cover
Contact Name
Suci Megawati
Contact Email
sucimegawati@unesa.ac.id
Phone
+6281342706458
Journal Mail Official
publika@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA Kampus Ketintang Jalan Ketintang Gedung I3 Lantai 1 Postal Code: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Publika
ISSN : -     EISSN : 2354600X     DOI : https://doi.org/10.26740/publika.v9n2
Core Subject : Social,
PUBLIKA is available for free (open access) to all readers. The articles in PUBLIKA include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 5 (2020)" : 15 Documents clear
DAMPAK KEBIJAKAN PENGARUSUTAMAAN GENDER DI KABUPATEN GRESIK (STUDI PADA SEKOLAH PEREMPUAN DESA SUMBERGEDE KECAMATAN WRINGINANOM) Niken Ayu Dewanti; Weni Rosdiana
Publika Vol 8 No 5 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n5.p%p

Abstract

Gender merupakan hasil pola pikiran manusia terhadap laki-laki dan perempuan yang dikotak-kotakkan. Berawaldari budaya patriarkhi yang mendominasi dalam realitas masyarakat dan negara, sehingga tidak mudah mengubahpandangan bahwa perempuan setara dengan laki-laki. Stereotip gender masih menjadi kebiasaan masyarakat DesaSumbergede sehingga memarjinalkan perempuan desa dan membatasi perempuan untuk dapat berpartisipasidalam setiap kegiatan pembangunan di daerah. Hal tersebut diakibatkan oleh rendahnya tingkat pendidikanperempuan dibandingkan dengan laki-laki di Desa Sumbergede dan belum hilangnya anggapan bahwa perempuanhanya boleh melakukan pekerjaan domestik rumah tangga. Penyadaran terhadap gender sangat diperlukan sebagaibentuk pembangunan. Pemerintah Kabupaten Gresik mengeluarkan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2012tentang pengarusutamaan gender dalam pembangunan daerah. Sekolah Perempuan Desa Sumbergede merupakaninovasi program yang dijalankan oleh LSM Kelompok Perempuan dan Sumber-sumber Kehidupan (KPS2K)bersama dengan Pemerintah Kabupaten Gresik dalam bidang pemberdayaan perempuan dan pengarusutamaangender. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan dampak Sekolah Perempuan di Desa SumbergedeKecamatan Wringinanom Kabupaten Gresik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakanpendekatan kualitatif. Fokus dari penelitian ini adalah dampak individual, dampak terhadap organisasi, dampakterhadap masyarakat, dan dampak terhadap lembaga dan sistem sosial. Teknik pengumpulan data yang digunakanmelalui observasi, dokumentasi dan wawancara. Sedangkan teknik analisis datanya yaitu dengan model interaktifmenurut Miles dan Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikankesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian tersebut berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Finsterbusch dan Motzsebagai berikut: pada dampak individual Sekolah Perempuan memberikan dampak pada aspek psikis, biologis,ekonomi dan sosial pada para perempuan yang menjadi peserta Sekolah Perempuan Desa Sumbergede dan jugasuami dari peserta Sekolah Perempuan Desa Sumbergede. Dampak terhadap organisasi yaitu adanya interaksiantar peserta Sekolah Perempuan lebih akrab serta adanya rasa solidaritas persaudaraan dan kerukunan yang tinggisebagai sesama perempuan. Dampak terhadap masyarakat adanya Sekolah Perempuan sangat membantu dalammengakses pelayanan publik berupa pengurusan dokumen kependudukan dan perbaikan data KIS-PBI. Dampaklembaga dan sistem sosial adanya Sekolah Perempuan ini adalah lebih mudah mendapatkan data kependudukanlebih akurat dari warga secara langsung. Banyak manfaat yang didapatkan dengan mengikuti Sekolah Perempuanselain belajar juga menambah pengalaman. Sehingga peneliti memberikan saran yaitu untuk mengadakanpelatihan pendidikan keluarga berwawasan gender dan mengembangkan kegiatan yang memberdayakanperempuan pada sektor penguatan ranah publik.Kata kunci: kebijakan publik, gender, Sekolah Perempuan Gender is the result of the compartmentalized patterns of human thought towards men and women. Starting froma patriarchal culture that dominates the reality of society and the state, so it is not easy to change the view thatwomen are equal to men. Gender stereotypes are still a habit of the Sumbergede Village community so that theymarginalize village women and limit women from being able to participate in any development activities in theregion. This is due to the low level of education of women compared to men in Sumbergede Village and theabsence of the notion that women can only do domestic work. Gender awareness is needed as a form ofdevelopment. The Gresik Regency Government issued Regional Regulation No. 4 of 2012 on gendermainstreaming in regional development. Sumbergede Village Women's School is an innovative program run bythe Women's and Sources of Life NGO (KPS2K) together with the Gresik District Government in the field of women's empowerment and gender mainstreaming. The purpose of this study is to describe the impact of women's schools in Sumbergede Village, Wringinom District, Gresik Regency. This research is a descriptive study using a qualitative approach. The focus of this research is on individual impacts, impacts on organizations, impacts onsociety, and impacts on social institutions and systems. Data collection techniques used were through observation,documentation and interviews. While the data analysis technique is the interactive model according to Miles andHuberman which consists of data collection, data reduction, data presentation, and conclusion / verification. Theresults of this study are based on the theory put forward by Finsterbusch and Motz as follows: the individualimpact of the Women's School has an impact on the psychological, biological, economic and social aspects ofwomen who are participants in the Sumbergede Village Women's School and also the husbands of the SumbergedeVillage Women's School participants. The impact on the organization is that there is a more intimate interactionbetween the Women's School participants and a high sense of brotherly solidarity and harmony as fellow women.Impact on society The existence of a Women's School is very helpful in accessing public services in the form ofprocessing population documents and improving KIS-PBI data. The impact of the social institutions and systemsof the Women's School is that it is easier to get more accurate population data directly from residents. There aremany benefits that can be obtained by attending the Women's School, apart from learning and adding to theexperience. So that the researchers provide suggestions, namely to hold gender-based family education trainingand develop activities that empower women in the sector of strengthening the public sphere.Keywords: public policy, gender, Women’s School
PEMBERDAYAAN PETANI MELALUI PENERAPAN PENGENDALIAN HAMA TERPADU DI JAWA TIMUR Ranggalawe Maestro Nusantara; Badrudin Kurniawan
Publika Vol 8 No 5 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n5.p%p

Abstract

Pemberdayaan petani dengan melakukan Penerapan Pengendalian Hama Terpadu merupakan kegiatandengan mengedepankan prinsip pengendalian hama terpadu (PHT) dalam usaha tani, petani dapat mengatasimasalah pengendalian Organisme Pengendalian Tanaman (OPT) dan menekan penggunaan pestisida kimia.Tujuan penelitian adalah untuk mengatahui bagaimana pemberdayaan petani melalui program PenerapanPengendalian Penerapan Pengendalian Hama Terpadu di Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan jenispenelitian studi pustaka (library research). Metode pengumpulan data menggunakan literatur-literatur yangada. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam pemberdayaan petani melalui penerapan prinsip PHT di JawaTimur dengan mengedepankan agroekosistem dan melakukan pengendalian OPT yang berbasis ramahlingkungan, dengan memberdayakan petani menggunakan prinsip PHT petani dapat mengelola hasil taninyadari segi sumber daya manusia dan kelembagaan yang lebih ideal dalam mengatasi hasil tani mereka melaluibeberapa program PHT yaitu Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) dan ManajemenTanaman Sehat (MTS). Namun dalam pembuatan pestisida nabati petani merasa kurang praktis karenamembutuhkan waktu dalam proses pembuatan sehingga banyak petani lebih memilih menggunakan pestisidakimia karena lebih mudah memperoleh obat pertanian kimia dan penggunaan yang mudah tanpa memikirkanefek jangka panjang dari pestisida kimia.Kata Kunci: Pemberdayaan, Petani , Pengendalian Hama Terpadu. Empowering farmers by implementing integrated pest control application is an activity by promoting theprinciple of Integrated Pest Control (IPM) in the farming business, farmers can overcome the problemscontrolling plant control organisms (OPT) and suppress the use of chemical pesticides. The purpose of theresearch is to know how farmers are empowering through the implementation an integrated pest controlimplementation program in East Java. In this study, the research study used library research. The methodof collecting data using the existing literature. The results showed that in the empowerment of farmersthrough the implementation of the principles of IPM in East Java by promoting Agroecosystems andconducting environmentally friendly OPT control, by empowering farmers to use the principle of thefarmers IPM can manage their crops in terms of human and institutional resources that are more ideal inovercoming their produce through several IPM programs, namely Integrated Pest Control School (SLPHT)and healthy Plant Management (MTS). But in the manufacture of vegetable pesticides farmers feel lesspractical because it takes time in the manufacturing process so that many farmers prefer to use chemicalpesticides because it is easier to acquire chemical agricultural drugs and the use of easy without thinkingof the long-term effects of chemical pesticides.Keywords: Empowerment, Farmers, Integrated Pest Contol.
Program Fasilitasi Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pelaksanaan Percepatan Pembangunan Di Kelurahan Bujel Kecamatan Mojoroto Kota Kediri Ulil Albab Nur; Tjitjik Rahaju
Publika Vol 8 No 5 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n5.p%p

Abstract

Peraturan Walikota Kediri Nomor 40 Tahun 2014 Tentang Program Fasilitasi Pemberdayaan Masyarakat(PRODAMAS) Kota Kediri ingin meningkatkan pembangunan daerah dengan konsep pemberdayaan.Hasil dari Penelitian ini menjabarkan bagaimana pelaksanaan percepatan pembangunan melalui ProgramFasilitasi Pemberdayaan Masyarakat (PRODAMAS) Kelurahan Bujel Kecamatan Mojoroto Kota Kediri.Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Penelitian ini dikaji menggunakan 4 tahapanPemberdayaan Masyarakat sebagaimana di kemukakan (Mardikanto, 2010) yaitu SeleksiLokasi,Sosialisasi, Proses Pemberdayaan dan Pemandirian. Data dari penelitian ini bersumber pada dataprimer yang diperoleh dari hasil interview dan data sekunder diperoleh dari literatur dokumentasi, danbuku yang berkaitan dengan penelitian. Teknik pegumpulan data yang digunakan Berupa Observasi,Wawancara dan Dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan proses pengumpulan data, reduksidata, penyajian data, dan perangkaian kesimpulan. Dari hasil peneliti menemukan bahwa dalam 1) Prosesseleksi program daerah masyarakat sangat aktif dalam mengusulkan program pembangunan yang diinginkan mulai dari infrastruktur yaitu renovasi jalan, mushola dan pos kamling. Sosial Ekonomi dialokasikan untuk sembako,keperluas sekolah bagi anak keluarga tidak mampu. 2) Pelaksanaan ProsesSosialisasi dari pihak Kelurahan dengan secara intensif mengundang masyarakat agar selalu datang saatsosialisasi PRODAMAS. 3) Proses Pemberdayaan, masyarakat saling gotong royong dari segipikiran,tenaga sampai bantuan konsumsi untuk para pekerja. 4) Kemandirian Masyarakat Bujel terlihatdalam kegiatan seperti pembuatan proposal PRODAMAS oleh para Ketua RT, belanja material dan tenagakerja yang di tangani langsung oleh warga Bujel. Walaupun ada kekurangan dalam pelaksaksanaanPRODAMAS di Kelurahan Bujel seperti belum maksimalnya penggunaan dana bidang ekonomidikarenakan kurang minat nya masyarakat Kelurahan Bujel dalam berkegiatan wirausaha.Kata Kunci: Fasilitasi, Pemberdayaan, Percepatan Pembangunan. Kediri Mayor Regulation No.40 of 2014 concerning the Community Empowerment Facilitation Program(PRODAMAS) of the City of Kediri wants to enhance regional development with the concept ofempowerment. This study aims to describe the implementation of accelerated development in thecommunity empowerment facilitation program (PRODAMAS), Bujel Village, Mojoroto District, KediriCity. The approach of this research is descriptive qualitative. This research was examined using 4 stagesof Community Empowerment as stated by (Mardikanto, 2010), namely Location Selection, Socialization,Empowerment and Independence Process. Data from this study consisted of primary data obtained frominterviews and secondary data obtained from documentation, literature, and books related to research.Data collection techniques used in the form of interviews, observation, and documentation. Data analysistechniques are carried out through the process of data collection, data reduction, data presentation, anddrawing conclusions. The results of the study showed that in 1) the process of regional program selectionwas very active in proposing the desired development program starting from infrastructure, namelyrenovation of roads, prayer rooms and security posts. Socio-Economic allocated for food, expandingschools for children from disadvantaged families. 2) Implementation of the Socialization Process from theKelurahan by intensively inviting the community to always come when the PRODAMAS socialization. 3)Empowerment Process, the community works together in terms of mind, energy and consumptionassistance for workers. 4) Independence of the Bujel Community is seen in activities such as makingPRODAMAS proposals by the RT Heads, spending on materials and labor handled directly by Bujelresidents. Although there are deficiencies in the implementation of PRODAMAS in the Bujel Kelurahan,such as the lack of economic use due to lack of interest in the Bujel Kelurahan community inentrepreneurial activities.Keywords: Facilitation, Empowerment, Acceleration of Development.
IMPLEMENTASI PROGRAM PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN (PKB) UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS GURU (STUDI KASUS DI UPTD SDN GUNONG SEKAR 1 KABUPATEN SAMPANG) Nabilah Sukmawati; Tjitjik Rahaju
Publika Vol 8 No 5 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n5.p%p

Abstract

Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan merupakan kebijakan dikhususkan bagi guru yangmendapatkan sertifikasi guna mengembangkan kompetensi dan profesionalitasnya yang dilaksanakan sesuaikebutuhan, bertahap, dan berkelanjutan. Sehingga, pelaksanaan program Pengembangan KeprofesianBerkelanjutan (PKB) harus dilaksanakan sesuai kebutuhan guru yang bersangkutan. Kebutuhan yang dimaksudyaitu kebutuhan guru dalam mencapai dan/atau meningkatkan kompetensinya diatas rata-rata kompetensiprofesi guru. Program untuk meningkatkan kualitas guru juga dilakukan di Kabupaten Sampang denganPeraturan Bupati Sampang Nomor 33 tahun 2018 tentang pembinaan dan pengembangan keprofesianberkelanjutan bagi guru dan tenaga kependidikan. Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB).PKB adalah program dari pemerintah Kabupaten Sampang yang dikhususkan bagi guru mendapatkan sertifikasidimana dalam pelaksanaanya sesuai dengan kebutuhan, bertahap, dan berkelanjutan guna meningkatkanprofesionalitasnya. Pengembangan yang sudah terlaksanakan dalam program Pengembangan KeprofesianBerkelanjutan (PKB) yaitu workshop tentang penyusunan media pembelajaran berbasis IT, workshop tentangpembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics (STEAM).Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi, faktor pendukung dan faktorpenghambat serta implikasi adanya program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) di UPTD SDNGunong Sekar 1 Kabupaten Sampang. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif denganpendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Fokuspenelitian ini menggunakan teori menurut Van Meter dan Van Horn yang terdiri dari enam indikator yaitustandar dan sasaran kebijakan, sumber daya, Komunikasi antar organisasi dan penguatan aktivitas, karakteristikagen pelaksana, kondisi social ekonomi dan politik, disposisi implementor. Perlunya meneliti penelitian inisupaya mengetahui masalah yang terjadi di lapangan dan memberi saran untuk meringankan masalah yang ada.Kata Kunci: implementasi, pengembangan keprofesian berkelanjutan. The Sustainable Professional Development is a policy specifically for teachers who have receivedcertification in order to develop their competence and professionalism which is carried out as needed, graduallyand sustainably. Thus, the implementation of the Sustainable Professional Development (PKB) program must beimplemented according to the needs of the concerned teacher . This requirement is the need of teachers inachievin and / or improving their competence above the average competency of the teaching profession. ThePrograms to improve teacher's quality are also carried out in Sampang Regency with the Sampang RegentRegulation Number 33 of 2018 concerning sustainable professional guidance and development for teachers andeducation personnel. Sustainable Professional Development Program (PKB). PKB is a program from SampangRegency government which is specifically for teachers to get certification which in the practice is suitable withthe needs, gradually, and continuously in order to increase their professionalism. The developments that havebeen carried out in the Sustainable Professional Development (PKB) program include workshops on thepreparation of IT-based learning media, workshops on Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics(STEAM) -based learning.This study aims to describe the implementation, supporting and inhibiting factors as well as theimplications of the Sustainable Professional Development (PKB) program at UPTD SDN Gunong Sekar 1,Sampang Regency. This study used a descriptive research method with a qualitative approach. Data collectiontechniques used interviews, observation and documentation. The focus of this research used a theory accordingto Van Meter and Van Horn which consists of six indicators, namely standards and policy targets, resources,communication between organizations and strengthening activities, characteristics of implementing agents,socioeconomic and political conditions, disposition of implementors. It is necessary to research this research inorder to know the problems that occur in the field and provide suggestions to alleviate existing problems.Keyword : implementation, Sustainable Professional Development.
IMPLEMENTASI PROGRAM DESA BERWAWASAN PENDIDIKAN DI DESA SIDOMULYO KECAMATAN SIDAYU KABUPATEN GRESIK Shofiyatun Nuzuliyah; Indah Prabawati
Publika Vol 8 No 5 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n5.p%p

Abstract

Program desa berwawasan pendidikan adalah program untuk meningkatkan sumber daya aparatur desa yangagamis, sehat, cerdas, terampil, mandiri dan professional; meningkatnya peran serta dan partisipasi masyarakatterhadap kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dansumber daya alami demi meningkatnya taraf hidup dan kemakmuran masyarakat serta mengurangi kesenjangansosial, ekonomi budaya dan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Implementasi ProgramDesa Berwawasan Pendidikan di Desa Sidomulyo Kecamatan Sidayu Kabupaten Gresik. Metode penelitian inimenggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan observasi,wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajiandata dan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh peneliti dengan menggunakan teori George C. Edward IIIbahwa implementasi program desa berwawasan pendidikan ini sudah berjalan dengan baik, namun masihditemukan kendala dalam pelaksanaannya. Terkait dengan komunikasi yaitu pihak pelaksana program ini melaluisosialisasi kepada masyarakat terkait dengan program desa. Terkait dengan sumber daya dalam pelaksanaanprogram secara kualitassudah memadai melihat penempatan pelaksanaan program sudah sesuai seperti pelaksanaprogram dan pengawas lapangan, kemudian terkait dengan disposisi sudah baik dari penujukkan pihak pelaksanadan petugas pengawasan lapangan yang bertanggungjawab dengan dibentuknya kelompok kerja. Terkait denganstruktur organisasi dengan dikeluarkannya SK Kepala Desa Sidomulyo nomor 470/027/473.112.06/II/2015.Kesimpulan dari peneliti masih terdapat kendala pada sumberdaya terkait dengan fasilitas dan sumber dayamanusia yang kurang memadai. Saran dari peneliti yaitu diharapkannya fasilitas dan sumber daya manusia dalampelaksanaan program ini dipenuhi agar pelaksanaan program desa berwawasan pendidikan ini berjalan denganbaik.Kata Kunci: Implementasi, Program, Desa Berwawasan Pendidikan The education-oriented village program is a program to increase the resources of village officials who arereligious, healthy, intelligent, skilled, independent, and professional; participation of the community indevelopment activities and community empowerment to increase economic growth and natural resources in orderto maintain the standard of living and prosperity of the community and reduce social, economic, cultural andeducational activities. This study aims to describe the implementation of the Village Education-Based Programin Sidomulyo Village, Sidayu District, Gresik Regency. This research method uses a descriptive method with aqualitative approach. The data technique used was observation, interview and documentation. The data analysistechnique was carried out by studying the data, data reduction, data presentation and reports. The results of theresearch obtained by researchers using the theory of George C. Edward III show that the implementation of thevillage program with an educational perspective has gone well, but is still being found in its implementation.Related to communication, namely the implementer of this program through socialization to the communityrelated to the village program. With regard to resources in the implementation of the quality program, it issufficient to see that the placement of program implementation is appropriate, such as the program executor andfield supervisors, then related to the good disposition of the appointment of implementing parties and fieldsupervisory officers responsible for the formation of working groups Related to the organizational structure withthe issuance of the Village Head Decree number 470/027 / 473.112.06 / II / 2015. The conclusions of theresearchers are still trapped in problems related to inadequate human resources. Suggestions from researchersare expected that the facilities and human resources in the implementation of this program are fulfilled so thatthe implementation of this educational-oriented village program runs well.Keywords: Implementation, Program, The Village Of Insightful Education.

Page 2 of 2 | Total Record : 15