cover
Contact Name
Jurnal Agrotan
Contact Email
jurnalagrotan@umma.ac.id
Phone
+6282293711788
Journal Mail Official
jurnalagrotan@umma.ac.id
Editorial Address
https://ejournals.umma.ac.id/index.php/agrotan/about/editorialTeam
Location
Kab. maros,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Agrotan
ISSN : 24429015     EISSN : 24600075     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Agrotan diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Fakultas Pertanian, Peternakan dan Kehutanan Universitas Muslim Maros. Isi jurnal mencakup bidang keilmuan Agroteknologi meliputi Budidaya Tanaman, Pemuliaan Tanaman,Ilmu Benih, Agronomi, Hortikultura, Hama Penyakit Tanaman, Ilmu Tanah, Bioteknologi dan keilmuan pertanian secara luas. Jurnal ini diterbitkan sebagai sarana dan wadah para dosen, ilmuan, peneliti maupun pakar bidang pertanian mempublikasikan hasil-hasil penelitiannya untuk menunjang Tugas dan Program Tri Dharma Perguruan Tinggi secara Umum. Jurnal ini terbit secara berkala dua kali setahun, Maret dan September
Arjuna Subject : -
Articles 115 Documents
KETAHANAN BEBERAPA GENOTIPE JAGUNG (Zea mays L.,) SINTETIK-2 TERHADAP CEKAMAN KEKERINGAN: Resistance of Corn Genotipes (Zea mays L.) Synthetic-2 to Drought Stress Andi Rusdayani Amin
Jurnal Agrotan Vol. 3 No. 01 (2017): Maret 2017
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Instalasi Kebun Benih Palawija Canru, Kecamatan Sabbangparu, Kabupaten Wajo. Penelitian berlangsung sejak Agustus sampai November 2015. Penelitian bertujuan untuk memperoleh genotipe jagung sintetik-2 yang tahan terhadap kekeringan dengan produktivitas tinggi, untuk mengetahui cekaman kekeringan yang digunakan untuk menyeleksi genotipe jagung tahan kekeringan, dan untuk mengetahui satu atau lebih interaksi antara cekaman kekeringan dengan genotipe tanaman jagung yang memberikan pertumbuhan dan produktivitas yang baik. Penelitian dilaksanakan dalam bentuk Rancangan Petak Terpisah dalam kelompok. Petak utama adalah interval pengairan yang terdiri dari 2 taraf yaitu cekaman kekeringan dan pengairan normal. Anak petak adalah 8 genotipe jagung sintetik-2 dan 2 varietas pembanding yang terdiri dari : Syn 2-1, Syn 2-2, Syn 2-4, Syn 2-7, Syn 2-8, Syn 2-10, Syn 2-15, Syn 2-16, Bisma, dan Lamuru. Berdasarkan basil penelitian menunjukkan bahwa genotipe Syn 2-8 merupakan genotipe yang tahan terhadap kekeringan dengan produktivitas tertinggi (4.24 ton ha-1) dibandingkan varietas pembanding Bisma (3.13 ton ha-1) dan Lamuru (3.15 ton ha-I). Cekaman kekeringan dapat dijadikan untuk menyeleksi genotipe yang tahan terhadap kekeringan karena memiliki produktivitas yang tinggi. Kondisi pengairan normal menunjukkan genotipe Syn 2-8 dengan produktivitas tertinggi (5.21 ton ha'), lebih tinggi 0.66 ton ha-'dari varietas pembanding Bisma dan 0.69 ton ha-1 dari varietas pembanding Lamuru; sedangkan pada cekaman kekeringan genotipe Syn 2-8 dengan produktivitas tertinggi (4.24 ton ha-1), lebih tinggi 1.11 ton ha-1 dari varietas pembanding Bisma dan 1.09 ton ha-1 dari varietas pembanding Lamuru.
PERBAIKAN USAHA TANI BAWANG MERAH DATARAN RENDAH DENGAN PERABANDINGAN PAKET TEKNOLOGI PETANI DENGAN PAKET TEKNOLOGI INTRUDUKSI DI KABUPATEN MAJENE: Improving Lowland Shallot Farming: Comparative Review on Farmers Technology Package and Introduction Technology Package in Majene Regency Ketut Indrayana
Jurnal Agrotan Vol. 3 No. 01 (2017): Maret 2017
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari pengkajian ini adalah mendapatkan paket teknologi bawang merah dataran rendah spesifik lokasi dan meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani. Pengkajian dilaksanakan di Desa Baruga, Kecamatan Banggai Timur, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat mulai bulan Maret sampai dengan Desember 2014. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok dengan empat ulangan (petani sebagai ulangan) yang terdiri dari tiga macam paket teknologi, yaitu : paket teknologi budidaya bawang merah dari BALITSA, paket teknologi modifikasi, dan paket teknologi petani. Dalam percobaan ini digunakan tiga varietas bawang merah yaitu Maja, Bima Brebes, dan Manjung. Analisa data untuk membandingkan perlakuan paket teknologi budidaya bawang merah dilakukan dengan uji t pada taraf 5 %. Sementara data penerimaan usahatani dianalisis dengan RC ratio. Hasil pengkajian menunjukan bahwa varietas bawang merah yang direkomendasikan dilokasi pengkajian adalah Bima Brebes. Ketiga perlakuan paket teknologi (menggunakan varietas Bima Brebes) yang dikaji menguntungkan untuk diterapkan karena RC ratio > 1. RC ratio masing-masing perlakuan adalah paket teknologi Balitsa sebesar 5,2; paket teknologi modifikasi sebesar 5,3; dan paket teknologi petani sebesar 4,1. Berdasarkan analisis MBCR, maka teknologi introduksi Balitsa dan modifikasi layak untuk dikembangkan.
TEKNOLOGI HIDROPONIK DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH TERNAK DAN EKSTRAK TANAMAN SEBAGAI POC PADA TANAMAN TOMAT: Technology of The Hydroponic Uses of The Waste of Livestock and Plant Extract as Liquid Organic Fertiliser for The Tomato Plants Sofyan Sofyan
Jurnal Agrotan Vol. 3 No. 01 (2017): Maret 2017
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hidroponik merupakan alternatif budidaya tanaman tomat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan hidroponik dan produksi tanaman tomat dengan penerapan pupuk organik cair, limbah ternak dan ekstrak tanaman. Penelitian ini dilaksanakan di kebun Organik Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin Makassar pada bulan Mei sampai Juli 2016. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode menggunakan RAK (Rancangan Acak Kelompok). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan P1 (biourine) memberikan pertumbuhan tinggi tanaman tomat pada minggu I dengan rataan 50.200a, P0 pada minggu ke II dengan rataan 51,000a dan P4 pada minggu ke III dengan rataan 58.033a. bobot buah lebih besar terdapat pada pemberian nutrisi P0 : Pupuk Nonorganik (Pupuk Mix A dan B) sebesar 51.000a. Jumlah buah terbanyak, bobot buah per tanaman, pada perlakuan P0 (control Mix A dan Mix B) dengan rataan sebesar 60.667a, dan 2868.619a. jumlah tandan buah per tanaman terbanyak pada perlakuan P5 (POC Biourine dan ekstrak kompos).
KARAKTERISTIK KIMIA TANAH DAN STATUS KESUBURAN TANAH BEBERAPA JENIS TANAH DILAHAN KERING KABUPATEN ACEH BESAR, PROVINSI ACEH (INDONESIA): Chemical Characteristics and Soil Fertility Status of Several Types of Soil in Dry Land of Aceh Besar, Aceh (Indonesia) Lukman Martunis
Jurnal Agrotan Vol. 3 No. 01 (2017): Maret 2017
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakteristik kimia tanah dan status kesuburan pada Lahan kering sangat penting dievaluasi untuk mengetahui kendala yang mungkin ditemukan jika lahan tersebut dimanfaatkan sebagai areal pertanian. Suatu studi lapangan dan analisis laboratorium telah dilakukan pada bulan Juni – November 2015 yang bertujuan untuk menilai karakteristik kimia yang menjadi kendala terhadap status kesuburan tanah pada beberapa beberapa jenis tanah di lahan kering Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh (Indonesia). Metode yang digunakan adalah metode survey dan uji tanah di laboratorium tanah dan tanaman Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Pengambilan sampel tanah dilakukan pada 74 titik lokasi (site). Sampel diambil pada tanah lapisan atas (0-20 cm). Sifat kimia tanah yang dianalisis meliputi : pH, C dan N-total, Kandungan P2O5 dan K2O total (ekstrak HCl 25 %), P-tersedia (Bray 1), kation basa tertukar (Ca-dd, Mg-dd, K-dd, dan Na-dd) ekstrak 1N NNH4OAc pH7, kapasitas tukar kation (KTK) potensial, Al-dd dan H-tertukar (ekstrak 1N KCl), dan daya hantar listrik (DHL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik kimia tanah bervariasi antar jenis tanah, namun status kesuburan tanah Kambisol Eutrik(Typic Eutrudepts), PodsolikHaplik (Typic Hapludults), Kambisol Distrik (Typic Dystrudepts), Litosol,adalah rendah. Sedangkan jenis Andosol Umbrik (Typic Hapludands), dan Alluvial Eutrik adalah tinggi.Faktor pembatas kimia tanah adalah kandungan C-organik,kejenuhan basa, P2O5 total, K2O total yangrendah, sehingga perlu penambahan bahan organik dan pemupukan.
PERKECAMBAHAN DAN PERTUMBUHAN BENIH PALEM EKOR TUPAI (Wodyetia bifurcate) HASIL PEMATAHAN DORMANSI DENGAN AIR PANAS DAN GIBERELIN (GA3): Germination and Growth of Squirrel Palm Seeds (Wodyetia bifurcate) Result of Dormancy Break with Hot Water and Gibberellin (GA3) Amirullah Dachlan
Jurnal Agrotan Vol. 3 No. 01 (2017): Maret 2017
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman dengan air panas dan giberelin (GA3) hasil pematahan dormansi benih terhadap perkecambahan dan pertumbuhan bibit palem ekor tupai. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih dan Green House Exfarm Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin. Penelitian ini berlangsung mulai bulan Februari 2015 sampai bulan Juni 2015. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial dua faktor. Faktor pertama adalah perendaman benih (A), yang terdiri dari dua jenis yaitu: air biasa(a1), dan air panas 700C(a2). Faktor kedua adalah konsentrasi hormon giberelin (G) yang terdiri dari 4 taraf yaitu: tanpa asam giberelin (g0), 37,5 ppm (g1), 75 ppm (g2), dan 112,5 ppm (g3). Parameter yang diamati pada penelitian ini yaitu daya kecambah benih, panjang koleoptil, tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, volume akar, bobot kering tajuk, bobot kering benih, bobot kering akar, rasio tajuk akar, bobot tajuk akar tanaman dan bobot tajuk akar benih tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman larutan giberelin dengan konsentrasi 37,5 ppm menghasilkan tanaman tertinggi (12,05 cm), daya kecambah tertinggi (60,42%), koleoptil terpanjang (1,61 cm) dan akar terpanjang (25,14 cm). Interaksi antara perlakuan perendaman dalam air panas dengan perlakuan perendaman pada larutan giberelin tidak menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap seluruh parameter pengamatan.
KAJIAN PENGENDALIAN HAMA PENGGEREK BUAH (PBK) KAKAO RAMAH LINGKUNGAN DI KABUPATEN MAMUJU: A Study on Eco-friendly Controlling on Cocoa Pod Borer in Mamuju Ketut Indrayana
Jurnal Agrotan Vol. 3 No. 01 (2017): Maret 2017
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari pengkajian ini mendapatkan satu model pengendalian hama PBK yang aplikatif dan ramah lingkungan sehinga dapat menurunkan tingkat serangan hama PBK dan meningkatnya produksi dan mutu biji kakao. Kegiatan Pengakjian ini dilaksanakan di Desa Camaploga, Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat pada Januari- Desember tahun 2014. Pengamatan yang dilakukan yaitu mendokumentasikan dengan baik semua aktivitas pengendalian hama PBK yang dilakukan petani dan pengaruhnya terhadap tingkat serangan hama PBK, hasil dan mutu biji kakao. Data yang terkumpul akan ditabulasi dan selanjutnya dianalisis secara deskriptif dari masing-masing kemampuan petani dalam pengelolaan tanamannya. Hasil kajian yang dilakukan yaitu Rata-rata berkurangnya kehilangan hasil akibat PBK pada intensitas serangan sedang sampai berat sebesar 73,04%, Rata-rata produksi sesudah introduksi 613 kg/ha, lebih baik dibanding sebelum introduksi teknologi 446 kg/ha, Perubahan teknologi telah memberi peningkatan hasil sebesar 36.5%, Rakitan teknologi introduksi pengendalian PBK membutuhkan tambahan biaya 11,94% per hektar, lebih tinggi dari sebelum pengendalian, namun diikuti keuntungan bersih per hektar Rp 3.065.000,- atau meningkat 48,79% dibandingkan sebelum pengendalian yang hanya Rp.2.060.000,-Peningkatan hasil bersih 48,79%, B/C ratio > 1,0 dan MBCR sebesar 6,14 telah menciptakan peluang usahatani yang layak.Penghematan biaya tenaga kerja sebesar 65,9% yaitu dari 544 jam kerja/ha sebelum introduksi menjadi 185,6 jam kerja/ha sesudah introduksi teknologi.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) SECARA HIDROPONIK PADA BERBAGAI MEDIA DAN KONSENTRASI AIR KELAPA SEBAGAI ZAT PENGATUR TUMBUH: Growth and Production of Red Onion Plants (Allium ascalonicum L.) Hydroponically in Various Media and Coconut Water Concentration as Growth Regulator Arjuna Arjuna
Jurnal Agrotan Vol. 3 No. 02 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis media dan konsentrasi air kelapa pada pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.) secara hidroponik. Penelitian ini dilaksanakan di green houseBTN Tompo Tobani, Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng dengan ketinggian ±127 m dpl. Penelitian berlangsung mulai bulan April sampai Juli 2017. Penelitian dilaksanakan menggunakan rancangan faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah media (M) yaitu arang sekam, cocopeat dan serbuk gergaji. Faktor kedua adalah konsentrasi air kelapa (K) yaitu 0%, 10%, 20%, 30% dan 40%. Hasil percobaan menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara jenis media dengan konsentrasi air kelapa. Namun demikian, media arang sekam dan konsentrasi air kelapa 30% memberikan pengaruh dan hasil terbaik pada pengamatan tinggi tanaman (26,74 cm), bobot basah umbi (15.13 gram) dan bobot kering umbi (12.36 gram).
PEMBENTUKAN POPULASI DASAR UNTUK PEMURNIAN VARIETAS JAGUNG PULUT LOKAL SULAWESI SELATAN: Development of Basic Population for Purification of Local Pulut Maize Varieties of South Sulawesi Junyah Leli Isnaini
Jurnal Agrotan Vol. 3 No. 02 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan membentuk populasi dasar (pembuatan famili) untuk pemurnian varietas jagung pulut lokal Sulawesi Selatan. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Lau, kabupaten Maros selama 4 bulan (April-Juli 2017). Teknik persilangan yang digunakan adalah seleksi berulang yaitu membuat persilangan antara famili terpilih (rekombinasi) dengan cara persilangan bersari bebas. Jumlah silang uji sebanyak 10 varietas lokal dengan 2 ulangan. Tiap ulangan ditanam 10 silang uji berbaris sebanyak 20 baris sepanjang 5 meter (Setiap 1 baristerdiri atas 5 lubang tanam dan setiap lubang tanam ditanam 2 benih) dengan jarak tanam 20 cm x 50 cm), total jumlah tanaman pada penelitian ini sebanyak 400 tanaman. Setiap baris diwakili 3 tanaman sampel, sehingga total sampel sebanyak 120 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan dari 10 varietas jagung pulut lokal yang disilang-uji secara keseluruhan dapat meningkatkan karakter fenotipe, genotipe dan hasil bijinya. Pulut lokal yang terpilih mempunyai penampilan superior dari karakter Dari 120 sampel tanaman, terdapat 75 tanaman dari 5 famili pulut lokal yang mempunyai penampilan superior (penampilan fenotipe lebih bagus dari tetuanya dan produksinya lebih tinggi dari rata-rata produksi jagung pulut lokal tetuanya)
TEKNOLOGI PRODUKSI KENTANG TROPIKA MELALUI PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU BERBASIS SUMBERDAYA LOKAL DI SULAWESI SELATAN: Tropical Potato Production Technology through The Integrated Plant Management Based on Local Resources in South Sulawesi Nurjanani Nurjanani
Jurnal Agrotan Vol. 3 No. 02 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengkajian ini bertujuan untuk mendapatkan satu paket rekomendasi pengelolaan tanaman terpadu kentang di Sulawesi Selatan. Pengkajian dilaksanakan pada Bulan Januari sampai Desember 2016. di Kelurahan Pattapang, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa. Pengkajian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari empat paket perlakuan tiga ulangan. Paket teknologi A terdiri dari Penggunaan pupuk kandang ayam 20 t/ha; Pupuk anorganik 50 kg/ha N2, 110 kg/ha P2O5 dan 40 kg/ha K2O; Pengendalian OPT: Subsoiling, Solarisasi, Perangkap kuning, dan Tagetes. Paket teknologi B yaitu Penggunaan pupuk hayati (Ecofert) 40-60 kg/ha; Pupuk anorganik NPK Super 450 kg/ha; Pengendalian OPT: Subsoiling. Perangkap kuning, dan Tagetes. Paket teknologi C yaitu Penggunaan pupuk kandang terfermentasi (decomposer Trichoderma spp); Pupuk anorganik 50 kg/ha N2, 110 kg/ha P2O5 dan 40 kg/ha K2O; Pengendalian OPT: Subsoiling, Perangkap kuning, dan tagetes. Paket teknologi D yaitu paket pengelolaan tanaman kentang menggunakan cara petani dengan melakukan survey pada 25 orang petani. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa Paket teknologi A yaitu pengelolaan terpadu tanaman kentang (Dosis pukan ayam 20 t/ha: 50 kg N; 110 kg P2O5; 40 kg K2O per ha, subsoiling, solarisasi tanah, perangkap kuning, penanaman tagetes) dapat menghasilkan produksi kentang G3 sama dengan teknologi yang diterapkan petani dengan dosis pupuk anorganic 2 kali lipat. Paket teknologi A dapat memberikan produktivitas 20,86 t/ha, dan paket teknologi D (yang diterapkan petani) memberikan produktivitas 20,14 t/ha. Sedangkan paket teknologi B (Penggunaan pupuk hayati (Ecofert) 40-60 kg/ha; Pupuk anorganik NPK Super 450 kg/ha; subsoiling, solarisasi tanah, perangkap kuning, penanaman tagetes) memberikan produktiviats paling rendah yaitu 14,21 t/ha.
MANAJEMEN PENINGKATAN KADAR AIR TANAH DENGAN RESIDU JERAMI PADI PADA SAWAH TADAH HUJAN: Soil Water Improvement Management using Residual Rice Straw on Rainfed Paddy Hadija Hadija
Jurnal Agrotan Vol. 3 No. 02 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pertanian pada sawah tada hujan yang menerapkan pengolahan tanah yang intensif dan sawah tada hujan yang sangat mengandalkan air hujan untuk pemenuhan kebutuahan air tanaman padi, akan mudah terkena dampak keragaman dan kejadian iklim ekstrim (kekeringan), Pengolahan yang insentif dan kurangnya ketersedian air merupakan faktor penyumbang terbesar kerusakan tanah dan penurunan produktivitas lahan. Menurunnya produktivitas lahan dapat tanah selain kurangnya air adalah semakin berkurangnya kandungan bahan organik di dalam tanah. Selama ini persiapan lahan sebelum melakukan pertanaman tidak dilakukan dengan dengan baik, dimana semua hasil panen di bawa keluar dari areal pertanian sehingga tidak ada adaya residu (jerami padi) yang tersisa untuk melakukan perbaikan terhadap kesuburan tanah dan kemampuan tanah dalam mengikat dan menyimpan air. Pemanfaatan atau pengelolaan jerami dapat dilakukan dengan pengangkutan jerami ke luar lahan, pembakaran jerami di lahan, pembenaman jerami, ataupun dengan pengomposan jerami. Penelitian bertujuan untuk mengetahui manajemen aplikasi residu jerami padi pada sawah tada hujan Mendapatkan pengaruh aplikasi residu jerami padi yang tepat dalam hubungan menjaga kadar air pada lahan sawah tada hujan. Metode penelintian ini mengunakan metode anlisis statistik regresi liner sederhana. Berdasarkan hasil yang telah dicapai dapat maka dapat disimpulkan . Curah hujan rata-rata selama proses penelitian adalah berkisar berkisar 223-115 mm/bulan, kandungan Corganik berkisar 27,24%, nitrogen 1,00, fosfor 0.11%, kalium 0.35% dan nisbah C/N 27,24%.; Hasil analisis uji korelasi menunjukan bahwa Kadar air (pF 4.20 pF 2.54) yaitu berkorelasi positif dengan bahan organik (R = 70%), dan nila regresi porositas menujukan korelasi positif (R = 63%); Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa perlakuan manajemen jerami mendorong pertumbuhan vegetatif tanaman yang ditandai dengan kondisi tanaman padi yang cukup baik. Hal tersebut diduga karena pemberian bahan organik terutama jerami padi dapat memperbaiki kesuburan tanah serta meningkatkan efisiensi pemupukan.

Page 2 of 12 | Total Record : 115