Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

History Ideas from Heritage of Building Sites Negeri Malayu Padang Kingdom in Tebing Tinggi Nanang Arianto; Datuk Imam Marzuki; Siti Rahma Harahap; Susanti Hasibuan; Elismayanti Rambe
Konfrontasi: Jurnal Kultural, Ekonomi dan Perubahan Sosial Vol 8 No 3 (2021): Konfrontasi, September
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/konfrontasi2.v8i3.160

Abstract

Historical and archaeological heritage for religious purposes, especially in the area. The conservation of the cultural heritage of the Padang Malay Kingdom in Tebing Tinggi requires the role of various parties such as the city government, cultural observers, academics and community participation in a social movement that loves local architecture to foster a sense of pride in the local artifacts that still exist. Therefore, this study describes the meaning of the idea as well as the government's attention from the legacy of the Malay Kingdom of Padang, Tebing Tinggi City. By using research methodology Interpretation is an effort to achieve a correct understanding of facts, data and symptoms. Using the theory of cultural areas (Trancik, 1986), namely an integrated area is an area consisting of elements physically having an orderly structure, normally paying attention to actors, cultural context, and roots, and functionally having an integrated network. The integration components in the aspect of norms describe cultural values and behavior of taste, creativity, and initiative.
Religious Moderation in Islamic Boarding Schools Against Strengthening Democracy in Tabagsel, North Sumatra Susanti Hasibuan; Zufina Zulfina; Ian Alpian; Yenny Batubara
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2023): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/abdimas.v6i1.3055

Abstract

Religious moderation is present as a solution for understanding the extreme right and extreme left, especially regarding the massive movement of radicalism which, if allowed to continue, will lead to acts of terrorism. For this reason, it is necessary to carry out Focus Group Discussions which aim to have mutual dialogue and exchange of ideas between service teams and teaching staff at Islamic boarding schools so that educators become pioneers and partners of the government in spreading the notion of religious moderation. This service was carried out by two Islamic boarding schools in TABAGSEL, namely the Al-Ansor Padangsidempuan Islamic Boarding School and the Mustafawiyah Mandailing Natal Islamic Boarding School. This service uses the PAR method with steps; Conducting a needs analysis for understanding moderation for teaching staff, namely ustadz/ustadzah at the Musthofawiyah Islamic Boarding School in Mandailing Natal district and Al-Anshor Islamic Boarding School in Padang Sidempuan City, by conducting Focus Group Discussions with STAIN Mandailing Natal lecturers. The purpose of carrying out this FGD is to find out the understanding of ustadz/ustadzah regarding religious moderation. Form participants and engage in mentoring that presents resource persons as sources of information. The results that can be received after carrying out the FGD are that the ustadz/ustadzah have often heard the word religious moderation. It's just that they don't know clearly about religious moderation in depth. The implementation of this community service was highly appreciated by both the FGD participants as well as the principals and foundations because it was considered to broaden the horizons of the teaching staff at the pesantren. Keywords: Religious Moderation, Islamic Boarding School, ustadz/ustadzah
Kesetaraan Gender Dan Dominasi Laki-Laki: Konstruksi Peran Perempuan Dalam Dakwah Susanti Hasibuan
Al-Manaj : Jurnal Program Studi Manajemen Dakwah Vol. 2 No. 02 (2022): Al-Manaj
Publisher : Prodi Manajemen Dakwah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.734 KB) | DOI: 10.56874/almanaj.v2i02.1039

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi peran perempuan diantara dominasi laki-laki dalam bidang dakwah. Eksistensi perempuan dalam lingkup dakwah sangat terbatas karena dakwah merupakan wilayah public bagi laki-laki. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka (Field research) dengan menjadikan buku sebagai data utama. Hasil dalam penelitian ini adalah Dalam pemahaman gender, laki-laki dan perempuan dipisahkan berdasarkan wilayahnya. Perempuan identic dengan wilayah domestic yang notebanenya dapur, kasur dan sumur, sedangkan laki-laki menguasai wilayah public yang identic dengan karir dan pekerjaan. Sebagai upaya rekonstruksi dalam dakwah, perempuan harus berdaya melalui jalur pendidikan untuk mengangkat martabatnya. Selain itu alur yang dapat dikuasi perempuan adalah menjadi pelaku dakwah atau da’I, dan mad’u sebagai penerima dakwah. Kalaupun perempuan tidak dapat menguasai wilayah public untuk menyampaikan dakwahnya sebagai da’I, maka perempuan dapat menggunakan sosial media sebagai wadahnya. Selain itu ketika perempuan menjadi mad’u, maka perempuan harus memilih majelis yang memberikan pelatihan demi pemberdayaan ekonomi sebagi bekal untuk meningkatkan kualitas diri agar setara dengan laki-laki.
DIMENSI SIMBOLIK DAKWAH KULTURAL PADA PENGGUNAAN PAKAIAN HAJI BAGI PENGANTIN DI MANDAILING NATAL Hasibuan, Susanti
AT-TANZIR: JURNAL ILMIAH PRODI KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM Vol. 14, No. 1 (Juni 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/tanzir.v14i1.1235

Abstract

This study aims to unravel the history of the use of hajj clothes worn by brides in Mandailing Natal Regency. This study also uses the interview method with cultural and hatobagon community leaders in the local area where the research is carried out. In the results of his study, hajj clothing is part of the symbolic dimension of the meeting between culture and religion that has been passed down from generation to generation, and this is proven not to deviate from Islamic teachings. It is known that the bride's purpose to wear Hajj clothes worn by the bride is a symbol of prayer, hope, and the sanctity of the marriage itself and the expectation that the bride and groom will perform the Hajj. In addition, leaving for the pilgrimage can raise the image and social strata of the community for those who carry it out.
EKSISTENSI DAKWAH BIL-HAL PERANGKAT DESA DALAM MEMBENTUK KARAKTER REMAJA DI BANJAR MALAYU KECAMATAN BATANG NATAL Hasibuan, Leli Arnita; Hasibuan, Susanti; Arianto, Nanang
Jurnal Diseminasi Kajian Ilmu Komunikasi Vol 3, No 1 (2025): Jurnal Diseminasi Kajian Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jdkik.v3i1.10486

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program/bentuk dakwah bilhal perangkat desa dalam membentuk karakter remaja di desa Banjar Malayu, peran perangkat desa dalam membentuk karakter remaja serta faktor pendukung dan pengahambat dakwah bil-hal perangkat desa dalam membentuk karakter remaja di desa Banjar Malayu. Penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah penelitian kualitatif, dimana dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif serta pengumpulan data yang dilakukan dengan beberapa cara yaitu teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam menguji keabsahan data peneliti menggunakan teknik tringulasi sumber, tringulasi teknik serta tringulasi waktu. kemudian dalam menganalisis data peneliti melakukan langkah-langkah berupa pengumpulan data, reduksi data dan penarikan kesimpulan.. Adapun hasil dari temuan penelitian eksistensi dakwah bil-hal perangkat desa dalam membentuk karakter remaja di desa Banjar Malayu ialah sudah membaik dibandingkan dari tahun-tahun sebelumnya, dilihat dari kegiatan-kegiatan dan program kerjasama antara perangkat desa seperti menyediakan fasilitas dalam pengembangan kegiatan, menyantuni anak yatim/piatu serta yang kurang mampu, Peran perangkat desa dalam membentuk karakter remaja melalui dakwah bil-hal yaitu berperan dalam memberikan nasehat, sebagai pembimbing dengan mengadakan pengajian, yasinan serta latihan kegiatan lainnya berperan sebagai teladan yang baik bagi remaja. Faktor pendukung dan penghambat dakwah bil-hal perangkat desa dalam membentuk karakter remaja faktor pendukung, antusias masyarakat yang tinggi dalam memotivasi anak remajanya utuk mengikuti kegiatan keagamaan dan kegiatan sosial yang dilaksanakan pada program kegiatan NNB (Naposo Nauli Bulung), motivasi dari orang tua/orang terdekat. Faktor penghambat, pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan norma islam, kurangnya dana untuk melengkapi fasilitas hambatan dari dalam diri remaja .
MANAJEMEN PELAYANAN HAJI DI KANWIL KEMENAG KABUPATEN MANDAILING NATAL Jasa Hasibuan, Ahmad; Arianto , Nanang; Hasibuan , Susanti
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 1 No. 6 (2024): Desember
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v1i6.2833

Abstract

The main problem of this research is how is the management of services for Hajj pilgrims (Study at the Ministry of Religion of Mandailing Natal Regency)? The main problem is then broken down into several sub-problems or research questions, namely: 1) How is the management of services for Hajj pilgrims at the Mandailing Natal Regency Ministry of Religion office? 2) What are the supporting and inhibiting factors in the service of Hajj pilgrims at the Mandailing Natal Regency Ministry of Religion Office? This type of research is qualitative research with the research approach used being: Management and psychology. The data sources obtained in this research are the Head of the Hajj Organizing Section, Hajj Organizing Section Staff, and Hajj pilgrims. Furthermore, the data collection methods required in this research, the author uses interviews and documentation methods. Then, data processing and analysis techniques are carried out through three stages, namely: observation, comparative analysis, and drawing conclusions.
Peran Mudir dalam Menanamkan Moderasi Beragama Demi Mencegah Tindak Terorisme di Lingkungan Pesantren Mustahafawiyah Mandailing Natal Arianto, Nanang; Datuk Imam Marzuki; Susanti Hasibuan; Desiana
Tebuireng: Journal of Islamic Studies and Society Vol. 5 No. 2 (2024): Tebuireng: Journal of Islamic Studies and Society
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/tjiss.v5i2.8411

Abstract

Mudir is actually the highest leader in the Islamic boarding school and is an icon of the Islamic boarding school itself. The mudir must be at the forefront and be the spearhead of the Islamic boarding school's progress. Mudir must also play a role in preventing the flow of radicalism from spreading within the Musthafawiyah Islamic boarding school. And currently H. Mustafa Bakri Nasution is believed to be the mudir of the Musthafawiyah Islamic boarding school who has a very important role in maintaining the ideological traditions of the Musthafawiyah Islamic boarding school. The aim of this research is to see the role of H. Mustafa Bakri Nasution as the mudir of the Musthafawiyah Islamic boarding school in preventing radicalism from targeting its students, and how the mudir's efforts to implement the ideology of religious moderation within the Musthafawiyah Islamic boarding school environment. The purpose of this study is to see how the role of H. Mustafa Bakri Nasution as the head of the Musthafawiyah Islamic boarding school in preventing radicalism that targets his students, and how the head's efforts to implement religious moderation in the Musthafawiyah Islamic boarding school environment. This study uses a qualitative methodology by making students, educators and the head as data collection instruments and using descriptive as a technique for describing it. The results of this study indicate that the role of the head of the Musthafawiyah Islamic boarding school in preventing the entry of radicalism is by controlling the curriculum to comply with the Ministry of Education and Technology and controlling the quality of ustadz/ustadzah as educators at the Islamic boarding school. In addition, the head is selective about thoughts that come from outside, and collaborates with parties who contribute to bringing Islamic thought that develops in accordance with Islamic teachings that have become a traditional ideology in the Mustafawiyah Islamic boarding school environment.
Discourse of the Relationship Between Dakwah and Politics in the Framework of Contemporary Study Hasibuan, Susanti
JASNA : Journal For Aswaja Studies Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Pusat Studi Aswaja An-Nahdliyyah UNISNU Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jasna.v4i1.6573

Abstract

Contemporary da'wah is not only interpreted as the transformation of Islamic values through lectures between da'i and mad'u, more than that, da'wah must be a driver and motivator in a modernization movement as an antidote to negative access through political access. This study uses a literature review method by exploring various literature that examines da'wah studies, data obtained from books, journal articles, theses and papers. Data analysis is carried out by synthesizing information from various sources to form a comprehensive picture of the research topic. The results of the study show that da'wah must absorb various dimensions of life and all aspects related to society, including political activities. In the process, da'wah views that Islam cannot be separated from politics and is also a very complete religion in regulating all human life, including religion and state affairs. This is the joint of totality in Islam which in the practice of life must be applied. There is a moral responsibility carried by Islam when it appears as a religion that perfects previous religions. In addition, da'wah is a reconstruction of society by including values that are in accordance with Islamic teachings.
MANAJEMEN DAKWAH MAJELIS TABLIGH MESJID TAQWA MUHAMMADIYAH DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KEAGAMAAN DI DESA GUNUNGTUA IPAR BONDAR Imam Syafi’I; Siti Rahma Harahap; Susanti Hasibuan
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2025): April
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i4.4184

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi kurangnya bimbingan keagamaan di desa Gunungtua Iparbondar.  Untuk itu sebagai Solusi maka dihadirkanlah  Majelis tabligh  Masjid Taqwa Muhamadiyah yang merupakan suatu lembaga pendidikan non formal yag didirikan untuk memberikan pengajaran tentang agama Islam, dengan tujuan untuk memberikan bimbingan dan tuntunan agama Islam. Jenis peneliatan yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif yaitu penelitian lapangan yang berupa data yang diolah berbentuk kata-kata dan diurai berdasarkan deskriptif kualitatif.  Data yang diperoleh meliputi: transkip interview, catatan lapangan, foto, dokumen pribadi dan lain lain. Tujuan untuk menyajikan data, menganalisa juga menginterpretasikan data. Selain itu tujuan lainnya untuk memecahkan masalah berdasarkan data.               Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen dakwah Majelis Tabligh masjid taqwa Muhammadiyah desa gunungtua iparbondar berdasarkan Al-quran dan As-sunnah. Adapun manajemennya seperti: membuat perencanaan   membentuk program kerja yang efektif dan efisien, membuat Pengorganisasian disusun sebagaimana struktur organisasi pada umumnya, ada ketua, sekretaris, bendahara dan anggota lainnya. majelis tabgligh berjalan sesuai bidangnya dan sesuai dengan pelaksanaan kegiatan. Membentuk panitia jika adanya kegiatan Pergerakan yaitu melaksanakan kegiatan pengajian dan ceramah keagamaan dalam kontenks kemuhammadiyahan di dalam majelis tabgligh masjid taqwa Muhammadiyah desa gunungtua iparbondar, Pengevaluasian, evalusai secara umum suatu proses untuk menentukan atau membuat keputusan sajauh mana tujuan program yang telah tercapai. Dan penafsiran terhadap kemajuan kearah tujuan dakwah, untuk mengetahuai hal tersebut di Majelis Tabligh. Adapun faktor pendukungnya adalah: respon jamaah yang baik,  fasilitas yang disediakan seperti: ruang mesjid Majelis Tabligh, hal ini sebagai penunjang kegiatan ajelis tabligh masjid taqwa Muhammadiyah desa gunungtua iparbondar. Sedangkan faktor penghambatnya adalah: Terbatasnya sumber daya manusia. seperti: kurang aktifnya para pengurus di Majelis tabligh masjid taqwa Muhammadiyah desa gunungtua iparbondar.
ATENSI MASYARAKAT TERHADAP AKTIFITAS PENYELENGGARAAN JENAZAH Hasibuan, Susanti; Rahmatsyah Putra, Heri; Yasyah Sinaga, Yeni
BIDAYAH: STUDI ILMU-ILMU KEISLAMAN Vol. 13, No. 2, ( Desember 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/bidayah.v13i2.900

Abstract

Manusia sebagai makhluk sosial sangat bergantung terhadap satu sama lainnya. Tidak hanya ketika masih hidup namun juga setelah meninggal dunia. Dalam kehidupan sosial Islam, masyarakat memiliki kewajiban untuk penyelenggaraan terhadap jenazah. Masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui tata cara penyelenggaraan jenazah sehingga tidak berniat dalam melaksanakan kegiatan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui atensi atau minat masyarakat dalam kegiatan penyelenggaran jenazah. Melalui metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi penulis menemukan hasil penelitian bahwa masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tata cara penyelenggaraan jenazah dan menyerahkan kewajiban tersebut kepada orang yang sudah biasa melakukannya. Hal ini mempengaruhi minat masyarakat dalam berpartisipasi pada kegiatan penyelenggaraan jenazah. sehingga tidak berminat dalam kegiatan penyelenggaraan jenazah.