cover
Contact Name
Suci Megawati
Contact Email
sucimegawati@unesa.ac.id
Phone
+6281342706458
Journal Mail Official
publika@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA Kampus Ketintang Jalan Ketintang Gedung I3 Lantai 1 Postal Code: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Publika
ISSN : -     EISSN : 2354600X     DOI : https://doi.org/10.26740/publika.v9n2
Core Subject : Social,
PUBLIKA is available for free (open access) to all readers. The articles in PUBLIKA include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles 1,286 Documents
DAMPAK PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI PERDESAAN (PNPM MP) DI DESA SIDOKUMPUL KECAMATAN BANGILAN KABUPATEN TUBAN (Studi pada Pembangunan Gedung Taman Kanak-Kanak PKK 01 Sidokumpul) TRI PUSPITASARI
Publika Vol 2 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v2n2.p%p

Abstract

Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan merupakan program penanggulangan kemiskinan yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat. Salah satu kegiatan PNPM MP adalah pembangunan prasarana pendidikan. Kurangnya prasarana pendidikan di Desa Sidokumpul menjadi alasan Tim Pengelola Kegiatan memilih pembangunan gedung TK sebagai kegiatan utama yang dilakukan pada tahun 2009. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mendeskripsikan dampak program pembangunan gedung TK PKK 01 Sidokumpul di Desa Sidokumpul Kecamatan Bangilan Kabupaten Tuban. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah TK PKK 01 Sidokumpul, Guru TK, wali murid TK, Ketua dan Sekretaris Tim Pengelola Kegiatan Desa Sidokumpul. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan pengumpulan data, reduksi, penyajian dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan dampak pembangunan gedung TK yang dilihat dari 4 unit sosial yang terkena dampak kebijakan yang dikemukakan oleh Finsterbusch dan Motz, yaitu: 1) Individual, terutama dampak psikis. Adanya respon positif dari wali murid dan pihak sekolah. Tidak adanya penolakan dari masyarakat sekitar lokasi pembangunan 2) Organisasional, pembangunan gedung TK sangat mempengaruhi pencapaian Visi dan misi TK. Kegiatan-kegiatan yang dapat mendukung pencapaian visi dan misi TK dapat dilakukan pihak sekolah dengan maksimal 3) Masyarakat, kepercayaan masyarakat terhadap TK PKK 01 Sidokumpul meningkat. Wali murid PAUD tidak kebingungan akan menyekolahkan anak di TK 4) Lembaga dan Sistem Sosial, Institusi pendidikan TK menjadi lebih tertata, struktur organisasi menjadi lebih jelas, secara administrasi institusi pendidikan TK menjadi lebih eksis, kegiatan pendidikan lebih tertata. Meskipun pembangunan gedung TK memberikan dampak yang cukup besar tetapi masih ada kendala-kendala yang dihadapi TK untuk dapat berkembang lebih maju. Kendala-kendala tersebut misalnya kurangnya dukungan dari Pemerintah Desa terutama dukungan materi, serta kurang adanya kesadaran dari masyarakat sekitar untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan gedung TK. Maka untuk meminimalisir kendala tersebut, saran yang dapat diberikan yaitu meningkatkan dukungan materi dan non materi baik dari masyarakat Desa Sidokumpul maupun dari Pemerintah Desa Sidokumpul. Kata Kunci: Dampak, PNPM Mandiri Perdesaan, Gedung TK
PEMBERDAYAAN USAHA KECIL MENENGAH OLEH KLINIK KOPERASI DAN USAHA MIKRO KECIL MENENGAH PROVINSI JAWA TIMUR PUTRI PURWITASARI
Publika Vol 2 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v2n2.p%p

Abstract

Usaha kecil menengah memiliki peran yang sangat strategis dalam meningkatkan pendapatan daerah, memperluas lapangan kerja, mengurangi pengangguran dan kemiskinan. Untuk meningkatkan peran tersebut Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Timur membentuk Klinik Koperasi dan UMKM yang memiliki 10 jenis layanan yang saling berkaitan antara yang satu dengan lainnya sehingga membentuk sebuah pemberdayaan bagi UKM. Tujuan disusunnya skripsi ini untuk mendeskripsikan Pemberdayaan Usaha Kecil Menengah oleh Klinik Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah Provinsi Jawa Timur. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah deskriptif, sedangkan metode yang digunakan adalah kualitatif. Narasumber dalam penelitian ini yaitu manajer, konsultan dan UKM. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dokumentasi, observasi dan triangulasi. Teknik analisis data dengan mengumpulkan, mereduksi, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan pemberdayaan UKM yang dilakukan oleh Klinik Koperasi dan UMKM Jawa Timur cocok dianalisis menggunakan teori Suharto: Pemungkinan yang memuat layanan akses pembiayaan,layanan konsultasi bisnis, layanan informasi bisnis, layanan akses pemasaran, mobile klinik, dan TV UKM online; penguatan yang memuat layanan shortcourse, layanan informasi bisnis dan layanan pusat pustaka entrepreneur; perlindungan yang memuat layanan konsultasi bisnis dan layanan advokasi; penyokongan yang memuat layanan konsultasi bisnis, layanan informasi bisnis, layanan shortcourse dan layanan IT entrepreneur; pemeliharaan memuat layanan advokasi dan layanan konsultasi bisnis. Masing-masing pendekatan pemberdayaan UKM yang dilakukan oleh Klinik Koperasi dan UMKM Jawa Timur sudah dapat dikatakan cukup baik. Saran yang diberikan oleh peneliti antara lain dalam layanan akses pemasaran, perlu adanya sosialisasi sebagai pengenalan gedung galeri produk-produk unggulan dari Jawa Timur, memperbarui buku-buku yang terdapat di layanan pusat pustaka entrepreneur secara rutin, pengembangan Klinik Koperasi dan UMKM melalui media sosial untuk memudahkan masyarakat yang ingin mengikuti kegiatan Klinik Koperasi dan UMKM Jawa Timur. Kata Kunci: Pemberdayaan, UKM, Klinik Koperasi dan UMKM Jawa Timur
EFEKTIVITAS PENERAPAN SISTEM E-PERFORMANCE DI DINAS TENAGA KERJA KOTA SURABAYA ADITYA RAHMAT B.
Publika Vol 2 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v2n2.p%p

Abstract

Sistem e-performance merupakan suatu sistem informasi manajemen kinerja yang bertujuan untuk menilai prestasi pegawai negeri sipil sekaligus sebagai acuan pemberian tambahan uang kinerja. Salah satu instansi pemerintah yang menerapkan sistem e-performance adalah Dinas Tenaga Kerja Kota Surabaya. Penerapan sistem e-performance di Dinas Tenaga Kerja Kota Surabaya ini dimulai sejak tahun 2011 namun belum ada penelitian yang mengkaji mengenai sejauhmana sistem e-performance ini efektif diterapkan. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penerapan sistem e-performance di Dinas Tenaga Kerja Kota Surabaya yang mengacu pada 5 (lima) aspek penilaian e-performance yaitu kualitas, kuantitas, efektivitas waktu, efisiensi biaya dan perilaku kerja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini mengambil teknik sampling jenuh dimana semua anggota populasi dijadikan sebagai anggota sampel penelitian. Jumlah seluruh anggota sampel dalam penelitian ini sebanyak 65 orang yang merupakan pegawai negeri sipil Dinas Tenaga Kerja Kota Surabaya. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data kuantitatif dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas penerapan sistem e-performance di Dinas Tenaga Kerja Kota Surabaya dapat dikatakan sangat efektif. Hal ini dilihat dari penilaian setiap sub variabel efektivitas penerapan sistem e-performance yang memperoleh presentase nilai lebih dari 90%, yaitu kualitas 99,3%, kuantitas 96,5%, efektivitas waktu 99,1%, efisiensi biaya 98,6%, perilaku kerja 99,3%. Berdasarkan presentasi nilai responden tersebut maka efektivitas penerapan sistem e-performance di Dinas Tenaga Kerja Kota Surabaya dapat dikatakan sangat efektif. Kata Kunci: Efektivitas, E-Performance
EFEKTIVITAS PELAYANAN SAMSAT CORNER DI KANTOR BERSAMA SISTEM ADMINISTRASI MANUNGGAL SATU ATAP (SAMSAT) SURABAYA TIMUR (STUDI PADA SAMSAT CORNER GALAXY MALL SURABAYA) TRISYA ANDISTY ANGGITAYUDHA
Publika Vol 2 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v2n2.p%p

Abstract

Tuntutan masyarakat akan sebuah pelayanan publik yang lebih memudahkan masyarakat serta lebih efektif terus diinginkan oleh masyarakat. Untuk itu Kantor Bersama SAMSAT Surabaya Timur dalam memberikan pelayanan yang lebih mudah, cepat, dan transparan yaitu menciptakan layanan unggulan yang berada di pusat perbelanjaan yaitu samsat corner.Dengan adanya layanan unggulan Samsat Corner ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui danmenganalisis tentang Efektivitas Layanan Samsat Corner di Kantor Bersama Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Surabaya Timur pada gerai Samsat Corner yang terjadi di Galaxi Mall Surabayadengan menggunakan enam indikator dari Keputusan MENPAN No. 63 Tahun 2003, yaitu prosedur pelayanan, waktu penyelesaian, biaya pelayanan, produk pelayanan, sarana dan prasarana, dan yang terakhir kompetensi petugas dalam memberikan pelayanan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif.Penelitian ini mengambil sampel sebesar 100 dari jumlah populasi yang berjumlah 15.447 wajib pajak yang ada pada Samsat Corner Galaxy Mall Surabaya.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, kuesioner, dokumentasi, dan studi kepustakaan.Teknik analisis data kuantitatif menggunakan analisis statistik dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pelayanan pada samsat corner di Kantor Bersama Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT) pada Gerai Samsat Corner Galaxy Mall Surabaya dapat dikatakan sudah sangat efektif. Dari pengujian validitas, reliabilitas, dan analisis statistik-deskriptif dihasilkan bahwa penilaian setiap sub-variabel efektivitas pelayanan pada samsat corner memperoleh nilai efektivitasnya secara keseluruhan dengan persentase lebih dari 81% yaitu Prosedur pelayanan 88,9%, waktu penyelesaian 92%, biaya pelayanan 87,3%, produk pelayanan 88,3%, sarana dan prasarana 88%, dan yang terakhir kompetensi petugas dalam memberikan pelayanan sebesar 88% dimana semua dimasukkan kedalam kategori sangat efektif.Saran yang diberikan oleh peneliti dari hasil penelitian ini meliputi, perlunya peningkatan pelayanan terkait dengan biaya pelayanan dan lokasi samsat corner.Dimana masih terdapat sebagian wajib pajak yang masih belum jelas akan kepastian besarnya biaya pajak dan terdapat wajib pajak yang masih merasa kesulitan untuk menuju lokasi karena terlalu jauh dari tempat parkir. Kata Kunci: efektivitas, pelayanan, samsat corner
IMPLEMENTASI E-PAYMENT DI DINAS PENDAPATAN DAN PENGELOLAAN KEUANGAN KOTA SURABAYA (Studi Kasus Pencairan Dana kepada Penyedia Barang dan Jasa) NIA AZZA LAILI
Publika Vol 2 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v2n2.p%p

Abstract

e-Payment Pemkot Surabaya merupakan sistem pencairan dana APBD secara elektronik yang pertama dan satu-satunya di Indonesia. Berdasarkan RPJMD Kota Surabaya tahun 2010-2015, gambaran proporsi realisasi belanja kepada penyedia barang dan jasa Kota Surabaya dalam 5 tahun sebelumnya cukup tinggi dan mendominasi proporsi anggaran belanja langsung, sehingga diperlukan studi implementasi berfokus pada pencairan dana kepada penyedia barang dan jasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi e-Payment pencairan dana kepada penyedia barang dan jasa di Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Menggunakan model implementasi kebijakan dari Van Meter & Van Horn. Sumber data menggunakan teknik purposive, yaitu dari Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan, SKPD Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, serta penyedia barang dan jasa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dokumentasi dan triangulasi. Teknik analisis data kualitatif menggunakan teknik analisis data model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketercapaian sasaran kebijakan e-Payment lebih tepat dirasakan oleh pihak SKPD, alokasi sumber daya manusia sudah memadai dari segi kuantitas maupun kualitasnya, struktur birokrasi dan pola-pola hubungan pertanggung jawaban baik dan tidak ada yang overlapping, implementasi didukung oleh komitmen Walikota Surabaya yang sangat concern terhadap kebijakan e-Government, dan disposisi implementor baik. Di samping kelebihan-kelebihan tersebut, juga masih terdapat beberapa kekurangan yaitu dari variabel sumber daya peralatan, yaitu kualitas jaringan internet perlu diperbaiki dan belum ada database penyedia barang dan jasa pada aplikasi SIPK dan SAPA; dan dari variabel hubungan antar organisasi, belum pernah diadakan evaluasi secara khusus mengenai implementasi e-Payment. Saran yang diberikan dalam penelitan ini adalah memperbaiki kualitas jaringan internet dan melakukan pembenahan sistem dengan menambahkan database penyedia barang dan jasa pada aplikasi SIPK dan SAPA, serta mengadakan tindakan evaluasi secara khusus mengenai implementasi e-Payment. Kata Kunci: Implementasi kebijakan, e-Payment, Penyedia barang dan jasa.
PARTISIPASI KELOMPOK TANI DALAM PENGELOLAAN HUTAN MANGROVE DIKELURAHAN WONOREJO KECAMATAN RUNGKUT KOTA SURABAYA SISKA YUNINDYA W
Publika Vol 2 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v2n2.p%p

Abstract

Pengelolaan hutan mangrove yang dilakukan bertujuan untuk memberikan manfaat kepada semua pihak yangbersangkutan baik secara langsung maupun tidak langsung. Kegiatan partisipasi kelompok tani perlu dilaksanakan terusmenerus untuk menggerakkan masyarakat agar mau ikut serta melakukan pengelolaan hutan mangrove yangberkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana partisipasi kelompok tani mangrove dalampengelolaan hutan mangrove di Kelurahan Wonorejo Kecamatan Rungkut Kota Surabaya.Jenis penelitian yangdigunakan adalah deskriptif kualitatif. Adapun subyek penelitian ini terdiri dari Ketua kelompok tani mangrove,anggota kelompok tani mangrove dan Staf Kehutanan Dinas Pertanian. Teknik pengumpulan data yang digunakanberupa observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan menggunakan analisis data interaktif yaitu pengumpulan data,reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa partisipasi kelompoktani dalam pengelolaan hutan mangrove Wonorejo sudah cukup bagus dan optimal. Hal ini ditunjukkan melalui sebelasindikator keberhasilan partisipasi yaitu: 1) siapa penggagas partisipasi, yaitu ketua kelompok tani mangrove Wonorejo.2) untuk kepentingan siapa partisipasi dilaksanakan, partisipasi dilaksanakan untuk kepentingan bersama. 3) siapa yangmemegang kendali partisipasi, yaitu kelompok tani mangrove Wonorejo. 4) bagaimana hubungan pemerintah denganmasyarakat, hubungan pemerintah dengan masyarakat cukup harmonis karena adanya saling ketergantungan dan salingpercaya. 5) kultural, yaitu budaya atau tradisi di kelompok tani untuk pengambilan keputusan adalah bermusyawarah. 6)politik, yaitu dari pihak pemerintah maupun kelompok tani menganut sistem transparan dan menghargai perbedaan tiapindividunya. 7) legalitas, yaitu regulasi yang seharusnya ada namun kurang disosialisasikan. 8) ekonomi, dalampenerimaan anggota kelompok tani dilakukan secara terbuka dan anggota yang tergabung dapat memperoleh manfaatlangsung maupun tidak langsung. 9) kepemimpinan, kepemimpinan yang disegani dan berkomitmen dalam kelompoktani sendiri. 10) waktu, penerapan partisipasi kelompok tani dalam pengelolaan hutan mangrove memerlukan waktuyang cukup lama karena pengelolaan berkelanjutan. Dan yang terakhir 11) jaringan yang menghubungkan antaramasyarakat dan pemerintah, adanya forum pertemuan yang diadakan namun tidak memiliki jadwal yang tetap. Kata Kunci: Partisipasi, Kelompok Tani, Hutan Mangrove.
IMPLEMENTASI PROGRAM JAMINAN KESEHATAN BALI MANDARA (JKBM) DI RUMAH SAKIT UMUM NEGARA KABUPATEN JEMBRANA PROVINSI BALI SILVIA ANGGRAINI
Publika Vol 2 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v2n2.p%p

Abstract

Program Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM) merupakan program yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Bali untuk menyelesaikan masalah masyarakat Bali yang belum memiliki jaminan kesehatan, karena 73,24% masyarakat Bali yang belum memiliki jaminan kesehatan. Dasar hukum pelaksanaan program JKBM adalah Peraturan Gubernur No 6 Tahun 2010 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM). RSU Negara merupakan BLUD yang ditunjuk untuk mengelola dana hibah JKBM. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan Implementasi Program Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM) Di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Jembrana Provinsi Bali. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian ini terdiri dari Pegawai Dinas Kesehatan Bali Mandara Kasi Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat, Pegawai Rumah Sakit Umum Negara, Ketua RT, serta pasien pengguna program JKBM Di RSU Negara yang diambil dengan metode Purposive Sampling dan Accidental Sampling. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah wawancara, observasi, dokumentasi, dan triangulasi teknik. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Berdasarkan teori Van Meter dan Van Horn yang terdiri dari ukuran dan tujuan kebijakan, sumber daya, karakteristik agen pelaksana, sikap pelaksana,komunikasi antarorganisasi dan aktivitas pelaksana serta lingkungan ekonomi,sosial,dan politik. Implementasi Program JKBM di RSU Negara telah memenuhi ke enam variabel tersebut meskipun masih ada beberapa kekurangan seperti masalah ketepatan waktu pelaporan klaim dan penyelenggaraan JKBM sering melebihi batas waktu, kapasitas SDM yang tersedinya hanya dapat mencapai angka minimal dilihat dari standar kualifikasi RSU kelas C, serta belum maksimalkan sosialisasi kepada masyarakat sehingga sering terjadi miss komunikasi. Kata Kunci: Implementasi , Program JKBM
ANALISIS KINERJA RUMAH SAKIT KUSTA SUMBERGLAGAH MOJOKERTO DENGAN METODE BALANCED SCORECARD DALAM PERSPEKTIF PEMBELAJARAN DAN PERTUMBUHAN EKA RATNA SARI
Publika Vol 2 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v2n2.p%p

Abstract

Usaha bisnis dibidang pelayanan jasa kesehatan mengalami perubahan besar. Oleh karena itu, perumusan dan penetapan strategi sangat penting bagi perusahaan agar dapat bersaing dengan perusahaan lain. Persaingan suatu perusahaan dapat dilihat dari strategi intern perusahaan yang memberikan kontribusi terhadap peningkatan profit perusahaan. Rumah Sakit Kusta Sumberglagah milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur merupakan UPT Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja Rumah Sakit Kusta Sumberglagah Mojokerto dengan metode Balanced Scorecard dalam perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data terdiri dari sumber data primer yaitu Koordinator Pokja Fungsional, salah satu staf rekam medik, salah satu perawat dan masyarakat khususnya pasien rumah sakit serta untuk sumber data sekunder yaitu dokumen resmi rumah sakit, penetapan sasaran strategis rumah sakit, serta data-data tentang kinerja rumah sakit. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara terstruktur, observasi tidak langsung, dokumentasi, dan triangulasi. Penelitian Kualitatif Miles dan Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kinerja pada Rumah Sakit Kusta Sumberglagah Mojokerto. Hal ini dapat dilihat dari 3 indikator dalam perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Indikator pertama yaitu kapabilitas karyawan menunjukkan bahwa karyawan mendapat pelatihan setiap tahun, kesejahteraan karyawan terjamin, tingkat retensi karyawan sangat bagus karena sedikit karyawan yang keluar dari rumah sakit, dan kepuasan pelanggan dapat dilihat pada lampiran yang menjelaskan tentang kinerja pelayanan rumah sakit dan standar jasa pelayanan nasional. Indikator kedua yaitu kapabilitas sistem informasi menunjukkan bahwa rumah sakit Kusta Sumberglagah Mojokerto menerapkan SIMRS untuk mempermudah proses pelayanan pasien. Indikator ketiga yaitu motivasi, pemberdayaan dan keselarasan Dalam indikator ini, penganalisisan kinerja rumah sakit dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu saran dari karyawan untuk perusahaan, saran yang berhasil dilaksanakan dan keselarasan antara karyawan dengan rumah sakit. Saran untuk Rumah Sakit Kusta Sumberglagah Mojokerto agar lebih sering mengadakan PKMRS untuk pasien dan keluarga pasien, minimal 2 kali seminggu. Kata Kunci: Kinerja, Balanced Scorecard, Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan.
IMPLEMENTASI PROGRAM PEMBERIAN PERMAKANAN BAGI LANJUT USIA SANGAT MISKIN DAN LANJUT USIA TERLANTAR DI KELURAHAN AIRLANGGA KECAMATAN GUBENG KOTA SURABAYA RENI SEPTIANA
Publika Vol 2 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v2n2.p%p

Abstract

Program pemberian permakanan bagi lanjut usia sangat miskin dan lanjut usia terlantar adalah salah satu kebijakan publik yang dibuat oleh Pemerintah Kota Surabaya untuk meningkatkan taraf kesejahteraan lanjut usia. Implementasi program ini adalah di tingkat kelurahan tidak terkecuali Kelurahan Airlangga.Penelitian ini akan dianalisis dengan model implementasi dari Donald S. Van Meter dan Carl E. Van Horn yang terdiri dari enam variabel, yaitu standar dan sasaran kebijakan, sumber daya, komunikasi antarorganisasi dan penguatan aktivitas, karakteristik agen pelaksana, disposisi implementor, serta kondisi sosial, ekonomi, dan politik. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan implementasi program pemberian permakanan bagi lanjut usia sangat miskin dan lanjut usia terlantar di Kelurahan Airlangga Kecamatan Gubeng Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari Kepala Seksi Bina Swadaya Sosial Dinas Sosial Kota Surabaya beserta staf, Ketua Karang Werda Airlangga, lanjut usia penerima manfaat program, serta pihak penyedian dan pendistribusi makanan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dokumentasi, dan triangulasi data.Analisis data menggunakan teknik analisis model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1).variabel standar telah memenuhi standar yang ditetapkan namun terdapat ketidaktepatan sasaran penerima manfaat, 2). pelaksana program di tingkat kelurahan dapat dikatakan cukup, tidak pernah terjadi keterlambatan dalam pencairan dana dan program ini dilaksanakan setiap hari namun ada jedah waktu (libur) ketika penyusunan anggaran baru, 3). Karang werda kurang dalam menjalin komunikasi dengan lanjut usia penerima manfaat program dan partisipasi lanjut usia untuk melaporkan permasalahan dalam pelaksanaan program sangat kurang sehingga timbul beberapa masalah, 4). Karakteristik agen pelaksanan terlihat tidak ada struktur pelaksana khusus dan adanya kelonggaran dari karang werda serta pola hubungan yang terjadi sudah jelas karena memiliki alur dan kejelasan pihak yang terlibat 5).kondisi sosial, ekonomi, dan politik juga mendukung implementasi program ini, 6). Implementor memiliki disposisi yang tinggi baik dari segi respon, dukungan, maupun keinginan untuk tetap melaksanakan program sesuai aturan. Saran:1). Pihak karang werda harus meningkatkan komunikasi dengan pihak penyedia makanan, lanjut usia penerima manfaat program serta karang werda RW yang dapat dilakukan melalui pertemuan rutin,2).harus ada kepatuhan terhadap aturan yang ada terkait dengan usia minimal lanjut usia, 3). Implementor harus lebih selektif dalam menentukan lanjut usia yang pantas menerima manfaat program. Kata kunci :Implementasi kebijakan, program pemberian permakanan bagi lanjut usia sangat miskin dan lanjut usia terlantar. Abstract Program pemberian permakanan bagi lanjut usia sangat miskin dan lanjut usia terlantar is one of the public policy is made by Surabaya’s government to increase elderly’s welfare standard.The implementation this program is at the village government no exception Airlangga village government. This research will be analysed by implementation model from Donald S. Van Meter dan Carl E. Van Horn which consisting of six variables such as standard and policy targets, resources, communication and strengthening activities, characteristics of implementor agent, social condition, politics, and economic, implementor dispotition.The purpose of this research is to describe the implementation of program pemberian permakanan bagi lanjut usia sangat miskin dan lanjut usia terlantar in Airlangga village government Gubeng district Surabaya City. This research use the describtive qualitative approach. The subject in this research are section head building social self of Surabaya city social department and staff, the Airlangga nursing chairman, elderly who get the benefit of program and provider and distributor of food. Data collection technique used are interview, observation, documentation and data triangulation. Data analysis use the technique of interactive analysis model. The research result show that 1). the standard variable have full the standard which have set but there is the unright the target, 2).the implementors at village government level can be quite, ther is never a delay in disbursement of funds, this program carried out every day but there is the pause time (off) when the new budgeting.3) the nursing coral chairman lacking in communication with elderly who get the benefit of the program and elderly’s participation to report the problemsin program implementation is very less which the consequently rising a problem,4).the characteristics of the implementing agency showing that nothing special implementor structure and there are looseness from nursing coral chairman and the pattern of relationship that occurs is unclear because it has a groove and clarity of the parties involved, 5).social condition, economi, and politic support this program implementation too, 6). theimplementor have high dispotiton both in term of response, supporting, and good will to implement the program according the rules. The advice : the nursing coral chairman must increase the communication with the catering, the elderly who get the benefit of the program and pillars of nursing coral cadre reef residents which can be done through regular meetings, 2).there must be compliance with the rule relating about the minimum age of elderly, 3). The implementor must be more selective in determines the elderly who get the benefit of program. Keyword : policy implementation, program pemberian permakanan bagi lanjut usia sangat miskin dan lanjut usia terlantar.
EVALUASI PROGRAM SEKOLAH LAPANGAN PENGENDALIAN HAMA TERPADU (SLPHT) (Studi Perbedaan Kemampuan Petani Pengendali Hama Terpadu (PHT) dan Kemampuan Petani non Pengendali Hama Terpadu (PHT) di Desa Duri Wetan Kecamatan Maduran Kabupaten Lamongan) DYAN ARIATI DEWI
Publika Vol 2 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v2n2.p%p

Abstract

Abstrak Program Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) merupakan salah satu kegiatan pendidikan non formal yang berupaya untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peserta atau petani guna mewujudkan peserta atau petani sebagai ahli PHT, yaitu peserta atau petani yang mampu mengatasi segala permasalahan di lahan usaha taninya secara mandiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kemampuan petani Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dan petani non PHT. Pada Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode komparatif, dimana pada penelitian ini mengambil (dua) 2 sampel yaitu sebanyak 23 sampel pada petani SLPHT dan 23 sampel pada petani non SLPHT. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner, dokumentasi SLPHT dan studi kepustakaan. Teknik analisis data kuantitatif menggunakan teknik komparasi pada uji statistik t dua sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari uji analisis statistik t dua sampel diperoleh perbedaan yang signifikan antara kemampuan petani PHT dengan petani non PHT hal ini dibuktikan dengan hasil perhitungan uji t yang menunjukkan = 2,626 dari = 2,069. Saran dari penelitian ini adalah petani PHT memiliki kemampuan lebih tinggi jika dibandingkan dengan petani non PHT. Dengan demikian untuk menambah kemampuan petani non PHT diharapkan agar petani PHT menyalurkan pengetahuan dan ketrampilannya kepada petani non PHT, dengan cara diskusi umum yang bersifat non formal. Kata kunci : Evaluasi Program SLPHT, Kemampuan Petani, Pengendalian Hama Terpadu (PHT) Abstract Farmer field school-Integrated Pest Management (FFS-IPM) is one of non-formal education program that seek to improve the knowledge and skills of farmer or participant in order to realize farmer or participant as IPM expert, the farmer or participant who are able to overcome all the problems in their farm lands independently.The purpose of this study is to determine the ability of Integrated Pest Management (IPM) farmers in Farmer field school-Integrated Pest Management (FFS-IPM) and non-IPM farmers. This study used a quantitative approach with comparative method, which took 2 (two) samples that was counted 23 samples at FFS-IPM farmers and 23 samples of non-FFS-IPM farmers. Data collection techniques used was questionnaires, FFS-IPM documentation and literature study. Quantitative data analysis techniques used comparative technique in two sample t statistic test. The results showed that the t statistical analysis of two samples test obtained a significant difference between the ability of IPM farmers with non-IPM farmers. This was evidenced with the results of the t test calculations that showed of = 2,626 from = 2,069. Suggestions from this study is IPM farmers have a higher ability when compared to non-IPM farmers. Thus, to increase the ability of non-IPM farmers expected that the IPM farmers distribute their knowledge and skills to non-IPM farmers, by way of a general discussion of the non-formal. Keywords: Evaluation FFS-IPM Program, Farmer’s Ability, Integrated Pest Management (IPM)

Page 30 of 129 | Total Record : 1286