, sosial, dan psikologi. Adapun tantangan yang di dapat oleh para dai yang paling utama adalah kemajuan teknologi pada saat ini. Selain ada beberpa tantangan yang terdapat pada diri dai agar tetap eksis dalam menjalankan dakwahnya yang murni karena Allah ta’alah. Serta berkolaborasi antara teknologi itu sendiri dengan dai dalam menjalankan dakwanya di antaranya adalah memanfaatkan media sosial untuk berdakwa menciptakan suasana yang harmonis dan berdialog lintas agama terkait isu-isu yang SARA yang masih menjadi masalah bersama saat ini.
IKLIM KOMUNIKASI ANTAR UMAT BERAGAMA DALAM PELAKSANAAN SYARIAT ISLAM DI KABUPATEN ACEH TENGAH Nurliana
QAULAN : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 2 (2020): QAULAN : JURNAL KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting - Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/pzpt2h91

Abstract

. Iklim komunikasi antar umat beragama di Kabupaten Aceh Tengah telah lama terbina, hal tersebut terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam hal kerukunan antar umat beragama maupun dalam menjalankan keaktivitasan kehidupan pada berbagai sektor pekerjaan dan kehidupan bermasyarakat sehari-hari. Pada awal diberlakukan UU syariat Islam di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, yang oleh masyarakat non-Muslim dipahami suatu keharusan dengan demikian dapat berimplementasi membuat iklim komunikasi yang tidak komunikatif sesama warga. Namun setelah disosialisasikannya UU syariat Islam tersebut akhirnya dimengerti bahwa syariat Islam hanya diberlakukan terhadap penduduk yang beragama Islam. Maka iklim komunikasi antar umat beragama dalam pelaksanaan syariat Islam di Provinsi Aceh pada Kabupaten Aceh Tengah tetap terbina dengan pengertian komunikasi yang komunikatif di antara sesama warga terimplementasi dalam berbagai sektor kehidupan.