cover
Contact Name
Suci Megawati
Contact Email
sucimegawati@unesa.ac.id
Phone
+6281342706458
Journal Mail Official
publika@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA Kampus Ketintang Jalan Ketintang Gedung I3 Lantai 1 Postal Code: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Publika
ISSN : -     EISSN : 2354600X     DOI : https://doi.org/10.26740/publika.v9n2
Core Subject : Social,
PUBLIKA is available for free (open access) to all readers. The articles in PUBLIKA include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles 1,286 Documents
EVALUASI CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY  PT TELKOM DIVISI REGIONAL V JAWA TIMUR (Studi pada Program Broadband Learning Center Di Rusunawa Grudo, Surabaya) NUR IDA FEBRIANY
Publika Vol 3 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n2.p%p

Abstract

Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan kewajiban setiap perusahaan untuk memberikan dampak positif bagi dirinya dan masyarakat, salah satunya PT Telkom Divisi Regional V Jawa Timur melalui program Broadband Learning Center (BLC) di Rusunawa Grudo, Surabaya. Program BLC merupakan salah satu program bina lingkungan Telkom yang bertujuan untuk mencerdaskan kemampuan teknologi, informasi dan komunikasi masyarakat dan UKM. Setelah satu tahun dilaksanakan, perlu adanya evaluasi terhadap program BLC. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan evaluasi CSR PT Telkom Divisi Reginal V Jawa Timur dalam program BLC di Rusunawa Grudo, Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Fokus penelitian ini ditentukan berdasarkan teori delapan indikator kunci CSR. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan program BLC daru lima indikator antara lain : kepemimpinan, penyerapan alokasi anggaran, cakupan wilayah, perencanaan dan mekanisme monitoring dan evaluasi, dan keberlanjutan dapat dilaksanakan dengan baik, sehingga masyarakat di Rusunawa Grudo, Surabaya mulai melek pada teknologi, informasi dan teknologi. Sedangkan indikator transparansi dan akuntabilitas, belum terdapat audit sosial sehingga tidak ada umpan balik dari masyarakat. Pada indikator pelibatan stakeholder, program BLC terkendala kurangnya koordinasi dan partisipasi masyarakat. Dalam indikator hasil nyata, program BLC belum berdampak pada ekonomi dan perubahan pola pikir masyarakat. Berdasarkan hasil tersebut, alternatif kebijakan yang direkomendasikan adalah program BLC di Rusunawa Grudo, Surabaya perlu dilanjutkan dengan perbaikan. Adapun saran untuk perbaikan program BLC antara lain : pada indikator transparansi dan akuntabilitas, diperlukan audit sosial sehingga akuntabilitas program BLC dapat ditingkatkan. Lalu, untuk indikator pelibatan stakeholder, intensitas koordinasi perlu ditambah dan perlu adanya penambahan pelatihan kerajinan tangan sehingga partisipasi masyarakat dapat ditingkatkan. Pada indikator hasil nyata, diperlukan pelatihan kerajinan tangan dan proses penyadaran secara terus-menerus sehingga manfaat program BLC dapat dioptimalkan. Kata Kunci : evaluasi, CSR, BLC
EFEKTIVITAS DROP BOX SEBAGAI SARANA PELAPORAN SURAT PEMBERITAHUAN (SPT) TAHUNAN DI KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA SURABAYA KARANGPILANG YOVI METRIKA SAKTI
Publika Vol 3 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n2.p%p

Abstract

Drop Box merupakan terobosan baru dari Direktorat Jenderal Pajak untuk memudahkan wajib pajak dalam melakukan kewajiban perpajakannya. Drop Box merupakan wadah, kotak atau tempat lain yang dapat dimanfaatkan wajib pajak untuk melakukan penyampaian dan penerimaan SPT tahunan. Drop Box ditempatkan pada tempat yang strategis seperti pusat perbelanjaan, pusat bisnis, dan tempat-tempat tertentu lainnya. Kebijakan Drop Box ini diterapkan dan dilimpahkan ke seluruh Kantor Pelayanan Pajak di Indonesia termasuk Kantor Pelayanan Pajak Pratama Surabaya Karangpilang. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas pelaksanaan Drop Box dalam memberikan pelayanan yang lebih baik kepada wajib pajak khususnya pada KPP Pratama Surabaya Karangpilang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini mengambil sampel 100 orang dari jumlah populasi sebanyak 33.877 orang yang difokuskan pada wajib pajak orang pribadi. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik Sampling Insidental (berdasarkan kebetulan). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori efektivitas menurut Duncan (dalam Rihardini, 2012:15), yaitu Pencapaian Tujuan Program, Adaptasi Program dan Integrasi Program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas program layanan Drop Box sebagai sarana pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Surabaya Karangpilang secara keseluruhan sudah berjalan efektif. Dari pengujian validitas, reliabilitas, dan analisis statistik deskriptif ditemukan bahwa nilai dari setiap sub variabel efektivitas yaitu pencapaian tujuan program (80,5 %), adaptasi program (64,45 %), dan integrasi program (46,35%). Perlunya sosialisasi, pengkhususan pengguna, dan pemutakhiran fasilitas yang ada diharapkan mampu meningkatkan fungsi dari Drop Box sebagai salah satu program yang memudahkan wajib pajak untuk melakukan kewajiban perpajakannya. Kata Kunci: Efektivitas, Drop Box, Kantor Pelayanan Pajak.
EVALUASI PELATIHAN INSTITUSIONAL PADA SUB KEJURUAN LISTRIK INDUSTRI DI UNIT PELAKSANA TEKNIS (UPT) PELATIHAN KERJA MOJOKERTO ERIZA NUGRAHVIANTI
Publika Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n3.p%p

Abstract

Pelatihan pada bidang atau kejuruan tertentu merupakan suatu upaya yang dilakukan pemerintah secara merata. Pelatihan diselenggarakan tidak hanya di kota-kota besar saja tetapi di daerah juga perlu diadakan pelatihan untuk meningkatkan kualitas calon atau tenaga kerja itu sendiri dalam menghadapi persaingan di dunia kerja. Oleh karena itu pemerintah Mojokerto membentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelatihan Kerja Mojokerto yang berada dalam naungan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Provinsi Jawa Timur. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengevaluasi pelatihan institusional pada sub kejuruan listrik industri di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelatihan Kerja Mojokerto. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian terdiri dari Kepala Seksi Pelatihan dan Sertifikasi UPT Pelatihan Kerja Mojokerto, instruktur pelatihan, dan beberapa alumni peserta pelatihan baik gelombang I (dana APBN) maupun gelombang II (dana APBD) pada tahun 2014. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni berupa observasi, wawancara, dokumentasi, dan penelusuran data online. Analisis data dilakukan mulai dari pengumpulan data, reduksi data atau penggolongan data, penyajian data, dan kemudian penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi pelatihan institusional pada sub kejuruan listrik industri di UPT Pelatihan Kerja Mojokerto dapat dilihat dari evaluasi konteks, masukan, proses, dan hasil yang telah berjalan sesuai dengan prosedur atau paket pelatihan yang telah disediakan dan disusun oleh pemerintah. Mulai dari penetapan tujuan pelatihan, memperhatikan kondisi, kebutuhan, dan peluang yang ada dalam dunia kerja, adanya materi pelatihan yang jelas dan sesuai dengan kejuruan listrik industri, penggunaan sumber daya dan strategi yang digunakan, pihak yang terlibat dan yang bertanggungjawab sesuai dengan fungsinya, jadwal yang telah disusun, identifikasi permasalahan, pencapaian pelatihan listrik industri, pengaruh utama, dan efektivitas serta manfaat yang dirasakan telah diperhatikan benar oleh pihak UPT Pelatihan Kerja Mojokerto. Namun dalam pelaksanaan pelatihannya terdapat beberapa permasalahan yakni terkait dengan karakteristik dan perilaku peserta pelatihan yang heterogen, anggaran pelatihan terbatas, kuantitas dan kualitas instruktur pelatihan yang kurang, serta kuantitas dan kualitas sarana prasarana yang kurang memadai pula. Saran yang diberikan dalam penelitian ini adalah pemberian motivasi dan arahan yang lebih intensif terhadap peserta pelatihan terutama yang memiliki karakteristik dan perilaku yang kurang baik. Pentingnya pemerintah mengupayakan penambahan jumlah anggaran. Pentingnya meningkatkan kualitas instruktur pelatihan dalam hal teknologi informasi dan cara komunikasi serta perlu pengadaan instruktur baru untuk meregenerasi instruktur lama yang telah memasuki masa purna tugas. Perlunya perluasan dan perawatan rutin ruang praktek pelatihan listrik industri dan perlunya pengadaan peralatan yang belum tersedia dan yang memiliki jumlah terbatas serta perbaikan pada setiap peralatan yang mengalami kerusakan agar pada saat terselenggaranya pelatihan listrik industri dapat menghasilkan output yang berkualitas baik dalam hal kemampuan, pengetahuan, dan sikapnya. Kata Kunci: Evaluasi, Pelatihan, dan Kejuruan Listrik Industri
RESPONSIVITAS PELAYANAN PUBLIK DALAM MENANGANI KELUHAN PELANGGAN DIPERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) SURYA SEMBADA KOTA SURABAYA ANNISA FITRIANY Z.
Publika Vol 3 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n2.p%p

Abstract

Responsiveness of public services is a testament to government agencies are able to recognize the needs of people in line with expectations, demand, and aspirations of the people. As one of the government agencies, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada Kota Surabaya must be able to recognize the needs of the people are realized through customer complaints submitted. Their complaint submitted indicates that the service provided has not met the expectations of the people. As evidence of the responsibility for the quality of service provided, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada Kota Surabaya need to show their responsiveness in customer complaints handling. The aim of this study to describe the resonsiveness of public services in customer complaint handling in Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada Kota Surabaya. Type of this research used in this study is a qualitative descriptive. As for the focus of this research is an indicator of responsiveness by Zeithaml dkk (1990), which responds to every customer who wants to get service, the officers doing services quickly, the officers doing the right services, the officers doing services carefully, the officers doing services with the right timing, and all complaints responded by the officers. Research subjects in this study was taken by using purposive sampling techniques. Data collection techniques used were interviews, observation, and documentations. Data obtained will be analyzed using an interactive model of data analysis techniques. The result showed that four of the six indicator used, which responds to every customer who wants to get service, the officers doing services quickly, the officers doing services carefully, and the officers doing services with the right timing are already good. While the other two have, which the officers doing the right services and all complaints responded by the officers are not good yet. It is seen from the officers do not complaint handling in accordance with the previously reported and complaints submitted have not responded well. Advice that can be given is the officers need to be more carefull in complaint handling in accordance with that reported and Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada Kota Surabaya expected to coordinate with technical personnel in order to better be able to quickly respond to cuctomer complaints and handled. Keyword: Responsiveness, Public Service, Customer Complaints
KUALITAS PELAYANAN ELECTRONIC SAMSAT PADA KANTOR SISTEM MANUNGGAL SATU ATAP (SAMSAT) MANYAR KERTOARJO SURABAYA TIMUR BAHRUL ULUM
Publika Vol 3 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n2.p%p

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Kualitas Pelayanan Electronic Samsat pada Kantor Samsat Manyar dan untuk mengetahui dukungan dan hambatan yang dihadapi Kantor Samsat Manyar Surabaya Timur. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi kasus dan teknik analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui cara observasi, wawancara, snowball sampling, dan dokumentasi.. Fokus penelitian ini yaitu menjelaskan tentang kualitas pelayanan Electronic Samsat dengan berpedoman pada sepuluh dimensi kualitas penyelenggaraan pelayanan publik dari KEMENPAN No. 63 Tahun 2003. Hasil penelitian yang diperoleh adalah program Electronic Samsat ini memiliki keunggulan dengan memberikan kemudahan bagi wajib pajak dalam membayar pajak kendaraan bermotor (PKB), dikarenakan program ini memenuhi sepuluh unsur tentang pedoman kualitas penyelenggaraan publik yang baik seperti : adanya unsur kesederhanaan, unsur keamanan, unsur kenyamanan, unsur kedisiplinan, akurasi, kemudahan akses, unsur kepastian dan kejelasan. Akan tetapi, dalam proses pelaksanaannya pasti ada dukungan dan hambatannya. Bentuk dukungan dalam hal ini adalah pemerintah selalu memberikan sosialisasi kepada masyarakat baik dengan menggunakan brosur atau dengan mengunjungi dengan memakai mobil. Sedangkan hambatannya adalah masih banyaknya masyarakat yang tidak mengetahui program ini dikarenakan minimnya sosialisasi dan juga sering terjadi trobel pada jaringan internet yang membuat masyarakat khawatir gagal. Kata kunci : Kualitas Pelayanan, Electronic Samsat, Dimensi Pelayanan.
MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI “KAMPUNG BEBEK DAN TELUR ASIN” DESA KEBONSARI KECAMATAN CANDI KABUPATEN SIDOARJO (studi pada kelompok peternak itik Sumber Pangan) RETNO YUNI PURWANTI
Publika Vol 3 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n2.p%p

Abstract

Pemberdayaan masyarakat pada Kampung Bebek dan Telur Asin Desa Kebonsari Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo diharapkan dapat meningkatkan daya saing, menciptakan kemandirian masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bebek dan telur asin merupakan hal utama yang dikembangkan dan icon yang menjadi kebanggaan Desa Kebonsari. Oleh karena itu, model pemberdayaan yang tepat menjadi hal yang penting dalam upaya memberdayakan masyarakat Kampung Bebek dan Telur Asin Desa Kebonsari Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo. pemberdayaan di Kampung Bebek dan Telur Asin Desa Kebonsari Kecamatan candi Kabupaten Sidoarjo merupakan pengembangan masyarakat lokal. Pengembangan masyarakat lokal bertujuan untuk meningkatkan kemandirian dan mengorganisasi masyarakat. Kelompok Peternak Itik “Sumber Pangan” Desa Kebonsari sebagai agen pembaharu belum sepenuhnya berjalan dengan baik jika dilihat dari 4 aspek, yaitu aspek manajemen, kinerja, lembaga dan penguasaan materi pemberdayaan. Sebagai suatu lembaga yang bermitra dengan pemerintah, Kelompok Peternak Itik Sumber Pangan Desa Kebonsari belum optimal dalam menjalankan proses pemberdayaan. Rekomendasi dari penelitian yang dilakukan ini adalah Untuk Pemerintah Desa Kebonsari dan Kelompok Peternak Itik Sumber Pangan Desa Kebonsari, Kelompok Peternak Itik Sumber Pangan sebagai agen pemberdaya harus dikelola oleh kelompok yang berasal dari luar pengrajin. Selama ini yang terjadi organisasi tersebut tidak dapat berjalan dengan optimal karena tidak adanya pengelolahan dengan baik lembaga manajemennya dan kurang terlatihnya Sumber Daya Manusia untuk mengelolah sebuah organisasi. Penggerak Kelompok Peternak Itik Sumber Pangan Desa Kebonsari merupakan target pemberdayaan itu sendiri yang secara sumber daya, serta pengalaman dan penguasaan terhadap materi pemberdayaan tidak dikuasai dengan baik; Belum memadahinya sebagai mitra kerja pemerintah dalam setiap tatanan proses pemberdayaan, menjadikan Kelompok Peternak Itik Sumber Pangan Desa Kebonsari membutuhkan perhatian khusus untuk diberdayakan terlebih dahulu; Proses pemberdayaan Kelompok Peternak Itik Sumber Pangan tersebut seharusnya dilakukan oleh LSM, akademisi, mahasiswa atau praktisi yang lebih mempunyai kapasitas dalam pengelolahan organisasi; Melakukan regenerasi terhadap kepengurusan kelompok peternak Sumber Pangan Desa Kebonsari. Sehingga kelompok bisa bangkit dan dapat berfungsi sebagaimana mestinya sebuah organisasi yang menaungi peternak-peternak yang ada di Desa Kebonsari Kecamatan Candi; Membangun kembali kepercayaan para peternak bebek terhadap Kelompok Peternak, sehingga peternak kembali mempercayakan hasil ternaknya kepada Kelompok bukan kepada tengkulak. Sedangkan untuk Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, upaya pemberdayaan di Kampung Bebek dan Telur Asin harus bersifat continue. Aspek hulu hilir terkait peningkatan kapasitas dan proses pemberdayaan peternak bebek akan bermuara pada peningkatan daya saing dan siap sebagai masyarakat yang mandiri. Kata Kunci : Model Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan, Agen Pembaharu
KUALITAS LAYANAN KERETA API SARANGAN EKSPRES JURUSAN SURABAYAGUBENG – MADIUN TRIA YULIANTI
Publika Vol 3 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n2.p%p

Abstract

Transportasi publik merupakan unsur yang penting bagi kehidupan manusia. Semakin dibutuhkannya sarana transportasi publik menyebabkan meningkatnya jumlah pengguna sarana transportasi publik, maka penyedia layanan transportasi publik harus terus meningkatkan kualitas pelayanannya. Peningkatan kualitas layanan dapat diukur melalui dimensi kualitas pelayanan terdiri dari: (1) Bukti langsung (tangibles), (2) Kehandalan (reliability), (3) Daya tanggap (responsiveness), (4) Jaminan (assurance), (5) Empati (empathy). PT. Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai salah satu perusahaan jasa penyedia transportasi publik milik pemerintah berusaha memenuhi kebutuhan pelanggan dengan selalu meninkatkan kualitas layanannya. Pelayanan Kereta Api Sarangan Ekspres merupakan salah satu bentuk pelayanan dari PT. KAI yang memiliki banyak pelanggan, maka dituntut untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanannya. Oleh karena itu, penelitian ini mengangkat rumusan masalah mengenai kualitas layanan kereta api Sarangan Ekspres Jurusan Surabaya Gubeng-Madiun. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan penelitian ini dilakukan di Kereta Api Sarangan Ekspres dengan teknik pengambilan data kuesioner, wawancara, observasi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Insidental. Sampel yang digunakan berjumlah 99 penumpang kereta api Sarangan Ekspres Jurusan Surabaya Gubeng – Madiun. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini antara lain analisis data kuantitatif dan analisis data deskriptif. Hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa variabel yang memiliki nilai prosentase tertinggi adalah variabel Kehandalan (80,2%), yang kedua adalah variabel Jaminan (76,2%), selanjutnya diikuti oleh variabel Bukti Langsung (73,9%), variabel Daya Tanggap (71,8%), variabel Empati (70,5%). Sehingga diperoleh prosentase rata-rata kualitas layanan sebesar 74,5% yang berada pada katagori puas, yang artinya layanan Kereta Api Sarangan Ekspres Jurusan Surabaya Gubeng-Madiun telah berkualitas. Kata Kunci : Kualitas, Layanan, Kereta Api Sarangan Ekspres
EFEKTIVITAS PENGELOLAAN PROGRAM BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) (STUDI PADA SMK PGRI PANDAAN) HANI FITRIA
Publika Vol 3 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n2.p%p

Abstract

Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) merupakan program pemerintah yang digunakan untuk penyediaan pendanaan biaya operasi nonpersonalia bagi satuan pendidikan dasar sebagai pelaksana program wajib belajar. Pada tahun 2012 program BOS ini telah diterapkan pada jenjang sekolah menengah dalam bentuk rintisan BOS. Dalam pengelolaan BOS di SMK PGRI Pandaan memiliki beberapa kendala yaitu: pertama adanya keterlambatan dalam penyaluran dana BOS dan kedua kurangnya koordinasi dalam proses pembuatan laporan pertanggungjawaban penggunaan dana BOS. Permasalahan yang diambil dalam penelitian ini adalah mengukur seberapa efektif pengelolaan program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMK PGRI Pandaan. Penelitian ini menggunakan indikator efektivitas program menurut Budiani (2007). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, komite sekolah, guru dan siswa di SMK PGRI Pandaan. Metode untuk pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan teknik kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan hasil dari rata-rata setiap indikator yang disesuaikan dengan interval yang telah ditentukan. Hasil dari penelitian menunjukkan efektivitas pengelolaan program BOS di SMK PGRI Pandaan berada pada interval 3,41-4,2 dengan rata-rata 3,58 yang artinya efektif. Saran yang diberikan penulis yaitu untuk lebih mendisiplinkan dalam pembuatan pelaporan penggunaan dana BOS sehingga tidak menghambat komite sekolah dalam melakukan pencatatan dokumen tentang penggunaan dana BOS yang dapat digunakan sebagai bahan masukan kepada sekolah dalam memaksimalkan pengelolaan program BOS di sekolah. Kata Kunci: Efektivitas, Pengelolaan, Program BOS
IMPLEMENTASI PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIILITYPT. ASTRA INTERNATIONAL TBK DI KAMPUNG BERSERI ASTRA ANISA NUR KHASANAH
Publika Vol 3 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n2.p%p

Abstract

Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas dilaksanakan PT. Astra International Tbk di Kampung Berseri Astra Kelurahan Keputih Kecamatan Sukolilo Kota Surabaya. Penelitian ini membahas pembangunan pilar lingkungan dan pendidikan yang dilaksanakan tahun 2013 hingga 2014. Faktanya, pembangunan pilar pendidikan seperti rumah pintar tidak dimanfaatkan maksimal oleh warga dan tanaman Cabe, Terong, dan Tomat yang tak kunjung berbuah lalu layu menjadi masalah pilar lingkungan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui implementasi Program Corporate Social Responsibility PT. Astra International Tbk di RT 003 dan 004 Kampung Keputih Tegal Timur Baru sebagai Kampung Berseri Astra. Ditunjang dengan jenis pengambilan sampel snowball sampling untuk mendapatkan informan yang awalnya sedikit menjadi besar sebagai sumber data. Hasil penelitian dianalisis menggunakan model implementasi milik Van Meter dan Van Horn. Standar dan sasaran kebijakan implementasi program jelas dan dilaksanakan dengan baik sesuai roadmap. Sumber daya manusia yaitu warga RT 003 dan 004 Kampung Keputih Tegal Timur Baru belum dapat memanfaatkan bantuan yang diberikan Astra secara maksimal, walaupun dana dan waktu yang diberikan Astra tercukupi. Hubungan antar organisasi yang dijalin Astra dengan Kecamatan Sukolilo dan Kelurahan Keputih berlangsung baik. Dukungan positif diberikan oleh seluruh pegawai LPB-YDBA dengan membantu tugas PIC Astra. Kedatangan Astra membuat kondisi ekonomi dan sosial warga menjadi lebih baik dengan manfaat politik yang belum dirasakan warga meskipun terdapat dukungan dari pihak RW, Kelurahan Keputih, dan Kecamatan Sukolilo. Dinilai selama ini, Astra sangat bertanggung jawab dan berkomitmen dalam membangun kampung untuk mencapai tujuan akhir program. Kata Kunci: Kampung Berseri Astra, Corporate Social Responsibility, PT. Astra International Tbk.
STRATEGI PENANGANAN KELUHAN LAYANAN TELKOM SPEEDY  DI PT. TELKOM KANTOR PUSAT DIVISI REGIONAL V SURABAYA
Publika Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n3.p%p

Abstract

Perubahan kebutuhan masyarakat akan jasa telekomunikasi yang semakin kompleks mendorong pemerintah untuk selalu memberikan pelayanan publik yang terbaik kepada masyarakat. Bentuk pelayanan publik yang diberikan pemerintah melalui BUMN yaitu pemenuhan akan jasa telekomunikasi. Salah satu BUMN yang diberikan tugas dan kewajiban untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan jasa telekomunikasi adalah PT. Telkom Kantor Pusat Divisi Regional V Surabaya dengan layanan internetnya yaitu Telkom Speedy. Pada pelaksanaannya, layanan Telkom Speedy ini ternyata masih sering dikeluhkan oleh para pelanggan. Sehingga diperlukan adanya strategi dalam menangani keluhan layanan Telkom Speedy tersebut. Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan Strategi Penanganan Keluhan Layanan Telkom Speedy di PT. Telkom Kantor Pusat Divisi Regional V Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Adapun Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan fokus penelitiannya adalah strategi penanganan keluhan layanan Telkom Speedy yang ada di PT. Telkom Kantor Pusat Divisi Regional V Surabaya yang dilihat dari empat aspek penting dalam strategi penanganan komplain secara efektif yaitu Empati terhadap pelanggan yang marah, Kecepatan dalam penanganan keluhan, Kewajaran atau keadilan dalam memecahkan permasalahan atau keluhan dan Kemudahan bagi konsumen untuk menghubungi perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam menangani keluhan terkait layanan Telkom Speedy, PT. Telkom Kantor Pusat Divisi Regional V Surabaya sudah melakukan beberapa strategi yang dilihat dari aspek empati terhadap pelanggan yang marah menyangkut kepedulian dan sikap pegawai dalam menanggapi keluhan pelanggan, Kecepatan dalam penanganan keluhan menyangkut kecepatan pegawai dalam menanggapi dan menangani keluhan pelanggan, Kewajaran atau keadilan dalam memecahkan permasalahan atau keluhan yang berkaitan dengan kewajiban kinerja dalam menanggapi keluhan pelanggan serta kewajiban aspek biaya (kompensasi) yang diberikan PT. Telkom Kantor Pusat Divisi Regional V kepada pelanggan yang merasa dirugikan, dan Kemudahan bagi konsumen untuk menghubungi perusahaan yang berkaitan dengan upaya pemberian sarana dan prasarana untuk mempermudah pelanggannya dalam menyampaikan keluhan, pertanyaan, kritik maupun saran. Namun, masih terdapat kekurangan yang peneliti temukan yaitu terkait sulitnya menghubungi call center 147 melalui telepon seluler dan gangguan yang sering terulang kembali. Kata kunci : Kualitas Pelayanan, Pelayanan Jasa Telekomunikasi

Page 39 of 129 | Total Record : 1286