cover
Contact Name
Jurnal Agrotan
Contact Email
jurnalagrotan@umma.ac.id
Phone
+6282293711788
Journal Mail Official
jurnalagrotan@umma.ac.id
Editorial Address
https://ejournals.umma.ac.id/index.php/agrotan/about/editorialTeam
Location
Kab. maros,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Agrotan
ISSN : 24429015     EISSN : 24600075     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Agrotan diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Fakultas Pertanian, Peternakan dan Kehutanan Universitas Muslim Maros. Isi jurnal mencakup bidang keilmuan Agroteknologi meliputi Budidaya Tanaman, Pemuliaan Tanaman,Ilmu Benih, Agronomi, Hortikultura, Hama Penyakit Tanaman, Ilmu Tanah, Bioteknologi dan keilmuan pertanian secara luas. Jurnal ini diterbitkan sebagai sarana dan wadah para dosen, ilmuan, peneliti maupun pakar bidang pertanian mempublikasikan hasil-hasil penelitiannya untuk menunjang Tugas dan Program Tri Dharma Perguruan Tinggi secara Umum. Jurnal ini terbit secara berkala dua kali setahun, Maret dan September
Arjuna Subject : -
Articles 115 Documents
PERTUMBUHAN DAN PEMBUNGAAN KRISAN (Chrysanthemum indicum L.) PADA BERBAGAI KONSENTRASI AIR KELAPA DAN VITAMIN B1: Growth and Flowering of the Chrysanthemum Flower on Various Concentration of Coconut Water and Vitamin B1 Andi Rusdayani Amin
Jurnal Agrotan Vol. 2 No. 02 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang pertumbuhan dan pembungaan krisan pada berbagai konsentrasi air kelapa dan vitamin B1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara konsentrasi air kelapa 400 ml L-1 dan vitamin B1 70 mg L-1 memberikan daya tahan bunga lebih lama (14,83 hari) .Selain itu ,konsentrasi air kelapa 400 mL – 1 memberikan pertumbuhan panjang akar terbaik (7,55cm ).Disamping itu , konsentrasi vitamin B1 70 mg L-1 memberikan daya tahan bunga (13,56 hari.)Karena itu , peneliti menyarankan agar supaya dalam hal membudidayakan tanaman krisan pot yaitu masih perlu diteliti lebih lanjut tentang pengguanan air kelapa dengan konsentrasi 400 mL L-1 dengan interval pengaplikasian 7 hari vitamin B1 70 mg L-1 dengan interval pengaplikasian 7 hari sehingga dapat dilihat sejauh mana peran air kelapa dan vitamin B1 dalam mekanisme kerjanya terhadap pertumbuhan dan pembangunan tanaman hias terutama dalam hal membudidayakan krisan pot.
PENERAPAN PAKET INOVASI TEKNOLOGI KAKAO PADA PENGEMBANGAN MODEL BIOINDUSTRI KAKAO DI KABUPATEN POLEWALI MANDAR, SULAWESI BARAT: Application Cocoa Innovation Technology Package on the Development of Bioindustry Model on Cocoa in Polewali Mandar, West Sulawesi Ketut Indrayana
Jurnal Agrotan Vol. 2 No. 02 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep pertanian bioindustri tanpa limbah sebagai salah satu strategi untuk peningkatan nilai tambah dan daya saing serta kesejahteraan petani. Konsep ini, menuntut setiap lini produk mempunyai nilai jual, sehingga penggunan sumber daya menjadi efisien dan dapat menekan biaya produksi. Inovasi teknologi yang diterapkan dalam Kegiatan Pengembangan Model Bioindustri kakao adalah integrasi Kakao dengan ternak kambing. Teknologi tersebut sangat berpotensi untuk memberikan dampak peningkatan produksi dan pendapatan petani yang tinggi. Tujuan kegiatan yaitu meningkatkan penerapan teknologi budidaya kakao dan pascapanen, pengolahan limbah kakao (kulit buah, plasenta) dan pemanfaatannya yang ramah lingkungan oleh petani. Kegiatan Model pertanian bioindustri kakao di Polewali Mandar dilaksanakan pada tahun 2015 dengan melibatkan kelompok tani kakao dan ternak di Desa Tapango Barat, Kecamatan Tapango, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Hasil dari kegiatan yaitu : 1) Telah diperoleh 2 (dua) kelompok tani yang dapat menerapkan model pengembangan budidaya kakao yang terintegrasi dengan ternak kambing yang merupakan suatu model pengembangan kakao ramah lingkungan, 2) Meningkatnya keterampilan SDM petani binaan dalam mengelola sistem usahatani intergrasi tanaman kakao - ternak kambing berbasis bio industri melalui kegiatan pendampingan, penyuluhan dan pelatihan, 3) Pemerintah daerah, baik provinsi, kabupaten maupun desa mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Pengembangan Model Bioindustri Kakao di Kabupaten Polman, Sulawesi Barat, hasil kegiatan model integrasi kakao dengan ternak kambing akan menjadi model pengembangan kakao ramah lingkungan Khususnya di Kabupaten Polman, Sulawesi Barat. Bioindustri
POPULASI ARTHROPODA HAMA DAN MUSUH ALAMINYA YANG TERPAPAR PESTISIDA KIMIAWI DAN PESTISIDA NABATI PADA PERTANAMAN PADI DI KECAMATAN PATAMPANUA, KABUPATEN PINRANG: Population of Arthropod Pests and Their Natural Enemies Exposed to Chemical Pesticides and Bio Pesticides in Rice Cultivation of Patampanua, Pinrang District Nur Ilmi
Jurnal Agrotan Vol. 2 No. 02 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aplikasi pestisida kimiawi di pertanaman padi untuk mengendalikan organisme pengganggu tanaman (OPT) masih merupakan pilihan pertama dan utama bagi petani, khususnya di kabupaten Pinrang. Menghadirkan pestisida yang ramah lingkungan seperti pestisida berbahan nabati diantara pestisida kimiawi tersebut, adalah upaya untuk memberikan pilihan alternatif bagi petani dalam tindakan pengendaliannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan dan jumlah populasi arthropoda hama dan musuh alaminya yang terpapar pestisida kimiawi dan pestisida nabati pada pertanaman padi di Kecamatan Patampanua Kabupaten Pinrang. Penelitian ini dilksanaan dengan menggunakan 3 plot pengamatan, yaitu plot yang diaplikasikan pestisida kimiawi (PKM), plot yang diaplikasikan pestisida nabati berbahan ekstrak tanaman brotowali (PNB) dan plot tanpa aplikasi pestisida (PNP). Masing-masing plot diulang sebanyak 3 kali. Arthropoda hama dan musuh alaminya yang terjaring pada setiap pengamatan dikoleksi kemudian dilakukan identifikasi untuk selanjutnya ditabulasi. Jenis – jenis hama yang terkoleksi adalah wereng batang coklat, wereng hijau, hama putih palsu, hama punggung putih, ulat grayak, penggerek batang, walang sangit. Sedangkan jenis – jenis musuh alami yang terkoleksi adalah laba – laba, capung, parasitoid, kumbang coccinellidae, kumbang carabidae. Jumlah populasi arthropoda hama yang paling banyak terjaring yaitu pada perlakuan PNB sebanyak 274 ekor, kemudian pada perlakuan PNP sebanyak 334 ekor, sedangkan jumlah yang paling sedikit adalah pada perlakuan PKM hanya 168 ekor. Jumlah populasi arthropoda musuh alami yang paling banyak terjaring pada perlakuan PNB sebanyak 110 ekor, kemudian pada perlakuan PNP sebanyak 105 ekor sedangkan jumlah arthropoda musuh alami yang paling sedikit adalah perlakuan PKM yaitu hanya 84 ekor. Dapat disimpulkan bahwa populasi arthropoda hama dan musuh alaminya yang terpapar pestisida cenderung mengalami penurunan / berkurang sedangkan populasi arthropoda hama dan musuh alaminya yang terpapar pestisida nabati atau tanpa pestisida relatif konstan / tidak mengalami penurunan.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK URINE KELINCI TERHADAP PRODUKSI TANAMAN CABAI MERAH DI KABUPATEN MAROS: Effect of Application of Rabbit Urine Fertilizer on the Production of Red Chili Plant in Maros Regency Andi Nur Imran
Jurnal Agrotan Vol. 2 No. 02 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Urin kelinci dapat dijadikan sebagai pupuk cair organik yang sangat bermanfaat untuk tanaman. Pupuk cair lebih mudah dimanfaatkan tanaman karena unsur-unsur di dalamnya mudah terurai sehingga manfaatnya lebih cepat terasa. Tinja segar kelinci dapat menjadi bahan baku untuk biodigester yang digunakan untuk menghasilkan gas dan efluen untuk meningkatkan hasil panen serta digunakan oleh cacing tanah untuk meningkatkan produksi kascing sebagai pupuk organik. Tujuan Penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui pengaruh pemberiaan pupuk urine kelinci terhadap produksi tanaman cabai merah, 2) untuk mengetahui konsentrasi pemberiaan pupuk urine kelinci yang memberikan produksi tertinggi pada tanaman cabai. Penelitian ini dilaksanakan di UPTD Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulawesi Selatan, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, dengan waktu Pelaksanaan penelitian dilakukan pada bulan Maret hingga Juli 2016. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak kelompok (RAK) dengan tujuh perlakuan konsentrasi, dimana masing-masing perlakuan diulang 3 kali, sehingga terdapat 18 unit pengamatan. Apabila hasil analisis menunjukkan signifikan maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf a = 0,05. Hasil penelitian bahwa 1) jumlah bunga pada tanaman cabai merah untuk pemberian pupuk urine kelinci berpengaruh sangat nyata pada perlakuan pupuk urin kelinci dengan konsentrasi 12 ml/liter (P2), 2) jumlah buah tanaman cabai merah pada pemberian pupuk urin kelinci berpengaruh nyata pada perlakuan pupuk urin kelinci konsentrasi 12 ml/liter (P2), 3) panjang buah tanaman cabai merah untuk pemberian pupuk urin kelinci berpengaruh sangat nyata terhadap panjang buah tanaman cabai merah pada pada perlakuan pupuk urin kelinci konsentrasi 12 ml/liter (P2), 4) bobot buah per pohon tanaman untuk pemberian pupuk urin kelinci berpengaruh nyata terhadap bobot buah per tanaman cabai merah pada perlakuan pupuk urin kelinci konsentrasi 12 ml/liter (P2).
EFEKTIFITAS PEMBERIAN NUTRISI ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merrill): Effectiveness of Material Organic Liquid Nutrition on the Growth and Production Plant Soybean (Glycine max (l.) merrill) Abdul Mollah Jaya
Jurnal Agrotan Vol. 2 No. 02 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemberian nutrisi organik cair terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai yang dilaksanakan di Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Propensi Sulawesi Selatan, berlangsung mulai Juni sampai September 2016. Penelitian berbentuk percobaan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK). Perlakuannya adalah jenis bahan formulasi fermentasi nutrisi alami berbahan limbah pertanian organik sebanyak 8 taraf, yaitu : tanpa nutrisi (kontrol), fermentasi nutrisi buah pepaya, buah pisang, buah nenas, buah pepaya+pisang+nenas, air kelapa, air cucian beras, dan air kelapa + air cucian beras. Setiap perlakuan diulang 3 kali sebagai kelompok sehingga digunakan 24 petak percobaan. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah: tinggi tanaman, jumlah polong, bobot 1000 biji dan produksi biji per hektar. Hasil penelitian menunjukan bahwa pupuk organik cair efektif meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai (tinggi tanaman, jumlah polong, bobot 1000 biji dan produksi biji per hektar). Penggunaan pupuk organik cair berbahan gabungan buah pepaya + pisang + nenas menghasilkan produksi biji tertinggi ((2,01 ton.ha-1), meningkat 67,5% dibanding tanpa pemberian pupuk organik cair.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI CENDAWAN ENDOFIT TANAMAN PADI AROMATIK LOKAL ENREKANG: Isolation and Identification of Endophytic Fungus on Local Aromatic Rice Plants of Enrekang Syamsia Syamsia
Jurnal Agrotan Vol. 2 No. 02 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengindetifikasi cendawan endofit tanaman padi aromatik lokal Enrekang. Isolasi cendawan endofit dilakukan pada tigas jenis padi aromatik lokal Enrekang yaitu Pulu Mandoti, Pulu Lotong dan Pare Lambau. Isolasi cendawan dilakukan pada bagian akar, batang dan daun padi. Isolat cendawan yang telah dimurnikan kemudian didentifikasi secara makroskopis dan mikroskopis. Dalam penelitian ini dihasilkan 12 isolat cendawan endofit. Hasil identifikasi terhadap empat isolat cendawan endofit terpilih diperoleh Aspergillus sp1, Aspergillus sp2, Aspergillus candidus dan acremonium.
KAJIAN POTENSI PENGEMBANGAN TEKNOLOGI SISTEM INTEGRASI TANAMAN JAGUNG DAN TERNAK MODEL ZERO WASTE DI KABUPATEN SOPPENG: Study of Technology Development in Integration System (maize –livestock) with Zero Waste Model at Soppeng South Sulawesi Hadija Hadija
Jurnal Agrotan Vol. 2 No. 02 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem Integrasi pertanian (tanaman – ternak) mengintegrasikan semua komponen baik secara vertikal maupun horisontal dengan memanfaatkan semua potensi yang ada. Kabupaten Soppeng yang berbasis pertanian memiliki sumber daya pertanian dan peternakan cukup besar, Potensi ini dapat dilihat dari produksi jagung dan ternak di Kabupaten Soppeng selama periode (2012-2015) jagung yaitu 5,16 ton/ha dan ternak sapi pada tahun 2015 mencapai 40. 338 ekor (BPS Kabupaten Soppeng, 2016). Adapun tujuan dari kajian ini adalah untuk: (1) Menganalisis potensi dan peluang pengembangan teknologi system integrasi tanaman jagung ternak sapi potong; (2) Menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal pengembangan teknologi sistem terintegrasi tanaman jagung ternak sapi potong; (3). Merumuskan alternatif strategi pengembangan teknologi sistem terintegrasi. Lokasi penelitian di Kecamatan Marioriwawo dan penentuan desa lokasi penelitian tersebut menggunakan metode porpusive sampling. Dilaksanakan dari bulan Oktober- Desember 2016. Analisis data dengan dilakukan dengan menghitung R/C yang diperoleh melaui pendapatan di bagi dengan total biaya. Rumusan strategi dianalisis dengan SWOT (Strenght, Weakness, Oppurtunity, and Threat). Hasil dari kajian ini adalah pengembangan teknlogi system integrasi tanaman jagung - ternak sapi potong di Kecamatan Marioriwawo layak untuk lakukan dengan melihat R/C rasio. Nilai R/C pada usaha integrasi jagung – ternak paling tinggi (2,25) dibandingkan usaha ternak saja (1,25) dan Jagung saja (2,16) dengan volume 1 ha/tahun. Hal tersebut menujukan usaha integrasi lebih efisien dimana setiap pengeluaran produksi Rp. 1.000,00 memberikan penerimaan sebesar Rp.2.280.00. Strategi yang dapat dilakukan dalam pengembangan intergrasi ternak sapi – jagung adalah membentuk kelompok tani – ternak dengan melakukan model integarsi tani - ternak. Strategi ini mampu meningkatkan produk hasil pertanian dan populasi sapi potong serta efek perbaikan lingkungan produksi dari kegiatan integrasi tersebut.
PEMANFAATAN BUAH MAJA DAN BONGGOL PISANG SEBAGAI SUMBER MIKROORGANISME LOKAL (MOL) DAN BAHAN ORGANIK UNTUK PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI CABE: Utilization of Maja Fruit and Banana Humps as a Source of Local Microorganisms and Organic Material for Growth and Production of Chili Iradhatullah Rahim
Jurnal Agrotan Vol. 2 No. 02 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian mikroorganisme lokal yang disingkat Mol dari buah maja dan bonggol pisang terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai. Diharapkan menjadi bahan informasi tentang pemanfaatan mikroorganisme lokal yang ada di sekitar kita. Percobaan dilakukan di lahan milik petani di Kabupaten Soppeng. Penelitian disusun dalam bentuk percobaan menggunakan rancangan faktorial. Faktor pertama adalah jenis Mol, meliputi tanpa Mol (m0), Mol maja (m1) dan Mol bonggol pisang (m3). Faktor yang kedua adalah jenis pupuk organik, yaitu tanpa bahan organik (b0), bokashi (b1) dan kompos (b2). Perlakuan dibagi menjadi 3 kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bokashi memberikan hasil terbaik pada Laju Tumbuh Tanaman (LTT) tanaman cabe. Perlakuan Mol bonggol pisang memberikan hasil terbaik pada jumlah buah dan berat buah. Perlakuan Mol maja menunjukkan hasil terbaik pada Indeks Luas Daun (ILD). Interaksi dua perlakuan memberi hasil terbaik untuk tinggi tanaman, jumlah daun, dan indeks luas daun cabai tanaman.
IDENTIFIKASI DAN KARAKTERISTIK MORFOLOGI LALAT BUAH DI KABUPATEN SOPPENG: Identification and characteristics of Fruit Flies morphology in Soppeng regency Sri Wahyuni Manwan
Jurnal Agrotan Vol. 3 No. 01 (2017): Maret 2017
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui spesies lalat buah yang menyerang pada beberapa komoditi buah di Kabupaten Soppeng. Di tiap kecamatan buah - buah yang memperlihatkan gejala serangan dikumpulkan seperti Mangga, Sukun, Nangka, Belimbing, Jambu air, Cabai merah, Cabai rawit, Tomat dan Jambu Mete. Sampel kemudian disimpan dalam kantong plastik berbeda tiap komoditi dan dibawa ke Laboratorium Hama, Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin. Sampel dimasukkan kedalam stoples yang berisi pasir dan tanah. Stoples dilapisi bahan yang berwarna gelap. Stoples tiap hari diperiksa untuk kemunculan imago. Imago yang muncul diindetifikasi karakter morfologinya dan ditentukan spesiesnya. Hasil pengamatan menunjukan bahwa spesies lalat buah yang ditemukan yaitu pada Bactrocera dorsalis pada Mangga, Cabai rawit, Cabai merah di semua kecamatan dan Belimbing yang hanya ditemukan pada Kecamatan Liliriaja dan Marioriwawo. Bactrocera albistrigata ditemukan pada Jambu air di semua kecamatan. Bactrocera umbrosa ditemukan pada Sukun dan Nangka di semua kecamatan. Drosophilla melanogaster menyerang Mangga di semua kecamatan, Nangka di Kecamatan Marioriwawo dan Tomat di Kecamatan Liliriaja dan Marioriwawo.
PENGARUH BERBAGAI MEDIA TANAM DAN PEMBERIAN KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR (POC) BIO-SLURRY TERHADAP PRODUKSI TANAMAN MELON (Cucumis melo L.): Effect of Various Plant Media and Application of Bio-slurry Liquid Organic Fertilizer Concentration on Melon Plant Production (Cucumis melo L.) Andi Nur Imran
Jurnal Agrotan Vol. 3 No. 01 (2017): Maret 2017
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu usaha untuk peningkatan produksi tanaman melon dapat dilakukan dengan pengunaan pupuk organik dimana tanaman melon memerlukan persyaratan tumbuh antara lain tanah subur, gembur banyak mengadung bahan organik , dan ph tanah mendekati netral (6-6,8) (samadi, 2010). Kombinasi media tumbuh + pupuk kandang + pasir merupakan suatu media yang ideal,utamanya untuk media pembibitan karena masing-masing media mempunyai sifat fisik yang berbeda-beda, sehingga dibutuhkan suatu komposisi media yang ideal. Tujuan Penelitian adalah 1) Untuk mengetahui kombinasi media tanam yang paling berpengaruh terhadap produksi tanaman melon, 2) Untuk mengetahui konsentrrasi pupuk organik cair yang paling berpengaruh terhadap produksi tanaman melon, 3) Untuk mengetahui interaksi media tanam dan pupuk organik cair yang berpengaruh paling baik pada produksi tanaman melon. Penelitian dilaksanakan di kelurahan Leang - Leang, Kec. Bantimurung, Kab. Maros pada bulan Februari sampai Juli 2015. Penelitian ini mengunakan Rancangan factorial dua faktor yang disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Konsentrasi pupuk organik cair 15 ml/liter air memberikan pengaruh terbaik, hasil tertinggi dan nyata pada parameter pertumbuhan yaitu panjang sulur, jumlah daun dan parameter produksi yaitu diameter buah, berat buah pada tanaman melon, 2) Media tanam Tanah+Arang sekam memberikan pengaruh terbaik, hasil tertinggi dan nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman melon. 3) Interaksi antara konsentrasi pupuk organik cair 15 ml.l-1 air dan Media tanam Tanah+Arang sekam memberikan pengaruh terbaik, hasil tertinggi dan nyata terhadap komponen pada rata-rata panjang sulur tanaman (55.27cm), rata-rata jumlah daun tanaman (26,00) helai, rata-rata diameter buah (14.75 cm), rata-rata berat buah( 1,83 kg ).

Page 1 of 12 | Total Record : 115