cover
Contact Name
Jurnal Agrotan
Contact Email
jurnalagrotan@umma.ac.id
Phone
+6282293711788
Journal Mail Official
jurnalagrotan@umma.ac.id
Editorial Address
https://ejournals.umma.ac.id/index.php/agrotan/about/editorialTeam
Location
Kab. maros,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Agrotan
ISSN : 24429015     EISSN : 24600075     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Agrotan diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Fakultas Pertanian, Peternakan dan Kehutanan Universitas Muslim Maros. Isi jurnal mencakup bidang keilmuan Agroteknologi meliputi Budidaya Tanaman, Pemuliaan Tanaman,Ilmu Benih, Agronomi, Hortikultura, Hama Penyakit Tanaman, Ilmu Tanah, Bioteknologi dan keilmuan pertanian secara luas. Jurnal ini diterbitkan sebagai sarana dan wadah para dosen, ilmuan, peneliti maupun pakar bidang pertanian mempublikasikan hasil-hasil penelitiannya untuk menunjang Tugas dan Program Tri Dharma Perguruan Tinggi secara Umum. Jurnal ini terbit secara berkala dua kali setahun, Maret dan September
Arjuna Subject : -
Articles 115 Documents
efektivitas ekstrak akar alang - alang dan teki sebagai bioherbisida gulma pada tanaman cabai rawit ( capsicum frutescens L.) sabar12 budiman97
Jurnal Agrotan Vol. 11 No. 1 (MARET) (2025): JURNAL AGROTAN
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya produktivitas tanaman cabai rawit karena persaingan dengan gulma sekitarnya yang menyebabkan pertumbuhan tanaman cabai rawit terhambat proses pertumbuhannya. Gulma adalah tumbuhan yang tumbuh pada areal pertanaman termasuk pada tanaman cabai rawit.gulma dapat merugikan tanaman cabai rawit karena bersaing mendapatkan unsur hara,cahaya matahari dan air.hal tersebut disebabkan karena adanya zat alelppati yang terkandung dalam gulma membuatnya mampu berkompetisi terhadap tanaman cabai rawit.maka dari perlu dilakukan pengendalian menggunakan biorherbisida buatan dari ekstrak akar alang-alang dan teki agar dapat menghambat pertumbuhan gulma tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi ekstrak akar alang-alang dan teki untuk dapat menurunkan jumlah populasi gulma pada tanaman cabai rawit.penelitian ini dilaksanakan di Desa Sampakang Kec. Simbang Kab. Maros pada bulan mei sampai bulan agustus 2024. Penelitian ini menggunakan rancangan faktorial dua faktor dengan rancangan dasar Acak kelompok ( RAK ) faktor pertama adalah konsentrasi ekstrak akar alang- alang dan faktor kedua adalah konsentrasi ekstrak akar teki yaitu faktor 1 , a1:250 mL/L air a2:500 mL/L air a3:750mL/Lair dan faktor kedua t1:250mL/air ,t2:500mL/L air t3:750ml/ L air. Berdasrkan hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian dosis ekstra akar alang-alang, akar teki dan interkasi antara ekstra akar alang-alang dan teki tidak memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi gulma, laju pertumbuhan gulma, biomassa gulma tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah buah pertanaman, berat buah pertanaman dan toksisitas biorhebisida pada tanaman cabai rawit. Jenis gulma dominan yang terdapat di lahan pertanaman cabai rawit di Desa Sampakang Kec. Simbang Kab. Maros yaitu Persikaria perfoliata L., Adansonia digitata L., Colopgonium muconoides desv dan Lygodium venestum. Kata kunci : Cabai rawit, ekstrak alang-alang dan teki Abstract The low productivity of cayenne pepper plants is due to competition with surrounding weeds which causes the growth of cayenne pepper plants to be hampered. Weeds are plants that grow in planting areas, including cayenne pepper plants. Weeds can be detrimental to cayenne pepper plants because they compete for nutrients, sunlight and water. This is because the allelppathies contained in weeds make them able to compete with cayenne pepper plants. Therefore, it is necessary to control using artificial biorherbicides from extracts of the roots of reeds and sedges in order to inhibit the growth of these weeds. This research aims to determine the interaction of alang-alang and sedge root extracts to reduce the number of weed populations in cayenne pepper plants. This research was carried out in Sampakang Village, District. Simbang District. Maros from May to August 2024. This study used a two-factor factorial design with a basic randomized block design (RAK), the first factor was the concentration of alang-alang root extract and the second factor was the concentration of sedge root extract, namely factor 1, a1:250 mL/ L water a2:500 mL/L water a3:750mL/Lair and the second factor t1:250mL/water , t2:500mL/L water t3:750ml/ L water. Based on the results of the research, it shows that giving extra doses of alang-alang roots, alang-alang roots and interactions between extra alang-alang roots and nutsedge does not have a real effect on weed height, weed growth rate, weed biomass, plant height, number of leaves, number of fruit per plant, weight. fruit planting and biorhebicide toxicity in cayenne pepper plants. The dominant type of weed found in cayenne pepper plantations in Sampakang Village, Kec. Simbang District. Maros, namely Persicaria perfoliata L., Adansonia digitata L., Colopgonium muconoides desv and Lygodium venestum. Key words: Cayenne pepper, alang-alang extract and sedge
Biopriming Benih dan Pupuk Kompos untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Produksi Cabai Rawit (Capsicum Frutescens L.) anrian asral
Jurnal Agrotan Vol. 11 No. 1 (MARET) (2025): JURNAL AGROTAN
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan produksi cabai rawit harus terus diupayakan dengan perbaikan komponen teknologi budidaya. Salah satu faktor yang perludiperhatikan dalam budidaya cabai rawit adalah benih. Benih merupakan faktor penentu yang paling penting dari pertumbuhan danperkembangan tanaman yang efisien, mendasar untuk produksi tanaman. Keberhasilan perkecambahan dan pembibitan adalah pentinguntuk mencapai biomassa yang tinggi dan hasil yang tinggi. Perkecambahan dan bibit yang diinginkan Perkembangannya dapat dihambatoleh penyemaian yang tidak tepat waktu dan kualitas benih yang rendah, disertai dengan kondisi pasca tanam yang merugikan. Bioprimingadalah metode priming benih, yang memungkinkan kepatuhan dan adaptasi bakteri pada benih, meningkatkan kolonisasi rizosfer dantoleransi tanaman terhadap berbagai cekaman biotik dan abiotik, seperti benih dan patogen tular tanah dan kondisi lingkungan yangmerugikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis biopriming aspergillus yang terbaik meningkatkan pertumbuhan dan produksicabai rawit, dan dosis kompos manaka yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi cabai rawit. Penelitian ini dilaksanakanpada bulan juli sampai november 2022 di lahan pertanian Balai Sertifikasi Mutu Benih (BSMB) Holtikultura, Kabupaten maros, Provinsisulawesi selatan. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari faktor pertama lamaperendaman Aspergillus terdiri dari 5 taraf yaitu a0 : kontrol, a1 hijau : 6 jam, a2 hitam : 6 jam, a3 hijau : 12 jam, a4 hitam 12 jam. DanFaktor kedua dosis pupuk kompos terdiri dari 3 taraf yaitu k0 : kontrol, k1 : 6,4 kg/polybag, k2 : 12,8 kg/polybag. Pemberian dosisperendaman biopriming aspergillus hitam selama 6 jam memberikan pengaruh terhadap jumlah daun, umur berbunga, bobot akar & jumlahbuah. Sedangkan untuk tinggi tanaman dosis perendaman biopriming aspergillus hitam selama 12 jam memberikan pengaruh terbaik &diameter batang memberikan pengaruh terbaik pada perendaman biopriming aspergillus hijau selama 12 jam. Pemberian dosis pupukkompos pada dosis 6,4 kg/polybag memberikan pengaruh terbaik pada dosis tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang & jumlah buah.Sedangkan untuk dosis 12,8 kg/polybag memberikan pengaruh terbaik pada parameter umur berbunga, bobot tajuk & bobot akar.Kata Kunci : cabai rawit, biopriming aspergillus, pupuk kompos
Pengaruh Aplikasi Trichoderma sp pada Penyemaian terhadap Pertumbuhan Kedelai Hitam Malika (Glycine max L. Merril) irgi rasul
Jurnal Agrotan Vol. 11 No. 1 (MARET) (2025): JURNAL AGROTAN
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Irgi Ahmad Rasul , Andi Herwati, Bibiana Rini Widiati Giono.  Produksi tanaman kedelai hitam saat ini masih tergolong rendah dan belum mampu memenuhi kebutuhan pasar. Hal ini terjadi karena kurangnya minat petani dalam membudidayakan tanaman kedelai hitam. Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan hasil tanaman kedelai hitam yaitu dengan menggunakan teknik budidaya seperti pemanfaatan cendawan Trichoderma sp. Selain itu, upaya yang perlu dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan benih pada penyemaian yaitu dengan menggunakan cendawan Trichoderma sp. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh cendawan Trichoderma sp terhadap kedelai hitam pada penyermaian, mengetahui dosis cendawan Trichoderma sp yang berpengaruh terhadap pertumbuhan kecambah kedelai hitam pada penyemaian dan di lapangan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium UPTD-BPTPH pada bulan Juli sampai Agustus 2024 dan peneilitian lapangan di Lingkungan Baniaga, Kelurahan Taroada, Kecematan Turikale, Kabupaten Maros pada bulan Agustus sampai Semptember 2024. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok dengan 3 macam perlakuan Trichoderma sp yaitu d1 = 30 g/talam, d2 = 60 g/talam, d3 = 90 g/talam dan terdiri dari 4 ulangan, sehingga diperoleh 12 unit percobaan.  Hasil penelitian menujukkan Trichoderma sp berpengaruh positif pada penyemaian tanaman kedelai hitam karena kemampuannya meningkatkan kesehatan tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman. Perlakuan Trichoderma sp pada penyemain dengan dosis 60g/talam memberikan hasil terbaik pada persentase daya kecambah 22,06%, indeks vigor 19,85% dan jumlah tunas daun 6,75 helai. Perlakuan Trichoderma sp dosis 90g/talam memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman 8,08 cm dan jumlah daun 6,25 helai.    Kata Kunci : Kedelai Hitam, Trichoderma sp, Penyemaian
Pengaruh Aplikasi Pupuk Organik Paitan (Tithonia diversifolia) dan Biourin Kambing Terhadap Pertumbuhan Bibit Kopi Robusta (Coffea canephora L.): Effects of Paitan (Tithonia diversifolia) Organic Fertilizer Application and Goat Biourine on the Growth of Robusta Coffee (Coffea canephora L.) Seedlings Sulkifli Nurdin; Basri Baba; Eka Wisdawati
Jurnal Agrotan Vol. 11 No. 1 (MARET) (2025): JURNAL AGROTAN
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The growth of coffee seedlings can be supported by providing nutrients derived from Paitan Organic Fertilizer and goat Biourin. This study aims to determine the effect of paitan organic fertilizer and goat biourin on the growth of robusta coffee seedlings. This research was conducted from November 2022 to July 2023 in the Experimental Garden of the Department of Agricultural Production Technology, Pangkajene Islands State Agricultural Polytechnic. The experiment used a Randomized Block Design (RBD) with a factorial pattern, namely two factors, the first factor was the dose of paitan compost organic fertilizer (T) consisting of 4 levels, including 0 tons/ha (t0), 10 tons/ha (t1), 20 tons/ha (t2), 30 tons/ha (t3). The second factor is goat biourine (U) which consists of four levels, namely 0% (u0), 10% (u1), 20% (u2), 30% (u3), so there are 16 treatment combinations. The results showed that the treatment of paitan organic fertilizer and goat biourin gave no significant effect on the parameters of plant height and number of leaves, but gave a significantly effect on stem diameter parameters. However, the combination of the two treatments did not significantly affect all observation variables. The results of the BNT further test at the 1% level showed the treatment of paitan organic fertilizer with a dose of 30 tons/ha and goat biourin with a concentration of 30% gives a better effect than without the provision of organic fertilizer and biourin.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI CENDAWAN ASAL RHIZOSFER DAN TANAMAN PADI LOKAL SINJAI Dian Ekawati deka Sari; islamiyah cyntia bella
Jurnal Agrotan Vol. 11 No. 1 (MARET) (2025): JURNAL AGROTAN
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan karakteristik cendawan yang terdapat pada rizhosfer dan tanaman padi (Oryza sativa L.) serta cendawan yang bersifat patogen dan non patogen. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan di Desa Puncak, Kecamatan Sinjai Barat pada area persemaian padi dan dilanjutkan proses isolasi hingga pengujian di Laboratorium Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Sinjai pada bulan Mei hingga Agustus 2024. Metode penelitian meliputi isolasi cendawan dari tanaman padi dan rhizosfer lalu dilakukan pemurnian cendawan lalu dilakukan identifikasi karakteristik secara makroskopis dan mikroskopis kemudian dilakukan pengujian uji patogenesitas. Hasil dari penelitian ini didapatkan keragaman cendawan asal rhizosfer dan tanaman padi yaitu cendawan Penicillium sp, Trichoderma sp., Aspergillus flavus, Aspergillus niger, Rhizopus sp, Pyricularia oryzae, Fusarium sp, dan Mucor sp. Setiap cendawan memiliki ciri dan karakteristik yang berbeda-beda. Hasil uji patogenesitas menunjukkan terdapat 5 jenis cendawan bersifat patogen dan 3 cendawan bersifat non patogen.

Page 12 of 12 | Total Record : 115